cover
Contact Name
Rio Febriannur Rachman
Contact Email
dakwatunaiais@gmail.com
Phone
+6287855996086
Journal Mail Official
dakwatuna.iais@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang Jawa Timur 67358
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
ISSN : 24430617     EISSN : 26861100     DOI : -
Dakwatuna is Dawah and Islamic communication Journal. It has been published since 2015 provides a forum for scientific communication of thought and research of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management. Published twice a year, February and August. The editors welcome articles and research reports in the study of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI" : 6 Documents clear
Da’wah and Universal Goodness Campaign Towards a “Golden” Indonesia 2045: Dakwah dan Kampanye Kebaikan Universal Menuju Indonesia Emas 2045 Viskhurti, Roland; Ghulam, Zainil
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3707

Abstract

This paper discusses the role of religious communities in Indonesia in optimizing social media,specifically the use of digital public spaces to campaign for universal good. It is hoped that, as weapproach the Golden Indonesia 2045, religious communities in Indonesia can become thebuilding blocks of a noble foundation for reason. Today's society is already so familiar withinternet-based social media and its various platforms. All religions in Indonesia—Islam;Christianity; Catholicism; Buddhism; Hinduism; Confucianism; and other faiths—share acommon human spirit. The massive dissemination of moral, legal, and religious messages, carriedout in a unified manner across each social media channel, can act as a barrier to negativecontent, hoaxes, and hate speech, whether acknowledged or not, that has recently floodedIndonesia's digital world. The theoretical analysis is conducted using several theories andconcepts, namely, Gary R. Bunt's cyber-Islamic environments; Michel Foucault's discourse andideology; Jürgen Habermas's public sphere; and Manuel Castells's network society. This studydemonstrates the urgency of utilizing social media within religious communities to contribute topreparing the best generation and a society that is optimistic about responding to the challengesof the times. The crucial role of religious communities needs to be optimally utilized through theimplementation of concrete programs to welcome Indonesia Emas 2045.
Strategi Dakwah di Kalangan Generasi Z di Era AI: Da’wah Strategies Among Generation Z in the AI Era Zahroh, Aminatus; Nafis, Abdul Wadud
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3708

Abstract

Generasi Z, yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan digital yang serba terhubung, menghadirkan tantangan dan peluang unik bagi dunia dakwah. Kelompok demografi ini memiliki karakteristik kognitif, sosial, dan spiritual yang berbeda dari generasi sebelumnya, sehingga pendekatan dakwah konvensional seringkali kurang efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi dakwah yang relevan bagi Generasi Z dengan memanfaatkan kerangka era IAI—Inovasi, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dan Internet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mensintesis temuan dari berbagai literatur terkait media digital, psikologi generasi Z, dan komunikasi dakwah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi IAI ke dalam strategi dakwah dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan utama: (1) Inovasi dalam konten dan platform, seperti penggunaan media sosial interaktif (TikTok, Instagram Reels, Podcast) dan gamifikasi nilai-nilai Islam; (2) Artificial Intelligence untuk personalisasi pengalaman keberagamaan, seperti chatbot penasihat agama, sistem rekomendasi konten Islami, dan analisis data untuk pemetaan kebutuhan spiritual; serta (3) Internet sebagai ruang dakwah yang inklusif dan kolaboratif, memfasilitasi komunitas virtual dan pembelajaran online. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan dakwah di era IAI harus bersifat dialogis, visual, on-demand, dan terpersonalisasi, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip akidah yang sahih. Sebuah model strategi integratif diajukan untuk membantu para dai dan lembaga dakwah dalam menjangkau dan menginspirasi Generasi Z.
Media and Religion: Da'wah on the Role of Teachers on the Muhammadiyah Website : Media dan Agama: Dakwah Peran Guru di Website Muhammadiyah Rodiyah, Nuning; Rachman, Rio Febriannur
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3709

Abstract

This study examines how Muhammadiyah, one of Indonesia’s largest Islamic organizations, utilizes its official website as a medium of digital da’wah and educational communication, with a particular focus on the portrayal of teachers as moral and intellectual agents. Using a qualitative content analysis of selected articles published on muhammadiyah.or.id, the research explores how religious narratives are integrated into discourses of pedagogy, professionalism, and moral ethics. Drawing upon Gary R. Bunt’s theory of the Cyber Islamic Environment (CIE) and Everett Rogers’ Diffusion of Innovation, the study situates Muhammadiyah’s online activities within the broader framework of technological mediation and religious reform (tajdid). Findings reveal that the website functions not only as an informational platform but also as a transformative arena of moral communication, where teachers are depicted as digital missionaries embodying Islamic values through educational praxis. The research underscores that Muhammadiyah’s digital da’wah represents a shift from one-way religious dissemination to participatory moral education, fostering the emergence of ethical digital citizenship in contemporary Islamic education.
Implementasi Manajemen Dakwah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Lumajang dalam Penguatan Budaya Al-Qur’an melalui Khotmil Qur’an Massal Fathulloh, Ziaulhaq; Farid, Achmad
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen dakwah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Kabupaten Lumajang dalam upaya penguatan budaya Al-Qur’an melalui kegiatan Khotmil Qur’an Massal. Fokus penelitian diarahkan pada empat fungsi utama manajemen dakwah, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi pada struktur pengurus Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz dan pelaksana kegiatan Khotmil Qur’an Massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah dilakukan secara terstruktur melalui penetapan tujuan, segmentasi jamaah, dan penyusunan program tahunan. Pengorganisasian terwujud dalam pembagian tugas yang jelas antara pengurus, qari’, huffadz, dan panitia lapangan. Pelaksanaan kegiatan Khotmil Qur’an Massal berjalan efektif karena memadukan pendekatan ritual, edukatif, dan sosial yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat. Sementara itu, evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai keberhasilan program dan merumuskan perbaikan kegiatan selanjutnya. Secara keseluruhan, implementasi manajemen dakwah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Lumajang terbukti berkontribusi signifikan dalam memperkuat budaya Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya melalui pengembangan tradisi khotmil Qur’an sebagai media pembinaan spiritual dan sosial.
Strategi Konvergensi Media Sosial dalam Memperluas Jangkauan Pendengar Radio Lokal dan Mengoptimalkan Pesan Dakwah Nuha, Achmad Arifulin; Roudlotunisa, Lulu; Rohmiyati, Faiqoh
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3832

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah secara signifikan mengubah lanskap komunikasi massa, sehingga mendorong media tradisional seperti radio untuk beradaptasi dengan logika platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam memperluas jangkauan pendengar serta memperkuat interaksi antara penyiar dan audiens di Radio Gloria Paramitha FM Lumajang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji bagaimana platform media sosial, khususnya Instagram dan Facebook, berfungsi sebagai instrumen konvergensi media dalam penyiaran radio lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan strategis tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai ruang komunikasi interaktif yang memungkinkan terjadinya keterlibatan dua arah antara penyiar dan pendengar. Fitur-fitur seperti siaran langsung, kolom komentar, dan pesan langsung memfasilitasi komunikasi partisipatif, yang menandai pergeseran dari komunikasi massa yang bersifat linear menuju model komunikasi yang interaktif dan berjejaring. Dalam konteks dakwah Islam, konvergensi media sosial memungkinkan pesan-pesan dakwah yang disiarkan melalui radio menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam tanpa dibatasi oleh ruang geografis. Selain itu, platform digital interaktif mendorong penyampaian pesan dakwah yang lebih dialogis, kontekstual, dan berorientasi pada audiens, sehingga meningkatkan daya persuasi dan fungsi edukatif dakwah. Namun demikian, efektivitas pemanfaatan media sosial masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan konten yang belum konsisten, serta belum adanya strategi desain komunikasi visual yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi media sosial telah menjadi strategi penting dalam menjaga relevansi radio lokal di era digital. Sebuah model strategi komunikasi integratif diajukan untuk mengoptimalkan keterlibatan audiens, memperkuat identitas kelembagaan radio lokal, sekaligus memaksimalkan penyebaran dan efektivitas pesan dakwah di tengah arus konvergensi media yang terus berlangsung.
Dakwah Kultural dalam Animasi Anak: Representasi Islam pada Upin & Ipin dan Nussa Fauzi, Ahmad; Subahri, Bambang
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3834

Abstract

Children’s animation serves as a strategic medium for conveying Islamic values in a subtle and contextual manner. This article aims to analyze the representation of Islam through clothing and cultural practices in two popular animated series, Upin & Ipin and Nussa. This study employs a qualitative method with a content analysis approach, focusing on selected scenes that depict Muslim attire, Islamic cultural practices, and social interactions among characters. The findings reveal that both animations consistently portray Islam as a friendly, inclusive religion that emphasizes social values such as togetherness, mutual cooperation, modesty, and social care. Muslim clothing is not merely presented as a religious symbol but also as a cultural identity embedded in everyday life. Through simple narratives and visuals that resonate with children, Upin & Ipin and Nussa contribute to shaping a moderate and contextual understanding of Islam from an early age.

Page 1 of 1 | Total Record : 6