cover
Contact Name
Amar Ma'ruf Stya Bakti
Contact Email
amar.maruf@machung.ac.id
Phone
+6285749804733
Journal Mail Official
citradirga@machung.ac.id
Editorial Address
Villa Puncak Tidar Blok N No. 1, Karangwidoro, Dau, Doro, Karangwidoro, Kec. Dau, Malang, Jawa Timur 65151
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia
Published by Universitas Ma Chung
ISSN : 26569973     EISSN : 2686567X     DOI : -
Jurnal Citradirga adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ma Chung. Citradirga mempublikasikan artikel luaran penelitian, gagasan konseptual, dan review kepustakaan dalam cakupan rumpun ilmu seni, desain, dan media, pada 1) Sub Rumpun Ilmu Kesenian, dalam Bidang Ilmu Seni Intermedia (688), 2) Sub Rumpun Ilmu Media, dalam Bidang Ilmu : a) Fotografi (701); dan b) Televisi/Videografi/Sinematografi (702); serta 3) Sub Rumpun Ilmu Desain, dalam Bidang Ilmu Desain Komunikasi Visual (708). Artikel luaran penelitian dapat berupa ringkasan hasil penelitian dasar (kajian, kritik, tinjauan, atau evaluasi), penelitian terapan (perancangan atau penciptaan), dan peneltian pengembangan (research & development), baik yang bersifat monodisipliner maupun interdisipliner. Dalam Bidang Ilmu Seni Intermedia dapat terbagi menjadi beberapa topik semisal Seni Video, Instalasi Video, dan topik lain yang mengeksplorasi dan mengintegrasikan seni visual dan teknologi. Dalam Ilmu Media, dapat berupa topik seperti Fotografi, Videografi, Film Fiksi maupun Dokumenter, dan topik lain yang berkaitan dengan Foto dan Video. Adapun dalam Bidang Ilmu Desain Komunikasi Visual dapat berupa topik seperti Desain Grafis, Infografis, Brand Identity, Ilustrasi, Desain Kemasan, Multimedia Interaktif, Animasi, Game Design, Apps Design, dan topik lain yang berkaitan dengan komunikasi visual.
Articles 78 Documents
Strategi Pembentukan Citra Produk UKM melalui Perancangan Desain Kemasan Stick Snack “Sabilla Djaya” Nadia Sigi Prameswari; Muhammad Dziaa’ul Haq; Gunadi Gunadi; Pratama Bayu Widagdo
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 3 No 01 (2021): Volume 03, Nomor 01, Maret 2021
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v3i01.357

Abstract

Perkembangan sektor ekonomi menjadikan persaingan yang ketat pada pelaku UKM. Kondisi persaingan pasar menunjukkan semakin banyaknya UKM yang menawarkan produk yang sama namun dengan desain kemasan yang menarik dan beragam. Dengan persaingan yang semakin ketat, desain kemasan yang seadanya kurang dapat menarik minat para konsumen. Saat ini desain kemasan memiliki pengaruh yang besar bagi sebuah merek, kemasan menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen menginginkan suatu produk. Hal ini mengakibatkan terjadinya ketimpangan omset penjualan antar produk. Perancangan desain kemasan selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas desain dalam hal nilai perlindungan, juga ingin meningkatkan brand awareness sehingga dapat memiliki nilai untuk lebih bersaing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah kemasan produk makanan “Sabilla Djaya”. Pada kemasan makanan “Sabilla Djaya” yang telah ada, ditemui beberapa kelemahan, salah satunya mengenai kemampuan kemasan dalam melindungi isi produk dan kualitas tampilan desain kemasan yang kurang sesuai dengan harga jual serta target marketnya. Perancangan desain kemasan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan pada kemasan sebelumnya dan diharapkan melalui perancangan desain kemasan ini mampu meningkatkan citra dan kualitas dari produk di mata konsumen yang berakibat pada peningkatan penjualan. Hasil penelitian ini adalah penciptaan desain kemasan makanan UKM “Sabilla Djaya” untuk menyesuaikan karakteristik yang dibutuhkan dengan mengacu pada prinsip-prinsip desain agar menghasilkan desain yang baik. Karya desain final yang dihasikan diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat agar produk UKM Sabilla Djaya diminati oleh orang dan pasar serta untuk meningkatkan nilai penjualan dari produk stick snack Sabilla Djaya di pasaran.
Tinjauan Histori pada Gaya Visual Iklan Cetak Coca-Cola Nadia Sigi Prameswari
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 2 No 02 (2020): Volume 02, Nomor 02, Oktober 2020
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v2i02.381

Abstract

Zeitgeis (the soul of the times) has a great influence on the characteristics of works of art in the form of paintings, sculptures, reliefs, illustrations, writing to develop into advertisements. Advertising is one of the works of art that appeared in the 17th century. In the 1880s, several manufacturers or companies adapted the techniques by which advertisements appeared on posters. Various producers of food, beverage, medicine and toiletries began to introduce their products through poster advertisements. In 1886, The Coca-Cola Company was founded in America. In 1906, William D'Arcy joined as the Creative Team that planned the Coke advertising concept and had the view that "Coca-Cola commercials should create scenes that draw people in and make them part of a pleasant interlude of everyday life." This study is a historical review of the influence of styles during the Antiquity, Mediaeval, Renaissance, and Baroque periods on the development of the visual style of Coca-Cola's print ad. Zeitgeis provided a transition to the development of the visual style of Coca-Cola's print advertising in every period of time.
Perancangan Video Feature Perjalanan Biji Kopi sebagai Media Informasi Pengolahan Kopi Septian Evan Prasetya
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 2 No 02 (2020): Volume 02, Nomor 02, Oktober 2020
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v2i02.383

Abstract

Indonesian coffee is very popular in other countries. The uniqueness and the diversity of its taste make Indonesian coffee such a worldwide success. Not only that, but the coffee culture and coffee business in Indonesia also experienced a significant increase as well. However, there are some negative effects that emerged from this phenomenon. In fact, the quality of coffee in Indonesia has begun to decrease due to high coffee business competition. This makes coffee entrepreneurs prioritize the quantity over the quality of coffee to survive. Moreover, many people start a coffee business without proper knowledge about coffee itself. The main purpose of this design is to make a feature video about the coffee process, from harvesting to the brewing stage. The data collecting method used in this design is a qualitative descriptive method. And the design method used in this design is the video production method. From this design, Hopefully, the society can understand the process of coffee making, and interpret coffee as an art. The final result of this design is a feature video with a duration of 05:08 minutes, five series of teaser video with a duration of approximately 15-30 seconds, and one set of Perjalanan Biji Kopi photo essay book.
Perancangan Buku Ilustrasi Kisah Pasien Ruqyah Syar’iyyah untuk Usia 23-27 Tahun Diaz Tri Mustikaningrum; Aditya Rahman Yani; Masnuna Masnuna
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 3 No 01 (2021): Volume 03, Nomor 01, Maret 2021
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v3i01.385

Abstract

The phenomenon of shamanism is still running in this modern era because some people still believe it. Asking for help from a shaman who deals with things of the occult including the act of shirk or associating partners with Allah. If shirk is done, it is a major sin in Al-Quran. One of ways to avoid being associated with the world of the unseen is by following the method of Ruqyah Syari'yyah. This method has existed since the days of the prophet. Even the Prophet muhammad also never did ruqyah. To overcome this problem, I designed an illustration book that aims to share the experience of people who never do a ruqyah that can be used as a lesson to the target audience because the age of the target audience already entered the complex life such as the experience of the people ruqyah, namely in the field of work, household and so on. The book is accompanied by illustrations that represent each story that look interesting and not boring.
Perancangan Desain Mural Sebagai Media Utama Kampanye Sosial “Jogja Melawan Vandalisme” Nuria Indah Kurnia Dewi
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 3 No 01 (2021): Volume 03, Nomor 01, Maret 2021
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v3i01.406

Abstract

Perilaku Vandalisme telah mengancam identitas dan representasi Kota Yogyakrta sebagai kota budaya. Vandalisme merupakan cikal bakal masalah kejahatan yang lebih serius. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sinergisitas dari pemerintah, dan masyarakat Yogyakarta. Salah satu alternatif pemecahan masalah yang dapat ditawarkan oleh Desain Komunikasi Visual adalah dengan merancang sebuah kampanye sosial. Kampanye sosial yang dilakukan harus memenuhi tiga kriteria yaitu berpotensi berkembang menjadi gerakan yang masif, memiliki ciri khas Jogja, familiar dan dapat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat terutama anak muda Yogyakarta. Berdasarkan uraian tesebut maka, kampanye sosial “Jogja Melawan Vandalisme” dapat menjadi alternatif media perlawanan vandalisme bagi masyarakat Yogyakarta. Target sasaran primer dalam kampanye ini adalah remaja sekolah menengah yang menjadi pelaku aktif vandalisme atau memiliki kecenderungan menjadi pelaku. Target sasaran sekunder adalah seluruh masyarakat Yogyakarta. Kampanye ini akan dirancang dengan metode desain modern yang dituangkan dalam triadik DKV, meliputi empat tahapan yaitu identifikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Teori utama yang digunakan adalah teori kriminologi broken window, teori psikologi vandalisme, dan teori tentang street art. Landasan yuridis yang melegalisasi perancangan ini adalah Peraturan Daerah No. 18 tahun 2002, tentang Pengelolaan Kebersihan, walikota Yogyakarta menginstruksikan Dinas Ketertiban untuk melakukan penanganan aksi vandalisme, dalam Pasal 16 huruf c. Teori pendukung yang digunakan adalah teori komunikasi masaa, teori periklanan dan kampanye sosial, teori periklanan SUPER”A”, teori perilaku konsumen AISAS, serta teori dasar Desain Komunikasi Visual. Tema kampanye yang diusung adalah “Jogja Melavan”, difokuskan untuk menyampaikan empat pesan yaitu larangan vandalisme, sosialisasi sanksi hukum, ajakan bersih-bersih, serta himbauan untuk mengisi masa remaja dengan hal yang bermanfaat. Keempat pesan akan disampaikan melalui bauran media konvensional dan non konvensional yang terdiri dari media utama dan media pendukung. Gaya desain terbuka pada berbagai gaya dan mengedepankan gaya desain yang cerah, rapi, clean, khas anak muda, dengan meminjam ikon prajurit keraton Yogyakarta yang biasa disebut Bregada.
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Perlindungan Situs Majapahit Mohammad Arifian Rohman
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 3 No 01 (2021): Volume 03, Nomor 01, Maret 2021
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v3i01.407

Abstract

Warisan budaya dan warisan alam semakin terancam dengan kehancuran tidak hanya oleh penyebab vandalisme, tetapi juga oleh perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang memperburuk situasi dengan fenomena tangguh bahkan lebih dari kerusakan atau kehancuran yang diakibatkan oleh alam. Situs Trowulan merupakan tempat satu-satunya kota zaman klasik Hindu-Budha di Indonesia yang masih dapat ditemukan. Situs ini meliputi wilayah 11 km x 9 km, yang meliputi Kecamatan Trowulan dan Sooko di Kabupaten Mojokerto dan Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno bawah Kabupaten Jombang. Situs kota bekas ibukota Kerajaan Majapahit ini dibangun di atas medan datar di kaki tiga gunung, yaitu Penanggungan, Welirang, dan Gunung Anjasmara. Secara geografis, wilayah Trowulan cocok untuk pemukiman manusia karena didukung oleh topografi dengan air tanah yang relatif dangkal. Ratusan ribu sisa-sisa arkeologi kota tua di Situs Trowulan ditemukan terkubur di bawah tanah serta pada permukaan dalam bentuk: artefak, eko-fakta, dan fitur. Pemeliharaan pascakonservasi perlu dilakukan untuk merawat secara rutin situs-situs yang telah dipugar agar lebih terawat. Namun pada kenyataannya kegiatan pascakonseravasi terhambat akibat dari keterbatasan. Keterbatasan tersebut adalah keterbatasan sarana dan prasarana akibat minimnya anggaran, keterbatasan tenaga juru rawat yang memenuhi standar yang ditetapkan dan juga keterbatasan pemahaman akan hakikat pelestarian benda cagar budaya yang dimiliki yang berakibat kurangnya peran serta masyarakat terhadap pelestarian benda cagar budaya. DAFTAR PUSTAKA Asmar, Teguh. 1982. Pemeliharaan Dan Perlindungan Benda-Benda Sejarah dan Purbakala. Jakarta: Palem Jaya. Ardya W, Okky. 2008. Environment Graphic Design – Ketika Grafis tak Sekedar Pelengkap. Vol 04 Edisi 23. Concept. Dupont, “Libraries, Archives, and Museums in the Twenty-First Century: Intersecting Missions, Converging Futures?,” RBM A J. Rare Books, Manuscripts, Cult. Herit., vol. 8, no. 1, pp. 13–19, 2007, doi: 10.5860/rbm.8.1.271. Langer, Suzanne K. 2006. Problematika Seni. Sunan Ambu Press. Bandung. Martinet, Jeanne. 2010. Semiologi / Kajian teori tanda Saussuran. Yogyakarta : Jalasutra. Soekmono, R. .1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisius. 2008. Agenda Terbaru: Perlindungan/Pelestarian Situs Purbakala Sarwono, Jonathan. Hary Lubis. 2007. Metode Riset untuk Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta. Andi offset. Safanayong, Yongky. 2006. Desain komunikasi visual terpadu. Jakarta Barat : Arte Intermedia Tinarbuko, Sumbo. 2010. Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra. Widagdo, “Estetika dalam Perjalanan Sejarah – Arti dan Perannya dalam Desain, Simposium Internasional Ilmu Desain, di ITB, 2005
Analisis Tanda dan Makna pada Desain Logo Sanggar Tari Puspitasari Rina Nurfitri
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 3 No 01 (2021): Volume 03, Nomor 01, Maret 2021
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v3i01.424

Abstract

The logo has an aesthetic value in accordance with the art elements contained in the design. The uniqueness of the Puspitasari logo is related to the characteristics of the studio. The logo becomes a determinant or even as a symbol of the existence of a training place. The logo used in Puspitasari consists of a logotype and a logogram. This can be seen in the use of lettering techniques combined with image elements. Pupitasari's logo is dominated by writing because it contains words, letters, slogans. From the classification of shapes contained in the logo, in terms of construction, Puspitasari is included in the picture mark as well as the lettermark. These signs complement each other with the combination of the use of logograms and logotypes that can be said to represent the identity of the Puspitasari dance studio. The characteristic displayed on the logo represents the shape of the dancer's body and the flower petal symbol represents the name of the dance studio, namely the Puspitasari dance studio.
Produksi Film Dokumenter Kain Tenun Ikat Sumba Timur dengan Menggunakan Teknik Sinematografi Extreme Close-Up Jonathan Febrian Lius
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 2 No 02 (2020): Volume 02, Nomor 02, Oktober 2020
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v2i02.671

Abstract

East Sumba has a great potential for natural and cultural tourism. Currently, East Sumba is one of the potential tourist attractions that appeals for both domestic and foreign tourists to come and visit the region of East Nusa Tenggara, particularly Sumba Island. In addition to natural tourism, East Sumba also possesses an iconic commodity that is also an ancestral heritage, which is the kain tenun ikat woven fabric of East Sumba. With currently existing technologies, people have become more facilitated in seeking information. In a documentary video, the angle of shooting utilized the extreme close-up cinematography technique in certain parts of the creation process for the kain tenun. The shooting of the film with the extreme close-up technique is expected to be able to bring out or enhance the details of the creation process for the kain tenun ikat of East Sumba. The documentary film that shows the process of making the kain tenun ikat of East Sumba is expected to become a film that can engage the interests of youths and local tourists to learn about and participate in preserving the cultural heritage of the kain tenun ikat from East Sumba.
Perancangan Buku Pop Up Ilustrasi Bergambar sebagai Media Pengenalan Seni Pertunjukan di Jawa Timur untuk Anak Usia Dini Alfonsin Celly Stella; Sultan Arif Rahmadianto; Didit Prasetyo Nugroho
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 2 No 02 (2020): Volume 02, Nomor 02, Oktober 2020
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v2i02.672

Abstract

Nowadays cultural inheritance among youth is very small, therefore citizen’s awareness to save Indonesian heritage is a priority especially cultural introduction for early childhood. Cultural introduction that was raised in this prototype is about cultural arts in East Java, among others: Jaranan Senterewe, Karapan Sapi, Ludruk, Reog Ponorogo, Remo Dance, Gandrung Dance, Topeng Malang Dance, and Tayuban Dance. Cultural introduction can be done trough pop up books. Besides cultural introduction, this prototype contained alphabets introduction, size of objects (big-small), and number of objects. This pop-up book is pupported with QR code system. Method that used in this system is qualitative. Qualitative datas gained from intenterview, observation, documentation, and from literature review.
Re-Branding dan Perancangan Promosi untuk Clothing Maker-Garmen di Malang Callista Ignacia; Etsa Astridya Setiyati; Ayyub Anshari Sukmaraga
Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Vol 3 No 02 (2021): Volume 03, Nomor 02, Oktober 2021
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/cd.v3i02.675

Abstract

In beginning and building on a business, brand name and product quality are important things to note. Therefore, with branding or re-branding can be a limitation and differentiator of each business actor. Besides promotional media design is also very helpful in increasing awareness. Design object in this Final Project is Clothing Maker-Garmen in Malang. Clothing Maker-Garmen is one of the small and medium business working at clothes convection. Since established in 2014 Clothing Maker-Garmen has not been widely known by the public. Therefore, it is necessary to re-branding in order to increase brand awareness and business income. The resulting media are logo (positive and negative), tagline, corporate identity (letterhead, envelope, seal, payment note), graphic standart manual (GSM), as well as promotional media such as brochures, business cards, catalog books and merchandises. The method used is qualitative-descriptive and data retrieval is done through the process of interview (in depth interview) and book-related study. Data analysis used in re-branding and promotion design is Segmentation, Targeting and Positioning (STP). The design used in the form of media design and creative design. The result of re-branding design obtained in the form of increased brand awareness that hit or effect on increasing the number of person and business income.