cover
Contact Name
Susiana Nugraha
Contact Email
susiana_nugraha@urindo.ac.id
Phone
+6281222633154
Journal Mail Official
susiana_nugraha@urindo.ac.id
Editorial Address
Jl, Bambu Apus I no 3 Cipayung Jakarta TImur 13890
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
ISSN : 27158748     EISSN : 27157687     DOI : -
Core Subject : Health,
JUKMAS: Journal of Public Health is a scientific journal that presents research results, case reports, scientific papers or critical analytic studies in the field of health and articles in the form of reviews. The Focus and Scope of the Journal, covers: Health Policy and Management, Nutrition, Care, Environmental Health, Epidemiology, Reproductive Health, Health Promotion and Occupational Safety and Health. JUKMAS: Public Health Journal published twice a year, April and October. JUKMAS: Journal of Public Health receives original research articles and article reviews about original literature that have not been published in other media or other scientific journals.
Articles 171 Documents
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Uptd Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat Tahun 2019 Merris Hartati Sormin; Farahdibha Tenrilemba
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.844 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i2.603

Abstract

Data dari UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada tahun 2018, prevalensi penyakit diabetes mellitus sebesar 17,72%. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada bulan Maret sampai Juli 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu total sampling. Data diolah menggunakan SPSS dengan analisis univariat dan bivariat, menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian terbukti ada hubungan antara pendidikan (p value 0,000< α 0,05), status sosial ekonomi (p value 0,000< α 0,05), lama menderita DM (p value 0,000< α 0,05), komplikasi DM (p value 0,01< α 0,05), Pengetahuan (p value 0,001< α 0,05) dan Pengelolaan DM (p value 0,000< α 0,05) dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Sedangkan untuk variabel umur (p value 1,000 > α 0,05) dan jenis kelamin (p value 0,718 > α 0,05) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan penyuluhan yang berkelanjutan sehingga menambah pengetahuan masyarakat penderita DM untuk meningkatkan kualitas hidupnya.dan diharapkan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kualitas hidupnya dengan lebih sering control ke tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisinya. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan penelitian selanjutnya mengenai kualitas hidup dengan desain penelitian kualitatif, untuk mengidentifikasi lebih dalam lagi tentang faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup. Kata kunci   : Kualitas Hidup, DM tipe 2, UPTD Puskesmas Tunggakjati
Analisis Risiko Pengoperasian
Tower Crane Pada Pekerjaan Bekisting Dan Cor Semen Di Proyek Apartemen Enveciio Margonda, Depok Brahma Deva; Evi Nopiyanti
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.828 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i2.583

Abstract

Tower crane adalah salah satu jenis alat berat yang digunakan untuk membangun gedung bertingkat atau jembatan. Fungsi tower crane adalah untuk mengangkut material bangunan dari bawah menuju ke bagian yang ada di atas. Alat ini digunakan di proyek Apartemen Enveciio Margonda untuk mengangkut bahan concrete bucket dalam proses pengecoran kolom bangunan, mengangkut besi beton, bekisting, pasir, batu bata, atap rangka baja, plat, unit elektrikal, dan mekanikal. Dalam mengoperasikan alat tersebut terdapat risiko, seperti terjepit, tertimpa material, hingga meninggal dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat risiko pengoperasian
tower crane pada pekerjaan bekisting dan cor semen di proyek Apartemen Enveciio, Margonda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analatik dengan metode semi kuantitatif. Populasinya adalah 6 orang pekerja pada bagian pengangkatan bekisting dan 6 orang bagian pengangkatan cor beton. Hasil penelitian yang didapat nilai tingkat risiko pada pekerjaan bekisting pada tahap pengangkatan material 450 (very high) dan tahap pengawasan rigger 150 (Subtancial). Sedangkan pada cor semen pada tahap pengangkatan concerete bucke dan pengawasan rigger mendapat nilai 300 (Priority 1). Disarankan melakukan mantenance, pengawasan, melaksanakan SOP.Kata kunci  : Tower crane, risiko, bekisting, concrete bucket
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Kerja Pada Perawat Bagian Rawat Inap Di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2017 Muji Hartono; Hadi Siswanto
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.923 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v1i1.549

Abstract

Stres kerja pada Perawat Bagian Rawat Inap di Rumah Sakit Haji Jakarta dalam survei pendahuluan tahun 2017 memiliki stres kerja sebesar 61.5% yang disebabkan karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan determinan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres kerja perawat bagian Rawat Inap di RS Haji Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 69 orang perawat. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat diketahui bahwa perawat yang mengalami stres kerja bagian Rawat Inap di RS Haji Jakarta sebanyak 60.9%. Hasil analisis bivariat data menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara masa kerja (nilai p value = 0.039 dan nilai OR= 6.182), shift kerja (nilai p value = 0.002 dan nilai OR = 6.182), beban kerja (nilai p value = 0.010 dan  nilai OR = 4.25) dengan terjadinya stres kerja pada perawat bagian Rawat  Inap di RS Haji Jakarta. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara umur  ( nilai p value = 0.092) dan  pengembangan  karir ( p value = 0.627) dengan terjadinya stres kerja pada perawat bagian di Rawat Inap  RS Haji Jakarta. Saran, perlu adanya rotasi atau mutasi bagi perawat yang telah lama bertugas, pihak Rumah Sakit sebaiknya mengadakan olahraga setiap satu minggu sekali selama 30 menit untuk mengendalikan kejadian stres agar badan terasa segar dan siap untuk melakukan rutinitas kerja.Daftar Bacaan    : 27 ( 1994-2013)Kata Kunci           : Stres Kerja, Rumah Sakit, Perawat Rawat Inap
Pengetahuan Dan Persepsi Masyarakat Terhadap Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (Psn Meithyra Melviana Simatupang; Rafika Oktivaningrum; Ike Pratiwi; Gestafiana Gestafiana
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.96 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i1.596

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini, masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Jumlah kasus DBD di berbagai daerah di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Penyakit ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Pengendalian lingkungan merupakan salah satu upaya yang dapat secara efektif mencegah penyebarab DBD. Salah satu caranya adalah mengendalikan jumlah nyamuk penyebab DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Namun, untuk pelaksanaan upaya tersebut, dibutuhkan peran serta partisipasi masyarakat yang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap kegiatan PSN. Tujuan agar dapat mendukung terlaksananya program PSN, sehingga pengendalian nyamuk penyebab DBD dapat berhasil dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Informan yang terpilih yaitu masing-masing 2 orang dari kelompok kasus dan non kasus serta 1 orang petugas Puskesmas. Pemilihan jenis informan yang berbeda dan observasi lingkungan rumah informan berfungsi untuk validasi data.  Pengumpulan data primer pengetahuan dan persepsi informan dilakukan dengan wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil studi, ditemukan bahwa informan penelitian belum memiliki pengetahuan dan persepsi yang baik mengenai kegiatan PSN dan pelaksanaannya. Pengetahuan dan persepsi mempengaruhi pelaksanaan kegiatan PSN di lingkungan masyarakat. Pembentukan program pemberdayaan masyarakat mengenai pentingnya kegiatan PSN dan meningkatkan peran bidang promosi kesehatan di Puskesmas perlu dilakukan untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.Kata kunci  : pengetahuan, persepsi, pengendalian lingkungan, pencegahan DBD
Determinan Kejadian Penyakit Hipertensi Pada Jemaah Umroh Yang Melakukan Vaksinasi Meningitis Di Poli Vaksinasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Tahun 2017 Indra Felani; Samingan Samingan
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.362 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i1.564

Abstract

Menurut WHO, Hipertensi adalah tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Diseluruh dunia, sekitar 972 juta ( 26,4%) orang dewasa menderita hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita.Dari 972 juta orang tersebut , 333 juta berada di Negara maju dan 639 sisanya berada di Negara sedang berkembang. Sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di Negara berkembang,diperkiraan meningkat menjadi 1,15 milyar kasus ditahun 2025 dari 639 kasus pada tahun 2000.( Faisalado Candra Widyanto , S.Kep., Ns, 2013 ). Saat ini, pasien hipertensi diseluruh dunia kira kira berjumlah 10 % dari total populasi dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berkisar 6-15 %. Namun terdapat hasil survei yang ekstrem rendah, yaitu di lembah Balim, pegunungan Jaya Wijaya, yang hanya 0,6 %. Lalu, untuk ekstrem tinggi terdapat di Talang, Sumatera Barat, yaitu 17,8 %. Gaya hidup dapat memicu terjadinya hipertensi, hal ini dikarenakan gaya hidup menggambarkan pola perilaku sehari – hari yang mengarah pada upaya memelihara kondisi fisik,mental dan social yang meliputi kurang sehat,mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, stress pekerjaan bahkan kurang olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Determinan Penyakit Hipertensi pada Jemaah Umroh yang melakukan Vaksinasi Meningitis di Poli Vaksinasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I tanjungPriok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kuantitatif dengan desain penelitian cros sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pasien Jemaah umroh yang akan dilakukan vaksinasi meningitis selama periode bulan Januari sampai dengan bulan Juni tahun 2017 yang terdiagnosis dengan penyakit hipertensi sebanyak 390 orang. Semua anggota populasi dijadikan responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara Keturunan hipertensi dengan penyakit hipertensi ( p Value :0,000), mengkonsumsi makanan tidak sehat dengan hipertensi ( p Value : 0,015), Tidak mengkonsumsi buah dan sayur dengan hipertensi (p Value :0,017), waktu makan dengan hipertensi (p Value : 0,000) dan yang tidak ada hubungan bermakna antara umur dengan hipertensi (p Value : 0,070), jenis kelamin dengan hipertensi ( p Value : 0,763), Kebiasaan merokok (p Value : 0,545).Kata Kunci: Hipertensi, Pola makan, Cerdik
Determinan Tingkat Keparahan Pada pasien penderita Diabetes Mellitus Rositta Hari Nugroho; Samingan Samingan
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.064 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i2.608

Abstract

Diabetes Mellitus (DM merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia). Diabetes Mellitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat keparahan pasien Diabetes Melitus . Motode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 9229 penderita dengan jumlah sampel 99 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner.  Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara umur (p = 0,013), pekerjaan (p = 0,035), riwayat keluarga dengan (p = 0,005), obesitas (p = 0,007), aktifitas fisik dengan (p = 0,003), dengan tingkat keparahan pasien diabetes mellitus. Disarankan agar selalu mengingatkan kepada pasien Deabetes Melitus keteraturan minum obat, pentingnya olahraga, dan menjaga pola konsumsi yang baik, dengan memperhatikan diet makanan secara teratur. Kata Kunci :  Keparahan Pasien,  Diabetes Mellitus.
Penggunaan dan Bahaya Insektisida Rumah Tangga di Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Desi Rahmalia
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.4 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v1i1.555

Abstract

Insektisida rumah tangga yang digunakan untuk pembasmi nyamuk sangat dibutuhkan dalam pengendalian vektor nyamuk. Insektisida sangat berbahaya bagi anggota keluarga teruma pada balita, salah satu penyakitnya adalah ISPA. Oleh karena itu, harus ada perlindungan diri pada saat penggunaan insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan dan bahaya insektisida rumah tangga di Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Jumlah populasi 1038 balita, jumlah sampel sebanyak 165 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Proporsional Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi univariat dan bivariat (Chi Square α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendidikan dengan kejadian ISPA (P value = 0,009) dengan OR = 2,789, ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian ISPA  (P value = 0,022) dengan OR = 0,022, dan ada hubungan pemakaian insektisida rumah tangga dengan kejadian ISPA(P value = 0,016) dengan OR =0,016  di Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Saran peneliti adalah agar dapat lebih memahami informasi tentang pemaparan insektisida pada tubuh anggota keluarga dan dapat mengurangi kebiasaan penggunaan insektisida dalam menghindari dari gigitan nyamuk dengan memasang kawat nyamuk pada lubang jendela dan lubang angin, menggunakan kelambu di di tempat tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk, menjaga kebersihan rumah, saluran air dan menutup bak penampungan air.Kata kunci : Insektisida rumah tangga, pendidikan, pekerjaan dan Kejadian ISPA
Pengetahuan dan Pendidikan Ibu Hamil Menjadi Penentu Perilaku Dalam Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe) Dervi Permatasari; Akhmad Muttaqin
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.047 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i2.588

Abstract

Tablet Fe merupakan mineral yang dibutuhkan oleh semua sistem biologi didalam tubuh. Prevalensi anemia di Puskesmas Kecamatan Cipayung pada tahun 2016 prevalensinya sebesar 35,5%. Namun, berdasarkan hasil studi pendahuluan sebagian besar ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Cipayung memiliki perilaku yang kurang baik dalam mengkonsumsi tablet Fe.  Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahuai determinan perilaku ibu hamil mengkonsumsi tablet besi (Fe) di Puskesmas Kecamatan Cipayung Tahun 2017. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional, instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21,7% ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Cipayung memiliki perilaku kurang baik mengkonsumsi tablet besi. Selain itu, diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang tablet besi dan anemia, dan pendidikan ibu berhubungan dengan perilaku ibu hamil mengkonsumsi tablet besi. Saran yang diajukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil maka upaya promosi kesehatan kepada ibu hamil mengenai tablet Fe dan anemia perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan motivasi ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe, maka sebaiknya petugas kesehatan terus memberikan dorongan dan saran kepada ibu hamil agar mengkonsumsi tablet Fe dengan baikKata kunci : Pengetahuan, Pendidikan, Perilaku, Tablet Besi (Fe)
Efektifitas Alat Bantu Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan WUS Tentang Tes IVA Ayu Lestari Aribowo; Akhmad Muttaqin
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.712 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i1.590

Abstract

Di Propinsi Banten angka kejadian kanker serviks pada tahun 2013 menunjukkan angka kejadian sebanyak 7,35%. Sedangkan di Kota Tangerang kejadian kanker serviks menunjukkan angka 6,2% (BPPK, 2014). Di Indonesia, cakupan program skrining baru sekitar 5% wanita yang melakukan pemeriksaan skrining IVA tersebut. Hal ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan Wanita Usia Subur yang sudah menikah untuk melakukan Tes IVA.  Karena pengetahuan merupakan suatu domain yang penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Alat Bantu Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan WUS Tentang Tes IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Karawaci Baru Kota Tangerang Provinsi Banten pada Tahun 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan bentuk pretest-posttest with control group design. Pada penelitian ini, kelompok Intervensi I mendapatkan edukasi dengan alat bantu penyuluhan audio-visual sedangkan kelompok Intervensi II diberikan edukasi dengan alat bantu penyuluhan visual. Pada penelitian ini sebagai populasi adalah keseluruhan Wanita Usia Subur berusia 25-45 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karawaci Baru yang berjumlah 7.472 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, dengan jumlah sampel yang diperoleh 36 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (Mann Whitney-U dan Wilcoxon. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,025<0,05 yang berarti Ho ditolak,  maka dapat disimpulkan pada alpha 5% terbukti ada perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Tes IVA sebelum (pre test) dan sesudah (post test) penyuluhan antara alat bantu Audiovisual dan Visual. Simpulan: rata-rata pengetahuan wanita usia subur tentang tes iva dari kelompok intervensi I maupun II sudah cukup baik, yang artinya sudah ada kegiatan pemberian informasi yang dilakukan sebelumnya walaupun belum maksimal. Untuk itu perlu adanya suatu inovasi dalam pemberian informasi agar dapat meningkatkan engetahuan serta keikutsertaan WUS dalam mendeteksi kanker serviks.Kata kunci : IVA, WUS, kanker serviks
Analisis Gejala Sick Building Syndrome Pada Pegawai Di Unit OK Rumah Sakit Marinir Cilandak Jakarta Selatan Ari Muhammad Ridwan; Evi Nopiyanti; Agus Joko Susanto
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.744 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i1.569

Abstract

Sick building syndrome (SBS) adalah sekumpulan masalah kesehatan yang dihubungkan dengan kualitas udara di dalam gedung atau ruangan yang keluhannya tidak spesifik dirasakan oleh penghuni di dalam gedung. Beberapa symptom yang dialami, seperti mucous membrane symptoms, simptom umum, serta skin symptoms. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan gejala SBS, seperti karakteristik individu pegawai dan faktor fisik ruangan. Kondisi di Unit Ok, RS Marinir Cilandak, ruang kerjanya menggunakan Heating, Ventilation and Air Conditioning (HVAC), lantainya menggunakan karpet, dinding luar tertutup rapat (air tight), dan hasil pengukuran koloni bakteri udara berkisar antara 946 - 1304 CFU/m3, (melebihi NAB). Gejala keluhan yang dialami pegawai adalah iritasi mata, kulit kering, sakit kepala, batuk, dan pilek. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor apakah yang berhubungan dengan gejala SBS pada pegawai di unit OK RS Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Pengambilan data dengan melakukan wawancara dan observasi (pada jenis kelamin, usia, kebiasaan merokok, masa kerja, jam kerja, status gizi); melakukan pengukuran (pada suhu, kelembaban, jumlah bakteri); serta melakukan studi dokumentasi. Metode pengambilan sampel udara menggunakan metode aktif, yaitu impingment sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji laboratorium dan uji statistik (cross sectional). Dari sembilan variabel, yang berhubungan signifikan secara statistik adalah masa kerja (p value = 0,019; OR 3,636),  suhu dan kelembaban ruangan (p value = 0,013; OR 4,386).Kata kunci : Sick Building Syndrome, symptom, koloni bakteri udara, CFU/m3

Page 5 of 18 | Total Record : 171