cover
Contact Name
Dewi Agustin
Contact Email
dewi.agusthine@gmail.com
Phone
+6281281338876
Journal Mail Official
dewi.agusthine@gmail.com
Editorial Address
AKBID Bhakti Husada Jl. Ki Hajar Dewantara No.14 Pilar Cikarang Bekasi 17530
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
ISSN : 2503264X     EISSN : 26570149     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Merupakan jurnal yang dibuat sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian yang telah dilakukan. penelitian yang dimaksud adalah penelitian dalam bidang kesehatan baik kebidanan, keperawatan, kesehatan masyarakat, pendidikan kesehatan dan profesi kesehatan.
Articles 106 Documents
Terapi Murotal Al’quran Terhadap Waktu Pulih Pasien Post Laparatomi Dengan General Anastesi Kartika, Iin Ira; Setiawati, Warti; Syamsiah, Nita
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 8 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v8i2.152

Abstract

ABSTRAK Waktu pulih laparatomi adalah waktu yang diperlukan oleh pasien pasca bedah laparatomi untuk pulih Kembali pasca anestesi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi agar waktu pulih dapat berlangsung secara normal, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi murotal Alquran pada waktu pulih sadar pasien post oprasi laparatomi menggunakan General Anastesi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelititan ini adalah Quasi Eksperimen atau eksperimen semu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-shot case study. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 48 responden. Hasil statistik di dapatkan di dapatkan nilai p-value = 0,016 (α ≤ 0,05) artinya bahwa terdapat perbedaan waktu pulih antara Kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh terapi murotal terhadap tingkat pulih sadar pada pasien post laparatomi mengguanakan General Anastesi. saran bagi rumah sakit adalah penggunaan terapi murotal bisa digunakan di ruang recovery room sebagai terapi non farmakologis.serta dibuatkan standar opearsional prosedur untuk penggunaan terapi non farmakologis di RSUD karawang.
Terapi Tertawa Untuk Peningkatan Kesejahteraan Subjektif Lansia Setyaningrum, Dyah Titi; Yuriesa, Diah Ajeng
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.177

Abstract

Kesejahteraan lansia merupakan hal yang perlu mendapat perhatian agar dalam masa tua nya para lansia tetap dapat hidup bahagia dan produktif. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif lansia adalah dengan memberikan terapi tertawa sebagai intervensi komplementer yang bertujuan memberi peningkatan kepuasan atas evaluasi hidup yang telah dijalani dan meningkatkan emosi positif terhadap kehidupan saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan rancangan pre-experimental dan jenis rancangan one group pretest - post test design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 12 lansia yang tinggal di panti “X” dengan rentang usia 60 - 97 tahun. Jenis sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Satisfaction With Life Scale/SWLS dan Positive Affect and Negative Affect Schedule Scale/PANAS. Alat ukur SWLS memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,720 dan alat ukur PANAS memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,826 (Alpha Cronbach > 0,7), sedangkan uji validitas menggunakan validitas content menggunakan skor Aiken’s V yang berkisar 0,9 - 1. Hasil uji wilcoxon menunjukan bahwa terapi tertawa memiliki pengaruh terhadap subjective well - being lansia. Nilai p pada variabel kepuasan hidup sebesar 0,016 dan nilai p pada variabel positive affect sebesar 0,004 dan variabel negative affect sebesar 0,023. Pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat peningkatan kesejahteraan subjektif/subjective well being lansia setelah diberikan terapi tertawa, dimana kepuasan hidup dan afek positif meningkat dan terdapat penurunan pada afek negatif lansia. Berdasarkan temuan tersebut, panti sosial diharapkan dapat menjadikan terapi tertawa sebagai kegiatan rutin untuk membantu memelihara kesejahteraan subjektif lansia.
Hubungan Keikutsertaan Pada Kelas Ibu Hamil Dengan Sikap Ibu Terhadap Pencegahan Stunting Agustin, Dewi; Sofiana, Irfa
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 9 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v9i1.194

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevelensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Tujuan: Mengetahui apakah ada hubungan keikutsertaan pada kelas ibu hamil dengan sikap pencegahan Stunting di Puskesmas Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Metode: : Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan variable yang diteliti keikutsertaan ibu dalam kelas ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah Ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 28 minggu di posyandu flamboyan dan garuda Kedungwaringin dengan jumlah 70 responden. Cara pengumpulan data menggunakan data primer dengan kuesioner. Tehnik penggambilan sampel Acidental dan analisis data menggunakan Case Control. Hasil : Dari hasil penelitian 70 responden terdapat 42 (60%) responden yang memiliki sikap Positif, untuk yang tidak mengikuti kelas ibu hamil terdapat 8 (22,8%). Penelitian menunjukkan ada hubungan dengan nilai (P = 0.000) antara keikutsertaan Kelas Ibu Hamil dengan sikap ibu dalam pencegahan stunting. Kesimpulan : Adanya hubungan antara keikutsertaan Kelas Ibu Hamil dengan sikap ibu tentang pencegahan stunting. Saran : diharapkan kelas ibu hamil dapat lebih dikembangkan melalui media video, leaflet maupun booklet dan mengajak ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil secara personal.
Pengaruh Terapi Musik Instrumental Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Normal Kala I Fase Aktif Siahaan, Gustin; Septiwiyarsi, Septiwiyarsi
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 8 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v8i2.155

Abstract

The pain experienced by mothers during the delivery process varies widely. Pain is caused by uterine contractions and cervical dilatation. The longer the pain that is felt will get stronger, the peak of pain occurs in the active phase. One of the methods used in pain control is the provision of music therapy. Music therapy is very effective for mothers who are about to give birth as an audionalgesic or sedative which can have a positive biomedical effect. This study aims to determine the effect of instrumental music therapy on the intensity of normal labor pain in the first stage of the active phase at PMB Saridah Jambi City in 2021.This research is a pre-experimental research with one group design. The population in the study is all mothers who will give birth based on the interpretation of childbirth in July-August 2021 at PMB Saridah Jambi City as many as 89 people. The sample in this study were23 people who were taken by purposive sampling technique. This research was conducted on August 2-25, 2021 at PMB Saridah, Jambi City. Collecting data using observation sheets. Data were analyzed univariately and bivariately using paired t test.The results showed that before being given instrumental music therapy most of the respondents had pain intensity in the severe category as many as 16 respondents (69,6%) and after being given most had pain intensity in the moderate category as many as 12 respondents (52.2%). There is an effect of instrumental music therapy on the intensity of normal labor pain in the first stage of the active phase with p = 0.000< 0.05.It is hoped that the results of this study can be used as positive input for handling labor pain with both pharmacological and non-pharmacological therapies such as instrumental music therapy.
Asuhan Keperawatan Post Sectio Caesarea Atas Indikasi Preeklampsia Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Noviyanti, Lusi; Nurpadilah, Mia
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 9 No 2 (2023): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v9i2.180

Abstract

Pendahuluan : Nyeri akut pada ibu post Sectio Caesarea (SC) akan menimbulkan konsekuensi terhadap ketidaknyamanan yang meningkatkan respon stress sehingga mempengaruhi kondisi psikologi, emosi, dan kualitas hidup bahkan akan menyebabkan meningkatnya morbidity dan mortality, selain itu hal tersebut akan berkelanjutan menjadi nyeri yang lebih serius yaitu nyeri kronis. Tujuan penelitian adalah mengetahui asuhan keperawatan pada pasien post Sectio Caesare (SC) atas indikasi preeklampsia dengan masalah keperawatan nyeri akut. Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek yang digunakan adalah 2 pasien dengan masalah keperawatan post Sectio Caesarea (SC) atas indikasi preeklampsia dengan masalah keperawatan nyeri akut. Tempat penelitian di RS Bhakti Husada Cikarang Tahun 2023. Pengumpulan data dikumpulkan dari hasil Wawancara, Observasi dan Dokumentasi (WOD). Kemudian menulis hasilnya dalam bentuk naratif berdasarkan format asuhan keperawatan. Hasil : Pada kedua pasien terdapat data mengeluh nyeri dengan skala yang berbeda. Peneliti melakukan implementasi yaitu manajemen nyeri. Hasil yang didapatkan pada kedua pasien yaitu nyeri menurun, pasien terlihat tenang, meringis menurun , gelisah menurun, pola tidur sudah tidak terganggu dan TD membaik. Kesimpulan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan manajemen nyeri pasien sudah bisa mengatasi nyeri. Saran : Saran diberikan kepada Institusi rumah sakit untuk lebih meningkatkan pemberian Asuhan Keperawatan sesuai kondisi pasien.
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Klien Skizofrenia Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perilaku Kekerasan Mutianingsih, Mutianingsih; malihah, Yasmin
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 9 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v9i1.171

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi skizofrenia di dunia dan diIndonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan peningkatan angka penderita gangguan jiwa yang cukup signifikan dibandingkan Riskesdas 2013 yaitu naik dari 1,7% menjadi 7%.Skizofrenia menimbulkan distorsi pikiran, emosidan tingkah laku sehingga klien dengan skizofrenia memiliki resiko lebih tinggi berperilaku agresif yang mengarah pada resiko perilaku kekerasan. Prevalensi klien perilaku kekerasan di seluruh dunia mencapai 24juta orang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada klien skizofrenia dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan. Resiko perilaku kekerasan adalah resiko perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain secara fisik emosional atau seksual. Metode: rancangan yang digunakan adalah studi kasus, tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan dengan jangka waktu selama 3hari. Cara pengambilan subyek dilakukan melalui purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu 2 klien yang mengalami resiko perilaku kekerasan, berjenis kelamin laki-laki dengan usia 25-35 tahun dan menggunakan alat ukur lembar pengkajian, lembar implementasi dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil: intervensi yang dilakukan terhadap klien diantaranya bina hubungan saling percaya, identifikasi penyebab, tanda dan gejala, perilaku kekerasan yang pernah dialami, cara mengontrol marah dengan tarik nafas dalam, pukul bantal atau kasur, berbicara baik, spiritual, serta dengan meminum obat secara teratur, masalah resiko perilaku kekerasan pada kedua klien teratasi. Kesimpulan: intervensi yang diberikan.terbukti efektif dalam mengatasi masalah resiko perilaku kekerasan pada kedua klien. Saran : diharapkan studi kasus selanjutnya dapat dilakukan terhadap klien resiko perilaku kekerasan pada klien perempuan dan atau pada kelompok usia yang lain, sehingga dapat membandingkan respon klien dan efektifitas dari tindakan yang diberikan terhadap jens kelamin dan kelompok usia yang berbeda.
Analisis Korelasi Antara Kadar Hemoglobin Terhadap Usia, Durasi Tidur dan Konsumsi Rokok Pada Supir Bus Di Terminal Arjosari Malang Aditia, Fransiska Ayu
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.203

Abstract

Hemoglobin merupakan protein yang terdapat pada sel darah merah. Rendahnya kadar hemoglobin dapat menyebabkan penyakit anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hemoglobin dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan usia, durasi tidur, jumlah rokok yang dikonsumsi dengan kadar hemoglobin pada supir bus di terminal Arjosari Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Kadar hemoglobin diperiksa dengan metode POCT (Point Of Care Testing ) menggunakan alat Easy Touch hemoglobin. Nilai normal kadar hemoglobin pria dewasa adalah 13 g/dl sampai 17 g/dl. Jumlah responden yang didapatkan sebanyak 20 responden semua berjenis kelamin laki-laki. Nilai kadar terendahnya adalah 11,2 g/dl dan nilai tertingginya adalah 16,8 g/dl. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada supir bus yaitu 14 responden (70%) memiliki kadar hemoglobin normal dan 6 responden (30%) memiliki kadar hemoglobin rendah. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia, durasi tidur, dan jumlah rokok yang dikonsumsi dengan kadar hemoglobin pada supir bus di terminal Arjosari Malang.
Pengaruh Senam Hipertensi, Air Rebusan Daun Salam Dan Relaksasi Napas Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Kartika, Iin Ira; Nursobah, Tria; Lilyanti, Henny
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 9 No 2 (2023): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v9i2.183

Abstract

High blood pressure (hypertension) can be treated with pharmacological and non-pharmacological therapies, for example hypertension exercise therapy, giving bay leaf boiled water and deep breathing relaxation for hypertensive elderly at RSLU Karawang. This research is a type of experimental research using a research design in the form of a quasi-experimental non-equivalent control group. The sampling technique in this study was a total sampling of 30 respondents, 15 treatment groups and 15 control groups. Data collection by measuring blood pressure using a sygmanometer and stethoscope with the Wilcoxon statistical test. The mean systolic and diastolic blood pressure in the treatment group before administration of boiled bay leaf water was systolic 150.00 (140-190) mmHg and diastolic 80.00 (90-110) mmHg while after treatment with bay leaf boiled water the average systolic blood pressure was 140.00 Respondents (130-180) mmHg and diastolic 80.00 (70-100) mmHg. The results of the analysis of the Wilcoxon test showed blood pressure after systolic treatment (p=0.001), while diastolic blood pressure (p=0.003). While the results of the Wilcoxon statistical test in the control group before and after being given hypertension exercise therapy, giving deep leaf boiled water and deep breathing relaxation obtained the results of the systolic value before 150.00 and the diastolic value 90.00 (90-110) and the systolic value after 150 (140-170) and a diastolic value of 90.00 (90-110). The results of the analysis of the Wilcoxon test showed that the control group had systolic blood pressure (p=0.366) and 0.564 diastolic blood pressure. It was concluded that there was an effect of giving hypertension exercise therapy, boiled bay leaf water and deep breathing relaxation in hypertensive elderly people at Karawang General Hospital in the treatment group and there was no effect on the control group
H Hubungan Response Time Pelayanan Keperawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Kepuasan Pasien habibah, ummu; Nurdini, Rini; Farozi, Farozi; Rokayah, Siti
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 8 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v8i2.154

Abstract

Pendahuluan : Response time adalah lama waktu dari pasien datang ke IGD sampai mendapat respon tenaga kesehatan. Salah satu standar penanganan pasien menurut Kementerian Kesehatan RI Nomor : HK.02.03/I/2630/2016 yaitu lama waktu kurang dari 120 menit dari saat pasien datang sampai pelayanan. Indonesia sebagai salah satu negara di ASEAN dengan jumlah kunjungan ke IGD yang tinggi mencapai 4.402.205 pasien tahun 2017 (Kementrian Kesehatan RI, 2019). Penyebab kematian terbanyak di IGD adalah penyakit jantung, trauma, cerebrovascular attact (CVA), dan sepsis (Alimohammadi et al., 2014; Limantara et al., 2013). Mortalitas di IGD dipengaruhi faktor usia, kondisi pasien saat di IGD, dan manajemen terapi (Limantara et al., 2013). Metodologi : Metode Penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan data yang ekstensif. Data yang dikumpulkan dapat menganalisis antar kasus atau antar section. Penelitian cross sectional dilakukan dalam satu waktu dan dalam satu kali. Perhitungan jumlah responden dengan metode Lemeshow dengan tingkat kepercayaan 95% dihasilkan 55 responden. Pengambilan responden dilebihkan sekitar 15 %, sehingga totalnya menjadi 65 responden. Penelitian dilakukan di IGD Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang tahun 2021. Hasil : Responden didominasi dengan usia 36-55 tahun dengan 63.1 %, jenis kelamin perempuan dengan 69 %, pendidikan yang sedang ke rendah yaitu SD dan SMP dengan 61.5 %. Keluhan responden saat masuk UGD didominasi dengan sesak nafas dengan 50.8 %, response time sangat cepat dengan 67.7 %. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0.362 sehingga disimpulkan bahwa respon time tidak mempengaruhi tingkat kepuasan responden dalam pelayanan di UGD, di dapatkan OR 0.429 yang menunjukkan bahwa response time sangat cepat mempunyai peluang tingkat kepuasan 0.429 kali dari respon time cepat. Kesimpulan dan saran : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa response time tidak mempengaruhi tingkat kepuasan pasien oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh response time pada hal yang lain seperti tingkat keselamatan atau kecacatan.
Hubungan Antara Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Dengan Lama Menjalani Hemodialisis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis hasbyalloh, mochamad salman; Agustina, Mawar Suci; Rianto, Budi
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.192

Abstract

Chronic renal failure is a global health issue that also affects Indonesia. Chronic renal failure is a type of kidney failure in which there has been a steady loss of kidney function and no recovery. Hemodialysis treatment is necessary for a prolonged period of time in order to sustain chronic renal disease. Analytical observational research using a cross-sectional time approach is the methodology. Through the use of a complete sample technique, the study's population consisted of 55 hemodialysis patients. A formula called Kolmogorof-Smirnov is used in data analysis. The study's findings demonstrated that 32 participants (58.2%) in the old category had been receiving hemodialysis for a longer period of time, 12 participants (21.8%) in the moderate category had adhered to fluid intake limitations, and in the new category there were 11 individuals (20.0%). The Kolmogorof-Smirnov statistical test yielded a significant value of p < 0.05 and a value of p = 0.026. At Cimacan Regional General Hospital, patients with chronic renal failure who adhere to fluid consumption limitations have a correlation with the length of time they have been receiving hemodialysis. It is anticipated that individuals with chronic renal failure, whether recently diagnosed or long-term hemodialysis patients, would continue to enhance compliance with fluid intake guidelines in order to avoid problems.

Page 8 of 11 | Total Record : 106