cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,460 Documents
Intervensi Perilaku dalam Mengurangi Anemia pada Ibu Hamil: Literatur Review Syamsuriah Syamsuriah; Husnul Khatimah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44465

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Anemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dapat mengganggu suplai oksigen pada ibu hamil sehingga meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur. Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi intervensi perilaku dalam mengurangi anemia pada ibu hamil berdasarkan studi yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah 7 jurnal diperoleh dari database terpercaya seperti PubMed, Science Direct, dan Proquest yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2023-2025. Hasil analisis terhadap 7 artikel menunjukkan bahwa intervensi perilaku yang melibatkan pendekatan edukatif seperti konseling gizi, pemanfaatan teknologi seperti konseling kesehatan berbasis seluler, pendidikan kesehatan berbasis keluarga, terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu hamil terhadap konsumsi zat besi dan asam folat, serta perubahan pola makan yang lebih sehat, telah menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin dan penurunan tingkat anemia. Oleh karena itu, intervensi perilaku melalui pendidikan kesehatan dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi anemia pada ibu hamil. Kata Kunci: Anemia, Ibu hamil, Intervensi perilaku
Manfaat Pendidikan Kesehatan terhadap Perilaku Berisiko pada Pasien HIV: Systmatic Review Shendika Wirastiningtyas; Sri Yona; Anggri Noorana Zahra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44471

Abstract

Latar belakang : Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global yang erat kaitannya dengan perilaku berisiko. Pendidikan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, mengurangi stigma, dan mendorong perubahan perilaku pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Tujuan : Mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan terhadap konsistensi penggunaan kondom pada ODHA. Metode : Penelitian ini menggunakan metode telaah sistematis beberapa artikel, Penelusuran artikel dilakukan pada database melalui beberapa sumber database yaitu Sage Journals, Science Direct, Springer Link dan Taylor & Francis dari mulai tahun 2014 hingga 2024. Hasil : menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan mampu meningkatkan penggunaan kondom dan menurunkan perilaku seksual berisiko.. Kesimpulan : menegaskan bahwa pendidikan kesehatan efektif sebagai strategi preventif dan perlu diintegrasikan dalam layanan komprehensif bagi ODHA untuk menekan penyebaran HIV dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Lingkungan Belajar Klinik Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pembelajaran Klinik Mahasiwa Keperawatan Universitas Advent Indonesia Jowanda Nathasya; Palupi Triwahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44477

Abstract

Praktik klinik merupakan tahapan penting dalam dunia pendidikan keperawatan. Lingkungan pembelajaran klinik yang positif serta mendukung para mahasiswa saat praktik, mampu menurunkan tingkat kecemasan sehingga mahasiswa percaya diri dalam melakukan praktik lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lingkungan klinik yang dialami oleh mahasiswa dan tingkat kecemasan yang dialami selama melakukan pembelajaran klinik, serta memahami hubungan antara lingkungan belajar klinik dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 2 yang melakukan praktik klinik keperawatan dengan sampel sebanyak 61 mahasiswa. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi pearson. Penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 35 (57,38%), sedang sebanyak 20 (32,79%) dan berat sebanyak 6 (9,84%). Sedangkan pada lingkungan belajar klinik menyatakan perolehan hasil yang baik pada kategori perseptual 2 dengan rata-rata nilai 4,44%. Hasil korelasi pearson, menunjukkan hubungan yang relevan antara lingkungan belajar klinik dengan tingkat kecemasan dengan p-value = 0,004 (<0,05).
Hubungan Efikasi Diri Dengan Kecemasan Pada Praktik Klinis Pertama Mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat II Universitas Advent Indonesia Adinda Gayatri Puspa Adelin Wijoyo; Mori Agustina Br Perangin-angin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44481

Abstract

Salah satu masalah psikologis yang paling umum dialami oleh mahasiswa adalah kecemasan, yang dapat dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial lingkungan, emosional dan kognitif serta perilaku. Kepercayaan seseorang akan kemampuan yang dimilikinya dalam mengatasi situasi dan menyelesaikan sesuatu yang menguntungkan dirinya, dapat menjadi faktor yang memengaruhi kecemasan dirinya, hal ini disebut dengan Efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi adakah hubungan antara efikasi diri dan kecemasan pada mahasiswa S1 Keperawatan tingkat II Universitas Advent Indonesia, yang di fokuskan pada mahasiswa yang melakukan praktik klinis pertama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif-deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectinal. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa S1 keperawatan tingkat II di UNAI, dengan jumlah mahasiswa/i sebanyak 82 orang dengan teknik total sampling. Ditemukan sebanyak 70 orang (85,4%) dengan tingkat efikasi diri tinggi, sedangkan 12 orang(14,6%) dengan tingkat efikasi diri rendah. Dan mahasiswa paling banyak terkategorikan dalam kecemasan sedang, yaitu 29 orang (35,4%). Dan hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri dengan tingkat kecemasan mahasiswa selama praktik klinis pertama. Nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0,12, berarti efikasi diri memengaruhi kecemasan sebanyak 12%.
Assessment of Health Information System Implementation Using PIECES Method: A Case Study of SI-KERIS at RSUD Dr. R. Soedjono Selong Yan Sitaristy Citraningtyas; Edy Susena
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44483

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the SI-KERIS application at RSUD Dr. R. Soedjono Selong using the PIECES framework, which covers aspects of Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation review. The findings indicate that SI-KERIS effectively processes inpatient service indicators such as Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), Bed Turn Over (BTO), Gross Death Rate (GDR), and Net Death Rate (NDR). However, challenges were identified regarding network connectivity, data integration, and the absence of a backup system. These results underscore the need to enhance system interoperability, strengthen data security, and provide user training. The application of the PIECES framework offers strategic insights to identify improvement areas and optimize hospital health information systems
Peran Petugas Kesehatan Dalam Meningkatkan Kepatuhan Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Triple Eliminasi Iskandar Muda; Erika Erika; Misrawati Misrawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44488

Abstract

Pendahuluan: Wanita hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi menular seksual seperti HIV/AIDS, hepatitis B, dan sifilis, yang dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Infeksi ini dapat ditularkan secara vertikal dari ibu ke bayi, sehingga berpotensi menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, cacat bawaan, atau bahkan kematian neonatal. Tujuan: untuk mengetahui peran petugas kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi. Metode: Basis data yang digunakan meliputi PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku wanita hamil dalam skrining eliminasi tiga penyakit. Sebanyak 10 artikel diperoleh dari hasil pencarian literatur. Artikel yang ditemukan disaring menggunakan kerangka PICO dan metode CRAAP. Hasil: Studi ini menemukan delapan peran tenaga kesehatan yang memengaruhi perilaku wanita hamil dalam skrining triple eliminasi, yaitu: memberikan edukasi yang jelas dan efektif, memberikan dukungan psikososial, melakukan pengingat rutin, mengintegrasikan pendekatan kultural dan interpersonal, mengoptimalkan kelas ibu hamil, meningkatkan akses layanan, melibatkan komunitas dan tokoh masyarakat dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Kesimpulan: Pemeriksaan triple eliminasi penting untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke bayi. Kepatuhan ibu hamil dipengaruhi oleh peran tenaga kesehatan melalui edukasi, pengingat, dan dukungan psikososial. Program kelas ibu hamil, pengetahuan yang memadai, serta akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau juga terbukti meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan ini.
Literatur Riview: Studi In Silico Senyawa Yang Terkandung Dalam Kulit Buah Manggis (Garnicia Mangostana L. ) Sebagai Anti Kanker Payudara Saeful Amin; Neng Sarah Nurhanifah; Isfahani Maulidah Putri; Rd Dina Siti Murdina; Fikri Efad Irfandi; Fajar Sahrisyawal
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44490

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi tertinggi di dunia dan menjadi penyebab utama kematian pada wanita. Oleh karena itu, pencarian agen antikanker dari bahan alam menjadi alternatif yang menjanjikan. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai agen antikanker adalah kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Kulit buah manggis diketahui mengandung senyawa aktif golongan xanton yang memiliki aktivitas antioksidan, antitumor, dan antikanker yang sangat kuat. Tujuan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai efektivitas senyawa xanton dalam menghambat perkembangan sel kanker payudara, sekaligus mendorong penelitian lanjutan yang dapat mengarah pada pengembangan obat berbasis bahan alam yang lebih aman dan efisien. Metode dengan studi literatur yang bertujuan untuk mengkaji potensi senyawa xanton dalam kulit buah manggis sebagai agen antikanker payudara melalui pendekatan in silico. Metode in silico merupakan pendekatan komputasi yang digunakan untuk memprediksi interaksi antara senyawa dengan target protein kanker, sehingga dapat digunakan sebagai skrining awal dalam penemuan obat. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa beberapa senyawa xanton seperti α-mangostin, γ-mangostin, dan garcinone E memiliki afinitas kuat terhadap protein yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker payudara. Senyawa-senyawa tersebut menunjukkan potensi untuk menghambat proliferasi sel kanker melalui berbagai mekanisme seperti induksi apoptosis dan penghambatan enzim tertentu.
Hubungan Self Care dan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Advent Bandung Ably Eunike Grace Sianturi; Jeanny Rantung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44494

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah, yang disebabkan oleh gangguan dalam sekresi insulin, atau kombinasi dari keduanya. DM merupakan masalah metabolisme yang terjadi akibat kekurangan hormon insulin, yang mengakibatkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Penurunan sekresi insulin oleh sel-sel beta pankreas menjadi penyebab utama terjadinya gangguan dalam pengeluaran insulin, yang dapat mengakibatkan resistensi insulin atau kombinasi dari kedua kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi, dengan populasi yang terdiri dari pasien rawat jalan penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Advent Bandung. Sampel diambil melalui metode purposive sampling, dan variabel yang diteliti mencakup self-care serta kualitas hidup. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SDSCA dan DQOL, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 64,4 tahun, dengan 63,6% tidak mengalami komplikasi. Rata-rata penghasilan responden mencapai Rp. 3.800.000, dan lama menderita diabetes rata-rata 5,5 tahun. Rata-rata self-care responden adalah 4,5 hari per minggu, sedangkan kualitas hidup mencapai 4,3, menunjukkan tingkat kepuasan yang baik. Namun, analisis bivariat dengan uji Spearman Rho menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara self-care dan kualitas hidup (Sig = 0,293). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun self-care penting, faktor lain seperti kondisi psikologis dan komplikasi kesehatan juga perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, kualitas hidup, perawatan diri Abstract Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by high blood glucose levels, caused by disorders in insulin secretion, or a combination of both. DM is a metabolic problem that occurs due to a deficiency of the hormone insulin, which results in increased blood glucose levels (hyperglycemia). Decreased insulin secretion by pancreatic beta cells is the main cause of disorders in insulin secretion, which can result in insulin resistance or a combination of both conditions. This study used a descriptive correlation design, with a population consisting of outpatients with type 2 diabetes mellitus at the Adventist Hospital in Bandung. Samples were taken using a purposive sampling method, and the variables studied included self-care and quality of life. Data collection was carried out using the SDSCA and DQOL questionnaires, while data analysis was carried out using univariate and bivariate approaches. The results showed that the average age of respondents was 64.4 years, with 63.6% having no complications. The average income of respondents reached IDR 3,800,000, and the average duration of diabetes was 5.5 years. The average self-care of respondents was 4.5 days per week, while the quality of life reached 4.3, indicating a good level of satisfaction. However, bivariate analysis with the Spearman Rho test showed no significant relationship between self-care and quality of life (Sig = 0.293). This study concluded that although self-care is important, other factors such as psychological conditions and health complications also need to be considered in improving the quality of life of people with diabetes. Keywords: content, formatting, article.
Faktor Pemberian Terapi Non Farmakologi Oleh Perawat Kepada Pasien Dengan Nyeri Post Operasi di Rumah Sakit : Studi Literatur Sri Lestari Handayani; Dwi Retno Sulistyaningsih; Suyanto Suyanto; Erna Melastuti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44497

Abstract

Ketidaknyamanan pasca-operasi merupakan masalah yang sering terjadi di lingkungan layanan kesehatan yang sering membuat pasien tidak puas. Perawat memiliki kemampuan untuk meredakan nyeri ini melalui terapi non-obat, namun dalam skenario dunia nyata, pendekatan semacam itu jarang digunakan oleh staf perawat. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang terkait dengan perawatan non-farmakologis yang diberikan oleh perawat untuk individu yang mengalami nyeri pasca-operasi di fasilitas medis. Kerangka kerja artikel ini adalah Tinjauan Pustaka. Ini melibatkan pemanfaatan kata kunci dan pencarian berbagai basis data atau jurnal yang dapat diakses melalui sumber daya seperti PubMed, Google Scholar, Scopus, Science Direct, dan Elsevier. Tinjauan terhadap sepuluh jurnal terpilih menghasilkan kesimpulan bahwa aspek-aspek yang memengaruhi penerapan terapi non-farmakologis oleh perawat meliputi pengetahuan, sikap, motivasi, pelatihan, kompetensi, beban kerja, dan faktor organisasi. Diharapkan bahwa temuan dari tinjauan pustaka ini akan berfungsi sebagai landasan dan panduan bagi penelitian masa depan dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan, dan diharapkan bahwa peneliti berikutnya akan fokus pada pengembangan penelitian yang tidak hanya mengeksplorasi hubungan tetapi juga meneliti dampak terapi non-farmakologis dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien pasca-operasi.
Identifikasi Computer Vision Syndrome (Cvs) pada Pegawai Kantor Pemerintahan Kuta Utara, Bali I Komang Satriya Wibawa; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Ni Wayan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44531

Abstract

Computer Vision Syndrome atau CVS merupakan sekumpulan gejala pada mata dan leher yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau layar monitor berlebihan. Penelitian terdahulu menunjukkan hampir 60 juta orang menderita CVS dan 1 juta kasus baru terjadi setiap tahun. Penelitian ini didesain untuk mengidentifikasi keluhan CVS pada pegawai kantor pemerintah. Penelitian akan dilakukan di Kantor Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung-Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain Cross-Sectional. Desain penelitian ini bertujuan untuk dapat mendeskripsikan hasil identifikasi keluhan CVS pada pegawai di Kantor Desa Tibubeneng. Pengumpulan data dilakukan melalui prosedur wawancara menggunakan kuesioner kemudian dilakukan analisa univariate untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden penelitian yaitu pegawai kantor pemerintahan di Desa Tibubeneng Kuta Utara memiliki Computer Vision Syndrome dengan prevalensi sebesar 57,5%. Gejala astenopia terbanyak adalah mata lelah (90,9%). Mata berair merupakan gejala permukaan okuler tertinggi (54,5%). Sebagian besar responden mengeluhkan gejala visual berupa penglihatan kabur (42,4%). Manifestasi gejala ekstraokuler seperti nyeri punggung dan nyeri Pundak/bahu memiliki persentase yang sama yaitu 50%. Hasil penelitian mendorong adanya sosialisasi penggunaan kacamata anti radiasi serta penerapan duduk ergonomis bagi pegawai yang senantiasa bekerja dengan komputer.