cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,460 Documents
The Impact of Regional Policies on Postpartum Family Planning Services in Special Region Yogyakarta Province : A Run Chart Analysis Arifah, Fikriyatul; Hadi, Ella Nurlaella
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56058

Abstract

Indonesia’s maternal mortality ratio (MMR) remains high at 189 per 100,000 live births in 2023, far above the 2030 SDG target of 70 per 100,000. One key strategy to reduce MMR is Postpartum Family Planning (PPFP) services, which help prevent closely spaced or unintended pregnancies. The Government of the Special Region of Yogyakarta (DIY) issued Governor Circular Letter No. 11/SE/VII/2022 on PPFP services as a commitment to improving maternal health. This study aimed to describe trends in PPFP coverage in DIY before and after the policy using run chart analysis. A quantitative descriptive design was applied, utilizing secondary data from the Family Information System (SIGA) of BKKBN from January 2022 to December 2023. Run chart analysis was conducted on 24 data points with a median of 820 to detect random and non-random variation based on four rules: shift, trend, runs, and astronomical point. The results showed two major shifts from below to above the median, a six-month upward trend, and only two median crossings, indicating non-random variation. These patterns coincided with the policy’s implementation. In conclusion, a meaningful systemic change in PPFP performance has occurred in DIY since early 2023, suggesting a positive role of regional policy, although causality cannot be confirmed.
The Role of Adolescent Posyandu in The Detection And Prevention of Anemia: A Health Belief Model Approach Kiriwenno, Erlin; Sari, Irma Ika; Kasim, Nurhayati; Windari, Arindiah Puspo; Amin, Runi Anggriani La
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56126

Abstract

Anemia remains a serious public health problem, particularly in low- and middle-income countries. This condition occurs when the number of red blood cells or hemoglobin levels falls below normal limits. Data from the Central Maluku District Health Office indicate that the prevalence of anemia is higher among adolescent girls than among adolescent boys. This study aims to examine the role of adolescent Posyandu (community- based health posts) in the detection and prevention of anemia using the Health Belief Model approach. This study employed a qualitative research method with a phenomenological approach. Informants were selected using purposive sampling. Participants consisted of four adolescent girls aged 10–19 years, one youth health cadre, two health workers, and one village government representative. Data collection techniques included interviews, documentation, and observation. The results showed that anemia-related problems in Central Maluku District were influenced by several factors, including: 1) perceived susceptibility to anemia (knowledge of anemia and its causes), 2) perceived severity (risks and impacts of anemia), 3) perceived benefits (consumption of iron supplementation tablets and participation in adolescent Posyandu), 4) barriers to prevention (low adolescent participation and low adherence to iron supplementation tablet consumption), and 5) the role of adolescent Posyandu (health education/counseling and health examination services). The study concludes that adolescent Posyandu plays an important role in preventing anemia among adolescents. Through education, distribution of iron supplementation tablets, and hemoglobin testing, adolescent Posyandu serves as the frontline in promotive and preventive efforts to address adolescent anemia.
Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Kecemasan dan Kognitif Pada Lansia dengan Hipertensi : Litelatur Review Tunny, Nurfitriyana; Samiasih, Amin; Mubin, M. Fatkhul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56184

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok rentan yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan kognitif seiring proses penuaan. Hipertensi sebagai penyakit kronis yang sering dialami lansia dapat memicu kecemasan dan mempercepat penurunan fungsi kognitif. Terapi reminiscence merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas terapi reminiscence dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan fungsi kognitif pada lansia melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel melalui database PubMed dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, terbit pada periode 2021–2025, menggunakan desain randomized controlled trial dan quasi experimental, serta tersedia dalam bentuk full text dan open access. Dari hasil seleksi, diperoleh lima artikel yang memenuhi kriteria. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi reminiscence efektif menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan fungsi kognitif pada lansia, termasuk lansia dengan hipertensi. Terapi ini bekerja melalui stimulasi memori autobiografis, peningkatan interaksi sosial, dan penurunan stres emosional. Kesimpulan kajian ini menunjukkan bahwa terapi reminiscence merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan dalam pelayanan keperawatan lansia. Kata Kunci: Terapi Reminiscence, Kecemasan, Fungsi Kognitif, Lansia, Hipertensi.
Identifikasi Wilayah Berisiko ISPA Pada Balita di Pulau Jawa: Pendekatan Analisis Spasial dan Perbandingan Karakteristik Antar Klaster Anasi, Raras; Septiono, Wahyu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56198

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas balita di Indonesia, dengan prevalensi di Pulau Jawa masih melebihi rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran ISPA pada balita di Pulau Jawa, mengidentifikasi wilayah dengan risiko tinggi, serta membandingkan karakteristik sosial-demografis dan lingkungan antara wilayah berisiko tinggi dengan wilayah lainnya. Analisis dilakukan menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 pada 119 kabupaten/kota di 6 provinsi di Pulau Jawa. Hasil analisis menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif pada prevalensi ISPA (Moran’s I=0,321; p=0,001), yang menandakan terjadinya pengelompokan spasial kasus ISPA pada balita. Sebanyak sepuluh wilayah teridentifikasi sebagai klaster risiko tinggi (high-high). Ditemukan perbedaan karakteristik balita dengan ISPA, meliputi status stunting, kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jenis sanitasi, klasifikasi wilayah, dan status ekonomi antara wilayah klaster risiko tinggi (high-high) dan wilayah non high-high. Temuan ini menegaskan kebutuhan akan intervensi yang lebih terarah di wilayah prioritas melalui penguatan deteksi dini ISPA, perbaikan sanitasi dan gizi balita, serta optimalisasi pemanfaatan JKN. Selain itu, penguatan layanan primer di klaster berisiko tinggi melalui perluasan kunjungan rumah tangga, peningkatan akses JKN, serta penerapan pendekatan berbasis wilayah dan pemantauan spasial berkelanjutan menjadi kunci perumusan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif. Kata Kunci: Autokorelasi, Balita, ISPA, Jawa, Spasial.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu, Pola Pemberian Makanan, Sanitasi Lingkungan, dan Kemiskinan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0–59 Bulan di Puskesmas Paceda Kota Bitung Thenderan, Feybie; Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon; Mandey, Silvya L.
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56454

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu, pola pemberian makanan, sanitasi lingkungan, dan kemiskinan terhadap kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan di Puskesmas Paceda Kota Bitung. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan 328 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling dari total populasi 1.809 ibu yang memiliki balita usia 0–59 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, lembar observasi, dan pengukuran antropometri. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,6% balita mengalami stunting. Analisis bivariat menunjukkan sanitasi lingkungan yang buruk (p=0,000; POR=4,998; CI 95%: 3,101–8,056) dan kemiskinan (p=0,000; POR=2,781; CI 95%: 1,777–4,354) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Analisis multivariat mengidentifikasi sanitasi lingkungan (POR=4,326; CI 95%: 2,654–7,051) dan kemiskinan (POR=2,133; CI 95%: 1,321–3,446) sebagai faktor dominan. Tingkat pengetahuan ibu dan pola pemberian makanan tidak terbukti signifikan secara statistik pada analisis bivariat. Disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan dan kemiskinan merupakan faktor risiko utama stunting. Intervensi terintegrasi meliputi perbaikan sanitasi, peningkatan edukasi gizi ibu, dan program pengentasan kemiskinan diperlukan untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Kata Kunci: stunting, balita, sanitasi lingkungan, kemiskinan, pengetahuan ibu Abstract Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a child's height falling below the standard for height-for-age (HFA). This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge level, feeding practices, environmental sanitation, and poverty with the incidence of stunting among children aged 0–59 months at Puskesmas Paceda, Bitung City. A quantitative cross-sectional design was employed with 328 respondents selected through proportional random sampling from a total population of 1,809 mothers with children aged 0–59 months. Data were collected via structured questionnaires, observation checklists, and anthropometric measurements. Univariate, bivariate, and multivariate logistic regression analyses were performed. Results showed that 46.6% of children experienced stunting. Bivariate analysis revealed that poor environmental sanitation (p=0.000; POR=4.998; 95% CI: 3.101–8.056) and poverty (p=0.000; POR=2.781; 95% CI: 1.777–4.354) were significantly associated with stunting. Multivariate analysis identified environmental sanitation (POR=4.326; 95% CI: 2.654–7.051) and poverty (POR=2.133; 95% CI: 1.321–3.446) as the dominant risk factors. Maternal knowledge level and feeding practices were not statistically significant in bivariate analysis. It is concluded that environmental sanitation and poverty are the primary risk factors for stunting. Integrated interventions including sanitation improvement, maternal nutrition education, and poverty alleviation programs are needed to reduce stunting prevalence in this region. Keywords: stunting, under-five children, environmental sanitation, poverty, maternal knowledge
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Ketersediaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah: Studi Kualitatif di Kota Makassar Indirwan, Dicky; Ningsih, Andi Pramesti; Afdhal, Muhammad Ridha
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56617

Abstract

Krisis pengelolaan sampah di kawasan perkotaan seringkali bersumber dari ketiadaan infrastruktur yang memfasilitasi perubahan perilaku masyarakat. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif ini bertujuan mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap ketersediaan infrastruktur pengelolaan sampah di Kota Makassar. Melibatkan 24 informan dari Kecamatan Panakkukang dan Manggala melalui purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi negatif dan skeptisisme masyarakat berakar kuat pada defisit infrastruktur fisik dan inkonsistensi pelayanan publik, yang termanifestasi dalam tiga konklusi utama. Pertama, inisiasi pemilahan sampah rumah tangga mengalami stagnasi akibat ketiadaan sarana pewadahan terpilah dan minimnya literasi lingkungan di struktur sosial terbawah. Kedua, ketidakandalan frekuensi armada pengangkut memicu krisis kepercayaan yang mendorong praktik penanganan maladaptif seperti pembakaran terbuka dan pembuangan ilegal. Ketiga, optimalisasi Bank Sampah terhambat oleh aksesibilitas; meskipun insentif material efektif memancing minat warga, jarak fasilitas yang jauh mengubah partisipasi menjadi beban. Disimpulkan bahwa niat baik partisipasi masyarakat tidak akan terwujud menjadi perilaku pro-lingkungan yang menetap tanpa adanya reformasi tata kelola yang mendekatkan infrastruktur fisik ke dalam ekosistem sosial warga.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Mpasi Tinggi Protein Dan Asam Lemak Esensial Berbasis Pangan Lokal Oleh Ibu di Batam Selvia, Anisya; Azima , Fauzan; Masrul , Masrul; Yani , Finny Fitry
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56624

Abstract

Pola pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) oleh ibu di Indonesia khususnya di Kota Batam belum optimal dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak. Persentase Growth Faltering yang dapat berujung stunting pada anak balita di Provinsi Kepulauan Riau Pada Tahun 2022 adalah 18,9% dimana 15,2% terjadi di Kota Batam. MPASI yang diberikan ibu pada anaknya lebih fokus pada pemberian makanan tinggi karbohidrat dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian MPASI Tinggi Protein dan Asam Lemak Esensial berbasis pangan lokal. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan partisipan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 6 orang informan utama yaitu 1 orang kader dan 5 orang ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan, 1 orang bidan koordinator, 1 orang tenaga pelaksana gizi, dan 1 orang informan pendukung yaitu kepala puskesmas. Temuan menunjukkan bahwa program pemerintah yang dilaksanakan oleh puskesmas terkait pencegahan atau penanganan growthfaltering telah dilaksanakan namun terhambat oleh keinginan masyarakat yang ingin di fasilitasi sepenuhnya serta kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI tinggi protein dan Asam Lemak Esensial berbasis pangan lokal.
Evaluasi Kelengkapan Administrasi dan Farmasetik Resep di Apotek Kimia Farma A. Yani Kota Sorong Ernifan, Ernifan; Hardia, Lukman; Watora, Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56679

Abstract

Abstrak Kelengkapan administrasi dan farmasetik pada resep merupakan tahapan penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin keselamatan pasien serta meminimalkan risiko medication error. Seiring dengan meningkatnya jumlah apotek di Indonesia, tuntutan terhadap mutu pelayanan kefarmasian juga semakin tinggi, khususnya dalam proses skrining resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan administrasi dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma A. Yani Kota Sorong pada periode Januari–Desember 2024. Sampel penelitian terdiri atas 370 lembar resep untuk evaluasi aspek administrasi dan 689 item obat untuk evaluasi aspek farmasetik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung persentase kelengkapan masing-masing komponen yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh resep (100%) mencantumkan nama pasien, jenis kelamin (52,7%), umur (46,2%), berat badan pasien (11,1%), dan alamat pasien (9,7%). Pada aspek identitas dokter, sebanyak 97,5% resep mencantumkan nama dokter dan 100% mencantumkan alamat praktik, sedangkan nomor Surat Izin Praktik (SIP) hanya tercantum pada 11,1% resep dan nomor telepon dokter pada 4,6% resep. Tanggal penulisan resep ditemukan pada 97,8% resep. Dari aspek farmasetik, sebanyak 73,9% resep memenuhi kriteria kelengkapan. Seluruh item obat (100%) mencantumkan jumlah obat yang diresepkan, dan 97% mencantumkan aturan pakai. Namun demikian, hanya 59,9% item obat yang mencantumkan bentuk sediaan dan 38,8% yang mencantumkan kekuatan sediaan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa komponen telah terpenuhi dengan baik, masih terdapat kekurangan pada aspek administrasi dan farmasetik tertentu yang berpotensi meningkatkan risiko kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kepatuhan terhadap standar penulisan resep guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Kata kunci: aspek administrasi, aspek farmasetik, kelengkapan resep, medication error, pelayanan kefarmasian.
Hubungan Harga Diri dan Dukungan Keluarga dengan Kesehatan Mental Emosional Remaja di Palangka Raya, Kalimantan Tengah Febriani, Irene; Annah, Itma; Miden, Destinady K.
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56864

Abstract

Disebabkan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan dan kesehatan, masalah kesehatan mental remaja membutuhkan perhatian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara kesehatan emosional dan mental remaja dengan faktor-faktor seperti harga diri dan dukungan keluarga. Metodologi kuantitatif berdasarkan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 125 remaja (berusia 15 hingga 18 tahun) dipilih secara acak dari 125 remaja di Kota Palangka Raya selama musim panas tahun 2025. Kesehatan emosional, harga diri, dan data tentang dukungan keluarga (termasuk bantuan informasional, apresiatif, instrumental, dan emosional) termasuk di antara topik yang dibahas. Kami menggunakan regresi logistik untuk analisis multivariat, uji chi-square untuk analisis bivariat, dan analisis univariat untuk data. Responden tidak menderita penyakit emosional atau mental, dan mayoritas memiliki harga diri yang kuat. Temuan analisis memperlihatkan ditemukan hubungan signifikan antara harga diri serta dukungan keluarga berupa informasi, instrumental, dan emosional dengan kesehatan mental emosional remaja (p<0,05). Harga diri dan dukungan keluarga berperan penting terhadap kesehatan mental emosional remaja. Peningkatan harga diri serta keterlibatan keluarga dalam memberikan dukungan yang memadai dapat membantu menjaga kesehatan mental remaja. Due to its potential impact on growth and well-being, adolescent mental health issues require attention. The primary objective of this study was to examine the relationship between adolescents' emotional and mental well-being and factors such as self-esteem and family support. A quantitative methodology based on a cross-sectional design was used in this study. A total of 125 adolescents (aged 15 to 18) were randomly selected from 125 adolescents in Palangka Raya City during the summer of 2025. Emotional well-being, self-esteem, and data on family support (including informational, appreciative, instrumental, and emotional support) were among the topics discussed. We used logistic regression for multivariate analysis, chi-square test for bivariate analysis, and univariate analysis for the data. Respondents did not suffer from emotional or mental illness, and the majority had strong self-esteem. The analysis findings showed a significant relationship between self-esteem and family support in the form of informational, instrumental, and emotional support with adolescents' emotional mental health (p<0.05). Self-esteem and family support play an important role in adolescents' emotional mental health. Increasing self-esteem and family involvement in providing adequate support can help maintain adolescent mental health.
Makna Kepemimpinan Kader Dalam Praktik Rujukan Posyandu di Komunitas: Studi Fenomenologi Deskriptif Edmund Husserl Dengan Analisis Tematik Reflektif Van Manen Hutapea, Lyna M. N.
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56868

Abstract

Praktik rujukan dalam Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan bagian integral dari sistem kesehatan primer berbasis komunitas yang menempatkan kader sebagai aktor kunci dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan layanan kesehatan formal (WHO, 2023). Kepemimpinan Kader dalam praktik rujukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga merepresentasikan tanggung jawab moral, relasi sosial, dan pengambilan keputusan dalam konteks keterbatasan struktural (Ahmed et al., 2024). Penelitian ini bertujuan mengungkap makna kepemimpinan kader dalam praktik rujukan Posyandu di komunitas melalui pendekatan fenomenologi deskriptif Edmund Husserl (Husserl, 2020). Penelitian dilakukan dengan menggali pengalaman hidup Kader Posyandu yang terlibat langsung dalam praktik di tingkat komunitas (Kurniati et al., 2022). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan refleksi naratif, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif Van Manen untuk menemukan esensi makna pengalaman kepemimpinan (van Manen, 2023). Hasil penelitian menunjukkan ada lima tema, bahwa: Tema pertama; Kepemimpinan Kader dimaknai sebagai praktik tanggung jawab moral terhadap keselamatan masyarakat komunitas. Tema kedua; Negosiasi kepercayaan sosial dengan keluarga. Tema ketiga; Keberanian mengambil keputusan dalam keterbatasan. Tema keempat; Relasi pendampingan berkelanjutan. Tema kelima; Serta proses pembelajaran reflektif yang membentuk identitas kepemimpinan (Renedo et al., 2020; Olaniran et al., 2022). Kepemimpinan Kader tidak hadir sebagai otoritas formal, melainkan sebagai kepemimpinan situasional dan relasional yang berakar pada legitimasi sosial dan kepedulian komunitas (Perry et al., 2021). Temuan ini menegaskan bahwa praktik rujukan Posyandu merupakan arena penting pembentukan kepemimpinan komunitas yang kontekstual dan reflektif, sehingga berimplikasi pada penguatan kebijakan kesehatan primer berbasis komunitas di Indonesia (Greenhalgh et al., 2022).