cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Gambaran Caring Code Dan Caring Behaviors Mahasiswa Tingkat III Di Prodi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Mestiana Br. Karo; Berti Suryani Telaumbanua
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44837

Abstract

Caring Code merupakan panduan dalam menerapkan caring behaviors untuk mencapai penguasaan caring yang berguna sebagai pedoman nyata dalam mewujudkan cinta kasih kristiani. Caring Behaviors merupakan tindakan seorang perawat mengenai kesejahteraan, cakupan praktik kepedulian dan pandangan yang lebih luas terhadap lain. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar sebanyak 57 responden (58.8%) didapatkan Caring Code baik dan Caring Behaviors sebanyak 54 responden (55.7%) didapatkan kategori baik. Mahasiswa tingkat III memiliki caring code baik dari indikator penampilan dan memiliki caring behaviors baik dari domain memberikan kontak mata, senyum dan intonasi suara yang baik ketika berbicara.
Pelaksanaan Attachment Bowlby dengan Metode Kangguru Terhadap Fisiologis Bayi Prematur: Literatur Review Eliyanti Aroza; Yufitriana Amir; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44845

Abstract

Kelahiran bayi prematur membawa risiko komplikasi jangka pendek dan panjang. Perawatan di ruang perinatologi harus seimbang antara kebutuhan medis dan dukungan emosional. Teori attachment Bowlby menekankan pentingnya ikatan antara ibu dan bayi, sementara metode Kangaroo Mother Care meningkatkan kesehatan bayi prematur dan memperkuat keterikatan. Tujuan untuk  mengkaji  pelaksanaan attachment bowlby dengan metode Kangguru terhadap kesehatan fisiologis bayi prematur.  Metode basis data yang  Google Schoolar, PubMed, Science Direct, Researchgate, Elsevier. Kata kunci yang digunakan adalah  attachment Bowlby, kangaroo mother care, preterem.  Hasil penelusuran literatur yang diperoleh sebanyak 6 artikel. Hasil pencarian melewati proses penyaringan dengan elemen PICO dan metode CRAAP.  Hasil menunjukkan bahwa  attachment Bowlby dengan metode Kangguru dapat meningkatkan suhu tubuh dan saturasi oksigen bayi, serta mengurangi tingkat stres. Selain itu, metode ini juga meningkatkan keterikatan emosional ibu dan bayi, serta memberikan manfaat psikologis bagi ibu. Dengan demikian, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengadopsi  attachment Bowlby dengan metode Kangguru sebagai praktik standar dalam perawatan neonatal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang dampak  attachment Bowlby dengan metode Kangguru , serta membantu dalam pengembangan pedoman praktik klinis untuk meningkatkan kesehatan bayi prematur dan kesejahteraan ibu.
Teh Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Pada Klien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Srondol Kota Semarang Radiah Ilham; Sudirman Sudirman; Dwi Ari Murti Widigdo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44853

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang memiliki tanda yang khas berupa peningkatan kadar gula darah melebihi rentang normal Prevalensi diabetes mellitus semakin meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Saat ini, pengelolaan diet, olahraga dan penggunaan terapi farmakologi menjadi pilihan dalam manajemen diabetes mellitus. Selain terapi tersebut terdapat terapi komplementer seperti pemberian teh lidah buaya (aloevera). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh teh lidah buaya (aloevera) terhadap kadar gula darah puasa klien diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non randomized control group pre-test post-test design. Penelitian ini memiliki 48 responden yang terbagi menjadi 3 kelompok dan diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling, setiap kelompok diberikan intervensi selama 14 hari, yaitu teh lidah buaya (aloevera) 2x2 gr/hari, dan kelompok kontrol dengan perlakuan obat anti hiperglikemia yang diminum sesuai resep dokter. Penelitian dilakukan pada 12 Maret 2022 – 31 April 2022. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada semua kelompok (p = 0,001), baik pada kelompok dengan perlakuan the lidah buaya (aloevera), maupun perlakuan standar berupa obat anti hiperglikemia. Hasil uji statistik juga menunjukan bahwa teh lidah buaya (aloevera) menjadi perlakuan yang paling baik dalam menurunkan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II (p<0,05) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Terapi komplementer berupa teh lidah buaya (aloevera) menjadi perlakuan yang paling baik serta efektif dalam menurunkan kadar gula darah klien dengan diabetes mellitus tipe II. Terapi komplementer berupa teh lidah buaya (aloevera) dapat digunakan menjadi terapi komplementer untuk menurunkan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II
Peranan Kimia Medisinal Terhadap Pengembangan Obat Baru Dalam Terapi Anti Kanker Saeful Amin; Carolin Denisti Liugiarto; Risma Nuraulia Rachma; Resna Gita Rahayu; Shaira Jibril; Nasywa Nada Melayu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44872

Abstract

Kanker adalah penyakit kronis yang menjadi tantangan besar dalam kesehatan global, dengan angka kematian yang terus meningkat. Disiplin ini memungkinkan untuk mengidentifikasi senyawa dengan aktivitas antikanker yang kuat dan efek samping minimal dengan menggunakan pendekatan dan mekanisme kerja berbasis struktur. Untuk meningkatkan kemanjuran dan selektivitas obat-obatan, berbagai metode kontemporer digunakan, termasuk desain berbantuan komputer, penelitian farmakokinetik, dan perubahan struktural kimia. Selain itu, kemajuan dalam kimia medis telah menciptakan peluang untuk menciptakan perawatan kanker yang lebih akurat. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan memnsiitetis senyawa baru dengan aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan obat yang sudah ada, menguji aktivitas sitotoksik senyawa secara in vitro pada sel kanker dan menganalisi hubungan struktur-aktivitas untuk menemukan senyawa dengan efek samping minimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode memodifikasi struktur senyawa, uji aktivitas biologis (in vitro & in vivo) dan analisis qsar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa 1-(4-tert-butilbenzoiloksi) urea memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih tinggi dibandingkan 1-(benzoiloksi)urea dan hidroksiurea. Nila dari senyawa ini adalah 59,15 μg/mL, lebih rendah dibandingkan senyawa pembanding lainnya (hidroksiurea: 430,21 μg/mL), yang berarti senyawa ini lebih efektif dalam membunuh sel kanker, beberapa turunan N-benzoyl-N'-(4-fluorophenyl) thiourea menunjukkan kemungkinan efek mutagenik, sehingga aspek toksisitas perlu diperhatikan.
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Risiko Anemia Gefira Aulia Nazwa; Linda Amalia; Asih Purwandari Wahyoe Puspita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44877

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) kurang dari kebutuhan  Anemia pada kehamilan adalah kondisi ibu hamil dengan kadar Hb < 11 g/dl pada trimester I dan III atau < 10,5 g/dl pada trimester II. Penyebab anemia bersifat multifaktorial. Anemia dapat disebabkan oleh faktor perilaku, lingkungan, genetik, penyakit infeksi, maupun pelayanan Kesehatan.  Adapun dampak yang akan terjadi pada ibu jika ibu kekurangan kadar hemoglobin yaitu ibu dapat mengalami perdaraham bahkan akan menyebabkan kematian kepada ibu dan bayi Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk  meningkatkan kadar hemoglobin salah satunya yaitu mengubah kebiasaan pola makan dengan menambahkan konsumsi yang memudahkan absorbsi besi seperti menambahkan vitamin C yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin . Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yakni quasy eksperimen dan rancangan one-group Preetest dan Posttest. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Sukawarna, dengan 30 sample ibu hamil.Hasil analisa data menggunakan uji statistik Independent samples T-test didapatkan hasil nilai  ρ  = <0.001 dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dapat dikatakan bahwa ρ value < α  maka dapat di simpulkan bahwa pemberian buah pepaya selama lima hari terbukti meningkatkan kadar Hemoglobin secara signifikan pada ibu hamil dengan risiko anemia.
Evaluasi Pengendalian Persediaan dan Distribusi Stick Pemeriksaan Gula Darah Metode Poct di Instalasi Laboratorium Rumah Sakit X di Jakarta Moch Fathonil Aziz; Prastuti Soewondo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44907

Abstract

Instalasi Laboratorium adalah unit rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan terkait pemeriksaan laboratorium.Pemeriksaan metode POCT merupakan pemeriksaan yang mudah dan cepat. Pemeriksaan ini banyak dilakukan di unit perawatan. Pengendalian dan distribusi barang merupakan hal yang penting dalam manajemen barang di rumah sakit.Pengendalian bertujuan untuk mencegah dari kondisi stock out atas barang terkait. Mekanisme distribusi yang baik bertujuanuntuk memastikan seluruh barang tersalurkan secara bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukanidentifikasi dan evaluasi terhadap pengendalian persediaan dan distribusi stick glukosa darah metode POCT. Penelitian bersifat kualitatif dengan metode yang digunakan adalah observasional deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi. Didapatkan hasil Instalasi Laboratorium mengalami kehilangan 5.95% stick pemeriksaan glukosa metode POCT pada 2022 dengan unit perawatan ICVCU, ICU dewasa, dan Isolasi sebagai unit perawatan yang menyumbang kehilangan terbesar. Penyebabnya adalah masalah administrasi dan human error. Penelitian ini menyimpulan bahwa stick pemeriksaan glukosametode POCT manual menjadi BMHP yang rawan mengalami kehilangan. Perlu dilakukan pembaharuan SOP bagi perawat unitperawatan dan penggantian POCT yang terintegrasi dengan LIS untuk menghindari kehilangan.
Penerapan Kombinasi Aktivitas Fisik Tai Chi Dan Program Penurunan Berat Badan Dalam Upaya Pengontrolan Tekanan Darah Pada Agregat Dewasa Dengan Hipertensi Titi Permaini; Nurhayati Nurhayati; Dewi Anggraini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44945

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, termasuk aktivitas fisik dan status berat badan. Pendekatan non-farmakologis berbasis bukti seperti latihan fisik Tai Chi dan program penurunan berat badan dinilai efektif dalam mengendalikan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-post one group design. Intervensi dilakukan melalui program STDASH (Senam Tai Chi dan Diet DASH) selama 12 minggu kepada 10 responden dewasa dengan hipertensi di wilayah Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Pendekatan Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) digunakan untuk mendukung pelaksanaan intervensi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, Levene Test, dan Paired T-Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Karakteristik mayoritas responden adalah perempuan (90%) dengan usia dewasa tengah dan status IMT overweight (80%). Sebagian besar memiliki riwayat hipertensi <5 tahun dan aktivitas fisik sedang. Setelah intervensi, terjadi penurunan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, namun tidak ditemukan perubahan bermakna pada berat badan responden. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi kombinasi Tai Chi dan diet DASH efektif menurunkan tekanan darah, tetapi belum cukup untuk menurunkan berat badan dalam durasi intervensi yang sama. Program STDASH berbasis EBNP efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, namun diperlukan durasi intervensi yang lebih lama atau strategi tambahan untuk mencapai penurunan berat badan yang signifikan.
Analisis Postur Kerja dan Durasi Kerja terhadap Keluhan Muskuloskeletal dan Nyeri Leher pada Pekerja Kantoran: A Systematic Literature Review Kholilah Anis Muryani; Safrin Safrin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44967

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dan nyeri leher merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh pekerja kantoran akibat postur kerja yang statis dan durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dan durasi kerja terhadap keluhan muskuloskeletal dan nyeri leher pada pekerja kantoran dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir dan dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan rekomendasi yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis, seperti duduk membungkuk dalam waktu lama, serta durasi kerja yang melebihi 6 jam tanpa jeda aktif, memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan keluhan muskuloskeletal dan nyeri leher. Studi ini merekomendasikan intervensi ergonomi dan manajemen waktu kerja sebagai upaya preventif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan kesehatan kerja di lingkungan perkantoran.
Antifungal Potential of Garcinia parvifolia (miq.) miq. Stem Bark Extract Lely Salmitha; Suhartini Suhartini; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44968

Abstract

The use of natural plant products that are effective against many pathogenic fungi in humans is one way to avoid fungal infections and reduce the impact of resistance caused by synthetic drugs. The plant Garcinia parvifolia (Miq.) Miq. is empirically utilized by the local community as a medicinal plant. One of them is by the Mului community, who use it as a remedy for athlete's foot caused by Candida albicans. This research aims to measure the antifungal activity of the Stem Bark Extract of G. parvifolia (Miq.) Miq. The extraction was carried out using three different solvents: Methanol, Ethyl Acetate, and n-hexane. The three types of extracts were then tested for their ability to inhibit the growth of C. albicans. The antifungal activity test results of the three G. parvifolia (Miq.) Miq. extracts showed that G. parvifolia (Miq.) Miq. can potentially be developed into a medicinal ingredient for treating C. albicans infections. It was found that extraction with ethyl acetate solvent has a powerful ability to inhibit the growth of C. albicans at four different concentrations. Therefore, using ethyl acetate solvent in the extraction process can be an appropriate method for extracting G. parvifolia (Miq.) Miq.
Efektivitas Latihan Relaksasi Autogenic Terhadap Tingkat Depresi pada Lansia Wanita Asilah Sholeha; Lisna Anisa Fitriana; Upik Rahmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44973

Abstract

Lansia wanita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami depresi dibandingkan lansia pria. Hal ini disebabkan karena secara alamiah depresi yang lebih sering ditemukan pada perempuan dampak dari perubahan biologis terutama hormonal serta adanya penurunan fungsi fisik, kesepian, dan tekanan ekonomi. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi depresi adalah latihan relaksasi autogenik, yaitu teknik sugesti diri yang membantu menciptakan ketenangan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan relaksasi autogenik terhadap tingkat depresi pada lansia wanita di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Husnul Khatimah Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design dan melibatkan 31 lansia wanita yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi dilakukan selama enam minggu, dengan frekuensi satu kali per minggu selama 15–20 menit. Tingkat depresi diukur menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS-15) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rata-rata skor depresi menurun dari 8,68 menjadi 3,42 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = < 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Temuan ini membuktikan bahwa latihan relaksasi autogenik efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia wanita, serta dapat dijadikan intervensi yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan secara mandiri maupun dengan pendampingan tenaga kesehatan.