cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Penerapan Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Orang tua Bayi di PICU-NICU: Studi Kasus Ainun Syahri; Laili Nur Hidayati; Winarni Winarni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55511

Abstract

Kecemasan merupakan respon psikologis yang sering dialami oleh orangtua ketika bayinya menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit – Neonatal Intensive Care Unit (PICU-NICU). Kondisi ini muncul akibat ketidakpastian terhadap kondisi bayi, lingkungan perawatan yang intensif serta keterbatasan peran orangtua selama masa perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan adalah aromaterapi lavender. Studi kasus ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada orangtua bayi di PICU-NICU. Metode pada penelitian ini yaitu studi kasus dengan pendekatan melalui asuhan keperawatan yang komprehensif mencakup pengkajian, analisa data, perencanaan, implementasi serta evaluasi. Studi kasus ini melibatkan satu partisipan yang mengalami kecemasan akibat bayinya dirawat di ruang PICU-NICU. Intervensi yang diberikan berupa aromaterapi lavender selama 4 hari berturut-turut selama 10 menit. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skor HARS dari 19 (tingkat kecemasan ringan) menjadi 7 (tidak ada kecemasan). Studi ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender berpotensi dalam membantu menurunkan tingkat kecemasan pada orang tua bayi yang dirawat di PICU-NICU.
Anemia Prevention Efforts through Health Education and Nutrition Monitoring in Adolescent Girls: A Case Study in Yogyakarta Neli Fadilatul Masruroh; Ema Waliyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55554

Abstract

Anemia is a significant health problem in adolescent girls, caused by increased iron requirements and blood loss during menstruation. This study aims to determine the effect of health education and dietary monitoring through the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) on knowledge and hemoglobin levels in adolescent girls. The research method used is a case study with a pretest-posttest approach on a 12-year-old adolescent girl in Yogyakarta, Yogyakarta. The intervention was carried out in the form of nutritional education and filling out the SQ-FFQ form for three weeks to monitor the consumption of iron and vitamin C sources. The results showed an increase in respondents' knowledge from a score of 70 to 100 after education. In addition, hemoglobin levels increased from 11.1 g/dL to 12.7 g/dL after the intervention of a more varied consumption pattern of iron intake from animal and vegetable protein sources and increased consumption of fruits or vitamin C to support iron absorption, indicating an improvement in respondents' consumption patterns. In conclusion, providing health education accompanied by dietary monitoring is effective in increasing knowledge and improving the hemoglobin status of adolescent girls as an effort to prevent anemia. Keywords: Anemia, Education, Teenagers
Penerapan Terapi Musik Klasik Mozart Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia di Padukuhan Sembungan Yogyakarta Muhammad Nurrizal Ummayun; Ema Waliyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55600

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan memerlukan penanganan berkelanjutan, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang berpotensi menurunkan tekanan darah adalah terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua lansia dengan hipertensi. Terapi musik klasik diberikan secara mandiri selama 10–15 menit, dilakukan dua hari sekali selama dua minggu, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervens. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua responden setelah diberikan terapi musik secara rutin. Penelitian ini menunjukan terapi musik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan dapat digunakan sebagai pendamping terapi farmakologis.
Pengaruh Pemberian Edukasi Sadari Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Usia 18-21 Tahun di Kelurahan Gadang Kartikaningtias, Chinthia; Nuraini, Luluk
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55622

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara salah satu penyebab angka kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Hal ini karena penderita melakukan pemeriksaan sudah di stadium lanjut. Penderita kanker payudara banyak ditemukan pada kelompok usia muda yang tidak sedikit remaja putri memiliki tumor di payudaranya, dimana tumor tersebut memiliki potensi sebagai kanker apabila tidak segera terdeteksi sejak dini. Skrining kanker payudara sejak dini dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mengetahui stadium awal kanker payudara, sehingga dapat segera dilakukan pengobatan secara dini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi SADARI terhadap deteksi dini kanker payudara pada remaja. Metode: Adalah kuantitatif. Dengan metode yang digunakan yaitu : Pra Experimen (one-group-pre-post-test desaign), pendekatan yang digunakan yaitu survei. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi SADARI terhadap peningkatan pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja usia 18-21 tahun. Skor post-test signifikan lebih tinggi dibandingkan skor pre-test untuk kedua pasangan data, menunjukkan efektivitas intervensi. Pada hasil output yang diberikan, nilai p-value atau tingkat signifikansi pada kolom Sig. (2-tailed). Pair 1, nilai p-value adalah 0,000, dan Pair 2, nilai p-value 0,000. Simpulan: bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel sebelum dan sesudah pemberian edukasi SADARI terhadap pengetahuan deteksi dini kanker payudara remaja.
Efektivitas Relaksasi Autogenik dan Mindfulness Terhadap Tingkat Stres dan Kecemasan Pasien Stroke Lie Liana Fuadiati; Desy Rinawaty; Nadhifah Rahmawati; Putu Sintya Arlinda Arsa; Luluk Nur Aini; Ariefatun Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55624

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia, sehingga sering menimbulkan stres dan kecemasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis terbukti efektif dalam menurunkan stres dan kecemasan adalah relaksasi autogenik dan mindfulness. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas relaksasi autogenik dan mindfulness terhadap tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 32 pasien. Intervensi relaksasi autogenik dan mindfulness diberikan selama 4 minggu, dalam 1 minggu pasien mendapat 3 kali terapi selama 30 menit. Stres dan kecemasan diukur menggunakan DASS 42 (Depression Anxiety, Stres Scale). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan stres dan kecemasan pasien stroke dengan nilai Sig. 0,000 < 0,005. Simpulan: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Kata Kunci: Relaksasi Autogenik, Mindfulness, Stres, Kecemasan
Dukungan Keluarga Terhadap Keberhasilan Active Cycle Breathing Technique Pada Klien Tuberculosis : Studi Kasus Dharma Eka Sari; Ema Waliyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55638

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang ditandai dengan gangguan sistem pernapasan seperti batuk berdahak dan peningkatan frekuensi pernapasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengatasi masalah jalan napas pada klien TB adalah Active Cycle Breathing Technique (ACBT). Keberhasilan penerapan ACBT tidak terlepas dari peran serta dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap keberhasilan penerapan ACBT pada klien TB. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang melibatkan satu keluarga dengan dua anggota keluarga penderita TB di salah satu wilayah di Yogyakarta. Intervensi ACBT dilakukan selama lima hari dengan frekuensi 2–3x/hari, disertai edukasi dan pengawasan keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta pengukuran frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada Ny. E dari 24x/menit menjadi 21x/menit dan pada Nn. K dari 23x/menit menjadi 21x/menit dan peningkatan kepatuhan klien dalam melakukan ACBT. Dukungan keluarga yang diberikan adalah dukungan emosional berupa kehadiran Tn. D dalam proses pemberian edukasi ACBT untuk klien dan informasional berupa Tn. D bertugas sebagai pengawas kepatuhan saat dilakukannya proses ACBT. Dukungan ini terbukti berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan konsistensi klien, dengan demikian dukungan keluarga memiliki kontribusi signifikan terhadap keberhasilan penerapan ACBT pada klien TB.
Organizational, User, and System Factors Influencing the Adoption of Electronic Medical Record Systems: A Literaturre Review Rossa Hasbella; Elsye Maria Rosa; Lisa Musharyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55651

Abstract

The adoption of Electronic Medical Record systems has become a strategic priority in healthcare organizations to improve service quality, patient safety, and continuity of care. Despite widespread implementation efforts, adoption among healthcare professionals particularly nurses remains inconsistent and influenced by multiple interrelated factors. The purpose of this review of the literature was to compile data on organizational, user-related, and system-level factors that affect healthcare professionals' adoption and use of EMR systems. Using a qualitative meta-aggregation approach and the Joanna Briggs Institute (JBI) methodology. Studies published between 2021 and 2025 were found by searching the PubMed, Scopus, and Emerald databases. JBI SUMARI was used to critically evaluate and synthesize four papers that satisfied the inclusion criteria. EMR adoption is a multidimensional process requiring integrated organizational commitment, continuous capacity building, and system optimization. Addressing these factors is essential to enhance successful EMR implementation and sustainable use in healthcare practice.
Analysis of Service Quality on Patient Satisfaction in the Psychiatric Outpatient Clinic at Aek Kanopan Regional General Hospital David Erickson Simanjuntak; Chrismis Novalinda Ginting; Masryna Siagian
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55747

Abstract

Abstract Service quality is a key determinant of patient satisfaction and hospital performance. In psychiatric settings, satisfaction depends not only on clinical competence but also on empathy, communication, and responsiveness. This study aimed to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction among psychiatric outpatients at Aek Kanopan Regional General Hospital, North Sumatra. This quantitative descriptive–analytic study used a cross-sectional design. A total of 150 outpatients were selected using accidental sampling. Data were collected using a SERVQUAL questionnaire with five dimensions—tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—rated on a five-point Likert scale. Validity and reliability tests yielded Cronbach’s α = 0.977. Data analysis employed descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression with a significance level of p < 0.05. The mean perception score (17.05) was lower than the mean expectation score (18.48), producing an average negative GAP of –1.43, indicating unmet patient expectations. The largest gap occurred in reliability (–3.26), followed by tangibility (–2.56), responsiveness (–1.31), and empathy (–0.34), while assurance showed a small positive GAP (+0.11). Correlation tests revealed that responsiveness and empathy were positively and significantly associated with patient satisfaction (r = 0.027 and r = 0.001, respectively; p < 0.05). Overall, psychiatric outpatients at RSUD Aek Kanopan were dissatisfied with most dimensions of service quality. Enhancing reliability, responsiveness, and empathy, while maintaining strong assurance performance, is essential to improving patient satisfaction and the overall quality of mental health services. Keyword: Service Quality, Patient Satisfaction, SERVQUAL, Psychiatry Outpatient, Hospital Services
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Preeklampsia dan Tindakan Pencegahan Kegawatdaruratan Kehamilan Faidana Yaumil Syifa; Efa Trisna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55756

Abstract

Preeklampsia merupakan kegawatdaruratan kehamilan yang terjadi di usia kehamilan 20 minggu pada ibu yang sebelumnya normotensi, protein urin positif, edema serta kerusakan fungsi organ. Preeklampsia berdampak pada ibu dan janin. Faktor risiko preeklampsia yaitu riwayat preeklampsia, pengetahuan, pola makan, antenatal care (ANC), stres, multiparitas, usia, asap rokok, indeks massa tubuh (IMT), pendidikan, jumlah janin, dan konsumsi kalsium. Preeklampsia dapat dicegah melalui meningkatkan pengetahuan ibu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang preeklampsia dan tindakan pencegahan kegawatdaruratan kehamilan.Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan melihat distribusi frekuensi dan persentase. Teknik penentuan responden menggunakan consecutive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah responden sebanyak 73 ibu hamil. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu karakteristik responden berupa usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, usia kehamilan, jumlah kehamilan, IMT, tekanan darah. Mayoritas tingkat pengetahuan responden berada pada rentang baik (38,4%), sikap ibu hamil berada pada rentang cukup (63%) dan tindakan pencegahan kegawatdarutan kehamilan pada rentang baik (47,9%). Kesimpulan, tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan pencegaham kegawatdaruratan kehamilan berada pada rentang baik-cukup. Terdapat beberapa faktor risiko tidak berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan sikap
Pola Makan Dan Gaya Hidup Sebagai Determinan Overwight Dan Obesitas Pada Balita : Systematic Review Agung Wicaksono; Apoina Kartini; Siti Fatimah Pradigdo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55816

Abstract

Latar belakang Overweight dan obesitas pada balita semakin menjadi masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Perubahan pola makan keluarga, meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, serta gaya hidup sedentari dengan screen time berlebihan memperburuk status gizi anak usia dini. Kondisi ini menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular di masa dewasa. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkait pola makan dan gaya hidup sebagai determinan overweight dan obesitas pada balita, serta mengidentifikasi tren, tantangan, dan peluang intervensi kesehatan masyarakat. Metode Penelitian menggunakan pendekatan scoping review dengan tahapan sistematis berdasarkan kerangka PRISMA. Sebanyak 10–13 jurnal terpilih terpilih dianalisis secara tematik menggunakan kata kunci terkait pola makan, aktivitas fisik, screen time, durasi tidur, dan obesitas balita. Hasil Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, konsumsi fast food, serta rendahnya asupan buah dan sayur konsisten meningkatkan risiko overweight. Gaya hidup dengan aktivitas fisik rendah, screen time berlebihan, dan durasi tidur kurang juga berkontribusi signifikan terhadap obesitas balita. Kesimpulan Tinjauan ini menyimpulkan bahwa pola makan dan gaya hidup merupakan determinan utama overweight dan obesitas pada balita. Intervensi pencegahan harus dilakukan secara holistik melalui edukasi gizi, promosi aktivitas fisik, pembatasan screen time, serta kebijakan kesehatan masyarakat yang mempertimbangkan faktor sosioekonomi. Kata Kunci: Pola makan, gaya hidup, overweight, obesitas, balita, tinjauan sistematis