cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Implementasi Kebijakan Blud Pada Rumah Sakit di Wilayah Kepulauan: Studi Kasus di Kabupaten Lingga Yan Cahyadi Anas; Mahendro Prasetyo Kusumo; Siti Nafiah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56048

Abstract

Kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bertujuan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan dan kinerja pelayanan rumah sakit melalui pemberian otonomi dalam pengelolaan keuangan dan operasional. Namun, efektivitas kebijakan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi konteks lokal, terutama pada wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses dan tantangan geografis.. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan BLUD serta pengaruh kondisi geografis terhadap pelaksanaan otonomi rumah sakit di Kabupaten Lingga. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis kebijakan pada satu rumah sakit daerah. Data diperoleh melalui telaah dokumen kebijakan, dokumen operasional, serta informasi kontekstual terkait kondisi geografis dan sistem pelayanan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka implementasi Edward III yang meliputi dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Keterpencilan wilayah, ketergantungan pada transportasi laut, keterbatasan infrastruktur, serta tingginya biaya logistik membatasi ruang pengambilan keputusan dan fleksibilitas pengelolaan. Otonomi yang diberikan lebih banyak digunakan untuk mempertahankan operasional rutin dibandingkan pengembangan layanan. Kesimpulan Implementasi BLUD di wilayah kepulauan belum optimal karena keterbatasan geografis dan sumber daya. Diperlukan penyesuaian kebijakan yang mempertimbangkan karakteristik wilayah agar pelaksanaan otonomi rumah sakit dapat berjalan lebih efektif
The Effectiveness of Multimedia and Educational Games on Children’s Knowledge and Attitudes Toward Diabetes Mellitus Mercy Nafratilova; Andra Saferi Wijaya; Rahma Annisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56093

Abstract

The incidence of Diabetes Mellitus (DM) in children has increased substantially, reaching nearly seventy times compared to reports in 2010. This trend is associated with high consumption of sugary foods and beverages, rising rates of overweight and obesity, and unhealthy lifestyle patterns among children. However, more than half of children demonstrate limited knowledge regarding DM, its risk factors, and preventive strategies. This study aimed to examine the effectiveness of a Diabetes Mellitus health education intervention using multimedia and educational games on elementary school children’s knowledge and attitudes toward DM. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied. A total of 127 elementary school children were selected using purposive sampling. Knowledge and attitudes were measured before and after the intervention. The results showed an increase in the mean knowledge score from 67.87 at pretest to 78.43 at posttest, while the mean attitude score improved from 33.13 to 34.96. The Wilcoxon signed-rank test indicated a statistically significant difference in knowledge scores before and after the intervention (p < 0.05). These findings demonstrate that multimedia- and educational game–based health education effectively improves children’s knowledge and attitudes toward Diabetes Mellitus
Sistem Digital Pencatatan Berbasis Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk Pencegahan Dini Risiko Mortalitas Maternal dan Neonatal: Sebuah Systematic Literature Review Vitania Mutiara Sari Siregar; Martha Irene Kartasurya; Cahya Tri Purnami
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56095

Abstract

Child Health (MCH) Handbook (Buku KIA) has long been used as a manual recording tool, but limitations in accuracy, continuity, and data integration hinder effective monitoring and early detection of complications. Digitalization of the MCH Handbook is considered an innovative solution to strengthen preventive strategies and support data-driven health policies. Objective This study aims to map and analyze literature on the implementation of digital MCH Handbook systems and to identify trends, challenges, and opportunities in reducing maternal and neonatal mortality. Method The study employed a scoping review approach with systematic stages based on the PRISMA framework. A total of 10–13 selected journals using keywords related to addressed digital maternal and child health records. Results Integration with mobile applications and telemedicine supports family education and early detection of complications. Key challenges include limited infrastructure, low digital literacy among health workers and communities, and data security concerns. Government policy support, training, and community engagement are critical for successful implementation. Conclusion Despite challenges, opportunities are substantial, particularly in strengthening continuity of care, supporting health policy, and improving digital literacy. Comprehensive, adaptive, and evidence-based strategies are essential to ensure sustainable success in Indonesia. Keywords: Maternal and Child Health Handbook, digitalization, maternal mortality, neonatal mortality, health information system, systematic review.
Dampak Akreditasi Rumah Sakit terhadap Budaya Komunikasi Interprofesional dan Keselamatan pasien : Tinjauan Literatur Sistematis. Azharatul jannah; Salwah Suardi; Irfan Kurniawan; Sri Sudarmi Amir Rumae; Enne Enne
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56164

Abstract

Latar Belakang : Keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan merupakan prioritas utama rumah sakit. Dalamlingkungan klinis yang kompleks, komunikasi interprofessional yang efektif menjadi faktor kunci dalam menjamin keselamatan pasien. Kegagalan komunikasi antar tenaga kesehatan sering diidentifikasi sebagai penyebab utama terjadinya insiden keselamatan pasien. Akrditasi rumah sakit diterapkan sebagai instrument regulatif untuk menstandarkan mutu dan keselamatan pelayanan, namun dampaknya terhadap budaya komunikasi dan keselamatan pasien masih perlu dikaji secara komprehensif. Tujuan : Systematic Literature Review ini bertujuan untuk mengkaji dampak akreditasi rumah akreditasi rumah sakit terhadap budaya komunikasi interprofessional dan keselamatan pasien. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menelurusi artikel ilmiah bereputasi dari basis data internasional. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi serta temuan dianalisis secara tematik. Hasil : Hasil kajian menunjukkan bahwa akreditasi rumah sakit meningkatkan komunikasi interprofessional, standarisasi prosedur, pelaporan insiden, dan keterlibatan pasien sehingga memperkuat budayakeselamatan. Efektivitasnya bergantung pada penerapan praktik komunikasi terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam budaya organisasi.Kesimpulan :Akreditasi rumah sakit berpotensi memperkuat budaya komunikasi interprofessional dan meningkatkan keselamatan pasien apabila diimplementasikan secara konsisten dan didukung oleh komitmen organisasi sebagai strategi transformasi budaya, bukan sekedar pemenuhan administratif.
Pengaruh Kompres My Cool Gel Terhadap Suhu Tubuh Pada Anak dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Depi Riska Erliana; Septiyanti Septiyanti; Rahma Annisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56228

Abstract

Penyakit infeksi mengalami pergeseran pola yang ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas, salah satunya adalah ISPA. ISPA merupakan penyakit infeksi yang menyerang satu atau lebih bagian saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga alveoli, yang bersifat akut atau berlangsung kurang lebih selama 14 hari. Gejala yang sering muncul pada pasien ISPA biasanya timbul dengan cepat, dalam hitungan jam hingga hari, dengan tanda dan gejala seperti batuk, mengi, nyeri tenggorokan, pilek, nyeri telinga, dan demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres My Cool Gel (Aloe vera) terhadap suhu tubuh pada anak dengan ISPA. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest dan posttest with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Uji statistik menggunakan Mann-Whitney diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p value < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh kompres My Cool Gel terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan ISPA. Kata kunci: Kompres My Cool Gel (Aloe vera), Anak, ISPA, Suhu Tubuh
Efektivitas Diabetes Self-Management Education (DSME) Terhadap Kontrol Glikemik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Systematic Literature Review Ayu Septiana; Azizah Khoiriyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56252

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Meskipun terapi farmakologis terus berkembang, banyak pasien belum mencapai target kontrol glikemik yang optimal. Diabetes Self-Management Education (DSME) menjadi salah satu intervensi non-farmakologis yang berperan dalam meningkatkan kemampuan perawatan mandiri pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas DSME terhadap kontrol glikemik pada pasien DMT2 serta mengevaluasi dukungan teknologi pemantauan glukosa dalam pelaksanaan DSME. Metode: Penelitian menggunakan metode systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database Scopus, PubMed, dan Google Scholar pada tahun 2020–2025. Kriteria inklusi meliputi penelitian primer dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT), quasi-eksperimental, dan kohort, berbahasa Inggris, serta tersedia dalam bentuk full text. Dari 6.500 artikel yang ditemukan, sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil: Seluruh studi menunjukkan bahwa DSME berkontribusi terhadap perbaikan kontrol glikemik pasien DMT2. Penurunan HbA1c berkisar antara 0,3% hingga 1,9%. Efektivitas DSME dipengaruhi oleh intensitas edukasi, keterlibatan pasien, dukungan keluarga, dan integrasi teknologi pemantauan glukosa. Kesimpulan: DSME efektif dalam meningkatkan kontrol glikemik pada pasien DMT2 melalui peningkatan kemampuan self-management. Implementasi DSME yang terstruktur dan berkelanjutan penting untuk mendukung pengendalian diabetes dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Integrating Poda Na Lima: A Cultural Framework for Menstrual Hygiene Management Education among Batak Women in Indonesia Masrina Munawarah Tampubolon; Sakinah Yusro Pohan; Cory Linda Futri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56275

Abstract

Menstrual hygiene management (MHM) remains a critical concern among adolescent girls in Indonesia, particularly within cultural settings where traditional wisdom shapes health behaviors. This study explored how Poda Na Lima as a Batak moral philosophy emphasizing spiritual, physical, and environmental cleanliness serves as a culturally grounded framework for menstrual hygiene education. Using a phenomenological qualitative design, data were gathered through in-depth interviews and focus group discussions with mothers from the Angkola, Mandailing, and Toba ethnic groups in Padangsidimpuan, Indonesia. Data were analyzed using Colaizzi’s method. Two overarching themes emerged: (1) mothers’ perceptions of Poda Na Lima as a philosophical foundation for health education, represented by the subtheme Poda Na Lima as a guideline for clean and healthy living; and (2) mothers’ methods of delivering MHM education, encompassing four interrelated subthemes—instilling menstrual hygiene awareness, serving as role models, demonstrating hygiene practices, and evaluating daughters’ practices. These findings indicate that Poda Na Lima functions not only as a moral code but also as an indigenous pedagogical approach through which mothers transmit menstrual hygiene values. The study highlights the importance of integrating cultural wisdom into reproductive health education to improve menstrual literacy and sustain behavior change among Batak communities in Indonesia. Keywords: Culturally grounded intervention, Health literacy, Menstrual Hygiene Management (MHM), Poda Na Lima, Reproductive health education
Minat dan Motivasi Belajar sebagai Prediktor Capaian Kompetensi Klinik dalam Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Individu: Studi Kasus pada Mahasiswa Semester V Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado Jeineke Ellen Ratuela; Ni Made Yuliana; Jeanne d’Arc Zavera Adam
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56328

Abstract

Berdasarkan hasil pencapaian pembelajaran klinik asuhan kesehatan gigi di klinik JKG Poltekkes Manado ditemukan bahwa tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 49% mahasiswa yang tidak mencapai target pembelajaran klinik asuhan kesehatan gigi dan mulut individu. Hasil pencapaian ini tidak sesuai dengan harapan institusi, yaitu 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa pada pembelajaran klinik asuhan kesehatan gigi dan mulut individu di klinik JKG Poltekkes Manado. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado. Jumlah populasi sebanyak 51 orang, sampel adalah total dari populasi. Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi. Data yang diperoleh ditabulasi dan di uji analisis menggunakan uji statistik chisquare. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Variabel bebas meliputi 1) Minat, 2) Motivasi. Variabel terikat yaitu keberhasilan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel minat (p = 0.029 < α 0,05), motivasi (p = 0,018 < α 0.05), secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan mahasiswa pada pembelajaran klinik asuhan kesehatan gigi dan mulut individu di klinik JKG Poltekkes Manado. Minat dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan mahasiswa pada pembelajaran asuhan kesehatan gigi dan mulut individu di klinik JKG Poltekkes Manado. Semakin tinggi minat dan motivasi mahasiswa terhadap pembelajaran maka semakin tinggi peluang untuk mecapai keberhasilan pembelajaran asuhan kesehatan gigi dan mulut individu.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Management Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Darul Imarah Dinda Maqhfirah; Yuni Arnita; Dini Mulyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56336

Abstract

Abstrak Manajemen mandiri pada penderita diabetes melitus saat ini belum optimal, sehingga perlu pengelolaan yang tepat untuk mencegah munculnya komplikasi. Self-management merupakan upaya yang dapat diterapkan untuk mengendalikan kadar gula darah dan dukungan keluarga menjadi kunci keberhasilan self-management . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-management pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional . Responden dalam penelitian ini berjumlah 101 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 67 responden (66,3%) memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan 79 responden (78,2%) memiliki manajemen diri dalam kategori baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil nilai p-value =0,000 (<0,005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self-management pada penderita diabetes melitus tipe 2. diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi dengan melibatkan keluarga, sehingga keluarga mampu mempertahankan dan mengoptimalkan self-management pada penderita diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Manajemen Diri Abstrak Pengelolaan diri pada individu penderita diabetes melitus saat ini masih suboptimal, sehingga memerlukan terapi yang efektif untuk mencegah komplikasi. Pengelolaan diri merupakan upaya yang dapat diterapkan untuk mengontrol kadar gula darah dan dukungan keluarga merupakan kunci keberhasilan pengelolaan diri. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui korelasi antara dukungan keluarga dan pemeliharaan diri pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 101 responden yang direkrut melalui metode seleksi purposif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67 responden (66,3%) memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan 79 responden (78,2%) memiliki pengelolaan diri dalam kategori baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square memperoleh nilai p sebesar 0,000 (<0,005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara dukungan keluarga dan pengelolaan diri pada penderita diabetes melitus tipe 2. Disarankan juga agar tenaga kesehatan memberikan edukasi kesehatan yang melibatkan keluarga, sehingga mereka dapat mempertahankan dan mengoptimalkan pengelolaan diri pada penderita diabetes melitus. Kata kunci : Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Manajemen Diri
Determinan Pemanfaatan Program Kesehatan Preventif pada Kelompok Pekerja Informal : Scoping Review Sarasyita Nada Re; Ayun Sriatmi; Sri Winarni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56337

Abstract

Background Informal workers represent a highly vulnerable group due to limited access to preventive health services. Various individual, social, economic, policy, and environmental factors contribute to their low participation in preventive health programs. Objective This study aims to identify the determinants of preventive health service utilization among informal workers based on a review of 13 national and international journals published between 2021 and 2025. Method A systematic review approach was applied by examining relevant articles from international and national databases. The analysis included socio-demographic variables, employment status, health insurance policies, and environmental factors influencing access to preventive services. Results Education, health knowledge, attitudes, and family support were found to enhance preventive health service utilization. Economic constraints such as unstable income and lack of social security emerged as major barriers. Furthermore, distance to health facilities, service quality, and limited availability of health professionals exacerbated access disparities, making informal workers more vulnerable to chronic diseases. Conclusion Preventive health service utilization among informal workers is influenced by a combination of individual, social, economic, policy, and environmental factors. Inclusive policies, community-based interventions, and improved health infrastructure are required to increase participation and ensure equitable access to preventive health services. Keywords: informal workers, preventive health, determinants, social security, health access