cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Studi Kliniko-Epidemiologi Pasien di Poliklinik Dermatologi Non-Infeksi RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2020 – 2021 (Selama Pandemi Covid-19) Nagara, Adianto Jaya; Gustia, Rina
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kliniko-epidemiologi pasien yang berkunjung ke Poliklinik Dermatologi Non-Infeksi RSUP Dr. M. Djamil Padang selama periode pandemi COVID-19 tahun 2020 - 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data retrospektif terhadap catatan medis pasien yang telah terdaftar dalam poliklinik tersebut selama periode penelitian. Data yang dikumpulkan mencakup informasi demografis, diagnosa dermatologis, dan pola kunjungan selama pandemi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pola kunjungan pasien dan distribusi penyakit kulit selama masa pandemi, dengan peningkatan tertentu pada kondisi dermatologis tertentu yang mungkin terkait dengan dampak langsung atau tidak langsung dari COVID-19. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang adaptasi layanan kesehatan kulit selama masa pandemi dan dapat menjadi dasar untuk penyusunan strategi pengelolaan pasien dermatologi di masa mendatang.
Studi Kasus: Pola Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa Tahun 2023 Attamimi, Has’ad Rahman; Lestari, Yunita; Setianingsih, Fitri; Hamid, Abdul
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26800

Abstract

Porsentase kasus stunting di Kabupaten sumbawa tahun 2022 berada pada angka 8,11% (menurun), namun penurunan tersebut cenderung melambat dibandingkan tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang anak dengan kasus stunting, masing-masing berusia 29 bulan dan 39 bulan. 1 subjek bersal dari wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sumbawa Unit 1 (an “R.P”) dan 1 subjek berasal dari wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Labuhan Badas Unit 1 (an “R”). Sementara instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan instrumen tambahan berupa drap wawancara, catatan observasi dan sejumlah dokumen. Untuk Analisa data, peneliti menggunakan Teknik Analisa data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola penangan terhadap kasus stunting terhadap kedua subjek penelitian. Pada subjek “R.P” tidak terdapat proses bahkan perencanaan penanganan terhadap kejadian stunting yang dialami, sedangkan pada subjek “R” telah dilakukan serangkaian upaya penanganan dimulai dari perencanaan tindakan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasi Tindakan. Namun sampai dengan proses penelitian diakhiri, kondisi kedua subjek masih dalam status stunting. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak terkait agar melakukan evaluasi mendalam terhadap pola penanganan, serta diperlukan inovasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi subjek,baik dari segi sosial, ekonomi bahkan geografis.
Hubungan Persepsi, Sikap dan Dukungan Pasangan Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Menghadapi Menopause di Klinik Bougenville Ciekek Pandeglang Tahun 2024 Nisviyani, Nisviyani; Darmi, Salfia; Ciptiasrini, Uci
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26839

Abstract

Abstrak Peristiwa siklus hidup yang paling umum terjadi pada wanita adalah menopause, yang menandai dimulainya fase baru dan berakhirnya kesuburan. Persepsi, sikap, dan dukungan antarpribadi semuanya berperan dalam kecemasan wanita terhadap menopause. Di Klinik Bougenville Ciekek Pandeglang, wanita yang mengalami menopause diteliti untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan mereka berkorelasi dengan pandangan, sikap, dan besarnya dukungan yang mereka dapatkan dari pasangannya. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan cross-sectional. Para ibu di Klinik Bougenville Ciekek Pandeglang, yang berusia antara 45 hingga 59 tahun, menjadi sampel penelitian yang dipilih secara tidak sengaja sebanyak 73 peserta. Nilai ? = 0,005 menunjukkan bahwa wanita tersebut cemas menjelang menopause. Nilai ? hubungan sikap wanita dengan tingkat kecemasan terkait menopause adalah 0,005. Pada akhirnya, nilai ? sebesar 0,007 menunjukkan korelasi antara jumlah kekhawatiran yang dirasakan seseorang tentang menopause dan kualitas dukungan yang diterima dari pasangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga variabel independen yaitu persepsi, sikap, dan dukungan pasangan, yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel dependen (tingkat kecemasan) adalah persepsi dan sikap. Hal ini disebabkan karena kedua variabel tersebut mempunyai nilai ? yang sama yaitu 0,005 dan jika dibandingkan dengan dukungan pasangan maka nilai ? persepsi dan sikap lebih besar atau sama dengan nilai ? dukungan pasangan. Kata Kunci: dukungan pasangan, menopause, persepsi, sikap. Abstract The most prevalent life cycle event for women is menopause, which marks the beginning of a new phase and the end of fertility. Perceptions, attitudes, and interpersonal support all play a role in how anxious women feel about menopause. At the Bougenville Ciekek Pandeglang Clinic, women undergoing menopause are being studied to find out how their anxiety levels are correlated with their views, attitudes, and the amount of support they get from their partners. This study used a quantitative and cross-sectional technique. Mothers at the Bougenville Ciekek Pandeglang Clinic, whose ages ranged from 45 to 59, made up the study's accidentally selected sample of 73 participants. ? value = 0.005 indicates that the women are anxious about menopause. The ? value for the link between women's attitudes and the anxiety level related to menopause is 0.005. Ultimately, a ? value of 0.007 indicates a correlation between the amount of worry one feels about menopause and the quality of support one receives from a spouse. The research results show that out of the three independent variables perception, attitude, and partner support the ones that have the most impact on the dependent variable (anxiety level) are perception and attitude. This is due to the fact that these two variables have the same ? value 0.005 and when compared to partner support, the ? value of perception and attitude is greater than or equal to the ? value of partner support. Keywords: attitude, menopause, partner support, perception.
Jumlah dan Umur Kehamilan sebagai Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil Fitrin, Hariyona; Adisasmita, Asri. C.
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26933

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) masih menjadi infeksi paling umum terjadi selama kehamilan. Penyakit ini seringkali asimptomatik dan berdampak besar pada kehamilan jika tidak diobati dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini akan mengidentifikasi faktor risiko ISK pada ibu hamil. Studi cross-sectional ini dilakukan di Puskemas Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada populasi ibu hamil yang melakukan perawatan antenatal (ANC) selama 2023. Data yang diteliti berasal dari rekam medis pasien, meliputi usia ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah dan umur kehamilan. ISK ditentukan berdasarkan keluhan genitourinaria atau sedimen leukosit >+3 pada urinalisis. Analisis data menggunakan SPSS versi 27 secara univariat dan bivariat Chi-Square. Diantara 192 sampel ibu hamil yang melakukan ANC, prevalensi ISK terjadi pada 50 ibu hamil (26%). Penelitian ini mendapatkan ISK cenderung terjadi pada multigravida dan trimester II. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan dari faktor jumlah dan umur kehamilan terhadap risiko ISK pada ibu hamil (masing-masing p = 0,07; p = 0,344).
The Effect Of Occupational Safety And Health And Organizational Commitment On Soldier Performance By Using The Approach Partial Least Square – Sem Analysis Purnamasari, Ari Tri; Paramarta, Vip; Kosasih, Kosasih; Wirawan, Chevie; M.A, Etty Sofia
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26983

Abstract

The background of this research is that the performance of Paspampres soldiers has yet to be discovered, and the factors that affect the performance of Paspampres soldiers still need to be discovered. Basedoon the background,,thissstudy attempts to examine the impacttof Occupational Safety and Health and OrganizationallCulture partially and directly on Soldier Performance and indirect influence through the intervening variable of Organizational Commitment. A descriptive verificative explanatory design wasuused in this research. In theqquantitative phase, The instrument offresearch wasuused to perform a survey on 144 Soldier which was then descriptively examine. . The data analysis technique uses SEM-PLS to test the outer model, inner model, and hypothesis test. The result show that the Paspampres Soldier Organization's Commitment and OccupationallSafety anddHealth have a positive and significant relationship..Occupational Safety and Health also positively and significantly affects Paspampres Soldiers' Performance, while Organizational Commitment has no significant affect and has a negative impact on Paspampres Soldiers' Performance. Moreover, Occupational Safety and Health and OrganizationalcCommitment both positivelyyand significantly affect Paspampres Soldiers' Performance at the same time. Research uses organizational commitment as a variable on soldier performance and does not have a significant effect in this research. Several previous research have examined the effect of organizational commitment variables onpperformance, showing significant differences in the research results that support the theory and suggest for more research.
The Correlation of Nutritional Status and Acute Respiratory Tract Infections for Children Under Five in West Halmahera Mamahit, Adi Yeremia; Legi, Julita; Karame, Verra; Pondete, Marlyn Anggelina; Tubol, Inggita Natalia
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27009

Abstract

Acute respiratory tract infections (ARIs) are still a public health problem at present. This disease is very dangerous because it can be a precursor to pneumonia and stunting in children. The aim of this research is to determine the relationship between nutritional status and the incidence of ARIs in Akelamo Village, East Sahu District, West Halmahera Regency, North Maluku Province, Indonesia. Crosssectional methods were used in this research. The total population was 52 children which were then calculated using proportional sampling techniques to obtain 37 children as the research sample. The research results show that the child's nutritional status and the mother's education level have a significant relationship with the occurrence of ARIs. Therefore, the role of health workers is very necessary to provide education about the use of local food to improve children's nutrition and education about preventing ARIs needs to be carried out more intensively.
Studi Kasus Stunting di Kecamatan Mampang Prapatan Berdasarkan Analisa Pemeriksaan Darah Rutin Prasasti, Fairuz Niken; Nedra, Wan; Harliansyah, Harliansyah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27013

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang belum teratasi di Indonesia dengan prevalensi yang masih melebihi 20%. Pada anak stunting, tidak hanya pertumbuhan fisiknya yang terhambat, tetapi juga terhambat perkembangan otaknya yang secara alamiah dapat memengaruhi produktivitas, kemampuan, prestasi, dan kreativitas di golden age. Banyak faktor yang dapat menyebabkan stunting, salah satunya adalah infeksi yang berhubungan langsung dengan kadar leukosit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan case control yang dilakukan dengan melihat rekam medis anak yang didiagnosis stunting dan melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan pada bulan Januari-Oktober 2023. Hubungan dan gambaran antara variabel diuji dengan Chi-Square. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian stunting dan leukosit usia 0-60 bulandengan p-value = 0,619 atau p > 0,05.
Studi Kasus Stunting di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Berdasarkan Analisa Pemeriksaan Darah Rutin Chairunnisa, Hana Anindya; Nedra, Wan; Harliansyah, Harliansyah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27015

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang utama, khususnya di negara berkembang. Pada tahun 2020, diperkirakan 22% atau 149,2 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6%. Penyebab stunting multifaktoral, salah satunya adalah kekurangan gizi kronik yaitu ion besi. Besi merupakan salah satu elemen penting dalam memenuhi nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Defisiensi besi juga merupakan penyebab terbanyak anak mengalami anemia. Sekitar 36,8% balita di Indonesia mengalami anemia dan sekitar 50-60% disebabkan karena kekurangan besi. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar sel darah merah (eritrosit) pada anak stunting dan mengetahui hubungan antara anemia pada anak dengan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan case control dengan mengobservasi rekam medis dan hasil pemeriksaan darah lengkap pasien stunting di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan periode Januari – Oktober 2023. Hasil univariat dan bivariat diuji dengan menggunakan Chi-square. Dari 35 responden, didapatkan 16 anak pendek (stunting) dan 19 anak sangat pendek (severely stunted) dan 22 responden dengan anemia. Analisis bivariat hubungan stunting dengan angka kejadian anemia pada anak didapatkan hasil p-value 1,00 (p>0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara stunting dengan angka kejadian anemia pada anak balita di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tekanan Darah Mahasiswa FKIK Ukrida Angkatan 2023 Antoni, Marcel; Rumiati, Flora; Rickie, Rickie; Heriyanto, Heriyanto; Satriabudi, Mirza Indrajanti; William, William; Sumadikarya, Indriani Kurniadi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27021

Abstract

Obesitas merupakan kondisi ketidakseimbangan antara masukan dan penggunaan energi, dimana kelebihan energi diakumulasikan dalam / berupa jaringan lemak. Meskipun, obesitas dapat dipicu oleh faktor-faktor lain dalam tubuh, namun obesitas juga menjadi faktor risiko utama penyakit-penyakit metabolik dan kardiovaskular; yang jumlah penderitanya  terus bertambah di seluruh dunia. Kondisi obesitas dapat dinilai dengan menggunakan beberapa metode pengukuran antropometrik, diantaranya indeks massa tubuh (IMT). Hipertensi merupakan penyakit yang dapat dipicu oleh kondisi obesitas. Beberapa publikasi telah berusaha mengungkap hubungan antara obesitas dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengkaji kembali hubungan antara kondisi gizi lebih terhadap tekanan darah dengan fokus utama pada kelompok populasi remaja akhir-dewasa awal. Desain penelitian ini deskriptif observasional, dimana subjek mahasiswa program studi kedokteran FKIK Ukrida Angkatan 2023 berjumlah 63 subjek. Penelitian dikerjakan dengan mengukur tekanan darah, berat badan dan tinggi badan untuk menentukan nilai IMT. Berdasarkan hasil uji Fisher didapatkan p-value = 0,092 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara nilai IMT terhadap tekanan darah. Hal ini mungkin disebabkan karakteristik usia subjek penelitian yang bersifat homogen, yaitu pada kisaran usia, dimana obesitas “belum cukup” memperlihatkan manifestasi klinis yang bermakna. Namun demikian, ditemukan 4,8% subjek yang mengidap hipertensi memang merupakan penderita obesitas 2.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pola Asuh Holistik Orang Tua Pada Balita Stunting Di Desa Ngalang Gunung Kidul Kholisah, Alfina Nur; Sunarsih, Tri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27102

Abstract

Masalah gizi kronis yang terjadi pada balita yaitu stunting, dimana masa yang paling rentan kejadian stunting sepanjang hidup yaitu 1000 hari pertama setelah pembuahan. Adanya faktor penyebab stunting adalah  pengetahuan yang kurang pada orang tua mengenai pola pengasuhan dan kebutuhan gizi pada anak. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pola asuh orang tua holistik pada balita stunting di Ngalang Gunung Kidul. Metode pada penelitian ini adalah pra-eksperimental berupa One-Group Pretest-Posttest dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyai balita stunting di Desa Ngalang Gunung Kidul dan sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan jumlah 46 orang ibu yang memiliki balita stunting. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data bivariat Paired Sample t- Test. Hasil Statistik uji t memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pola asuh holistik orang tua pada balita stunting di Desa Ngalang Gunung Kidul. Kesimpulan terdapat pengaruh setelah diberikan pendidikan kesehatan terkait dengan  pola asuh orang tua secara holistik terhadap balita stunting.

Page 66 of 242 | Total Record : 2415