cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Faktor Risiko Yang Berhubungan dengan Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Haji Pemanggilan Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023 Rosmawati, Dwi; Windari, Fitri; Anggraini, Heni; Ningsih, Tri Riwayati
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26190

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak menyerang bayi dan anak balita. Berdasarkan data Profil Kesehatan Propinsi Lampung 2022, 3 kabupaten penyumbang terbanyak kejadian kasus pneumonia pada balita menunjukan Lampung Tengah sebanyak 2.872 kasus, Bandar Lampung 2.468 kasus dan Lampung Timur 2.388 kasus. Tujuan penelitian ini diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Haji Pemanggilan kabupaten Lampung Tengah tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik pendekatan case control. Penelitian ini telah dilakukan pada Oktober tahun 2023, sample seluruh balita yang mengalami pneumonia dan balita yang tidak mengalami pneumonia dihitung dengan rumus uji hipotesis beda Odds Ratio, dengan perbandingan 1:1. Jumlah kasus 61 dan kontrol 61 sehingga jumlah responden 122. Analisis data secara univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil analisis bivariat yaitu ada hubungan pengetahuan ibu (p value < 0,001 OR: 4,128), perilaku merokok (p value 0,001 OR: 4,074), status gizi (p value 0,001 OR: 7,470), status ekonomi (p value 0,004 OR: 3,160), ventilasi (p value < 0,001 OR: 6,375), status imunisasi (p value < 0,001 OR: 4,834) dengan pneumonia pada balita. Faktor paling dominan yang berhubungan dengan pneumonia pada balita adalah status gizip-value = 0,001 OR 11.0. faktor risiko yang mempengaruhi pneumnia adalah pengetahuan ibu, perilaku merokok, status gizi, status ekonomi, ventilasi dan status imunisasi.Disarankan petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan pemahaman bagi masyarakat khususnya ibu balita melalui penyuluhan tentang tanda gejala, penularan dan pencegahan agar balita tidak terkena pneumonia. Kata kunci : pneumonia, balita, status gizi, status imunisasi, ventilasi
Pengaruh Air Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Systematic Literature Review Rochmah, Febby Anggraeni; Purnama, Ahmad; Puspanditaning, Amanda
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26203

Abstract

Hipertensi merupakan pemicu utama kematian global yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Data World Health Organization (WHO) dan The International Society of Hipertensi (ISH) menunjukkan di seluruh dunia ada sebanyak 600 juta yang menderita hipertensi saat ini. Angka ini terus mengalami peningkatan tiap tahun. Di Kabupaten Sumedang penderita hipertensi mencapai 230.490 jiwa dan Kecamatan Cimalaka dengan kejadian hipertensi terbanyak yaitu sebanyak 12.404 yang memiliki potensi angka peningkatan kejadian hipertensi pada tahun 2025. Terdapat 2 cara penanganan hipertensi yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu contoh nonfarmakologis yaitu pemberian air rebusan daun salam. Tujuan literature review ini ialah untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian dengan menggunakan Google Scholar, Scopus, PubMed, dan Cochrance dengan rentang tahun 2013-2023. Systematic literature review ini menggunakan 21 artikel sesuai dengan inklusi dan eksklusi.
Leukositosis Pada Pasien Dengan St-Elevation Myocardial Infarction, Apakah Perlu Diberikan Antibiotik ? – Laporan Kasus Kamalo, Angelica Joanna Charity; Mahbubi, Mustika
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26204

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) dapat menyebabkan aktivasi fase akut, yang mengawali rekrutmen leukosit ke lokasi miokardium yang mengalami infark. Peningkatan jumlah leukosit jauh lebih besar bila terdapat cedera signifikan terkait inflamasi iskemik.Kami mempresentasikan kasus ST-elevation Myocardial Infarction (STEMI) pada seorang pasien laki-laki berusia 72 tahun, dirawat di unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas >12 jam dengan syok kardiogenik. Pemeriksaan elektrokardiogram menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan II, III dan aVF dengan blok AV total. Dari hasil laboratorium, terjadi peningkatan leukosit (26.000/uL) dan neutrofil (72,59 %), serta penurunan limfosit (19,80 %). Terapi optimal untuk STEMI inferior telah diberikan. Pasien ini tidak diberikan antibiotik. Pasien membaik dalam evaluasi. Acute myocardial infact (AMI) berhubungan dengan peradangan sistemik, tercermin pada peningkatan monosit darah tepi dan neutrofil. Peradangan dapat menyebabkan pecahnya plak aterosklerotik dan trombosis. Peningkatan jumlah leukosit mengikuti timbulnya gejala penyakit iskemi.. Limfosit juga mempunyai peran penting dalam memodulasi respon inflamasi pada tahapan proses aterosklerotik. Dalam keadaan akut, limfopenia merupakan temuan umum selama respon stres. Limfopenia telah dikaitkan dengan komplikasi mekanis dan kematian setelah infark miokard. Leukositosis pada SKA tidak memerlukan antibiotik untuk terapi khusus. Dalam hal ini, leukositosis akan kembali normal setelah terapi AMI optimal. Peningkatan leukosit merupakan prediktor independen kematian penyakit jantung koroner, yang mungkin mengindikasikan peran peradangan dalam patogenesis penyakit jantung koroner.
Peran Kortikosteroid Dalam Penanganan Pneumonia Pada Anak – Laporan Kasus Rahmadani, Anggi Wulan; Hartono, Hartono
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26205

Abstract

Community-acquired pneumonia (CAP) adalah infeksi serius yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Patofisiologi CAP melibatkan respon inflamasi kompleks yang juga dapat dikontrol dengan terapi kortikosteroid tambahan. Seorang pasien anak berusia 7 tahun dengan keluhan demam dan batuk selama 1 minggu didiagnosis pneumonia berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium, yang kemudian ditatalaksana dengan antibiotik dan kortikosteroid. Salah satu mekanisme yang diusulkan mengenai peran kortikosteroid yang menguntungkan adalah pengurangan pelepasan sitokin, sehingga mengurangi peradangan lokal di lokasi terjadinya infeksi. Pemberian kortikosteroid sebagai terapi tambahan pada pneumonia pada anak dibenarkan dan telah dilakukan pada pasien dalam kasus dalam jenis deksametason. Melalui mekanisme anti-inflamatorik, kortikosteroid dapat mempercepat penyembuhan dan mengatur keseimbangan proses inflamasi dalam tubuh.
Unraveling The Shields And Swords: The Duel Of Innate And Adaptive Immunity Against Filarial Invaders Brahmana, Ririn Efranisa Sembiring; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26206

Abstract

The immune system, comprising innate and adaptive components, is crucial for defending the human body against various infectious agents, including filarial parasites. Filariasis, caused by thread-like nematodes, poses a significant health risk in tropical and subtropical regions, affecting over 120 million people worldwide. Understanding the immune response to filarial infection is essential for developing effective treatments and preventive strategies. A comprehensive literature review was conducted, focusing on the human immune response to filarial infections, particularly the roles of the adaptive and innate immune systems. Systematic searches of databases such as PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar were carried out, with search terms including "lymphatic filariasis," "immune response to filariasis," and others. The immune response to filarial infection involves complex interactions between the innate and adaptive immune systems. The skin and mucous membranes act as the first line of defense, while specific immune cells and cytokines play crucial roles in the inflammatory response and parasite elimination. The adaptive immune response, particularly the Th2 response, is critical for clearing microfilariae from the bloodstream. However, the immune system's ability to effectively deal with filarial infections varies due to factors such as genetic susceptibilities, infection severity, and environmental exposures.
Laporan Kegiatan Diagnosis Komunitas Dalam Upaya Menurunkan Jumlah Kasus Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Teluknaga Putri, Adinda Zhafira Dyanti; Sirait, Anggi Cahaya Millenia S; Sadewa, Mahardika Maghfirani; Latiza, Shania; Tirtasari, Silviana
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26207

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan menurut usia yang rendah akibat kekurangan nutrisi kronik. Di Indonesia, prevalensi stunting pada tahun 2022 mencapai 21,6%, jauh dari target 14% pada tahun 2024, menjadikan penanganan stunting prioritas utama. Pada Agustus 2023, Puskesmas Teluknaga mencatat 119 kasus stunting, dengan kasus tertinggi di Desa Kampung Melayu Barat. Mini survei menunjukkan pengetahuan mengenai stunting masih kurang. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga. Pendekatan diagnosis komunitas menggunakan Paradigma Blum dilakukan. Prioritas masalah ditentukan dengan teknik non-skoring Delphi dan akar penyebab masalah diidentifikasi melalui fishbone diagram. Data intervensi diperoleh dari pre- dan post-test, serta pengukuran antropometri. Pemantauan dilakukan dengan siklus plan-do-check-action (PDCA). Analisis menggunakan fishbone diagram menunjukkan masalah utama berupa gaya hidup. Hasil penyuluhan menunjukkan 10 kader (100%) mendapatkan nilai post-test > 85 dan 24 masyarakat (89%) mendapatkan nilai post-test > 80, dengan peningkatan nilai > 10 poin dari nilai pre-test pada kedua kelompok. Intervensi menunjukkan 9 anak (90%) mengalami peningkatan berat dan tinggi badan. Berdasarkan intervensi yang dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan pada kader dan masyarakat mengenai stunting di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga.
Psychogenic Non-Epileptic Seizure (Pnes) – Laporan Kasus Ursula, Ferrel Briliyant; Putri, Adinda Zhafira Dyanti; Utami, Hening Tri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26208

Abstract

Psychogenic Non-Epileptic Seizure (PNES) adalah kejadian paroksismal dan tiba-tiba yang menyerupai kejang epileptic namun tidak disebabkan oleh suatu gangguan organic, yang dibutkikan oleh rekaman elektroensefalogragi (EEG) yang menunjukkan bahwa aktivitas otak normal selama kejadian yang menyerupai kejang. Sebaliknya, gangguan ini merupakan manifestasi dari tekanan psikologis dan emosi yang belum terselesaikan. PNES dapat terjadi pada semua usia namun paling sering terjadi antara usia 15 - 35 tahun, dan lebih sering terjadi pada wanita. Gangguan ini sering salah didiagnosis sebagai epilepsi, sehingga menempatkan pasien pada risiko komplikasi iatrogenik. Kami telah melaporkan sebuah kasus PNES pada wanita usia 22 tahun yang mengalami kejang pada bagian kanan tubuh secara tidak sinkronik, yang awalnya ditatalaksana sebagai kejang epileptik namun tidak didapatkan gelombang epileptogenikk pada EEG sehingga didiagnosis PNES. Untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien, PNES harus dengan cepat dievaluasi dan ditangani secara psikiatrik. PNES juga berhubungan dengan berbagai kondisi komorbiditas psikiatri sehingga kondisi-kondisi ini juga harus ditatalaksana secara adekuat
High Risk Human Papillomavirus & Risk Factors for Cervical Cancer Agustini, Riani; Yasmon, Andi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26220

Abstract

Cervical cancer is caused by the non-enveloped, Papillomavirus, or HPV, is an example of a double-stranded DNA virus.. According to the 2020 Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) survey, a global study of female populations, cervical cancer is associated with a relatively high fatality rate. Cervical cancer is the second most prevalent form of the disease among women in Indonesia. Over 73% of instances of cervical cancer are known to be caused by high-risk HPV strains 16 and 18. The proteins E6 and E7 significantly prevent the tumor suppressors p53 and pRb from acting, which would otherwise cause cells to proliferate and become uncontrollably large. It is necessary to identify the risk factors that lead to cervical cancer in order to take the necessary preventive action.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Flipbook Digital Terhadap Tingkat Pengetahuan Menstrual Hygiene Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Kotakaler Fitriani, Novi; Lindayani, Emi; Faozi, Akhmad
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26262

Abstract

Latar belakang: Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Terjadinya menstruasi dan kurangnya pengetahuan menstrual hygiene dapat menimbulkan permasalahan kesehatan reproduksi. Untuk mencegah permasalahan tersebut, maka remaja putri perlu pengetahuan yang baik mengenai menstrual hygiene. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan flipbook digital terhadap tingkat pengetahuan menstrual hygiene remaja putri di SDN wilayah kerja Puskesmas Kotakaler. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one-group pretest dan posttest design yang dilaksanakan di lima SDN wilayah kerja Puskemas Kotakaler. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah70 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil: hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai sig 0,000 (< 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang menstrual hygiene pada remaja putri di SDN wilayah kerja puskesmas kotakaler.
Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Di Rumah Sakit Umum Tere Margareth Medan Tahun 2023 Siagian, Lenny Tiarmaida; Efendy, Ismail; Tarigan, Rida Evalina
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26278

Abstract

Rumah sakit memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Terciptanya kualitas pelayanan mutu tentunya akan menciptakan kepuasan terhadap pengguna layanan. Pelayanan dibentuk berdasarkan 5 prinsip Service Quality (Serqual) yaitu Reability,Assurance, Tangible, Emphaty dan Responsives. Dari beberapa hasil studi menyatakan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap beberapa pelayanan di Rumah sakit Indonesia masih cukup rendah. Pada saat melakukan survey awal di Rumah sakit Margareth Medan pada 10 responden didapati hanya 8 yang mengaku puas dengan pelayanan yang menggunakan system jaminan dan 2 diantaranya merasa tidak puas akan hal tersebut,Jenis penelitian ini merupakan survei kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan Rumah Sakit Tere Margareth Medan pada tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat ke Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Tere Margareth Medan. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan menggunakan rumus slovin dimana sampel berjumlah 83 orang.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada Ada pengaruh kepuasan pasien terhadap variabel yang diteliti dengan melakukan uji Chi-Square, yaitu : Reabillity P value = 0,001, Assurance P value= 0,012, Tangibles P value = 0,001, Empaty P value = 0,003, Responsives P value = 0,001. (< 0,05). Variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien berdasarkan hasil uji regresi logistik adalah variabel Empaty dengan hasil akhir p Value Sig 0,000 dan Exp(B) atau Odd Ratio tertinggi yaitu 23.658. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh reability, assurance, tangible, empaty dan responsives dengan kepuasan pasien di rumah sakit Tere Margareth Medan tahun 2024. Saran rumah sakit perlu meningkatkan ketepatan waktu, keramahan kesopanan, kebersihan fasilitas umum, rasa peduli yang sama rata serta memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pasien.

Page 64 of 242 | Total Record : 2415