cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 205 Documents
SUMBER STRES KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Laili Rahayuwati; Lela Hasanah; Kurniawan Yudianto
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i3.143

Abstract

Tujuan penelitian. Mengetahui stresor kerja perawat berdasarkan karakteristik perawat yang bekerja di Rumah Sakit. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah 239 perawat yang diambil dengan menggunakan teknik total populasi. Instrumen yang digunakan adalah NIOSH Generic Job Stress Questionnaire, selanjutnya analisis univariat digunakan untuk melihat gambaran stresor kerja perawat berdasarkan karakteristik perawat. Hasil. Berdasarkan analisis data terdapat 5 stresor kerja: harga diri, konflik peran, ketidakjelasan peran, konflik dalam kelompok, konflik antar kelompok. Simpulan. Data sumber stress dapat digunakan untuk mengadakan sistem jenjang karir, memberikan pengakuan dan penghargaan atas prestasi yang dicapai perawat, memberikan kesempatan untuk berkembang kepada perawat, menyelenggarakan sistem rotasi yang terjadwal dan berkesinambungan.
PENGARUH KETRAMPILAN TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MENGHADAPI UJIAN SKILL LABORATORIUM: STUDI MIXED METHOD yulifah salistia budi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v2i3.42

Abstract

Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketrampilan mahasiswa terhadap kecemasan dan tingkat kecemasan mahasiswa prodi D III Keperawatan STIKES Banyuwangi dalam menghadapi ujian skill lab. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan model sekuensial eksplanatori, yang melibatkan mahasiswa, dosen dan laboran yang dilakukan pada 16-20 Januari 2017. Data yang didapat dianalisis dengan uji statistik Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan analisis kualitatif secara manual dengan pengkategorian makna final kemudian disimpulkan dari kedua analisis tersebut. Hasil: Hasil penelitian secara kuantitatif  bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan, dengan uji statistik Kruskal Wallis didapatkan pengaruh yang tidak signifikan pada ketrampilan mahasiswa terhadap kecemasan mahasiswa prodi D III Keperawatan dalam menghadapi ujian skill lab. Hasil uji kualitatif di dapatkan empat tema yaitu ketersediaan alat, efektifitas dalam praktek, kecukupan sumber dan metode untuk menurunkan kecemasan. Diskusi: tingkat kecemasan mahasiswa pada penelitian berada pada level ringan karena penggunaan strategi koping dari mahasiswa sudah baik. Simpulan: kecemasan mahasiswa berada pada tingkat ringan, terdapat pengaruh faktor ketrampilan mahasiswa terhadap kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian skill lab. Kata kunci : cemas, mahasiswa keperawatan, ujian skill lab
Kepatuhan Regimen Terapi Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Kurnia, Dikha Ayu; Sabichiyyah, Nurul Aini
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i1.214

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan regimen terapi masih rendah walaupun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) telah dijalankan, sehingga menyebabkan kejadian hipertensi di Wilayah Puskesmas masih tinggi. Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran kepatuhan regimen terapi pada pasien hipertensi di wilayah Puskesmas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan responden sebanyak 107 responden dari tanggal 16-31 Mei 2019 dengan teknik quota sampling, dengan kriteria berusia ≥18 tahun sampai 65 tahun, terdiagnosis hipertensi berdasarkan rekam medis dan bersedia menjadi responden. Kepatuhan dinilai dengan menggunakan instrumen Hill-Bone HBP Compliance to High Blood Pressure Therapy Scale. Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat.  Hasil: Sebesar 61,7% (n=66) tidak patuh terhadap regimen terapi hipertensi. Sebesar 66,4% patuh terhadap diet rendah garam, 60,7% tidak patuh pemeriksaan rutin ke pelayanan kesehatan, dan 58,9% tidak patuh terhadap konsumsi obat. Ada hubungan antara keanggotaan prolanis dengan kepatuhan regimen terapeutik (p=0,001). Dari ketiga domain kepatuhan, domain pengurangan konsumsi garam dipatuhi oleh sebagian besar responden.. Diskusi: Keanggotaan prolanis dapat menjadi faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan.  Alasan pasien hipertensi tidak patuh regimen terapi karena sudah merasa sehat, mengkonsumsi obat tradisional, merasa tidak nyaman karena pengobatan yang kompleks, merasa lupa dan sibuk. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden tidak patuh terhadap regimen terapi, sehingga perlu meningkatkan strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan regimen terapi.Kata kunci: garam, hipertensi, kepatuhan, terapiTherapy Regimen Compliance in Hypertensive Patients in the Working Area of Public Health CenterABSTRACTTherapy regimen compliance is still low although the Chronic Disease Management Program has been implemented. As a result, the incidence of hypertension in the working area of Public Health Centre is still high. Objective: To present an overview of compliance with the therapy regimen in hypertensive patients in the working area of Public Health Centre. Methods: This research employed a cross-sectional design, conducted from 16-31 May 2019. It   involved 107 respondents   taken using quota sampling technique, with criteria of those aged 18 years to 65 years, diagnosed with hypertension based on medical records and willing to become respondents. The compliance was assessed using the Hill-Bone HBP Compliance to High Blood Pressure Therapy Scale instrument. Data were analyzed by using univariate analysis and bivariate analysis. Results: 61.7% (n=66) did not comply with the hypertension therapy regimen. 66.4% complied with a low-salt diet, 60.7% did not comply with routine examinations to health services, and 58.9% did not comply with drug consumption. There was a correlation between the membership of the Chronic Disease Management Program and compliance with the therapy regimen (p=0.001). Of the three compliance domains, most of the respondents complied with the domain of reducing salt consumption. Discussion: The membership of the Chronic Disease Management Program can be a factor that can increase compliance. The reasons for hypertensive patients not complying with the therapy regimen are that they feel healthy, consume traditional medicines, feel uncomfortable because of complex treatment, feel forgetful and busy. Conclusion: This research indicates that most of the respondents do not comply with the therapeutic regimen. Therefore, it is necessary to develop a more effective strategy in improving compliance with the therapy regimen.Keywords: salt, hypertension, compliance, therapy
PERAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU JUMANTIK-PSN DAN KEBERADAAN JENTIK DI PANARUNG, KOTA PALANGKA RAYA Natalansyah, Natalansyah Natalansyah
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.76

Abstract

ABSTRAKTujuan: Demam Berdarah Dengue(DBD) merupakan salah satu penyakit menular dan yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama  di Indonesia. Insidens Rate DBD di Kota Palangka Raya  selama tiga tahun terus  meningkat menjadi  62,76%  dan  Case Fatality Rate  1,23% ditahun 2016, hal ini dikarenakan peran serta masyarakat dalam kegiatan PSN belum dilaksanakan dengan optimal.  Salah satu langkah strategis dalam mengoptimal peran serta masyarakat dalam pengendalian DBD adalah  pemberdayaan anak didik   dengan    media  Booklet  untuk meningkatkan perilaku   Jumantik-PSN anak sekolah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui Efektivitas penggunan  booklet dalam meningkat kan pengetahuan, sikap, perilaku jumantik-PSN anak sekolah dan keberadaan jentik di SDN 1 dan 2 Panarung Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental Two group pre-posttest design. Sampel berjumlah 60 orang siswa SD kelas lima, masing-masing 30 kelompok eksperimen dan kontrol, instrumen yang digunakan kuesioner, lembar cheklist, booklet. Hasil: Uji t-test terdapat perbedaan skor pengetahuan, sikap antara kelompok kontrol dengan  kelompok intervensi (P=0,002 dan P=0,031), analisis uji mann whitney terdapat perbedaan skor Perilaku (p=0,014) dan uji chi square menunjukkan perbedaan proporsi keberadaan jentik antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (P=0,004). Diskusi:  Siswa Pemantau Jentik (sismantik) adalah pemberdayaan siswa sekolah dasar untuk menjadi juru pemantau jentik. Pemberian konseling dengan booklet  secara signifikan  membantu meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku Juru Pemantau Jentik–Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) anak sekolah. Kesimpulan: Booklet  dapat menjadi salah satu alternatif  media edukasi untuk menyampaikan  informasi  yang berkaitan Jumantik-PSN anak sekolah sehingga dapat membantu meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku  dan menurunkan keberadaan jentik.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Jumantik, Booklet ABSTRACTObjective: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is one of the most contagious diseases and is a major public health problem in Indonesia. Incidence Rate of DHF in Palangka Raya city fot three years continues to increase  become 62,7% and case fatality rate 1,23% in 2016, this is because of community participation as Juru Pemantau Jentik–Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) has not been implementes optimally. One of the strategic steps in optimizing the community participation in the control of DHF is empowerment of students with Booklet to improve the behavior of Jumantik-PSN school children. This study aim to determine the effectiveness of the use of booklets in increasing the knowledge, attitude, behavior of jumantik-PSN in school children and the presence of larvae in SDN 1 and 2 Panarung Palangka Raya City. Method: This research uses two group pre-posttest design experimental design. The sample was 60 students of fifth grade elementary school, each of 30 experimental and control groups, the instrument used by the questionnaire, the checklist, the booklet. Result: There were differences score of knowledge and attitude between control group and intervention group (P = 0,002 and P = 0,031), mann whitney test analysis there were difference of behavior score (p = 0,014) and chi square test showed different proportion of larva between the intervention group and the control group (P = 0.004). Discussion: Sismantik is the empowerment of elementary school students. Counseling with booklets significantly helped to increase the knowledge, attitude and behavior of Jumantik-PSN of school children. Conclusion:  Booklet can be one of education media alternative to convey information relating Jumantik-PSN school children so that can help improve knowledge, attitude, behavior and decrease the existence of larva.Keywords: knowledge, attitude, behavior, jumantik, booklet
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT JALAN RS X Meylona Verawaty Zendrato; Rr.Tutik Sri Hariyati; Akhmad Yani Suryana
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v2i2.56

Abstract

Abstrak Kualitas asuhan keperawatan menjadi elemen kunci mutu pelayanan di rumah sakit. Fenomena di rawat jalan sangat minimal dalam pemberian asuhan keperawatan. Tujaun : mengoptimalkan pengelolaan asuhan keperawatan di rawat jalan. Metode: menggunakan pilot studi, identifikasi masalah dengan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan pengisian kuesioner kepada 28 perawat. Analisa masalah dengan fish bone, pemecahan masalah menggunakan metode plan, do, check, action. Hasil: terjadi peningkatan pengetahuan perawat terhadap proses asuhan keperawatan sebelum (17,80%), sesudah implementasi (82.3%), dan didapati 4 faktor yang mempengaruhi pemberian asuhan di rawat jalan yaitu sumber daya manusia, sistem kerja yang jelas antar bagian, dokumentasi manual diluar keperawatan, dan fasilitas dan sarana kurang memadai. Diskusi: pengelolaan asuhan keperawatan membutuhkan dukungan manajemen. Kesimpulan: sebaiknya manajer melakukan perencanaan untuk peningkatan kualiatas asuhan keperawatan melalui pengarahan pelayanan kepada visi rumah sakit, peningkatan pendidikan, peningkatan motivasi, dan berkoordinasi dalam pengadaan fasilitas dan sistem layanan guna optimalisasi pengelolaan asuhan keperawatan. 
PERAWATAN MANDIRI HIPERTENSI DAN PEMANFAATAN LAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL PENDERITA HIPERTENSI DI DENPASAR Sutini, Ni Kadek; Suyasa, I Gede Putu Darma
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i2.289

Abstract

ABSTRAKHipertensi semakin sering terjadi pada masyarakat di Indonesia dan dianggap sebagai salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Meskipun upaya pengelolaan hipertensi dengan pendekatan farmakologi dan nonfarmakologi termasuk pendekatan pelayanan kesehatan tradisional telah dilakukan, namun prevalensi hipertensi dan kematian akibat hipertensi masih tetap tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perawatan mandiri hipertensi dan pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional pada pasien hipertensi di Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah 100 pasien yang direkrut melalui consecutive sampling di 4 Puskesmas di Denpasar. Kuesioner yang divalidasi tentang manajemen diri dari diet, aktivitas fisik, manajemen stres, konsumsi alkohol, merokok, kepatuhan pengobatan dan penggunaan layanan kesehatan tradisional, digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalis secara univariate mengunakan SPSS versi 20.0. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 55 tahun (berkisar 17-80 tahun), dan 50,4% adalah perempuan. Dalam perawatan mandiri hipertensi, sebagian besar responden menunjukkan perawatan mandiri yang memadai di 5 domain (72% untuk perawatan mandiri diet, 74% untuk perawatan mandiri stres, 97% membatasi konsumsi alkohol, 95% menghindari merokok dan 89% patuh dengan konsumsi obat). Namun, 63% responden menunjukkan perawatan mandiri yang buruk pada aktivitas fisik. Selain itu, hanya 25% responden yang menggunakan pelayanan kesehatan tradisional untuk mengelola hipertensinya. Kesimpulan: Meskipun perawatan mandiri hipertensi sudah baik, penanganan pada aktivitas fisik dan penggunaan pelayanan kesehatan tradisional perlu tingkatkan. Praktisi kesehatan disarankan untuk mempromosikan aktivitas fisik dan penggunaan layanan kesehatan tradisional untuk mengelola hipertensi.Kata kunci: Hipertensi, Layanan Kesehatan Tradisional, Perawatan MandiriHypertension Self-Care and Utilization of Traditional Health Services for Hypertensive Patients in DenpasarABSTRACTHypertension is increasingly common in Indonesia and is considered one of the leading causes of morbidity and mortality. Although efforts to manage hypertension with pharmacological and non-pharmacological approaches, including traditional health care approaches, have been conducted, the prevalence of hypertension and death due to hypertension is still high. Objective: This research aimed to identify hypertension self-care and utilization of traditional health services in hypertensive patients in Denpasar. Methods: This research was a descriptive study with a cross-sectional approach. Respondents were 100 patients who were recruited using consecutive sampling at 4 health centers in Denpasar. A validated questionnaire on self-management on diet, physical activity, stress management, alcohol consumption, smoking, medication adherence, and utilization of traditional health services were used to collect data. Data were analysed for univariate statistics using SPSS version 20.0. Results: The results showed that the average age of the respondents was 55 years (range 17-80 years), and 50.4% were women. In hypertension self-care, most respondents indicated adequate self-care in 5 domains (72% for diet self-care, 74% for stress self-care, 97% limiting alcohol consumption, 95% avoiding smoking, and 89% adhering to drug consumption). However, 63% of respondents indicated poor self-care in physical activity. In addition, only 25% of respondents used traditional health services to manage their hypertension. Conclusion: Although hypertension self-care is considered adequate, the management of physical activity and the utilization of traditional health services should be improved. It is suggested that health practitioners should promote physical activity and the utilization of traditional health services to manage hypertension.Keywords: Hypertension, Traditional Health Services, Self-Care
RELATIONSHIP BETWEEN PAIN INTENSITY WITH SLEEP QUALITY OF PATIENT POST CAESAREAN SECTION IN RS TK. II DUSTIRA CIMAHI YEAR 2017 Noviyanti, Hevy Amelia; Kusmiran, Eny; Sutrisna, Marlin
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i2.63

Abstract

ABSTRACT Background. Cesarean section is an artificial birth, in which the fetus is born through an incision in the abdominal wall and uterine wall and the weight of the fetus is above 500 grams. Impacts that occur after caesarean section are pain and sleep disorders. Aim. To know the relation of pain intensity with sleep quality of mothers post cesarean section. Research methods. Using cross sectional approach. The sample of the study were 42 post-cesarean mothers taken by accidental sampling technique. The data was collected at RS TK. II Dustira Cimahi using Maternal Pain Questionnaire (MPQ) questionnaire for pain intensity measurement and The Sleep Sleep Quality Index (PSQI) for sleep quality measurement, in May 2017. Data analysis using Chi-Square test . Results. The highest intensity of pain occurred in the client after cesarean section with severe pain intensity with 22 respondents (52,4%) and uncomfortable there were 20 respondents (47,6%) and more than most client experience poor sleep quality that is 28 respondents ( 66.7%) but there are still clients who experienced good sleep quality 14 respondents (33.3%). The statistical test results obtained p significance number p = 0,000 thus p <α (0.000 <0.05), then H0 is rejected. Conclusion. There was a significant relationship between the intensity of pain and sleep quality in post-caesarean section patients. Keywords: Cesarean Section, Pain, Sleep Quality  
PERAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU JUMANTIK-PSN DAN KEBERADAAN JENTIK DI PANARUNG, KOTA PALANGKA RAYA Natalansyah, Natalansyah Natalansyah
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.149

Abstract

Objective: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is one of the most contagious diseases and is a major public health problem in Indonesia. Incidence Rate of DHF in Palangka Raya city fot three years continues to increase  become 62,7% and case fatality rate 1,23% in 2016, this is because of community participation as Juru Pemantau Jentik–Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) has not been implementes optimally. One of the strategic steps in optimizing the community participation in the control of DHF is empowerment of students with Booklet to improve the behavior of Jumantik-PSN school children. This study aim to determine the effectiveness of the use of booklets in increasing the knowledge, attitude, behavior of jumantik-PSN in school children and the presence of larvae in SDN 1 and 2 Panarung Palangka Raya City. Method: This research uses two group pre-posttest design experimental design. The sample was 60 students of fifth grade elementary school, each of 30 experimental and control groups, the instrument used by the questionnaire, the checklist, the booklet. Result: There were differences score of knowledge and attitude between control group and intervention group (P = 0,002 and P = 0,031), mann whitney test analysis there were difference of behavior score (p = 0,014) and chi square test showed different proportion of larva between the intervention group and the control group (P = 0.004). Discussion: Sismantik is the empowerment of elementary school students. Counseling with booklets significantly helped to increase the knowledge, attitude and behavior of Jumantik-PSN of school children. Conclusion:  Booklet can be one of education media alternative to convey information relating Jumantik-PSN school children so that can help improve knowledge, attitude, behavior and decrease the existence of larva.
PENGARUH PEMBERIAN PAKET “KIAT SEHAT” TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE jelita siska herlina hinonaung
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.43

Abstract

Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian paket “kiat sehat” terhadap kecemasan pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental one-group pra-post test design. Pemilihan sampel secara consecutive sampling. Jumlah sampel adalah 51 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kecemasan. Uji wilxocon signed rank test digunakan untuk melihat perbedaan skor kecemasan ibu hamil sebelum dan setelah empat belas hari diberikan paket “kiat sehat”. Hasil: Median skor kecemasan responden sebelum diberikan paket “kiat sehat” adalah 71±10,6 dan setelah diberikan paket “kiat sehat” 61±10. Diskusi: Pemberian paket “kiat sehat” menurunkan kecemasan. Kesimpulan: Pemberian paket “kiat sehat” berpengaruh bermakna menurunkan kecemasan pada ibu hamil.
HEALTH PROMOTION ‘AUDIO VISUAL VS LEAFLET’: INVESTIGASI PENGETAHUAN DAN PERILAKU CUCI TANGAN KELUARGA PASIEN Wahono, Kaiden Budi; Jainurakhma, Janes; Nurbadriyah, Wiwit Dwi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i1.194

Abstract

Penentuan jenis media promosi kesehatan merupakan bagian penting dari upaya merubah perilaku kesehatan di rumah sakit, tidak terkecuali pengetahuan dan perilaku seluruh pengunjung rumah sakit untuk cuci tangan dengan benar, termasuk keluarga pasien. Tujuan: mengetahui perbedaan efektifitas media audio-visual dengan media leaflet terhadap perilaku cuci tangan keluarga pasien di rumah sakit. Metode: Penelitian berdesain quasi experimental dengan rancangan pre-test post-test with control group. Teknik sampling dengan consecutive sampling, besar sampel 122 keluarga pasien dibagi dalam dua kelompok, dengan memperlihatkan video tentang cuci tangan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol membaca leaflet, masing-masing dengan durasi 30 menit. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan lembar observasi perilaku cuci tangan.  Analisis data menggunakan uji Mann Whitney.  Hasil: Setelah dilakukan intervensi, terdapat peningkatan skor secara bermakna pada pengetahuan dan perilaku cuci tangan dibanding sebelum dilakukan intervensi, baik pada kelompok audio visual (AV) maupun kelompok leaflet (LF). Kedua media pendidikan kesehatan, baik AV maupun LF, efektif terhadap perubahan skor pengetahuan dan perilaku cuci tangan. Diskusi: Media audio visual lebih efektif sebagai media promosi kesehatan cuci tangan, dimana media audio visual meningkatkan pengetahuan melalui suara dan gambar yang ditampilkan pada layar monitor, sedangkan media leaflet dengan pendekatan narasi yang ditampilkan dalam bentuk tulisan dan gambar pada lembaran kertas terkesan membosankan dan kurang menarik.  Kesimpulan: Rumah sakit sebaiknya melakukan kajian tentang karakteristik pasien dan keluarganya untuk memberikan promosi kesehatan dengan media pendidikan kesehatan yang tepat untuk meningkatkan kualitas perilaku cuci tangan untuk menghindari penyebaran infeksi.Kata kunci: audio-visual, health promotion, keluarga pasien, leaflet, perilaku cuci tangan.Health Promotion Through ‘Audio Visual Vs Leaflet’: Investigation of Knowledge and Hand Washing Behavior of Patient’s FamilyABSTRACTDetermining the type of health promotion media is an essential part of efforts to change health behavior in hospitals, including knowledge and behavior of all hospital visitors to wash their hands properly, including patient's family. Objective: to reveal the difference between the effectiveness of audiovisual media and leaflet media on the handwashing behavior of patient's family in the hospital. Methods: This research employed a quasi-experimental design using a pretest-posttest design with a control group. Samples were taken using a consecutive sampling technique. The sample size of 122 patients' families was divided into two groups: the treatment group watched a video about handwashing in and the control group read leaflets, each given 30 minutes. The instruments used were a knowledge questionnaire and handwashing behavior observation sheets. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. Results: After the intervention, there was a significant increase in the score on knowledge and handwashing behavior compared to before the intervention, both in the audiovisual (AV) and leaflet (LF) groups. Both health education media, both AV and LF, were effective in changing handwashing knowledge and behavior scores. Discussion: Audiovisual media is more effective as a media for promoting handwashing health because audiovisual media increases knowledge through sound and images displayed on the monitor screen, while leaflet media with a narrative approach displayed in the form of writing and pictures on sheets of paper seem boring and not interesting.   Conclusion: Hospitals should conduct studies on the characteristics of patients and their families to provide health promotion with appropriate health education media to improve handwashing behavior to avoid the spread of infection.Keywords: audiovisual, health promotion, patient's family, leaflet, handwashing behavior.

Page 11 of 21 | Total Record : 205