cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 205 Documents
Terapi Logo dan Suportif Kelompok Menurunkan Ansietas Remaja Binaan Rutan dan Lapas Efri Widianti; Mustikasari -; Agung Waluyo
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.441 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v2i3.90

Abstract

AbstrakLatar belakang: Remaja yang harus menjalani masa masa hukuman akibat tindak kriminal yang pernah dilakukannya sangat rentan mengalami ansietas. Ansietas sebagai salah satu masalah psikososial dapat diatasi dengan beberapa psikoterapi diantaranya terapi logo dan terapi suportif. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi logo dan terapi suportif terhadap ansietas remaja di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan wilayah Jawa Barat. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment pre-post test with control group dengan 78 responden yang merupakan hasil screening berdasarkan kriteria inklusi, terdiri dari 39 responden untuk kelompok intervensi dan 39 responden untuk kelompok kontrol. Terapi ini diberikan dalam 8 sesi yang terdiri dari terapi logo 4 sesi dan terapi suportif 4 sesi. Penelitian ini dilakukan selama 5 minggu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah State Trait Anxiety Scale-Trait yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai r=0,313-0,574 dan nilai reliabilitas=0,770 pada 30 orang remaja di lapas yang terdapat di Kabupaten Garut. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji independent t test, chi-square dan marginal homogenity. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi logo dan terapi suportif terhadap penurunan tingkat ansietas remaja yang ditunjukkan dengan p Value=0.000 (a=0.05). Kesimpulan: Terapi logo dan suportif kelompok dapat menurunkan ansietas pada remaja. Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat selaku pemegang kebijakan untuk memberikan perhatian terhadap permasalahan psikologis pada warga binaan dengan mengembangkan kegiatan kegiatan kelompok serta bekerja sama dengan pihak akademik dan layanan kesehatan jiwa dalam upaya untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan jiwa pada warga binaan.Kata kunci: ansietas remaja, terapi logo, terapi suportifGROUP LOGO AND SUPORTIVE THERAPIES REDUCE ANXIETY IN ADOLESCENTS AT STATE DETENSION HOUSE AND PRISONAbstractBackground: Adolescents who have to receive a sentence due to crimes they committed are very susceptible to anxiety. A psychosocial problem, anxiety can be overcome with several psychotherapies, including logo therapy and supportive therapy. Objective: This study aims to identify the effect of logo therapy and supportive therapy on anxiety in adolescents at state detention house and prison in West Java. Methods: This study used a quasi-experiment pre-posttest with control group design with 78 respondents who were screened based on the inclusion criteria, consisting of 39 respondents for the intervention group and 39 respondents for the control group. This therapy was given in 8 sessions, consisting of 4 sessions for logo therapy and 4 sessions for supportive therapy. This study was conductedfor 5 weeks. It used State Trait Anxiety Scale-Trait of which validity and reliability had been tested with r value=0.313-0.574 and reliability=0.770 in 30 adolescents at a prison in Garut Regency. The data obtained were analyzed using independent t test, chi-square test and marginal homogeneity. Results: The results showed the effect of logo therapy and supportive therapy on the reduction in the levels of anxiety in adolescents as shown by p value=0.000 (a=0.05). Conclusion: The group logo and supportive therapy can reduce anxiety in adolescents. This research recommends the Regional Office of Law and Human Rights of West Java Province as the policy maker give attention to psychological problems in prisoners by developing group activities andcollaborating with academics and mental health services to prevent and overcome mental health problems in prisoners.Keywords: anxiety in adolescents, logo therapy, supportive therapy
Pengalaman Keikutsertaan dalam Kelompok Pendukung Ibu untuk Meningkatkan Pemberian ASI Ekslusif Primastika Supadmi; Wenny Artanty Nisman; Elsi Dwi Hapsari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.519 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i3.167

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Keefektifan KP ibu dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif telah terbukti dalam banyak penelitian akan tetapi pelaksanaan KP ibu belum berjalan secara optimal di Indonesia. Sebanyak 22 KP ibu telah dibentuk di Kecamatan Pakem sejak tahun 2011, namun saat ini hanya beberapa KP ibu yang masih aktif. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor yang berasal dari peserta KP ibu masih belum banyak diteliti. Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman keikutsertaan peserta dalam Kelompok Pendukung Ibu. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian berjumlah tujuh partisipan terdiri atas empat partisipan dari KP ibu aktif dan tiga partisipan dari KP ibu tidak aktif. Pengambilan data dilakukan pada bulan September-November 2015 menggunakan teknik wawancara mendalam semi struktur dan analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Ditemukan enam tema yang terbagi atas dua tema di KP ibu aktif dan empat tema di KP ibu tidak aktif. Dua tema di KP ibu aktif yakni 1) menambah pengetahuan, memberikan solusi masalah anak, kesenangan saat berkumpul dan bernyanyi serta kesempatan berbagi pengalaman dan 2) pelaksanaan KP ibu belum berjalan optimal disebabkan faktor dari motivator, peserta, dan lingkungan. Empat tema pada KP ibu tidak aktif yakni 3) menambah pengetahuan, memberikan kesempatan berbagi pengalaman, dan mengubah keputusan untuk menyusui, 4) sulitnya mengumpulkan peserta, 5) peserta kurang berminat mengikuti kegiatan KP ibu, dan 6) tidak banyak memberikan pengetahuan baru pada peserta. Kesimpulan: Secara umum, kegiatan KP ibu memberikan banyak manfaat bagi peserta. Kendala pelaksanaan kegiatan KP ibu berasal dari faktor motivator, peserta, dan lingkungan.Kata Kunci: Kelompok Pendukung Ibu,ASI eksklusifExperience of Participation in a Mother Support Group to Increase Exclusive BreastfeedingABSTRACTBackground: The effectiveness of mother support group (MSG) in increasing exclusive breastfeeding has been proven in many studies but the implementation of the MSG has not run optimally in Indonesia. A total of 22 MSGs had been formed in Pakem since 2011, but currently only a few MSG is still active. It can be caused by various factors. Factor derived from the participants still have not been studied. Objective: To explore the participation experience of participants in the MSG. Methods: Qualitative research with phenomenological approach. The study participants were seven participants consisted of four participants from active MSG and three participants from inactive MSG. Data were collected in September-November 2015 using a semi-structured interview technique and indepth. Data analysis using Colaizzi method. Results: Six themes were found in this study, divided into two themes in active MSG and four themes in inactive MSG. Two themes in the active MSG are 1) to increase knowledge, provide solutions for children’s problem, pleasure gather and sing as well as the opportunity to share experiences and 2) the implementation of the MSG is not optimal due to factors of motivators, participants, and the environment. Four themes at inactive MSG are 3) to increase knowledge, provide an opportunity to share experiences, and change the decision to breastfeed, 4) the difficulty of gathering participants, 5) participants are less interested in following the MSG activities, and 6) does not give much new knowledge to the participants. Conclusion: In general, MSG activity provides many benefits to the participants. Constraints of MSG implementation came from factors of motivator, participants, and the environment.Keywords: Mother Support Group, Exclusive Breastfeeding
Progressive Muscle Relaxation dan Slow Deep Breathing pada Penderita Hipertensi Niken Setyaningrum; Iman Permana; Falasifah Ani Yuniarti
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.579 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v2i1.81

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas teknikprogressive muscle relaxation dan slow deep breathing terhadap peningkatan kualitas tidur dan penurunan tingkat stres. Metode: penelitian ini menggunakan quasi experimental design with comparison group. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan pembagian sampel masing-masing 20 responden pada kelompok intervensi, kelompok kontrol 1, dan kelompok kontrol 2. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juni 2015. Instrumen penelitian ini menggunakan PSQI (Pittburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur dengan nilai validitas 0,89 dan reliabilitas sebesar 0,73, sedangkan PSS (Perceived Stress Scale) untuk mengukur tingkat stres dengan nilai validitas 0,85 dan reliabilitas sebesar 0,75. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Anova dilanjutkan uji post-hoc Bonferroni. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi, kelompok kontrol 1, dan kelompok kontrol 2 terhadap peningkatan kualitas tidur (p = 0,025). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi, kelompok control 1 dan kelompok kontrol 2 terhadap penurunan tingkat stres (p = 0,009). Diskusi: Hipertensi berkaitan dengan kualitas tidur dan tingkat stres karena berhubungan dengan respons saraf simpatis. Jika tidak diidentifikasi dengan baik, hal tersebut dapat memperburuk kondisi penderita hipertensi. Hipertensi dapat dikontrol dengan terapi nonfarmakologi menggunakan teknik relaksasi progressive muscle relaxation dan slow deep breathing. Kesimpulan: teknik progressive muscle relaxation efektif untuk meningkatkan kualitas tidur dan slow deep breathing efektif untuk menurunkan tingkat stres.Kata Kunci: hipertensi, kualitas tidur, tingkat stres, progressive muscle relaxation, slow deep breathingPROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION AND SLOW DEEP BREATHING IN HYPERTENSION PATIENTSABSTRACTObjective: to identify the effectiveness of progressive muscle relaxation and slow deep breathing on improving sleep quality and decreasing stress levels. Methods: This study employed quasi experimental design with comparison group. Samples were taken using purposive sampling. The study was conducted in the working area of Puskesmas (Public Health Center) Gamping 2 Yogyakarta. The sample size was 60 respondents with 20 respondents in each of the intervention group, control group 1, and control group 2. Data were collected from April to June 2015. The research used PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) to measure the quality of sleep with a validity value of 0.89 and a reliability value of 0.73 and PSS (Perceived Stress Scale) to measure stress levels with a validity value of 0.85 and a reliability value of 0.75. Data were analyzed using Anova and followed by using Bonferroni post-hoc test. Results: There were significant differences between intervention group, control group 1, and control group 2 in the sleep quality improvement (p=0.025). There were significant differences between intervention group, control group 1 and control group 2 in the decreased stress levels (p=0,009). Discussion: Hypertension is related to sleep quality and stress levels because it is associated with sympathetic nerve response. Unless they are well identified, they may worsen the condition of patients with hypertension. Hypertension can be controlled with non-pharmacological therapy using progressive muscle relaxation and slow deep breathing relaxation. Conclusion: Progressive muscle relaxation is effective to improve sleep quality and slow deep breathing is effective to reduce stress level.Keywords: hypertension, sleep quality, stress level, progressive muscle relaxation, slow deep breathing
Hubungan Pengetahuan Anemia dengan Kebiasaan Makan pada Remaja Putri di SMPN 237 Jakarta Romandani, Qorri Febriyana; Rahmawati, Teti
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.165 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.192

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Anemia merupakan keadaan dimana kadar Hemoglobin (Hb) di dalam tubuh di bawah normal. Hal ini dialami oleh remaja yang salah satunya disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak sehat, sehingga dibutuhkan pengetahuan untuk merubah perilaku remaja supaya tidak mengalami anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan anemia dengan kebiasaan makan pada remaja putri di SMP N 237 Jakarta. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional terhadap 100 remaja yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2019. Kuesioner dikembangkan oleh peneliti dan digunakan setelah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square test). Hasil penelitian: Hasil analisis uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (p-value=0,05) menunjukkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan anemia dengan kebiasaan makan pada remaja putri di SMP N 237 Jakarta (p-value=0,015). Kesimpulan: Peneliti merekomendasikan adanya pemberian edukasi terkait penyakit anemia dengan kebiasaan makan yang baik bagi remaja, bekerja sama dengan guru konseling atau UKS dan terintergrasi dalam kurikulum intra maupun ekstra kurikuler.Kata Kunci: anemia, kebiasaan makan, remaja putriRelationship of Anemia Knowledge with Eating Habits in Young Women at SMP N 237 Jakarta ABSTRACTBackground: Anemia is a condition where the levels of hemoglobin (Hb) in the body are below normal. This is experienced by teenagers, one of which is caused by unhealthy eating habits, so knowledge is needed to change the behavior of adolescents so they did not experience anemia. Aim: This study aims to identify the relationship of anemia knowledge with eating habits in young women at SMP N 237 Jakarta. Method: The study design was descriptive analytic using a cross sectional approach to 100 adolescents taken with the Stratified Random Sampling technique. Data was collected in April 2019. A set of questionnaire was developed by the researchers and used after its validity and reliability were tested. Data was analyzed with using univariate and bivariate analysis. Results: The results of the chi-square test analysis with a confidence level of 95% (p-value=0.05) showed a significant relationship between knowledge of anemia and eating habits in adolescent girls at SMP N 237 Jakarta (p-value=0.015). Conclusion: The researcher recommends providing education related to anemia with good eating habits for adolescents, working with counseling teachers or UKS and integrating it in the intra and extra curricular curriculum.Keywords: anemia, eating habits, young women
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KEMOTERAPI DENGAN TINDAKAN PEMBERIAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PARU Nining Fitrianingsih
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.923 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i3.31

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kemoterapi merupakan salah satu cara pengobatan kanker dengan memberikanobat atau zat yang berkhasiat membunuh sel kanker. Dalam tindakan medis, perawat harusmemiliki pengetahuan tentang prosedur pemberian obat kemoterapi karena pemberian kemoterapiyang dilakukan oleh perawat rentan terkena pada kulit atau mata pada saat melakukan tindakan.Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang kemoterapidengan tindakan pemberian kemoterapi pada pasien kanker paru. Metode: Desain penelitianyang digunakan ialah analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yangditeliti adalah perawat berjumlah 46 dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumenpenelitian berupa uesioner dan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan divariat. Hasil:hasil penelitian menunjukkan nilai uji statistik chi square dengan p value = 0,001 (≤ 0,05), hal iniberarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang kemoterapi dengan tindakanpemberian kemoterapi pada pasien kanker paru. Diskusi: seseorang yang mempunyai tingkatpengetahuan, pengalaman kerja yang banyak, serta diikuti bertambahnya usia akan memberikanpelayanan/perawatan dalam pemberian kemoterapi yang lebih baik hasilnya. Simpulan: perawatyang memiliki pengetahuan yang baik tentang kemoterapi akan memberikan tindakan kemoterapiyang sesuai dengan prosedur.Kata Kunci: Pengetahuan, kemoterapi, kanker paru.THE CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL OF NURSES ABOUT CHEMOTHERAPHYAND CHEMOTHERAPHY ADMINISTRATION IN LUNG CANCER PATIENTSABSTRACTBackground: Chemotherapy is one of the methods in treating cancer by providing effi cacious drugs orsubstances that kill cancer cells. In a medical procedure, nurses must have knowledge of proceduresfor chemotherapy regimens because the chemotherapy conducted by nurses is susceptible to skinor eyes at the time of the intervention. Objective: To identify the correlation between knowledgelevel of nurses about chemotheraphy and chemotheraphy administration in lung cancer patients.Methods: This study was correlational analytical with cross sectional approach. Samples were46 nurses taken using total sampling technique. Questionnaire observation sheet were used asinstruments. Data was analyzed with univariate and bivariate. Results: There was a correlationbetween knowledge level of nurses about chemotherapy and chemotherapy administration, pvalue=0.001 (≤ 0.05). Discussion: One who has higher level of knowledge, a lot of work experience,and get older will administer better chemotherapy. Conclusions: Nurses with comprehensiveknowledge of chemotherapy will administer chemotherapy in accordance with procedure.Keywords: Knowledge level, Chemotherapy, Lung Cancer
PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG PASIEN STANDAR OSCE DI INSTITUSI PENDIDIKAN DI YOGYAKARTA Sunika Eka Puspasuci; Totok Harjanto
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.241 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i2.104

Abstract

ABSTRAKObjective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu metode evaluasi keterampilan klinik mahasiswa keperawatan. OSCE juga digunakan dalam blok 4.5 CCNS (Comprehensive Clinical Nursing Skills) yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki tahap pembelajaran klinik. Pembentukan OSCE sebagai metode penilaian membutuhkan beberapa persiapan diantaranya mempersiapkan pasien standar. Pasien standar berperan sebagai pasien OSCE. Penggunaan pasien standar dalam OSCE sangat diperlukan agar mahasiswa terbiasa untuk berinteraksi dengan pasien sesungguhnya di klinik. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman mahasiswa tentang penggunaan pasien standar Objective Structured Clinical Examination blok 4.5 tahun ajaran 2014/2015 di Program Studi Ilmu Keperawatan FKKMK UGM. Metode: Penelitian ini dirancang menggunakan desain kualitatif deskriptif eksploratif. Dua belas mahasiswa pendidikan profesi Program Studi Ilmu Keperawatan FKKMK UGM periode September 2015-Oktober 2016 yang telah mengikuti blok 4.5 CCNS diwawancara tentang pengalaman mereka saat berinteraksi dengan pasien standar. Teknik wawancara mendalam menggunakan semi terstruktur sehingga pewawancara dapat mengembangkan pertanyaan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Terdapat tiga tema utama yang menggambarkan persepsi dan pengalaman mahasiswa tentang penggunaan pasien standar yaitu 1) persepsi mahasiswa tentang penggunaan pasien standar dengan dua kategori: pemahaman tentang peran pasien standar dan tipe pasien standar; 2) pengalaman berinteraksi dengan pasien standar: pengalaman yang bermanfaat, realistik dan kurang realistik; 3) Kinerja pasien standar digambarkan dengan penampilan dan respon pasien standar saat ujian OSCE. Kesimpulan: Penggunaan pasien standar saat OSCE blok 4.5 di PSIK FKKMK UGM membantu mahasiswa dalam menggambarkan kondisi klinik sebenarnya.Kata kunci: Mahasiswa keperawatan, OSCE, pasien standar, pembelajaran klinik, sarjana keperawatanPERCEPTION OF NURSING STUDENTS ON STANDARDIZED PATIENTS IN OSCE AT EDUCATIONAL INSTITUTION IN YOGYAKARTAABSTRACTObjective Structured Clinical Examination (OSCE) is one evaluation method to measure nursing students ’ clinical skills. OSCE also utilized in block 4.5 CCNS (Comprehensive Clinical Nursing Skills) in purpose to prepare student before following clinical rotation nursing education. OSCE as an assessment method requires some arrangements, including preparation of a standardized patients. Standardized OSCE patients necessary to accustom student’s interaction with real patients at the clinical setting. Objective: This study aimed to explore students ’perceptions and experiences during OSCE block 4.5 using standardized patients in the 2014/2015 academic year at School of Nursing Faculty of Medicine Public Health and Nursing Universitas Gadjah Mada. Methods: This study designed in an exploratory descriptive qualitative research. Twelve undergraduate clinical rotation nursing students of School of Nursing Faculty of Medicine Public Health and Nursing period September 2015 until October 2016 who has been passing through block 4.5 CCNS interviewed about their experience during interaction with standardized patient. An in-depth semi-structured interview used to explore students ’perception. Data were analyzed using content analysis technique. Results: Three main themes reflected students ’ perceptions and experiences identified during their interaction with standardized patients. The themes are 1) Students’ perception on the use of standardized patient consists of two main categories: the understanding of standardized patient roles and standardized patient types; 2) Students ’ interaction experience with the standardized patients: supportive, realistic and unrealistic experience; 3) Standardized patients ’performance measured on the patients ’ appearance and responses during block 4.5 of OSCE. Conclusion: Use of standardized patient during OSCE block 4.5 at School of Nursing Faculty of Medicine Public Health and Nursing UGM help students to describe real clinical situations.Keywords: clinical rotation nursing education, OSCE, undergraduate nursing students, standardized patient.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PERAWATAN BALITA ISPA DI WILAYAH PUSKESMAS CIBIRU KOTA BANDUNG rizky gumilang pahlawan
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i2.59

Abstract

Rizky Gumilang Pahlawan1, Lisbet Octovia Manalu2, Budi Rustandi31,2,3 Program Studi Keperawatan STIKes Rajawali BandungEmail korespondensi : rizkygumilang5@gmail.com ABSTRAKInfeksi saluran pernafasan (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang serius yang dapat menjadi penyebab utama morbiditas dan moralitas penyakit menular di dunia.  Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA adalah pengetahuan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan (ISPA) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam perawatan balita ISPA.Penelitian quasy eksperimental dengan pendekatan non equivalent control group. Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan jumlah 45 responden. Pengetahuan ibu di ukur menggunakan kuisioner dengan 25 item pertanyaan yang sudah di uji validitas dan relibialitas. Penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Cibiru RW 08 dan RW 05 kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Kota Bandung pada bulan Agustus 2015.Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan pengetahuan ibu yang penegtahuannya kurang sebelum di berikan pendidikan kesehatan sebanyak 17 orang (74%), ibu yang pengetahuannya cukup sebanyak 5 orang (22,7%) dan ibu yang pengetahuannya baik hanya 1 orang (4,3%). Sedangkan sesudah di berikan pendidikan kesehatan ibu yang pengetahuannya baik menjadi 19 orang (82,5%), dan ibu yang pengetahuannya cukup sebanyak 4 orang (18,5%), dan tidak terdapat ibu yang pengetahuannya kurang (0%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p value=0,00.            Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan (ISPA) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam perawatan  balita dengan ISPA. Dengan demikian, hasil penelitian ini penting sebagai bahan telaah bagi petugas puskesmas ataupun pelayanan kesehatan dalam upaya mencegah terjadinya ISPA. Kata kunci : balita, ISPA, pendidikan kesehatan, pengetahuan.
PENGARUH PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DAN POLA PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA Fitriana Noor Khayati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v2i1.39

Abstract

Tujuan penelitian : untuk menganalisa pengaruh pengetahuan ibu tentang gizi balita dan pola pemberian makanan terhadap status gizi balita. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun di Desa Kunden, Karanganom. Sampel berjumlah 56 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2016. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Ibu yang memiliki pengetahuan tentang gizi balita cukup baik 41,1% dan pola pemberian makanan ibu yang baik 78,6%. Balita di Desa Kunden sebagian besar memiliki status gizi normal yaitu 62,5%. Hasil uji Chi Square menunjukkan tidak ada pengaruh pengetahuan ibu (p=0,113) dan pola pemberian makanan (p=0,503) terhadap status gizi balita (α=0,05). Diskusi: Status gizi balita selain dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan pola pemberian makan, dipengaruhi juga oleh faktor genetik.  Kesimpulan: Tidak ada pengaruh antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dan pola pemberian makanan terhadap status gizi balita.Kata Kunci: pengetahuan ibu, pola pemberian makanan, status gizi, balita
Hubungan Kebiasaan Makan dengan Status Gizi Remaja Asrama Tinambunan, Livoina Gita Kasih; Pella, Joan Adesandra; Manurung, Juliana Giofana; Kartika, Lia; Nugroho, Dwi Yulianto
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i1.205

Abstract

Kebiasaan makan yang tidak baik pada masa remaja dalam rentang usia 10-19 tahun dapat menghambat proses pertumbuhan fisik, perkembangan dan performa akademik. Studi pendahuluan mendapatkan tujuh dari sepuluh remaja memiliki kebiasaan makan yang tidak baik. Tujuan: untuk mengidentifikasi hubungan kebiasaan makan dengan status gizi remaja di asrama. Metode: penelitian kuantitatif korelasional ini menggunakan populasi remaja berusia 18-19 tahun yang bertempat tinggal di asrama satu fakultas di Indonesia bagian barat. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling sebanyak 192 responden. Instrumen untuk mengukur kebiasaan makan menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel. Status gizi didapatkan melalui penghitungan z-score dari tabel Standar Antropometri. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat. Hasil: Didapatkan lebih dari setengah responden memiliki kebiasaan makan yang baik (58,3%) dan mayoritas status gizi responden berada dalam kondisi normal (91,1%). Analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara kebiasaan makan dengan status gizi remaja asrama (p=0,764). Diskusi: Hampir setengah dari responden memiliki kebiasaan makan yang tidak baik walau berada dalam satu asrama yang sama. Monitoring asupan makanan dan budaya makan remaja diperlukan untuk mempertahankan status gizi yang baik. Simpulan: Kebiasaan makan yang baik dan status gizi remaja asrama tetap harus dipertahankan untuk mendukung pertumbuhan dan performa akademik dan klinik yang optimal.Kata Kunci: Kebiasaan makan, remaja, status gizi Correlation Between Eating Habits and Nutritional Status of Adolescents at DormitoryABSTRACTBad eating habits in adolescence in the age range of 10-19 years can inhibit the process of physical growth, development, and academic performance. Preliminary studies found that seven out of ten adolescents have bad eating habits. Objective: To identify the correlation between eating habits and nutritional status of adolescents at the dormitory. Methods: This quantitative correlational study employed a population of adolescents aged 18-19 years who lived in a dormitory at one faculty in western Indonesia. Samples were taken using a total sampling of 192 respondents. The instruments to measure eating habits were valid and reliable. Nutritional status was obtained by calculating the z-score from the Anthropometric Standards table. Data were analyzed using bivariate analysis. Results: It was found that more than half of the respondents had good eating habits (58.3%), and most of the respondents' nutritional status was in normal condition (91.1%). Bivariate analysis indicated no significant correlation between eating habits and the nutritional status of adolescents at the dormitory (p=0.764). Discussion: Almost half of all respondents had bad eating habits, although they were in the same dormitory. Monitoring of the food intake and adolescent eating culture is needed to maintain a good nutritional status. Conclusion: Good eating habits and continuous nutritional status monitoring of adolescents at the dormitory must be maintained to support optimal academic and clinical growth and performance. Keywords: Adolescents, Eating Habits, Nutritional Status
THE ROLE OF MENTOR IN MENTORING FRESH GRADUATED NURSES cicilia nony ayuningsih bratajaya; ernawati sitompul
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i3.154

Abstract

The transition process of fresh graduated nurses from nursing student become nurse, it could be challenging especially in this generation which facing of technology acceleration, in the other hand as a nurse should be humanist. Someone who has good cognitive and technical skills, but without adequate mentoring, it would be difficult to endure adaptation process successfully. Therefore, a mentor would play important role to guide the novice nurses in dealing with situations in the work environment. Objective: This study aims to explore the experience of mentors in hospitals in mentoring beginner nurses. Methods: This qualitative research uses interpretive phenomenology by using Gadamer's philosophical hermeneutics as a methodology. The data collected through semi-structured interviews. The samples of this study were 8 nurses from several unit in a hospital.Results: This study resulted in three themes: mentoring process; mentor roles and functions; and challenges of a mentor. Discussion: One of challenging mentoring is short duration of mentoring due to rush hour in a ward. Unsuccsessful mentoring could contribute the difficulty of fresh graduated nurse to adapt on working life. Conclusion: Mentor commitment in mentoring fresh graduated nurse on the transition and adaptation of working should be supported by positive corporate culture and synergistically with institution policy. Keywords: Mentoring,Challenges of Mentor, Mentor Roles and Functions, Adaptation of fresh graduated nurses

Page 9 of 21 | Total Record : 205