cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 205 Documents
HUBUNGAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM Umar, Ernawati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i1.259

Abstract

Prevalensi anemia dengan komplikasi perdarahan di dunia sangat tinggi, terutama di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia, oleh karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis hubungan anemia pada kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSDP Serang Tahun 2017. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini penulis ambil dari semua ibu bersalin yang menderita anemia saat bersalin di RSDP Serang. Sampel penelitian sebanyak 84 ibu dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square, kemudian dilakukan uji multivariat. Hasil penelitian: (1) Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur, dan paritas ibu yang mengalami anemia saat hamil dengan kejadian perdarahan postpartum, (2) Terdapat hubungan bermakna antara status kecukupan gizi, frekuensi antenatal care (ANC), pengetahuan dan kepatuhan konsumsi zat besi, pada ibu yang mengalami anemia selama kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum. Diskusi: pengetahuan sangat dominan dalam memengaruhi timbulnya perdarahan postpartum pada ibu yang saat hamilnya mengalami anemia.  Kesimpulan: Perlu upaya penurunan kejadian anemia antara lain memberikan penyuluhan penyuluhan kepada ibu hamil tentang cara pencegahan timbulnya anemia, baik berupa kepatuhan minum tablet Fe, pola konsumsi gizi yang cukup, dan cara menjaga kesehatan tubuh ibu hamil sendiri.Kata kunci: anemia, ibu hamil, Perdarahan Correlation Between Anemia in Pregnancy and Postpartum Hemorrhage IncidenceABSTRACTThe prevalence of anemia with bleeding complications in the world is very high, especially in developing countries, including Indonesia. Therefore, anemia requires serious attention from all parties. Objective: to analyze the correlation between anemia in pregnancy and the incidence of postpartum hemorrhage at Serang Hospital in 2017. Methods: This research is a quantitative study with a correlational design. The population was taken from all maternity mothers who suffered from anemia during childbirth at Serang Hospital. The research samples were 84 mothers taken using total sampling technique. The research instrument was a questionnaire. Data were analyzed by using Chi Square test, then multivariate test was performed. Results: (1) There was no significant correlation between age and parity of mothers who had anemia during pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage, (2) There was a significant correlation of nutritional adequacy status, frequency of antenatal care (ANC), knowledge and adherence to iron consumption in mothers who had anemia during pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage. Discussion: Knowledge was very dominant in affecting the incidence of postpartum hemorrhage in mothers who had anemia during their pregnancy. Conclusion: It is necessary to make efforts to reduce the incidence of anemia, such as by providing counseling to pregnant women about how to prevent anemia, either in the form of adherence to taking Fe tablets, adequate nutrition consumption patterns, and how to maintain the health of the pregnant women themselves.Keywords: anemia, pregnant women, hemorrhage
PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN LEAFLET PADA IBU DALAM MENCIPTAKAN RUMAH BEBAS ASAP ROKOK Purwanta, Purwanta; Sari, Katarina Windhi Anggita; Prabandari, Yayi Suryo
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i2.283

Abstract

Banyaknya ibu rumah tangga (IRT) yang menganggap biasa perilaku merokok anggota keluarganya akibat rendahnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Penelitian terdahulu menyebutkan audiovisual dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan IRT dalam pengendalian rokok yang signifikan.  Tujuan: Mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan media  audiovisual dan  leaflet pada pengetahuan, sikap, dan tindakan IRT dalam  menciptakan rumah bebas asap rokok. Metode: jenis penelitian quasi experimental nonequivalent control group design with pretest-posttest.  Pengambilan data pada Januari-Maret 2017 dilakukan menggunakan kuesioner pada 58 IRT, yang terdiri dari 27 sebagai kelompok intervensi dan 31 sebagai kelompok pembanding.  Data dianalisis menggunakan uji statitik Wilcoxon, paired t-test, dan Mann-Whitney. Hasil: Peningkatan pengetahuan dan tindakan terjadi pada kelompok intervensi dan pembanding, sedangkan peningkatan sikap hanya terjadi pada kelompok intervensi (p<0,05).  Tidak terdapat perbedaaan pengetahuan dan sikap antara kelompok intervensi dibandingkan kelompok pembanding (p>0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan nilai rerata tindakan pada pengambilan data pretest-posttest I kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok pembanding (p=0,043), tetapi hasil posttest I-posttest II tidak menunjukkan perbedaan nilai rerata tindakan yang signifikan pada kedua kelompok (p>0,05). Diskusi: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi yang diberikan media audiovisual dan leaflet karena informasi dari audiovisual dapat dipahami oleh semua tingkat pendidikan.  Kelompok pembanding menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan promosi kesehatan menggunakan leaflet karena juga disertai penjelasan secara lisan oleh peneliti.  Tidak ada perbedaan bermakna pada peningkatan sikap antara kelompok intervensi dan pembanding.  Kesimpulan: Promosi kesehatan dengan media audiovisual dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan IRT dalam menciptakan rumah bebas asap rokok. Kata kunci: audiovisual, ibu rumah tangga, leaflet, rumah bebas asap rokokHealth Promotion Through Audiovisual and Leaflet for Housewives to Create Smoke Free HomeABSTRACTMany housewives (IRT) consider the smoking behavior of their family members to be normal due to low knowledge about the dangers of smoking.  Previous studies have stated that audiovisuals and leaflets can significantly increase the knowledge, attitudes, and actions of IRT in controlling cigarettes.  Objective: To investigate the effect of health promotion through audiovisual and leaflet for housewives’s knowledge, attitude and behaviour to create smoke free home. Methods: Quasi experimental with non-equivalent pretest-posttest design were conducted with 58 housewives that consisted of 27 housewives as  intervention group treated with health promotion  through audiovisual and leaflet and 31 housewives as control group treated with health promotion through leaflet. Data was collected in questionnaire from January-March 2017. Data was analyzed using Wilcoxon, paired t-test dan Mann-Whitney. Results: Improved knowledge and  behaviour occured in both groups, whereas improved attitude only occurred in intervention group (p<0.05).  There was no significantly difference in knowledge and attitude of intervention and control group (p>0.05). There  was statistically significant diferrence  (p=0.043) in the average mean on behaviour  in pretest-posttest I between intervention group and control group, but in pretest-posttest II, posttest I-posttest II there was no statistically difference in the average mean behaviour between both group (p>0.05). Discussion: there was a significant increase in knowledge in the intervention group who were given audiovisual media and leaflets because information from audiovisuals could be understood by  all level of educations.  The comparison group showed an increase knowledge with health promotion using leaflets because it was also accompanied by an oral explanation by the researcher.  There was no significant difference in attitude improvement between the intervention and comparison groupConclusion: Health promotion through audiovisual and leaflet can improve housewives’s knowledge, attitude and behaviour to create smoke free home. Keywords: audiovisual, housewives,  leaflet, smoke free home
GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI DISABILITAS GRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA Rahmawati, Anis; Hapsari, Elsi Dwi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i3.304

Abstract

Pada awal terjadinya menstruasi, hormon dalam tubuh seorang perempuan masih belum stabil sehingga mereka rentan mengalami gangguan menstruasi.  Masih sedikit laporan mengenai gangguan menstruasi pada siswi dengan disabilitas grahita.  Tujuan: mengetahui gangguan menstruasi, khususnya terkait Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), serta jenis bantuan yang diperlukan saat menstruasi pada siswi disabilitas grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Metode: penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional pada 108 siswi disabilitas grahita dari 17 SLB di Provinsi DIY. Data dikumpulkan pada Januari-Maret 2016.  Instrumen berupa kuesioner yang berisi identitas subjek penelitian, riwayat kesehatan, riwayat menstruasi, dan informasi dan bantuan saat menstruasi.  Gejala PMS dan PMDD ditetapkan berdasarkan kriteria American College of Obstetricians and Gynecologists dan American Psychiatric Association. Data dianalisis dengan analisis univariat.  Hasil: Rata-rata usia responden adalah 18,03±3,45 tahun.  Sebanyak 7,41% responden mengalami gejala PMS dan 8,33% mengalami gejala PMDD.  Jenis informasi yang paling banyak dibutuhkan adalah mengenai proses terjadinya menstruasi (81,48%). Responden membutuhkan bantuan ketika memakai (22,42%) dan membersihkan pembalut (21,5) saat menstruasi.  Diskusi: Fungsi adaptif pada disabilitas grahita dapat berkontribusi terhadap persentase responden yang mengalami gejala PMS/PMDD sehingga pemberi perawatan perlu melihat perubahan mood dan perilaku yang dialami responden selama siklus menstruasi.  Pemberian informasi mengenai menstruasi dapat dioptimalkan dengan menggunakan media dan metode komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Kesimpulan: Siswi disabilitas grahita, orang tua, maupun guru SLB perlu mengenali gejala PMS dan PMDD sehingga dapat meminimalkan dampaknya dan mengoptimalkan penanganannya.Kata Kunci: gangguan menstruasi, disabilitas grahitaMenstrual Disorders in Students with Mental Disability at Special SchoolsABSTRACTAt the beginning of menstruation, the hormones in a woman's body are still unstable so they are vulnerable to menstrual disorders.  There are still few reports of menstrual disorders from the perspective of students with mental disability. Objective: to reveal menstrual disorders, especially those related to Premenstrual Syndrome (PMS) and Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), as well as types of assistance needed during menstruation by students with mild mental disability who attend Special Schools (SLB) in Yogyakarta Special Region Province. Methods: This research is descriptive with a cross sectional design. It was conducted on 108 students with mild mental disability who attended 17 special schools in Yogyakarta Province. Data were collected from January 2016 until March 2016 through interview techniques with a questionnaire guide containing identity of research subject, health history, menstruation history, and information and assistance during menstruation.  PMS was determined based on ACOG criteria and PMDD based on DSM-IV. The data were analyzed using univariate analysis. Results: The average age of the respondents was 18.03±3.45. There were 7.41% respondents experienced PMS and 8.33% respondents experienced PMDD.  Most respondents stated that they wanted to know information related to menstruation (96.3%). The type of the most needed information was information about the process of menstruation (81.48%). 22.43% and 21.5% of respondents needed assistance when wearing and cleaning sanitary napkins. Discussion: Adaptive function in mental disabilities could contribute to the percentage of respondents who experience PMS/PMDD symptoms, so care providers need to look at changes in mood and behavior experienced by respondents during the menstrual cycle.  The provision of information about menstruation could be optimized by using media and communication methods that suit the needs.  Conclusion: Students with mild mental disabilities, their parents, and teachers should be able to recognize the symptoms of PMS and PMDD so as to minimize their impact and optimize the treatment.Keywords: menstrual disorders, mental disability
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA BARU DI UNIVERSITAS SARI MULIA Hami, Fachriyal; Tasalim, Rian
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i1.247

Abstract

Background: The quality of sleep has a major effect on psychological and physical conditions because it is a necessity that helps the formation of body cells, a healing mechanism and maintains the body’s biochemical balance. Objective: This study aims to determine, identify and analyze the effect of sleep quality on the student achievement index. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design plus open-ended questions to explore data in depth.  Result: The statistical result shows that sleep quality does not affect the achievement index, and factors that can influence are self-management, self-efficacy, and environmental factors. Conclusion: There are 67,5% of respondents experiencing poor sleep quality, and there is so many sleep quality which is opposite with each of their achievement index, also self-management, self-efficacy, and environmental factors that influence the achievement index of students.
STUDI FENOMENOLOGI PRAKTIK KLINIK MAHASISWA PROFESI NERS DI YELLOW ZONE COVID-19 Rahman, Dally; Oktarina, Elvi; Malini, Hema
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i3.361

Abstract

Tingginya kasus Covid-19 berdampak pada proses pendidikan praktik klinik profesi ners yang mengakibatkan beberapa siklus mahasiswa melakukan praktik di yellow zone Covid-19. Pasien pada zona ini belum diketahui positif COVID-19 atau tidak, sehingga berisiko menularkan kepada mahasiswa. Penelitian terdahulu mengemukakan masih rendahnya kemampuan mahasiswa dalam pencegahan infeksi Covid-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman praktik klinik mahasiswa profesi ners di yellow zone Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Wawancara mendalam (in depth interview) dilakukan kepada 5 orang mahasiswa yang sudah praktik di di yellow zone Covid-19 pada tanggal 5–30 Juli 2021. Selanjutnya hasil wawancara diolah dengan menggunakan teknik Colaizzi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan lima tema utama, yaitu (1) emosi yang ambivalen, (2) perilaku protektif, (3) dilema pelayanan praktik klinik, (4) harapan untuk didukung, dan (5) mekanisme koping sebagai solusi adaptasi. Diskusi: Praktik di ruangan yellow zone Covid-19 menimbulkan respon emosi yang ambivalen sehingga menghambat proses praktik dalam memberikan pelayanan pada pasien Covid-19. Hal ini terlihat dari ungkapan partisipan yang mengharapkan untuk mendapatkan dukungan dari pihak pendidikan dan rumah sakit. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan beberapa hambatan dan harapan mahasiswa di yellow zone Covid-19 sehingga diharapkan kepada instansi pendidikan dan pelayanan untuk dapat meningkatkan persiapan dan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan bimbingan kepada mahasiswa praktik profesi ners di yellow zone Covid-19
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN RISIKO KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PADA PEMULUNG Putu Darma Suyasa, S.Kp., MNg., P.HD., I Gede
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i3.292

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan risiko kejadian penyakit dermatitis kontak pada pemulung di Denpasar. Metode: Desain penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah pemulung yang berada di TPA Suwung Denpasar berjumlah 175 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan yaitu uji univariat dan uji bivariat dengan Spearman Rho. Hasil: Dari 175 responden, 61,7% adalah laki-laki dan 38,3% adalah perempuan, serta sebagian besar berusia usia <45 tahun (57,1%). Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responden memiliki personal hygiene buruk (64%), tidak menggunakan APD (66,3%), serta berisiko mengalami dermatitis kontak (65,7%). Terdapat hubungan antar variabel dengan korelasi kuat (p-value <0,001; r = -0,721 untuk personal hygiene dan -0,717 untuk penggunaan APD). Diskusi: Personal hygiene yang buruk dan penggunaan APD yang tidak lengkap pada pemulung akan berakibat rentan terhadap infeksi bakteri dan penyakit patogen penyebab dermatitis kontak. Kesimpulan: Pemulung diharapkan memerhatikan kebersihan perorangan serta menggunakan APD saat bekerja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA KEPERAWATAN TERHADAP COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE Putu Darma Suyasa, S.Kp., MNg., P.HD., I Gede
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i3.290

Abstract

Latar Belakang. Tingginya penggunaan CAM (Complementary and Alternative Medicine) oleh masyarakat tidak dibarengi dengan keterbukaan masyarakat terhadap penggunaan CAM pada tenaga kesehatan, termasuk perawat. Perawat jarang mengkaji penggunaan CAM pada klien karena keterbatasan pengetahuan dan sikap skeptis terhadap CAM. Pengetahuan dan sikap yang baik terhadap CAM perlu dilatih sejak menjadi mahasiswa keperawatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan ITEKES Bali terhadap CAM. Metode. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi seluruh mahasiswa tingkat IV Program Studi Sarjana Keperawatan. Jumlah sampel sebanyak 152 responden. Instrumen penelitian dengan kuesioner online dan dianalisis menggunakan Spearman’s rho. Hasil. Dari 152 responden, mayoritas adalah perempuan (84,9%) dan berusia 21 tahun (56,6%). Temuan menunjukkan 70,40% responden berpengetahuan baik, 27% responden berpengetahuan cukup, dan 2,60% responden berpengetahuan kurang. Sebanyak 73,70% responden bersikap baik dan 26,30% responden memiliki sikap yang cukup. Ada hubungan signifikan yang positif dengan kekuatan korelasi sedang antara 2 variabel, n = 152, p < 0,05, r = 0,520. Semakin baik pengetahuan, maka semakin baik sikap terhadap CAM. Simpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan variabel sikap terhadap CAM. Mahasiswa Keperawatan diharapkan meningkatkan pengetahuan terhadap CAM.Kata Kunci: Complementary and Alternative Medicine, Pengetahuan, Sikap
PERSEPSI MAHASISWA PROFESI NERS TENTANG UJI KOMPETENSI NERS DI STIKES YOGYAKARTA Lubis, Dina Putri Utami
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i3.252

Abstract

Mahasiswa keperawatan pada akhir proses pendidikannya mengikuti uji kompetensi nasional. Uji kompetensi sesuai dengan Surat Edaran Dikti No. 704/e.e3/dt/2013 yang dikeluarkan pada 24 Juli 2013 menjadi exit exam (ujian kelulusan) setiap mahasiswa kesehatan. Laporan penelitian terkait persepsi mahasiswa profesi ners tentang uji kompetensi masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui persepsi mahasiswa profesi ners tentang Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI) di STIKes Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 orang yang berasal dari mahasiswa profesi di STIKes Yogyakarta yang tercatat sebagai mahasiswa tahun ajaran 2019/2020 dan 2020/2021. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner persepsi tentang UKNI adopsi dari Puspitasari dengan jumlah 18 pertanyaan. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Mayoritas responden mempunyai persepsi yang positif terhadap Uji Kompetensi Ners Indonesia (92,86%). Diskusi: Persepsi yang positif dari responden penelitian ini dapat disebabkan oleh informasi mahasiswa yang cukup tentang uji kompetensi serta manfaatnya. Persepsi responden terhadap uji kompetensi ners yang perlu mendapat perhatian ialah terkait sosialisasi dan pelaksanaan try out uji kompetensi yang diharapkan tidak diselenggarakan oleh institusi pendidikan, tetapi lebih baik dilaksanakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI). Kesimpulan: meskipun mayoritas responden mempunyai persepsi yang positif terhadap uji kompetensi ners, Program Studi Profesi Ners perlu mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi uji kompetensi. Mahasiswa disarankan mengikuti try out uji kompetensi lebih dari satu kali agar dapat dilihat kemajuannya dalam persiapan mengikuti UKNI.Kata Kunci: mahasiswa, ners, persepsi, uji kompetensi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA Napitupulu, Yolanda Valentine; Karota, Evi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i3.256

Abstract

Tujuan penelitan ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya stunting pada anak usia di bawah lima tahun (balita), yaitu status gizi, berat badan lahir, dan penyakit infeksi berulang. Metode penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif menggunakan data sekunder seluruh anak balita berjumlah 50 orang yang telah didiagnosis stunting berdasarkan data puskesmas tahun 2017–2018. Pemilihan populasi dilakukan di puskesmas Kabupaten Langkat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square test. Analisis data multivariat menggunakan risiko relatif (RR). Hasil anak yang telah didiagnosis stunting berjenis kelamin perempuan (54%) dan laki-laki (46%), dengan berat badan lahir 2.500-2.900 gram (80%), status gizi yang buruk (60%), dan pernah mengalami penyakit infeksi berulang (30%). Hasil penelitian menunjukkan status gizi dan berat badan lahir berhubungan dengan terjadinya stunting dengan nilai p < 0,05. Sementara itu, penyakit infeksi berulang > 3 kali setahun (diare dan kecacingan) tidak berhubungan dengan terjadinya stunting dengan nilai p > 0,05. Diskusi stunting pada balita disebabkan multifaktor, termasuk kondisi gizi kronis 1.000 hari kehidupan anak. Walaupun berat badan pada saat bayi lahir di atas 2.500 gram, anak masih tetap berisiko mengalami stunting. Perawatan prakonsepsi dan kehamilan ibu serta pemberian nutrisi sehat balita menjadi sangat penting sebagai upaya pencegahan stunting. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi buruk dan berat badan lahir 2.500–2.900 gram berhubungan dengan terjadinya stunting pada balita. 
MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA PADA PASIEN YANG MENDERITA HIPERTENSI DI MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS Suhari, Suhari; Sulistyono, Raden Endro; Fibriansari, Rizeki Dwi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i2.352

Abstract

ABSTRAKPeningkatan penyakit tidak menular (PTM) menjadi tantangan kesehatan di dunia dan Indonesia dalam menjaga kualitas kehidupan pasien. Salah satu PTM, yaitu hipertensi telah menjadi masalah keluarga dalam melakukan perawatan dan pengelolaan kesehatan pasien di rumah serta proses penyembuhan, apalagi pada situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tujuan penelitian: Menggambarkan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami hipertensi, khususnya pada aspek manajemen kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah. Keluhan utama pasien: Ny. R (70 tahun) jarang memeriksakan kesehatan ke puskesmas karena adanya kondisi pandemi dan kesulitan transportasi. Ny. R telah menderita hipertensi sejak 10 tahun yang lalu, sering merasakan kepala terasa berat, tetapi ia tidak tahu cara mengatasinya. Ny. R juga kurang menerapkan protokol kesehatan (memakai masker) dan kurang mendapat dukungan keluarga. Masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif disebabkan oleh kompleksitas program perawatan. Hasil: Intervensi keperawatan melalui kunjungan rumah efektif mengatasi masalah keperawatan, yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif.  Diskusi: Melalui kunjungan rumah, perawat dapat memberikan intervensi, yaitu dukungan koping keluarga dalam menfasilitasi pengambilan keputusan jangka panjang, pemenuhan kebutuhan dasar, dan memberikan informasi fasilitas perawatan kesehatan yang dapat dijangkau oleh keluarga. Kesimpulan: Perawat kesehatan komunitas berperan dalam meningkatkan motivasi dan mengembangkan sikap pasien untuk menggunakan fasilitas perawatan kesehatan. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan melalui kunjungan rumah dapat mengendalikan faktor risiko hipertensi pada lanjut usia (lansia). Kunjungan rumah yang mematuhi protokol kesehatan efektif dilakukan di masa pandemi Covid-19 karena pasien lansia merasa lebih nyaman.Kata Kunci: Covid-19, hipertensi, keluarga Family Health Management in Hypertensive Patients During the Covid-19 Pandemic: A Case Study ABSTRACTThe increase in non-communicable diseases (NCDs) is a health challenge in the world and Indonesia in maintaining patients' quality of life. Hypertension, one of the NCDs, has become a family problem in caring for and managing patients' health at home and in the healing process, especially in the Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pandemic. Objective: To describe nursing care for hypertensive clients, especially in family health management through home visits. Primary complaint: Mrs. R (70 years old) rarely went to the Public Health Centre to have her health examined due to the pandemic and transportation difficulties. Mrs. R had been suffering from hypertension since 10 years ago and often had a heavy head feeling, but she did not know how to manage it. Mrs. R also did not apply health protocols (wearing masks) and lacked family support. Family health management nursing was ineffective due to the complexity of the care program. Results: Nursing interventions through home visit has an effect to overcome nursing probem, which was ineffective family health management.  Discussion: Through home visits, nurses can make interventions, namely family coping support in facilitating long-term decision making, meeting basic needs, and providing information on health care facilities that families can reach. Conclusion: Community health nurses play a role in increasing motivation and developing patient attitudes to use health care facilities. Promotive and preventive efforts made through home visits can control risk factors for hypertension in the elderly. Home visits that comply with health protocols are effective during the Covid-19 pandemic because elderly patients feel more comfortable.Keywords: Covid-19, Hypertension, Family