cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 871 Documents
Pengukuran dimensi vertikal secara langsung pada wajah dan tidak langsung dengan analisis sefalometri: Vertical dimension measurement directly on the face and indirectly by cephalometric analysis Maqhfirah Amiruddin; Bahruddin Thalib
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.247 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.261

Abstract

Pendahuluan: Hubungan rahang atas dan rahang bawah merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan gigi tiruan. Hingga saat ini, posisi rahang bawah terhadap rahang atas pada bidang vertikal masih menjadi perhatian, khususnya berkaitan dengan perubahan dari jaringan keras dan jaringan lunak pada wajah akibat kehilangan gigi. Ketidakakuratan pengukuran dimensi vertikal (DV) merupakan kesalahan yang bisa berdampak ketidaknyamanan hingga timbul rasa nyeri pada pasien yang direhabilitasi dengan gigi tiruan. Terdapat beberapa metode pengukuran DV yang telah direkomendasikan, antara lain pengukuran langsung pada wajah dan pengukuran tidak langsung dengan menggunakan analisis sefalometri. Metode pengukuran secara langsung pada wajah adalah metode yang paling sering digunakan dan dinilai akurat. Disamping itu, penggunaan foto sefalometri juga dapat digunakan sebagai alat ukur yang akurat untuk menentukan DV. Tujuan: Menjelaskan kepada dokter gigi mengenai tahapan pengukuran DV secara langsung pada wajah dan dengan analisis foto sefalometri sehingga ketidakakuratan dalam pengukuran dapat dihindari. Simpulan: Penentuan DV akan lebih akurat apabila metode pengukuran digabungkan antara pengukuran langsung pada wajah dan menggunakan analisis sefalometri.
Perbedaan daya hambat ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn.) dengan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai bahan irigasi saluran akar penghambat bakteri Enterococcus faecalis: The difference of the guava leaf extract (Psidium guajava Linn.) with Lime water (Citrus aurantifolia) as an irrigation material of root canal as inhibitors of bacteria Enterococcus faecalis Syamsiah Syam; Nur Fadhilah Arifin; Risnayanti Anas
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.378 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.262

Abstract

Latar belakang: Pada penelitian terdahulu, Citrus aurantifolia konsentrasi 100% sebagai bahan irigasi saluran akar efektif dalam menghambat Enterococcus faecalis dibandingkan dengan Psidium guajava Linn konsentrasi 60%.Namun kandungan asam yang sangat tinggi pada jeruk nipis dapat menyebabkan demineralisasi dinding saluran akar sehingga gigi menjadi lebih rapuh. Tujuan: menganalisis perbedaan daya hambat ekstrak daun jambu biji 100% dengan air perasan jeruk nipis 100% pada bakteri E.faecalis. Bahan dan metode: penelitian ini menggunakan ekstrak daun jambu biji, air perasan jeruk nipis dan bakteri E.faecalis dan merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan post-test only control group design dan uji statistik dengan post hoc test. Hasil: zona inhibisi yang terbentuk pada ekstrak daun jambu biji 100% sebesar 11,75± 0,68 mm, pada perasan jeruk nipis 100% sebesar 16,802±0,524 mm, serta berdasarkan uji statistik menunjukkan p = 0,070 > α = 0,05. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan diameter zona inhibisi antara ekstrak daun jambu biji 100% dengan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 100% dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.faecalis.
Perbandingan penyembuhan luka setelah penggunaan low level laser therapy dan teknik scalpel pada gingivektomi: systematic review: Comparison of wound healing after using low level laser therapy and scalpel technique only on gingivectomy: a systematic review Trisantoso Rezdy Asalui; Sri Oktawati; Surijana Mappangara
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.004 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.263

Abstract

Tujuan: Untuk membandingkan penyembuhan luka setelah gingivektomi menggunakan low level therapy dan teknik scalpel. Metode: Dua mesin pencarian jurnal digunakan pada penelitian ini, yaitu Pubmed dan Wiley untuk mengindentifikasi artikel yang telah dipublikasi pada jurnal kedokteran gigi, yang berfokus pada penyembuhan luka setelah low level therapy dan teknik scalpel. Artikel full-text dan review yang berhubungan dilakukan secara manual. Sebanyak 91 artikel ditemukan, tetapi hanya dua penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Pencarian awal menghasilkan 91 artikel. Hanya full-text dipilih dalam penelitian ini. Terdapat dua penelitian yang memenuhi kriteria inklusi, dengan 60 pasien sebagi sampel. Semua penelitian menunjukkan peningkatan penyembuhan luka berdasarkan epitelisasi setelah hari ketiga dan ketujuh gingivektomi setelah menggunakan low level laser therapy. Perbedaan antara kelompok kontrol dan uji menunjukkan bahwa low level laser therapy memberikan hasil terbaik. Simpulan: Perawatan menggunakan low level therapy menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan teknik scalpel.
Peranan dokter gigi dalam disaster victim identification: The role of dentists in disaster victim identification Muliaty Yunus; Arni Irawaty Djais; Dwi Putri Wulansari; Meilissa Thunru
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.787 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.264

Abstract

Disaster victim identification (DVI) adalah suatu istilah yang digunakan sebagai prosedur dalam mengidentifikasi identitas korban meninggal akibat suatu bencana massal, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan mengacu pada standar baku Interpol. Salah satu metode identifikasi primer yang diakui oleh Interpol adalah status/ keadaan gigi geligi, karena gigi geligi dapat bertahan hingga suhu 1600 °C tanpa kehilangan struktur mikro dan bersifat lebih tahan lama terhadap proses pembusukan. Hal ini yang membuat bidang kedokteran gigi menjadi unik dan dokter gigi memiliki peran yang sangat penting dalam DVI, yang diawali dari pengumpulan data postmortem dan antemortem, hingga rekonsiliasi.
Perawatan endodontik regeneratif pada gigi matur nekrosis dengan atau tanpa kelainan periapikal: Kajian pustaka: Regenerative endodontic treatment on necrotized mature tooth with or without periapical abnormality: Literature review Yonathan .; Wahyuni Suci Dwiandhany
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.211 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.265

Abstract

Masalah dan tujuan: Perawatan endodontik regeneratif dewasa ini berkembang sangat pesat. Endodontik regeneratif biasanya digunakan untuk perawatan gigi-geligi imatur permanen dengan atau tanpa pulpa nekrotik dan atau periodontitis apikal. Selain pada gigi imatur, perawatan ini dapat dilakukan pada gigi matur nekrosis yang mengalami kelainan periapikal ataupun tidak. Keuntungan perawatan endodontik regeneratif adalah mempertahankan fungsi vaskularisasi jaringan pulpa, mempertahankan jaringan vital yang tersisa dengan mekanisme sistem imun sebagai perlindungan diri, pertumbuhan jaringan baru dari area periapikal ke dalam saluran akar dan pembentukan jaringan menyerupai pulpa. Triad endodontik regeneratif meliputi stem cell, scaffold dan growth factor. Artikel ini membahas mengenai macam-macam teknik perawatan endodontik regeneratif pada gigi matur nekrosis. Simpulan: Perawatan endodontik regeneratif dapat dilakukan pada gigi matur nekrotik dengan atau tanpa kelainan periapikal.
Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol pada pasien dengan diagnosis oral lichen planus: Laporan kasus: Smoking habits and alcohol consumption in patients diagnosed with oral lichen planus: Case report Dian Angriany; Meilia Aquina; Hening Tuti Hendarti; Bagus Soebadi
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.722 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.266

Abstract

Pendahuluan: Oral lichen planus (OLP) merupakan suatu penyakit inflamasi kronis yang dimediasi oleh sel T sitotoksik CD8 + pada rongga mulut. Daerah yang sering terkena adalah mukosa bukal. Salah satu faktor predisposisi terjadinya OLP adalah merokok dan konsumsi alkohol. Penggunaan kortikosteroid secara topikal merupakan pilihan dalam pengobatan lichen planus, karena efek memodulasi inflamasi dan respon imunologi yang dapat mengendalikan lichen planus. Kasus: Pasien laki-laki usia 24 tahun mengeluhkan sariawan pada mukosa bukal kanan dan kiri yang muncul kembali setelah sembuh + 3 tahun yang lalu. Terdapat riwayat merokok sejak 7 tahun yang lalu dan konsumsi alkohol sejak 6 tahun yang lalu. Diskusi: Biopsi untuk pemeriksaan histopatologi dilakukan untuk menegakkan diagnosis klinis, utamanya untuk mengecualikan atipia epitel dan tanda-tanda keganasan. Simpulan: Diagnosis OLP dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan klinis dan penelitian. Kolaborasi multidisiplin juga dibutuhkan pada saat perawatan dan diagnosis OLP.
Volume 8 Suplemen 2 2019: Vol 8 No S - 2 (2019) Makassar Dental Journal
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.507 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8iS - 2.268

Abstract

Volume 8 Suplemen 2 2019
Daftar Isi Volume 8 Suplemen 2 2019 Makassar Dental Journal
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.072 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8iS - 2.269

Abstract

Daftar isi kumpulan abstrak Volume 8 Suplemen 2. Kumpulan Abstrak materi seminar Makassar Scientifict Meeting VIII.
Hubungan faktor lokal, faktor sistemik dan faktor perilaku terhadap kejadian penyakit periodontal di Indonesia (Analisis Riskesdas): Relation of local factors, systemic factors and behavioral factors to the incidence of periodontal disease in Indonesia (Riskesdas Analysis) Leny Sang Surya; Sutiawan .; Besral .
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.617 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i2.271

Abstract

Secara universal prevalensi penyakit periodontal di dunia pada tahun 2005 sebesar 5-20%. Prevalensi penyakit periodontal di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 42,8% (1995), 70% (2001), 96,58% (2004), hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki prevalensi penyakit periodontal lebih dari 15% (2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lokal, faktor sistemik dan faktor perilaku terhadap kejadian penyakit periodontal di Indonesia tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Uji statistik yang digunakan adalah regresi logistik berganda. Hasil penelitian menujukkan prevalensi penyakit periodontal di Indonesia sebesar 9,77%. Faktor lokal yang berhubungan dengan penyakit periodontal, yaitu calculus, missing dan crowded. Faktor sistemik yang berhubungan dengan penyakit periodontal yaitu diabetes melitus, stres dan IMT. Faktor perilaku yang berhubungan dengan penyakit periodontal yaitu perilaku menyikat gigi dan perilaku merokok. Disarankan untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan melakukan sikat gigi minimal dua kali sehari, segera mengganti gigi yang hilang dengan menggunakan gigi tiruan, memperbaiki susunan gigi yang berjejal di dalam lengkung rahang, menghindari rokok, menjaga pola makan dan aktivitas fisik untuk menghindari terjadinya obesitas dan penyakit diabetes melitus, serta periksa gigi minimal setiap enam bulan sekali.Kata Kunci: penyakit periodontal, faktor lokal, faktor sistemik, faktor perilaku
Dugaan HIV pada pasien postpartum dengan anomali HSV: laporan kasus: Suspected case of HIV in postpartum patients with HSV anomalies: a case report Rahmatia Djou; Tenny Setiani Dewi
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.06 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i2.272

Abstract

Masalah: Lesi oral virus herpes dan kondisi terkait HIV merupakan kelainan rongga mulut yang sering tampak mirip dan sulit dibedakan. Tujuan: Laporan kasus ini menggambarkan tantangan dalam memecahkan masalah untuk membedakan lesi oral disebabkan virus herpes atau suatu kondisi terkait HIV. Kasus: Pasien perempuan 21 tahun, mengeluhkan adanya sariawan sejak melahirkan bayi 3 bulan yang lalu dan menyebabkan kesulitan makan serta berbicara. Pasien telah berobat ke dokter gigi namun sariawan tidak hilang. Pemeriksaan intra oral terdapat ulser multipel pada daerah bukal, labial, palatal, lidah. Pada daerah genital ditemukan pustula. Hasil laboratorium, Anti-HSV 1 IgG reaktif, Anti-HSV 2 IgG non reaktif, Anti-HIV negatif. Penatalaksanaan farmakologi diberikan acyclovir, nystatin, vitamin B12, asam folat, obat kumur chlorhexidine dan suplemen susu. Pendekatan non-farmakologi dengan mengoptimalkan komunikasi. Kondisi pasien membaik dalam waktu satu bulan. Simpulan: Anamnesis yang mendalam, pemeriksaan yang lengkap dan penatalaksanaan yang tepat serta mengoptimalkan komunikasi sangat diperlukan untuk mencapai hasil maksimal.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue