cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 871 Documents
Penatalaksanaan kista erupsi pada anak: Management of eruption cyst on children Fajriani .
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.72 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i3.251

Abstract

Kista erupsi tergolong kista rongga mulut yang merupakan salah satu jenis kista odontogenik yang dapat terjadi pada gigi sulung atau gigi permanen. Kista ini terjadi akibat rongga folikuler di sekitar mahkota gigi yang akan erupsi mengembang karena penumpukan cairan dari jaringan atau darah. Adanya kista ini sering membuat anak rewel, gelisah dan kesulitan saat makan yang dapat berdampak pada kesehatan secara umum dan menyebabkan tumbuh kembang anak terganggu. Kista erupsi pada anak perlu ditangani secara efektif sehingga penderitaan anak dapat segera teratasi. Artikel ini diharapkan dapat membantu dokter gigi dalam penanganan kista erupsi pada anak.
Desain senyum pada veneer labial porselen: Smile design on porcelain labial veneer Edy Machmud; Eri H. Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.442 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i3.252

Abstract

Perkembangan ilmu kedokteran gigi telah menemukan teknik untuk merestorasi gigi yang berkaitan dengan estetik. Salah satu teknik estetik untuk mengoreksi estetik adalah pembuatan veneer. Veneer dilakukan pada gigi yang mengalami kerusakan atau pewarnaan, malformasi, abrasi dan kegagalan restorasi. Dalam melakukan evaluasi estetik, posisi restorasi harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang harmonis dengan lengkungnya. Selain itu, perlu dilakukan analisis senyum yang merupakan suatu pendekatan yang cukup berarti untuk memperoleh keselarasan dan penampilan yang maksimal. Gigi-gigi anterior sangat mempengaruhi estetik, meskipun kedua sisi tidak akan pernah identik sama, namun keseluruhan segmen estetik gigi anterior selalu berada pada golden proportion sampai ke lebar senyum. Dibalik segala manfaat yang diperoleh dari penggunaan veneer, terdapat kontroversi penggunaannya karena saat ini marak penggunaan veneer yang hanya untuk kepentingan estetik saja tanpa adanya masalah pada gigi. Hal tersebut cenderung merugikan gigi yang sehat, karena sebelum veneer diaplikasikan, dilakukan pengikisan pada email gigi. Karya tulis ini dimaksudkan untuk membahas bahan pembuatan veneer yang menghasilkan estetik yang baik.
The effects of mangrove stem extract compared to mangrove leaf extract in inhibiting Streptococcus mutans and Candida albicans growth on acrylic plate: Perbandingan pengaruh ekstrak batang mangrove dengan ekstrak daun mangrove dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan Candida albicans pada plat akrilik Andi Adytha Mutiah Itte Rusiaty; Moh. Dharma Utama; Muh. Ikbal; Eri H. Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.08 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i3.253

Abstract

Objective: This study aimed to determine the effects of mangrove (Avicennia marina) stem extract compared to the leaf extract in inhibiting the growth of S. mutans and C. albicans on acrylic plate. Methods: Mangrove stems and leaves extract was made with concentrations of 5%, 10%, 20% and cleaning agents as the control. The acrylic plates were soaked in the mangrove extracts for 10 minutes. The calculation of the number of bacterial and fungal colonies were performed afterward, then the data were analyzed by one way Anova and post hoc test (Tukey HSD). Results: The number of colonies of mangrove stems extract were calculated for C. albicans with concentrations of 5% = 558.6, 10% = 264.8, 20% = 212.2, and control = 4.4, whereas the S.mutans with concentrations of 5% = 161.4, 10% = 54.6, 20% = 37.2, and the control = 131. Statistical analysis of mangrove leaves extract with concentrations of 5%= 7.185, 10% = 8.360, 20% = 8.485, and the control 9.105 showed the different significant zones of inhibition of S.mutans based on the control. The 5% of concentrations of mangrove leaves extract showed the inhibition activities against S.mutans but did not show the inhibition zone against C.albicans, while the 5% concentrations of mangrove stem extract showed the inhibition activities against S.mutans and C.albicans. Conclusions: Mangrove stems extracts were more effective than the leaves extracts in inhibiting the growth of S. mutans and C. albicans on acrylic plate. The mangrove extracts, both the stems and leaves extracts, had higher effectiveness in inhibiting S. mutans compared to C. albicans activities. Keywords: acrylic plate, Candida albicans, mangrove leaf extract (Avicennia marina), mangrove stem extract, Streptococcus mutans
Volume 8 Suplemen 1 2019 MDJ .
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.433 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8iS - 1.254

Abstract

Kumpulan abstrak materi MAKSI VIII
Potensi ekstrak daun dewa sebagai penghambat pertumbuhan C.albicans pada lempeng resin akrilik: The potency of daun dewa extract as a growth inhibitor of C.albicans on acrylic resin plate Martha Mozartha; Sri Wahyuningsih Rais; Rani Purba; Juliet Ramadhanti
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.305 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.255

Abstract

Latar belakang: Plak pada permukaan gigi tiruan lepasan dapat menyebabkan infeksi, seperti denture stomatitis yang diakibatkan Candida albicans. Salah satu pencegahannya adalah dengan menggunakan pembersih kimiawi gigi tiruan yang tersedia di pasaran (Polident®). Bahan alami dapat menjadi alternatif dari bahan kimiawi, salah satunya adalah daun dewa (Gynura pseudochina) yang diketahui memiliki aktivitas antijamur. Tujuan: Untuk melihat potensi dari daun dewa dalam menghambat pertumbuhan C.albicans pada lempeng resin akrilik. Metode: Sebanyak 35 lempeng resin akrilik polimerisasi panas berukuran 10x10x1 mm 3 dikontaminasi dengan C.albicans, dibagi menjadi 6 kelompok (n=5). Sampel direndam selama 30 menit pada ekstrak daun dewa 2,5%, 5%, 10%, 15%, 20%, Polident dan akuades. C.albicans yang terdapat pada sampel dipindahkan ke larutan NaCl 0,9% kemudian dibenihkan pada media SDA. Jumlah koloni C.albicans yang tumbuh dihitung. Data dianalisis secara statistik dengan uji Kruskall-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada semua kelompok (P<0,05). Pertumbuhan C. albicans terendah pada kelompok uji adalah yang direndam dalam ekstrak 20%. Simpulan: Ekstrak daun dewa berpotensi untuk menghambat pertumbuhan C.albicans pada lempeng resin akrilik.
Bleaching interna pada gigi yang mengalami diskolorasi akibat trauma pada zona estetik: Internal bleaching of a traumatized discolored teeth in the aesthetic zone Syamsiah Syam; Nurhayati Natsir; Aries Chandra Trilaksana; M. Ruslin
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.679 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.256

Abstract

Latar Belakang: Diskolorasi pada gigi anterior merupakan suatu masalah estetik. Salah satu penyebab gigi anterior berubah warna adalah cedera traumatik. Bleaching interna merupakan salah satu cara untuk mengatasi diskolorasi yang bersifat minimal invasif. Kasus: Pasien berusia 29 tahun datang ke klinik untuk mendapatkan perawatan pada gigi insisivus sentralis kiri atasnya. Gigi tersebut berwarna cokelat kehitaman akibat cedera traumatik. Pemeriksaan klinis menunjukkan gigi 21 mengalami diskolorasi. Tes vitalitas, perkusi, dan palpasi negatif. Penatalaksanaan: Dilakukan perawatan saluran akar kemudian dilanjutan dengan bleaching interna. Simpulan: Diskolorasi gigi yang disebabkan oleh nekrosis pulpa akibat cedera dapat diputihkan dengan bleaching interna. Kata kunci: diskolorasi, bleaching interna, cedera traumatik
Penggunaan splint pada anak usia sekolah mencegah terjadinya gangguan sendi temporomandibula: The use of splint in school-age children prevents the occurence of temporomandibular joint disorders Ardiansyah S Pawinru; Muhammad Ikbal
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.295 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.257

Abstract

Pendahuluan: Maloklusi dan gangguan sendi temporomandibula merupakan masalah penting dalam bidang kesehatan gigi, khususnya bidang ortodonsia dan prostodonsia. Prevalensi maloklusi dan gangguan sendi temporomandibula di Indonesia masih sangat tinggi, diperparah dengan tingkat kesadaran perawatan gigi yang masih rendah dan kebiasaan buruk seperti mengisap jari, kebiasaan parafungsional. Kebiasaan buruk tersebut sering dilakukan oleh anak sekolah dasar yang masih dalam tahap tumbuh kembang. Pada beberapa sekolah dasar, anak muridnya terindikasi mengalami maloklusi dan kelainan sendi temporomandibula serta kesulitan dalam mendapatkan perawatan kesehatan gigi dan mulut secara rutin akan dirawat dengan menggunakan splint, untuk mengurangi serta mencegah kerusakan yang lebih lanjut. Tujuan: Memberikan pengetahuan, melakukan pemeriksaan dan pencegahan dini maloklusi dan gangguan sendi temporomandibula pada anak usia sekolah. Metode: Tahap pertama, dilakukan penyuluhan berupa dental health education (DHE) dan pemeriksaan maloklusi dan gangguan sendi temporomandibula. Tahap kedua, dilakukan perawatan maloklusi dan perawatan gangguan sendi temporomandibula. Simpulan: Perawatan splint merupakan perawatan yang paling populer untuk pencegahan gangguan sendi temporomandibula dan mudah dibuat serta digunakan. Edukasi pasien meliputi pemahaman secara luas dibutuhkan untuk mendapatkan terapi yang efektif.
Gambaran tingkat kebutuhan dan keberhasilan perawatan ortodontik berdasarkan indeks ICON di Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Hasanuddin: An overview of the level of need and success of orthodontic treatment based on the ICON index at the Dental Hospital of Hasanuddin University Nurafni Massal; Susilowati .
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.413 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.258

Abstract

LatarBelakang:Kebutuhan akan perawatan ortodontik sudah menjadi hal yang penting di masyarakat. Mengoreksi maloklusi ataupun mencapai keseimbangan yang baik antara hubungan oklusi gigi geligi, estetika wajah, dan stabilitas hasil perawatan merupakan harapan dari sebuah perawatan ortodontik. Salah satu indeks yang dipakai untuk mengukur kebutuhan dan kebehasilan dari sebuah perawatan ortodontik adalah ICON. Tujuan: untuk melihat tingkat kebutuhan dan keberhasilan perawatan ortodontik berdasarkan indeks ICON di RSGM Unhas. Bahan dan Metode: Sebanyak 30 model studi dan model evaluasi yang terdapat di bagian Ortodonsia dipilih secara acak dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Model tersebut diukur berdasarkan 5 kompenen indeks ICON. Data diproses dan dianalisis dengan perangkat lunak SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: 80% model studi membutuhkan perawatan ortodontik. Untuk keberhasilan perawatan diperoleh hasil a) greatly improved (3,33%), b) substantially improved (30%), c) moderately improved (23,33%), d) minimally improved (26,67%) dan e) not improved or worst (16,67%). Simpulan: kebutuhan perawatan ortodontik di bagian Ortodonsia RSGMUnhas dapat dikatakan tinggi, akan tetapi tingkat keberhasilan perawatannya belum memberikan hasil yang memuaskan.
Teknik pencetakan fungsional untuk pembuatan gigi tiruan lengkap pada pasien dengan lingir datar: Functional impression technique for making complete denture in flat-ridge patient Meriyam Muchtar; Ike Damayanti Habar
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.409 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.259

Abstract

Lingir datar atau flat ridge merupakan salah satu faktor penyulit dalam pembuatan gigi tiruan, karena kurangnya dukungan sehingga retensi dan stabilitas gigi tiruan sulit didapatkan. Suatu gigi tiruan yang baik harus dapat mengembalikan fungsi pengunyahan, estetik dan fonetik. Pada pembuatan gigi tiruan pada pasien dengan lingir datar, teknik pencetakan fungsional merupakan tahapan yang penting karena akan menghasilkan cetakan yang presisi, sehingga diperoleh dukungan yang cukup untuk pembuatan gigi tiruan. Hal yang paling diutamakan dalam pencetakan fungsional juga adalah penentuan batas-batas dari rongga mulut yang harus tercetak agar diperoleh dukungan yang cukup untuk pembuatan gigi tiruan. Adapun teknik pencetakan yang dapat digunakan pada pasien dengan lingir datar adalah teknik pencetakan mulut terbuka, teknik pencetakan sublingual dan teknik pencetakan neutral zone.
Prostodontik preventif dalam mempertahankan tulang alveolar: sebuah kajian pustaka: Preventive prosthodontic in maintaining alveolar bone: a literature review Ikhriahni .; Moh. Dharmautama
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.026 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i1.260

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan gigi tiruan lengkap dapat menyebabkan berbagai komplikasi pasca perawatan, salah satunya adalah resorbsi tulang alveolar. Tulang alveolar memiliki fungsi sebagai pendukung gigi tiruan dapat mengalami resorbsi apabila gigi telah dicabut. Salah satu alternatif dalam pembuatan gigi tiruan lepasan dengan memanfaatkan gigi-gigi alami yang masih bisa dipertahankan adalah menggunakan overdenture. Overdenture adalah gigi sebagian atau lengkap lepasan yang basis gigi tiruan didukung oleh mukoperiosteum dan beberapa gigi atau akar gigi yang sudah dilakukan perawatan saluran akar. Penggunaan gigi-gigi pendukung menghambat proses resorbsi tulang alveolar dan tinggi tulang dipertahankan sehingga menambah retensi dan stabilitasi gigi tiruan. Selain itu tekanan pada mukosa berkurang dan peranan dari proprioseptor yang terdapat pada ligamen periodontal gigi pendukung tetap efektif. Tujuan: Memberikan informasi bahwa memelihara gigi alami yang masih ada dan akar gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar dapat digunakan sebagai pendukung gigi tiruan yang dapat mencegah terjadinya resorbsi tulang alveolar secara progresif. Kesimpulan: Overdenture merupakan perawatan prostodontik preventif yang dapat mencegah timbulnya berbagai masalah pasca pemasangan gigi tiruan.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue