cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 881 Documents
The effect of interactive counselling method on dental and oral health knowledge among islamic boarding school students: Pengaruh metode penyuluhan interaktif terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada santri pondok pesantren Edy Machmud; Ade Am; Nurul SM; Taqwim A; Eri Hendra Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Derajat Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan laporan Rikesdas 2018 hampir 70% masyarakat Indonesia mengalami penyakit gigi dan mulut, utamanya gigi berlubang dan penyakit periodontal. Penyakit gigi dan mulut ini paling banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah karena tingkat pendidikan dan pengetahuannya tentang kesehatan gigi dan mulut masih rendah. Upaya memperkenalkan kesehatan gigi dan mulut kepada anak sekolah harus dilakukan sedini mungkin. Pada penelitian ini dilakukan penyuluhan interaktif kepada santri Pondok Pesantren Moderen Islam Shohwatul Is’ad Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep dengan menggunakan dental simulator untuk mengukur efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara interaktif pada perilaku santri menggunakan metode eksperimental semu dengan pre and posttest design approach. Hasil penelitian ada pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode interaktif terhadap tingkat pengetahuan santri di Pondok Pesantren Moderen Islam Shohwatul Is’ad sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode interaktif terhadap tingkat pengetahuan santri di pondok pesantren.
The relationship between nutritional status and persistence cases of primary teeth: Hubungan status gizi dengan kasus persistensi gigi sulung Cynthia; Dion Leonardo; Ignatius Setiawan; Grace Monica; Ivana Abigayl; Miranti Hakim
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan gambaran ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutrisi (nutriture). Persistensi gigi merupakan gigi sulung yang tidak tanggal ketika seharusnya sudah tanggal. Banyak faktor penyebab persistensi, salah satunya adalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kasus persistensi gigi sulung di BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif dengan melakukan pengamatan terhadap data sekunder berupa data yang diambil dari buku catatan register dan rekam medis pasien yang melakukan pencabutan gigi dengan diagnosa persistensi gigi sulung pada bulan Juni hingga Desember 2022 kemudian data berat badan dan tinggi badan dihitung untuk mendapatkan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kasus persistensi gigi sulung di Puskesmas Banjar 2.
Relation between Class I malocclusion and bad oral habits in children with autism in Makassar: Hubungan maloklusi Klas I dengan kebiasaan buruk oral pada anak dengan autisme di Makassar Muh. Chaeerul Gunawan; Muh. Harun Achmad; Marhamah; Yayah Inayah
Makassar Dental Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v13i1.878

Abstract

Poor oral habits are more common in individuals with autism. There is a greater prevalence of bruxism, mouth breathing, biting objects, lips or tongue, nail Poor oral habits are more common in individuals with autism. There is a greater prevalence of bruxism, mouth breathing, biting objects, lips or tongue, nail biting, and finger sucking. Childhood autism patients showed a significant increase in the prevalence of severe crowding, posterior crossbite, and increased overjet in the autism group. This article examines the determinants of Dewey's modified Class I malocclusion classification and poor oral habits in childhood autism. The study was quantitative with descriptive observational method. A high rate of Angle class I malocclusion was found in patients with autism. A total of 68.6% of children with autism had Angle class I malocclusion and 60% of children with autism had poor oral habits. It was concluded that the incidence of Angle class I malocclusion and poor oral habits in children with autism is very high. biting, and finger sucking. Childhood autism patients showed a significant increase in the prevalence of severe crowding, posterior crossbite, and increased overjet in the autism group. This article examines the determinants of Dewey's modified Class I malocclusion classification and poor oral habits in childhood autism. The study was quantitative with descriptive observational method. A high rate of Angle class I malocclusion was found in patients with autism. A total of 68.6% of children with autism had Angle class I malocclusion and 60% of children with autism had poor oral habits. It was concluded that the incidence of Angle class I malocclusion and poor oral habits in children with autism is very high.
An endodontic emergency situation with airborne contagious diseases around: Situasi darurat endodontik dengan penyakit menular melalui udara sekitar Noor Hikmah; Lestari Hardianti Sugiaman; Nurhayaty Natsir; Juni Jekti Nugroho; Wahyuni Suci Dwiandhany; Christine Anastasia Rovani
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endodontik emergensi mencakup sepertiga dari semua keadaan darurat gigi. Sebagian besar kasus hanya dapat diselesaikan jika dokter gigi dapat berinteraksi langsung dengan pasien. Salah satu penyakit menular melalui udara yang perlu menjadi perhatian adalah Covid-19. Prosedur perawatan gigi memiliki risiko tinggi untuk menularkan penyakit sehingga endodontik emergensi selama pandemi merupakan tantangan besar. Kajian ini mengulas bagaimana menangani keadaan darurat endodontik di era pandemi. Teledentistry merupakan salah satu pilihan sebagai langkah awal untuk menyelesaikan dan membantu masalah pasien. Untuk intervensi endodontik emergensi, setelah telekonsultasi, dokter gigi dapat merencanakan perawatan endodontik seperti pulpotomi, pulpektomi, atau insisi dan drainase, dengan protokol kontrol yang tepat untuk mencegah penularan pada waktu kunjungan. Disimpulkan bahwa endodontik emergensi memiliki risiko penularan yang jauh lebih tinggi. Mengurangi waktu perawatan dan kontrol paparan adalah cara untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona selama perawatan endodontik. Mengikuti prosedur protokol yang tepat dalam merawat pasien adalah suatu keharusan, sehingga dapat melindungi banyak orang.
Management of submandibular abscess extending to the temporal space in a child: Tatalaksana dari abses submandibula yang meluas ke spasia temporal pada anak Moh. Gazali; Abul Fauzi; Ochtavianus Kano T
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses odontogen (AO) adalah infeksi pada daerah maksilofasial yang berasal dari gigi yang bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengancam jiwa. Pada anak, AO merupakan salah satu tantangan bagi dokter gigi karena harus dilakukan secepat mungkin, namun pasien tidak kooperatif bila tindakan dilakukan dengan anestesi lokal. Jarang dilaporkan perluasan abses ke spasium temporal pada anak. Seorang anak umur 10 tahun mengeluh pipi kanan bengkak yang meluas ke daerah kepala sebelah kanan dan mata sebelah kiri disertai rasa sakit dan keterbatasan membuka mulut. Pemeriksaan klinis, pembengkakan regio submandibula kanan meluas ke bukalis kanan dan infratemporal kanan konsistensi lunak, nyeri palpasi. Radiografi panoramik menunjukkan karies profunda perforasi pada gigi 46. Dilakukan pemberian antibiotik, analgesik, insisi drainase ekstra oral regio submandibula dan temporal dalam anestesi umum, dan latihan membuka mulut. Setelah perawatan, pasien dapat membuka mulut lebih lebar sehingga asupan nutrisinya lebih baik. Disimpulkan bahwa abses pada regio temporal umumnya disebabkan oleh infeksi dari gigi rahang atas dan jarang disebabkan oleh infeksi gigi rahang bawah ; penyebaran infeksi ini dapat dipengaruhi oleh tingkat virulensi bakteri dan asupan nutrisi pasien. Manajemen infeksi odontogen harus dilakukan secepat mungkin untuk mencegah perluasan infeksi yang dapat mengancam jiwa.
Effectiveness of avocado peel extract (Persea americana Mill) on the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria: Efektivitas ekstrak kulit alpukat (Persea americana Mill) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis Mayona Adisti Bastian; Netta Anggraini; Widya Puspita Sari
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porphyromonas gingivalis adalah bakteri anaerob gram negatif yang terlibat dalam patogenesis penyakit periodontal yang dapat menyebabkan kehilangan gigi. Pengendalian P.gingivalis salah satunya dengan menggunakan klorheksidin, namun penggunaan secara terus menerus dapat menghilangkan sensasi rasa asin pada lidah. Salah satu cara untuk mengurangi hal tersebut dengan menggunakan tumbuhan obat. Alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan antibakteri karena mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penggunaan kulit alpukat sebagai antibakteri P.gingivalis belum diketahui secara pasti sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah alpukat terhadap P.gingivalis. Ekstrak diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah alpukat terhadap P.gingivalis dengan konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kloramfenikol 30?g/?L sebagai kontrol positif dan dimethyl sulfoxide sebagai kontrol negatif. Pengujian ini dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap P.gingivalis. Konsentrasi 20% memiliki rata-rata diameter daya hambat 9,92 mm dan daya hambat konsentrasi 100% 16,36 mm.
Corticotomy as one of methods to accelerate duration of orthodontic treatment: Corticotomy sebagai salah satu metode untuk mempercepat durasi perawatan ortodonti Hillery Getroida Torar; Susilowati
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maloklusi merupakan kelainan gigi yang menduduki urutan ketiga setelah karies gigi dan penyakit periodontal pada masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Deteksi awal akan memudahkan perawatan ortodonti dan mencegah bertambah parahnya maloklusi yang dapat mengakibatkan kebutuhan perawatan ortodonti yang lebih kompleks. Sebagian besar perawatan ortodonti konvensional membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk menyelesaikannya. Ortodonti yang difasilitasi corticotomy adalah prosedur terapeutik yang membantu pergerakan gigi ortodonti dengan mempercepat metabolisme tulang karena kerusakan bedah yang terkontrol. Kajian pustaka ini membahas corticotomy sebagai salah satu metode dalam mempercepat pe-rawatan ortodonti; yang dibuat melalui penelusuran pustaka dengan menggunakan mesin pencari dari beberapa sumber pustaka yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas. Corticotomy adalah salah satu metode yang mewakili untuk mempercepat pergerakan gigi melalui perawatan bedah invasif. Disimpulkan bahwa ortodonti yang difasilitasi corticotomy menunjukkan pergerakan gigi 1,5-2 kali lebih cepat dibandingkan dengan ortodonti konvensional. Akan tetapi corticotomy memiliki kekurangan seperti biaya tambahan untuk operasi periodontal dan ada sedikit rasa sakit pada hari pertama setelah operasi.
Crown lengthening for gummy smile treatment related to altered passive eruption: Crown lengthening untuk perawatan gummy smile yang berhubungan dengan altered passive eruption Febrianty; Sri Oktawati; Sherly Endang
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah estetik yang paling sering dikeluhkan pasien di bidang kedokteran gigi adalah gummy smile; yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah APE. Altered passive eruption (APE) adalah suatu kondisi gingiva terlihat lebih besar, menyebabkan gigi terlihat lebih pendek saat tersenyum sehingga memengaruhi estetika penampilan. Crown lengthening, baik dengan atau tanpa pengurangan tulang, adalah perawatan yang umum pada kasus ini. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menjelaskan crown lengthening dilakukan untuk mengobati gummy smile yang disebabkan oleh APE. Seorang pasien wanita berusia 21 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Hasanuddin dengan keluhan gingiva bagian atas yang tidak rata dan gigi yang pendek, serta senyum yang kurang menarik. Setelah dilakukan analisis estetika dan jaringan periodontal, dilakukan crown lengthening yang terbukti berhasil membuat margin gingiva sejajar dengan puncak gingiva dan profil senyum pasien menjadi lebih baik. Pasien melaporkan tidak ada rasa sakit atau bengkak setelah prosedur. Disimpulkan bahwa senyum yang indah dapat berhasil dicapai dengan diagnosis yang baik, perencanaan perawatan yang tepat, dan keterampilan yang baik.
Full denture with conventional overdenture: Gigi tiruan lengkap dengan overdenture konvensional Probo Damoro Putro; Bahruddin Thalib
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencabutan gigi merupakan alasan utama terjadinya resorpsi pada tulang alveolar. Overdenture memiliki beberapa manfaat pada perawatan prostodontik, antara lain menjaga tinggi alveolar ridge, meningkatkan stabilitas gigi tiruan, mempertahankan sensor proprioseptif, dan meningkatkan efisiensi pengunyahan. Artikel ini melaporkan penggunaan gigi tiruan lengkap dengan overdenture konvensional sebagai perawatan rehabilitasi edentulus parsialis pada rahang atas dan bawah. Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang ke Departemen Prostodontik RSGM Unhas dengan keluhan sulit mengunyah makanan karena kehilangan sebagian gigi rahang atas dan bawah, pasien ingin dibuatkan gigi tiruan tanpa pencabutan gigi karena trauma pada pencabutan gigi sebelumnya. Disimpulkan bahwa penggunaan gigi tiruan lengkap dengan dua coping pada rahang atas dan bawah dapat meningkatkan retensi dan stabilitas pada penggunaan gigi tiruan overdenture.
Early caries prediction using hormonal fingerprint in children: Prediksi awal karies pada anak dengan menggunakan hormonal fingerprint Adam Malik Hamudeng; Husny Fadilah
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut dapat menentukan risiko terserang penyakit gigi dan mulut. Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak terjadi pada anak adalah karies gigi. Diperlukan upaya mendeteksi lebih awal potensi terjadinya karies, sehingga lebih dini dapat dilakukan tindakan pencegahan. Selain saliva, biomarker lain yang dapat digunakan untuk deteksi awal karies adalah hormonal fingerprint. Hormonal fingerprint menawarkan kemudahan metode penilaian untuk mendeteksi karies. Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan informasi yang valid dan sesuai dengan topik studi kemudian melakukan sintesis pada artikel ilmiah. Terdapat sepuluh artikel yang dianalisis, menunjukkan keterkaitan antara hormonal fingerprint dengan karies. Disimpulkan bahwa hormonal fingerprint atau rasio digit 2D:4D dapat membantu memberikan pandangan terhadap kehidupan pranatal bayi yang dapat memberikan informasi tentang perilaku, kemungkinan terjadinya penyakit, kecerdasan, sehingga dapat bertindak sebagai prediktor positif untuk berbagai kondisi gigi seperti risiko karies, karsinoma oral sel skuamosa, maloklusi, maupun prognatisme.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue