cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,180 Documents
Sikap Siswa Terhadap Pembelajaran Fisika di SMAN 2 Kota Sungai Penuh Nadia Yensi Febriana; Mashelin Wulandari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1939

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran Fisika, berdasarkan indikator kesenangan dalam belajar fisika, ketertarikan memeperbanyak waktu belajar fisika, ketertarikan berkarir dibidang fisika, adopsi sikap ilmiah, dan implikasi sosial dari fisika. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif menggunakan prosedur survei melalui instrumen kuesioner (angket) yang disebar pada tanggal 29 September 2020. Sampel yang digunakan sebanyak 105 Siswa yang terdiri dari kelas XI MIPA 2, XI MIPA 3, dan XI MIPA 4 di SMAN 2 Kota Sungai penuh. Prosedur dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner (angket) kepada koresponden, menganalisis data, dan mengelola data yang telah didapatkan yang menjadi sampel. Pada penelitian ini diterapkan karena sesuai dengan tujuan penelitian, dimana tujuannya adalah mengetahui Sikap Siswa SMA terhadap mata pelajaran Fisika. Hasil yang diperoleh dari indikator secara keseluruhan menunjukkan persentase sebesar 83,3%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap siswa terhadap pembelajaran fisika berkategori baik.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Yeremita Nurhalin; Kiki Nia Sania Effendi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1957

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa SMP dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri Karawang sebanyak 20 siswa. Instrumen pada penelitian ini yaitu soal tes kemampuan penalaran matematis dengan pokok bahasan SPLDV sebanyak 6 soal dalam bentuk uraian. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan soal tes kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian yang dilaksanakan ini menerapkan dari penelitian Miles dan Huberman dengan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran pada materi sistem persamaan linear dua variabel yaitu 4 siswa berkemampuan penalaran matematis tinggi, 14 siswa berkemampuan penalaran matematis sedang, dan 2 siswa berkemampuan penalaran matematis rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa SMP kelas VIII pada sekolah tersebut dalam menyelesaikan permasalahan SPLDV termasuk dalam kategori sedang.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VIII dalam Soal High Order Thinking Skill Nisrina Hani Prasetyo; Dani Firmansyah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan berpikir kritis matematis siswa terhadap soal yang memerlukan taraf berpikir tingkat tinggi atau high order thinking skill (HOTS). Subjek dari penelitian ini yaitu berjumlah 22 siswa kelas VIII di salah satu sekolah di kabupaten Karawang Barat. Kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini, dengan disertai analisis data menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman. Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah soal adopsi yang berbasis HOTS sebanyak 3 buah soal dengan menggunakan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Perkins & Murphy yang terdiri dari klarifikasi (clarification), asesmen (assessment), strategi (strategies), dan penyimpulan (interference). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa dengan kemampuan kategori rendah sama sekali belum memenuhi keempat indikator kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan kemampuan kategori sedang dapat melewati tiga indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik, sedangkan siswa dengan kemampuan kategori tinggi dapat melalui keseluruhan indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik dan benar.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Fyrda Jamiatul Hasanah; Dani Firmansyah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini merupalan penelitian deskriptif dengan memakai pendekatan kualitatif. Sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP yang berjumlah 5 orang dan berada di Desa Pasirtalaga II. Instrumen yang digunakan terdiri dari test dan non test, instrumen tes yang diberikan terdiri dari dua buah soal kemampuan pemecahan masalah dan instrumen non test berupa angket. Data penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data hasil penelitian yang diperoleh berupa data skor kemampuan pemecahan masalah dan data skor angket motivasi belajar siswa. Analisis data dalam penelitian ini memiliki tiga tahapan, yaitu: 1) tahap perencanaan, pada tahap ini peneliti membuat sebuah instrument tes pemecahan masalah matematis dengan meliputi kisi-kisi, dan angket; 2) tahap pelaksanaan, pada tahap ini siswa diberikan sebuah angket motivasu belajar siswa, dilanjukan dengan diberikan test pemecahan masalah matematis; 3) tahap evaluasi, pada tahap ini peneliti mengolah data yang telah diperolah ketika penelitian itu, lalu peneliti menyusun hasil dalam bentuk laporan dan mengevaluasi soal tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi ini ditinjau pada motivasi belajar siswa tergolong rendah.
Kesulitan Guru Matematika Kelas VIII Dalam Menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Era New Normal Eulis Widyastuti; Haerudin Haerudin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1965

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh diterapkannya kembali pembelajaran tatap muka terbatas setelah pembelajaran daring selama pandemic. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kesulitan guru matematika dalam menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (TMT) era new normal di SMPN 1 Karawang Timur dan upaya untuk mengatasinya. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendeketan deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu guru matematika kelas VIII SMPN 1 Karawang Timur yang berjumlah 2 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Kesulitan guru matematika kelas VIII dalam menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas yaitu kesulitan guru dalam membuat alat bantu pembelajaran karena kurangnya penguasaan IT, sulit untuk meningkatkan keaktifan siswa karena kurangnya interaksi dengan siswa, dan sulit untuk mendesain pembelajaran dengan waktu yang terbatas. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan guru matematika Kelas VIII yaitu, guru memberikan motivasi pada siswa, sering berkomunikasi dengan siswa ketika dikelas maupun diluar kelas, dan menggunakan model pembelajaran yang tidak berpusat kepada guru.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Pada Materi Kesebangunan Khoirunisa Aisha Sabrina; Kiki Nia Sania Effendi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi kesebangunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X di salah satu Madrasah Aliyah di kecamatan Purwasari, kabupaten Karawang sebanyak 3 siswa yang dipilih dari 10 siswa. Subjek penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes kemampuan representasi matematis pada materi kesebangunan memuat sebanyak 5 soal uraian. Teknik analisis yang digunakan meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek penelitian di sekolah tersebut yakni kemampuan representasi matematis siswa yang tergolong kategori sedang. Hasil secara keseluruhan menunjukkan bahwa siswa dengan kategori rendah hanya memenuhi satu indikator yakni kemampuan representasi verbal, siswa dengan kategori sedang memenuhi dua indikator yakni kemampuan representasi verbal dan gambar, sedangkan siswa dengan kategori tinggi mampu memenuhi tiga indikator yakni kemampuan representasi matematis verbal, gambar, dan simbolik
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Siswa SMK Ditinjau Dari Kecemasan Matematika Fauziah Apriyani; Adi Ihsan Imami
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1973

Abstract

Proses pembelajaran matematika pada saat pembelajaran tatap muka terbatas untuk sebagian siswa menjadi hal yang menegangkan dan dapat menimbulkan rasa cemas. Rasa cemas yang di alami siswa dapat mengganggu proses pembelajaran matematika terutama pada kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa SMK ditinjau dari kecemasan matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data tes dan non tes. Teknik non tes berupa angket untuk menilai tingkat kecemasan matematika pada siswa serta teknik tes berupa soal uraian untuk melihat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dari salah satu SMK di Jakarta sebanyak 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kecemasan matematika rendah dan sangat rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang sangat baik. Siswa dengan kategori kecemasan matematika sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang baik. Siswa dengan kategori kecemasan matematika tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang cukup. Sedangkan siswa dengan kategori kecemasan sangat tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang kurang.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas XI SMK Berdasarkan Tahapan Polya Rahma Pratiwi; Nita Hidayati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1978

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan polya pada materi persamaan dan fungsi kuadrat. Metode yang digunakan dalam jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMKN 1 Karawang. Pemilihan sampel dengan purpossive sampling sebanyak 30 orang dan dipilih 6 orang pada kelompok rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan pemecahan masalah berjumlah 4 butir soal bentuk uraian. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa: (1) Pada tahapan memahami masalah, siswa tidak terbiasa menyelesaikan permasalahan yang diawali dengan menuliskan diketahui atau pun ditanyakan; (2) Pada tahapan menyusun rencana penyelesaian, sebagian besar siswa belum mampu dengan baik menyusun rencana dalam mendefinisikan variabel, dan memodelkan permasalahan; (3) Pada tahapan melaksanakan rencana, masih banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam proses perhitungan; dan (4) Pada tahapan memeriksa kembali, siswa hanya menyelesaikan permasalahan hingga pada perolehan hasil dan menyimpulkannya dengan tidak memeriksa hasilnya kembali. Sehingga disimpulkan, kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMKN 1 Karawang masih terklasifikasi rendah.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Madrasah Aliyah Kelas 12 pada Materi Statistika Siti Muthmainah Darmawan; Attin Warmi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1980

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa untuk dapat memecahkan masalah sederhana dan kompleks di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa MA kelas 12 dalam menyelesaikan soal pada materi statistika. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan subjek siswa kelas XII sebanyak 3 orang siswa yang dikelompokan ke kategori tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah MA Nihayatul Purwasari pada tanggal 2 November 2021. Pemilihan subjek dilakukan dengan cara purpossive sampling. Pengambilan data diperoleh dengan metode tes menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis matematis. Kemudian, data tersebut dianalisis berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitiannya adalah (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkategori tinggi sudah dapat melakukan semua tahapan pada indikator kemampuan berpikir kritis, kecuali tahap evaluasi; (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkategori sedang sudah dapat melakukan hampir semua tahapan pada indikator kemampuan berpikir kritis; (3) kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkategori rendah hanya dapat melakukan tahap klarifikasi pada indikator kemampuan berpikir kritis.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas IX SMP Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Annisa Uswatun Hasanah; Adi Ihsan Imami
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket kemandirian belajar, tes kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang yang terdiri dari 3 orang siswa yang mewakili setiap kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Siswa dengan kategori kemandirian belajar tinggi dapat menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik dan memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah. Siswa pada kategori ini menyukai pelajaran matematika dan sering belajar terlebih dahulu materi yang akan diajarkan serta sering berdiskusi dengan teman-temannya, 2) Siswa dengan kategori kemandirian belajar sedang dapat menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis cukup baik walaupun ada beberapa indikator yang belum terpenuhi dengan baik yaitu penyelesaian masalah dan pemeriksaan kembali. Siswa dengan kategori kemandirian sedang jarang berdiskusi dengan temannya serta kurang teliti dalam menyelesaikan soal dan tidak melakukan pemeriksaan kembali jawabannya sehingga jawabannya pun kurang tepat, 3) Siswa dengan kategori kemandirian belajar rendah belum mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Siswa pada kategori ini dapat memenuhi sedikit dari indikator penyelesaian masalah namun belum memenuhi indikator pemecahan masalah yang lainnya. Selain itu, siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, diketahui tidak menyukai matematika sehingga kurang percaya diri dalam menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah.

Page 42 of 118 | Total Record : 1180