cover
Contact Name
Rudi Alfian
Contact Email
borneoakuatika@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6281254136652
Journal Mail Official
borneoakuatika@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Program studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah pontianak Jl. Ahmad Yani No. 111 Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Borneo Akuatika
ISSN : 2685645X     EISSN : 26856468     DOI : 10.29406/jba
Jurnal penelitian bidang kajian perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi manajemen sumberdaya perairan, akuakultur, pengakapan ikan, teknologi hasil perikanan, sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Articles 54 Documents
PENGARUH SUHU YANG BEBRBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Faza Azmi Nasrullah; Rachimi .; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.458 KB) | DOI: 10.29406/jba.v1i2.1823

Abstract

Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum), merupakan ikan yang berasal dari wilayah Amazon negara bagian Amerika Serikat. Di negara asalnya ikan ini telah dibudidayakan secara luas karena mempunyai keunggulan seperti pertumbuhannya cepat, nafsu makan yang baik dan relatif tahan terhadap penyakit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 Ulangan, dengan perlakuan suhu yang masing-masing A (28oC), B (29oC), C (31oC) dan D (33oC). Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap (RAL), variabel pengamatan laju pertumbuhan panjang dan berat spesifik, laju konsumsi oksigen, dan kelangsungan hidup. Analisis data menggunakan deskriptif dan kualitatif. Laju pertumbuhan berat spesifik yang paling tinggi terdapat pada suhu 29oC dengan nilai 1,96 %/hari. Laju pertumbuhan panjang spesifik yang paling tinggi terdapat pada perlakuan 29oC dengan nilai 0,39 %/hari dan tingkat konsumsi oksigen 1.21  (mg O2/g/jam) pada suhu 30oC. Dosis optimum laju pertumbuhan berat spesifik dan kelangsungan hidup berkisar antara 28,75OC – 29,71OC.Kata Kunci: Ikan bawal, Laju Pertumbuhan Spesifik, Suhu, TKO
KONDISI PERAIRAN DI SEKITAR KARAMBA JARING APUNG SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK BERDASARKAN BIOINDIKATOR PLANKTON Thanty Ratna Dewi; Rachimi .; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.878 KB) | DOI: 10.29406/jba.v1i1.1435

Abstract

...
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN JELAWAT (Leptobarus hoevenni) YANG DIINFEKSI DENGAN BAKTERI Aeromonas hydrophila Meriyanti .; Rachimi .; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i1.1983

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan penyebab Motile Aeromonad Septicemia (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap kelangsungan hidup ikan jelawar (Leptobarus hoevenni)  yang di infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 ml), B (KP 0 ml dan injeksi bakteri), C (20 ml ekstrak daun sirih/100 g pakan ), D (30 ml ekstrak daun sirih/100 g pakan) dan E (40 ml ekstrak daun sirih/100 g pakan ). Ikan di Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Variabel pengamatan meliputi gejala klinis, perubahan bobot,proses recovery dan kelangsungan hidup.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan pelet dengan ekstrak daun sirih terbukti efektif untuk mengobati infeksi Aeromonas hydrophila. pengobatan E (40 ml ekstrak daun sirih/ 100 g pakan) adalah pengobatan yang paling efektif untuk meningkatan kelangsungan hidup dan penyembuhan ikan jelawat yang terinfeksi bakteri aeromonas hydrophila  dengan nilai perubahan bobot 1,87 gram dan kelangsungan hidup 93,33 %.Kata kunci: Sirih, Ikan jelawat, Aeromonas hydrophila
Identifikasi Bakteri Edwardsiella tarda Yang Menginfeksi Ikan Lele (Clarias batrachus) Pada Beberapa Pembudidaya Ikan di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Indriasari .; Eko Dewantoro; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i1.1981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangan penyakit bakteri Edwardsiella tarda dan mengetahui prevelensi serangan Bakteri Edwardsiella tarda pada Ikan Lele, di beberapa lokasi pembudidaya ikan di Kecamatan Sungai raya Kabupaten Kubu Raya. Dalam penelitian ini menggunakan metode survey yaitu pengumpulan data yang dikumpulkan secara observasi, yakni melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti. Sehingga data-data tentang kejadian atau keadaan yang terjadi berdasarkan atas kenyataan yang ada. Data yang telah dikumpulkan diperkuat dari kutipan pustaka yang berhubungan dengan topik penelitian guna mendapatkan gambaran umum yang diperlukan Selama masa penelitian ditemukan jenis bakteri Edwardsiella tarda  menyerang ikan lele di Kecamatan Sungai Raya. Jumlah ikan yang terserang bakteri Edwardsiella tarda berdasarkan uji persumtif sebanyak 7 ekor dari 36 ekor sampel ikan lele yang diuji. Bagian tubuh yang di serang adalah pada bagian hati, ginjal dan insang ikan lele. Namun berdasarkan gejala klinis  bagian tubuh yang  diserang oleh bakteri tersebut adalah pada kulit tubuh bagian kepala, punggung dan dekat sirip dada  ikan lele. Tingkat prevelensi penyakit bakteri Edwardsiella tarda  pada pembudidaya ikan lele di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya adalah 25 % pada Stasiun I dan 16 % pada Stasiun II dan Stasiun III
TRANSPORTASI CALON INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii) MENGGUNAKAN SISTEM KERING DENGAN KETEBALAN MEDIA AMPAS TEBU YANG BERBEDA Transportation Of Biawan (Helostoma Temminckii) Parent Fish Parents Using A Dry System With The Thickness Of Different Ampas Cane Media Sri Hardiyani; Hendry Yanto; Farida .
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i1.1986

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Mempelajari pengaruh ketebalan ampas tebu yang berbeda terhadap kelangsungan hidup ikan biawan selama transpotrasi sistem kering dan untuk menentukan ketebalan ampas tebu yang optimal untuk kelangsungan hidup ikan biawan yang tinggi selama transportasi sistem kering. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan sesuai model Hanafiah (2012) dengan 4 perlakuan 3 ulangan adapun metode penelitian yang dilakukan adalah perlakuan A tidak menggunakan ampas tebu, perlakuan B ampas tebu dengan ketebalan 5 cm, perlakuan C ampas tebu dengan ketebalan 10 cm dan perlakuan D ampas tebu dengan ketebalan 15 cm. Berdasarkan hasil penelitian mengenai transportasi calon induk ikan biawan (Helostoma temminckii) menggunakan sistem kering dengan ketebalan media ampas tebu yang berbeda berpengaruh nyata terhadap masa induksi, masa sedaif dan kelangsungan hidup ikan biawan selama proses transportasi, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan D (ampas tebu dengan ketebalan 15 cm) memberikan hasil masa induksi yang terbaik (3 menit). Hasil penelitian perlakuan C(ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan masa induksi yang terbaik (6 jam 58 menit). Sedangkan perlakuan C (ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang terbaik (8,78 %).
PENGARUH SUHU PEMBIUSAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP UDANG RED CHERRY (Neocaradina denticulata sinensis) SELAMA TRANSPORTASI SISTEM KERING SUHU RENDAH Riski Indra Ismandar; Eko Dewantoro; Rachimi .
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i1.1631

Abstract

Jenis crustasea yang termasuk primadona ekspor ialah udang red cherry (Neocaridina denticulate sinensis). Dalam jumlah banyak, udang ini menarik untuk dilihat karena warnanya sangat cerah sehingga banyak digunakan dalam akuascaping. Sebagai komodita ekspor, transportasi ke daerah tujuan harus mendapat perhatian khusus, sehingga udang yang di kirim memiliki kelangsungan hidup yang tinggi dan sehat.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu pembiusan yang tebaik bagi pengangkuran udang red cherry. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 Ulangan, dengan suhu sebagai perlakuan yaitu A (13o C), B (15o C), C (17o C) dan D (19o C). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), variabel pengamatan tingkat kelangsungan hidup, perubahan bobot dan waktu induksi, pengamatan tingkah laku udang sebelum dan sesudah pembiusan dan pengamatan waktu sedatif, Analisis data menggunakan deskriptif. Tingkat kelangsungan hidup terbaik yaitu pada perlakuan B (13o C) yaitu (76,67). Perubahan bobot udang red cherry yaitu pada perlakuan A (13o C) dengan hasil (0,1 mg), dan waktu induksi tercepat yaitu pada perlakuan A (13o C) dengan waktu (203 detik).Kata Kunci:udang red cherry; suhu; pembiusan; transportasi sistem kering
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI VIRUS KHV (KOI HERVES VIRUS) PADA IKAN MAS (CPYRINUS CARPIO) DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION) Syarif Aprianto; Rachimi .; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i1.1987

Abstract

Ikan mas(Cyprinus carpio) adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan mas atau Ikan karper adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Di Pontianak sendiri ikan mas adalah jenis ikan budidaya keramba serta kolam, ikan ini digemari para pembudidaya karena selain mudah untuk pembesarannya, ikan mas tahan terhadap perubahan kualitas air yang sangat cepat. Virus merupakan HPIK ( Hama Penyakit Ikan Karantina) golongan satu (1) berdasarkan Kepmen karantina ikan no 26 tahun 2013. Gejala Klinis Ikan Mas yang Terinfeksi KHV pada bagian insang ikan terjadi necrosis. Pemeriksaan virus dapat di identifikasi dengan beberapa cara diantaranya menggunakan metode PCR (Polymerase chain reaction. KHV yang juga dikenal sebagai Cyprinid herpesvirus-3 (CyHV-3) merupakan virus yang menginfeksi ikan mas dan ikan koi pada lingkungan budidaya maupun alam liar. Pada pemeriksaan dan identifikasi KHV yang dilakukan saat penelitian antara lain pemeriksan gejala klinis, pemeriksaan organ insang, identifikasi KHV, tingkat prevalensi, penyebaran serangan dan analisa kualitas air. Inilah rangkaian alur pemeriksaan virus KHV pada ikan mas yang dilakukan di SKIPM Kelas I Pontianak
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI (Aeromonas hydrophila) PADA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) M Yunus; Hendry Yanto; Eka Indah Raharjo
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i1.1982

Abstract

Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan ikan endemik Kalimantan, memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan budidayanya. Salah satu jenis penyakit yang sering dijumpai pada organisme budidaya adalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Motil Aeromonas Septicemia (MAS). Upaya penanganan penyakit MAS dapat dilakukan dengan penambahan bahan alami dalam pakan berupa ekstrak buah belimbung wuluh yang memiliki kandungan antibakteri dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Tujuan Menentukan kadar ekstrak belimbung wuluh yang optimal untuk mencegah pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophilla pada ikan tengadak, dengan kadar 0 g, 5 g, 10 g, dan 15 g. Penambahan eksrtak buah belimbing wuluh melalui pakan buatan dapat mencegah pertumbuhan bakteri aeromonas hidrovylla. Memberi beri ekstrak buah belimbing wuluh dengan dosisi 15 g dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang lebih baik dibandingkan dari pada dosis lainnya.
PENGARUH EKSTRAK MENIRAN MENIRAN (Phyllanthus niruri L) SEBAGAI ANTI JAMUR SAPROLEGNEA SP. TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN BAUNG (Mystusnemurus). abdul kasim; Eka Indah Raharjo; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i1.2699

Abstract

Penelitian ini brtujuan untuk mentukan konsentrasi terbaik yang diperlukan untuk pencegahan serangan jamur terhadap telur ikan baung pada proses penetasan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di balai benih ikan anjongan . Pelaksanaan  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A (control), B (150 ppm), C (225 ppm), D (300 ppm). Parameter pengamatan adalah Uji Daya Hambat Jmaur, Pravelensi jamur, Daya Tetas Jmaur, dan Kualitas Jamur menunjukan bahwa perlakuan C (225 ppm) menghasilkan pravelensi terendah dan derajat penetasan tertinggi.
PENGARUH PEMBERIAN Effective Microorganisme-4 (EM-4) DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma Temminckii) Reza Azhari; Hendry Yanto; Farida .
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i2.2406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahanprobiotikjenisEM-4 dalam pakanterhadap pertumbuhandankelangsungan hidup benih ikanbiawan dan menenutukan kadar EM-4 yang efektif untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan biawan.Manfaat Penelitian ini yaitu sebagai sumber informasi ilmiah bagi pembudidaya ikan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan biawan dengan penambahan probiotikjenisEM-4dalam pakan pelet sesuai dengan hasil dari penelitian. Penambahan probiotik EM-4 pada pakan komersial dapat mempengaruhi secara nyata ( P>0,05). Hasil pengamatan dari pengaruh penambahan EM-4 maka dapat diketahui bahwa perlakuan D (15ml/kg) memberikan hasil yang tertinggi pada pertumbuhan berat spesifik sebesar (3,67%) dari pada perlakuan lainnya. Kata Kunci :Ikan Biawan, Pakan Komersial, Probiotik EM-4, Pertumbuhan