cover
Contact Name
Rudi Alfian
Contact Email
borneoakuatika@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6281254136652
Journal Mail Official
borneoakuatika@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Program studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah pontianak Jl. Ahmad Yani No. 111 Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Borneo Akuatika
ISSN : 2685645X     EISSN : 26856468     DOI : 10.29406/jba
Jurnal penelitian bidang kajian perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi manajemen sumberdaya perairan, akuakultur, pengakapan ikan, teknologi hasil perikanan, sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Articles 54 Documents
PENGARUH SUHU YANG BERBEDA TERHADA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOMET (Carassius Auratus) Amirul Mu'minin; Hastiadi Hasan; Farida Farida
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i1.3889

Abstract

Ikan komet (Carassius auratus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang populer di kalangan masyarakat, khususnya bagi pencinta ikan hias. Penelitian ini menggunakan metode ekpserimen dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan suhu yang masing-masing A (27ºC), B (29ºC), C (31ºC) dan D (33ºC). Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap (RAL), Variabel pengamatan pertumbuhan berat mutlak dan panjang mutlak, laju konsumsi oksigen, glukosa darah dan kelangsungan hidup. Analisis data menggunakan deskriptif dan kualitatif. Pertumbuhan berat mutlak dan panjang mutlak paling tinggi terdapat pada perlakuan B (0,93 gram ) dan (2,57 cm). Laju konsumsi oksigen (0,89 mg O2/jam). Dosis optimum pertumbuhan berat mutlak hidup berkisar 28,33ºC
PENGARUH PENAMBAHAN EFFECTIVE MICROORGANISM (EM4) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) Sutrisno Sutrisno; Rachimi Rachimi; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i1.3892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar pemberian Effective microorganism  (EM4) untuk menghasilkan  pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Gurami yang optimal. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah (Wet lab) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi EM4 antara lain adalah perlakuan A (kontrol), B  ( 4 Ml/Kg Pakan),  C  ( 6 Ml/Kg Pakan )   dan D  ( 8 Ml/Kg Pakan ). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah laju pertumbuhan spesifik (SGR), Efiensi Pakan, kelangsungan hidup  (SR), dan kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan penambahan  effective microorganism (EM4) pada Perlakuan D  ( 8 Ml/Kg Pakan ) dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurame tertinggi. Hal ini dikarenakan EM4 adalah suatu produk yang mengandung mikroorganisme hidup dan non pathogen, yang apabila dicampurkan pada pakan dapat meningkatkan pertumbuhan, efisiensi  pakan, dan kelangsungan hidup benih ikan gurame
PENAMBAHAN MADU DALAM PAKAN UNTUK PENINGKATANPERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Riski Abdurrahman; Eko Prasetio; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan suplemen madu pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan tengadak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah Perlakuan A (kontrol), Perlakuan B (350 ml/kg pakan), Perlakuan C (375 ml/kg pakan), dan  Perlakuan  D (400 ml/kg pakan) . Hasil penelitian penambahan suplemen madu pada pakan memberikan pengaruh yang nyata pada laju pertumbuhan berat spesifik dan pertumbuhan panjang spesifik dengan nilai terbaik (400 ml/kg pakan) menghasilkan nilai pertumbuhan berat spesifik sebesar 4,06 g dan pada pertumbuhan panjang spesifik terbaik terdapat pada perlakuan D (400 ml/kg pakan) dengan rata-rata sebesar 5,51 cm. Efesiensi pakan terbaik terdapat pada perlakuan D (400 ml/kg pakan) dengan rata-rata sebesar 50,65%, pada tingkat kelangsungan hidup semua perlakuan yaitu 100%. Hasil pengamatan Kualitas air selama pengamatan yaitu suhu (28-29oC), pH (7,6-7,8), DO (5,0-7,0 mg/l), dan amaoniak (0,3 mg/L).
PENGGUNAAN LARUTAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper bettle Linn) TERHADAP PENCEGAHAN JAMUR Saprolegnia sp. PADA TELUR IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Dian Fitriani; Hendry Yanto; Hastiadi Hasan
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4870

Abstract

Penelitian pengunaan larutan daun sirih bertujuan untuk mempelajari pengaruh larutan daun sirih untuk pencegahan jamur Saprolegnia sp.   pada telur ikan baung, menentukan kadar konsentrasi larutan daun sirih yang efektif untuk pencegahan infeksi jamur Saprolegnia sp.  pada telur ikan baung. Yang dilaksanakan selama 10 hari, di SUPM Anjongan Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan masing-masing 3 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah, A (0 g/L atau kontrol), perlakuan B (0,3g/L), perlakuan C (0,6g/L), dan perlakuan D (0,9g/L). hasil penelitian ini menyatakan bahwa perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan C dengan menggunakan 0,6 g/L larutan daun sirih dengan hasil pencegahan Tingkat Serangan jamur (44,33%), keberhasilan daya tetas telur (55,67%), dan kelangsungan hidup larva (86,32%).
PENGARUH EKSTRAK DAUN NIPAH (Nypa fruticans) TERHADAP HEMATOLOGI IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophylla Eko Prasetio; Rachimi Rachimi; Musliah Sinuhaji
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak daun nipah terhadap hematologi ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan campuran ekstrak daun nipah yang digunakan adalah perlakuan A (KN), perlakuan B (KP), perlakuan C (10 gr ekstrak daun nipah), perlakuan D (15 gr ekstrak daun nipah), perlakuan E (20 gr ekstrak daun nipah). Bakteri yang digunakan adalan Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 108 cfu dengan dosis 0,1 ml per ekor ikan disuntik secara intramuscular. Berdasarkan pengamatan hematologi, penggunaan ekstrak daun nipah 15 gr/kg pakan memberikan hasil terbaik pada eritrosit, leukosit, hemoglobin, dan kelangsungan hidup ikan.
PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MARU (Channa maruliodes) Naja Naja; Hendry Yanto; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan padat penebaran benih ikan maru sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan maru yang terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A padat tebar benih maru 1 ekor/liter, Perlakuan B padat tebar benih maru 2 ekor/liter, Perlakuan C padat tebar benih maru 3 ekor/liter dan Perlakuan D padat tebar benih maru 4 ekor/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar berpengaruh nyata (p<0,5) terhadap pertumbuhan pertumbuhan spesifik yang terbaik terdapat pada perlakuan A yaitu 1 ekor/liter yang rata-rata pertumbuhan berat spesifiknya  (6,94±0.37 %). Sedangkan nilai kelangsungan hidup tidak memberikan pengaruh nyata pada ikan uji, tingkat kelangsungan hidup selama penelitian mencapai 100% dari setiap perlakuan.  padat tebar berpengaruh nyata (p< 0,5) terhadap nilai efesiensi pakan dengan nilai terbaik pada perlakuan D (96,82 ±1,86) gram pakan.
DOSIS PAKAN BUATAN YANG BERBEDA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BAUNG (Mystus nemurus) Elsa Pibri Juwanti; Eka Indah Raharjo; Farida Farida
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4825

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Pontianak ,jalan trans ambawang Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimntan Barat. Waktu pelaksanaan selam 45 hari. Penenlitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pemberian terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan baung dan untuk mengetahui berapa dosis persen yang baik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan baung. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanggan. Variabel pengamatan meliputi laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), efesiensi pakan dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukn bahwa dosis pakan berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan baung. Nilai laju pertumbuhan spesifik terbaik  terdapat pada perlakuan A (3%) dosis pakan, dengan berat rata-rata 7,1 gram/ekor dan panjang 9,7 cm.  kelangsungan hidup ikan baung pada perlakuan B,C dan D 83,80 dan 80, sedangakan pada perlakuan A kelangsungan hidup ikan baung sebesar 87 %. Efesiensi pakan dengan nilai terbaik pada perlakuan A 3% dengan efesiensi pakan 64,9% dan Kualitas air yang diperoleh selama pengamatan yaitu pH 6,2-7,0, suhu 27-28, Do 7,0-9,0 dan ammoniak 1,0-1,5.
PENGARUH PEMBIUSAN DENGAN DAUN SINGKONG KARET (Manihot glaziovii) TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio. L ) SELAMA PROSES PENGANGKUTAN Vikram Aris Munandar; Eko Dewantoro; Rudi Alfian
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4868

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat  pada tanggal 19 Desember 2020 ± 7 hari . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiusan dengan menggunakan ekstrak daun singkong karet terhadap kelangsungan hidup ikan mas selama pengangkutan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (kontrol), B (20 g/L), C (40 g/L), D (80 g/L). Parameter yang diamati adalah respon tingkah laku, waktu induksi, masa sedatif, kelangsungan hidup dan kualitas air (suhu, pH, DO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perasan daun singkong karet yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap Induksi, Sedatif dan Kelangsungan hidup benih ikan mas. Nilai waktu induksi tercepat terdapat pada perlakuan D (80 gram/) dengan waktu rata-rata 17 menit; Nilai waktu sedatif tercepat terdapat pada perlakuan B (20 g/L)  dengan rata-rata 24 menit ; Nilai kelangsungan hidup benih ikan mas nilai tertinggi terdapat pada perlakuan B (20 gL) sebesar 66,67 dan C (40 g/L)  63,33%,  dari hasil penelitian didapatkan nilai kualitas air suhu 27-28o  ph 6-7, DO 2-5ppm
KOMBINASI CACING Tubifex SP DAN PAKAN KOMERSILTERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN ARWANA BRAZIL (Osteoglossum bicirrhosum) Zulkarnain Zulkarnain; Eko Prasetio; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 5, No 1 (2023): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v5i1.5359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi pakan alami tubifex sp dan pakan alami untuk meningkatkan pertumbuhan ikan arwana brazil. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah  perlakuan A (tubifex sp), perlakuan B (75% tubifex + 25% pelet), perlakuan C(50% tubifex + 50% pelet), perlakuan D (75% pelet + 25% tubifex) dan perlakuan E (pelet). Hasil penelitian kombinasi pakan alami tubifex sp dan pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata pada laju pertumbuhan mutlak dan Efesiensi Pemanfaatan Pakan serta tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup ikan arwana brazil. Hasil penelitian pertumbuhan bobot mutlak terbaik terdapat pada perlakuan B (tubifex sp 75% + 25% pelet) dengan rata-rata sebesar 1,56 gr, pada pertumbuhan panjang mutlak terbaik terdapat pada perlakuan A (tubifex sp) dengan rata-rata sebesar 2,63 cm. Efesiensi pakan terbaik terdapat pada perlakuan B (tubifex sp 75% + 25% pelet) dengan rata-rata sebesar 69,33 %, pada tingkat kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan A yaitu 100%.
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN TEPUNG AZOLLA PADA PAKAN KOMERSIL UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Muhammad Dicky Ardyan; Eka Indah Raharjo; Rudi Alfian
Jurnal Borneo Akuatika Vol 5, No 1 (2023): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v5i1.5363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan yang ditambahkan dengan tepung tanaman air azolla dan menentukan presentase penambahan tepung azolla terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Rancangan yang  digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan . Perlakuan A : 100 % Pakan Komersil, B : 90 % Pakan Komersil + 10 % tepung Azolla, C : 80 % Pakan Komersil + 20 % tepung Azolla dan D : 70 % Pakan Komersil + 30 % tepung Azolla. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pakan yang ditambahkan dengan tepung tanaman air azolla F hitung sebesar 30,66 ≥ dari  F tabel 5%(4,07) dan ≥ dari F tabel 1%(7,59) yang berarti antara perlakuan menunjukan berbeda sangat nyata dari analisis variansi pertumbuhan panjang mutlak ikan tengadak.