cover
Contact Name
James Maramis
Contact Email
jmaramis@unklab.ac.id
Phone
+6281248012266
Journal Mail Official
jmaramis@unklab.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Klabat, Jl. Arnold Mononutu, Airmadidi, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Klabat Journal of Nursing
Published by Universitas Klabat
ISSN : -     EISSN : 26857154     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Klabat Journal of Nursing (KJN) is the official peer-reviewed research journal of Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB). This journal aims to promote advancement in nursing and health care through the dissemination of the latest research findings. KJN covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, advanced nursing issue and policy related to the nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. KJN intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. KJN accepts submission from all over the world. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 177 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MATRAS DEKUBITUS TERHADAP KEJADIAN LUKA TEKAN PADA PASIEN IMOBILISASI Rantepadang, Andreas; Pangkey, Stheysie Ega Michelle
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1519

Abstract

Patients who are immobilized for long periods of time without prevention measures can develop pressure ulcers. Pressure ulcers in patients will result in increased treatment costs, longer treatment times, pain, and an increased risk of death. Prevention measures are necessary, such as the use of pressure ulcer mattresses. This study aims to analyze the effect of using a decubitus mattress on the incidence of pressure ulcers in immobilized patients. The research method is quantitative with a quasi-experimental design using a two-group pretest-posttest with control group design. The research sample consisted of 30 immobilized patients at one of the hospitals in North Minahasa, selected using purposive sampling. The research instrument used was a pressure ulcer severity observation sheet. The results of the study using the Mann-Whitney U test showed a p-value of 0.579, which concluded that there was no effect of the use of decubitus mattresses on the incidence of pressure ulcers in immobilized patients. Recommendations for future researchers include increasing the sample size and extending the intervention period. Researchers should also investigate the factors that influence the incidence of pressure ulcers.  Pasien dengan keadaan imobilisasi dalam waktu yang lama dan tidak dilakukan pencegahan dapat menyebabkan terjadinya luka tekan. Luka tekan yang terjadi pada pasien akan berdampak pada penambahan biaya perawatan, waktu perawatan yang lebih lama, rasa nyeri sampai pada meningkatkan risiko kematian pada pasien. Pencegahanpun butuh untuk dilakukan seperti penggunaan alat yaitu matras dekubitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan matras dekubitus terhadap kejadian luka tekan pada pasien imobilisasi. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dengan pendelatan two group pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien imobilisasi di salah satu rumah sakit di Minahasa Utara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini yaitu dengan lembar observasi derajat luka tekan. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis Mann whitney u test didapati hasil p-value 0,579 dimana disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan matras dekubitus terhadap kejadian luka tekan pada pasien imobilisasi. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya kiranya dapat menambahkan jumlah sampel penelitian dan menambah waktu intervensi serta meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruh kejadian luka tekan.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN DISMENORE PADA MAHASISWI KEPERAWATAN Manulang, Nanda; Manoppo, Mutiara Wahyuni
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1524

Abstract

Dysmenorrhea is a common menstrual pain that frequently disrupts the daily activities and productivity of university students. Although primary dysmenorrhea is common, the intensity of the pain is highly influenced by lifestyle factors, particularly dietary patterns. The consumption of foods high in fat, sugar, and monosodium glutamate (MSG) is known to trigger an increase in prostaglandin hormones, which exacerbates uterine contractions. Conversely, the intake of fiber, vitamins, and plant-based proteins plays a role in regulating these hormones. However, the tendency to consume unhealthy foods among students remains high, necessitating research to map its impact on the incidence of dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship between dietary patterns and dysmenorrhea. This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. Dietary patterns were assessed using a questionnaire, while the level of dysmenorrhea pain was measured using the Numerical Rating Scale (NRS). The participants were first-year nursing students at Universitas Klabat. The results indicated that the majority of nursing students at Universitas Klabat had poor dietary patterns and suffered from severe menstrual pain with an NRS score of 8–10. The statistical analysis yielded a p-value of 0.527 (> 0.05), indicating no significant relationship between dietary patterns and dysmenorrhea. These findings provide a contribution and recommendation for future researchers to utilize more specific dietary assessment instruments—focusing on food types that trigger prostaglandin elevation—as well as to investigate unstudied variables such as physical activity and stress factors, while simultaneously providing education on improving unhealthy dietary habits.  Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering mengganggu aktivitas harian dan produktivitas mahasiswi. Meskipun dismenore primer umum terjadi, intensitas nyeri sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, terutama pola makan. Konsumsi makanan tinggi lemak, manis, dan mengandung MSG diketahui memicu peningkatan hormon prostaglandin yang memperparah kontraksi rahim. Sebaliknya, asupan serat, vitamin, dan protein nabati berperan dalam mengontrol hormon tersebut. Namun, kecenderungan konsumsi makanan tidak sehat di kalangan mahasiswa masih tinggi, sehingga diperlukan penelitian untuk memetakan pengaruhnya terhadap kejadian dismenore. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan dismenore. Desain yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan instrumen untuk pola makan yang digunakan yaitu kuesioner dan untuk mengukur tingkat nyeri dismenore yaitu menggunakan NRS. Responden yang terlibat yaitu mahasiswi keperawatan tingkat 1 di Universitas Klabat. Hasil yang didapatkan bahwa gambaran pola makan pada Mahasiswi fakultas Keperawatan di Universitas Klabat mayoritas memiliki pola makan yang kurang baik dan mayoritas mengalami nyeri haid berat dengan skala nyeri yaitu 8-10 serta p-value 0,527 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan dismenore. Hal ini memberikan kontribusi dan rekomendasi bagi peneliti berikutnya untuk menggunakan instrumen pola makan yang lebih spesifik mengenai jenis makanan yang memicu peningkatan prostaglandin serta menambahkan atau meneliti variabel yang belum diteliti seperti aktivitas fisik dan faktor stres serta memberikan edukasi untuk peningkatan pola makan yang kurang baik.perlu diperhatikan sebagai langkah pencegahan peningkatan kadar lipid, glukosa dan hiperurisemia  
EFEK ORAL CRYOTHERAPY TERHADAP MUKOSITIS ORAL PADA PASIEN KANKER Sitanggang, Yenni Ferawati; Wulandari, Poppy; Riana; Setiawan, Velia Putri; Sakti, Erivita
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1525

Abstract

Background: Cancer is one of the deadliest chronic diseases in the world. Chemotherapy is often the main choice in cancer treatment. Chemotherapy has side effects, one of which is oral mucositis. Oral cryotherapy significantly contributes to protecting oral health and preventing mucositis. Objective: This study aimed to analyze the effect of oral cryotherapy on oral mucositis in cancer patients. Methods: This study uses the literature review method by including a critical appraisal. The inclusion criteria used were research journals published in the last ten years 2009-2019, articles in Indonesian and English with free-text and full-text search results and articles discussing cancer patients with oral mucositis. The study discussed the effect of oral cryotherapy on oral mucositis in cancer patients. The exclusion criteria were systematic review articles, literature reviews, and articles with a sample size of ≤ 20 respondents. Results: Based on six articles, it was concluded that oral cryotherapy is effective in reducing the severity of oral mucositis, reducing its incidence, alleviating pain, and providing comfort in the oral cavity. Suggestion: Oral cryotherapy intervention can be applied consistently in a hospital and evaluated regularly.  Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang mematikan di dunia. Kemoterapi seringkali menjadi pilihan utama dalam pengobatan kanker. Kemoterapi memiliki efek samping, salah satunya adalah mukositis oral. Oral cryotherapy memiliki kontribusi signifikan terhadap perlindungan kesehatan mulut guna untuk mencegah mukositis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efek oral cryotherapy terhadap mukositis oral pada pasien kanker. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan mencantumkan critical appraisal. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal penelitian yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir (2009–2019), artikel dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan hasil pencarian free-text dan full-text, serta artikel yang membahas pasien kanker dengan mukositis oral. Studi yang dibahas adalah tentang efek oral cryotherapy terhadap mukositis oral pada pasien kanker. Kriteria eksklusi yang digunakan adalah artikel systematic review dan literature review. Berdasarkan enam artikel, disimpulkan bahwa efek oral cryotherapy terhadap mukositis oral pada pasien kanker dapat mengurangi keparahan mukositis, mengurangi insiden mukositis oral, mengurangi rasa nyeri dan memberikan rasa nyaman pada rongga mulut. Saran: Intervensi oral cryotherapy dapat diterapkan di rumah sakit secara konsisten dan dievaluasi secara berkala.  
ANALISIS RISIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PETANI KELAPA DI DESA X Sanger, Ailine Yoan; Paat, Putri
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1527

Abstract

Musculoskeletal complaints are disorders affecting the muscles, bones, ligaments, tendons, joints, and other supporting tissues. Persistent complaints can interfere with daily routines, impacting workers’ productivity and quality of life. The objective of this study was to determine significant differences in MSD complaints among coconut farmers based on age, gender, length of service, and work duration. This study employed a quantitative method using a descriptive analytical design with a cross-sectional approach.  The instrument used in this study is the Nordic Body Map (NBM) to measure MSDs.  The results revealed significant differences in MSD complaints by gender; there were significant differences in MSD complaints based on age group; and significant differences in MSD complaints based on length of service; however, no significant differences were found in MSD complaints based on work duration. Recommendations were made to provide ergonomics education to agricultural workers, particularly for women, who have lower muscle strength than men. Stretching during work breaks is also important, especially for older workers, to help reduce MSD complaints. Keluhan muskuloskeletal merupakan gangguan yang terjadi pada otot, tulang, ligamen, tendon, persendian maupun jaringan pendukung lainnya yang.  Keluhan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu kegiatan rutinitas sehari-hari, berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup pekerja.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada keluhan MSDs pada petani kelapa berdasarkan usia, jenis kelamin, masa kerja dan durasi kerja.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM).  Hasil penelitian ini didapati perbedaan yang signifikan pada keluhan MSDs dalam jenis kelamin, terdapat perbedaan keluhan MSDs yang signifikan berdasarkan kelompok usia, terdapat perbedaan yang signifikan pada keluhan MSDs ditinjau dari masa kerja, namun tidak didapati perbedaan yang signifikan dalam keluhan MSDs berdasarkan durasi kerja. Rekomendasi diberikan agar edukasi ergonomi dapat diberikan kepada pekerja petani apalagi untuk jenis kelamin wanita dengan masa otot yang lebih rendah daripada laki-laki.  Peregangan disela-sela pekerjaan juga penting apalagi bagi pekerja dengna usia yang lebih tua, untuk membantu mengurangi keluhan MSDs.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN KUALITAS TIDUR DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI MAHASISWA UNIVERSITAS KLABAT Padaunan, Ellen; Wendur, Cindra Patricia
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1532

Abstract

Sleep quality is a problem experienced by many students who are completing their thesis. One of the causes of poor sleep quality is anxiety. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and sleep quality in completing thesis of Klabat University students. The research design used is descriptive correlation with a cross-sectional approach with convenience sampling technique Sampling on 181 respondents. The results obtained that the majority of students who are completing their thesis at Klabat University have anxiety in the mild category, namely 92 students (50.8%) and the quality of sleep in students who complete their thesis at Klabat University is mostly in the category of poor sleep quality, namely 179 students (98.9%). The results of the correlation test that has been carried out using the statistical formula, namely Spearman Rho, obtained a p-value of 0.000, which means there is a significant relationship between anxiety levels and sleep quality in completing thesis of Klabat University students with a value of r = 0.276, which means that the two variables have a weak relationship but the direction of the relationship is positive and also means that the higher the level of anxiety, the worse the quality of sleep. Recommendations that researchers can provide for future researchers who wish to conduct similar research are to be able to conduct further research on what factors can influence the anxiety of students completing their theses. Kualitas tidur adalah masalah yang dialami oleh banyak mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Salah satu penyebab kualitas tidur buruk yaitu kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur dalam menyelesaikan skripsi mahasiswa Universitas Klabat. Desain penelitian yang dilakukan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik convenience sampling Sampling pada 181 responden. Hasil yang didapat bahwa mayoritas mahasiswa yang sedang menyelesaikan skrpsi di Universitas Klabat memiliki Kecemasan yang berkategori tingkat ringan yaitu 92 mahasiswa (50,88%) dan kualitas tidur pada mahasiswa yang menyelesaikan skripsi di Universitas Klabat mayoritas berada pada kategori kualitas tidur yang buruk yaitu 179 mahasiswa (98,9%). Hasil uji korelasi yang sudah dilakukan menggunakan rumus statistik yaitu Spearman Rho didapatkan didapati p-value 0,000 yang berartinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur dalam menyelesaikan skripsi mahasiswa Universitas Klabat dengan nilai r= 0,276 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang lemah tapi arah hubungannya yang positif atau semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin buruk kualitas tidur. Rekomendasi yang dapat diberikan peneliti bagi peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi kecemasan mahasiswa yang menyelesaikan skripsi.  
HUBUNGAN DURASI DAN LAMA KERJA SERTA POSISI PERGELANGAN TANGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PENGEMUDI OJEK DI AIRMADIDI Pangalila, Dea Natalia; Purnawinadi, I Gede
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1544

Abstract

Carpal tunnel syndrome is a musculoskeletal disorder of the wrist caused by pressure on the median nerve in the carpal tunnel, causing pain, tingling, and numbness. Motorcycle taxi drivers are at risk of developing CTS due work, working duration, and poor wrist posture. The purpose of this study was to determine whether there is a significant relationship between work tenure, duration of work, and wrist position with CTS among motorcycle taxi drivers in Airmadidi. This study used a descriptive correlation method with a cross-sectional approach. The population was motorcycle taxi drivers actively working in the Airmadidi area. The sample size of 84 respondents who met the criteria was obtained using accidental sampling. The measuring instruments used were a questionnaire with proven validity and reliability and the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) to measure wrist position. Data were analyzed using the Spearman Rank formula due to non-normal distribution. The analysis results showed no significant association between work tenure (p=0.100), work duration (p=0.278), and wrist position (p=0.245) and CTS complaints. The conclusion is that there is no significant association between work tenure, work duration, and wrist position and CTS complaints among motorcycle taxi drivers in Airmadidi. Further research is recommended to examine other factors potentially associated with CTS complaints, such as Body Mass Index (BMI), medical history, use of Personal Protective Equipment (PPE), and other ergonomic risk factors.  Sindrom terowongan karpal sebagai gangguan muskuloskeletal pada pergelangan tangan akibat tekanan pada saraf medianus di terowongan karpal, yang menimbulkan nyeri, kesemutan, dan kebas. Pengemudi ojek berisiko mengalami CTS karena lama kerja, durasi berkendara, dan postur pergelangan tangan yang tidak ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja, durasi kerja, dan posisi pergelangan tangan dengan keluhan CTS pada pengemudi ojek di Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pengendara ojek yang aktif bekerja di wilayah Airmadidi. Sampel penelitian ini sebanyak 84 responden yang memenuhi kriteria dan diperoleh dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya serta Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk mengukur posisi pergelangan tangan. Data dianalisis menggunakan rumus Spearman Rank karena distribusi data tidak normal. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja (p=0,100), durasi kerja (p= 0,278), posisi pergelangan tangan (p=0,245) dengan keluhan CTS. Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja, durasi kerja, posisi pergelangan tangan dengan keluhan CTS pada pengemudi ojek di Airmadidi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang berpotensi berhubungan dengan keluhan CTS, seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), riwayat penyakit, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta faktor risiko ergonomis lainnya.
ANALISIS PERILAKU MENCARI INFORMASI KESEHATAN PADA ANGGOTA GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT JURONG SINGAPURA Palangan, Merelyn
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1545

Abstract

This study is motivated by the increasing use of digital technology in accessing health information, which has transformed information-seeking patterns from conventional methods to internet-based sources. This shift creates new challenges, particularly in individuals’ ability to evaluate the credibility of online health information. This study aims to analyze health information-seeking behavior among members of the Seventh-day Adventist Church congregation in Jurong, Singapore. This research employed a descriptive quantitative approach using a survey method with a structured questionnaire adopted from the Health Information National Trends Survey (HINTS). A total of 111 respondents participated from a population of 250 church members with diverse backgrounds in age, education, and occupation. The instrument covered digital device usage, sources of health information, trust levels, and the ability to evaluate health information. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results show that 89.1% of respondents use the internet as their primary source of health information, with mobile phones as the dominant device (95.5%). Search engines are the most frequently used platform (88.2%). However, 58.2% of respondents reported difficulty in assessing the credibility of online health information. The conclusion of this study indicates that digital technology has a significant influence on health information-seeking behavior; however, this is not yet accompanied by adequate digital health literacy. Inferential analysis suggests an association between respondents’ characteristics and their patterns of seeking and evaluating health information. It is recommended to enhance digital health literacy through community-based education and strengthen the role of nurses in guiding individuals to critically evaluate online health information.  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam mengakses informasi kesehatan yang telah mengubah pola pencarian informasi dari metode konvensional menjadi berbasis internet. Perubahan ini menimbulkan tantangan baru, khususnya dalam kemampuan individu untuk mengevaluasi kredibilitas informasi kesehatan yang diperoleh secara online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pencarian informasi kesehatan pada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Jurong di Singapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei berbasis kuesioner terstruktur yang diadopsi dari Health Information National Trends Survey (HINTS). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 111 orang dari total populasi 250 anggota jemaat dengan latar belakang usia, pendidikan, dan pekerjaan yang beragam. Instrumen penelitian mencakup penggunaan perangkat digital, sumber informasi kesehatan, tingkat kepercayaan, serta kemampuan mengevaluasi informasi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,1% responden menggunakan internet sebagai sumber utama informasi kesehatan, dengan 95,5% menggunakan telepon genggam sebagai perangkat utama. Mesin pencari menjadi platform paling dominan (88,2%). Namun, sebanyak 58,2% responden masih mengalami kesulitan dalam menilai kredibilitas informasi kesehatan online. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pencarian informasi kesehatan, namun belum diimbangi dengan kemampuan literasi kesehatan digital yang memadai. Analisis inferensial mengindikasikan karakteristik responden dengan pola pencarian dan evaluasi informasi kesehatan. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya peningkatan edukasi literasi kesehatan digital melalui pendekatan komunitas gereja, serta peran aktif tenaga keperawatan dalam membimbing jemaat agar lebih kritis dalam menilai informasi kesehatan yang diperoleh secara online.