cover
Contact Name
I Gede Purnawinadi
Contact Email
nutrixjournal@gmail.com
Phone
+6285256923813
Journal Mail Official
nutrixjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arnold Mononutu, Kec. Airmadidi - 95371 Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Nutrix Journal
Published by Universitas Klabat
ISSN : 25794426     EISSN : 25806432     DOI : -
Nutrix Journal (NJ) is an official peer-reviewed research journal published by the Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB) in collaboration with the Indonesian National Nurses Association (INNA) of North Sulawesi Province. This journal aims to promote anhancement in nursing and health care through dissemination of the latest research findings. NJ covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, nursing information technology, advanced nursing issue and policy related to nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. NJ intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. Nurse (English: nurse, originating from Latin: nutrix which means caring for or nurturing), the role of nurses in general is to provide care providers, community leaders, educators, managers and researchers.
Articles 172 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Gizi Seimbang pada Siswa Sekolah Menegah Pertama Pasaribu, Grace; Siagian, Nurhayati
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1205

Abstract

Pengetahuan gizi dapat membantu remaja menentukan makanan bergizi dan memahami makanan yang tidak sehat yang dapat menyebabkan penyakit. Remaja yang memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai gizi secara benar akan berpengaruh pada sikap remaja dalam kebiasaan makan yang apabila hal itu tidak disadari mengakibatkan risiko-risiko kesehatan yang akan mereka alami di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang pada anak SMP kelas VII dan VIII di Perguruan Advent Parompong. pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ialah korelasi deskriptif. Penelitian memakai metode studi yaitu cross sectional menggunakan uji Chi-Square. Subjek penelitian terdiri dari siswa SMP kelas VII dan VIII di Perguruan Advent Parompong. Hasil Analisa menunjukkan bahwa hasil rata-rata pengetahuan itu sebesar 77,8%, dan hasil rata-rata dari sikap itu sebanyak 81,6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam hal tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dan sikap gizi seimbang sebanyak 0,814. Disimpulkan hasil penelitian dalam hal sikap tentang gizi seimbang tidak ada hubungan yang signifikan . Selanjutnya saran bagi responden untuk tetap mempertahankan atau bahkan meningkatkan pengetahuan dan sikap. Kata Kunci : Gizi Seimbang, Sikap, Pengetahuan
Motivasi dan Tantangan Tamatan Perawat Dalam Mencapai Kelulusan NCLEX-RN di California Sitorus, Evie Siregar; Tambunan, Evelyn Hemme
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1182

Abstract

Introduction: Significant factors in influencing students' ability to pass the competency test include academic, cognitive, and individual aspects. Several factors that influence the success of the competency test from the perspective of student preparation in learning include motivation, reading ability, record management, time management, and critical thinking skills. Objective: This study aims to analyze the motivation and challenges of nurse graduates from Universitas Advent Indonesia in achieving graduation on the NCLEX-RN exam in California. Method: This study is a qualitative study with a phenomenological study that collects research data through in-depth interviews consisting of six UNAI alumni participants in California. Results: the results of the study in the form of research themes, namely: preparing for and requirements for the NCLEX exam, factors causing failure to pass the NCLEX exam, and motivation to take and pass the NCLEX exam. Conclusion: Nurses’ motivations in achieving NCLEX RN graduation in California are to improve finances, flexible working hours, make family happy, and be involved in complex patient care. Nurses’ challenges in achieving NCLEX RN graduation in California are meeting the administrative requirements for registering for the NCLEX RN exam, managing study time, understanding the material and the purpose of the exam questions, and adapting to the CAT exam system
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Klien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Muhaidi, Helmi Munib; Supadi, Supadi; Supriyatno, Heru; Ariyati, Tini
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1155

Abstract

Hipertensi adalah kondisi meningkatnya tekanan darah secara kronis yang menyebabkan seseorang merasakan sakit akibat dari gejala yang muncul bahkan dapat menyebabkan kematian. Nostril breathing adalah metode terapi mandiri dalam pengobatan hipertensi dengan pernafasan lubang hidung secara bergantian dan berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah dikarenakan siklus nasal, dominasi serebral, dan aktivitas otonom saling berhubungan sehingga hemisfer kontra lateral dapat teraktivasi dan terjadi vasodilatasi vena dan anteriol pada sistem perifer jantung. Hal ini akan meningkatkan keluaran syaraf parasimpatis sehingga frekuensi jantung berkurang. Tujuan penelitian ini memaparkan asuhan keperawatan pada klien hipertensi dengan masalah keperawatan perfusi serebral tidak efektif melalui terapi alternatif nostril breathing. Analisis deskriptif digunakan sebagai pendekatan studi kasus dengan melibatkan 3 klien hipertensi yang memiliki risiko perfusi serebral sebagai responden. Pernafasan nostril breathing selama 10 menit diberikan sebagai intervensi dalam 3 hari berturut-turut. Hasil pemberian teknik nostril breathing terjadinya penurunan rerata tekanan darah dari ketiga responden baik tekanan sistole dan diastole. Tn. N terjadi penurunan 2.00 (systole) dan 2,76 (diastole), Tn. E terjadi penurunan 4.00 (systole) dan 2,00 (diastole), dan Tn. T terjadi penurunan 3.33 pada tekanan systole maupun diastole. Pemberian teknik nostril breathing menunjukkan terjadinya penurunan tekanan darah systole maupun diastole. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan untuk mengembangkan intervensi keperawatan pada pasien hipertensi dalam mengatasi masalah risiko perfusi serebral
Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Konsentrasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Doloksaribu, Tio; Peranginangin, Mori A. Br.
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1206

Abstract

Kebiasaan sarapan pagi dapat berkontribusi pada peningkatan konsentrasi, namun masih banyak penelitian yang menunjukkan bahwa siswa tidak rutin melakukan sarapan pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan konsentrasi belajar pada siswa SMP di Perguruan Advent Parongpong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik total sampling dari 35 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, serta uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 responden (37,1%) memiliki kebiasaan sarapan yang kurang baik, sementara 22 responden (62,9%) memiliki kebiasaan sarapan yang baik. Dalam hal konsentrasi belajar, 34 responden (97,1%) masuk dalam kategori kurang baik, sedangkan 1 responden (2,9%) memiliki konsentrasi belajar yang baik. Analisis dengan uji chi-square memberikan nilai p-value sebesar 0,435, menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas 7 dan 8 di SMP Perguruan Advent Parongpong. Saran bagi responden adalah untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya sarapan pagi dalam mendukung konsentrasi dan performa belajar.
Dukungan Keluarga dan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa di Universitas Klabat Sanger, Ailine Yoan; Sigar, Dira
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1184

Abstract

Academic resilience is the ability of students to withstand academic pressure. One of the factors that can influence academic resilience is family support. The purpose of this research is to determine the relationship between family support and academic resilience among nursing students at Klabat University. The method used is cross-sectional, with Pearson correlation statistical testing. This research uses purposive sampling techniques with Slovin's formula with a sample size of 109 respondents. The result showed that the majority of 39 (35.8%) respondents had moderate family support. Academic resilience was found to be predominantly at a moderate level with 49 (45.0%) respondents. The p-value result = 0.000 (< 0.05) with a correlation coefficient r = 0.600 indicates that there is a significant relationship between family support and academic resilience among nursing students at Klabat University, with a strong positive correlation. The higher the family support, the higher the resilience of the students will be. Recommendations are made for students to enhance their academic resilience by utilizing the support from their families, enabling them to be more resilient and persistent in facing academic challenges. Keywords: Academic resilience, family support, students
Kejadian Ikutan Paska Vaksinasi COVID-19: Refleksi dan Pembelajaran Setelah Pandemi Mailoor, Wulan Dea Debora; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1157

Abstract

COVID-19 vaccine is a weakened antigen as well as the government's efforts to reduce COVID-19 cases, this is not far from the term post-vaccination adverse events (KIPI) which can occur after vaccination or immunization as a response of the body. The purpose of the study was to determine the relationship between the COVID-19 vaccine and post-vaccination adverse events in nursing students at Klabat University. Quantitative research method with a cross-sectional approach and data collection using questionnaires. The results of the study found that the majority experienced local KIPI with the type of KIPI pain in the injection area 115 (29.7%) respondents at the first and second doses. The results of the study found that the majority experienced systemic KIPI with the type of KIPI feeling unwell 101 (26.1%), KIPI muscle pain 102 (26.4%), and KIPI drowsiness 112 (28.9%) respondents. The results of the local KIPI chi-square test showed a p-value <0.05, namely there was a significant relationship between the COVID-19 vaccine and KIPI pain, redness, and swelling of the injection area. The results of the chi-square test for systemic AEFI fever, headache, dizziness, malaise, muscle pain, fatigue, chills, drowsiness, and changes in appetite showed a p-value <0.05, which means there is a significant relationship, while for systemic AEFI nausea/vomiting, there is no significant relationship from the chi-square test with a p-value> 0.05. Further research recommendations add the status of booster vaccination two, age factors, gender, type of AEFI diarrhea, cough, and runny nose, excessive sweating, rash, and itching. Vaksin COVID-19 adalah antingen yang dilemahkan sekaligus upaya pemerintah dalam mengurangi kasus COVID-19, hal ini tidak jauh dari kata kejadian ikutan paska vaksinasi (KIPI) yang bisa terjadi setelah vaksinasi atau imunisai sebagai respon tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan vaksin COVID-19 dan kejadian ikutan paska vaksinasi pada mahasiswa keperawatan Universitas Klabat. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapati mayoritas mengalami KIPI lokal dengan jenis KIPI nyeri area suntikan 115 (29,7%) responden pada dosis pertama dan kedua. Hasil penelitian didapati mayoritas mengalami KIPI sistemik dengan jenis KIPI tidak enak badan 101 (26,1%), KIPI nyeri otot 102 (26,4%) dan KIPI mengantuk 112 (28,9%) responden. Hasil uji chi-square KIPI lokal menunjukkan p-value <0,05 yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara vaksin COVID-19 dengan KIPI nyeri, kemerahan dan bengkak area suntikan. Hasil uji chi-square KIPI sistemik demam, sakit kepala, pusing, tidak enak badan, nyeri otot, kelelahan, menggigil, mengantuk dan perubahan napsu makan menunjukkan p-value <0,05 yaitu terdapat hubungan yang signifikan, sedangkan untuk KIPI sistemik mual/muntah tidak terdapat hubungan yang signifikan dari uji chi-square dengan p-value >0,05. Rekomendasi penelitian selanjutnya menambahkan status vaksinasi booster dua, faktor usia, jenis kelamin, jenis KIPI diare, batuk pilek, keringat berlebih, ruam, dan gatal-gatal.
Motivasi Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Dalam Belajar Bahasa Inggris Lotulung, Christa Vike; Purnawinadi, I Gede
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1210

Abstract

This study aims to analyze the motivation to learn English among nursing students, especially in facing global competition. This study uses a quantitative-descriptive approach with 95 students selected purposively. Motivation to learn English is measured through two main aspects, namely integrative motivation and instrumental motivation. The results of the study indicate that instrumental motivation such as the desire to support a career and understanding popular culture content, are the main drivers for students in learning English. In addition, integrative motivation such as the desire to understand the culture of English-speaking countries and interact with native speakers, also has a significant role. Educational institutions are expected to develop English learning programs that are more applicable, oriented to the world of work, and based on the global needs of students. Further research is recommended to conduct an in-depth analysis of the factors that influence motivation, as well as a longitudinal approach to track changes in motivation along with the education process.
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Asupan Energi dengan Status Gizi Pada Remaja Navila, Winay; Firmansyah, Firmansyah
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1293

Abstract

Pengetahuan tentang gizi dapat membantu remaja mengenal sumber zat gizi pada makanan, agar tidak menyebabkan penyakit. Pada masa remaja, kebutuhan terhadap energi, protein dan zat gizi mikro meningkat, yang menyebabkan remaja mengalami masalah seperti kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan asupan energi dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 3 Surakarta. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 7 dan 8 sebanyak 89 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan gizi dalam kategori baik (61,8%), rata-rata asupan energi (71.9%) dalam kategori asupan kurang dan rata-rata status gizi (63%) dalam kategori baik. Uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan status gizi dengan nilai p-value 0,076>0,05 dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan status gizi dengan nilai p-value 0,900>0,05. Knowledge about nutrition can help adolescents recognize the sources of nutrients in food, so as not to cause disease. During adolescence, the need for energy, protein and micronutrients increases, which causes adolescents to experience problems such as malnutrition and excess nutrition. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional knowledge and energy intake with nutritional status in adolescents at SMP Negeri 3 Surakarta. The method used was observational with a cross-sectional approach using the Spearman Rank correlation test. The subjects of the study consisted of 89 respondents in grades 7 and 8. The results of the analysis showed that the average nutritional knowledge was in the good category (61.8%), the average energy intake (71.9%) was in the category of insufficient intake and the average nutritional status (63%) was in the good category. Statistical tests showed that there was no significant relationship between nutritional knowledge and nutritional status with a p-value of 0.076> 0.05 and there was no significant relationship between energy intake and nutritional status with a p-value of 0.900> 0.05.
Strategi dalam Mengatasi Tantangan Implementasi Kredensial dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) di Rumah Sakit Swasta Kota Bandung: - Wijoyo, Advent Ponconoko; Siringoringo, Ellen Ruth; Lumintang, Yance; Simanjuntak, Samuel Maju
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1286

Abstract

Implementasi kredensial dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) di rumah sakit swasta Kota Bandung menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan tersebut serta mengusulkan strategi manajemen keperawatan yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Validasi data menggunakan triangulasi sumber melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama, yaitu (1) keterbatasan sumber daya, (2) dukungan manajemen yang kurang optimal, dan (3) beban kerja tinggi, khususnya akibat tugas ganda kepala ruangan sebagai IPCN. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan dukungan manajemen, penyediaan sumber daya yang cukup, optimalisasi alokasi SDM, pelatihan terstruktur berkelanjutan, serta implementasi insentif berbasis kinerja. Penelitian merekomendasikan adanya tenaga IPCN khusus, supervisi klinis rutin, serta jadwal pelatihan berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas IPCN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi. Implementing credentialing and continuing professional development (CPD) for infection prevention and control nurses (IPCN) in private hospitals faces several challenges that affect the quality of healthcare. This study aims to explore these challenges and propose effective nursing management strategies. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and participatory observations. Data validity was achieved by triangulation of sources, comparing interviews, observations, and document analysis. Findings revealed three main themes: (1) resource limitations; (2) insufficient management support; and (3) high workload, especially due to dual roles of head nurses serving as IPCN. Proposed strategies include enhancing management support, providing adequate resources, optimizing human resource allocation, continuous structured training, and implementing incentive-based performance evaluations. Recommendations highlight the necessity of dedicated IPCN staff, routine clinical supervision, and regular training schedules. These strategies are expected to enhance IPCN effectiveness in infection prevention and control.
Analisis Persepsi dan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa di Lingkungan Kampus Deviany, Nur Fadhilah; Syakurah, Rizma Adlia
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1266

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok individu dalam suatu instansi pendidikan tinggi yang berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental akibat tekanan sosial dan digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap kebutuhan layanan kesehatan mental, serta pentingnya mendorong pencarian bantuan profesional untuk mengurangi risiko kesehatan mental di kalangan mahasiswa dengan latar belakang beragam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan purposive sampling, melibatkan 1.293 mahasiswa Universitas Sriwijaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka di Google Form, disebarkan via WhatsApp, Instagram, dan langsung di fakultas. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistic 25.0 untuk menggambarkan persepsi dan kebutuhan layanan kesehatan mental.Dari 1.293 responden, mayoritas berasal dari FKIP (25,8%), diikuti FKM (13,4%) dan FMIPA (4,7%). Sebagian besar adalah perempuan (68,3%) dan mayoritas berada di semester 1 (35,2%). Sumber pendanaan mahasiswa bervariasi, 17,2% mengandalkan beasiswa, 5,3% bekerja paruh waktu. Survei menunjukkan meskipun sebagian besar responden merasa kondisi mental mereka baik, masih ada sebagian yang mengalami masalah seperti kecemasan dan stres akibat tekanan akademik, masalah ekonomi, dan perubahan sosial. Mahasiswa banyak yang mencari dukungan sosial untuk mengatasi masalah tersebut. Mayoritas mahasiswa (96,4%) mendukung penyediaan layanan kesehatan mental di kampus untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa merasa kondisi mental mereka baik, banyak yang mengalami stres dan kecemasan. Mayoritas mendukung layanan kesehatan mental di kampus, dengan pentingnya dukungan sosial, literasi, dan akses layanan profesional untuk mengatasi masalah ini. Students are a group of individuals in a higher education institution who are at high risk of experiencing mental health problems due to social and digital pressures. This research aims to identify students' perceptions of the need for mental health services, as well as the importance of encouraging seeking professional help to reduce mental health risks among students with diverse backgrounds. This research uses a descriptive observational method with purposive sampling, involving 1,291 Sriwijaya University students. Data was collected through an open questionnaire on Google Form, distributed via WhatsApp, Instagram, and directly at the faculty. Data analysis was carried out univariately using IBM SPSS Statistics 25.0 to describe perceptions and needs for mental health services.Of the 1,293 respondents, the majority came from FKIP (25.8%), followed by FKM (13.4%) and FMIPA (4.7%). Most were women (68.3%) and the majority were in semester 1 (35.2%). Student funding sources vary, 17.2% rely on scholarships, 5.3% work part time. The survey showed that although the majority of respondents felt their mental condition was good, there were still some who experienced problems such as anxiety and stress due to academic pressure, economic problems and social changes. Many students seek social support to overcome these problems. The majority of students (96.4%) supported the provision of mental health services on campus to effectively address this issue. This research shows that although the majority of students feel their mental condition is good, many experience stress and anxiety. The majority supported mental health services on campus, with the importance of social support, literacy, and access to professional services to address these issues.