cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 181 Documents
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL PROELIUM KARYA FEBRIALDI. R Muhamad Bastian; Muhammad Wildan
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 2 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis tindak tutur ilokusi serta fungsinya dalam novel Proelium karya Febrialdi. R. Penelitian ini menggunakan novel Proelium menjadi sumber data. Metode penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tahap baca serta catat dan dokumentasi. Adapun penggunaan teknik analisis dengan cara reduksi data, yaitu dengan memilah, dan memfokuskan pada hal-hal yang ingin diambil sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif kategori menyatakan menjadi jenis tindak tutur ilokusi yang paling sering muncul dalam novel Proelium. Adapun fungsi bekerja sama kategori menyatakan menjadi fungsi tindak tutur ilokusi yang paling sering digunakan oleh para tokoh dalam novel Proelium.
BENTURAN PERADABAN: BAHASA DAN BUDAYA DI KANCAH NASIONAL DAN GLOBAL MENCAPAI TITIK KULMINASI (ANALISA WACANA KRITIS) Mohamad Ramdon Dasuki
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.59-66

Abstract

Isu benturan peradaban hangat diperbincangkan sejak Samuel Huntington bahas dalam bukunya The Clash of Civilization and the Remaking of World Order  (disampaikan pada pidato tahun 1996) , dan Francis Fukuyama dalam bukunya The End of History and the Last Man tahun 1992, hingga dibahasakan di forum-forum internasional pasca negeri super power Amerika Serikat dinyatakan memimpin dunia setelah jatuhnya rival utama blok timur Uni Sovyet runtuh. Berikutnya muncul kekuatan baru dunia yang akan menyaingi hegemoni barat yaitu kekuatan seperti Confucious-Budha (Cina, Jepang, Korea), Islam, dan lainnya.  Dengan kata lain sejak saat itu (runtuhnya Uni Sovyet) akan terjadi benturan peradaban  dunia antara kekuatan-kekuatan besar dunia. Kekuatan besar dunia seperti KristenYahudi Barat, Confucious-Budha (Cina, Jepang dan Korea), Islam (Timur-Tengah dan Asia), Hidhu-India, dan kekuatan-kekuatan lainnya akan saling bersaing dan berbenturan antara satu dengan lainnya. Perang wacana seperti fenomena perebutan kekuasaan atau saling mengklaim suatu wilayah atau suatu fakta tertentu seperti yang sekarang sedang berlangsung di wilayah: laut Cina selatan utara atau fakta kasus lama Palestina-Israel di tingkat dunia dengan diawali perang tagar sebelum penurunan kekuatan antara kekuatan yang bertikai. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk ketahui implikasi yang sulit dihindari dari dinamika perkembangan peradaban dunia dari zaman ke zaman yang menurut penulis adalah implikasi bahasa sebagai alat komunikasi baik lewat media massa maupun media sosial yang menjadi satu-satunya alat untuk mendefinisikan suatu realitas. Sebagaimana bahasa juga satu-satunya alat praktis dalam mengungkapkan nilai-nilai budaya sebagai arena pergulatan makna atau perang wacana. Dengan kata lain kemungkinan tergelincirnya penggunaan dari implikasi bahasa ini sangat terbuka sepanjang masa. Sementara kecenderungan dunia abad ke-21 diantaranya peran kelompok akan semakin menguat dibanding peran negara yang sebenarnya lebih luas dan dominan, semakin menggejala sehingga menambah frekuensi benturan peradaban di berbagai pelosok dunia semakin nyata. Baik itu kelompok suatu agama, kelompok organisasi massa, kelompok sosial berlabel ini dan itu akan semakin beragam lebih nyata mengemuka dalam kehidupan sosial saat ini. Oleh karena itu metode yang tepat hindari seringnya gesekan sosial yang seharusnya tidak perlu terjadi justeru kini seringkali terjadi oleh karena sebab sepele yang diawali dengan celetukan omongan, celotehan di medsos, saling sindir lempar ucapan kata-kata hingga akhirnya menjadi alasan untuk menyerang kelompok lain hingga menjatuhkan pihak lain.Hasil dari kesimpulan fenomena seperti tersebut di atas atau penggunaan bahasa yang tidak tepat menjadi penyebab suatu tawuran, bentrokan, saling adu mengadu ke pihak berwajib hingga pengerahan massa dan usaha menjatuhkan suatu rezim misalnya. Fenomena yang sebelumnya relatif masih jarang ini terjadi sebelum semaraknya alat komunikasi seperti Handphone atau telepon genggam ini dipegang oleh sebagian besar masyarakat tak terkecuali dari sejak anakanak hingga orang tua kini telah dijajah oleh gudjet atau hp. Baik dalam bentuk WA, facebook. Twitter, instagram, messenger atau telegram semakin massif dan tak terhindarkan lagi baik dalam skala lokal, nasional, bahkan internasional tak terkecuali.
Perbedaan Fitur Berbahasa Perempuan dan Laki-Laki dalam Berkomentar sebagai Ekspresi Kecantikan: Studi Kasus Akun Instagram @tccandler Arum Rindu Sekar Kasih; Ummi Nurjamil Baiti Lapiana
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.1-9

Abstract

Instagram merupakan salah satu platform yang cukup banyak diminati oleh masyarakat sebagai media berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Melalui fitur-fiturnya instagram menonjolkan konten visual, seperti foto, video/reel  dan Instagram story. Instagram juga memfasilitasi pengguna dan penonton untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri melalui berbagai bentuk bahasa melalui caption dan kolom komentar. Akun-akun Instagram bercentang biru atau yang -sudah terverifikasi biasanya mendapatkan cukup banyak- komentar dari warganet. Salah satu akun terverifikasi yang mendapat cukup bahhhnyak follower atau pengikut, yaitu berjumlah 1,2 juta, adalah @tccandler. @tccandler merupakan akun yang mengunggah foto-foto artis papan atas dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, yang kemudian setiap tahunnya dibuat susunan peringkat dari nomor 1 sampai 100 berdasarkan kecantikan dan ketampanan dari figur publik tersebut. Tidak ada batasan bagi pengguna instagram, baik laki-laki maupun perempuan bisa memberi komentar pada unggahan yang muncul. Penelitian ini memfokuskan pada perbedaan penggunaan bahasa antara laki-laki dan perempuan dalam memberikan ekspresi kecantikan pada kolom komentar akun instagram @tccandler. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Data yang diambil berupa komentar dari warganet pada akun @tccandler. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan. Penyajian data dalam penelitian ini menggunakan metode formal dan metode informal yaitu dengan perumusan dengan tanda dan lambang-lambangjuga perumusan dengan kata-kata biasa. Perbedaan-perbedaan yang tampak jelas dari komentar yang muncul menunjukan bahwa komentar yang ditulis oleh pengguna perempuan lebih sopan dibanding laki-laki, Perempuan menggunakan bahasa yang lebih standar dibanding laki-laki, perempuan lebih banyak menggunaan sapaan dalam berkomentar dibanding laki-laki, dan perempuan lebih banyak mengekspresikan komentar dengan menggunakan emoji dibandingkan laki-laki.
PERILAKU TOKOH GALA DALAM NOVEL GANJIL GENAP KARYA ALMIRA BASTARI: KAJIAN PSIKOLOGI PERILAKU BURRHUS FREDERIC SKINNER Sugiyo Sugiyo; Firda Aulia Pasha; Nasrul Nasrul
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.67-73

Abstract

Penelitian ini mengkaji psikologi tokoh Gala dalam novel Ganjil Genap karya Almira Bastari menggunakan teori Burrhus Frederic Skinner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku Gala setelah mendapatkan stimulus tidak terkondisi dan stimulus terkondisi. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan teknik catat. Data yang ditemukan dalam penelitian ini untuk dianalisis sebanyak 49 data. Hasil penelitian ini ditemukan 17 data stimulus tidak terkondisi yang dialami tokoh Gala, stimulus tersebut berupa lingkungan Jakarta, lingkungan kampus, sifat alamiah Bara dan Mas Aiman. selanjutnya, ditemukan 32 data stimulus terkondisi yang dialami tokoh Gala, stimulus tersebut berupa nasihat, saran, motivasi yang berasal dari dirinya sendiri, keluarga, Mas Aiman, dan para sahabat. Dari kedua stimulus tersebut, dapat menimbulkan respon yakni menikmati berbagai lingkungan yang berbeda, bermain aplikasi terkait pencarian jodoh, semangat melakukan pendekatan kepada laki-laki, pergi ke salon, tersenyum dan menangis. Respon tersebut dapat menyebabkan perilaku Gala menjadi optimis, percaya diri, berani, pantang menyerah, egois dan ikhlas. 
REPRESENTASI RASISME DALAM PEMBERITAAN ROKHAYA DIALLO DI MAJALAH VALEURS ACTUELLES Hannisa Mahbubah; Novi Kurniawati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.10-23

Abstract

Media sebagai institusi yang merepresentasikan realitas sosial dalam pemberitaannya sering kali melakukan tindakan rasis yang disebabkan oleh adanya berbagai kepentingan, konflik dan fakta yang kompleks di dalamnya. Hal ini seperti dalam majalah berita Valeurs Actuelles yang memberitakan Rokhaya Diallo, aktivis anti-rasis berwarganegara Prancis dengan citra negatif. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik rasisme, menginterpretasikan proses produksi dan konsumsi praktik rasisme serta menjelaskan hegemoni yang terdapat dalam teks pemberitaan Rokhaya Diallo di majalah Valeurs Actuelles. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya praktik rasisme yang direpresentasikan melalui penggunaan kosakata dan gramatika dalam teks berita yang menampilkan Rokhaya Diallo sebagai seorang imigran dalam kelas sosial terendah, tidak konsisten dan menentang pemerintahan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pemberitaan mengenai Rokhaya Diallo di majalah Valeurs Actuelles mengandung hegemoni yang semakin menguatkan citra buruk yang melekat pada dirinya di mata para pembaca. 
PERUBAHAN PELAFALAN BUNYI [s] DAN [r] OLEH PEMELAJAR BIPA KOREA TINGKAT DASAR (KAJIAN FONETIK) Afina Naufalia; Lia Maulia Indrayani
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.74-85

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pelafalan berbagai bunyi bahasa Indonesia oleh pemelajar BIPA asal Korea, salah satunya adalah fonem [s] dan [r]. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan aturan fonologi antara bahasa dengan bahasa Korea. Dalam bahasa Indonesia, huruf s dilafalkan dengan [s] sedangkan di dalam bahasa Korea, bisa dilafalkan dengan [s] dan [š]. Begitu pun pada fonem /r/ yang dalam bahasa Korea bisa dilafalkan dengan [r] atau [l]. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea ketika melafalkan kosakata bahasa Indonesia dan mendeskripsikan perbedaan sistem fonologi antara bahasa Korea dengan bahasa Indonesia sebagai penyebab perubahan pelafalan fonem tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitiannya adalah pemelajar asal BIPA Korea tingkat dasar sebanyak 18 pemelajar dari Balai Bahasa UPI. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan hasil bahwa sebanyak 40 bunyi [s] dilafalkan berbeda oleh pemelajar BIPA, yaitu menjadi bunyi [š]. Selanjutnya, perubahan pelafalan bunyi [r] terjadi sebanyak 27 jenis masalah yang dilafalkan menjadi [l]. Perbedaan pelafalan tersebut disebabkan oleh adanya interferensi bahasa ibu pemelajar BIPA ketika melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hasil temuan dalam ini, yakni berupa data perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea dan data berupa perbedaan sistem fonologi bahasa Indonesia dan bahasa Korea bisa dimanfaatkan oleh pengajar BIPA sebagai bahan pembelajaran agar pemelajar bisa beradaptasi melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hal ini karena pelafalan adalah aspek penting dalam pembelajaran bahasa kedua. Peneliti berharap penelitian ini bisa memperkaya penelitian dalam bidang BIPA dan Fonologi.
DIALEKTOLOGI BAHASA SUNDA DI KECAMATAN KEMANG KABUPATEN BOGOR Irwansyah Irwansyah; Dewi Yanti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.24-53

Abstract

Ketika kita berkomunikasi dalam masyarakat terjadi perbedaan dialek disebabkan masyarakat yang multikultur. Ada banyak faktor terjadinya perbedaan dialek antara lain tingkat pendidikan, perbedaan profesi, perbedaan usia, letak geografis, adanya pendatang baik yang singgah maupun menetap. Perlu dilakukan penelitian dialektologi dalam masyarakat Kecamatan Kemang dengan tujuan mendeskripsikan pemetaan bahasa dialek Bahasa Sunda di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor. Penelitian dialektologi Bahasa Sunda di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor menggunakan metodologis kuantitatif selanjutnya menggunakan metode dialektometri dengan membagi daerah penelitian ke dalam daerah dialek. Pembagian daerah penelitian dengan menentukan titik pengamatan menggunakan peta daerah pengamatan. Selanjutnya instrumen data menggunakan daftar kosakata dasar Morris Swadesh, kosakata bagian tubuh, dan kata ganti sapaan. Pengumpulan data sesuai dengan tujuan peneltian bahwa kegiatan ini untuk mendeskripsian keadaan bahasa dengan metode pupuan lapangan dengan teknik cakap semuka, yaitu langsung mendatangi daerah pengamatan dan melakukan percakapan dengan informan. Selanjutnya teknik rekam dengan menggunakan alat perekam saat wawancara dengan informan. Teknik terakhir yaitu teknik catat, digunakan untuk mencatat apa yang didapat dari informan ketika wawancara secara langsung agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan secara fonetis. Dari 249 data yang meliputi 200 kosakata Swadesh, 40 kosakata bagian tubuh, dan kata ganti sapaan dan sebutan, didapati 56 glos satu etima, 57 glos dua etima, 6 glos tiga etima. Berdasarkan perhitungan dialektometri kosakata Swadesh, angka terbesar adalah 29 % pada titik pengamatan dua dan empat terjadi perbedaan, namun masih lebih kecil dari 30 % artinya dianggap tidak ada perbedaan bahasa. 
DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN CINA DALAM NOVEL PUTRI CINA KARYA SINDHUNATA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMA Indah Sundari; Rosida Erowati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.86-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan bentuk-bentuk diskriminasi dalam novel Putri Cina; 2) mendeskripsikan implikasi pada novel Putri Cina  mengenai diskriminasi yang dialami perempuan Cina terhadap pembelajaran bahasa dan sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik penelitian ini menggunakan analisis isi novel Putri Cina dan studi pustaka untuk mencari data yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian ini mengacu pada bentuk-bentuk diskriminasi berdasarkan teori Mansour Fakih mengenai marginalisasi, subordinasi, streotip, dan kekerasan namun peneliti hanya membahas subordinasi, streotip, dan kekerasan. Hasil analisis menemukan bahwa pada novel tersebut terdapat bentuk diskriminasi subordinasi pada perempuan yaitu adanya anggapan bahwa perempuan itu irrasional atau emosional sehingga perempuan tidak bisa tampil memimpin, berakibat munculnya sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting dalam memimpin atau mengambil keputusan. Pada streotip terdapat pelabelan atqau penandaan terhadap perempuan dalam keluarga maupun lingkungannya yang menyebabkan kerugian bagi perempuan. Kekerasan  yang dialami perempuan Cina dapat dirasakan berupa penyiksaan, penindasan, pembunuhan, dan integritas mental psikologisnya. Dalam konteks pembelajaran di SMA, novel Putri Cina dapat dijadikan bahan ajar materi cerita sejarah/ novel.
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM CERPEN ORANG GILA KARYA LAORA ARKEMAN (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Nugroho Widhi Pratomo; Dewi Rani Gustiasari; Zulva Sudarti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.54-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap konflik batin tokoh utama dalam Cerpen Orang Gila karya Laora Arkeman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif serta menggunakan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik studi pustaka dengan cara membaca, menyimak, dan mencatat. Adapun sumber data primer penelitian ini diambil dari cerpen karya Laora Arkeman yang berjudul Orang Gila, sementara sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku dan jurnal dan artikel-artikel yang berhubungan dengan karya sastra, psikologi sastra dan konflik batin. Dari hasil penelitian ini ditemukan tiga jenis konflik yaitu (1) konflik mendekat-mendekat, (2) konflik menjauh-menjauh dan (3) konflik mendekat-menjauh. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman terhadap masalah psikologis yang diakibatkan konflik batin dalam cerpen Orang Gila. 
KESALAHAN PELAFALAN BAHASA KOREA OLEH PEMELAJAR BAHASA KOREA DI PROGRAM STUDI BAHASA KOREA Rurani Adinda; Lukman MS Lukman MS; Ikhwan M. Said; Gusnawaty Gusnawaty
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.95-101

Abstract

Bahasa Korea merupakan salah satu bahasa asing yang diajarkan diprogram studi bahasa Korea  fakultas sastra dan bahasa Universitas Nasional. Penguasaan bahasa asing bagi para pemelajar bahasa asing sering kali terjadi kesulitan dalam melafalkan fonem fonem bahasa asing  karena adanya perbedaan sistem bunyi dari  bahasa asing yang sedang dipelajari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam melafalkan fonem -fonem bahasa Korea. Objek penelitian ini adalah 11 mahasiswi yang sedang mempelajari bahasa Korea.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat dan merekam bacaan dari kosa kata bahasa Korea kemudian  analisis data dilakukan dengan mencari tahu perbedaan  pitch dan intensity dari program software Praat. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pelafalan konsonan aspirasi  타/tha /dengan nilai pitch yang tertinggi yang  dari pelafalan orang Korea  317,3 Hz, dan pelafalan dari  pemelajar Indonesia   265,4 Hz. Sedangkan untuk intensity, kata  카/kha/ pelafalan orang Korea tertinggi 83,81db,  dan kata 차/cha/ pelafalan tertinggi dari pemelajar Indonesia 75,8 db.