cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 181 Documents
NILAI PENDIDIKAN LINGKUNGAN DALAM KARYA SASTRA INDONESIA TAHUN 2020 Soleh Ibrahim; Nori Anggraini
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.30-37

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan lingkungan dalam karya sastra Indonesia tahun 2020 serta penerapan dalam kehidupan. Pendekatan  yang  dilakukan  pada  penelitian  ini  yaitu  menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik analisis data pada  penelitian  ini  dengan  cara  menganalisis  cerpen  dan  puisi  dengan memperhatikan  setiap  kalimat  untuk  menemukan  unsur  nilai  pendidikan lingkungan.  Nilai  pendidikan  yang  sudah  ditemukan  kemudian digarisbawahi  dan  dicatat.  Data  yang  sudah  terkumpul  kemudian  dikaji berdasarkan nilai pendidikan lingkungan dengan teori yang sudah ada.Kata kunci: cerpen, puisi, lingkungan
MASALAH-MASALAH SOSIAL DALAM CERPEN “MAFIA TANAH” KARYA EKO DARMOKO Sugiyo Sugiyo
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.106-116

Abstract

Penelitian  ini  ditujuan  untuk  menggali  serta  mendeskripsikan masalah-masalah  sosial  yang  berada  di  dalam  cerpen  Mafia  Tanah karya  Eko  Darmoko  yang  dipublikasi  di  Jawa  Pos  2  Oktober  2021. Adapun mengenai manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan  dan  ilmu  baru  bagi  para  pembaca,  terutama  mengenai masalah  sosial  yang  terdapat  dalam  cerpen  yang  mungkin  sering ditemui  pula  pada  kehidupan  sehari-hari.  Penulis  melakukan penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif  dan penelitian  ini  merupakan  salah  satu  jenis  penelitian  kepustakaan. Dalam cerpen ini, ditemukan beberapa  data berupa masalah-masalah sosial,  diantaranya  Ketidakadilan  gender  berupa  marginalisasi sebanyak  1  data,  konflik  sosial  berupa  kekerasan  sebanyak  5  data, pelanggaran  hukum  berupa  kriminalitas  sebanyak  6  data  dan  upaya penyuapan sebanyak 3 data serta sanksi sosial sebanyak 2 data. Dari penelitian  ini,  diketahui  bahwa  para  pelanggar  hukum  tak  hanya mendapat  sanksi  hukum  yang  telah  ditetapkan,  namun  juga  sanksi sosial  dari  masyarakat,  terutama  dari  pihak-pihak  yang  dirugikan. Dengan  demikian,  para  pembaca  dapat  lebih  memahami  bagaimana konsekuensi yang didapat oleh para pelanggar hukum.Kata  Kunci:  Pelanggaran  hukum,  Masalah  Sosial,  Karya  Sastra, Cerpen
KONTRUKSI MEDIA MASSA ONLINE DI INDONESIA STUDI KASUS PEMBERITAAN DUGAAN BISNIS PCR LUHUT BINSAR PANDJAITAN Rai Bagus Triadi; Maheswari Alvina Indita
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.38-58

Abstract

Salah  satu peran  media  massa  sebagai agen sosial  yaitu  memberikan pesan kepada  masyarakat  melalui  konsep  berupa  gambaran  runtutan  peristiwa menjadi sebuah hal yang nyata dipahami oleh pembaca. Kontruksi ini dapat berbentuk  penggiringan  opini  publik  terhadap  sebuah  permasalahan  yang diberitakan.  Sama  halnya  dengan  pernyataan  tersebut  peneliti  mencoba mendeskripsikan  bentuk  kontruksi  media  massa,  khususnya  media  massa online  dalam  proses  pemberitaan  dugaan  adanya  bisnis  tes  polymerase chain  reaction  (PCR)  yang  dilakukan  oleh  Menteri  Koordinator  Bidang Kemaritiman  dan  Investasi  Luhut  Binsar  Pandjaitan.  Penelitian  ini menggunakan  model  analisis  wacana  kritis  Norman  Fairclough  yang berfokus  pada  dimensi  teks,  discourse  practice,  dan  sociocultral  practice. Pemilihan  teori  ini  dikarenakan  peneliti  beranggapan  bahwa  ketiga  unsur ini  mampu  mendeskripsikan  latar  belakang  yang  memunculkan  sebuah paradigma teks beserta realitas yang terdapat dibelakangnya. Selain itu teori tersebut  secara  runut  berbentuk  alur  paradigma  kritis  dalam mendeskripsikan  hasil  temuan  penelitian.  Penelitian  ini  menggunakan metode  penelitian  kualitatif  sebagai  dasar  berpikir.  Sumber  data  pada penelitian ini terdiri dari 10 judul pemberitaan yang ada di berbagai media massa  online.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai media massa melakukan  praktik  pemilihan  diksi,  penggunaan  kalimat  luas  dengan karakteristik  sebab  akibat  dan  juga  pemilihan  narasumber  dalam  kutipan langsung  untuk  memperkuat  dalam  proses  produksi  teks  berita.  Realisasi data  teks  yang  dihasilkan  pada  judul  pemberitaan  berbagai  media  massa online  dinilai  tidak  selaras  dengan  misinya  yaitu  menghasilkan  produk multimedia yang  independen dan bebas dari segala  tekanan.  Simpulan pada penelitian  ini  yaitu  terdapat  sebuah  bentuk  motivasi  dalam  kontruksi pemberitaan  di  media  online  terkait  dugaan  kasus  bisnis  PCR  yang dilakukan  oleh  Luhut  Binsar  Pandjaitan.  Motivasi  tersebut  berbentuk produksi  teks  judul  berita  yang  menggiring  pembaca  untuk  memberikan pencitraan positif maupun negatif pada salah satu pihak yang diberitakan .Kata Kunci : Kontruksi, Judul Pemberitaan, Analisis Wacana Kritis
KEEFEKTIFAN KALIMAT HARIAN LAMPU HIJAU DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Wahyu Sobirin
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.117-124

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  keefektifan  kalimat  harian Lampu Hijau  pada rubrik “Jakarta City” terbitan 11 Januari  –  11 Februari 2022.  Penelitian  ini  meliputi  analisis  kalimat-kalimat  rubrik  “Jakarta City”.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode deskriptif  kualitatif  dengan  teknik  mengumpulkan  data,  analisis  data dengan  menggunakan  lima  kriteria  kalimat  efektif,  yaitu  kelengkapan, kesejajaran,  kehematan,  variasi,  dan  kohesi.  Data  yang  dikumpulkan adalah  kalimat-kalimat  dalam  rubrik  “Jakarta  City”.  Hasil  analisis  data, diperoleh  365  kalimat  yang  terpenuhi  segi  kelengkapan  sebanyak  323 kalimat,  segi  kesejajaran  252  kalimat,  segi  kehematan  221  kalimat,  segi variasi 152 kalimat, dan segi kohesi 248 kalimat. Dalam satu kalimat yang dianalisis dapat terpenuhi lebih dari satu kriteria kalimat efektif sehingga terjadi  penumpukan  jumlah  pada  tiap  kriterianya.  Berdasarkan  hasil penelitian ternyata harian  Lampu Hijau  khususnya kalimat rubrik “Jakarta City”  paling  banyak  terpenuhi  kriteria  kelengkapan  dan  paling  sedikit terpenuhi kriteria variasi. Hal ini membuktikan, harian  Lampu Hijau  dari segi kebahasaannya efektif.Kata Kunci: Keefektifan kalimat, kriteria kalimat efektif
CITRA BAHASA KIASAN PADA PERTUNJUKAN WAYANG KULIT BERBAHASA INDONESIA Yulian Dinihari; Endang Wiyanti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.59-75

Abstract

Wayang diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural  Organization  (Unesco),  pada  7  November  2013  sebagai World  Masterpiece  of  Oral  and  Intangible  Heritage  of  Humanity. Pengakuan ini penting karena warisan budaya Indonesia diakui dunia. Namun yang lebih penting lagi adalah memperkenalkan wayang yang penuh  nilai  budaya  dan  pesan  moral  kepada  masyarakat  luas,  di seluruh  dunia,  terutama  di  Indonesia.  Saat  ini  pergelaran  wayang masih  terpusat  di  wilayah  Jawa  dengan  bahasa  Jawa  dan  audiens masyarakat  Jawa.  Hal  ini  terjadi  karena  pertunjukan  wayang dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa sehingga banyak  yang tidak  memahami  cerita  yang  disampaikan  oleh  dalang.  Artikel  ini mencoba  mengkaji  bagaimana  bila  pergelaran  wayang  dilakukan dengan  menggunakan  Bahasa  Indonesia  agar  lebih  dapat  dinikmati lebih  banyak  masyarakat.  Penelitian  dilakukan  dengan  mengamati dokumen  rekaman  pertunjukan  wayang  berbahasa  Indonesia  yang disajikan  oleh  Bimo  Sinung  Widagdo  dan  Dhalang  Poer.  Kegiatan penelitian  menggunakan  rancangan  kualitatif  dengan  teknik observasi, perekaman, simak catat, dan rekonstruksi data. Dari hasil penelitian, didapat bahwa ada kesulitan dalam memaknai pesan cerita karena  keterbatasan  kosakata  Bahasa  Indonesia  dalam menggambarkan emosi atau suasana dalam penceritaan. Hal ini dapat mengurangi nilai pesan pada cerita asli. Suatu strategi diperlukan agar penceritaan  wayang berbahasa  Indonesia tidak  mengalami degradasi pesan  yang  terlalu  jauh  sehingga  dapat  dinikmati  oleh  masyarakat, namun pesan budaya dan moral dapat tetap disampaikan dengan baik. Salah  satunya  yaitu  dengan  digunakannya  bahasa  kiasan  oleh  para pedalang.Kata Kunci: bahasa kiasan, wayang kulit, wayang berbahasa Indonesia
PROSES PEMBENTUKAN KATA DAN MEDAN MAKNA COVID-19 PADA SURAT KABAR ONLINE JAKARTA POST (SEBUAH KAJIAN SEMANTIK) Juwintan Juwintan; Aulia Amani
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.125-139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan makna dan medan makna  pada istilah istilah terkait virus corona  yang terdapat pada artikel  Jakarta  Post.  Hal  ini  dimaksudkan  agar  pembaca  dapat  lebih memahami makna kata kata baru terkait virus corona  tanpa  harus  mencari di  kamus  dan  mengetahui  bagaimana  proses  kata  itu  terbentuk. Metodologi  yang digunakan pada penelitian ini  adalah metode deskriptif kualitatif.  Penelitian difokuskan dan dibatasi pada pembentukan kata dan medan  makna  pada  surat  kabar  online  Jakarta  Post  dari  bulan  Desember hingga  Maret  2021.  Analisis  data  menggunakan  teori  pembentukan  kata yang  digagas  oleh  Yule  (2010).  Data  dalam  penelitian  ini  dikumpulkan dengan metode dokumentasi berupa dokumentasi kata yang terdapat pada surat t kabar online Jakarta Post.  Dari hasil analisis ditemukan lima proses pembentukan  kata,  yaitu  derivation,  compounding,  Acronym,  multiple process,  dan  clipping.  Proses  pembentukan  kata  yang  paling  dominan ditemukan  pada  proses  derivation  sebanyak  17  istilah.  Sementara  untuk medan makna, ada 6 medan makna terkait istilah virus corona diantaranya bahaya  virus  corona,  tata  cara  pencegahan  virus  corona,  jenis  virus, pengobatan  terkait  virus  corona,  dan  penularan  virus  corona.  Medan makna  yang  banyak  ditemukan  pada  istilah  terkait  virus  corona  di  surat kabar  online  Jakarta post  adalah    bahaya virus corona dengan jumlah 12 istilah.Kata  kunci:  proses  pembentukan  kata,  medan  makna,  COVID-19,  Jakarta post, surat kabar online
CITRA TOKOH PRIBUMI DAN BELANDA DALAM CERPEN “SELAMAT TINGGAL HINDIA” KARYA IKSANA BANU Awla Akbar Ilma
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.1-14

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  memahami  citra  tokoh  pribumi  dan  tokoh Belanda dalam cerpen “Selamat Tinggal Hindia” karya Iksana Banu. Berdasarkan  teori  pascakolonialisme  dan  metode  pembacaan  dekat diketahui  bahwa  cerpen  ini  merepresentasikan  situasi  transisi  sesaat setelah  Indonesia  merdeka  melalui  sudut  pandang  tokoh  Martinus, seorang  wartawan  Belanda.  Melalui  sudut  pandang  ini,  tokoh Indonesia  digambarkan  dalam  dua  citra  antara  lain:  a).  Pribumi antagonis  yang  bodoh  dan  tidak  rasional  dengan  bertindak  kejam kepada siapapun, baik kolonial maupun sesama pribumi,  b) Pribumi yang  patuh  dan  mengabdi  kepada  para  tokoh-tokoh  Belanda. Sementara  tokoh  Belanda  diwakili  oleh  dua  kelompok,  yaitu  tokoh Belanda yang bekerja sebagai wartawan dan keturunan Belanda yang lahir serta tinggal di  Indonesia,  yang bahkan tidak mengenal negara Belanda sebagai negeri asal usulnya. Kedua kelompok ini meskipun ditampilkan  humanis,  namun  ternyata  masih  terpengaruh  pandangan kolonial  dengan  merasa  lebih  beradab  dan  superior  dari  tokoh Indonesia.  Cerpen  juga  tampak  memotret  betapa  kompleks  dan heterogennya  identitas  masyarakat  yang  tinggal  di  Indonesia  setelah kemerdekaan.  Meskipun  demikian,  tokoh-tokoh  Belanda  tetap diposisikan sebagai superior dan tokoh Indonesia sebagai inferior.Kata Kunci: pascakemerdekaan, superior, inferior, colonial
GAYA BAHASA DALAM RUBRIK REPUBILKA. CO.ID MURID BELAJAR DI RUMAH: STRES ORANG TUA DAN KENDALA LAINNYA, PENULIS ANDRI SAUBANI EDISI 18 MARET 2020 DAN RUBRIK KUMPARAN ANAK DARING ORANG TUA PUSING, PENULIS EVA PUSPITA NURAINI EDISI 27 OKTOBER 2020 KAJIAN IRONI, SINISME, DAN SARKASME Abdul Aziz
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.76-92

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menemukan  gaya  bahasa  Ironi, Sarkasme  dan  Sinisme  dalam  Rubrik  REPUBILKA.  co.id  Murid Belajar  di  Rumah:  Stres  Orang  Orang  Tua  dan  Kendala  Lainnya, Penulis  Andri  Saubani  Edisi  18  Maret  2020  dan  Rubrik  Kumparan Anak Daring Orang Tua Pusing, Penulis Eva Puspita Nuraini Edisi 27 Oktober 2020 dari segi jenis gaya bahasa sindiran ironi, sinisme dan sarkasme. Jenis penelitian ini deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan teori  gaya  bahasa.  Sumber  data  penelitian  ini  adalah  Rubrik REPUBILKA. co.id Murid Belajar di Rumah: Stres Orang Orang Tua dan  Kendala  Lainnya,  Penulis  Andri  Saubani  Edisi  18  Maret  2020 dan Rubrik Kumparan Anak Daring Orang Tua Pusing, Penulis Eva Puspita Nuraini Edisi 27 Oktober 2020 dan data penelitian ini adalah kalimat di dalamnya mengandung beberapa jenis gaya bahasa seperti, ironi,  sinisme  dan  sarkasme.  Teknik  pengumpulan  data  dalam penelitian  ini  menggunakan  teknik  dokumentasi.  Data  yang  akan diteliti sudah didokumentasikan sebelumnya, hal ini bertujuan untuk membantu  peneliti  dalam  memperoleh  data  yang  diinginkan. Pengambilan  data  dalam  penelitian  ini  dilakukan  dengan  cara pencatatan  kalimat  bahasa  berupa  penggalan  kalimat  yang mempunyai konteks utuh. Data diidentifikasi berdasarkan jenis gaya bahasa data dikumpulkan dan diurutkan secara sistematis berdasarkan format  data  identifikasi  dan  klasifikasi  yang  telah  ditentukan. Berdasarkan  hasil  analisis  data,  ditemukan  hasil dari  tiga  jenis  gaya bahasa,  ironi,  sinisme  dan  sarkasme.  Jenis  gaya  bahasa  yang  paling dominan  digunakan  dari  dua  rubrik.  Rubrik  pertama REPUBLIKA.co.id edisi 18 Maret 2020 dan kedua rubrik Kumparan edisi  27  Oktober  2020  adalah  jenis  gaya  bahasa  sinisme  yang menyindir  secara  langsung  kepada  orang  lain.  Berdasarkan  temuan dapat  disimpulkan  bahwa  penggunaan  jenis  gaya  bahasa  dalam  dua REPUBLIKA.co.id  edisi  18  Maret  2020  dan  rubrik  Kumparan  edisi  27 Oktober 2020 lebih dominan menggunakan jenis gaya bahasa ironi dengan menggunakan kata kiasan dengan makna yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya.Kata Kunci: Gaya Bahasa, Ironi, Sarkasme dan Ironi dalam REPUBLIKA.co.id edisi 18 Maret 2020 dan rubrik Kumparan edisi 27 Oktober 2020
UNSUR-UNSUR LOKAL KE-INDONESIAAN DALAM PENAMAAN KAPAL PERANG TNI AL Taat Budiono; Kemal Abu Sofyan
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.15-29

Abstract

Penelitian  ini  membahas  unsur-unsur  lokal  ke-Indonesiaan  dalam penamaan  kapal  perang  TNI  AL  dengan  pendekatan  semantik. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  pola  dan mendeskripsikan  tujuan  penamaan  kapal-kapal  perang  TNI  AL. Dalam  penelitian  ini,  peneliti  menggunakan  metode  deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan  teknik  catat.  Sedangkan  analisis  data  menggunakan  metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan disajikan secara formal dan  informal.    Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  sekurangkurangnya  ditemukan  delapan  pola  penamaan  kapal  perang  TNI  AL diantaranya  adalah   [KRI+Nama  Tempat],  [KRI+Nama  Senjata Tradisional],   [KRI+Pulau+Nama  Pulau],   [KRI+Nama  Ikan], [KRI+Teluk+Nama  Teluk],  [KRI+Nama  Tokoh  Penting  Masa  Lalu], [KRI+Nama  Gunung],  dan  [KRI+Nama  Pahlawan].  Tujuan  dibalik penggunaan unsur lokal pada penamaan kapal perang TNI AL tersebut terbagi  menjadi  6  diantaranya  adalah  untuk  penghormatan  kepada pahlawan,  untuk  menjadi  kapal  cepat,  tepat,  dan  berstrategi,  untuk menjadi  kapal  pembantu,  untuk  menjadi  kapal  cepat,  tepat,  dan terukur,  untuk  menjadi  kapal  professional  dan  kesatria,  dan  untuk menjadi kapal yang kuat dan besar.Kata kunci: unsur-unsur lokal Indonesia,  penamaan, kapal perang TNI AL, semantik
OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN PADA LIRIK LAGU DANGDUT: PERSPEKTIF SARA MILLS Ummi Nurjamil Baiti Lapiana; Arum Rindu Sekar Kasih
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.93-105

Abstract

Di  Indonesia,  dangdut  adalah  salah  satu  jenis  musik  yang  digemari oleh masyarakat.  Dangdut dianggap menjadi musik  yang “merakyat” karena  banyak  lagu  dangdut  yang  musiknya  enak  didengar  serta liriknya mudah dicerna sehingga masyarakat mudah menerima musik dangdut.  Pada  sekitar  tahun  2000,  musik  dangdut  semakin berkembang  dengan  munculnya  berbagai  variasi,  seperti  dangdut koplo.  Dangdut  koplo  banyak  berkembang  di  wilayah  pantura, khususnya  wilayah  Jawa  Timur.  Musiknya  yang  enerjik  dan  meriah membuat masyarakat menyukai jenis musik ini. Ditambah pula, lirik pada  lagu-lagu  dangdut  koplo  banyak  yang  bersinggungan  dengan kehidupan  sehari-hari.  Salah  satu  ciri  khas  dari  lirik  lagu  dangdut koplo  adalah  penggunaan  kosakata  “saru”  yang  di  dalamnya sebenarnya menempatkan perempuan sebagai objek. Selain itu, lagulagu  dangdut  koplo  dibawakan  oleh  perempuan  dengan  gaya panggung  yang  cukup  erotis.  Penelitian  ini  menggali  persoalan  lirik lagu  dangdut  koplo  yang  tampak  mengobjetivikasi  perempuan. Dengan  menggunakan  pendekatan  Sara  Mills,  penelitian  ini mengambil  sudut  pandang  feminis  dengan  melihat  sosok  perempuan pada sebuah teks lagu.Kata  Kunci/Keywords:  objektivikasi,  lirik  lagu,  dangdut  koplo, feminis