cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 201 Documents
MODEL OPTIMISASI TARIF DAN PENYIMPANAN KONTAINER IMPOR MENGGUNAKAN METODE LINE SEARCH UNTUK MAKSIMISASI KEUNTUNGAN TERMINAL PETI KEMAS Veterina Nosadila Riaventin; Anisa Nurul Melinia; Tedy Herdian; Safuan
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.61368

Abstract

Semakin meningkatnya aktivitas impor secara global, maka semakin tinggi intensitas kegiatan operasional di terminal. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa keuntungan yang diterima terminal juga meningkat. Adanya hari bebas di terminal menarik pelanggan untuk menyimpan kontainer impor secara gratis untuk 1 hari sehingga menghambat aliran fisik kontainer baru dan aktivitas di terminal. Oleh karena itu, diusulkan rancangan tarif penyimpanan kontainer impor baru yang dapat memaksimasi keuntungan terminal dengan menggunakan data dan kondisi yang dimiliki oleh salah satu terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Indonesia. Pencarian solusi dari permasalahan ini dilakukan dengan pemodelan matematis menggunakan model optimisasi tak berpembatas. Penyelesaian unconstrained optimization ini dilakukan dengan metode line search. Variabel keputusan dalam penelitian ini adalah tarif penyimpanan kontainer dan durasi hari bebas atau free-time period. Parameter yang dipertimbangkan di antaranya adalah jumlah kontainer impor, jumlah ground slots di terminal, tumpukan kontainer, waktu penanganan kontainer menggunakan quay crane, serta biaya dan tarif penyimpanan kontainer di Gudang Lini II. Didapatkan nilai optimal dari tarif penyimpanan kontainer adalah Rp50.681/TEU-hari dengan hari bebas sebesar 0 hari atau tidak ada hari bebas. Untuk mengakomodasi rancangan tarif penyimpanan kontainer yang diusulkan, dibuat usulan alur penyimpanan kontainer berdasarkan kepada potensi perubahan perilaku terminal dan pemilik peti kemas. Validasi usulan kemudian dilakukan dengan menggunakan metode survei yang dikirimkan kepada stakeholder terminal peti kemas. Usulan rancangan yang dihasilkan pada penelitian diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah dan menjadi gagasan baru untuk terminal peti kemas secara umum.
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOK BERKELANJUTAN TERHADAP KINERJA OPERASIONAL: PERAN MEDIASI SUSTAINABLE REVERSE LOGISTICS CAPABILITY Hanadia Palest Haifa; Titik Kusmantini
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.66302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan terhadap kinerja operasional yang dimediasi oleh Sustainable Reverse Logistics Capability. Ini adalah studi survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi dalam studi ini adalah seluruh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang furnitur di Kabupaten Bantul. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data primer dari 100 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria UKM yang telah menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Pengujian hipotesis menggunakan Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil studi ini menunjukkan bahwa 1) komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,372; p = 0,006), 2) komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Reverse Logistics Capability (β = 0,769; p < 0,001), 3) Sustainable Reverse Logistics Capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,467; p < 0,001), dan 4) Sustainable Reverse Logistics Capability memediasi pengaruh komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan terhadap kinerja operasional (β = 0,360; p < 0,001), dengan nilai R² sebesar 0,591 untuk Sustainable Reverse Logistics Capability dan 0,624 untuk kinerja operasional.
PENGARUH PERFORMANCE MEASUREMENT AND MANAGEMENT (PMM) YANG DIMEDIASI OLEH SUPPLY-SIDE GOVERNANCE DAN DEMAND SIDE GOVERNANCE TERHADAP KEBERLANJUTAN KINERJA PADA UKM RITEL DI KABUPATEN SLEMAN Ayu Setiyasari; Titik Kusmantini
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.66719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Performance Measurement and Management (PMM) terhadap kinerja keberlanjutan yang dimediasi oleh Supply-side Governance (SSG) dan Demand-side Governance (DSG). Penelitian ini merupakan studi survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel di Kabupaten Sleman, dengan sampel sebanyak 60 UMKM ritel di Kabupaten Sleman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria UMKM yang telah beroperasi minimal dua tahun serta memiliki mekanisme evaluasi kinerja dan umpan balik pelanggan. Data yang digunakan merupakan data primer. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,316; p = 0,007), (2) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap SSG (β = 0,478; p < 0,001), (3) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap DSG (β = 0,442; p < 0,001), (4) SSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,384; p < 0,001), (5) DSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,213; p = 0,022), serta (6) SSG dan DSG memediasi pengaruh PMM terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,038; p = 0,041). Nilai R² menunjukkan sebesar 0,567 untuk kinerja keberlanjutan, 0,477 untuk DSG, dan 0,215 untuk SSG.
EVALUASI LEAN WAREHOUSING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL GUDANG PT POS INDONESIA Derby Muhammad Sadam; Wiku Larutama; Mumu Komaro
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.67185

Abstract

PT Pos Indonesia merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan penting dalam penyediaan layanan kurir, logistik, dan transaksi keuangan di Indonesia. Dalam proses pengelolaan logistik produk Telkomsel di divisi Tata Kelola Gudang, ditemukan berbagai permasalahan operasional, seperti proses entri data manual, penomoran dan scanning ganda, serta fluktuasi volume barang yang menyebabkan penumpukan persediaan (inventory waste) dan waktu tunggu (waiting time) yang tinggi. Permasalahan tersebut berdampak langsung pada penurunan akurasi data, keterlambatan distribusi, peningkatan biaya operasional, serta menurunnya produktivitas keseluruhan proses pergudangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi pemborosan (waste) yang terjadi pada proses operasional gudang Telkomsel di bawah pengelolaan PT Pos Indonesia, serta memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan pendekatan Lean Warehousing. Metode analisis yang digunakan meliputi Value Stream Analysis Tools (VALSAT), kuesioner Seven Waste, dan Process Activity Mapping (PAM) untuk memetakan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste dominan adalah Defect (rata-rata 1,5), Unnecessary Inventory dan Waiting (masing-masing 1,4). Berdasarkan analisis VALSAT, Process Activity Mapping (PAM) terpilih sebagai tools utama dengan nilai tertinggi (30,2). Hasil PAM menunjukkan Process Cycle Efficiency (PCE) kondisi saat ini sebesar 53,9% dari total 402,5 menit proses, dengan 33,5% waktu terbuang pada aktivitas Non Value Added (NVA). Melalui rekomendasi perbaikan yang mencakup digitalisasi pencatatan berbasis Warehouse Management System (WMS), optimalisasi penjadwalan distribusi dengan vendor, penerapan sistem RFID untuk pencatatan inbound, serta penataan ulang tata letak gudang, PCE diproyeksikan meningkat menjadi 60,8% dengan penghematan waktu sebesar 45,9 menit (11,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Lean Warehousing berpotensi signifikan dalam mengurangi pemborosan operasional dan meningkatkan efisiensi proses distribusi produk Telkomsel di PT Pos Indonesia.
ANALISIS DAN STRATEGI PENGURANGAN WASTE PADA PROSES PEMENUHAN PERMINTAAN SUKU CADANG MENGGUNAKAN LEAN SIX SIGMA DI CV JAVA INDO SURABAYA Abel Fitria Ningsih; Syafrianita Syafrianita; Hartati Mediyanti Pakpahan
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.66410

Abstract

Rantai pasok berperan penting dalam mengintegrasikan proses pengadaan, produksi, dan distribusi secara terpadu guna memastikan efisiensi operasional serta terpenuhinya kebutuhan pelanggan secara tepat waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja proses pelayanan pengiriman dan mengidentifikasi faktor penyebab serta merumuskan usulan perbaikan untuk meminimalisir kekurangan jumlah pengiriman suku cadang. CV Java Indo merupakan perusahaan distribusi yang menghadapi permasalahan kekurangan dalam pemenuhan permintaan suku cadang kendaraan roda empat dan truk. Metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan lean six sigma dengan pendekatan DMAI (Define, Measure, Analyze, dan Improve). Hasil dari penelitian ini mendapatkan nilai rata-rata DPMO 49.848 dan nilai sigma 2,79. Masalah disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sumber daya manusia, metode, mesin, dan lingkungan. Improvisasi dengan pertanyaan atas permasalahan yang terjadi menggunakan metode 5W+1H. Penelitian ini mengusulkan perbaikan yaitu menambahkan poin verifikasi barang pada SOP packing, melakukan pengawasan terhadap pegawai, melakukan training internal perusahaan, melakukan penilaian kinerja minimal satu kali dalam seminggu dan menerapkan scan dua tahap untuk menghindari kesalahan dalam proses picking. Implementasi terhadap solusi yang diusulkan dapat membantu perusahaan mengatasi permasalahan yang menyebabkan kekurangan pengiriman jumlah suku cadang kepada pelanggan.
Model Long Short-Term Memory (LSTM) untuk Memprediksi Efektivitas Proses Bagging Berdasarkan Faktor-Faktor Operasional Firna Ulfiani R; Woro Isti Rahayu; Kiki Mustaqim; Suryo Edi Widodo
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.67555

Abstract

Meningkatnya volume pengiriman akibat perkembangan e-commerce menjadikan proses bagging sebagai tahap penting dalam menjaga efisiensi operasional pada PT Pos Indonesia, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang layanan pos dan logistik di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi durasi proses bagging berdasarkan faktor-faktor operasional menggunakan metode Long Short-Term Memory (LSTM). Data yang digunakan berupa data operasional harian yang meliputi volume kiriman, berat kiriman, jumlah staf, dan durasi proses bagging. Metodologi penelitian meliputi preprocessing data menggunakan Min-Max Scaling, uji stasioneritas menggunakan Augmented Dickey-Fuller (ADF), pembagian data menjadi training dan testing, pelatihan model LSTM, serta evaluasi performa menggunakan Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan koefisien determinasi (). Hasil uji ADF menunjukkan bahwa data waktu bagging bersifat stasioner dengan nilai p-value sebesar 0,023. Model LSTM yang dikembangkan menghasilkan nilai MAE sebesar 32,51 detik, RMSE sebesar 41,78 detik, MAPE sebesar 6,15%, dan nilai sebesar 0,89 yang menunjukkan performa prediksi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kiriman, berat kiriman, dan jumlah staf berpengaruh terhadap durasi proses bagging. Lonjakan volume kiriman sebesar 800–900 kiriman per hari terjadi hampir setiap hari sehingga meningkatkan durasi proses bagging. Pada kondisi dua staf, durasi bagging diperkirakan mencapai 773–774 menit per hari dan melebihi batas operasional perusahaan. Oleh karena itu, penambahan jumlah staf menjadi tiga orang direkomendasikan karena mampu menurunkan durasi proses bagging hingga sekitar 30–40% sehingga waktu operasional menjadi lebih efisien dan tetap berada dalam batas target kerja perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Long Short-Term Memory (LSTM) efektif digunakan untuk memodelkan dan memprediksi durasi proses bagging berdasarkan faktor operasional serta dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional pada PT Pos Indonesia.
KUALITAS LAYANAN DALAM LAYANAN LOGISTIK: INTEGRASI TINJAUAN SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA TAHUN 2015-2025 Angie Devana Putri Liem
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.63738

Abstract

Penelitian ini menyajikan Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis implementasi dan pengaruh kualitas layanan dalam konteks logistik di berbagai rantai pasok yang kompleks. Proses seleksi artikel menggunakan panduan PRISMA melalui database Scopus dengan keyword yang telah ditetapkan, menghasilkan 18 artikel final yang lolos penyaringan eligibility criteria. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan kualitas layanan menekankan pada keandalan operasional, ketepatan waktu (punctuality), dan kualitas informasi digital sebagai indikator utama. Secara kausalitas, reliability adalah prediktor terkuat kepuasan pelanggan dan kepuasan ini juga berperan sebagai mediator yang menggerakkan loyalitas jangka panjang. Penelitian ini menggambarkan bahwa kualitas layanan adalah pilar strategis logistik modern yang menekankan fokus pada assurance dan digital visibility untuk mempertahankan daya saing.
OPTIMALISASI CUSTOM CLEARANCE MELALUI KARANTINA TUMBUHAN GUNA MEMPERLANCAR PENGELUARAN BARANG IMPOR PADA PT. ANDALAN PACIFIC SAMUDRA DI SEMARANG Nathanela Agista Isanti; Kholidin
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.68242

Abstract

Aktivitas impor penting untuk memenuhi permintaan bahan baku dan komoditas yang tidak dapat diproduksi secara optimal di pasar domestik. Setiap negara menjalin kerjasama guna memenuhi bahan baku maupun komoditas yang tidak tersedia di negaranya. Dalam praktik impor, pelepasan barang impor dari wilayah bea cukai seringkali menghadapi hambatan, terutama selama proses impor dimana melibatkan inspeksi karantina tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penanganan dokumen impor yang membutuhkan prosedur karantina tumbuhan, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama penanganan dokumen, meneliti upaya optimasi yang telah diterapkan untuk mempermudah pengeluaran barang impor di PT. Andalan Pacific Samudra di Semarang, serta memberi tambahan saran guna meningkatkan upaya tersebut. Dalam penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data terkumpul melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait proses bea cukai impor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tersebut meliputi pemeriksaan dokumen, pengajuan permintaan pemeriksaan karantina, verifikasi oleh petugas karantina, dan penerbitan Surat Persetujuan Pelepasan Barang oleh Bea Cukai. Beberapa hambatan teridentifikasi. Hambatan-hambatan tersebut di antaranya ketidaksesuaian data dokumen, kesalahan dokumen, perubahan sistem, kurangnya koordinasi antar intansi, dan keterlambatan pengajuan dokumen yang dapat menyebabkan biaya operasional tambahan berupa penumpukan kontainer di Terminal Peti Kemas, biaya handling, maupun cleaning container. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan meningkatkan akurasi dokumen, beradaptasi dengan perubahan sistem, dan memperkuat koordinasi dengan otoritas Bea Cukai dan karantina untuk mendukung kelancaran pengeluaran barang impor.
ANALISIS REKOMENDASI TEKNOLOGI INTEGRATED SMART LOGISTICS ECOSYSTEM DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI LAST-MILE DELIVERY: STUDI KASUS SHOPEE EXPRESS Mahesa Zahran; Dewi Apriliani; Waode Umi Kalsum; Syahra Tazkia; Vita Sarasi; Budi Harsanto
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.69946

Abstract

Pertumbuhan e-commerce yang pesat di Indonesia mendorong peningkatan volume pengiriman yang signifikan, sekaligus menciptakan tekanan operasional bagi perusahaan logistik. Shopee Express (SPX) sebagai salah satu pemain utama logistik e-commerce di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterlambatan pengiriman last-mile, tingginya biaya operasional, hingga tuntutan pengurangan emisi karbon. Artikel ini mengkaji tantangan operasional Shopee Express menggunakan pendekatan sustainable supply chain management (SSCM) berdasarkan kerangka teori Swink dkk., yang mengintegrasikan tiga dimensi utama: kinerja ekonomi, tanggung jawab lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Analisis dilakukan terhadap identifikasi masalah menggunakan diagram fishbone dan implikasi terhadap enam dimensi kinerja rantai pasok (Cost, Quality, Delivery, Flexibility, Resilience, dan Sustainability). Empat solusi strategis direkomendasikan: Smart Warehouse, AI-Based Logistics Optimization, Green Last-Mile Delivery, dan Micro Fulfillment Center. Rekomendasi tersebut bertujuan membangun integrated smart logistics ecosystem yang mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi karbon, serta menciptakan nilai pelanggan yang lebih tinggi dengan biaya total rantai pasok yang lebih rendah.
STUDI KOMPARATIF PRODUKTIVITAS, MUTU, DAN BIAYA PADA PENERAPAN UPAH HARIAN DAN UPAH PER UNIT PADA DIVISI REPACKING DI PT MAERSK CONTRACT LOGISTICS CIKARANG Rizky Widi Asmara; Yusup Rachmat Hidayat; Degdo Suprayitno
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.70227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas, mutu dan biaya pada penerapan Upah Harian dan Upah Per Unit pada Divisi Repacking dengan fokus pada aktifitas penempelan label produk impor. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif komparatif. Sumber data terdiri dari data primer hasil wawancara mendalam dengan praktisi industri serta akademisi, observasi secara langsung, dan data sekunder berupa laporan throughput dan logbook perusahaan. Analisis dilakukan dengan membandingkan data kinerja aktual sebelum dan sesudah transisi dari Upah Harian dan Upah Per Unit. Data produktivitas menunjukkan bahwa transisi ke Upah Per Unit mengoptimalkan jam kerja efektif dan mengurangi waktu menganggur (idle time) pekerja saat volume order tinggi, sekaligus mengubah biaya tenaga kerja tetap (fixed cost) menjadi biaya variable (variable cost). Namun, dari dimensi kualitas terdapat kompromi (trade-off), Upah Harian menghasilkan akurasi penempelan stiker yang lebih presisi. Sebaliknya, ritme kerja yang dipercepat pada Upah Per Unit memicu peningkatan ketidakpatuhan terhadap SOP mutu, sehingga meningkatkan rasio kesalahan kerja (rework) dan kerusakan material kemasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengutamaan Upah Per Unit sangat efektif untuk menangani produk bervolume besar berpola sederhana guna memaksimalkan output. Meski demikian, model ini wajib diintegrasikan dengan pengetatan kontrol kualitas proses (in-process quality control) oleh pengawas lapangan demi menjaga standar kualitas produk.