cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 190 Documents
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MAKANAN MENGGUNAKAN METODE SWOT Tanisri, Roberta Heni Anggit; Apriyani, Apriyani; Pribadi, Agustinus Yunan; Aji, Sonny Nugroho; Thahir, Muchamad Tarmizi
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.54435

Abstract

UMKM makanan merupakan salah satu pelaku usaha kecil yang berfokus pada industri makanan ringan yaitu keripik Peyek. Penjualan produk Peyek Bude berada di bawah 2 pesaing diantara 3 pesaing, jumlah penjualan dalam 6 bulan periode Juli 2024–Desember 2024. Tujuan penelitian ini adsalah untuk menentukan langkah strategi pemasaran yang tepat agar dapat meningkatkan penjualan pada produk dan menganalisa serta dapat megetahui strategi-strategi yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode Strength, Weakness, Opportunity and Threats (SWOT), Matriks Internal Strategy Factors Analysis Summary (IFAS), dan Matrik External Strategy Factors Analysis Summary (EFAS). Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan menunjukan saat ini posisi pemasaran yang dilakukan pada penjualan produk peyek bude yaitu berada pada (strategi berjalan) dimana pelaku usaha mendapatkan peluang pasar yang sangat tinggi, dan terdapat kendala seperti (kelemahan) pada internal perusahaan yang perlu dihadapi Adapun strateginya ialah dengan memanfaatkan warga sekitar untuk membantu dalam tahap proses produksi yang ringan agar mempercepat proses produksi serta dapat bertambahnya hasil produk yang dihasilkan dan meningkatkan pemasaran dengan memanfaatkan social-media and marketplace untuk meningkatkan penjualan produk.
ANALISIS BIAYA TRANSPORTASI DALAM PENDISTRIBUSIAN IKAN MAS Purnama, Anggi Widya; Syakila , Fitri; Dewi , Nurlaela Kumala
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.54580

Abstract

Pihak perusahaan belum pernah melakukan perhitungan biaya transportasi pada pendistribusian ikan mas, oleh sebab itu perusahaan perlu melakukan penghitungan biaya transportasi yang aktual. Metode Activity Based Costing (ABC) mampu memberikan informasi biaya yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional, informasi yang lebih akurat ini dapat mendukung penetapan strategi harga yang kompetitif sehingga berkontribusi pada peningkatan profitabilitas dan daya saing perusahaan serta dapat menjadi dasar bagi pihak manajemen dalam menentukan keputusan harga yang optimal dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya transportasi dalam pendistribusian ikan mas pada rute Padang Gelugur–Gunung Tua dan Padang Gelugur–Muara Labuh. Stuktur biaya transportasi pada pendistribusian ikan mas di CV. Nadika berdasarkan 4 activity center yaitu aktivitas perjalanan, aktivitas bongkar muat, aktivitas penyusutan serta aktivitas KIR dan pajak kendaraan. Aktivitas perjalanan terbentuk dari: biaya pembelian BBM, biaya menyetir kendaraan, biaya servis kecil dan biaya servis besar. Aktivitas bongkar muat terbentuk dari biaya muat dan biaya bongkar. Aktivitas KIR dan pajak kendaraan terbentuk dari biaya pembayaran pajak kendaraan dan biaya pembayaran uji KIR. Biaya transportasi yang dikeluarkan oleh CV. Nadika berdasarkan perhitungan menggunakan Activity Based Costing untuk pendistribusian ikan mas rute Padang Gelugur- Muara Labuh sebesar Rp 937.689,4 per rit nya, sedangkan untuk rute Padang Gelugur-Gunung Tua sebesar Rp 1.009.203,2 per rit nya. Minimal pengiriman ikan mas untuk rute Padang Gelugur- Muara Labuh yaitu sebesar 156 Kg dan rute Padang Gelugur-Gunug tua sebesar 168 Kg, jika CV. Nadika melakukan pengiriman dibawah angka tersebut maka perusahaan harus menanggung biaya tambahan atau dapat mengurangi profit perusahaan, sedangkan jika perusahaan melakukan pengiriman sesuai angka minimal pengiriman maka perusahaan dapat menutupi biaya pengiriman dan jika perusahaan melakukan pengiriman diatas angka minimal pengiriman maka akan dapat menambah profit atau penghasilan perusahaan.
PENENTUAN LOKASI COLD STORAGE DAN RUTE KENDARAAN PADA PRODUK PERISHABLE DENGAN LOCATION ROUTING PROBLEM Willis, Tito Bisma May; Ade Aisyah Arifna Putri
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.54733

Abstract

Jarak tempuh dalam aktivitas distribusi merupakan suatu variable cost yang dibebankan oleh pihak penanggung. Semakin jauh jarak tempuh dalam pendistribusian atau penjemputan barang maka akan semakin besar variable cost yang harus ditanggung. Jarak tempuh dapat dipangkas dengan cara pengambilan rute yang efisien atau dengan merencanakan penentuan lokasi fasilitas yang efektif. Studi kasus dalam penelitian ini adalah pengangkutan produk susu segar peternak sapi perah oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Kertajaya dari pos pengumpulan ke cold storage yang melibatkan lebih dari 700 peternak sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui solusi terbaik dari Location Routing Problem yang dihasilkan oleh Maximal Covering Models dalam penentuan lokasi cold storage, dan Vehicle Routing Problem dengan algoritma Tabu Search dalam penentuan rute kendaraan untuk meminimalisasi jarak tempuh. Dari hasil Maximal Covering Model, menghasilkan usulan lokasi cold storage baru dengan cakupan yang dilayani lebih besar dengan jarak tempuh terpendek, serta algoritma Tabu Search dalam penentuan rute kendaraan menghasilkan usulan rute yang paling optimal. Usulan dalam penelitian ini dapat memangkas jarak tempuh kendaraan hulu sebesar 12.1 Km dan kendaraan hilir sebesar 4.2 Km perharinya, serta efisiensi jumlah kendaraan hulu sebanyak 2 unit kendaraan.
TINJAUAN AKTIVITAS BONGKAR MUAT BARANG CURAH KERING DI TUKS PT XYZ Arya Boga Pratama; Syifa Fajar Maulani; Ma'ruf; Muhammad Yu'lal Haq; Fitri Wijayanti; Feby Cahya Maulyda; Novita Amelia Maeyanti; Kim Dong-gwon
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.55059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas bongkar muat barang curah kering berupa gandum di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT XYZ, dengan fokus pada penerapan stowage plan dan discharge sequence dalam mendukung efisiensi operasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak manajemen pelabuhan, serta studi dokumen teknis seperti stowage plan dan discharge sequence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bongkar muat di Jetty B dilaksanakan secara sistematis melalui enam tahapan discharge yang memperhatikan keseimbangan kapal, kapasitas grain unloader, serta kondisi ballast kapal. Dokumen stowage plan mengatur distribusi muatan berdasarkan pelabuhan tujuan dan jenis produk untuk mencegah kontaminasi antar produk serta memastikan kelancaran pembongkaran. Fasilitas dermaga seperti grain unloader, conveyor system, dan silo penyimpanan juga berperan penting dalam mendukung alur distribusi tanpa hambatan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara perencanaan muatan dan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam menunjang kecepatan, akurasi, dan keamanan proses bongkar muat barang curah kering.
ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH DAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KURSI KANTOR 702 U DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI PT. XYZ Nugroho, Oki Widhi; Nadia, Ainun; Daonil, Daonil; Turseno, Andi; Martono, Suko
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.55160

Abstract

Pengendalian persediaan sangatlah penting sebelum melakukan produksi yang dilakukan oleh sebuah industri. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu adanya kelebihan stok bahan baku kurang dari safety stock dan belum adanya metode Material Requirement Planning (MRP) di perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan besarnya investasi yang tertanam oleh perusahaan. Perencanan kebutuhan material tidak dilakukan dengan sistem MRP yang penerapanya diawali dengan data perusahaan untuk menghitunga lot size. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan jumlah dan biaya persediaan bahan baku kursi kantor 702 U. Penelitian ini menggunakan metode lot sizing yaitu Lot for Lot (LFL), Fixed Order Quantity (FOQ) dan Fixed Periode Requirement (FPR). Berdasarkan dari perbandingan data perusahaan dengan metode lot sizing sehingga dapat diketahui metode mana yang paling minim untuk persediaan bahan baku kursi kantor 702 U dan hasilnya adalah metode LFL mempunyai jumlah total persedian yang minim dengan total persediaan 4971unit dibandingkan dengan FOQ, total Persediaan 19.220unit dan FPR total persediaan 9940unit. Berdasarkan perbandingan total biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku kursi kantor 702 U data perusahaan dengan 3 metode lot sizing dapat diketahui LFL mempunyai biaya yang Lebih rendah yaitu sebesar Rp.10.998.808 sedangkan data perusahaan sebesar Rp.11.974.970, metode FOQ biaya sebesar Rp.18.337.900 dan metode FPR biaya sebesar Rp.11.459.957.
OPTIMIZING PLANNING AND INVENTORY CONTROL TO SUPPORT TRAINING PROGRAMS IN GOODS AND SERVICES Asfirah, Lia Retian; Khoirotun Nafillah; Widanto Mukti Adi; Novita Widyaningrum; Niken Devi Rosita
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.55270

Abstract

Perencanaan dan pengendalian persediaan barang dan jasa merupakan aspek krusial dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat), khususnya dalam institusi pemerintahan atau pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses perencanaan dan pengendalian persediaan barang dan jasa dalam penyelenggaraan diklat, dengan fokus pada ketersediaan perlengkapan peserta seperti seragam, alat tulis kantor (ATK), dan modul pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap tujuh informan kunci yang terlibat langsung dalam proses perencanaan dan pengadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sering terjadi ketidaksesuaian antara jumlah peserta dengan perlengkapan yang tersedia, yang disebabkan oleh tidak adanya sistem prediksi kebutuhan yang memadai, keterlambatan dalam pengadaan, serta rotasi penyedia barang/jasa yang tidak konsisten. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki sertifikasi dan kemampuan teknis dalam bidang pengadaan juga menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem perencanaan yang terintegrasi, pemilihan rekanan tetap, serta peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan sertifikasi. Dengan sistem perencanaan dan pengendalian yang optimal, diharapkan kebutuhan peserta diklat dapat terpenuhi secara tepat waktu dan efisien, sekaligus meningkatkan kepuasan dan kualitas penyelenggaraan diklat secara keseluruhan.
A ANALISIS KOMODITAS LOGISTIK UNGGULAN JAWA BARAT DALAM MENDUKUNG PELABUHAN PATIMBAN Dyan Bahari Kusyono; Sudjanadi; Abdullah Ade Suryobuwono
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57172

Abstract

Pelabuhan Patimban juga merupakan pelabuhannya yang sedang dibangun Kabupaten Subang, Jawa barat. Pelabuhan Patimban rencananya akan dibangun berkapasitas 2,74 juta TEU di atas lahan seluas 300 hektar. Pelabuhan Patimban juga berpotensi menjadi penting dalam rencana pengembangan kawasan Bekasi- Karawang-Purwakarta (Bekapur) sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang sangat penting karena kontribusi perekonomiannya yang tinggi yaitu sekitar 15% industri nasional. Secara umum pembangunan nasional di negara berkembang menitik beratkan pada pembangunan di bidang perekonomian melalui upaya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi sendiri berkaitan dengan peningkatan produksi barang dan jasa yang dapat diukur melalui PDB (Produk Domestik Bruto) di tingkat nasional, sedangkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di tingkat daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Metodologi penelitian yang digunakan adalah data kuantitatif. Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi atau dinas terkait seperti Badan Pusat Statistik Jawa Barat dan menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian berupa beberapa sektor basis unggulan pendukung pelabuhan Patimban mulai dari Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran. Strategi peningkatan komoditas unggulan yang dapat dilakukan untuk mendukung Pelabuhan Patimban adalah dengan meningkatkan produksi otomotif. Pelabuhan Patimban menjadi salah satu pelabuhan yang melayani pasar otomotif pada tahap awal beroperasinya. Oleh karena itu, peningkatan produksi otomotif di Jawa Barat bisa menjadi strategi untuk mendukung Pelabuhan Patimban.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI MELALUI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM INDUSTRI LOGISTIK MARITIM: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Hani Hasanah; Sunaryo; Karim Ladesi, Vivian; Dedi Purwana; Saparuddin; Achmad Husen; Suparno
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kompetensi inti yang dibutuhkan dalam era digitalisasi logistik maritim melalui metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review). Data dikumpulkan dari berbagai publikasi akademik internasional dan nasional yang relevan dalam dua dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi inti dalam logistik maritim modern meliputi literasi digital, pengelolaan data, pengambilan keputusan berbasis sistem informasi, kemampuan kolaboratif lintas sistem, serta adaptasi terhadap teknologi seperti IoT, big data, dan blockchain. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan kompetensi tidak dapat dilepaskan dari dukungan kelembagaan, kurikulum pelatihan yang terstruktur, dan kolaborasi industri–akademisi. Simpulan dari studi ini menekankan pentingnya penyusunan kerangka kompetensi inti berbasis digital yang adaptif dan kontekstual untuk memperkuat daya saing logistik maritim nasional.
Pemasok PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN TECHNIQUE OF ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTIONS UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER PADA PT. DOK & PERKAPALAN KODJA BAHARI (PERSERO) GALANGAN JAKARTA II aditya noercahyadi, Dimas; Ma’ruf; Wenny Ananda Larasati
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57305

Abstract

Pemilihan supplier yang tepat merupakan elemen krusial dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan efisiensi operasional, khususnya di industri galangan kapal yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku secara tepat waktu dan berkualitas. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya metode yang sistematis dan terukur dalam menilai serta menentukan supplier dari berbagai alternatif yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier terbaik bagi PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan Jakarta II dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique of Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot dari enam parameter utama—Cost, Quality, Delivery, Service, Eligibility, dan Capacity—beserta sub-parameternya melalui perbandingan berpasangan. Bobot tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam metode TOPSIS untuk mengevaluasi dan merangking lima alternatif supplier berdasarkan kedekatannya terhadap solusi ideal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AHP-TOPSIS mampu menghasilkan pemeringkatan supplier yang objektif dan sistematis, di mana PT. Caraca Bintang Samudra terpilih sebagai supplier terbaik berdasarkan nilai preferensi tertinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar strategis dalam meningkatkan efektivitas pengadaan serta memperkuat daya saing perusahaan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pengambilan keputusan multikriteria di sektor industri maritim.
ANALISIS KUALITAS PRODUKSI ROTI MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI LARISTA BAKERY Tysa Kharisma Alfirandhyta; Asep Hadian Sasmita; Vina Dwiyanti
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57576

Abstract

Larista Bakery merupakan usaha di bidang industri makanan yang berfokus pada produksi roti. Dalam proses produksinya, perusahaan ini menghadapi permasalahan serius terkait kualitas produk, yaitu adanya cacat warna dan ukuran pada roti yang dihasilkan. Cacat tersebut berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pelanggan dan menurunkan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab cacat yang terjadi dengan menggunakan pendekatan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi selama 30 hari pada bulan Januari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 13.800 produk roti yang dihasilkan, sebanyak 552 mengalami cacat, yang terdiri atas 304 cacat warna (55%) dan 248 cacat ukuran (45%). Nilai rata-rata Defects Per Million Opportunities (DPMO) yang dihitung adalah sebesar 79.889 dengan tingkat Sigma 2,91. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produksi di Larista Bakery masih jauh dari standar Six Sigma. Penelitian ini memberikan manfaat praktis tidak hanya bagi Larista Bakery tetapi juga bagi perusahaan lain di industry makanan yang menghadapi tantangan pengendalian mutu yang serupa. Analisis akar penyebab mengungkapkan bahwa cacat terutama disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode, dan lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, rekomendasi perbaikan yang ditargetkan dikembangkan menggunakan pendekatan 5W + 1H untuk setiap jenis cacat. Dengan menerapkan metode Six Sigma secara efektif, perusahaan dapat secara teratur meningkatkan kualitas produksi mereka, mengurangi tingkat cacat, dan menerapkan pemantauan dan perbaikan berkelanjutan di seluruh proses yang berkontribusi terhadap ketidaksesuaian produk. Pendekatan terstruktur ini dapat diterapkan untuk pengendalian kualitas mutu berkelanjutan yang dapat diadaptasi ke berbagai industri.