cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 213 Documents
INTEGRASI MANAJEMEN RANTAI PASOK BAHAN BAKU DAN PENGENDALIAN KUALITAS BERBASIS PDCA UNTUK MEMINIMALKAN KECACATAN PRODUK PADA UMKM KOPI JAGO Oki Widhi Nugroho; Sonny Nugroho Aji; Roberta Heni Anggit; Ario Senaputra; Hibarkah Kurnia
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.72141

Abstract

Industri minuman siap saji berbasis kopi di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat yang menuntut konsistensi kualitas produk. UMKM Kopi Jago menghadapi permasalahan serius berupa tingginya tingkat kecacatan produk pada periode Juli 2024–Juni 2025 dengan rata-rata 7,15% per bulan, jauh melampaui batas toleransi maksimal perusahaan sebesar 5%. Permasalahan ini tidak hanya bersumber dari proses internal, tetapi juga dipicu oleh kelemahan manajemen rantai pasok bahan baku hulu, khususnya kondisi penyimpanan biji kopi yang kurang optimal di gudang sehingga memicu oksidasi. Kondisi ini berdampak pada kerugian finansial rata-rata Rp6.520.000 per bulan serta meningkatnya keluhan pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan faktor penyebab cacat produk serta merumuskan dan mengevaluasi rekomendasi perbaikan kualitas terintegrasi di UMKM Kopi Jago. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menerapkan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) yang dikombinasikan dengan P-chart, Diagram Pareto, Diagram Fishbone, dan analisis 5W+1H. Lima jenis cacat dominan teridentifikasi: rasa tidak sesuai (23,8%), isi kurang/lebih (19,8%), cup/tutup bocor (16,5%), label rusak (12,5%), dan endapan berlebih (10,7%), dengan total kontribusi 83,4%. Langkah perbaikan mencakup perbaikan manajemen logistik gudang bahan baku, preventive maintenance, penyusunan SOP/IK, dan pelatihan operator. Hasil evaluasi pasca-perbaikan menunjukkan penurunan tingkat kecacatan dari 7,15% menjadi 4,83%, peningkatan nilai kapabilitas proses (Cpu) dari -2,82 menjadi 0,26, serta efisiensi kerugian biaya menjadi Rp4.530.000 per bulan. Integrasi siklus PDCA dan manajemen rantai pasok bahan baku terbukti efektif meningkatkan konsistensi mutu serta efisiensi operasional UMKM coffee-to-go. Penelitian ini memberikan kontribusi komprehensif pada kajian manajemen kualitas berbasis rantai pasok dari hulu ke hilir).
PERAMALAN PERMINTAAN PERTAMAX BERBASIS COMPOUND ANNUAL GROWTH RATE (CAGR) PERTUMBUHAN KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI DASAR PENETAPAN PARAMETER PERSEDIAAN FUEL TERMINAL DI DURI-RIAU Farrel Ananda Prima; Maharani Pramesty Aulia Nuha; Reo Samtalira Bayu Nugraha
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.72349

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Provinsi Riau mendorong peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak jenis Pertamax, sehingga perencanaan fasilitas penyimpanan memerlukan dasar kuantitatif yang terukur. Penelitian ini bertujuan memproyeksikan permintaan Pertamax pada wilayah layanan Duri–Riau menggunakan pendekatan Compound Annual Growth Rate (CAGR) atas data jumlah kendaraan bermotor Badan Pusat Statistik periode 2022–2025, kemudian menggunakan hasil proyeksi tersebut sebagai dasar penetapan parameter kebijakan persediaan Fuel Terminal. Kapasitas tangki timbun 25.000 KL diperlakukan sebagai batasan rancangan yang telah ditetapkan, bukan hasil optimasi peramalan. Penelitian bersifat deskriptif-analitis dengan data sekunder. CAGR dihitung per kabupaten, yaitu 2,93% untuk Bengkalis, 2,85% untuk Rokan Hulu, dan 31,48% untuk Rokan Hilir, lalu diterapkan pada 12 SPBU tujuan (sembilan di Bengkalis, dua di Rokan Hilir, dan satu di Rokan Hulu). Hasil peramalan menunjukkan permintaan Pertamax naik dari 5.837,02 KL pada 2025 menjadi 7.419,59 KL pada 2026, dan 98% kenaikan itu berasal dari dua SPBU di Rokan Hilir. Permintaan 2026 tersebut setara dengan Daily of Throughput 28,44 KL per hari yang dihitung dari permintaan bulan puncak (Maret, indeks 11,5%) dibagi 30 hari. Berdasarkan proyeksi tersebut diperoleh Safety Stock 392,69 KL, Dead Stock 470,93 KL, dan Reorder Point 1.063 KL pada lead time tujuh hari, sedangkan kapasitas tangki timbun 25.000 KL yang terbagi atas dua unit 12.500 KL merupakan batasan rancangan. Pada tiga skenario pertumbuhan, permintaan 2026 berkisar 5.921,08 hingga 9.492,89 KL dan Reorder Point 1.023 hingga 1.118 KL. Hasil ini merupakan estimasi awal berbasis proksi kendaraan, bukan pengukuran langsung permintaan, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai masukan awal perencanaan pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian BBM pada rantai pasok hilir migas.
PERCEPATAN RANTAI PASOK MELALUI INTEGRASI LEAN DAN GREEN MANUFACTURING PADA PRODUKSI PARTS OTOMOTIF UNTUK KEBERLANJUTAN ORDER PELANGGAN Hibarkah Kurnia; Asep Arwan Sulaeman; Vebina Sheila Pasha
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.72491

Abstract

Keterlambatan pengiriman suku cadang otomotif menjadi fenomena serius dalam rantai pasok industri kendaraan roda empat, terutama pada komponen berbahan polipropilen (PP) yang mengalami keterlambatan hingga 26 hari dari target 18 hari, disertai overproduksi, tingkat cacat 6% per bulan, serta pencemaran udara akibat pembakaran limbah produksi. Penelitian ini bertujuan mempercepat waktu proses produksi, mengurangi pemborosan dan pencemaran lingkungan, serta menyeimbangkan stok produksi dengan pesanan pelanggan agar order tetap berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran deskriptif-eksploratif melalui Focus Group Discussion (FGD), Current State Mapping (CSM), tindakan perbaikan Just in Time (JIT) dan e-Kanban berbasis barcode-RFID, re-layout area perakitan dan inspeksi akhir ke satu gedung, kemudian diukur kembali dengan Future State Mapping (FSM) dalam kerangka integrasi Lean dan Green Manufacturing. Hasil penelitian menunjukkan waktu proses produksi satu lot (3.656 pcs) turun dari 11,0 hari menjadi 4,5 hari (reduksi 59%), process time menyusut 60% dan lead time 40%. Produksi rata-rata meningkat dari 42.917 pcs menjadi 59.990 pcs per bulan (efisiensi 78% menjadi 90%), tingkat cacat turun dari 6% menjadi 0,6%, perputaran persediaan terkendali di bawah 30 hari, dan capaian rencana pengiriman mencapai 96% sehingga keberlanjutan order pelanggan terjamin dan pembakaran limbah dapat dieliminasi.