cover
Contact Name
Achmad Jaelani
Contact Email
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Phone
+6281315933440
Journal Mail Official
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No. 2 Kayu Tangi Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN
ISSN : 14121468     EISSN : 23553545     DOI : https://dx.doi.org/10.31602/zmip.v45i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini Fokus pada Hasil Penelitian yang Orisinil dan Ruang Lingkup jurnal pada Bidang : 1. Agronomy 2. Agrotechnology 3. Agribisnis 4. Animal Production 5. Animal Feed and Nutrition 6. Social and Economic agriculture 7. Forestry 8.Fisheries and Marine Technology 8. Food Technogy and Industry 9. Food Science
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 51, No 1 (2026)" : 29 Documents clear
PERAN SIMPLISIA KUNYIT (Curcuma domestica) DALAM MENEKAN INFEKSI JAMUR PADA LARVA GURAME (Osphronemus gouramy) Andri Iskandar; Miqdad Husamuddin; Yani Hadiroseyani; Muhammad Arif Mulya; Wiyoto Wiyoto; Imam Tri Wahyudi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21304

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy) memiliki nilai ekonomi tinggi, namun sintasan larvanya masih rendah akibat infeksi patogen dan kondisi lingkungan yang sensitif. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perendaman larva ikan gurame dengan menggunakan simplisia kunyit (Curcuma domestica) sebagai agen antimikroba alami untuk meningkatkan kesehatan larva. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan: kontrol, P1 (30 mg/L simplisia kunyit pada media), dan P2 (30 mg/L pada media serta pakan cacing sutera direndam 1 g/L), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati terdiri dari pertumbuhan panjang mutlak, prevalensi jamur, sintasan, dan kualitas air selama empat minggu. Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat perbedaan yang nyata pada pertumbuhan antar perlakuan (P > 0,05). Prevalensi jamur menurun pada P1 (5,16%) dan P2 (4,01%) dibandingkan kontrol (15,71%), menegaskan aktivitas antijamur kunyit. Sintasan berkisar 74,44–82,22% tanpa perbedaan signifikan. Kualitas air tetap dalam kisaran layak. Secara umum, simplisia kunyit efektif menekan jamur tetapi belum meningkatkan pertumbuhan dan sintasan, sehingga diperlukan formulasi yang lebih efisien.
RISIKO HARGA PRODUSEN DAN KONSUMEN KOMODITAS CABAI RAWIT DI KABUPATEN GOWA Muh Reynaldi Armansyah; Ratnawati Tahir; Jumiati Jumiati; Muh Arifin Fattah; Mohammad Natsir; Sri Mardiyati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21738

Abstract

Risiko harga cabai rawit merupakan salah satu aspek penting karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan produsen maupun beban pengeluaran konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat risiko harga komoditas cabai rawit di Tingkat produsen dan konsumen di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan yaitu data sekunder, data time series harga bulanan cabai rawit tingkat produsen dan konsumen dari bulan Januari 2022 hingga Oktober 2025 bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai risiko harga koefisien variasi produsen sebesar 0,46 %, bahwa risiko harga cabai rawit di tingkat produsen berada pada kategori risiko rendah karena angka KV lebih kecil dari 0,5. Serta nilai risiko harga koefisien variasi konsumen sebesar 0,36 % nilai koefisien variasi yang rendah di bawah 0,5. Hal ini dapat dilihat bahwa risiko biaya cabai rawit oleh produsen dan konsumen yakni pada cuaca yang tidak menentu serta fluktuasi harga saat menjelang hari besar.Kata kunci: Risiko Harga, Fluktuasi, Cabai Rawit, Produsen, Konsumen.
KONTRIBUSI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA TANAMAN CABAI RAWIT DI DESA MOLAS KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Wandri Ismail; Wawan K Tolinggi; Irwan Bempah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21215

Abstract

Penyuluhan pertanian memegang peran penting dalam membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dalam budidaya tanaman, termasuk dalam pengendalian hama secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu pada tanaman cabai rawit di Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory yang dilakukan terhadap 20 informan petani cabai rawit. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan transkripsi hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penyuluhan masih belum optimal. Sebanyak 100% informan menyatakan bahwa kunjungan penyuluh hanya dilakukan 1–3 kali dalam sebula dan seminggu sekali, seluruh informan (100%) menyebutkan bahwa materi penyuluhan bersifat teori tanpa pelatihan lapangan maupun pendampingan teknis. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman petani terhadap penerapan PHT. Seluruh informan menyatakan bahwa media penyuluhan hanya menggunakan slide presentasi tanpa adanya demplot atau simulasi praktik. Akibatnya, 75% petani mengalami kesulitan dalam menerapkan teknik yang diajarkan, dan 70% informan menyatakan kurang memahami teknik PHT karena tidak mendapatkan pengalaman langsung. Selain itu, petani juga menghadapi kendala dalam implementasi PHT, seperti serangan hama yang tetap terjadi (25%), hasil panen yang tidak sesuai harapan (60%), dan metode yang dianggap kurang efektif karena hanya disampaikan secara teori (50%). Melalui proses axial coding, ditemukan tiga kategori utama yang menggambarkan kontribusi penyuluhan (1) Rendahnya kualitas pelaksanaan penyuluhan, (2) Keterbatasan media dan metode, serta (3) Kendala implementasi di lapangan. Berdasarkan hasil axial coding yang telah disusun, core category yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: "Kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu di Desa Molas masih belum optimal karena metode penyuluhan yang bersifat teoritis, keterbatasan media praktik, dan tidak adanya pendampingan lapangan, sehingga menghambat pemahaman dan implementasi teknik PHT oleh petani." Penelitian ini menekankan peningkatan kualitas penyuluhan melalui praktik lapangan, pelatihan langsung, dan penyediaan demplot untuk mendorong keberhasilan penerapan PHT.  
PERUBAHAN IKLIM DAN PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA: STUDI BLIBIOMETRIK, VOSVIEWERS, DAN STUDI LITERATUR REVIEW Shafira Gaidtsa Az-zahra; Talitha Ayu Septiani; Akmal Syah Fikran Firdaus; Dewi Rohma Wati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22293

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu strategis yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan kajian perubahan iklim dan pertanian melalui analisis bibliometrik dan tinjauan literatur sistematis serta implikasinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Metode penelitian menggunakan analisis bibliometrik berbantuan VOSviewer dan systematic literature review (SLR) berdasarkan data sekunder dari Google Scholar periode 2010–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian didominasi oleh variabel suhu dan curah hujan, dengan peningkatan fokus pada strategi adaptasi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan pertanian. Selain itu, kolaborasi antar institusi berperan penting dalam mempercepat penyebaran solusi ilmiah. Studi ini berkontribusi pada penguatan literasi iklim dan pertanian di pendidikan dasar serta menjadi dasar pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perubahan iklim.
KUALITAS KARKAS DAN ANALISIS EKONOMI AYAM BROILER YANG DIBERI DUA JENIS KONSENTRAT KOMERSIAL Vinka Adhi Pratika; Sri Sukaryani
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21761

Abstract

ABSTRACTThe increasing demand for chicken meat requires strategic efforts to improve the carcass quality of broiler chickens. One approach to achieve this objective is through effective feed management. This study aimed to evaluate the effects of feeding two different commercial concentrates on carcass quality (carcass percentage and abdominal fat) and economic efficiency (feed cost per gain) of broiler chickens. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) and analyzed by analysis of variance (ANOVA), consisting of three dietary treatments with four replications, each replication containing three broiler chickens. The treatments included P1: broilers fed 100% commercial concentrate A; P2: broilers fed 100% commercial concentrate B; and P3: broilers fed a mixture of 50% commercial concentrate A and 50% commercial concentrate B. The optimal results were observed in P1, with a carcass percentage of 73.92%, abdominal fat percentage of 1.05%, and feed cost per weight gain of IDR 13,790. In contrast, the lowest results were recorded in P3 (50% commercial concentrate A and 50% commercial concentrate B), with a carcass percentage of 70.87%, abdominal fat percentage of 1.16%, and feed cost per weight gain of IDR 13,873. It can be concluded that the use of different commercial concentrates significantly affected carcass quality, particularly carcass percentage, but had no significant effect on abdominal fat percentage or feed cost per gain in broiler chickens.Keywords: abdominal fat, broiler chicken, feed cost per gain, carcass, commercial feed
OPTIMASI PERTUMBUHAN EKSPLAN BUAH NAGA (Hylocereus sp.) SECARA IN VITRO DENGAN SUPLEMEN GANDASIL D Sintia Sari; Primadiyanti Arsela; Ardaniah Ardaniah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20382

Abstract

Buah naga termasuk tanaman kaktus dan memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan sehingga permintaan pasar buah naga semakin meningkat. Sehingga produksi buah naga perlu ditingkatkan, dalam kondisi lahan yang terbatas dan perbanyakan yang membutuhkan waktu yang lama menjadikan kendala dalam perbanyakan buah naga. Penggunaan metode perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan permintaan pasar pada buah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penggunaan media MS, suplemen Gandasil D dan interaksi keduanya dalam memaksimalkan pertumbuhan eksplan buah naga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2025 di laboratorium kultur jaringan Fakultas Pertanian Dan Bisnis Digital, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Terdapat 12 kombinasi dan 48 botol sampel, setiap botol berisi 5 biji buah naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media MS 1/6 + Gandasil D 1 g.L-1 menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter tinggi tunas dan jumlah akar. Kata Kunci : In Vitro, Media MS, Gandasil D, Buah Naga
INTEGRASI PENGGUNAAN COAL FLY ASH, BIOCHAR DAN SENSOR NPK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG PADA TANAH PASCA GALIAN-C Retno Wilujeng; I Made Indra Agastya; Muhammad Bayu Widura
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20739

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi coal fly ash (CFA), biochar, dan pupuk organik terhadap sifat kimia tanah pasca Galian-C serta pertumbuhan vegetatif jagung. Penelitian dilaksanakan di Desa Junrejo, Kecamatan Beji, Kota Batu, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi sensor tanah dan pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, luas daun) pada 2, 4, 6, dan 8 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi CFA, biochar, dan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun (4 dan 6 MST), serta diameter batang (2–6 MST), namun tidak signifikan terhadap sifat kimia tanah dan jumlah daun. Perlakuan CKK (Coal Fly Ash 20 t/ha+pupuk kotoran kambing 5%) meningkatkan ketersediaan N, P, dan K, sedangkan BPK (Biochar Sabut Kelapa 20 t/ha + pupuk kompos 5%) memberikan pertumbuhan vegetatif terbaik dibanding kontrol.
DETERMINAN NILAI TUKAR PETANI DENGAN PENDEKATAN INDIKATOR MAKROEKONOMI Muhammad Zenedine Istianto; Elsya Putri Setiawan; Nur Laela; Dewi Rohma Wati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21700

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana indikator makroekonomi memengaruhi Nilai Tukar Petani (NTP) di Indonesia dengan memanfaatkan data deret waktu dari tahun 2009 hingga 2024. Variabel yang dianalisis meliputi PDB sektor pertanian, tingkat inflasi, jumlah tenaga kerja pertanian, serta suku bunga. Pengolahan data dilakukan melalui regresi linier berganda dengan menerapkan metode Ordinary Least Squares (OLS) melalui bantuan perangkat lunak EViews 13. Hasil analisis mengindikasikan bahwa PDB sektor pertanian memiliki dampak negatif yang signifikan atas NTP, sementara tenaga kerja pertanian memberikan pengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, inflasi dan suku bunga berdampak negatif namun tidak signifikan. Secara keseluruhan, indikator makroekonomi terbukti berperan penting dalam membentuk dinamika NTP. Temuan ini menekankan perlunya stabilitas ekonomi makro dan penguatan faktor produksi untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.
ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK PADI VARIETAS UNGGUL PADA USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA Nuri Dewi Yanti; Amiratu Zakiah; Eka Radiah; Hamdani Hamdani; Fadly Hairannoor Yusran
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21683

Abstract

Penelitian ini menganalisis keputusan petani dalam menentukan karakteristik varietas unggul padi di lahan pasang surut Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak untuk memahami pemilihan varietas mengingat potensi besar lahan pasang surut sebagai lumbung pangan nasional yang disertai tantangan unik memerlukan adaptasi varietas spesifik. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani dan menganalisis faktor utama yang mendasari keputusan petani dalam memilih karakteristik varietas unggul padi. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah petani padi pengguna benih varietas unggul di Kecamatan Mandastana dan Belawang. Enam puluh responden dipilih menggunakan teknik probability sampling yang tersebar di Desa Karang Bunga dan Karang Buah. Analisis faktor terhadap 26 variabel karakteristik varietas unggul padi mengidentifikasi tiga faktor utama dengan eigenvalue >1 yang menjelaskan 68,488% total varians. Faktor pertama adalah Aspek Teknis (26,327% varians) meliputi umur tanaman, ketahanan terhadap hama dan penyakit, adaptabilitas terhadap lingkungan pasang surut, kemudahan budidaya, dan tingkat produktivitas. Faktor kedua adalah Kualitas Beras (21,838% varians) mencakup tekstur, rasa, aroma, warna beras, kadar amilosa, dan daya simpan. Faktor ketiga adalah Aspek Ekonomi (20,323% varians) terdiri dari harga benih, biaya produksi, harga jual gabah, stabilitas harga pasar, dan tingkat keuntungan. Uji Kaiser-Meyer-Olkin menunjukkan nilai 0,847 (>0,5) dengan Bartlett Test signifikan (p<0,001), mengindikasikan kesesuaian data untuk analisis faktor. Variabel dengan factor loading rendah (<0,5) seperti tinggi tanaman, panjang malai, habit, dan rekomendasi penyuluh merupakan pertimbangan sekunder dalam pengambilan keputusan petani.
ANALISIS RISIKO USAHATANI PADI SAWAH BERDASARKAN LUAS LAHAN DI DESA JONGGON KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Aini Aini; Arista Damayanti; Bahari Joko Susilo
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20948

Abstract

Usahatani merupakan usaha yang bergtung pada alam yang menyebabkan usahatani selalu berhadapan dengan ketidakpastian yang menimbulkan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang dihadapi petani dalam menjalankan usahatani padi sawah di Desa Jonggon di Kabupaten Kutai Kartanegara. Risiko dalam usahatani mencerminkan ketidakpastian terhadap hasil yang telah diterima petani, yang dapat berdampak langsung pada keberlanjutan dan kesejahteraan mereka. Risiko yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode statistik deskriptif, yang meliputi perhitungan varians, standar deviasi, Coefisien variasi (CV) pada setiap aspek risiko. Data primer telah dikumpulkan melalui survei terhadap 58 responden petani padi sawah yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dimana responden dibagi berdasarkan luas lahan yaitu lahan sempit, lahan sedang dan lahan luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien variasi produksi dan nilai koefisien harga untuk semua kategori luas lahan berada pada kategori risiko rendah. Adapun risiko pendapatan menunjukkan nilai koefisien variasi sebesar 0,93 pada kategori lahan luas hal ini diduga karena pengelolaan lahan luas lebih kompleks dibandingkan lahan sempit dan sedang sehingga risiko yang dihadapi juga semakin besar terkait efisiensi dan efektifitas input produksi. Berdasarkan nilai CV pada analisis risiko pendapatan dapat disimpulkan bahwa semua petani pada semua kategori luas lahan memiliki sikap menghindari risiko (risk aventer). Dengan mengetahui nilai-nilai risiko ini, petani diharapkan mampu merencanakan usaha taninya secara lebih bijak dan berkelanjutan.Kata Kunci : Usahatani, Risiko Produksi, Risiko Harga, Risiko Pendapatan, Padi Sawah

Page 1 of 3 | Total Record : 29