cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 395 Documents
PENDEKATAN INTERDISIPLINER, MULTIDISIPLINER, DAN TRANSDISIPLINER DALAM STUDI SASTRA Setya Yuwana Sudikan
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Perkembangan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  telah  mempengaruhi perkembangan  ilmu  pengetahuan  khususnya  dalam  kajian  kesastraan.  Sebagai sebuah kajian, karya sastra tidak bisa diklaim sebagai materi yang tertutup hanya pada  satu  dimensi  pendekatan  saja.  Perkembangan  pendekatan  yang  terus mengalami  dinamika  pada  gilirannya  mencipta  pendekatan  yang  bukan  lagi tunggal  atau monodisiplin,  tetapi  sudah  interdisiplin, multidisiplin,  transdidiplin, dan  krosdisiplin.  Sudah  banyak  referensi  yang  berusaha  memposisikan  kajian kesastraan  dengan  pendekatan  multidisiplin  yang  dianggap  justru  lebih komprehensif  dalam  menelaah  sebuah  karya  sastra  dibanding  dengan  yang monodisiplin. Melalui  telaah  atas  karya-karya  tersebut  dengan  pemetaan  secara kronologis,  artikel  ini  menyuguhkan  peta  dinamika  kajian  kesastraan  yang interdisiplin,  multidisiplin,  dan  transdisiplin  terutama  terhadap  terbitan  karya-karya yang berbahasa Indonesia baik itu ditulis langsung dalam bahasa Indonesia maupun terjemahan.
HIEROSGAMOS, HIERODOULES, MAGNA MATER DAN PROPAGANDA SEKS BEBAS DALAM NOVEL THE DA VINCI CODE KARYA DAN BROWN Reimundus Raymond Fatubun
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Alusi-alusi  tidak  sekedar  hadir  dalam  karya  sastra  tapi mempunyai  signifikansi khusus dengan isi karya sastra. Dan Brown menggunakan banyak alusi dalam The Da  Vinci  Code.  Alusi-alusinyaberasal  dari  abad-abad  pra-Kristen,  era  awal Kristen  sampai masa Renaissance dan Baroque dan dihubungkan dengan  situasi dunia, terutama gereja. Alusi-alusi dari masa pra-Kristenhierosgamos,hieroedules dan Magna Mater mempropagandakan ritual seks. Dalam hubungan ini alusi-alusi itu mengarah  pada  tokoh Maria Magdalena. Hal-hal  yang  dikemukakan  Brown tentang  tokoh  ini  antara  lain  Jesus  menikah  dengan  Maria  Magdalena,  bukan Petrus, yang diutus untuk mendirikan gereja.Dia harus disembah sebagai seorang dewi, persaudaraan rahasia the Priory of Sionmasih memujanya sebagai dewi dan mempertahankan  praktek  ini(Strobel &  Poole,  2006:25).  Secara  teoritik,  tulisan ini menggunakanPiercian Semiotics,dan New Historicism (Greenblatt, 1980) yang mensejajarkan  teks sastra dan non-sastra. Teks sastra dijelaskan sepenuhnya oleh teks non-sastra,  tidak  seperti Historicism.Tulisan  ini menjelaskan alusi-alusi dan propaganda Dan Brown akan seks bebas.
TUHFAT AL NAFIS:KARYA SASTRA SEJARAH (MELAYU) DALAM PERSPEKTIF SEJARAH H.Muhammad Bahar Akkase Teng
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Dalam makalah  ini  telah  dibahas mengenai  sastra Melayu  klasik,  sastra  sejarah melayu  serta  Tuhfat  Al  Nafis.  Sastra  Melayu  klasik(lama)  adalah  sastra  yang berbentuk  lisan  atau  sastra  yang  tercipta  dari  ucapan.  Karya  sastra  sejarah, merupakan  suatu  karya  sastra  yang  terkandung  didalamnya  unsur  sejarah.Sastra sejarah merupakan  dongeng, fantasi, bukan fakta dan kebenaran cerita. Anggapan masyarakat terhadap karya sastra Sejarah ini sebagai karya sejarah, disebabkan  a) judul  karya  ini    menggunakan  kata  sejarah,b)  latar  atau  tempat-tempat  yang diceritakan  ada  dalam  dunia  nyata,c)  nama-nama  pelaku  atau  tokoh  cerita merupakan  tokoh  historis,  dan  dipercayai  benar-benar  ada.Tuhfat  al  Nafis  Trengganu  salah  satu  naskah  kuno  yang  tergolong  sastra  sejarah  yang  dikarang oleh  dua  orang,  ayah  dan  anak    Haji  Raja  Ahmad(1778-1878)  dan  Haji  Raja Ali(1808-1872).  Raja  Ali  Haji  juga  merupakan  seorang  intelektual  terkenal  di penghujung abad ke-19. Karya-karyanya bukan hanya sastra, tetapi juga dibidang lain, seperti; agama, sejarah, bahasa dan budaya Melayu. Naskah ini telah disalin untuk disimpan di Isana Diraja Trengganu pada masa pemerintahan Sultan Zainal Abidin  III(1881-1918).  Corak  kaligrafinya    jauh  lebih  bermutu  dari  pada manuskrip lainnya yang disalin untuk pegawai-pegawai asing.
WACANA MOP BAHASA MELAYU PAPUA SEBAGAI ILUSTRASI KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI PAPUA Aleda Mawene
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Mop  adalah  wacana  lelucon  yang  lazim  disampaikan  dalam  bahasa  Melayu Papua.  Isinya mengandung asosiasi makna  tertentu yang menimbulkan kelucuan serta  mengundang  tawa  pendengarnya.  Mop  pada  umumnya  disajikan  dalam bentuk verbal dengan memanfaatkan kata, kalimat, dan wacana. Penuturan Mop mencerminkan bentuk praktik penggunaan bahasa secara nyata di masyarakat dan menjadi  media  interaksi  sosial  yang  mampu  menyatukan  beragam  masyarakat yang berdomisili di Papua. Kajian ini bertujuan menjelaskan pemanfaatan wacana Mop  dalam  proses  penanaman  konsep  kemahiran  berbahasa  Indonesia  melalui pendekatan pragmatis. Datanya berupa wacana Mop bahasa Melayu Papua  yang diperoleh dari  Buku Kumpulan Mop dan  Harian Cenderawasih Pos. Hasil kajian menunjukkan  bahwa  wacana  Mop  bahasa  Melayu  Papua  dapat  dimanfaatkan sebagai  ilustrasi kontekstual dalam  upaya pemahaman konsep bahasa  Indonesia. Beberapa wacana Mop berkaitan erat dengan konsep diksi, kalimat, pepatah, dan gaya bahasa dalam bahasa  Indonesia.   Karena bersifat kontekstual, wacana Mop dianggap mampu mengarahkan pemahaman peserta didik  tentang konsep bahasa Indonesia secara efektif dan menyenangkan.
MODEL PENGAJARAN TERBALIK DALAM MATA KULIAH CHUKYU DOKKAI Amira Agustin Kocimaheni
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Chukyu  Dokkai  lecture  is  an  intermediate  reading  lecture  which  the  students program  after  taking  the  Shokyu Dokkai,  an  elementary  reading  lecture.  In  the elementary  level of  reading a  lecturer still  takes a very great role  in  the  teaching and learning process. The roles includes guiding and teaching the students to read starting  from  words,  sentences,  paragraph  and  even  the  lecturer  still  use  the translation method. But not for the intermediate level of reading, the methods and techniques of the teaching is more various. One of the models which can be used is  reciprocal  teaching.  This model  puts  the  teacher  or  lecturer  as  a model  and facilitator than a presenter of  the  teaching and  learning process. The students are taught  four  strategies  of  specific  self-understanding  and  control,  namely summarizing,  questioning,  clarifying,  and  predicting.  While  the  teaching  and learning  process  is  taking  place,  the  students  are  actively  involved  in  the discussion  in  their groups. The  lecturer acts as mediator, model, and  trainer. The teaching  and  learning  process will  not  be  a  one way  process where  the  lecturer controls  the  process,  but  the  students  will  also  have  the  chance  to  give  their opinions.  Therefore  it  is  hoped  that  the  students  will  grow  the  responsibility within  them and  the lecturer will stay with  them  to help  them monitor, think and choose the strategy that can be used in the process of studying
TANTANGAN MEMBACA SURABAYA 2015: MERETAS JALAN MEMBANGUN LABORATORIUM KOLABORATIF PEMBUDAYAAN LITERASI YANG EFEKTIF BAGI MASA ADOLESEN Chamim Rosyidi Irsyad
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Data  mutakhir  TIMSS  dan  PIRLS  2011  serta  PISA  2012  menginformasikan bahwa  tingkat  literasi bangsa  Indonesia pada urutan bawah di percaturan global. Riset  Taufiq  Ismail  tahun  1996  menyatirekan  bahwa  siswa  SMA  di  Indonesia œrabun membaca dan pincang menulis. Ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan kelompok-kelompok pegiat literasi di Indonesia telah membuktikan hasilnya yang beraneka. Namun,  jika  jejak  langkah  ini  tidak  ditantang  oleh  sistem  pembudayaan  literasi yang pasti dan visioner, teresekusi di jalur-jalur pendidikan informal, formal, dan nonformal,  terukur,  termonitor  dan  terevaluasi,  serta  terkesinambungan, kapankah  peluang  akselerasi  gerakan  literasi membuahkan  generasi  emas  yang diidamkan?  Pencanangan  Surabaya  Kota  Literasi  telah  dilakukan  Walikota Surabaya  pada  2  Mei  2014.  Pada  2  s.d.  5  Maret  2015  program  Tantangan Membaca Surabaya 2015  telah dilaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya.  Dua  kebijakan  ini  meski  belum  menjadi  sistem  yang  menjamin kepastian  keberlangsungan  gerakan,  sebagai  embrio  lahirnya  Perda  dan  Perwali tentang  gerakan  literasi,  ia  telah  melempangkan  teretasnya  jalan  membangun laboratorium  kolaboratif  guna  pembudayaan  literasi  (LabKobuLi)  yang  efektif bagi  para  generasi  bangsa  usia  adolesen.  Dengan  LabKobuLi  inilah  gerakan pengeberaksaraan diberlangsungkan dengan semangat hari ini lebih baik daripada kemarin  dan  esok  lebih  baik  daripada  hari  ini.  Untuk  menyukseskan  gerakan pioner  ini,  pemeranan  dan  pemungsian  kepemimpinan  pembelajaran  sangat diperlukan.
PEMBELAJARAN LITERASI DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Heny Subandiyah
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Kemampuan  literasi pada  awalnya diartikan  sebagai keterampilan membaca dan menulis,  tetapi  pada  saat  ini  pengertiannya  mengalami  perkembangan.  Dalam ranah  pembelajaran,  kemampuan  literasi  merupakan  kemampuan  penting  yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk menguasai berbagai mata pelajaran. Sejalan dengan  penjelasan  dalam Kurikulum  2013  bahwa  bahasa  adalah  penghela  ilmu pengetahuan  maka  bahasa  Indonesia  merupakan  sarana  penyampai  ilmu pengetahuan. Dengan kata  lain, keterampilan berbahasa anak  terutama membaca dan  menulis  yang  diperoleh  melalui  pelajaran  bahasa  Indonesia,  sangat menentukan keberhasilan mereka dalam menguasai berbagai mata pelajaran  lain. Khusus  untuk  mata  pelajaran  bahasa  Indonesia  pengertian  literasi  lebih dipumpunkan pada keterampilan informasi. Kemampuan informasi mengacu pada beberapa  aktivitas,  yaitu  mengumpulkan  informasi,  mengolah  informasi,  dan mengomunikasikan informasi. Ketiga aktivitas tersebut tidak dapat dilepaskan dari keterampilan  membaca  dan  menulis,  yang  dilaksanakan  guru  dan  siswa  dalam proses  pembelajaran  di  kelas.  Aktivitas  semacam  ini  sesuai  dengan  tuntutan proses  pembelajaran  menurut  Kurikulum  2013  yang  dikenal  dengan  istilah pendekatan  saintifik.  Berkaitan  dengan  pelaksanaan  pembelajaran  literasi maka guru harus memperhatikan empat aspek, yaitu sumber belajar, bahan ajar, strategi pembelajaran, dan penilaian.  
DA SEBAGAI ADVERBIA ATAUKAH KONJUNGTOR? (KAJIAN GRAMATIKALISASI) Agus Ridwan
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Satuan bahasa da bisa digunakan sebagai adverbia lokal. Selain sebagai adverbia, satuan bahasa da juga bisa digunakan sebagai konjungtor subordinatif kausal atau temporal.  Berdasar  pada  penggunaan  teori  gramatikalisasi,  adverbia  da merupakan  satuan  bahasa  yang  memiliki  struktur  lama  (schwache Grammatikalisierung). Adapun satuan bahasa da  sebagai konjungtor subordinatif kausal atau temporal itu berstruktur baru (starke Grammatikalisierung).
KALA LAMPAU TERDEKAT DALAM BAHASA MEE Niko Kobepa
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Mee (also known as Kapauku, Ekari or Ekagi) is a non-Austronesian language of Wissel  Lakeslanguages  family  of  Trans  New  Guinea  Phylum  spoken  in  the Central Highlands of Western New Guinea or West Papua. Mee  is  also used  to refer to its speakers. Mee has an intricate system of Tense, Aspect, Modality and other  related  categories  as will be  seen  in  the paper. This paper  aims  to discuss one of  four past  tenses  in Mee, namely  Immediate Past Tense. Two morphemes that are used- one marking definite and  the other  indefinite-  in  this  tense will be referred to as necessary. The paper specifically deals with four uses of the tense.
EKSISTENSI BAHASA DAYAK KENYAH DI KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Rika Istianingrum
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v2n1.p%p

Abstract

Pemertahanan  dan  pergeseran  bahasa  merupakan  dua  gejala  kebahasaan  yang saling  terkait. Bahasa  dikatakan mengalami  pergeseran  ketika  suatu masyarakat mulai meninggalkan bahasa daerahnya. Dayak Kenyah merupakan salah satu suku tertua  yang mendiami  provinsi Kalimantan  Timur. Bahasa Dayak Kenyah  pada masa  sekarang  telah  mengalami  pergeseran  bahasa,  masyarakatnya  pun  telah beralih menggunakan  bahasa  Indonesia. Hal  ini  juga  didukung  oleh  situasi  kota Balikpapan yang merupakan  salah  satu kota  industri di Kalimantan Timur. Serta berpengaruh  langsung  terhadap  gaya  hidup  masyarakatnya  yang  multikultural. Penelitian  ini  bersifat  deskriptif  kualitatif  dan menggunakan metode  analisis  isi, serta  pendekatan  sosiolinguistik  dengan  menerapkan  langkah-langkah  analisis data,  yaitu pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui penelitian  ini  dapat  diketahui  sejauhmana  masyarakat  Dayak  Kenyah  dalam mempertahankan  eksistensi  bahasanya  di  masyarakat  multikultural  yaitu  Kota Balikpapan.  Penelitian  ini  diarahkan  pada  pengetahuan  mengenai  usaha  yang dilakukan  oleh  masyarakat  Dayak  Kenyah  dalam  mempertahankan  bahasanya, mendeskripsikan  faktor  pemertahanan  bahasanya,  menjelaskan  dampak  dan makna pemertahanan bahasa Dayak Kenyah di kota Balikpapan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol.11 No.1 Bulan Maret 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue