cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 395 Documents
TEORI HARMONI PENGANTAR KAJIAN SASTRA BERBASIS KONSTITUSI Aprinus Salam
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v4n1.p%p

Abstract

Literary studies can not be separated from the literary theory initiated and developed by œWestern scholars. Indonesian Literature also refers to these theories in interpreting and explaining literary works. This paper intends to ask the historical contextuality and the theoretical independence of Indonesian literature as a nation that has a historicity different from the West. The main offer in this paper is the importance of a theory called the theory of harmony-constitution. The important objectives of the theoretical point of view of the theory of harmony-the constitution are 1) all efforts to build an independent society and social justice, 2) a happy and safe condition, and hence the freedom that has been achieved should always encourage unity, sovereignty and prosperity, and 3) the acknowledgment œon the blessings of almighty God and by the noble driven. Methodologically, the theory of harmony-constitution is based on semantics. This theory can be used to analyze social and cultural issues, but in the case of this paper will be tested to study literary works, especially the poetry of Chairil Anwar.
THE ABSENCE OF MOTHER: THE RELATIONSHIP OF FATHER DAUGHTER IN GOTHIC FICTIONS Hujuala Rika Ayu
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v4n1.p%p

Abstract

This paper discusses the bonding of father and daughter in Angela Carters œThe Courtship of Mr. Lyon and Intan Paramadithas œPintu Merah (transl. œThe Red Door). Carter and Paramaditha employ distinguished narrative structures to highlight the interaction among the characters. They utilizes third-person narrator and reproduces fairy tales. The absence of mother becomes an interesting pivot in both stories. In that situation, father is inevitably the daughters closest figure. In both stories, fathers are at the same time demanding and lame. While, daughters are those dependent, submissive yet tactical figures in facing their fathers as the sole counterparts in the story. Using the perspectives of Juliett Michelle and Nancy Chodorow on psychoanalysis feminism, this paper unveils the roles of father in daughters adolescent development. This study reveals that despite the dependencies of the daughters toward the familial relationship, they use their submissiveness as the weapons to break the patriarchal values represented by the fathers. 
REVITALISASI ˜ALAM TERKEMBANG JADI GURU DALAM BUDAYA BERBAHASA DI MINANGKABAU: ANALISIS PEMANFAATAN SIMBOL METAFORA DALAM PEPATAH-PETITIH MINANGKABAU Yuniseffendri Yuniseffendri
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v1n2.p%p

Abstract

Alam Terkembang Jadi Guru merupakan falsafah adat yang  tumbuh dan berkembang di bumi Minangkabau  (Sumatera  Barat).Kedekatan  masyarakat  dengan  alam  sekitar  terlihat  dari kekonsistenan masyarakat  dalam memandang  alam  sebagai  sumber  pengetahuan  dan  sebagai guru  dalam  menata  perilaku  dan  perbuatan.  Penelitian  yang  berjudul  œRevitalisasi  ˜Alam Terkembang  Jadi  Guru  dalam  Budaya  Berbahasa  di  Minangkabau:  Analisis  Pemanfaatan Simbol  Metafora  dalam  Pepatah-petitih  Minangkabau  ini  merupakan  upaya  pendeskripsian terhadap  sejauhmana  falsafah  œAlam  Terkembang  Jadi  Guru  diimplementasikan  dalam kehidupan masyarakat,  khususnya dalam budaya berbahasa masyarakat Minangkabau.Penelitian ini  bersifat  deskriptif-kualitatif  menggunakan  metode  analisis  isi  (content  analysis)  dengan menerapkan  langkah-langkah pengumpulan data , reduksi data/display data, penganalisisan data, dan  penarikan  inferensi  sebagai  prosedur  penganalisisan  data.Melalui  penelitian  ini  dapat dideskripsikan  kedekatan masyarakat Minangkabau  dengan  alam  sekitar,  yang  tercermin  dari  perilaku berbahasa yang sarat dengan  pemanfaatan simbol kebahasaan yang besumber dari alam sekitar. Dengan kata lain, semakin sering masyarakat menggunakan simbol tertentu yang diambil dari  lingkungannya  untuk menyatakan maksud  sebuah  tuturan, maka  semakin dekat hubungan masyarakat  dengan  simbol  tersebut.  Penelitian  ini  diarahkan  pada  pendeskripsian  sejauhmana kedekatan masyarakat Minangkabau dengan alam sekitar yang tercermin dalam perilaku budaya berbahasa.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai upaya pelestarian budaya, khususnya budaya berbahasa yang khas di Sumatera Barat.
TEACHING LISTENING TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS USING œGUIDED METACOGNITIVE SEQUENCE Tuty Mujiatin
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v1n2.p%p

Abstract

Penelitian  ini  menguji  apakah  penggunaan  pengajaran  strategi  metakognitif berdasarkan  œTahapan  Metakognitif  Terbimbing  dapat  meningkatkan kemampuan  siswa  dalam  mendengarkan  pelajaran  bahasa  Inggris  yang menitikberatkan pada  tiga  indikator: menentukan  informasi  tersurat, menentukan informasi  tersirat,  dan menentukan  gambaran  umum.  Penelitian  ini menerapkan desain  penelitian  praeksperimen  tes  awal  dan  tes  akhir  dengan  grup  tunggal. Sejumlah 32 siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Ponorogo dipilih sebagai peserta grup. Grup  ini  memperoleh  5  (lima)  sesi  pertemuan  pelajaran  mendengarkan  teks recount di kelas dengan menerapkan pengajaran strategi metakognitif berdasarkan œTahapan Metakognitif Terbimbing. Data nilai siswa pada tes awal dan tes akhir dianalisa menggunakan uji t sampel berpasangan dengan tingkat signifikansi 0,05 (p<0.05) untuk menguji peningkatan skor. Hasil penelitian menunjukkan nilai tes akhir  siswa  lebih  tinggi  secara  signifikan  dibanding  nilai  awal  (72,41dibanding 61,06, p = 0,000, p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan pengajaran ini  memacu  peningkatan  pemahaman  siswa  dalam  mendengarkan.  Hasil  ini menuntut perlunya menggabungkan pengajaran  ini ke dalam program pengajaran mendengarkan sehari-hari di kelas untuk membantu siswa mengatasi kesulitannya dalam mendengarkan Bahasa Inggris.
STRATEGI BELAJAR KELOLOSAN JAPANESE LANGUAGE PROFICIENCY TEST N1 (STUDI KASUS MAHASISWA SASTRA JEPANG) Agus Budi Cahyono
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v4n1.p%p

Abstract

Japanese Language Proficiency Test (JLPT) organized by The Japan Foundation twice a year in July and December is an international test which aims to measure the Japanese language skill of Japanese language learners around the world. JLPT has 5 levels in which level N5 is the lowest or basic level, while N1 is the highest or proficient level which is considered on par with the Japanese native speakers. Level IV students in school year 2016/2017 who have been able to achieve JLPT level N1 are proud achievements for Japanese Literature Study Program of Brawijaya University. Therefore, this research aims to see the learning strategy of Japanese language used by students who achieved JLPT level N1 in period II of 2016. In fact, they never visit Japan to stay, study, or even travel. The learning strategies of students studied through foreign language learning strategy as revealed by Oxford (1990) are memory, cognitive, and compensation in the category of direct strategy as well as metacognitive, affective, and social strategies in the category of indirect strategy. The used research methodology is qualitative research methodology of case study through questionnaire, interview, and observation. The research shows the result that learning strategy of Japanese language used by students to achieve JLPT level N1 are memory, cognitive, metacognitive, and compensation strategies by using several medias from anime (Japanese cartoon), Japanese movie, video game, Japanese songs, and even Japanese books like manga (Japanese comic) and novel. These students seldom use affective and social strategies. It is known from their lecturer that these students are less proficient in socialization and oral production.
DIATESIS (TAI) DALAM BAHASA JEPANG (TINJAUAN DALAM BUKU MINNA NO NIHONGO) Parwati Hadi Noorsanti
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v4n1.p%p

Abstract

Diathesis is a grammatical category that shows the relationship between the participant or the subject with the action expressed by the verb in the clause. In the book Minna no Nihongo I and II there are several types of sentences containing diathesis. This type of diathesis is often quite difficult for a Japanese learner. In this theoretical study paper the author describes the meaning of diathesis sentences contained in Minna no Nihongo I and Minna no NihongoII books used in basic and intermediate Japanese language learning. With this paper is expected to increase the understanding of learners of Japanese diathesis sentences. The types of diathesis sentences analyzed are judoutai (passive diathesis), Shieki (causative), kanoutai (potential form) and jujuhyougen (giving and receiving phrases). In addition to understanding the structure of diathesis, some things that the learner needs to understand, among others, in the passive diagrams sentence (vocabulary) verbs or actions centered on objects not actors, in causative sentences (Shieki), verbs that can be used as a causative form are verbs States the type of meaning of action or change (active verb), in understanding the form of sentence jujuhyougen, the learner must understand that in the sentence using jujuhyougen expression contained the meaning of gratitude or gratitude because the offender or subject sentence gets the good of others.
FABELSEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Abdul Azis
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v1n2.p%p

Abstract

Pembelajaran  sastra  cenderung  kurang  berani menggali  teks  dalam  konteks yang  lebih  luas.  Padahal  sangatlah  mungkin  sebagai  media  pendidikan  dan hiburan, membentuk  kepribadian  anak,  serta menuntun  kecerdasan  emosi  anak. Penelitian  ini  bertujuan  mendeskripsikan  cerita  rakyat  kategori  Fabel  untuk kepentingan pemilihan bahan ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SD. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  deskriptif analitik.  Data  dalam  penelitian  ini  adalah  cerita  rakyat  kategori  Fabel. Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  teknik  dokumentasi  dari  8  guru  SD  di  8 kecamatan di Kabupaten Maros Periode Maret-Mei 2014. Teknik analisis meliputi  proses pengorganisasian dan pengurutan data tentang Fabel dan pemilihan bahan ajar cerita rakyat  ke dalam pola kategori dan satuan uraian. Hasil  analisis  data  dan  temuan  menunjukkan  bahwa  rata-rata  penilaian  responden  untuk  cerita  rakyat  kategori  Fabel  sebesar  3,763  atau  pada  kategori layak dijadikan bahan ajar.  Bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran cerita  rakyat  adalah  jenis  bahan  ajar  cerita  rakyat  apa  saja.  Namun,  sebaiknya untuk tingkat SD, bahan ajar cerita rakyat yang digunakan adalah bahan ajar ceita rakyat yang  isinya harus sesuai dengan karakteristik, pengalaman, dan kebutuhan siswa.
STRUKTUR TEKS KARANGAN BAHASA JEPANG: ANALISIS PADA KARANGAN MAHASISWA ANGKATAN 2013 Didik Nurhadi
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v4n1.p%p

Abstract

This article aimed to describe a essay of Unesa Student 2013 class, relating to the structure of  text and error analysis of Japanese language. These two viewpoints are considered important to see the student essay, with the reason that both of viewpoints relevant to the purpose of learning Japanese language 'sakubun' that is capable to communicate a case, circumstances, events, and opinions on to written language communication in good and right. The object  were taking from student essay results of Prodi Japanese Language and Education with total 22 students. The obtained data will be analyzed using interpretive methods to student essay of Unesa student 2013class, to describe the characteristics construction of essay text relating to the use of conjunctions and classification as well as text categorization based on the sentence or main paragraph placement. 
PENGARUH KETERAMPILAN BERBICARA TERHADAP SIKAP MORAL YANG DIMILIKI SISWA SMP KOTA SUKABUMI Egi Nusivera; Tina Rosalina
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v1n2.p%p

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  ketampilan  berbicara  yang dimiliki  oleh  siswa  SMP  Kota  Sukabumi,  dan  mendeskripsikan  pengaruh keterampilan  berbicara  dan  sikap  moral  yang  dimiliki  siswa  SMP  kota Sukabumi.  Penelitian  ini  adalah  penelitian  yang menggabungkan  dua  bidang ilmu  yaitu  bahasa  dan  pendidikan  kewarganegaraan.  Penelitian  ini  adalah penelitian  deskriptif  kualitatif  yang  menggunakan  metode  survei.  Dalam penelitian  ini,  data  yang  diambil  berupa  data  dari  sekolah,  guru,  dan  siswa Sekolah  Pertama  Kota  (SMP)  Sukabumi  tahun  pelajaran  2014.  Sumber  data dalam  penelitian  ini  dipilih  secara  acak,  sekolah-  sekolah  tersebut  meliputi SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, SMP Negeri 7, dan SMP  Islam Nur Karomah  Kota  Sukabumi.  Teknik  pengumpulan  data  dalam  penelitian    ini  dilakukan melalui  observasi,  angket  wawancara  langsung.  Dalam  penelitian  ini ditemukan  bahwa  keterampilan  berbicara  pada  siswa  SMP  Kota  Sukabumi dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor  yaitu  faktor  lingkungan  sekolah,  faktor lingkungan  di  luar  sekolah  dan,  faktor  keluarga.  Karena    moral  merupakan standar baik- buruk yang ditentukan bagi individu sebagai anggota sosial, maka faktor  tersebut  sangat mempengaruhi  sikap moral  yang  dimiliki  siswa  dalam kesehariannya.
STRATEGI BRAIN BASED LEARNING DALAM PENGAJARAN BAHASA JEPANG DI MAN MOJOKERTO Yulia Pratitis Yusuf
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v4n1.p%p

Abstract

Japanese language teaching by lecture method used is irrelevant. It can be seen from the output of students who graduate high school, they generally have not been able to use the Japanese language in the context of natural communication. Japanese language learning should be done in harmony with the way the brain to learn something. It was due to the close links between the brain and language acquisition. Caine said there are twelve principles of brain work is the basis for the implementation of brain-based teaching. The twelve principles of brain functions must be implemented in three stages, namely the stage of teaching Japanese language to understand 「わかる」, remembering 「おぼえる」and use 「つかう」. With Brain Based Learning troughout the students potential can be optimally stimulated to learn Japanese. And when the twelve principles of brain functions in learning something can be understood by Japanese teachers well, then learning Japanese would be effective, enjoyable, meaningful and the most importantly, both Brains hemispheres students can alsao develop optimally.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol.11 No.1 Bulan Maret 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue