cover
Contact Name
Oka Agus Kurniawan Shavab
Contact Email
bihari@unsil.ac.id
Phone
+6281809075795
Journal Mail Official
bihari@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 26553600     EISSN : 27147908     DOI : -
Jurnal ini fokus pada hasil penelitian dan non penelitian berupa gagasan konseptual di bidang pendidikan sejarah dan ilmu sejarah
Articles 70 Documents
Perkembangan Tradisi Nadranan Muara Angke Jakarta Utara Tahun 2010 - 2019 Agustin, M. Rizky Dwi; Bachtiar, Febriawan
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v6i1.6692

Abstract

Tujuan penelitian ini memaparkan sebuah perkembangan Tradisi Nadranan yang berada di Muara Angke yang menjadi tempat tinggal daripada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Tradisi Nadranan ini adalah sebuah ritual yang sudah menjadi identitas budaya yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Muara Angke sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang memiliki laut agar supaya diberikan keamanan dan kenyamanan ketika para nelayan mencari sumber penghasilan di laut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah terdiri dari beberapa tahap seperti pengumpulan data, kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi pustaka dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian. Awal kemunculannya tradisi ini berawal dari orang-orang Indramayu yang migrasi dan kemudian bertempat tinggal di Muara Angke, mereka membawa budaya dari tempat asalnya. Tradisi Nadranan ini mengalami perkembangan secara signifikan mulai dari sarana dan prasarananya hingga kepada fungsinya, proses itu adalah sebuah bentuk adaptasi agar tradisi ini tetap bertahan mengingat tradisi ini sudah sebagai pedoman kehidupan bagi para, masyarakat nelayan.
Strategi Pengembangan Wisata Sejarah Benteng Portugis di Jepara Ma’rifah, Sa’idatul; Widiastuti, Eko Heri; Nuryanti, Nuryanti; Wibowo, Agung; Soelistijanto, Raden
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v7i1.12299

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana strategi pengembangan Benteng Portugis di Jepara sebagai tempat wisata sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui berbagai teknik, termasuk observasi langsung, wawancara dengan informan, serta pengumpulan dokumen seperti foto, gambar, dan dokumen pribadi. Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara telah berhasil menerapkan banyak strategi beberapa strategi, meskipun masih ada kendala yang dihadapi dalam proses penyusunannya. Strategi yang diterapkan mencakup promosi yang lebih intensif, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan fasilitas pendukung wisata. Transformasi ini tidak hanya menjaga nilai sejarah benteng tersebut, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi melalui peningkatan jumlah wisatawan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara terus berupaya mengatasi kendala yang ada untuk memastikan bahwa Benteng Portugis tetap menjadi tujuan wisata yang menarik dan edukatif bagi pengunjung dari berbagai kalangan.
Menutup Lembaran Ekonomi Kolonial Menuju Ekonomi Nasional : Sejarah Bank Indonesia 1945-1950 Rakhman, Akhmad Syaekhu; Hidayat, Arief
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v5i2.5793

Abstract

Sejarah perekonomian Bank Indonesia pada tahun 1945-1950 berlandaskan pada perjalanan penjajahan bangsa asing yang menguasai wilayah Nusantara. Belum terdapatnya mata uang baku serta penertiban kondisi keuangan di Hindia Belanda, hingga dibangun gagasan bank sirkulasi untuk sistem pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi perekonomian dan sistem keuangan Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan yaitu: heuristik, kritik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi sistem ekonomi Republik Indonesia pada masa setelah kemerdekaan. Negara Indonesia belum memiliki mata uang baru. Setelah agresi militer I dan II, pemerintah menerbitkan Oeang Republik Indonesia serta membeli saham De Javashce Bank dan mengubahnya menjadi Bank Indonesia.
Kerajaan Demak Sebagai Pusat Maritim di Pulau Jawa Maulidan, Aldy Cahya; Ramadhan, Ilham Rohman; Jayusman, Iyus
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v7i1.12345

Abstract

Kerajaan Demak dapat tumbuh menjadi salah satu kerajaan maritim terbesar karena beberapa faktor salah satu faktornya adalah runtuhnya Majapahit yang secara otomatis melemahkan pengaruhnya di wilayah Utara Jawa. Sehingga Demak menjadi kerajaan Islam terkuat di pulau Jawa. Metode yang diterapkan pada penelitian tersebut merupakan metode historis dengan pendekatan kualitatif, yaitu satu cara menguji dan menganalisis berdasarkan pertimbangan sumber-sumber yang tersedia baik berupa tulisan maupun bukti-bukti lapangan. Pada penelitian ini terdiri dari lima tahapan yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah Demak banyak mengekspor beras dan kayu ke berbagai negara, terutama Malaka, Pasai, dan Maluku. Kemudian Demak memiliki posisi strategis yang menghubungkan dua pasar besar saat itu, yaitu Malaka di Barat dan Maluku di Timur. Posisi ini membuat Demak memiliki peran besar dalam kegiatan ekspor dan impor serta menjadi lokasi penting untuk transit kapal-kapal dagang dari barat ke timur dan sebaliknya. Selama lebih dari seratus tahun, Demak hampir menguasai perdagangan nusantara. Hubungan kapal-kapal yang dibangun tidak hanya ke arah Timur dengan Malaka dan Pasai, tetapi juga ke arah Timur, terutama Maluku. Saat itu, Jepara merupakan kadipaten di bawah Demak. Dari Demak dan Jepara, ekspor ke Maluku didominasi oleh kayu jati. Tentu saja impor dari Maluku adalah rempah-rempah. Posisi strategis Demak menjadikan Demak menjadi kerajaan Islam dengan kekuatan maritim terkuat.
Kopi Godog Sebagai Kearifan Lokal dalam Tradisi Mupunjung Situs Lengkong Desa Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky; Fauzian, Yudi
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v6i2.7487

Abstract

Dalam Tradisi Mupunjung di Situs Lengkong, Kecamatan Sukadanam, Kabupaten Ciamis selalu dihidangkan kuliner khas yaitu Kopi Godog atau Kopi Golondong. Penyajian Kopi Godog terbilang unik karena memiliki ciri khas dari cara memasaknya serta biji kopinya yang dibiarkan utuh tanpa ditumbuk. Hal tersebut menjadi kajian yang menarik bagi penulis untuk meneliti kearifan lokal kopi godog dalam tradisi Mupunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung berupa foto dan laporan penelitian dengan subyek penelitian yang sama. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mupunjung adalah tradisi tahunan di bulan Ruwah sebagai bentuk doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Mupunjung Situs Lengkong, Kecamatan Sukadana memiliki ciri khas yaitu adanya Kopi Godog atau Kopi Golondong dengna rasa dan ciri khas tersendiri. Adapun nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam mupunjung yaitu, nilai religi, nilai gotong royong, nilai sejarah, nilai budaya, nilai seni, nilai Pendidikan dan nilai etika atau moral.
Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Nelayan Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang Tahun 1996-2007 Prihatiningrum, Indah Catur
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v6i1.10201

Abstract

Nelayan merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang. Sepanjang perkembangannya, profesi tersebut telah mengalami dinamika yang pasang surut. Sekitar tahun 1990an sebagian besar masyarakat Bojonegara berprofesi sebagai nelayan. Sebab masa itu merupakan masa emas bagi nelayan untuk mendapatkan penghidupan dengan hasil tangkap ikan yang menjanjikan. Memasuki tahun 2000an kondisi tersebut berubah dengan munculnya limbah pabrik yang mencemari laut, dan berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan nelayan Bojonegara. Adapun kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang dapat dilihat dari Organisasi dan Pola Kerjasama antar Nelayan, Sistem Pembagian Hasil Ikan, Sistem Penangkapan Ikan di Laut, Pola Relasi dan Jaringan Penjualan Ikan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu dengan metode penelitian historis dengan tahapannya adalah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian, yaitu  nelayan Kecamatan Bojonegara setiap kelompoknya terdiri dari: (1) juragan pemilik kapal/perahu (2) juragan kepala perahu (kapten) (3) motoris (teknisi/ahli mesin) (4) bidak (awak perahu). Karakteristik nelayan di Bojonegara adalah nelayan laut dalam dan nelayan laut dangkal, bagi nelayan laut dangkal umumnya menggunakan perahu dayung dan motor ukuran kecil dengan menggunakan jaring atau bambu di pinggir pantai. Sedangkan nelayan laut dalam menggunakan perahu besar yang mampu berlayar hingga ke Lampung. Terdapat dua sistem pembagian hasil ikan tangkapan yang didasarkan pada jenis perahu yang digunakan dan jaring (alat penangkapan ikan) yang digunakan. Adapun tipe penjualan ikan yang berkembang di Bojonegara terjadi antara: (1) nelayan juragan perahu dan juragan kepala, (2) bakul ikan (bos besar) (3) tengkulak.
Menggugat Negara Kesatuan: Menggali Wacana Kebangsaan Soetisna Sendjaja tentang Negara Serikat Mujaffar, Irfal
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v8i1.17948

Abstract

Ide federalisme yang telah dikubur oleh pemerintah RI kembali menyeruak pada pertengahan tahun 1950-an. Tidak meratanya distribusi kekuasaan dan ekonomi disinyalir manjadi faktor kuat yang membuat sejumlah kalangan menginginkan suatu bentuk susunan negara serikat ketimbang negara tunggal (kesatuan). Di Jawa Barat, ide tersebut disuarakan juga oleh sejumlah aktivis Sunda, salah satunya oleh Soetisna Sendjaja. Artikel ini membahas pemikiran Soetisna Sendjaja tentang negara serikat yang ditempatkan dalam konteks dinamika sosial-politik pasca-kemerdekaan. Dengan menggunakan metode sejarah, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ide federalisme sebetulnya merupakan  wacana yang sudah lama disuarakan Soetisna Sendjaja jauh sebelum kemerdekaan. Wacana tersebut kembali menemukan momentumnya selama dasawarsa kedua 1950-an. Spiritnya pun masih sama, hanya saja berada dalam konteks politik yang berbeda. Pada masa pergerakan, Soetisna Sendjaja menempatkan federalisme sebagai jalan yang ditempuh untuk membangun persatuan dan kemajuan bangsa demi cita-cita kemerdekaan. Maka di tahun 1950-an, wacana federalisme berubah menjadi suatu tuntutan bentuk susunan negara Indonesia yang telah merdeka, sekaligus sebagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di tanah air.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH) terhadap Keaktifan Belajar (Kuasi Eksperimen dalam Pembelajaran Sejarah pada Peserta Didik Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 4 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2023/2024) Mediawati, Neni
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v8i2.17454

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penggunaan dan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe course review horay terhadap keaktifan belajar peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 4 Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen bentuk non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS SMAN 4 Tasikmalaya. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 (kelas eksperimen) dan kelas XI IPS 2 (kelas kontrol) yang masing-masing berjumlah 37 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan bentuk purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Proses  pembelajaran dilaksanakan selama tiga pertemuan yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan inti terdiri dari penyampaian materi, pembagian kelompok, diskusi, dan kuis. Pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen telah menunjukan adanya perubahan keaktifan belajar selama proses treatment diberikan. Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test menunjukan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.0000.05. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe course review horay terhadap keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMAN 4 Tasikmalaya.  Kata Kunci: Model Pembelajaran Course Review Horay, Keaktifan Belajar, Pembelajaran Sejarah 
Proyek Mercusuar Bung Karno: Antara Prestise dan Beban Ekonomi di Era Demokrasi Terpimpin 1959-1960 Wulandari, Wulandari; Ribawati, Eko
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v8i2.17222

Abstract

Penelitian ini membahas Proyek Mercusuar pada masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965) sebagai bagian dari strategi politik dan ideologi Presiden Soekarno dalam menampilkan Indonesia sebagai bangsa besar dan berdaulat di kancah internasional. Melalui pembangunan monumental seperti Monumen Nasional (Monas), Stadion Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, dan penyelenggaraan GANEFO, Soekarno berupaya meneguhkan posisi Indonesia sebagai pusat kekuatan baru dunia ketiga serta memperkuat identitas nasional melalui simbol-simbol kebesaran bangsa. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menelaah berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen sejarah untuk memahami makna politik, sosial, dan ekonomi di balik proyek-proyek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proyek Mercusuar memiliki dua sisi: sebagai simbol prestise kebangsaan yang membangkitkan rasa nasionalisme dan kepercayaan diri bangsa, sekaligus sebagai beban ekonomi yang memperberat kondisi keuangan negara akibat pembiayaan besar dan inflasi tinggi pada masa itu. Namun demikian, proyek-proyek tersebut memberikan kontribusi penting terhadap pembentukan jati diri nasional dan warisan sejarah Indonesia, karena mencerminkan keberanian politik Soekarno dalam membangun citra bangsa di tengah dinamika global.Kata kunci: Proyek Mercusuar, Soekarno, Demokrasi Terpimpin, Prestise kebangsaan, Beban Ekonomi.
Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai Mata Pelajaran pada Masa Orde Baru Witir, Dha Widhi
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v8i2.17474

Abstract

Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) merupakan salah satu mata pelajaran yang berada dalam Kurikulum 1984. Artikel ini bertujuan membahas mengenai PSPB sebagai salah satu mata pelajaran pada masa Orde Baru. Artikel ini disusun dengan metode penelitian sejarah, meliputi penentuan topik, pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi, dan penulisan. Adapun pembahasan dalam artikel ini terdiri dari beberapa hal, yaitu: (1) mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), (2) latar belakang hadirnya mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), (3) praktik pembelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), dan (4) penghapusan mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB).