cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
STRUKTUR NARATIF DALAM NOVEL SPOILER KARYA DITA SAFITRI: KAJIAN NARATOLOGI Aulia Rizky Ridholia; Hetty Purnamasari; Imron Amrullah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i1.5250

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengkaji novel berjudul Spoiler karya Dita Safitri yang di dalamnya terdapat struktur-struktur yang dapat digali secara luas ketika diteliti. Berdasarkan dari hasil membaca novel Spoiler dipandang memiliki struktur naratif untuk dikaji. Struktur naratif yang dipilih berdasarkan teori milik Gerard Genette, di mana beliau membaginya menjadi lima kategori, yakni urutan naratif, durasi naratif, frekuensi naratif, modus naratif, dan suara naratif. Alasan memilik naratologi sebagai aspek untuk dikaji adalah karena aspek ini berfokus pada penceritaan sang penulis yang sangat penting dalam suatu karya, terlebih dalam novel Spoiler. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya urutan naratif, durasi naratif, frekuensi naratif, modus naratif, dan suara naratif yang berbentuk kata, kalimat, dan frasa. Hasil pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dan frasa, maka dari itu dipilihlahnya jenis penelitian kualitatif.
LOA, Volume 18, No. 1, Juni 2023 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAKNA DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM SASTRA DAERAH TARSULAN PERKAWINAN DI KUTAI KARTANEGARA Yudianti Herawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i1.5891

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan nilai-nilai moral yang terdapat dalam sastra daerah Tarsulan Perkawinan di Kutai Kartanegara. Masalah dalam penelitian ini (1) bagaimana bentuk syair Tarsulan Perkawinan, (2) bagaimanakah analisis makna dalam syair Tarsulan Perkawinan, dan (3) bagaimana pula nilai-nilai moral yang terkandung dalam syair Tarsul Perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah pendekatan struktural. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk memaknai keseluruhan isi syair dalam Tarsulan Perkawinan sebagai objek penelitian. Selain itu, teknik analitik juga digunakan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada syair tarsul tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sastra daerah tarsul sebagai warisan budaya mencerminkan kehalusan budi pekerti luhur yang masih terpelihara dengan baik di masyarakat Kutai Kartanegara, (2) tarsul merupakan  bahasa  simbol, berbentuk pantun dan syair tradisional yang menonjolkan irama  dengan  cengkok-cengkok  tertentu yang bersifat keagamaan dan perkawinan, dan (3) tarsul adalah tradisi lisan masyarakat Kutai Kartanegara yang masih terpelihara dengan baik, seiring dengan pelestarian berbagai upacara siklus hidup masyarakat dan upacara lainnya. Kata kunci: tarsul, perkawinan, syair, makna, nilai, moral AbstractThe study is to describe the meaning and moral values found in the Tarsulan Perkawinan literature in Kutai Kartanegara. The problem in this study (1) how the words Tarsulan Perkawinan look, (2) how do the words Tarsulan Perkawinan analyze the meaning of Tarsul Perkawinan, and (3) what are the moral values embodied in the words Tarsulan Perkawinan. The study uses descriptive-qualitative methods, while the theory used is a structural approach. A descriptive analysis technique is used to apply the entire text in Tarsulan Perkawinan as an object of study. Additionally, analytic techniques are also used to unearth the local wisdom values of tarsul poem. The study suggests that (1) tarsul literature asa cultural heritage reflects the virtues of preserved civility in Kutai Kartanegara society, (2) tarsul is a symbolic language, a tunic and a traditional verse that highlights rhythm with certain religious and mating bells, and (3) tarsul is an oral tradition of the well-preserved Kutai Kartanegara people, Along with the preservation of various life-cycle ceremonies of society and other ceremonies.Key words: tarsul, marriage, verse, meaning, value, moral I. PENDAHULUANSastra lisan merupakan bagian dari sastra rakyat. Predikat sebagai sastra rakyat adalah seni berbahasa yang pada dasarnya berlangsung secara lisan sehingga menjadi milik seluruh rakyat. Jika pengertian sastra itu diperluas seperti pengertian dalam sastra modern, beberapa produk budaya rakyat dapat digolongkan sebagai sastra rakyat.             Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya yang beragam. Keragaman budaya itu melebihi keragaman masyarakat etnis di wilayah ini. Bahkan, secara umum, sering kali terjadi penyebutan etnis tertentu yang khas, termasuk karakteristik bahasanya. Artinya, keragaman bahasa daerah tersebut berpengaruh terhadap keragaman sastra daerah dalam masyarakat Kalimantan Timur. Masyarakat Kalimantan Timur dikenal memiliki peradaban yang tinggi dan budi bahasa yang halus. Tingkat peradaban dan kehalusan budi bahasa itu tercermin di dalam seni sastra daerah, di antaranya cerita rakyat, puisi rakyat, syair, pantun, peribahasa, dan sebagainya. Selama ini, masyarakat di Kalimantan Timur awam menilai bahwa yang dimaksud sastra daerah adalah cerita rakyat. Sementara itu, produk budaya rakyat seperti madihin, tarsul, tingkilan, mamanda, peribahasa daerah, dan sebagainya, kurang mendapatkan ruang apresiasi yang memadai. Padahal, untaian kata peribahasa daerah, syair dalam tingkilan, dan pantun berwujud tarsul itu juga memiliki peran dalam penanaman nilai-nilai edukasi bagi pemiliknya. Seni pantun yang berupa tarsul pun memiliki fungsi pengajaran seperti peribahasa atau cerita rakyat. Akan tetapi, sebagai sastra daerah, cerita rakyat memang merupakan media pengajaran nilai-nilai budaya yang lebih mudah dipahami karena disajikan dalam bahasa paparan atau prosa. Sementara masyarakat agak berkesulitan mencerna
ANALISIS KRITIS PENGUNGKAPAN MUATAN UJARAN KEBENCIAN ATAU PERMUSUHAN INDIVIDU DAN/ATAU ANTARGOLONGAN DALAM KASUS JIN BUANG ANAK (KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK) Ali Kusno; Masrur Yahya
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i1.5818

Abstract

Video EM yang mengkritik pemindahan ibu kota negara menjadi polemik dan memicu protes. Kasus tersebut bergulir sampai pada proses pengadilan dengan vonis 7 bulan dan 15 hari penjara karena terbukti meresahkan masyarakat. Fokus dalam penelitian ini berupa analisis kritis pengungkapan unsur tindak pidana kebencian atau permusuhan individu atau golongan dalam unggahan EM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penggunaan bahasa dalam video EM di Youtube MimbarTube dari penyidik kepolisian dan data pendukung berasal dari pemberitaan media. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Pendekatan analisis sosiopragmatik, tindak tutur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat beberapa bagian pernyataan yang diduga kuat dapat menyinggung perasaan masyarakat Kalimantan, yakni pindah ke tempat Jin buang anak, pasarnya kuntilanak gendruwo buat apa membangun di Penajam, Kalimantan, dan hanya monyet (yang akan tinggal di IKN baru). Pernyataan tersebut berperformatif terbukti menimbulkan ketersinggungan, kegaduhan, dan kemarahan masyarakat, tokoh, dan lembaga-lembaga adat.
IMPROVING WRITING ABILITY THROUGH COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) Srikandini Narulita; Samsu Armadi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i1.6022

Abstract

AbstractThe study is aimed at improving the students’ writing ability in writing using Group Discussion and Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) models of Cooperative Learning Strategy. The study employs Collaborative Classroom Action Research design. The subjects of the study are 5 students of fourth semester of the English Department of Kutai Kartanegara University in 2021-2022. The result of this study shows that Cooperative Learning strategy with Group Discussion and Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) models is effective in improving the students’ writing ability. In the pretest, the average score of the students’ writing achievement was 4.15 on a 1.00 to 6.00 scale. Five students obtained a ‘poor’ level. After Cooperative Learning strategy was implemented, the average score of the class in Cycle 1 increased slightly to 4.65. In Cycle 2, the average score of the class increased to 5.04, and all subjects achieved the criteria of success.   Keywords: writing ability, cooperative learning, strategy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa dalam menulis Bahasa Inggris dengan menggunakan model strategi pembelajaran Cooperatif Group Discussion dan Cooperative Integrated Reading and Composition. Peneliti menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif dan subjek penelitian adalah 5 mahasiswa semester 4 Prodi pendidikan Bahasa Inggris Universitas Kutai Kartanegara tahun ajaran 2021-2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cooperative Learning dengan model Group Discussion dan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Pretest sebelum penerapan strategi ini, nilai rata-rata prestasi menulis siswa adalah 4,15 pada skala 1,00 sampai 6,00. Lima siswa memperoleh tingkat 'buruk'. Setelah penerapan strategi Cooperative Learning, nilai rata-rata kelas pada Siklus 1 meningkat tipis menjadi 4,65. Hanya 2 mahasiswa yang tidak mencapai kriteria keberhasilan. Siklus 2 nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 5,04 dan semua subjek mencapai kriteria keberhasilan. Mahasiswa terlibat aktif dan sangat termotivasi untuk mengikuti kelas menulis dengan sistem ini. Kata-kata kunci: kemampuan menulis, pembelajaran kooperatif, strategi 
ANALISIS MAKNA LEKSIKAL DAN IDOMATIKAL UMPASSA (LIMBAGA DALAM ADAT PRANIKAH BATAK SIMALUNGUN): KAJIAN SEMANTIK Fahira Rahma; Lutfi Hari Orlando Ndraha; Putri Widyanti
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i1.4780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna leksikal dan idiomatik Unpassa dalam kebiasaan pranikah Simalungun batak untuk mengetahui makna keseluruhan Unpassa dalam kebiasaan pranikah Simalungun batak. Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahasa daerah terutama di provinsi Sumatera Utara. Ada beberapa bahasa daerah di Sumatera Utara, salah satunya adalah bahasa Batak Simalungun. Orang Simalungun sudah sangat berbeda dengan orang Batak lain dalam dialek dan sistem afinitas bahasanya. Budaya Simalungun batak memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan pesan, harapan, dan kegembiraan dalam aktivitas sehari-hari, terutama saat prosesi pernikahan. Oleh karena itu, tim peneliti menganalisis makna leksikal dan idiomatik Unpassa dalam kebiasaan pranikah Simalungun batak untuk mengetahui makna keseluruhan Unpassa dalam kebiasaan pranikah Simalungun batak.
PEMAKNAAN ALAM DALAM CERPEN-CERPEN KORRIE LAYUN RAMPAN: KAJIAN PASTORAL DAN APOKALIPTIK Diyan Kurniawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i1.5936

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas makna alam yang ditampilkan dalam cerpen-cerpen karya Korrie Layun Rampan. Cerpen-cerpen tersebut berjudul Danau Beluq”, ”Sungai Melengen”, ”Batun Kokoq”, ”Dilang Puti”, ”Ngerangkau”, dan Wengkay”. Dengan teori ekokritik sastra penelitian ini menganalisis cerpen-cerpen melalui narasi pastoral dan apokaliptik.  Analisis menunjukkan narasi pastoral ditunjukkan melalui konstruksi acardia berupa unsur nostalgia yang menampilkan kondisi alam, berupa hutan dan sungai, yang ideal di masa lalu. Unsur nostalgia juga ditampilkan melalui cerita asal usul sebuah danau. Konstruksi acardia berupa karakter bucholic, ditunjukkan melalui mata pencaharian penduduk setempat, yaitu berhuma, peladang, dan nelayan. Narasi apokaliptik ditunjukkan melalui unsur karakter tokoh yang bervisi alam yang berusaha menghentikan kapitalis. Analisis juga menunjukkan bahwa kerusakan alam disebabkan oleh faktor eksternal yang masuk ke masyarakat setempat. Cerpen-cerpen karya Korrie Layun Rampan menunjukkan kritik terhadap alam yang semula ideal kemudian mengalami kerusakan oleh pihak eksternal. Kata kunci: alam, pastoral, apokaliptik AbstrakThis research discusses the meaning of nature in Korrie Layun Rampan’s short stories "Danau Beluq", "Sungai Melengen", "Batun Kokoq", "Dilang Puti", "Ngerangkau", and "Wengkay". This study analyzes short stories through pastoral and apocalyptic narratives using the theory of literary ecocriticism. The study uncovered that nostalgic elements that portray ideal natural conditions, such as forests and rivers, in the past are used to represent pastoral narratives through the development of acardia. Nostalgic elements were also displayed through the story of the origin of a lake. The local population's livelihoods, namely farming, cultivating, and fishing, were used to build a bucolic acardia. The apocalyptic narrative was shown through characters with natural visions trying to stop the capitalists. The analysis also found that outside forces that entered the neighborhood contributed to natural harm. Korrie Layun Rampan's short stories criticized nature, which was once perfect but was later harmed by outside forces. Keywords: nature, pastoral, apocalyptic
LOA, Volume 18, No. 1, Juni 2023 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 1 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEBERAGAMAN CERITA RAKYAT DI KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Yudianti Herawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 1 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i1.7242

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan keberagaman sastra daerah dalam bentuk cerita rakyat sebagai penunjang muatan lokal di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tujuan praktisnya penelitian ini dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas pada anak didik agar memiliki keperdulian yang memadai dalam mendokumentasikan dan melestarikan kembali sastra daerah tersebut sehingga tidak mengalami kepunahan. Masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah mengemas keberagaman  cerita rakyat Kutai ke arah yang lebih menarik sebagai bahan bacaan penunjang muatan lokal di  Kutai Kartanegara, baik berbasis sekolah maupun komunitas tutur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan teori yang digunakan adalah folklore. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menguraikan keragaman  bentuk cerita rakyat di Kutai Kartanegara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Ketiga belas  cerita rakyat dalam kajian ini merupakan bentuk inventarisasi dan revitalisasi sastra daerah yang ada di Kutai Kartanegara, (2) Cerita rakyat tersebut berkaitan erat dengan pengaruh sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura baik hubungan perdagangan, penyebaran agama, ekonomi, politik, sosial, adat istiadat maupun tradisi budaya dalam bentuk sastra lisan (mitos, lengenda, dan dongeng), dan (3)  Keragaman cerita rakyat tersebut dapat menjadi bahan penunjang muatan lokal agar keberadaan sastra daerah di Kutai Kartanegara dapat dipertahankan. Kata kunci: cerita, sastra, daerah, muatan, sekolah AbstractThe study aims to describe the diverse literary areas in the form of folklore as support of local payload in kutai kartanaku, east kalimantan. The practical purposes of this study can provide learners with adequate care in documenting and represerving the literature of the kutai region so as not to be wiped out. The focus of this study is to pack kutai's diverse folklore in a more interesting direction as local content reading materials in Kutai Kartanegara, both school-based and speech community. The study uses qualitative methods, while the theory used is folklore. Descriptive analysis techniques are used to describe the diversity of forms of folklore in the Kutai Kartanegara. The results of this study suggest that (1) The thirteenth of the folklore in the study was an inventory and revitalization of the regional literature of Kutai Kartanegara, (2) The folklore is closely associated with the influence of the history of the kingdom of Kutai Kartanegara Ing Martadipura, both commerce, propagation of religion, economics, politics, social, customs and cultural traditions in the form of oral literature (mythology, lengenda, and fairy tales), and (3) Kutai's folklore has a diversity and diversity of content according to the need for local stock supplies so that the presence of the kutai region's literature can be documented and reappeared before the public, mainly students and teachers. Therefore, the literature of the area is maintained. Key words: story, literature, area, charge, school  
REVITALISASI BAHASA MELAYU KUTAI MELALUI LOMBA BEMAMAI Nur Bety; Yusak Hudiyono; Widyatmike Gede Mulawarman
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 2 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i2.6710

Abstract

AbstrakPenelitian Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai Melalui Lomba Bemamai bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk atau model revitalisasi bahasa Melayu Kutai melalui Lomba Bemamai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dokumentasi dan observasi. Berdasarkan analisis data tuturan bemamai dapat disimpulkan bahwa tradisi bemamai dalam masyarakat suku Kutai sarat dengan kearifan lokal. Bentuk lomba bemamai ini merupakan mini drama yang terdiri atas minimal dua orang. Dari data tuturan bemamai yang dianalisis oleh peneliti tidak satu pun ditemukan ungkapan-ungkapan tradisional berupa peribahasa, pepatah, atau semboyan yang sarat dengan kearifan lokal. Oleh karena itu, pada saat panitia melaksanakan lomba bemamai yang berbentuk mini drama, hendaknya dipersyaratkan kepada peserta bahwa di dalam tuturan bemamainya tersebut bisa diungkapkan satu atau lebih ungkapan-ungkapan tradisional yang mengandung nilai kearifan lokal suku Kutai agar kekayaan budaya suku Kutai tetap eksis dan lestari. Kata kunci: revitalisasi, bahasa Melayu Kutai, lomba bemamai AbstractResearch on the Revitalization of the Kutai Malay Language through the Bemamai Competition aims to describe the form or model of revitalization of the Kutai Malay language through the Bemamai Competition. The method used in this research is a qualitative method and is descriptive. The data collection techniques used in this research are documentation and observation. Based on the analysis of bemamai speech data, it can be concluded that the bemamai tradition in the Kutai tribal community is full of local wisdom. The form of this group competition is a mini drama consisting of a minimum of two people. From the bemamai speech data analyzed by researchers, not a single traditional expression was found in the form of proverbs, proverbs or slogans that are full of local wisdom. Therefore, when the committee carries out a bemamai competition in the form of a mini drama, it should be required of the participants that in their bemamai speech one or more traditional expressions containing local wisdom values of the Kutai tribe can be expressed so that the cultural richness of the Kutai tribe continues to exist and be preserved. Keywords: revitalization, Kutai Malay Language, bemamai comptetition