cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
ANALISIS SEMANTIK PADA PUISI “SEPUCUK NASI DI JEMARIMU” KARYA CANDRA MALIK Yuli Saputri
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 2 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i2.5895

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna semantik dalam puisi Sepucuk Nasi Di Jemarimu karya Candra Malik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian semantik. Sumber data yang digunakan adalah teks puisi berjudul Sepucuk Nasi Di Jemarimu karya Candra Malik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian terkait analisis makna semantik puisi Sepucuk Nasi Di Jemarimu memfokuskan pada empat jenis makna serta terdapat penggunaan kosakata yang memiliki makna sebenarnya. Puisi tersebut menceritakan tentang kebahagiaan seseorang ketika dapat berbagi dengan orang lain meskipun dengan hal-hal yang sederhana. Kata-kata kunci:  analisis semantik, puisi, Sepucuk Nasi Di Jemarimu
OPINI “DILEMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH” (ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK) Misriani Misriani; Mohammad Siddik; Bibit Suhatmady
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 1 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i1.7193

Abstract

 Abstrak Penelitian ini membahas opini “Dilema Pembelajaran Jarak Jauh” di media daring Kliksamarinda.com kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi wacana dari opini tersebut. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Sumber data adalah teks yang terdapat dalam opini di media daring pada tanggal 27 Agustus 2020 (kliksamarinda.com), teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, teknik simak, dan catat.Hasil penelitian menunjukkan opini tersebut didominasi oleh pandangan siswa yang menekankan peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah. Struktur teks pada penelitian ini adalah struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro.  Kata-kata kunci : PJJ, Opini, AWK, Model Van Dijk  AbstractThis research discusses the opinion "Distance Learning Dilemma" in the online media Kliksamarinda.com, Samarinda city. The object of the research is to describe the discourse strategy of this opinion. The method used is descriptive qualitative, with a critical discourse analysis approach modeled by Teun A. van Dijk. The data source is text contained in opinions in online media on August 27 2020 (kliksamarinda.com), data collection techniques were carried out using library research, listening, and note-taking techniques.The research results show that this opinion is dominated by the views of students who emphasize the role of parents in guiding children's learning at home. The structure of the text in this study is the macro structure, super structure and micro structure. Keywords: Distance Learning, Opinion, CDA, van Dijk Model     
KAJIAN SASTRA LINGKUNGAN DI KALIMANTAN TIMUR DALAM CERPEN ”DATARAN MELENGEN” DAN ”BANJIRKAP” Dwi Hariyanto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 2 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i2.6723

Abstract

Karya sastra berhubungan erat dengan latar belakang lingkungan pengarang. Kalimantan Timur memiliki keindahan alam dan budaya budaya yang menjadi sumber inspirasi pengarang. Cerpen cerpen “Dataran Melengen” dan “Banjirkap” adalah cerpen yang memuat deskripsi lingkungan di Kalimantan Timur. Kedua cerpen ini menarik untuk dikaji dengan model kajian sastra lingkungan yang menitikberatkan pada kajian narasi pastoral dan narasi apokaliptik. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengungkapkan narasi pastoral dan apokalitik dalam kedua cerpen yang dikarang oleh dua orang pengarang Kalimantan Timur. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua cerpen tersebut merepresentasikan kondisi lingkungan yang ada di Kalimantan Timur  Kata-kata kunci: ekokritik, lingkungan, cerpen
TRANSFORMASI BAHASA DI ERA SOCIETY 5.0: BAHASA GAUL DAN PEMERTAHANAN BAHASA Rosita Sofyaningrum; Ririn Nurul Azizah; Rofiqoh Rofiqoh; Ningsih Laelatul Hidayah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 1 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i1.7226

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi di era society 5.0 berkembang sangat pesat. Perkembangan teknologi yang digunakan dalam interaksi sosial pada media sosial mempengaruhi perubahan bahasa. Penggunaan bahasa gaul sebagai bentuk interaksi sosial pada media sosial TikTok mempengaruhi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Diperlukan adanya usaha yang strategis dalam mempertahankan Bahasa Indonesia yang mulai tergerus oleh bahasa gaul. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis bahasa gaul dan strategi pemertahanan Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengamati, mencatat dan membaca berbagai sumber mengenai strategi pemertahanan bahasa. Hasil dari penelitian ini terdapat lima jenis bahasa gaul antara lain: 1) Bahasa Indonesia, 2) bahasa Inggris, 3) bahasa daerah, 4) bahasa Korea, dan 5) bahasa campuran. Sedangkan strategi pemertahanan bahasa yang diperlukan antara lain: 1) pendidikan Bahasa Indonesia, 2) kampanye kesadaran di media sosial, 3) konten edukasi di TikTok, 4) membuat aplikasi edukasi, dan (5) kegiatan komunitas.Kata-kata kunci: Era Society 5.0, Bahasa Gaul, Strategi Pemertahanan Bahasa.  AbstractThe development of technology in the era of Society 5.0 influences language changes. The use of slang as a form of social interaction on the TikTok social media platform affects the proper use of the Indonesian language. This research aims to describe the types, forms of slang, and strategies for preserving the Indonesian language. The method used in this research is descriptive qualitative and literature. Data collection techniques were carried out by observing, taking notes, and reading various sources on language preservation strategies. The results of this research reveal five types of slang from Indonesian, English, regional languages, Korean, and a mixture of languages. Based on their forms, slang can be categorized as: 1) nasalization +s, 2) reversal of phoneme structure, 3) changes in the final syllable with -ay, 4) abbreviation forms, acronyms, fragments, 5) word reversal, and 6) original forms. Meanwhile, language preservation strategies needed include: 1) Indonesian language education, 2) awareness campaigns on social media, 3) educational content on TikTok, 4) creating educational applications, and 5) community activities.Keywords: Society 5.0 Era, Slang Language, Language Maintenance Strategies.
CITRA MASYARAKAT DALAM PUISI-PUISI HUMOR MUSTOFA W. HASYIM: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA Suharmono Suharmono
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 1 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i1.7132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran masyarakat dan  fungsi sosial sastra kumpulan puisi Ki Ageng Miskin Puisi-puisi Humor dan Setengah Humor karya Mustofa W. Hasyim. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara terstruktur dan teknik baca catat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan merelasikan masalah-masalah sosial yang terkandung di dalam karya sastra dengan fakta sosial kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) gambaran masyarakat yang tercermin adalah: a) gambaran masyarakat yang mengalami keterpurukan, b) masyarakat yang merasakan kesenjangan sosial, c) masyarakat yang mengalami kesewenang-wenangan, d) masyarakat yang mengalami kekerasan politik massa dan tentara, e) masyarakat dalam memperlakukan masjid, f) masyarakat yang mengalami berbagai bencana, g) masyarakat yang perlu mengevaluasi kembali langkah-langkah perjuangannya, h) masyarakat yang tertindas, i) masyarakat yang mengalami degradasi nilai-nilai pendidikan, j) masyarakat kota ketika menghadiri pemakaman; 2) fungsi sosial kumpulan puisi tersebut adalah sebagai penghibur dan perombak masyarakat melalui nilai-nilai yang disampaikan.Kata-kata Kunci: Gambaran Masyarakat, Ki Ageng Miskin, Sosiologi Sastra             AbstractThis study aims to describe the author's reflection of society and the social function of literature contained in the collection of Ki Ageng Miskin Puisi-puisi Humor dan Setengah Humor by Mustofa W. Hasyim. The research method used is descriptive qualitative with a sociological approach to literature. Data were collected by structured interview techniques and reading and note-taking techniques. The data obtained were then analyzed by relating social problems contained in literary works with social facts and then presented descriptively. The results showed that 1) the mirror of society that is reflected is a) a picture of a society experiencing adversity, b) a society experiencing social inequality, c) a society experiencing arbitrariness, d) a society experiencing political violence from the masses and the army, e) a society in treating mosques, f) people who experience various disasters, g) people who need to re-evaluate their struggle steps, h) oppressed people, i) people who experience degradation of educational values, j) city people when attending funerals; 3) the social function of the collection of poems is as an entertainer and reformer of society through the values conveyed.Keywords: Society Description, Ki Ageng Miskin, Sociology of Literature
PERSPEKTIF MASYARAKAT BENUAQ TERHADAP HUTAN DAN ALAM SEMESTA DALAM CERITA RAKYAT Aquari Mustikawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 2 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i2.6705

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan menggambarkan cara pandang masyarakat Benuaq terhadap hutan dan alam semesta dalam cerita rakyat mereka. Cara pandang suku Benuaq tersebut dapat ditemukan dalam cerita rakyat “Si Kerongo”, “Budai Meratapi Kijang”, “Bullu”, “Bulau Mate”, “Tatau Kilip dan Ilmu Adat dari Langit”, dan “Asal-Usul Tepung Tawar”. Permasalahan tulisan ini dirumuskan dalam dua bagian, yaitu (1) bagaimana cara pandang masyarakat Benuaq terhadap hutan dalam cerit rakyatnya? dan (2) bagaimanakah cara pandang mereka terhadap alam semesta yang tertyang dalam cerita rakyatnya? Tulisan ini adalah tulisan kualitatif menggunakan metode deskripstif. Analisis dilakukan dengan teknik analisis konten atau analisis isi.  Teori yang digunakan adalah antropologi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Benuaq (1) menganggap hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka sehingga mereka mengelola hutan secara bijak, dan (2) menjaga keharmonisan alam semesta dengan cara menaati tata krama dan adat istiadat. Tulisan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat masyarakat Benuaq memiliki banyak nilai-nilai budaya, terutama tentang cara pandang mereka tentang pengelolaan lingkungan dan menyeimbangkan kehidupan antarmanusia dan kehidupan spiritual. Kata kunci: cara pandang, hutan, alam semesta, cerita rakyat AbstractThis article aims to describe the Benuaq people's perspective on the forest and the universe in their folklore. Those perspective depicted in the folklore of "Si Kerongo", "Bullu", "Bulau Mate", "Tatau Kilip dan Ilmu Adat dari langit", and "Asal-usul tepung Tawar". The problem of this paper is formulated in two parts, (1) how do the Benuaq people view the forest in their people's stories? and (2) how do they view the universe as depicted in their folklore? This article is a qualitative article using descriptive methods. Analysis is carried out using content analysis techniques or content analysis. The theory used is cultural anthropology. The results of the research show that the Benuaq (1) regard the forest as part of their life so that they manage the forest wisely, and (2) maintain the harmony of the universe by obeying manners and customs. This paper shows that the folklore of the Benuaq people has many cultural values, especially regarding their perspective on environmental management and balancing human life and spiritual life. Keywords: perspective, forest, universe, folktales   
FENOMENA KEBAHASAAN DI LEMBAGA PEMERINTAH KOTA SAMARINDA 2023 Abd. Rahman; M. Bahri Arifin; Abdul Basir
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 1 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i1.7190

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kebahasaan lembaga pemerintah di Kota Samarinda. Fenomena tersebut dapat dilihat dari pengunaan bahasa di ruang publik lembaga. Variabel penelitian ini terdiri atas tiga aspek. Dua variabel bebas, yaitu pengetahuan regulasi kebahasaan dan sikap bahasa, serta satu variabel terikat, yaitu penggunaan bahasa di ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto, yaitu meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak diberi perlakuan khusus oleh peneliti. Sampel penelitian berjumlah 22 lembaga pemerintah di Kota Samarinda, baik instansi pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, maupun sekolah negeri tingkat pertama dan menengah. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner pengetahuan regulasi kebahasaan, sikap bahasa, dan penggunaan bahasa di ruang publik lembaga. Metode statistik dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dengan pengujian hipotesis uji statistik f. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan regulasi kebahasaan dan sikap bahasa pimpinan lembaga pemerintah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan bahasa di ruang publik. Kata kunci: fenomena, sikap bahasa, penggunaan bahasa, ruang publik ABSTRACT This research aims to determine the linguistic phenomenon of government institutions in Samarinda City. This phenomenon can be seen from the use of language in the public space of institutions. This research variable consists of three aspects. Two independent variables, namely knowledge of linguistic regulations and language attitudes, and one dependent variable, namely language use in public spaces. This research uses a quantitative approach with an ex-post facto method, namely examining cause-and-effect relationships that are not given special treatment by researchers. The research sample consisted of 22 government institutions in Samarinda City, both East Kalimantan Provincial government agencies, Samarinda City, as well as primary and secondary level state schools. Determination of the sample using the purposive sampling method. Research data was obtained through questionnaires on knowledge of linguistic regulations, language attitudes, and language use in institutional public spaces. The statistical method in this research uses Multiple Linear Regression Analysis with hypothesis testing, statistical test f. The results of this research show that knowledge of linguistic regulations and the language attitudes of leaders of government institutions have a positive and significant influence on language use in public spaces. Keywords: phenomena, language attitude, language use, public space
TANGGAPAN PENGUSAHA “AYAM DAN BEBEK GANJA” TERHADAP IMBAUAN PENAMAAN PRODUK MAKANAN Pandu Pratama Putra
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 2 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i2.6553

Abstract

Makanan di era modern saat ini semakin berkembang dan bervariasi. Variasi makanan menciptakan kreasi makanan beserta dengan nama-nama yang unik. Salah satu makanan dengan nama unik hadir pertama kali di Samarinda, yaitu Ayam dan Bebek Ganja. Makanan ini menjadi viral di masyarakat karena rasanya yang enak walaupun penamaannya menciptakan perdebatan. Surat imbauan Pemerintah Kota Samarinda terhadap penamaan makanan ini lantas menciptakan kreativitas pengusaha untuk mengubah nama makanan tersebut dengan nama lain. Pengubahan ini menciptakan fenomena kebahasaan yang layak untuk diketahui. Penelitian ini akan melihat perubahan kata dengan teori perubahan kata yang dimiliki oleh ilmu fonologi. Perubahan akan ditinjau dari bentuk zeroisasi, anaptiksis, perubahan fonem, dan perubahan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menelaah data perubahan nama. Hasil dari penelitian ini akan menunjukkan hasil dari upaya pengubahan kata ganja menjadi kata lain dan melihat apakah perubahan kata tersebut menghasilkan makna yang menjauh dari makna ganja secara leksikal.
ANALISIS UNSUR SEMIOTIKA PUPUJIAN “GUSTI URANG SARAREA” SEBAGAI USULAN BAHAN AJAR DI SMP Firmansyah, Arif; Malik, Miftahul; Indriani, Putri; Firdaus, Winci
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8407

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan pesan yang terkandung dalam pupujian Gusti Urang Sararea, yang sarat makna tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dan penanaman nilai-nilai keislaman. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis semiotik Roland Barthes, mencakup lima kode yaitu hermeneutik, semik, simbolik, proaretik, dan kultural. Data penelitian berupa pupujian Gusti Urang Sararea yang terdiri dari 100 bait. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, membaca, menerjemahkan, dan menelaah pupujian Gusti Urang Sararea, serta mencatat setiap larik dan bait yang sesuai dengan unsur-unsur pembangun puisi dan lima kode semiotika Roland Barthes. Temuan menunjukkan kode kultural dan semik paling dominan, memperkuat narasi budaya Islam, Arab, dan Sunda, serta menyampaikan nilai luhur, ajaran agama, dan pesan keimanan secara konotatif melalui diksi dan simbol-simbol budaya. Amanat syair memberikan pembelajaran moral dan spiritual bagi pembaca, menjadikannya relevan sebagai sumber pembentukan karakter dan penanaman nilai keagamaan. Dengan demikian, syair ini bernilai sastra sekaligus edukatif. Kata-kata Kunci: bahan ajar, puisi, pupujian, semiotika Abstract This study aims to examine the meaning and message contained in the praise of Gusti Urang Sararea, which is full of meaning about the life journey of the Prophet Muhammad SAW and the instilling of Islamic values. The study uses a qualitative descriptive method with Roland Barthes' semiotic analysis, covering five codes, namely hermeneutic, semic, symbolic, proaretic, and cultural. The research data is in the form of praise of Gusti Urang Sararea which consists of 100 stanzas. Data collection was carried out by reviewing relevant previous studies, reading, translating, and analyzing the praise of Gusti Urang Sararea, and noting each line and stanza that corresponds to the elements of poetry construction and Roland Barthes' five semiotic codes. The findings show that cultural and semic codes are the most dominant, strengthening the narrative of Islamic, Arabic, and Sundanese cultures, and conveying noble values, religious teachings, and messages of faith connotatively through diction and cultural symbols. The message of the poem provides moral and spiritual learning for readers, making it relevant as a source of character building and instilling religious values. Thus, this poem has both literary and educational value.
TATA KRAMA BAHASA SUNDA DALAM KANAL YOUTUBE RIFIRDUS Zuhdi, Hafidz Ali; Nurjanah, Nunuy; Sudaryat, Yayat; Firdaus, Winci
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8409

Abstract

Abstrak Tata krama bahasa Sunda saat ini sudah mulai ditinggalkan, banyak masyarakat yang mengetahui tata krama bahasa Sunda, namun tidak menggunakannya secara langsung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tahapan tata krama bahasa Sunda yang terdapat dalam channel youtube Rifirdus pada bulan Februari 2025. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memaparkan dan menjelaskan secara objektif mengenai fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan simak catat, guna memudahkan dalam mengumpulkan data. Penelitian ini menjelaskan penggunaan tahapan tata krama bahasa dan fungsi tata krama bahasa dalam channel youtube Rifirdus pada bulan Februari 2025. Selanjutnya, data yang ditemukan dideskripsikan secara rinci dalam penelitian ini. Penelitian ini dipilih karena tata krama bahasa merupakan hal yang penting dalam proses komunikasi berbahasa Sunda. Hasil yang didapatkan adalah terdapat tahapan tata krama bahasa Sunda halus, wajar, kasar, dan campuran antara halus dan kasar, juga campuran antara halus dan wajar. Fungsi tata krama yang didapatkan adalah fungsi edukasional, instrumental, integratif, dan kultural. Tahapan tata krama bahasa digunakan untuk menyampaikan maksud dalam proses komunikasi dan fungsi tata krama digunakan sebagai alat untuk menunjukkan dan upaya agar tujuan dalam suatu peristiwa komunikasi bisa terwujud. Kata-kata Kunci: bahasa Sunda; tata krama; YouTube Abstract Many people know Sundanese language etiquette, but do not use it directly. This study aims to describe the stages of Sundanese language manners contained in Rifirdus' YouTube channel in February 2025. The descriptive qualitative approach is used in this study to describe and explain objectively about the phenomenon under study. The data collection techniques used are documentation study and simak catat, to facilitate in collection of data. This research explains the use of language manners stages and language manners functions in Rifirdus' YouTube channel in February 2025. Furthermore, the data found will be described in detail in this study. This research was chosen because language manners are important in the Sundanese language communication process. The results obtained are that there are stages of Sundanese subtle, natural, coarse, and a mixture of subtle and coarse, as well as a mixture of subtle and natural. The functions obtained are educational, instrumental, integrative, and cultural. The stages of language manners are used to convey intent in the communication process, and the function of manners is used as a tool to show effort so that the objectives in a communication event can be realized.