cover
Contact Name
Rindha Mareta
Contact Email
rindhamareta@uwgm.ac.id
Phone
+6285250350952
Journal Mail Official
rindhamareta@uwgm.ac.id
Editorial Address
Public Health Faculty of University of Widya Gama Mahakam Samarinda East Kalimantan. Jl. KH.Wahid Hasyim, Sempaja No.28, Samarinda, East Kalimantan. Phone. (+62541) 734294 - 737222
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24600350     EISSN : 24775819     DOI : 10.24903
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat is a scientific journal published by Faculty of Public Health, Universitas Widya Gama Mahakam, with pISSN 2460-0350 and eISSN 2477-5819 publish twice a year in June and December. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Health Policy Administration, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Education and Promotion, Epidemiology, Hospital management, Health Biostatistics, Public Health Nutrition and Reproductive Health.
Articles 202 Documents
Analisis kualitatif Gambaran Pemberian Susu Formula Pada Balita 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Riski, Muhammad; Saragih, Bernatal; Sukemi, Sayidi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.352 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.834

Abstract

Latar Belakang:Cakupan Balita diberi susu formula di Puskesmas Palaran Kota Samarinda mengalami data yang berfluktuatif pada 3 tahun terakhir, tahun 2015 ada 27,63%, tahun 2016 ada 15%, dan tahun 2017 ada 57,59%, yang terjadi di Puskesmas Palaran.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian susu formula dan faktor yang mempengaruhi pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan, penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda.Metode Penelitian:Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, pendekatan menggunakan Fenomenologi dengan menggunakan wawancara mendalam pada 5 Orang Tua Balita dan 1 petugas Kesehatan.Hasil : Dari hasil penelitian dapat diketahui gambaran pemberian susu formula pada balita kurangnya pemahaman dan pengetahuan orang tua dalam pemilihan, pembuatan, sterilisasi dan frekuensi. Faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula adalah kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi pemberian susu formula dan faktor ekonomi kemudian pengaruh dari kehamilan dan ASI ibu yang tidak keluar sehingga anaknya diberikan susu formula.Kesimpulan: Pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan dari segi pemilihan merk susu formula dan prilaku ibu berhubungan dengan anggota keluarga, tetangga dan iklan ditelevisi, pembuatan, sterilisasi, pemberian dan frekuensi serta faktor kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi prilaku pemberian susu formula danr ekonomi keluarga semakin tinggi cenderung untuk memberikan susu formula. Faktor-faktor tersebutlah yang mempengaruhi ibu untuk memberikan balitanya susu formula sehingga gagal ASI esklusif.
ANALISIS MANFAAT PELAYANAN KESEHATAN YANG DITERIMA PASIEN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS LEMPAKE KOTA SAMARINDA TAHUN 2015 Farjam, Herry; Tamaela, Nita Violen
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2016): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.04 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v2i1.304

Abstract

As organizer of social health insurance, social security health agencies continue to work so that all health facilities in Indonesia to support the passage of the health insurance program optimally so that all participants BPJS health benefit services. The purpose of this study was to determine the benefits of health care received by patients in health centers health BPJS participants Lempake cities Samarinda 2015 consists of variable promotive, preventive care, and curative services.The research method used is descriptive quantitative survey approach. The total sample is 100 patients. Data analysis using frequency distribution. Resulth of analysis using frequency distribution of 100 respondents showed that patients benefit as much as 89 respondents promotive services, patients feel the benefits of preventive care as much as 66 respondents, and patients feel the benefits of curative services as much as 95 respondents.
HUBUNGAN JOB INSECURITY DAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN STRES KERJA PERAWAT HONORER DI RSJD ATMA HUSADA MAKAHAM SAMARINDA Wulandari, Retno
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2017): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.029 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v3i2.336

Abstract

Stress is a dynamic condition of an individual faced with opportunities, limitations, or demands in accordance with expectations and results to be achieved in important and uncertain conditions. According to the National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), nurses are professions that are very high risk of stress. Results of a survey by the Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), where in 2006, approximately 50.9% of hospital nurses working in four provinces experienced work stress. This study aims to determine the relationship of job insecurity and mental workload with job stress contract nurses at RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. This research uses analytic survey method with cross sectional research design. The variables in this study are Job Insecurity, Mental Workload and Job Stress. The respondents of this research are contract nurses at RSJD Atma Husada Mahakam with total subject of this research is 74 respondents, sampling technique using Total Sampling. Data were analyzed by using Pearson Correlation test with ? = 0,05. The result showed that there was a relationship between job insecurity (p = 0.0001) and mental workload (p = 0,004) with work stress. The conclusion of this research is job insecurity and mental work load is the factor causing the occurrence of job stress on contract nurses at RSJD Atma Husada Mahakam. It is advisable to pay more attention to the nurse's need to reduce the level of job insecurity and mental workload by raising nurse staffing status for nurses with more than 5 years working period and providing pension guarantee and providing training to improve nurse's ability.
Perbandingan Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan Tpa Banyuroto Kulon Progo Suyatmi, Suyatmi; Mulasari, Surahma Asti
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.126 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.841

Abstract

Sistem pengelolaan sampah kota umumnya dilakukan adalah sistem 3P (pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan). Sampah dikumpulkan dari sumbernya, kemudian diangkut ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dan dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).Pengelolaan sampah di Indonesia masih menggunakan paradigma lama  kumpul-angkut-buang atau  dikenal  dengan  pendekatan  akhir  (endof-pipe),  yaitu  sampah  dikumpulkan, diangkut,dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan sistem pengelolaan sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto Kulon Progo.Jenispenelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Volume sampah yang masuk ke TPA Wukirsari Gunungkidul pada bulan Januari sampai April 2014 sebanyak10.106,1 m3 sedangkan pada TPA Banyuroto Kulon Progo sebanyak 6.288 m3. Pelayanan pengangkutan yang dilakukan oleh TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto   dengandoor to door dan pengambilan padakontainer. Penerimaan sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto Kulon Progo petugas mencatatvolume sampah sesuai kapasitas muatan kendaraan tanpa ditimbang. Pengolahan akhir di TPA Wukirsari Gunungkidul menggunakan metode sanitary landfill, pengolahan akhir di TPA Banyuroto Kulon Progo menggunakan metode controlled landfill.TPA Wukirsari Gunungkidul belum efektif dalam melakukan pengolahan akhir di TPA sedangkan TPA Banyuroto Kulon Progo sudah efektif melakukan pengolahan akhir untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Volume sampah  di  TPA Wukirsari Gunungkidul lebih banyak dibandingkan dengan  volume  sampah di  TPA Banyuroto Kulon Progo. Prosedur pengangkutan dan penerimaan sampah pada kedua TPA ini sama. Pengolahan akhir di TPA Banyuroto Kulon Progo sudah efektif mengurangi volume sampah.
STUDI KASUS POLA ASUH ORANG TUA TENTANG SEKS EDUKASI PADA ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA SAMARINDA Oktavianna, Nella
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2017): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.352 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v3i1.331

Abstract

The incidence of sexual violence increased by 44% from 2013 to 2015. Parents have a major role as a giver informasn sex education in preventing the incidence of sexual abuse in children.This study aims to provide an overview upbringing given by parents to children. The research is a qualitative research with case study approach. Key informants are parents of the victims and key informants is the Head KPAID Samarinda. This data retrieval techniques with in-depth interviews. Mechanical analysis using narrative approach. The results showed a lack of dimensional control with aspects of child behavior restrictions, lack of decisive aspect of preventing the sexual behavior of children and lack of control aspects. Dimensions warmth with aspects of the lack of parental supervision, lack of responsiveness and insensitive to children's emotions. It is suggested that parents provide early sex education to children properly and gradual age-appropriate child development. Various sectors also need to be encouraged to prevent and provide proper education to parents about their parenting to children.
Analisis Stagnant Obat Di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Kota Samarinda Tahun 2018 Triana, Ananda; Artini, Ni Nyoman; Farjam, Herry
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.86 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i1.825

Abstract

Latar Belakang:Logistik obat termasuk salah satu aspek penting dalam bidang kesehatan. Stagnant obat merupakan salah satu dampak dari kurang berjalannya manajemen logistik obat dipelayanan kesehatan yaitu puskesmas. Puskesmas Sempaja Samarinda belum menjalankan manajemen logistik dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari data obat yang mengalami kejadian stagnant sebanyak 36 jenis dari tahun 2015 hingga bulan Agustus tahun 2018.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian stagnant obat di unit logistik Puskesmas Sempaja Samarinda.Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber informasi didapatkan dari petugas pengelola obat di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Samarinda, Kepala Puskesma Sempaja dan Kepala Tata Usaha Puskesmas Sempaja Samarinda. Teknik analisis data adalah analisis kualitatif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil : Hasil penelitian yang didapat adalah perencanaan yang belum tepat, penerimaan yang masih belum efektif dan penyimpanan yang baik serta pemeliharaan obat yang cukup baik. Namun walaupun didalam pemeliharaan obat telah berjalan dengan baik, peneliti menemukan bagian pemusnahan yang masih belum berjalan dengan lancar.Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah masih belum terlaksnanya sistem manajemen logistik dengan benar sehingga menyebabkan kejadian obat stagnant di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Kota Samarinda Kalimantan Timur. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan metode yang sesuai pada setiap proses manajemen logistik.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI PUSKESMAS KAMPUNG BAQA SAMARINDA TAHUN 2018 Salasiah, Siti
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2018): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.413 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v4i1.299

Abstract

At the age of less than 28 days newborns are very span to death, so at this time need to be aware of some signs and dangers in the newborn. One of the efforts undertaken to reduce the infant mortality rate is neonatal visits conducted in health services. This study aims to determine several factors related to Neonatal Visits (KN) in the work area of Puskesmas Kampung Baqa in 2018. This study uses Analytical Survey, with cross sectional approach. Respondents of this study were all mothers who had babies aged 0-28 days as many as 87 respondents with sampling techniques using puposive sampling. Data analysis performed was univariate and bivariate with Chi-Square test. The results of this study found that all the variables studied were associated with neonatal visits in the work area of Puskesmas Kampung Baqa in 2018, namely knowledge (p value 0,000), attitude (p value 0,000) and family support (p value 0,006). The conclusion in this research is that knowledge, attitude, and support of mother's family can influence visit of neonatal mother to conduct Neonatal Visit (KN). Therefore, it is necessary to be counseled about the importance of conducting neonatal visits to the public by health workers intensively so that the knowledge of the community especially the mothers who have babies 0-28 days to increase. Keywords : Visit Neonatal, Knowledge, Attitude, Family SupportBibliograpy : 25 (1991-2017).
HUBUNGAN KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH DENGAN PENYAKIT TB PARU BTA POSITIF DI KELURAHAN LEMPAKE KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA Susanti, Erni Wingki
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2016): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.307 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v2i2.319

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the health problems in the world and an estimated one-third of the world's population has been infected by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis is closely related to sanitary conditions unsanitary housing. This study aims to determine the relationship of the physical condition of the home environment with pulmonary TB disease in Sub Lempake District of North Samarinda. This type of research is an analytic observational study with cross sectional design. The research sample as many as 70 houses. The sampling technique used cluster random sampling. It is used Chi Square statistical test. The survey results revealed no natural lighting by 41.4% respondents might not qualify. There is a 70% ventilation respondents might not qualify. There amounted to 78.6% of respondents home flooring types that are not eligible, and there was at 48.6% of respondents types of walls of the house are not eligible. No results of the BTA + by 11.4% of respondents (8) the results of examination of sputum positive pulmonary TB. The result of Chi Square test with a significance of ? 0:05 day lighting unknown variables p value 0.007> 0.05; ventilation variables p value 0.047> 0.05; variable types of flooring p value 1.000> 0.05; and variable type wall 0.026 p value of <0.05. Conclusion The correlation between natural lighting, ventilation, and the type of wall with pulmonary TB disease and there is no relationship between the type of floor with pulmonary TB disease.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK PENGUNJUNG TERHADAP PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TELUK BAYUR KABUPATEN BERAU TAHUN 2018 Wulandari, Kartina; Ramadhan, Aditya Ananda
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.517 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v4i2.464

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti. Menurut data Badan Kesehatan Dunia, Asia Pasifik menanggung 75 persen dari beban dengue di dunia antara tahun 2004 dan 2010, sementara Indonesia dilaporkan sebagai negara ke-2 dengan kasus DBD terbesar diantara 30 negara wilayah endemis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan Praktik Pengunjung terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Teluk Bayur Kabupaten Berau Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil penelitian diperoleh bahwa Ada Hubungan pengetahuan pengunjung terhadap kejadian DBD, Ada Hubungan sikap pengunjung terhadap kejadian DBD, Tidak Ada Hubungan pratik pengunjung terhadap kejadian DBD Di Puskesmas Teluk Bayur Kabupaten Berau. Disarankan bagi petugas Puskesmas untuk melakukan penyuluhan 3 M Plus, bagi masyarakat melakukan kegiatan 3 M Plus, di bentuk tenaga jumatik, menggunakan abate dan bagi penelitian agar di lakukan penelitian DBD dengan variabel dan tempat berbeda.
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Tahun 2019 Christian, Medi; Irwansyah, Budi; Rahayu, Shinta Tri
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.097 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.832

Abstract

Latar Belakang:Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Puskesmas Malinau dengan kejadian TB Paru mengalami peningkatan cukup tinggi.Tujuan :Tujuan penelitian ini mengetahui mengetahui faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan retrospektif studi dan pendekatan kasus kontrol. Populasi adalah seluruh penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau bulan Februari 2019 berjumlah 50 orang sebagai kelompok kasus dan 50 orang kelompok kasus. Analisis data menggunakan uji chi-square dan odd ratio.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 3,451 > 1). Kepadatan hunian merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 2,705 > 1). Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 4,162 > 1).Kesimpulan: Dapat di simpulkan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau bahwa ada risiko pencahayaan, ada risiko kepadatan hunian, ada risiko kebiasaan merokok terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.

Page 5 of 21 | Total Record : 202