cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
PEMANFAATAN LABORATORIUM MAYA VERSI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP JARINGAN TUMBUHAN Dian Susanti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.777

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kurangnya pemahaman peserta didik Kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram mengenai konsep jaringan tumbuhan. Hal ini disebabkan guru kurang tepat dalam memilih media pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep jaringan tumbuhan melalui penggunaan Laboratorium Maya versi Android. Penggunaan Android pada saat pandemi ini merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 peserta didik Kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram tahun pelajaran 2020/2021. Data yang dikumpulkan berupa penilaian proses yang diperoleh dari peserta didik dalam beraktivitas dan penilaian pada akhir siklus. Kemudian, data dianalisis untuk memperoleh gambaran tentang berhasil tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik dalam memahami konsep jaringan tumbuhan setelah belajar menggunakan Laboratorium Maya dengan situs pencari pada siklus pertama. Pada siklus kedua, dengan menggunakan Laboratorium Maya versi Android secara individu, juga terjadi peningkatan hasil belajar yang didasarkan pada perolehan nilai pada siklus pertama. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan Laboratorium Maya versi Android dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep jaringan tumbuhan. The back ground of this research is the fact that the understanding of class VIII F students at SMP Negeri 8 Mataram on plant tissue concept is still low. This condition is caused by inappropriate choice of the learning media by the teacher. The objective of this research is to improve the students’ understanding on plant tissue concept through the use of Laboratorium Maya for Android. The use of Android during this pandemic time is an important thing in learning activities. This is a class action research carried out in two cycles. Each cycle is through planning, action, observation, and reflection. The research subject is 29 students of class VIII F at SMP Negeri 8 Mataram academic year of 2020/2021. The data collected is the scoring for the process of the students’ activities and the scoring at the cycle end. The data, then, is analyzed to get the description whether the learning succeeds or fails. The result shows that there is some improvement in the students’ learning outcomes in understanding the concept of plant tissue after using Laboratorium Maya with searching engine in the first cycle. In the second cycle, by using Laboratorium Maya for Android individually by the students, there is also some improvement in the students’ learning outcomes based on the result in first cycle and second cycle. It can be summarized that the use of Laboratorium Maya for Android can improve the students’ understanding on plant tissue concept.  
EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS WEBINAR DENGAN IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX ANALYSIS (IPMA): The Evaluation of Webinar-Based Learning with Importance Performance Matrix Analysis (IPMA) Luksi Paryatno; Hari Linda Lukitowati; M. Arna Ramadhan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.790

Abstract

Evaluasi kegiatan webinar dilakukan Pusdiklat Perdagangan untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu diperbaiki untuk memberikan kualitas pelayanan yang terbaik. Evaluasi dilakukan terhadap peserta webinar. Sampel diambil dengan non probability sampling, yaitu purposive sampling yang berjumlah 36 responden dengan menggunakan kuesioner melalui survei online. Evaluasi layanan dilakukan dengan pendekatan service quality (servqual) terhadap empat dimensi pelaksanaan webinar, yaitu promosi, pelaksana, narasumber, dan materi. Hasil analisis dengan pendekatan importance performance matrix analysis (IPMA) membagi dimensi dan indikator ke dalam   empat kuadran. Hasil menunjukkan bahwa narasumber dan materi adalah dua dimensi yang mempunyai tingkat kepentingan tinggi dan kinerja yang baik, yaitu berada pada kuadran 2; dimensi promosi telah mempunyai kinerja yang sangat baik meski tidak mempunyai kepen     tingan yang tinggi ; sedangkan dimensi pelaksana/pelaksanaan menjadi dimensi yang harus diperbaiki karena memiliki tingkat kepentingan yang tinggi, tetapi kinerja yang rendah. Temuan lain yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan webinar adalah peran pemandu acara yang harus aktif memahami dan memenuhi kebutuhan peserta selama kegiatan webinar berlangsung .    Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan webinar, penyelenggara harus dapat memilih dan mempersiapkan pemandu acara yang memahami materi, karakter peserta, dan kebutuhan peserta webinar The evaluation of the webinar activity was carried out by the Trade Training Center to determine the aspects that needed to be improved in order to provide the best quality service. The evaluation was carried out on the participants of the webinar where the sample was taken by non-probability sampling, namely purposive sampling involving 36 respondents using a questionnaire through an online survey. The evaluation was carried out using a service quality (servqual) approach to the 4 dimensions of the webinar implementation, namely promotion, implementer, resource person, and material. The results of the analysis using the important performance matrix analysis (IPMA) approach divide the dimensions and indicators into 4 quadrants. The results show that resource persons and materials are two dimensions that have good importance and performance, namely being in quadrant 2, the promotion dimension has a very good performance even though it does not have a high importance, while the implementation/implementation dimension is a dimension that must be improved because it has a high level of importance      but low performance. The most important thing that must be improved in implementing the webinar is the role of the host who must understand and meet the needs of the participants during the webinar activity, so that in organizing the webinar, the organizer must select and prepare a host who understands the material, the character of the participants, and the needs of the webinar participants.  
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SANGGAR KEGIATAN BELAJAR: The Need Analysis of ICT-integrated Instructional Model Development in Learning Activity Centre Ai Sri Nurhayati; Kusnandar Kusnandar; Nur Arfah Mega; Warisno
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.793

Abstract

Analisis yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi kebutuhan inovasi model pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ditinjau dari aspek infrastruktur TIK, kesiapan pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan, dukungan kebijakan, motivasi peserta didik, serta inovasi model pembelajaran yang memanfaatkan TIK. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: 1) apa saja infrastruktur TIK minimal yang diperlukan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis TIK di SKB; 2) bagaimana kesiapan pendidik dan peserta didik dalam pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis TIK di SKB; 3) bagaimana dukungan kebijakan terkait pemanfaatan TIK untuk pengembangan model pembelajaran inovatif; (4) bagaimana tingkat motivasi belajar peserta didik; dan 5) inovasi model pembelajaran seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SKB. Penelitian kualitatif dilakukan menggunakan metode pengumpulan data campuran. Pemilihan responden dilakukan dengan purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring, data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif, dilanjutkan pendalaman data melalui wawancara dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) secara daring. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan perangkat TIK dan jaringan di SKB telah tersedia dengan memadai. Kesiapan peserta didik memanfaatkan TIK dalam pembelajaran cukup. Namun, di sisi lain, keikutsertaan pamong atau tutor dalam hal peningkatan kompetensi TIK masih rendah karena kurangnya program pelatihan serta minimnya aktivitas forum tutor atau pamong terkait inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan TIK. Inovasi model pembelajaran di SKB yang akan dikembangkan hendaknya sederhana, bermanfaat, dan menarik dengan menggunakan perangkat TIK yang dimiliki peserta didik dan pendidik. Selain itu, inovasi model pembelajaran ini juga harus memadukan aktivitas tatap muka dan daring (blended), tugas mandiri, presentasi disertai tindak lanjut pada saat kehadiran, serta mengakomodasi karakteristik peserta didik dan kekhasan lingkungan pembelajaran   The analysis is aimed to identify the need for an ICT-integrated learning model innovation in Learning Activity Centre (SKB) in terms of ICT infrastructure, teacher-student-educational staff readiness, policy, student motivation, and ICT-integrated learning model innovation. The problems discussed in this research are: 1) what is the minimum ICT infrastructures needed to develop an ICT-integrated innovative learning model in SKB; 2) how is the student and teacher readiness for ICT-integrated innovative learning model in SKB; 3) how the policy supports the use of ICT for innovative learning model development; 4) how is the students’ learning motivation; and 5) what kind of innovative learning model is in accordance with the learning needs in SKB. This research is a qualitative research with data collection of a mixed method. Respondents are determined with purposive random sampling technique. The data is collected through online questionnaire, which is then processed by using descriptive statistics, and deepened through online interview and focused-group discussion. The result of the need analysis shows that the ICT equipment and network in SKB has already been available sufficiently. The student readiness to use ICT in their learning has been adequate. However, on the other hand, the tutor ICT competence is still low because they lack of training and activities in tutor forum. Learning model innovation development in SKB should be simple, useful, and interesting by utilizing ICT equipment owned by the students as well as by the teachers. Besides, this should also integrate face-to-face and online meetings (blended learning), independent assignment, presentation which is followed by follow-up action, and accommodative to student characteristics as well as to learning environment speciality
SYNCHRONOUS LEARNING AKUNTANSI MANUFAKTUR DALAM MENDORONG EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN VIA ZOOM: Virtual Synchronous Learning of Manufacturing Accounting In Supporting Learning Effectiveness Ardiansyah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.871

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) perbandingan perkuliahan Akuntansi Manufaktur secara tatap muka di kampus (live synchronous learning) dengan tatap maya di Zoom (virtual synchronous learning); dan 2) efektivitas virtual synchronous learning melalui pemanfaatan Zoom cloud meeting dalam perkuliahan Akuntansi Manufaktur. Metode pengumpulan data melalui kuesioner dengan teknik analisis data deskriptif. Responden penelitian ini adalah mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan Akuntansi Manufaktur selama 1 (satu) semester. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 (enam) metode pembelajaran yang efektif untuk mata kuliah Akuntansi Manufaktur baik live synchronous learning maupun virtual synchronous learning, yaitu: 1) Discovery Learning (studi kasus); 2) Cooperative Learning (pembelajaran kooperatif); 3) Small Group Discussion (diskusi kelompok); 4) Collaborative Learning (pembelajaran kolaboratif); 5) Project-Based Learning (pembelajaran berbasis proyek); dan 6) Problem-Based Learning (pembelajaran berbasis masalah). Terdapat 3 (tiga) bentuk pembelajaran yang efektif untuk dikolaborasikan dalam mencapai Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK) Akuntansi Manufaktur, yaitu: 1) Kuliah; 2) Respons dan Tutorial; dan 3) Praktikum. Metode dan bentuk pembelajaran tersebut sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,  Pasal 14 ayat 3 dan ayat 5. Terkait efektivitas virtual synchronous learning via Zoom cloud meeting, 6% responden menyatakan kurang paham, 78% paham, dan 17% sangat paham. Adapun dalam hal perbandingan live synchronous learning dan virtual synchronous learning via Zoom cloud meeting, 22% responden menjawab bahwa lebih baik dijelaskan langsung oleh dosen pada kuliah tatap muka, sedangkan 78% menjawab sama saja baik kuliah tatap muka maupun tatap maya. The aim of this study is to know: 1) the comparison between face-to-face manufacturing accounting lecture at the campus (live syncronous learning) and via Zoom (virtual syncronous learning); and 2) the effectiveness of virtual synchronous learning via Zoom cloud meetings in manufacturing accounting lectures. The method of collecting data is through questionnaire with descriptive data analysis techniques. The respondents of this study are students who have attended manufacturing accounting lecture for 1 (one) semester. The result of this study indicates that there are 6 (six) effective learning methods for manufacturing accounting lecture, both live synchronous learning or virtual synchronous learning, namely: 1) Discovery Learning; 2) Cooperative Learning; 3) Small Group Discussion; 4) Collaborative Learning; 5) Project-Based Learning; and 6) Problem-Based Learning. There are 3 (three) forms of effective learning to collaborate in achieving the Manufacturing Accounting Sub-CPMK, namely: 1) Lectures; 2) Responses and Tutorials; and 3) Practicum. The method and form of learning are in accordance with Permendikbud Number 3 of 2020 concerning the National Higher Education Standard, Number Section 14 Clause 3 and 5. Related to the effectiveness of virtual synchronous learning via Zoom cloud meeting, 6% of the respondents state that they do not understand, 78% understand, and 17% understand very well. As for the comparison of live synchronous learning and virtual synchronous learning via Zoom cloud meetings, 22% of respondents state that it is better to have direct explanation from the lecturer in face-to-face lecture, while 78% answer that both live syncronous learning and virtual syncronous learning are the same.  
The Development of e-UKBM of Acid-Bases in Chemistry Based on Problem Based Learning Integrated with Sikkanese Lokal Culture: The Development of e-UKBM of Acid-Base in Chemistry Based on Problem-Based Learning Integrated with Sikkanese Local Culture M.A Yohanita Nirmalasari; Klaudius Ware; Maria Setiawati Menge Badhi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.885

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penggunaan sumber belajar yang kurang efektif pada masa pandemi dan kebosanan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran Kimia terutama materi asam basa. Untuk mengatasinya, dilakukan penelitian pengembangan unit kegiatan belajar mandiri dalam bentuk elektronik (e-UKBM) untuk memfasilitasi pembelajaran selama work from home. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui cara mengembangkan e-UKBM Kimia Asam Basa untuk peserta didik dan pendidik; dan 2) menguji kelayakan e-UKBM Kimia Asam Basa berdasarkan hasil pengembangan pada tahap 1. Kemasan pembelajaran e-UKBM mengadopsi model problem-based learning yang diintegrasikan dengan kearifan lokal daerah Sikka. Metode yang digunakan adalah research and development dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMAN 1 Maumere, SMAN 2 Maumere, dan SMAK St. Gabriel Maumere yang berjumlah 40 orang serta pendidik berjumlah 4 orang. Berdasarkan hasil perhitungan persentase kevalidan diperoleh nilai 81,37% (valid). Selanjutnya, e-UKBM Kimia dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran Kimia berdasarkan hasil uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan luas. Hasil uji coba lapangan awal oleh peserta didik adalah 102,37 (kategori baik) dan pendidik adalah 105,00 (kategori baik). Pada uji lapangan luas oleh peserta didik hasilnya adalah 129,05 (kategori sangat baik) dan oleh pendidik adalah 144,00 (kategori sangat baik)   This research is triggered by the ineffectiveness problem of learning resource utilization during the pandemic era and the students’ boredom in attending the chemistry lesson, especially for acid-base material. To overcome it, the researchers try to carry out a research on the development of electronic Independent Learning Activity Unit (e-UKBM) to facilitate learning activity during the ‘work from home’ period. The purposes of this research are to: 1) know how to develop acid-base chemistry e-UKBM for students and teachers; and 2) test the acid-base chemistry e-UKBM feasibility based on the development in phase 1. The packaging of the e-UKBM adopts problem-based learning method which is integrated with Sikkanese local culture. The applied research method is research and development (R&D) with 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). The respondents of this research are the grade XI students of SMAN 1 Maumere, SMAN 2 Maumere, and SMK St. Gabriel Maumere amounting 40 students and 4 teachers. Based on the validity percentage calculation, the result shows the value of 91,37% (valid). Then, the chemistry e-UKBM is stated to be feasible to be used in chemistry learning process based on the initial as well as broad field tests. The result of initial field test by the students indicates the value of 102,37 (good category), and by the teachers indicates the value of 105,00 (good category). The result of broad field test by the students indicates the value of 129,05 (very good category), and by the teachers indicates the value of 144,00 (very good category)
INTERNALISASI NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA BERBANTUAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR Eni Susilawati; Saleh Sarifudin; Suyitno Muslim
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.897

Abstract

Salah satu tantangan bagi dunia pendidikan saat ini  adalah bagaimana mengembangkan pendidikan karakter bagi  siswa selama masa new normal. Kemendikbudristek menetapkan  6 indikator dari Profil Pelajar Pancasila. Guna mempermudah  internalisasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran baik oleh  guru maupun siswa, dikembangkan Platform Merdeka Mengajar  (PMM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan  pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam menginternalisasi  nilai-nilai Pancasila. Sampel penelitian adalah guru-guru sekolah  penggerak dan SMK Pusat Keunggulan yang telah mengikuti bimtek  PMM tahun 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,  observasi dan wawancara terbatas. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: 1)Profil Pelajar Pancasila pada hakikatnya merupakan salah  satu upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran,  2) PMM memiliki peran signifikan dalam penerapan Profil Pelajar  Pancasila pada pembelajaran paradigma baru, dan 3) Internalisasi  nilai-nilai Pancasila dalam penerapan Profil Pelajar Pancasila di  masa new Normal berbantuan Platform Merdeka Mengajar dengan  cara diterapkan dalam karakter keseharian yang dibangun dan  dihidupkan dalam diri individu setiap pelajar melalui budaya sekolah,  pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler di  sekolah. Peningkatan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar  dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui Profil Pelajar  Pancasila, perlu didukung dengan upaya peningkatkan kualitas dan  kuantitas konten Profil Pelajar Pancasila serta dukungan kebijakan  dalam pemanfaatan PMM dan sinergi kolaborasi antara sekolah,  pemerintah, masyarakat serta pemangku kepentingan. PMM dapat  menjadi salah satu solusi dalam penguatan pembelajaran karakter  melalui internalisasi nilai Pancasila bagi siswa generasi milenial,  terutama pada saat pembelajaran tatap muka terbatas di masa new normal pandemi Covid-19. One of the challenges in education today is student  character education during the new normal era. The Ministry of  Education, Culture, Research, and Technology sets 6 indicators of  the Pancasila Student Profile. To enhance the internalization of the  Pancasila Student Profile in learning by both teachers and students,  the Merdeka Mengajar Platform (MMP) is developed. The objective  of this research is to know the implementation of MMP in internalizing  the values of Pancasila. The sample is teachers of driving schools  and Center of Excellence Vocational Schools who have participated  in the PMM technical guidance in 2021. Data collection is through  questionnaires, observation, and limited interviews. The result  show that: 1) Pancasila Student Profile is essentially an effort to  internalize Pancasila values in learning; 2) MMP has significant  roles in the implementation of the Pancasila Student Profile in the  new learning paradigm; and 3) The internalization of Pancasila  values in the implementation of Pancasila Student Profile in the  new normal era with MMP is applied in daily characteristics that are  developed and enhanced in every student through school culture,  intra-curricular, co-curricular, and extra-curricular learning at school  by applying it to the daily character that is built and brought to life in  each student through school culture, intra-curricular, co-curricular,  and extra-curricular learning at school. The improvement of MMP  implementation in internalizing Pancasila values through Pancasila  Student Profile should be supported by increasing the quality as well  as quantity of Pancasila Student Profile contents, by policies in MMP  implementation, and collaboration between schools, government,  and other stakeholders. MMP can be one of the solutions to enhance  character education through the internalization of Pancasila values  for millennial students, especially during the limited face-to-face  learning in a new normal era of pandemic covid-19  
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN METODE MODELLING THE WAY BERBANTUAN MULTIMEDIA: Speaking Skill Improvement by Using Multimedia-assisted Modelling The Way Method at Vihara Metta Jaya School Taridi; Susanto; Sudarman
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.930

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menerapkan Metode Modelling The Way berbantuan multimedia efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif pendekatan pre-experimental designs. Penelitian ini dilakukan di Wihara Metta Jaya, Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Minggu Buddha dengan jumlah siswa 12. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil analisis dengan menggunakan Paired Samples T-test menunjukkan nilai Sig = 0,03 = 3% < 5%. Artinya, pembelajaran dengan menerapkan metode Modelling The Way berbantuan multimedia efektif meningkatkan kemampuan berbicara. Peningkatan kemampuan berbicara juga dapat dilihat dari hasil observasi. Hasil observasi pertama sebesar 40%, kedua dan ketiga sebesar 83 %, keempat 80%, kelima 79%, dan keenam 94%. Artinya, meskipun hasil observasi cukup bervariatif, ini masuk dalam kategori baik.   This research aims to determine whether the implementation of Multimedia-assisted Modelling The Way Method in learning is effective to improve speaking skill. The research is classified as quantitative research using pre-experimental designs approach. This research is conducted at the Metta Jaya Temple, Malang Village, Tanjung Sari Sub-district, South Lampung. The samples of this research are 12 students of Buddhist Sunday School. Based on the research, the analysis result using paired samples T-test shows the value of Sig = 0.03 = 3% < 5%. This means that learning by applying the Multimedia-assisted Modelling The Way Method effectively improves speaking skill. The improvement of speaking skill can also be seen from the observation results, starting from the first observation which is 40%, the second and the third ones which is 83%, the fourth one which is 80%, the fifth one which is 79%, and the sixth one which is 94%. It means that even though the observation results are various, they are categorized in good category.  
ONLINE LEARNING BASED ON CONSTRUCTIVISM TO SUPPORT UNIVERSITAS TERBUKA DISTANT LEARNERS Benny Agus Pribadi; Ichwan; Dicky A Purnama
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.978

Abstract

This article will elaborate on the possibility of implementing constructivism learning theories in designing an online learning tutorial program that will support and facilitate distance learning students to build better knowledge and skills. Universitas Terbuka (UT), an Indonesian state university that implements a distance learning system, conducts an online learning program to support the students’ learning process. The use of digital and network technology has significant effects on the human learning process. It changes the paradigm of learning and instruction. Recently, by using digital and network technology, students can learn without facing the restriction of time and place. In addition, the students can use various learning resources and materials to support their efforts in gaining knowledge and skills. The use of constructivism theory in online learning is expected to enable students to widen their knowledge and sharpen their skills while learning. This study uses a research and development approach to create a constructivist online learning program that can facilitate distance learning students' achieving their learning objectives.
BENTUK ANIMASI 3 DIMENSI DALAM MENDUKUNG PEMROSESAN INFORMASI Deni Darmawan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a breakthrough in supporting students’ sd, SMP, AND high school in the SouthGarut in performing information processing of learning both for the exact and social. The study tries toanswer the question of how large the focus of information-processing speed of the student learningbased on element formation 3dimensi animation on the exact and social subjects (IPS). The study wasconducted on students at elementary, junior high, and high school. The study was conducted by usingthe method of research and development carried out experiments in which this research is consideringthe second year in which the CAI instructional model and formation animation 3dimensi been designedbefore. The study was conducted at the elementary school level, junior high, and high school located inthe southern Garut, with through stratified random sampling. The results showed that the speed ofinformation processing of learning both exact and social groups (IPS) conducted junior high schoolstudents were more superior than the elementary or high school students, through Computer AssistedInstruction teaching model loaded with animation 3dimensi formation.
PEMANFAATAN APLIKASI KINEMASTER DALAM PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN DI SD 03 KOTO PULAI: KineMaster Application in Creating Learning Videos at SD 03 Koto Pulai fira saputri; Adam Mudinillah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.876

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, terutama dalam hal teknologi, makin banyak pula keuntungan yang bisa didapatkan apabila kita bisa mengimbanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran di sekolah dasar melalui penggunaan aplikasi KineMaster di kalangan pemula, guru-guru di sekolah dasar, serta muda-mudi yang membuat media pembelajaran berbasis multimedia sebagai bahan ajar ataupun penugasan kuliah. Saat pandemi Covid-19, proses belajar mengajar pun turut berubah. Jika semula para guru terbiasa memberi materi lewat buku, sekarang bahan ajar diberikan lewat media online berupa ebook, kelas digital, atau video pembelajaran. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para guru SD 03 Koto Pulai, Provinsi Sumatra Barat untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam membuat media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi KineMaster. KineMaster memiliki beberapa fitur yang menarik di antaranya background, musik; penggabungan video yang terputus, dan memasukkan animasi yang menarik lainnya. Aplikasi KineMaster adalah aplikasi yang pintar dalam editing video yang bisa tampil di layar smartphone dan di laptop yang dilengkapi dengan Android yang bekerja sangat profesional dan lengkap dengan fitur menarik. Metode dalam penelitian ini bersifat kualitatif yang mengandung makna lebih dalam. Pelaksanaan pengabdian ini diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan, yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Persiapan dilakukan dengan melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan para guru dalam kegiatan pengajaran di kelas. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan media daring, yaitu dengan aplikasi Zoom, dilanjutkan dengan praktik langsung dibantu oleh tim, disertai dengan tanya jawab dan latihan oleh para peserta pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan di SD 03 Koto Pulai, Provinsi Sumatra Barat. Tahap pelaporan dilakukan setelah selesainya kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dalam satu sesi pengabdian pada masyarakat, yaitu tanggal 30 November--04 Desember 2021 mulai pukul 09.00--12.00 WIB, bertempat di SD 03 Koto Pulai, Provinisi Sumatra Barat. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, para guru terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh tim pengabdi   Along with the development of the time, especially in terms of technology, more benefits can be obtained if we can make use of it. This study aims to develop learning media in elementary schools with KineMaster application by the beginners, elementary school teachers, and youths who make multimedia-based learning media as teaching materials or lecture assignments. During the COVID-19 pandemic, the teaching-learning process changes. The teachers were used to teaching with books, now they teach via online media such as ebook, digital class, and learning video. This community service aims to provide insights to SD 03 Koto Pulai teachers, West Sumatra Province to improve their abilities and knowledge in making learning media with KineMaster application. KineMaster has several interesting features such as the background, music, combiing two videos, nad adding interesting animation. KineMaster application is a professional and interesting smart application for video editing that can be used in smartphones or laptops with Android system. This research is a qualitative research with deep insight. The community service is carried out in three phases: preparation, implementation, and reporting. Preparation is done through preliminary survey to know what are needed by the teachers in their teaching process in the class. Implementation of training is conducted via Zoom, and continued with team-guided[1]practice and question-answer session. This activity is carried out in SD 03 Koto Pulai, West Sumatera Province. Reporting is made after the community service is completely done. The community service is carried out for 5 days, from 30 November – 04 December 2021 at 9 a.m. to 12 a.m. Western Indonesian Time at SD 03 Koto Pulai, West Sumatera Province. The result shows that the teachers are very enthusiastic in attending every session delivered by the team.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue