cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
Pengaruh Modeling Instruction dalam Mengantarkan Siswa Menguasai Topik Suhu dan Kalor Serta Aplikasinya: The Effect of Modeling Instruction in Enhancing Students’ Understanding on the Topic of Temperature and Heat as well as Their Applications Zainul Mustofa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.890

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana modeling instruction mengantarkan siswa menguasai konsep suhu dan kalor serta aplikasinya dalam bidang informatika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 34 siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Al Munawwariyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kenaikan nilai n-gain rata-rata sebesar 0,49 (medium) dengan effect size sebesar 1,04 (sangat tinggi). Fasilitas pembelajaran modeling instruction, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memodelkan masalah, berhasil mengantarkan siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam membuat model konversi suhu, deteksi suhu berbasis Arduino, dan analisis perpindahan kalor dalam sistem central processing unit (CPU). Beberapa materi, di mana pencapaian siswanya signifikan, adalah konversi suhu, perpindahan kalor, dan analisis troubleshooting pada sistem pendingin CPU. The purpose of this research is to find out how modeling instruction leads students to master the concept of temperature and heat as well as their application in the field of informatics. This research is an experimental research with one group pretest[1]posttest design. The research subject consists of 34 students of Computer and Network Engineering at SMK Al Munawwariyyah. The result shows that there is an increase in the average n-gain value of 0.49 (medium) with the effect size of 1.04 (very high). Modelling instruction learning facilities, that allow students to model problems, have successfully led students to improve their abilities in making models of temperature conversion, Arduino-based temperature detection, and analysis of heat transfer in the central processing unit (CPU) system. Some materials, of which the students make significant achievement, are temperature conversion, heat transfer, and troubleshooting analysis in CPU cooling system.
BESEK PAPRING : ANTARA MATA PENCAHARIAN, PRESERVASI BUDAYA, DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA: Besek Papring: Local Wisdom as An Alternative Media for Mathematic Learning Rachmaniah Mirza Hariastuti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.926

Abstract

Besek adalah bagian dari kearifan lokal warga lingkungan Papring Kecamatan Kalipuro Banyuwangi. Pembuatan besek merupakan salah satu mata pencaharian warga Papring yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Besek terbuat dari anyaman bambu dengan pola tertentu yang hasil akhirnya merupakan produk bangun tiga dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembuatan besek Papring, mengidentifikasi etnomatematika dalam proses pembuatan besek, serta menerapkan hasil identifikasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika operasi hitung perkalian di Sekolah Adat Kampoeng Batara (SAKB) dan Kelompok Belajar (Pokjar) Kampoeng Batara. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Validasi data dilakukan dalam bentuk triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan secara kualitatif sesuai indikator yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media iratan bahan pembuat besek dapat digunakan untuk memahamkan proses penyelesaian perkalian pada peserta didik yang belum hafal perkalian Besek is one of the local wisdoms of the Papring people in Kalipuro Sub-district, Banyuwangi District. Besek production has become one of Papring people livelihoods which is transmitted from generation to generation. Besek is made of bamboo webbing with a certain pattern, of which the final product is a three-dimensional product. This study aims to explore the making of Papring besek, identify ethnomathematics in the process of Papring besek making, and apply the results of ethnomathematical identification in learning mathematics of multiplication operations at SAKB and Pokjar of Kampoeng Batara. This is a qualitative study, where the researcher acts as the main instrument. Data collection is carried out through the method of observation, interview, documentation, and test. Data validation is by method triangulation as well as source triangulation. Data is analyzed qualitatively in accordance with the determined indicators. The study result shows that the iratan, material for making besek, can be used to explain multiplication completion to the students who have not memorized multiplication.
Implementasi Kurikulum Berbasis At Home Dalam Pengembangan Karakter Di Homeschooling Kak Seto Tangerang Selatan: The Implementation of At-home-based Curriculum with Interactive Learning Media in Characters Development of Homeschooling Zahra Fadhilah Putri; Nurkholifatul Maula
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.950

Abstract

Berdasarkan data Kemendikbud, tercatat pada tahun 2019 ada sebanyak 159.075 anak putus sekolah. Banyaknya pengalaman peserta didik yang kurang baik, seperti bullying dan kurikulum yang dinilai terlalu kaku, menjadi dasar bagi sebagian masyarakat untuk memilih pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum berbasis at home dalam pengembangan karakter anak pada Homeschooling Kak Seto, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan informan. Informan penelitian ini adalah staf kurikulum dan tutor Homeschooling Kak Seto, Tangerang Selatan. Implementasi kurikulum berbasis at home diawali dengan melakukan asesmen, interviu, konseling, dan standar penerimaan peserta didik baru ataupun orang tua yang bertujuan untuk menyesuaikan antara kebutuhan peserta didik dan program belajar. Selama kegiatan belajar mengajar, tutor mengondisikan suasana pembelajaran yang nyaman dengan kegiatan pembiasaan hingga akhir kegiatan belajar mengajar. Tutor juga memberikan apresiasi dan melakukan tanya jawab dengan anak terkait bagaimana perasaan siswa setelah melakukan pembelajaran dan bagaimana isi dari materi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum berbasis at home menjadi inovasi dalam pengembangan karakter siswa yang didasarkan pada kebutuhan, potensi, minat bakat, perkembangan, dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi baik akademik maupun nonakademik yang berguna bagi dirinya ataupun lingkungannya melalui program pembiasaan dan talent class, serta melihat perkembangan siswa melalui tujuh penilaian sikap. Berdasarkan data Kemendikbud, tercatat pada tahun 2019 ada sebanyak 159.075 anak putus sekolah. Banyaknya pengalaman peserta didik yang kurang baik, seperti bullying dan kurikulum yang dinilai terlalu kaku, menjadi dasar bagi sebagian masyarakat untuk memilih pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum berbasis at home dalam pengembangan karakter anak pada Homeschooling Kak Seto, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan informan. Informan penelitian ini adalah staf kurikulum dan tutor Homeschooling Kak Seto, Tangerang Selatan. Implementasi kurikulum berbasis at home diawali dengan melakukan asesmen, interviu, konseling, dan standar penerimaan peserta didik baru ataupun orang tua yang bertujuan untuk menyesuaikan antara kebutuhan peserta didik dan program belajar. Selama kegiatan belajar mengajar, tutor mengondisikan suasana pembelajaran yang nyaman dengan kegiatan pembiasaan hingga akhir kegiatan belajar mengajar. Tutor juga memberikan apresiasi dan melakukan tanya jawab dengan anak terkait bagaimana perasaan siswa setelah melakukan pembelajaran dan bagaimana isi dari materi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum berbasis at home menjadi inovasi dalam pengembangan karakter siswa yang didasarkan pada kebutuhan, potensi, minat bakat, perkembangan, dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi baik akademik maupun nonakademik yang berguna bagi dirinya ataupun lingkungannya melalui program pembiasaan dan talent class, serta melihat perkembangan siswa melalui tujuh penilaian sikap.
RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA MASYARAKAT DIGITAL: The Relevance of Integrated Local Wisdom-based Social Study Learning Method in the Digital Society Era Ahmad Tohri; Huldiya Syamsiar; Abdul Rasyad; Abdul Hafiz; Rizkah Rizkah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.951

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pustaka dari berbagai tulisan ilmiah yang relevan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi metode pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan budaya lokal di era masyarakat digital. Teknik analisis menggunakan analisis domain dan analisis isi secara sistematis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran IPS terpadu berorientasi pada kebermaknaan tujuan dan pencapaian pembelajaran terkait dengan penyiapan peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam membangun Indonesia dan menjalin interaksi antar masyarakat internasional sebagai salah satu wujud keterampilan abad ke-21, yaitu kolaborasi. Metode pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal relevan dengan tujuan pendidikan nasional sebagai upaya mewarisi dan melestarikan budaya bangsa serta membangun karakter bangsa melalui pendidikan. Rasionalisasi metode pembelajaran IPS terpadu di era masyarakat digital berfungsi sebagai pendorong dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk memahami sesama manusia, peduli terhadap relasi teman sebaya dan relasi sosial, serta menjadi filter individu dan kontrol sosial. dalam menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan. Selain itu, metode pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal juga sangat relevan dan strategis untuk pengajaran dan penanaman nilai-nilai kearifan, perilaku demokratis, pengambilan pelajaran dari masa lalu, identifikasi dan refleksi realitas kehidupan saat ini, sikap optimis tentang masa depan, dan tanggung jawab. Media sosial merupakan bagian dari masyarakat global yang saling terhubung dan bergantung di era masyarakat digital   This study is a literature review from some relevant scientific literatures. The objective of this study is to know the relevance of integrated local-wisdom-based social science learning method in the digital society era. Analysis technique is through domain and content analysis systematically and contextually. The study result shows that integrated local-wisdom-based social science learning method is oriented to the meaningfulness of learning objectives as well as achievements in relation to the student preparation to actively participate in developing Indonesia and establishing interaction among international society as the realization of one of the 21st century skills, collaboration. Integrated local-wisdom-based social science learning method is relevant to the national education objectives of inheriting and conserving nation culture as well as constructing nation characters through education. Rationale of the integrated social science learning method in digital society era functions as a driving factor for the student awareness in understanding human being, caring for friendship as well as social relationship, and being individual filter as well as social controller for the future changes and challenges. Besides, integrated local[1]wisdom-based social science learning method is also relevant and strategic for the teaching and implanting local wisdom values, democratic attitudes, lesson learning from the past, identification as well as reflection of the reality of current life, and optimistic attitude toward the future, and responsibility. Social media is part of global society who relates and depends each other in the digital society era.  
EVALUASI PEMANFAATAN E-MODUL SEBAGAI BAHAN BELAJAR MANDIRI DALAM PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU: Evaluation of E-Module Utilization as Self-directed Learning Materials in Teachers’ Competency Improvement Program Rica Yanuarti; Ita Utari; Dwi Harianti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.972

Abstract

Peran e-modul sebagai sarana pembelajaran mandiri dalam program peningkatan kompetensi guru yang bernama Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi atau PembaTIK sangatlah penting, khususnya dalam membangun interaktivitas dan motivasi belajar peserta PembaTIK saat tidak ada pertemuan tatap muka konvensional. Proses belajar dan pengembangan diri PembaTIK tahun 2021 dilaksanakan secara daring dan jarak jauh. Namun, belum diketahui sejauh mana efektivitas pemanfaatan 16 (enam belas) e-modul PembaTIK 2021 sebagai sarana belajar guru dalam meningkatkan kompetensi. Kualitas dan kebermanfaatan e-modul sebagai bagian dari sistem PembaTIK juga perlu dievaluasi sebagai tolok ukur dan referensi apabila perlu dilakukan perbaikan. Melalui kajian ini, dilakukan evaluasi penilaian terhadap lima aspek e-modul oleh ahli dan penjaringan pendapat peserta mengenai efektivitas penggunaan dan kebermanfaatan e-modul melalui kuesioner. Hasil evaluasi e-modul oleh ahli menyatakan bahwa aspek kualitas isi/substansi e-modul mendapat indeks nilai A, sedangkan aspek pembelajaran, bahasa, kelengkapan media, dan grafis memperoleh indeks nilai B. Hasil kuesioner menunjukkan persepsi responden yang sangat positif di atas 90% terhadap penggunaan dan kebermanfaatan e-modul. Kesimpulan kajian adalah e-modul program peningkatan kompetensi guru ini sudah cukup baik sebagai bahan belajar mandiri. Namun, perlu ada peningkatan kualitas pada beberapa aspek, terutama untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar, daya tarik belajar, keberlanjutan, dan keselarasan dalam kesatuan sistem program. Rekomendasi kajian evaluasi ini dapat dijadikan referensi dan standar untuk peningkatan kualitas e-modul pada waktu mendatang   The role of e-modules to facilitate self-directed learning in teacher’s competency improvement named Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi or PembaTIK significantly matters, particularly to build the interactivity and learning motivation of program participants when there are no face-to-face conventional classes. Learning process and the competency building of PembaTIK 2021 was held in distance and online mode. The circumstances that consider as a problem is the effectiveness of 16 (sixteen) PembaTIK e-modules utilization as learning materials to enhance teacher’s competence is not yet known. Evaluation also required to determine the quality and usefulness of e-modules as a subsystem in the PembaTIK program. The results of the evaluation can be used as benchmarks and references if improvements are needed. This evaluative study was generated by a quantitative method of e-modules assessment by the experts to evaluate five aspects including 1) substance; 2) instructional; 3) linguistic; 4) learning media; 5) graphics and visualization. And the second method is a survey to gather the user’s opinions about the quality aspect of effectiveness and usefulness of e-modules. The results of the data analysis can be summarized as follow: there is a diversity of e-modules quality and different conformity level on e-modules aspects. Some e-modules need to be revised. Recommendations from this evaluation study can be utilized as a reference and standard for e-modules development in the future.  
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR SPASIAL MELALUI AKTIVITAS GEOGRAPHIC INQUIRY PADA PROJECT BASED LEARNING BERDEFERENSIASI : The Effect of Differentiated Project-based Learning with Geographic Inquiry Activities to Students’ Spatial Thinking Skill Dwi Angga Oktavianto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1015

Abstract

Penelitan ini mengkaji aktivitas geographic inquiry pada project-based learning untuk meningkatkan berpikir spasial siswa. Diferensiasi yang dimasukkan sebagai variable moderator berupa gaya belajar. Subjek penelitian ini adalah 64 siswa SMK yang belajar pemetaan topografi pada Program Keahlian Geologi Pertambangan. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dua jalur, dengan faktorial 2x3 melalui program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan signifikan antar model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir spasial, dengan nilai sig 0,003; 2) ada perbedaan signifikan antar gaya belajar terhadap keterampilan berpikir spasial, dengan nilai sig 0,004; dan 3) ada interaksi signifikan antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap keterampilan berpikir spasial, dengan nilai sig 0,000. Aktivitas geographical inquiry pada project-based learning paling sesuai digunakan pada siswa dengan gaya belajar kinestetik. This research examines geographic inquiry activities in project-based learning to improve students' spatial thinking skill. The differentiation included as a moderator variable is the students’ learning style. The subject of this research is 64 Students who learn topographic mapping in Geological Mining Vocational Program. The achieved data is analyzed by using two lines ANOVA with the 2x3 factorial through SPSS 24 program. The result shows that: 1) there is significant difference between the learning models to spatial thinking skill, with the sig value of 0.003; 2) there is significant difference between the learning styles to spatial thinking skill, with the sig value of 0.004; and 3) there is significant interaction between the learning model as well as learning style and spatial thinking skill, with sig value 0.000. Geographical inquiry activities in project-based learning is most suitable used by the students with kinesthetic learning style.  
Developing Interactive Digital Modules on Discovery Learning to Improve Students Learning Interest: Developing Discovery Learning-based Interactive Digital Modules to Increase Students’ Learning Interest Rianhe Binthariningrum Hanatan; Endang Yuniastuti; Baskoro Adi Prayitno
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.862

Abstract

Pembelajaran sistem daring pada masa pandemi Covid-19 menyebabkan menurunnya minat belajar siswa yang dipantau dari kegiatan observasi pada kelas eksperimen. Penurunan minat belajar siswa didukung oleh data studi literatur dan hasil data observasi pada kelas eksperimen. Penambahan suplemen Modul Digital Interakif sebagai media pembelajaran merupakan sarana pelengkap untuk menambah maksimalnya proses daring dengan model Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kelayakan Modul Digital Interaktif berbasis model Discovery Learning; dan 2) meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D yang diringkas dan dioptimalkan menjadi 3D. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling yaitu pada kelas XI MIPA 2 berjumlah 35 siswa SMA Negeri I Karanganyar tahun pelajaran 2020/2021. Instrumen penelitian meliputi perangkat pembelajaran, lembar observasi, panduan wawancara, dan angket. Angket terdiri dari validasi penilaian ahli angket, validasi penilaian ahli materi, validasi penilaian ahli media, validasi penilaian ahli pembelajaran, validasi penilaian ahli praktisi, angket minat belajar, angket analisis kebutuhan siswa dan angket respons siswa terhadap media. Teknik analisis data terdiri dari deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan analisis Rasch di aplikasi Winstep 3.73. Hasil dari penelitian adalah: 1) Modul Digital Interaktif berkategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan hasil penilaian ahli praktisi, ahli pembelajaran, ahli media, dan ahli materi; dan 2) ada peningkatan minat belajar siswa berdasarkan hasil analisis data pre-angket dan post-angket minat belajar yang dianalisis menggunakan teknik analisis Rasch dengan metode stacking. Online learning system during the covid-19 pandemic era has impacted students’ learning interest to decrease as of the observation on experiment class. The decrease of students’ learning interest is confirmed by the data of literary review and the observation result on the experiment class. Adding the supplement of Interactive Digital Module as learning media is a complement to maximize the online learning process with Discovery Learning model. The objectives of this research are 1) to know the feasibility of Discovery Learning-based Interactive Digital Modules; and 2) to increase students’ learning interest. This research is a development research with 4D model which is summed up into 3D. The sample of this research is done with purposive sampling method, i.e. 35 students of MIPA XI Class in SMA Negeri 1 Karanganyar the academic year of 2020/2021. The instruments applied in this research are learning equipment, observation form, interview guidance, and questionnaire. The questionnaires consist of validation by questionnaire experts, validation by material experts, validation by media experts, validation by educational experts, validation by practitioners, learning interest questionnaire, students’ need questionnaire, and students’ to-media-response questionnaire. Data analysis technique are qualitative descriptive and quantitative descriptive by using Rasch analysis technique in the application of Winstep 3.73. The result of this research are that: 1) Interactive Digital Modules are very feasible to be used in learning process based on the evaluation by practitioners, educational experts, media experts, and material experts; and 2) there is an increase on students’ learning interest based on the analysis results on the data of pre-questionnaire and post-questionnaire by Rasch analysis technique with stacking method.
PENERAPAN MODEL DIKLAT DARING GURU KEJURUAN PADA MATA DIKLAT PERENCANAAN JARINGAN KOMPUTER DI BBPPMPV BOE MALANG: Online Training Model for Vocational Teachers on the Subject of Computer Network Planning at BBPPMPV BOE Malang Zainuddin Nasution; Siyamta Siyamta; Kusuma Dewi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.883

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model dan pola pembelajaran yang dapat diterapkan pada masa pandemi covid-19. Pandemi virus corona (Covid -19) saat ini sedang melanda seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Dengan adanya Covid -19 ini, maka telah mengubah strategi dan model pembelajaran, baik pada preservice training maupun inservice training. Karena kebijakan pemerintah yang melarang pembelajaran tatap muka selama pandemi covid-19, perlu dicarikan alternatif pembelajaran lain yang tidak mempertemukan secara fisik pada dimensi ruangan dan waktu yang sama. Salah satu model yang diterapkan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika Malang (BBPPMPV BOE Malang) adalah pelaksanaan diklat pada mata diklat Perencanaan Jaringan Komputer dengan model daring. Penelitian ini menggunakan metode R&D. Dalam pengembangannya, diklat ini menggunakan ADDIE model, yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Berdasarkan dari hasil kajian pustaka, penerapan model, dan pengamatan di lapangan, diperoleh model pembelajaran daring penuh dengan pola 45 JP yang terdiri dari materi umum (3 JP), materi pokok (40JP), dan materi penunjang (2 JP). Materi tersebut disampaikan secara online. Sementara itu, untuk menghadirkan kelas praktik kepada peserta diklat daring guru kejuruan secara sinkronous dan real time, digunakan kegiatan Live Session (LS) sebanyak 4 kali dalam 1 diklat daring. Model ini cocok diterapkan sebagai salah satu alternatif pembelajaran daring guru kejuruan terutama di era pandemi. The objective of this study is to discover learning models and patterns that could be applied during the COVID-19 pandemic era. The coronavirus pandemic (Covid -19) is currently sweeping all over the world, including Indonesia. The existence of Covid -19 has been changing the learning strategies and models, both in preservice training and in-service training. Vecause the government forbids face-to-face learning to take place during the Covid-19 pandemic era, alternative learning that doesn’t apply face-to-face learning in the same space and time dimension should be made. One of the models applied by the Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang is the implementation of online training on the Subject of Computer Network Planning. This Research is conducted based on the R & D method with ADDIE stepping i.e. Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Based on the results of the literature review, application of models, and field observations, a full online learning model is obtained with 45 LH pattern consisting of general material (3 LH), subject matter (40 LH), and supporting material (2 LH). The material is delivered online. Meanwhile, to present online practical classes to vocational teachers synchronously and in real-time, 4 Live Sessions (LS) are applied in a single training. This model is suitable to apply as an alternative for vocational teacher training, especially during the pandemic era. 
Pengembangan Blog Sekolah Terintegrasi dengan Rumah Belajar: Rumah Belajar-integrated School Blog Development Salma Nabila
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.944

Abstract

Latar belakang pengembangan blog sekolah di SDN Kenjeran 248 Surabaya adalah kurangnya sarana komunikasi dan informasi yang efektif antara peserta didik, pendidik, dan orang tua peserta didik. Hingga saat ini, sekolah belum memiliki blog yang berfungsi sebagai web gratis yang dapat diakses oleh semua pihak terkait. Oleh karena itu, pengembangan blog sekolah menjadi suatu kebutuhan yang penting. Tujuan pengembangan blog sekolah terintegrasi dengan Rumah Belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari materi secara lebih lengkap, dengan waktu yang lebih fleksibel, dan dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-langkah pengembangan blog sekolah terintegrasi dengan Rumah Belajar di SDN Kenjeran 248 Surabaya meliputi pengkajian kebutuhan dan pengumpulan data awal, perencanaan pembuatan blog sekolah terintegrasi dengan Rumah Belajar, uji substansi oleh ahli isi dan ahli desain pembelajaran, revisi dari ahli isi dan ahli desain pembelajaran, uji coba lapangan pada kelompok kecil, perbaikan produk operasional, uji coba operasional pada kelompok besar, perbaikan produk akhir, dan diseminasi produk akhir. Jenis penelitian yang dilakukan dalam pengembangan blog sekolah terintegrasi dengan Rumah Belajar ini adalah penelitian pengembangan. Dalam penelitian ini, model yang digunakan adalah model Borg and Gall. Model ini merupakan salah satu model yang sering digunakan dalam penelitian pengembangan. Model ini terdiri atas sepuluh langkah yang mencakup perencanaan, pengembangan, dan evaluasi produk atau inovasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa blog sekolah terintegrasi dengan Rumah Belajar yang sedang dikembangkan memiliki kualitas yang layak, dan sebaiknya disebarluaskan ke seluruh peserta didik dan pihak terkait di SDN Kenjeran 248 Surabaya.   The background for the school blog development at SDN Kenjeran 248 Surabaya is the lack of effective means of communication and information among the students, the educators, and the students’ parents. Until now, the school has not got any blog that functions as a free website that can be accessed by all parties involved. Therefore, a school blog development becomes an important requirement. The objective of Rumah Belajar-integrated school blog development is to give students the opportunity to learn material in a more complete manner, with more flexible time, and in a pleasant atmosphere. The steps of developing a Rumah Belajar-integrated school blog at SDN Kenjeran 248 Surabaya are need analysis and initial data collection, planning for Rumah Belajar-integrated school blog development, substance testing by content experts and instructional design experts, revisions from content experts and instructional design experts, testing field trials on small groups, operational product improvements, operational trials on large groups, final product improvements, and final product dissemination. The type of this research on Rumah Belajar-integrated school blog development is development research. In this study, the model used is the Borg and Gall model. This model is one of the models that is often used in development research. This model consists of ten steps which include planning, developing, and evaluating the product or innovation. The conclusion of this study is that the Rumah Belajar-integrated school blog which is being developed is of decent quality, and should be disseminated to all students and related parties at SDN Kenjeran 248 Surabaya.
Pengembangan PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE SITES PADA MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI MA MA’ARIF CILAGENI KADUNGORA: Development Of Google Site-Based Learning Media On Physics Class XI MA Ma'arif Cilageni Kadungora Ela Islanda Ela; Deni Dermawan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang valid, efektif, dan efisien pada mata pelajaran fisika Kelas XI MA Ma’arif Cilageni. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). Web pembelajaran berbasis google sites yang dibuat terdiri dari beberapa menu yaitu Home, Tujuan Pembelajaran, Materi, Video, Simulasi, dan menu Evaluasi. Tahap analisis adalah tahapan untuk melaksanakan analisis kebutuhan dan menganalisis kurikulum. Pada tahap desain yaitu melakukan perancangan data, perancangan navigasi, serta membuat garis besar pemograman (GBPM), storyboard dan flowchart. Pada tahap pengembangan yaitu melakukan pengembangan mulai dari tampilan, video pembelajaran, deskripsi penjelasan berupa audio dan visual, gambar, link (daftar hadir siswa, tugas, simulasi praktikum dan contoh video tentang elastisitas). Tahap terakhir yaitu evaluasi dengan validasi oleh dua ahli media dan dua ahli materi serta respons pengguna yang diuji coba (guru fisika). Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan nilai sebesar 85,55% dengan kategori “sangat layak” digunakan, oleh ahli materi 90% dengan kategori “sangat layak” digunakan, dan respons pengguna 89,37% dengan kategori “sangat layak” digunakan. Uji efektivitas dilakukan dengan menggunakan tes objektif. Tes dilakukan pada siswa Kelas XI MIPA yang jumlahnya 30 orang. Berdasarkan hasil tes, siswa yang memperoleh nilai fisika di atas KKM sebanyak 27 orang atau 86%. Dengan demikian, media pembelajaran website mata pelajaran fisika materi elastisitas dikatakan “efektif” digunakan dalam pembelajaran. Uji efisiensi dilakukan untuk mengetahui tanggapan guru terhadap efisiensi penggunaan media Google Sites yang dikembangkan. Hasil Uji efisiensi guru menunjukkan nilai sebesar 92,033% dengan kategori “sangat efisien” yang meliputi tiga aspek penilaian yaitu aspek penilaian kualitas dengan rata-rata nilai sebesar 93,55% dengan kategori “sangat efisien”; aspek penilaian karakteristik media yang memilki nilai rata-rata sebesar 90,15% dengan kategori “sangat efisien”; dan aspek penilaian manfaat sebesar 91,4% dengan kategori “sangat efisien”. Dengan demikian, berdasarkan hasil uji validitas, efektivitas, dan efisiensi, media pembelajaran berbasis google sites yang dikembangkan ini layak dipakai sebagai salah satu media pembelajaran pada mata pelajaran fisika Kelas XI MIPA. Pada tahap evaluasi, dilakukan uji coba implementasi media pembelajaran google sites sebanyak tiga kali. Pada uji coba ke-1 nilai rata-rata pre-test siswa adalah 65 dan post-test 75. Pada uji coba ke-2 nilai rata-rata pre-test siswa adalah 67 dan post-test 78. Pada uji coba ke-3 nilai rata-rata pre-test siswa adalah 78 dan post-test 80. Peningkatan nilai hasil belajar dapat terjadi secara bertahap seiring dengan peningkatan penggunaan media pembelajaran yang telah direvisi sesuai kebutuhan siswa dan penyesuaian metode pembelajaran. Data ini memberikan indikasi bahwa media pembelajaran google sites memiliki potensi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.   This objective of this study is to produce valid, effective, and efficient learning media on the subject of Physics for 11th graders of MA Ma'arif Cilageni. This study uses the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation and evaluation). The learning media created consists of Main Page, Learning Objectives Page, Material Page, Video Page, Simulation Page, and Evaluation Page. Analysis stage is the step to analyze the needs and the curriculum. At the design stage, we design data, design navigation, and make program outlines, storyboards, and flowcharts. Development stage is to conduct development starting from the display, learning videos, audio and video description, pictures, link (students’ presence list, assignment, practicum simulation, and video such as about elasticity). The last stage is evaluation which is done through validation by two media experts and two material experts as well as the users’ response (physics teachers). The validation result by the media experts shows the score of 85.55% with category of “very appropriate” to use, by the material experts of 90% with the category of “very appropriate” to use, and the response from the users of 89,37% with the category of “very appropriate” to use. Effectivity test is done by using objective test. The test is applied to the 11th graders of MIPA amounting 30 students. Based on the test result, the number of students achieving scores of above the Minimum Completeness Criteria is 27 students or 86%. Therefore, website learning media for the subject of physics on elasticity is determined “effective” to be used. Efficiency test is done to know the teachers’ response on the use of developed google site media. The result of efficiency test from the teachers shows a score of 92,033% with the category of “very efficient” consisting of three aspects of evaluation, namely quality evaluation of 93,55% in average with the category of “very efficient”, media characteristic evaluation of 90,15% in average with the category of “very efficient”, and benefit evaluation of 91,4% in average with the category “very efficient”. Therefore, based on the validity, effectivity, and efficiency tests, google sites-based learning media developed is suitable to be used as one of learning media on 11th MIPA grades physic subject. At the evaluation stage, three times of google site learning media implementation trials are conducted. In the first trial, the students’ pre-test average score is 65, while the post-test is 75. In the second trial, the students’ pre-test average score is 67, while the post-test is 78. In the third trial, the students’ pre-test average score is 78, while the post-test is 80. The increase on the students’ learning outcomes takes place gradually in line with the increase of learning media usage having been revised in accordance with the students’ needs as well as learning method adjustment. This data indicates that google site learning media has great potentials to enhance the students’ learning achievement.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue