cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
PEMANFAATAN RUMAH BELAJAR PADA PEMBELAJARAN DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Yulia Isratul Aini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.785

Abstract

Dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, banyak pembelajaran yang harus dilakukan dengan model pembelajaran jarak jauh atau tatap muka terbatas. Agar tercapai tujuannya, model pembelajaran seperti itu tentunya memerlukan berbagai upaya tertentu, yang salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar. Namun, pemanfaatan portal Rumah Belajar masih memiliki beberapa kendala, seperti banyak guru yang belum mengenal portal Rumah Belajar, kesulitan sinyal internet untuk mengakses portal Rumah Belajar, dan belum tergalinya kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui apa dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan guru dalam memanfaatkan portal Rumah Belajar untuk pembelajaran di masa adaptasi kebiasaan baru secara maksimal. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang terkait dengan teori dan konsep mengenai pemanfaatan portal Rumah Belajar di masa adaptasi kebiasaan baru. Data pendukung studi ini adalah data sekunder berupa informasi yang tertuang dalam laporan, artikel, dan lainnya. Data dianalisis melalui teknik analisis isi dengan pengelompokan informasi yang didapat dan disajikan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan portal Rumah Belajar di masa adaptasi kebiasaan baru dilakukan dengan:(1)  meningkatkan frekuensi penggunaannya; dan (2) menerapkan model-model pembelajaran dengan memanfaatkan media yang ada di dalam fitur-fitur portal Rumah Belajar, yaitu bahan belajar dalam bentuk video, audio, dan web, media praktikum untuk pembelajaran IPA dan matematika pada jenjang SMP dan SMA, serta media berlatih mengerjakan soal-soal. In order to prevent the spread of Covid-19, a lot of learning activities must be carried out in the model of distance- learning or limited face-to-face learning. To make it work, such learning model requires various efforts. One of them is bybutilizing “Rumah Belajar” portal. However, utilizing Rumah Belajar portal still has some problems: a lot of teachers did not know “Rumah Belajar” portal yet; internet coverage to access portal Rumah Belajar is still limited in certain areas difficult to; and teachers’ creativity in developing learning that utilize of Rumah Belajar portal is still limited. The objective of this study is to find out what and how the teachers efforts in utilizing Rumah Belajar portal for learning in the new normal effectively. The method applied in this study is literature review which is related to the theory and concept on utilizing of Rumah Belajar portal during the new normal adaptation. Supporting data for this study is secondary data which derives from reports, articles, and others. Data is analysed through the technique of content analysis by grouping the information. The result of the analysis shows that utilizing “Rumah Belajar” portal in new normal adaptation effectively is by: (1) increasing the utilization of “Rumah Belajar” portal; and (2) applying learning models by using content available in “Rumah Belajar” portal as: (a) learning material in the form of video, audio, and website; (b) applying virtual practicum media in science and mathematics in the level of junior high school and senior high school; and (c) to practice in solving questions.
Evaluasi Keberhasilan Penerapan Media Audio Gelaria (Gerak Lagu Anak Ceria) dalam Meningkatkan Fisik Motorik Pada Anak di TK Laboratori Pedagogia Yogyakarta innayah innayah innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.738

Abstract

Media audio Gelaria (Gerak Lagu Anak Ceria) telah diterapkan di dalam pembelajaran pada TK Laboratori Pedagogia Yogyakarta. Namun, masalahnya adalah bahwa sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan evaluasi keterlaksanaan pemanfaatannya sehingga tidak dapat diketahui tingkat keberhasilannya. Studi ini merupakan studi kasus di TK Laboratori Pedagogia Yogyakarta. Tujuan evaluasi yang dibahas di dalam tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilan penerapan media audio Gelaria dalam meningkatkan fisik motorik anak-anak TK Laboratori Pedagogi Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah evaluasi program model Kirkpatrick dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa: 1) reaksi peserta didik  menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran melalui pemanfaatan media audio Gelaria berada pada kriteria sangat berhasil (83%); 2) proses belajar peserta didik melalui pemanfaatan media audio Gelaria menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran pada kriteria sangat berhasil (76%); 3) perilaku peserta didik menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran dengan media audio Gelaria pada kriteria berhasil (50%); 4) dampak pemanfaatan media audio Gelaria pada peserta didik menunjukkan keterlaksanaan belajar mereka pada kriteria berhasil (70%), yang dapat diketahui melalui berbagai kejuaraan lomba yang diikuti berkaitan dengan kegiatan fisik motorik; dan 5) penerapan pemanfaatan media audio Gelaria, baik dari sisi SDM pendidik, sarana prasarana, maupun dana yang tersedia secara umum tidak mengalami kendala. Sebagai simpulan, dapat dikemukakan bahwa media audio Gelaria dapat dimanfaatkan di Taman Kanak-Kanak lainnya yang kondisinya tidak jauh berbeda (sekolah imbas). Namun, disarankan agar lembaga pengembang media audio Gelaria memberikan bimbingan teknis penerapan pemanfaatan media audio Gelaria kepada para pendidik dan sekaligus juga mengkaji ulang sintak penerapan pemanfaatan media audio Gelaria. The audio media of Gelaria (Gerak Lagu Anak Ceria or Cheerful Children's Song and Movement) has been implemented in the learning process at the Pedagogia Laboratory Kindergarten, Yogyakarta. However, until now, there has never been any evaluation on its implementation, so that the success degree cannot be identified. This is a case study in Pedagogia Laboratory Kindergarten, Yogyakarta. The objective study is to determine the success degree of the Gelaria audio media implementation in improving the students’ motoric physic at Laboratori Pedagogia Kindergarten, Yogyakarta. The method applied is the Kirkpatrick program evaluation model with qualitative descriptive analysis. The result shows that: 1) The students’ reaction indicates that learning feasibility by using Gelaria audio media is the category of highly successful (83%); 2) The students’ learning process by using Gelaria audio media indicates that the learning feasibility is also in the category of highly successful (76%); 3) Students’ behavior indicates that the learning feasibility by using Gelaria audio media is in the category of successful (50%); 4) The impact of Gelaria audio media implementation on the students indicates that the learning feasibility is in the category of successful (70%), which can be identified from various motoric-physical championships they have attended; and 5) In terms of Human Resources, infrastructures, as well as finance, the implementation of Gelaria audio media has no constraints. It can be summarized that Gelaria audio media can be implemented other Kindergardens that have relatively-common condition (induced schools). However, it is recommended that the institution developing Gelaria audio media should provide technical assistances to teachers on how to implement it, and also continuously review its implmentation syntax.
PEMANFAATAN EDMODO OLEH PENGAWAS SEKOLAH DALAM MEMBIMBING GURU MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Nfn Sumarso
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.590

Abstract

Salah satu tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melakukan pembimbingan guru. Seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pengawas Sekolah dapat memanfaatkan kecanggihan TIK untuk mempermudah tugas-tugas kepengawasan. Salah satu bentuk kemajuan TIK yang dapat digunakan oleh Pengawas Sekolah dalam melakukan pembimbingan guru adalah Edmodo. Edmodo merupakan social network berbasis lingkungan sekolah (school-based environment) yang dikembangkan oleh Nicolas Borg and Jeff O’Hara, dengan fitur-fitur pendukung proses belajar-mengajar. Penelitian dilakukan terhadap 20 orang guru yang tergabung di dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Melalui Edmodo, Pengawas Sekolah melakukan penilaian terhadap guru dengan menggunakan penilaian proses, penilaian pengetahuan melalui kuis, dan penilaian produk berupa Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang disusun guru dan diunggah di Edmodo. Hasil penilaian menunjukkan rata- rata untuk penilaian proses: 71,25, penilaian kuis: 80,80, dan penilaian produk: 84,90. Edmodo dapat digunakan Pengawas Sekolah sebagai media untuk melakukan pembimbingan guru secara jarak jauh. Pembimbingan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan Edmodo adalah pembimbingan guru dalam menyusun proposal PTK. One of the main tasks of School Superintendent is to guide teachers. As the Information and Communication Technology (ICT) develops, School Superintendents can take the advantage of it to facilitate their supervisory tasks. One of ICT development forms that can be used by School Superintendent in guiding teachers is Edmodo. Edmodo is a school-environment-based social network that is developed by Nicolas Borg and Jeff O’Hara, with learning-teaching- process supporting features. The study is carried on to 20 teachers who are members of Subject Teacher Discussion Forum (MGMP) of Physical Education, Sports, and Health. Through Edmodo, School Superintendents assess teachers by using process assessment, knowledge assessment through quizzes, and product assessment in the form of Class Action Research proposals made by the teachers and uploaded into Edmodo. The assessment result shows that the mean of process assessment is 71.25; the knowledge assessment through quizzes is 80.80; and the product assessment is 84.90. Edmodo can be used by School Superintendents as a medium to conduct distant guidance to the teachers. Guidance that can be done by utilizing Edmodo is guiding teachers in arranging Class Action Research proposals.
MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM METODE BERCERITA Mohammad Siddiq; Hartini Salama; Ahmad Juma Khatib
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.496

Abstract

Cerita atau dongeng semestinya berada pada posisi pertama dalam mendidik etika kepada anak. Mereka cenderung menyukai dan menikmatinya, baik dari segi ide, imajinasi, maupun peristiwa-peristiwanya. Jika hal ini dapat dilakukan dengan baik, cerita akan menjadi bagian dari seni yang disukai anak-anak, bahkan orang dewasa. Dalam hal pendidikan anak, khususnya tentang bercerita, penting bagi orang tua dan guru untuk memilih cerita dan cara penyampaian kepada anak-anak secara tepat. Perkembangan teknologi masa kini tentu dapat mendukung cara penyapaian cerita agar lebih menarik lagi bagi anak. Penelitian yang menggunakan pendekatan paradigma kualitatif dengan metode telaah pustaka (literature study) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana memilih cerita, dan bagaimana cara menyampaikannya pada anak dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berdasarkan kajian ini, dapat diketahui bahwa pemanfaatan TIK dalam mendukung penyampaian cerita sekurangnya memiliki dua aspek, yaitu efek visual dan efek audio. Oleh karena itu, pencerita hendaknya dapat mempelajari bagaimana merancang dan memanfaatkan TIK tersebut secara optimal untuk menyampaikan cerita.Stories or tales should be in the first position in educating ethics to children. They tend to like and enjoy it, in terms of the ideas, imaginations, as well as events. If this can be done well, story will be a part of the art that the children, and even the adults, love. In child education, especially in storytelling, it is important for parents and teachers to choose stories and ways of delivering them to the children properly. The development of today’s technology can certainly support the ways of storytelling to be more interesting to children. The objective of this research is to get understanding on how to choose stories and on how to deliver them to the children by using Information and Communication Technology (ICT). This research applies qualitative paradigm approach with the method of literature study. Based on this study, the use of ICT in storytelling has at least two aspects, namely visual and audio effects. Therefore, the storytellers should be able to learn how to design and use ICT to deliver stories optimally.
PENGEMBANGAN VIDEO ASAM BASA BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI Dewi Handayani; Rina Elvia; Mia Maysella Aditia; Muzanip Alperi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.620

Abstract

Pemahaman siswa terhadap konsep materi asam basa masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pemahaman konsep dari siswa yang masih kurang ini disebabkan oleh belum adanya penerapan konsep yang tepat, efisien, dan akurat dalam memecahkan masalah. Salah satu solusi yang diberikan adalah penggunaan video pembelajaran berbasis lingkungan. Pengembangan video pembelajaran berbasis lingkungan ini dibuat agar siswa menjadi lebih tertarik dan senang belajar. Dengan demikian, siswa lebih mudah memahami konsep asam basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman konsep siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 03 Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Four D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebarluasan. Namun demikian, pada penelitian ini, tahap penyebarluasan tidak dilakukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 03 Bengkulu Utara yang berjumlah 100 orang. Sampel yang didapat dari uji normalitas pada uji coba skala kecil terdiri atas 12 siswa di kelas XI IPA 4 dan uji coba skala besar terdiri atas 25 siswa di kelas XI IPA 1. Data penelitian ini diperoleh dari hasil soal tes uraian untuk mengukur pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video asam basa berbasis lingkungan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa, yang tergambarkan dengan peningkatan persentase nilai rata-rata sebesar 88,8% dengan “kategori baik sekali”.Students' understanding on acid-base concept is still low. It is indicated by high number of students who have not reached the minimum completion criteria (KKM). The students’ low understanding is caused by the fact that there has not been any proper, efficient, as well as accurate concept application to solve problems. One of the solutions is the use of environment-based learning videos. Environment-based learning video is made to make the students more interested and happier to learn. Therefore, they can understand the concept of acid-base more easily. The aim of this research is to measure the understanding on acid-base concept of class XI IPA students in SMA Negeri 03 Bengkulu Utara. This research applies Four D development model, i.e. defining, designing, developing, and disseminating. However, this research doesn’t go until “disseminating”. The population of this research is all students of class XI IPA in SMA Negeri 03 Bengkulu Utara amounting of 100 students. Sampling is from normality test to small scale trial, i.e. 12 students of class XI IPA 4 and big scale trial, i.e. 25 students of class XI IPA 1. The data of this research is from the result of essay question test to measure the students’ understanding. The result shows that the use of environment-based acid-base video can increase the students’ conceptual understanding, indicated by the increase of the students’ average score of 88,8% which belongs to the category of “very good”. 
PEMANFATAN SENSOR ANDROID SEBAGAI MEDIA EKSPERIMEN PADA MATERI GERAK HARMONIS SEDERHANA Harjono MSi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.666

Abstract

Pemanfaatan aplikasi android sebagai media pembelajaran semakin luas dan banyak digunakan oleh guru maupun siswa dalam belajar. Namun, pemanfaatan aplikasi android dan sensor yang tertanam dalam smartphone android belum banyak digunakan dalam dunia pendidikan khususnya bidang sains dan utamanya pelajaran fisika. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat percobaan atau eksperimen menggunakan smartphone android dengan memanfaatkan aplikasi dan sensor pada android beserta lembar kerja praktikum (LKP), serta mengetahui seberapa efektif media ini digunakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN CMBBS dengan mengadopsi pengembangan model ADDIE yang meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Tahap Analysis dilakukan dengan menganalisis kebutuhan media dengan fokus pada siswa dan materi. Tahap Design adalah membuat rancangan media, yaitu media percobaan ayunan sederhana menggunaan android. Pada tahap ini, ada tahapan validasi ahli materi. Tahap selanjutnya adalah tahap Development atau Pengembangan, yaitu proses mewujudkan rancangan menjadi sebuah produk. Pada tahap ini juga dilakukan uji coba kelas. Selanjutnya adalah tahap Implementation, yaitu mengimplementasikan media dalam kegiatan pembelajaran. Responden penelitian ini adalah siswa yang akan melakukan uji coba media dan sebagian diantaranya akan mengimplementasi media. Penelitian berhasil mengembangkan alat praktikum ayunan sederhana menggunakan aplikasi phyphox dan mengembangkan LKP untuk mempermudah penggunaan oleh siswa. Alat praktikum dan LKP yang disusun dinyatakan sangat layak untuk digunakan berdasarkan indikator kelayakan media baik dari segi tampilan, efisiensi, desain alat, keberfungsian alat, dan kemenarikan berdasarkan validasi validator dan respon uji siswa. Hasil penggunaan produk menunjukkan hasil yang baik dengan nilai rata-rata siswa di atas kriteria ketuntasan minimal.The utilization of android application as learning media by teachers and students is getting wider. However, the utilization of android application and censor installed in android smartphone for education, especially in Physics, is still little. The objectives of this research are to develop an experimental tool by using android smartphone, its application and censor, as well as its experimental worksheet, and to know how effective this media usage is. This research is carried out at SMAN CMBBS with ADDIE research development model: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The Analysis phase is conducted through analyzing the need for media with the focus on the students and the material. The Design phase is by creating media design, i.e. android-based simple pendulum experimental media. The Development phase is to realizing the design into a product. In this phase, there is a classical trial. The next phase is Implementation, i.e. utilizing the media in the learning activities. For Student respondents, they are divided into respondents for media testing and respondents for media implementation. The research succeeds in developing a simple pendulum practicum tool by using the phyphox application and a practicum worksheet for easier usage by the students. The practicum tools and worksheets are stated highly feasible to use based on the media feasibility indicators: features, efficiency, tool design, tool functionality, and attractiveness that have been validated by the validators and students’ test responses. The tool utilization shows a good result, indicated by the average score that is higher than the Minimum Completeness Criteria.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI ANDROID (Andaired) TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK BAHASA ARAB SISWA Ainy Khairun Nisa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.671

Abstract

Di Indonesia pembelajaran bahasa asing dianggap sebagai salah satu pelajaran yang cukup sulit untuk dipelajari, terlebih pada pembelajaran bahasa Arab. Kurangnya media pembelajaran di sekolah menjadi salah satu faktor kesulitan siswa dalam belajar. Kesulitan mempelajari bahasa Arab juga ditambah dengan latar belakang siswa yang berbeda-beda. Untuk meminimalisir kesulitan tersebut, guru dituntut tidak hanya terampil dalam mengajar namun juga dapat memanfaatkan media yang ada sehingga para siswa dapat belajar dengan mudah dan tidak bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi Andaired terhadap keterampilan menyimak siswa yang telah dibuat oleh peneliti sendiri. Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas X MAN 1 Konda, Kendari, pada April 2019 dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Analisisnya menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan data yang bersifat kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari aplikasi Andaired yang digunakan terhadap keterampilan menyimak siswa, maka pembelajaran menyimak dapat dilakukan menggunakan ponsel karena materi dari buku telah dikonversi ke aplikasi Andaired dan hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata sebesar 26.87%, yaitu dari 74,05 menjadi 93,95. Media pembelajaran sangat diperlukan dalam pembelajaran bahasa Arab sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah dan menarik. In Indonesia, learning a foreign language is considered one of the lessons that is quite difficult to learn, especially in Arabic learning. Lack of instructional media in schools is one of the factors for students’ difficulties in learning. The difficulty of learning Arabic is also added to the different backgrounds of students. So that to minimize these difficulties, teachers are required not only to be skilled in teaching but also to be able to take advantage of existing media so that students can learn easily and not get bored. This study aims to determine the effect of Andaired applications on students’ listening skills that have been made by the researchers themselves. This research was conducted on Class X students of MAN 1 Konda, Kendari in April 2019 using experimental quantitative research methods. Data collection techniques using observation, interviews, and tests. The analysis uses descriptive analysis to explain qualitative data. The results of this study indicate the influence of the Andaired application used on students’ listening skills, so listening learning can be done using an Andaired phone because the material from the book has been converted to an Andaired application and the final results of this study indicate an increase in the average value of 26.87%, that’s from 74.05 to 93.95. Learning Media is indispensable in learning Arabic so that learning becomes easier and interesting.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN FISIKA JENJANG SMA Ika Kurniawati; Saleh Sarifudin; Widawati Widawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.733

Abstract

Fisika, sebagai salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains, termasuk pelajaran yang agak sulit untuk dipahami oleh siswa. Perlu ada upaya untuk mengatasi kesulitan ini, antara lain dengan memanfaatkan media video. Apakah media video ini dibutuhkan oleh siswa? Tampaknya perlu dilakukan analisis kebutuhan untuk hal ini. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk memotret dan mendapatkan informasi tentang kebutuhan pengembangan media video pembelajaran mata pelajaran Fisika jenjang SMA. Informasi kebutuhan ini antara lain meliputi kebijakan inovasi pembelajaran berbasis TIK di sekolah, pemanfaatan media pembelajaran oleh guru ataupun siswa, data kesulitan belajar siswa, topik/materi apa saja yang menjadi kesulitan belajar siswa, pemanfaatan media video pembelajaran oleh guru ataupun siswa, pemanfaatan media video pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, dan kesesuaian media video dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan secara daring pada bulan April 2020. Responden penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa jenjang SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner, wawancara, dan studi literatur/dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan media pembelajaran. Agar pemanfaatan media pembelajaran ini efektif, perlu dipertimbangkan minat siswa, karakteristik media pembelajaran, dan data kesulitan belajar siswa yang banyak berhubungan dengan mata pelajaran Matematika dan Fisika.  Untuk itu, media pembelajaran yang direkomendasikan untuk dikembangkan adalah media video pembelajaran untuk mata pelajaran Fisika.Physics, one of the subjects in science clump, is considered to be a subject that is difficult to understand by the students. There needs to be some efforts to overcome this difficulty, such as by utilizing video media. Is this video media needed by the students? Need analysis for this seems to be necessary. This need analysis is carried out to describe and get information about the need for instructional video development on Physics of Senior High School level. The information is about ICT-based learning innovation policies at school, media utilization by teachers and students, students’ learning difficulties, difficult topics for the students to learn, instructional video usage by the teachers and students, instructional video usage to overcome students’ learning difficulties, and the inlineness of the instructional video in overcoming the students’ learning difficulties. The research is carried out online in April 2020. The respondents in this research include principals, teachers, and students in Senior High School level. The data is procured through questionnaire, interview, and literary review. The research result shows that the learning process can be enhanced by optimizing the usage of instructional media. To make the usage of instructional media effective, it is necessary to consider the students’ interest, instructional media charactersitics, and students’ learning difficulties which are related to Physics and Mathematics. Therefore, the recommended instructional media to develop is instructional video on Physics.   
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GERAK DAN LAGU ANAK CERIA (GELARIA) DI TK NEGERI PEMBINA KABUPATEN JENEPONTO Arie Kurniawan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.734

Abstract

Gerak dan Lagu Anak Ceria (GELARIA) dikembangkan untuk menumbuhkembangkan kemampuan fisik motorik anak usia dini. GELARIA merupakan sebuah model pembelajaran gerak dan lagu di mana bentuk gerakan disesuaikan dengan lirik lagu untuk anak usia dini 4 hingga 6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan model GELARIA di TK mulai dari sebelum, selama, dan setelah pemanfaatan. Hal ini juga meliputi pengamatan performa anak selama pembelajaran, hambatan yang dihadapi, hingga langkah yang diambil guru dalam menyelesaikan masalah. Responden dari penelitian ini adalah 15 anak TK Negeri Pembina Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Sebelum pemanfaatan, guru terlebih dahulu mempelajari petunjuk pemanfaatan dan memberikan contoh gerakan secara berulang, Selama pemanfaatan, guru mengkondisikan suasana pembelajaran hingga anak mampu melakukan gerakan dari awal sampai akhir tanpa bantuan dari guru. Setelah pemanfaatan, guru memberikan apresiasi dan melakukan tanya jawab dengan anak terkait isi dari program audio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio GELARIA mampu menstimulasi kemampuan seni dan fisik motorik anak usia dini. Hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan alat pemutar, ruang belajar yang kurang mendukung, perbedaan minat belajar anak, penggunaan bahasa dalam program tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini, serta opening program yang terlalu lama. Gerak dan Lagu Anak Ceria (GELARIA) is developed to foster the physical motoric abilities of early age children. GELARIA is a movement and song learning model in which the movement is aligned with the the song lyrics for early age children of 4 through 6 years old. The objective of this research is to know how GELARIA learning model is implemented in TK Negeri Pembina Kabupaten Jeneponto before, during, and after the utilization. This also includes children performance observation during the learning process, the problems faced, as well as the teachers’ response to solve the problems. The objects of this research are 15 children at TK Negeri Pembina Kabupaten Jeneponto. This research applies descriptive method with observation and interview. Before the utilization, the teacher learns the guidance book and repeatedly gives movement examples. During the utilization, the teacher makes the learning condition so that the children are able to make all movements from beginning to end without their teacher’s help. After the utilization, the teacher gives appreciation and delivers ask-and-answer session with the children regarding the content of the audio media. The obstacles faced are the limited number of playing equipment, unsupportive study rooms, differences in children's learning interests, the language that is not in accordance with the level of early age children development, and the program opening that is too long.
POLA UMUM PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN PUSAT SUMBER BELAJAR (PSB) DIGITAL DI SEKOLAH: Utilization of Digital Learning Resource Center (LRC) for Learning Innovation Ade Koesnandar; Yan Setiawan; Saleh Sarifudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.740

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan pola umum pengelolaan dan pemanfaatan pusat sumber belajar (PSB) digital atau berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah. Adapun permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimana ketersediaan dan kondisi secara umum PSB di sekolah; 2) bagaimana pola pengelolaan dan pemanfaatan PSB di sekolah; dan 3) bagaimana implementasi PSB dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis TIK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei online, yang dilanjutkan dengan pendalaman data melalui testimoni tertulis. Responden adalah peserta bimbingan teknis (bimtek) PSB kelas daring sebanyak 279 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada Februari sampai dengan Mei 2020. Teknik analisis data menggunakan statistik perbandingan, yang kemudian dilakukan pendalaman data melalui testimoni tertulis dari responden. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan penting, yaitu: 1) sebagian besar sekolah belum memiliki fasilitas PSB yang memadai, bahkan terdapat 20%  responden yang menjawab bahwa sekolahnya belum memiliki layanan PSB; 2) pada sebagian sekolah yang telah memiliki layanan PSB, terdapat empat pola pengelolaan, yaitu a) perangkat berpindah, b) kelas berpindah, c) kelas berjaringan lokal, d) PSB terkoneksi internet; dan 3) implementasi PSB dalam pengembangan inovasi pembelajaran telah terjadi walaupun masih pada jumlah yang terbatas. Perlu dilakukan penelitian pengembangan lanjutan sekaligus percepatan tumbuhnya ketersediaan PSB di sekolah. Sosialisasi, pelatihan, bimtek, serta dukungan kebijakan dalam rangka mendorong pemanfaatan PSB digital untuk mengembangkan inovasi pembelajaran masih harus dilakukan secara terus-menerus.   This research is intended to find the general pattern of management and utilization of digital or ICT-based learning resource center (LRC) in schools. The research problems are: 1) how the availability and general condition of LRC in schools is; 2) how the pattern of management and utilization of LRC in schools is; 3) how the implementation of LRC in developing ICT-based learning innovations is. This research applies descriptive method. Data collecting is through online survey, which is continued by data deepening through written testimonial. Respondents are 279 participants of online LRC technical assistance. Data collection is carried out from February to May 2020. The data is analyzed with comparative statistics technique, which is, then, followed by data deepening through the written testimonials from the respondents. The result shows three important findings: 1) most schools have not had adequate LRC facilities, in fact, 20% of the respondents state that their schools have not had PSB service at all; 2) in some of the schools that have got LRC facilities, there are four management patterns: a) mobile equipment, b) mobile class, c) local network class, and d) internet connected class; and 3) implementation of LRC in developing learning innovation has been done, even though still in limited number. It is necessary to carry out further development research as well as to encourage the accelerated growth of the availability of LRC in schools. Socialization, training, technical assistance, and policy support to encourage the use of digital LRC to develop learning innovations still have to be done continuously.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue