cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
Pengembangan Media Sistem Kerja Sensor Berbasis Internet of Things (IoT) pada Program Industri 4.0 SMK Basirung, Muhammad Romario; Wahyudi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1084

Abstract

The development of the industrial revolution 4.0 era and the technology has been influencing various sectors, including education in Vocational High Schools. This educational institution needs to improve students' knowledge and skills in the industry so that they have high competitiveness in the era of the industrial revolution 4.0. One of the most important fields of science in the industrial revolution 4.0 is the Internet of Things (IoT). Therefore, this research aims to develop an IoT-based microcontroller trainer media as an essential learning material in SMK that is valid, practical, and effective. The research method used is Research and Development (R&D) with the modification of 2 development models, namely Waterfall and Prototype. The modification results in syntax/development stages suitable for designing and developing learning products, namely IoT-based sensor learning media. This research is conducted in 5 stages, namely 1) Needs Analysis; 2) Design; 3) Feasibility Test; 4) Implementation; and 5) Evaluation and Revision. The result shows that the IoT-based microcontroller trainer media developed has a very high validity in terms of media and material presented. In addition, the implementation of this trainer media also receives positive responses from students who state that the use of this media trainer is very good.
Pembuatan Media Pembelajaran Geografi Berbasis Android Kelas XII dengan Menggunakan Aplikasi Kodular: Designing an Android-Based Geography Learning Media for 12th Grade Using Kodular Application Huda, Akhmad Huda; Faiz Zahro; Ita Jazariyah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1102

Abstract

Pembelajaran Geografi untuk siswa masih mengandalkan metode konvensional. Guru memberikan penjelasan melalui ceramah dengan bantuan media papan tulis, sementara siswa mencermati isi buku pelajaran selama proses pembelajaran. Pendekatan ini menyebabkan pembelajaran kurang efektif, kurang menarik, serta lambat dipahami oleh siswa. Hal ini pada akhirnya memengaruhi tingkat prestasi mereka sehingga perlu dirancang sebuah media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran yang menarik khususnya pada mata pelajaran Geografi kelas XII dengan memanfaatkan aplikasi Kodular berbasis Android. Perancangan media pembelajaran ini menggunakan metode waterfall, yang terdiri atas tahap analisis kebutuhan perangkat lunak, desain perangkat lunak, pembuatan kode program, pengujian, dan pemeliharaan. Pengujian media pembelajaran menggunakan metode Black-box testing yang difokuskan pada fungsionalitas aplikasi untuk memastikan pemenuhan spesifikasi kebutuhan. Hasil pengujian dengan metode Black-box testing menunjukkan bahwa media pembelajaran ini valid dengan semua tombol dan halaman berfungsi dengan baik. Dampak penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan media pembelajaran yang relevan dan efektif dalam konteks pendidikan Geografi di tingkat kelas XII.   Geography learning for students still relies on conventional methods. Teachers provide explanations through lectures using a chalkboard, while students follow the content of textbooks during the learning process. This approach results in less effective, less engaging, and slower comprehension by students. Consequently, it affects their academic performance, necessitating the design of an attractive learning medium. This research aims to design a Geography learning medium for grade XII using the Kodular application based on Android. The design of this learning medium employs the waterfall method, which consists of software requirements analysis, software design, coding, testing, and maintenance stages. The learning medium was tested using the Black-box testing method, focusing on the application's functionality to ensure it meets the specified requirements. The results of the Black-box testing indicate that the learning medium is valid, with all buttons and pages functioning properly. The impact of this research can contribute positively to the development of relevant and effective learning media in the context of Geography education at the XII grade level
Pengembangan Multimedia Interaktif AR ‘TereDaman’ Berbasis Problem Based Learning Dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar Intan Nabila, Nadania; Syarif Sumantri; Linda Zakiah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1112

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengembangkan Multimedia Interaktif Augmented Reality ‘TereDaman’ berbasis Problem Based Learning (PBL) yang layak digunakan dan mampu meningkatkan hasil belajar IPA pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Subjek pada penelitian ini adalah 17 orang peserta didik kelas V SDN Rawamangun 07 Pagi serta 3 orang ahli sebagai validator yaitu Ahli media, Ahli materi dan Ahli Bahasa yang ketiganya merupakan dosen PGSD FIP UNJ. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research & Development) dengan model ADDIE yang dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan (Development). Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix Methods dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan kuisioner analisis kebutuhan, lembar validasi ahli, serta angket respon siswa terhadap media. Hasil Penelitian ini adalah berdasarkan hasil uji validasi ahli materi sebesar 86,11% dengan kategori Sangat Baik (SB), ahli media memperoleh persentase sebesar 96,05% dengan kategori Sangat Baik (SB), dan ahli bahasa sebesar 87,5% dengan kategori Sangat Baik (SB). Kemudian, berdasarkan uji coba peserta didik one to one, small group dan field test memperoleh persentase sebesar 96,43%, 97,62%, dan 96,43% dengan kategori Sangat Baik (SB). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Multimedia Interaktif AR ‘TereDaman’ Berbasis PBL inilayak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPA materi sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V Sekolah Dasar.     This research aims to develop Interactive Multimedia Augmented Reality ‘TereDaman’ based on Problem Based Learning (PBL) which is suitable for use and is able to improve science learning outcomes on the Human Circulatory System material. The subjects in this research were 17 class V students at SDN Rawamangun 07 Pagi and 3 experts as validators, namely media experts, material experts and language experts, all three of whom were lecturers at PGSD FIP UNJ. This research uses the R&D (Research & Development) research method with the ADDIE model which is carried out only up to the development stage. This research uses a Mix Methods approach using data collection techniques in the form of interviews and needs analysis questionnaires, expert validation sheets, and student response questionnaires to the media. The results of this research are based on the validation test results of material experts of 86.11% in the Very Good (SB) category, media experts obtained a percentage of 96.05% in the Very Good (SB) category, and language experts 87.5% in the category Very Good (SB). Then, based on one to one, small group and field test student trials, they obtained percentages of 96.43%, 97.62% and 96,43% in the Very Good (SB) category. So it can be concluded that the PBL-based AR Interactive Multimedia ‘TereDaman’ is feasible and effective for use in learning science material on the human circulatory system for fifth grade elementary school students
FACEBOOK APPLICATION AS ELECTRONIC PORTFOLIO IN SPEAKING ASSESSMENT OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE: A Case Study of Indonesian Junior High School Students: Aplikasi Facebook sebagai Portofolio Elektronik dalam Penilaian Berbicara Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing: Studi Kasus pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di Indonesia Wulandari , Dwi Siska; Suryoputro, Gunawan; Mulyono, Herri
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1119

Abstract

This qualitative study investigates the use of Facebook as an electronic portfolio (e-portfolio) for assessing English as a Foreign Language (EFL) speaking proficiency. It investigates whether Facebook as an e-portfolio helps students assess their speaking skills due limited time in the class. In particular, the focus is on the students' engagement in speaking tasks and their views on the e-portfolio-based evaluation. The study took place for three months in a private junior high school in Jakarta which consisted of 20 students. Classroom observations, questionnaires, and reflective journals were employed to collect the data. Using Kose's coding strategy (2006), the data was transcribed and coded. This unveiled the students' strategies for using Facebook to document speaking activities, with most relying on memorization (54%). The research also affirmed the effectiveness of Facebook as an e-portfolio instrument and found that Facebook is integrated well, giving positive results in operational descriptions, compatibility, and evaluative judgments. While some students perceived the benefits of adopting the e-portfolio via Facebook, the overall feedback tends to be favorable acceptance and appreciation of the tool. The feedback highlights the significance of teachers' digital proficiency in guiding students, given the lack of a comprehensive scoring system, so that emphasizing the necessity for a structured-speaking rubrics for consistent evaluations. This study highlights the use of Facebook as an e-portfolio tool by providing useful insights into students' strategies, motivation, and perceptions, suggesting implications for language learning through technology-mediated assessment.   Penelitian kualitatif ini menyelidiki penggunaan Facebook sebagai elektronik portofolio (e-portofolio) untuk menilai kemahiran berbicara Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah aplikasi Facebook sebagai e-portofolio dapat menilai kemampuan berbicara Bahasa inggris siswa yang bermasalah dalam keterbatarasan waktu dalam kelas Secara khusus. Fokus penelitian ini adalah keterlibatan siswa dalam tugas-tugas berbicara dan pandangan mereka terhadap evaluasi berbasis e-portofolio. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan dan dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama swasta di Jakarta yang  terdiri dari 20 orang siswa. Observasi kelas, kuesioner, dan jurnal reflektif digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan menggunakan strategi pengkodean Kose (2006), data ditranskrip dan diberi kode. Hal ini mengungkap strategi siswa dalam menggunakan Facebook untuk mendokumentasikan kegiatan berbicara, dengan sebagian besar mengandalkan hafalan (54%). Penelitian ini juga menegaskan keefektifan Facebook sebagai instrumen e-portofolio dan menemukan bahwa Facebook terintegrasi dengan baik, memberikan hasil yang positif dalam deskripsi operasional, kompatibilitas, dan penilaian evaluatif. Meskipun beberapa siswa merasakan manfaat mengadopsi e-portofolio melalui Facebook, umpan balik secara keseluruhan condong ke arah penerimaan yang baik dan apresiasi terhadap alat tersebut. Umpan balik tersebut menyoroti pentingnya kemahiran digital guru dalam membimbing siswa, mengingat kurangnya sistem penilaian yang komprehensif, sehingga menekankan perlunya rubrik penilaian yang terstruktur untuk evaluasi yang konsisten. Studi ini menyoroti penggunaan Facebook sebagai alat e-portofolio dengan memberikan wawasan yang berguna tentang strategi, motivasi, dan persepsi siswa, serta memberikan implikasi untuk pembelajaran bahasa melalui penilaian yang dimediasi oleh teknologi.
Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pasca Pandemi Covid-19: Utilization of the Freedom Teaching Platform for Islamic Education Instruction Post-Pandemic Covid-19 Arifin, Rusjdy Sjakyakirti; Nurmulia, Fatma; Ilham; Syifa Anaqi, Danish
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1125

Abstract

Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah platform teknologi yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek untuk memfasilitasi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. Pada saat penelitian ini berlangsung, PMM ini sudah dimanfaatkan oleh guru-guru dari sekitar 291.741 sekolah dari seluruh Indonesia, termasuk guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menganalisis pemanfaatan PMM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pendidikan agama Islam di sekolah umum pasca-pandemi Covid-19. Ada tiga subfokus yang akan diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini, yaitu kesiapan guru PAI dalam memanfaatkan PMM, pemanfaatan PMM untuk pembelajaran PAI, serta kendala dalam pemanfaatan PMM untuk pembelajaran PAI. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara, pengamatan, dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan di dua sekolah, yaitu SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, Tangerang Selatan dan SMA Muhammadiyah 2 Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru PAI dari kedua sekolah tersebut sudah sangat siap memanfaatkan PMM untuk meningkatkan kinerja pembelajaran mereka. Dari fitur-fitur yang ada, yang terbanyak digunakan adalah fitur Inspirasi dan fitur Mengajar. Sementara itu, fitur pengembangan diri masih kurang diminati oleh guru-guru PAI. Ditemukan juga ada beberapa kendala dalam pemanfaatan PMM ini secara optimal yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak yang berkepentingan The Freedom Teaching Platform or Platform Merdeka Mengajar (PMM) is a technology platform developed by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology to facilitate teachers and principals in teaching, learning, and working. When this research was conducted, PMM had been utilized by teachers from around 291,741 schools all over Indonesia, including Islamic Education teachers. This study analyzes the utilization of PMM to improve the quality of learning, especially in Islamic Education in public schools after the COVID-19 pandemic. Three sub-focuses will be studied and analyzed in this study, namely the readiness of Islamic Education teachers to utilize PMM, the utilization of PMM for Islamic Education learning, and obstacles in utilizing PMM for Islamic Education learning. The research was conducted using a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and document reviews. The research was conducted in two schools, namely SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, South Tangerang and SMA Muhammadiyah 2 Padang. The study results showed that Islamic Education teachers from both schools were very ready to utilize PMM to improve their learning performance. Of the existing features, the most used are the Inspiration feature and the Teaching feature. At the same time, the Professional Development feature was still less popular for Islamic Education teachers. It was also found that several obstacles in the optimal use of this PMM need attention from all interested parties.    
PEMBELAJARAN SCIENCE LITERACY DI MTSN 2 CIREBON MELALUI MODEL AUTHENTIC LITERACY: Investigation Of The Scientific Writing Program At Mtsn 2 Cirebon Through The Authentic Literacy Program Maula, Nurkholifatul; Kinang Darmaga Harahap
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1133

Abstract

Berdasarkan data dari PISA (2022), Indonesia memiliki nilai rata-rata sains untuk anak usia 15 tahun sebesar 383 poin, sedangkan rata-rata di negara-negara OECD adalah 485 poin. Pada tahun 2022, hasil rata-rata di bidang matematika, membaca, dan sains menurun dibandingkan tahun 2018. Program karya tulis ilmiah yang diimplementasikan di MTsN 2 Cirebon merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa karena sebelumnya siswa MTsN 2 Cirebon memiliki kemampuan literasi yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi program riset dan dampaknya terhadap kemampuan literasi siswa.  Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan teknik analisis kualitatif-kuantitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Program karya tulis ilmiah pada MTsN 2 Cirebon terbagi menjadi tiga langkah. Langkah pertama adalah implementasi pra-riset untuk memetakan kemampuan awal siswa. Kedua, fasilitator program mengombinasikan program dengan kemampuan membaca artikel ilmiah, menulis hasil analisis dari studi kasus, dan mempresentasikan. Ketiga, dengan adanya ketiga kemampuan tersebut, program ini dapat menciptakan siswa yang memahami teknik dalam membaca, menulis, dan mengomunikasikan hasil risetnya.     According to data from PISA (2022), Indonesia's average science score for 15-year-old students is 383 points, whereas the average score in OECD countries is 485 points. In 2022, the average results in mathematics, reading, and science declined compared to 2018. The scientific writing program implemented at MTsN 2 Cirebon is one of the strategies to improve students' literacy skills, as previously, students at MTsN 2 Cirebon had low literacy levels. This study aims to identify the implementation of the research program and its impact on students' literacy skills. This study employs a mixed-method approach with qualitative and quantitative analysis techniques. The findings of this study are as follows. The scientific writing program at MTsN 2 Cirebon is divided into three stages. The first stage is pre-research implementation to map students' initial abilities. Second, the program facilitators combine the program with the ability to read scientific articles, write analysis results from case studies, and present them. Third, with these three skills, the program can create students who understand the technical aspects of reading, writing, and communicating their research findings.  
Curriculum Transformation in Indonesia and Its Effect on Student Competencies: : Literature Study on 1947 Curriculum Until Merdeka Curriculum Fadhilah Putri, Zahra; Maula, Nurkholifatul
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1160

Abstract

: Indonesia telah mengalami perubahan kurikulum sejak tahun 1947 hingga saat ini, yaitu Kurikulum Merdeka. Pada transformasinya, kurikulum disesuaikan dengan kondisi sosial dan pembangunan di Indonesia.  Hingga saat ini,  transformasi kurikulum terus berjalan sebagaimana sifat kurikulum yang dinamis yang terdiri atas perubahan kurikulum sebagian ataupun menyeluruh seperti perubahan tujuan, isi, hingga media belajar yang dipengaruhi oleh model kurikulum yang dipakai tiap kurikulum dari tahun 1947 sampai Kurikulum Merdeka tahun 2020. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi transformasi kurikulum dari tahun 1947 sampai dengan Kurikulum Merdeka dari perspektif model kurikulum yang digunakan. Penelitian ini melakukan studi secara detail mengenai transformasi kurikulum dari tahun 1947 sampai dengan Kurikulum Merdeka dilihat dari perbedaan model kurikulum yang dipakai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan systematic literature review. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kurikulum tahun 1947 dan 1952 menggunakan model rekonstruksi sosial, kurikulum 1964 menggunakan model rekonstruksi sosial dan humanistik, kurikulum 1968 dan 1984 menggunakan model humanistik dan subjek-akademis, kurikulum 1994 menggunakan model rekonstruksi sosial dan subjek-akademis, Kurikulum KTSP (2004) menggunakan model humanistik, Kurikulum 2013 menggunakan model humanistik, rekonstruksi sosial, dan subjek-akademis, dan Kurikulum Merdeka menggunakan model humanistik, subjek-akademis dan teknologis.   Indonesia has undergone curriculum changes from 1947 to the present day with the Merdeka Curriculum. Throughout its transformation, the curriculum has been adjusted to the social conditions and development in Indonesia. Until now, the transformation of the curriculum continues, as the nature of the curriculum is dynamic, involving partial and comprehensive changes such as the modification of objectives, content, and learning media influenced by the curriculum models used from 1947 to the Merdeka Curriculum in 2020. Therefore, this study aims to describe and identify the curriculum transformation from 1947 to the Merdeka Curriculum from the perspective of the curriculum models used. This research conducts a detailed study on the curriculum transformation from 1947 to the Merdeka Curriculum by examining the different curriculum models applied. The research method uses a qualitative approach with a systematic literature review. The results of this study indicate that the 1947 and 1952 curricula used the social reconstruction model, the 1964 curriculum used both the social reconstruction and humanistic models, the 1968 and 1984 curricula used the humanistic and academic models, the 1994 curriculum used the social reconstruction and academic models, the KTSP Curriculum (2004) used the humanistic model, the 2013 Curriculum used the humanistic, social reconstruction, and academic models, and the Merdeka Curriculum uses the humanistic, academic, and technological models.
Correlation Between Experiential Learning and Micro-Learning Approaches in Enhancing Learning Quality Siregar, Eveline; Aswan, Dedy; Adning, Mohamad
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kualitas pembelajaran, Micro-learning, dan pembelajaran pengalaman dalam rangka mengoptimalkan pendidikan melalui pendekatan inovatif. Analisis menunjukkan hubungan positif yang signifikan di antara ketiga variabel tersebut, yang menggarisbawahi pentingnya integrasi metodologi baru dalam pendidikan. Pertama, ditemukan korelasi yang kuat antara kualitas pembelajaran dan Micro-learning (r = 0.590**, p < 0.01). Hal ini menunjukkan bahwa Micro-learning yang efektif mampu meningkatkan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Kedua, korelasi antara kualitas pembelajaran dan pembelajaran pengalaman juga signifikan (r = 0.726**, p < 0.01). Hal ini menegaskan dampak positif pengalaman belajar langsung terhadap pemahaman dan penerapan pengetahuan siswa. Ketiga, Micro-learning dan pembelajaran pengalaman menunjukkan korelasi yang signifikan (r = 0.694**, p < 0.01). Hal ini menunjukkan peran saling melengkapi dalam meningkatkan pengalaman belajar yang holistik. Implikasi praktis dari penelitian ini meliputi pengoptimalan pembelajaran melalui integrasi mendalam antara Micro-learning dan pembelajaran pengalaman, yang dapat mendukung pemahaman konseptual sekaligus mengembangkan keterampilan praktis siswa. Temuan ini mendorong pengembangan kurikulum berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Para pendidik dapat menyesuaikan strategi pengajaran dengan memanfaatkan Micro-learning untuk penyampaian konten yang terstruktur dan pembelajaran pengalaman untuk aplikasi di dunia nyata. Penelitian ini menekankan pentingnya metodologi pendidikan berkualitas tinggi untuk mencapai hasil belajar yang optimal dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak spesifik dari berbagai format Micro-learning serta efek jangka panjang dari pendekatan pembelajaran terintegrasi terhadap keberhasilan siswa dan kesiapan karier mereka.   The study investigates the relationship between the quality of learning, micro-learning, and experiential learning designed to improve education via innovative approaches. The analysis indicates a noteworthy positive correlation among these variables, highlighting the necessity of incorporating innovative strategies in education. A significant relationship is found between the quality of learning and micro-learning (r = 0.590**, p < 0.01), indicating that effective micro-learning improves overall learning outcomes. In a similar vein, the correlation between the quality of learning and experiential learning is noteworthy (r = 0.726**, p < 0.01), underscoring the beneficial effect of practical experiences on students' comprehension and utilization of knowledge. Additionally, there is a significant correlation between micro-learning and experiential learning (r = 0.694**, p < 0.01), highlighting their synergistic contributions to enhancing comprehensive learning experiences. The results indicate that combining micro-learning with experiential learning can enhance educational outcomes by fostering knowledge comprehension and hands-on skill acquisition. The results support the development of curriculum grounded in empirical evidence to enhance the quality of learning. Educators have the ability to customize approaches by employing micro-learning for organized content dissemination and experiential learning for practical application in real-world scenarios. This study highlights the importance of creative instructional methods in attaining the best results and equipping learners for upcoming challenges. Future studies may investigate various micro-learning formats and the enduring effects of integrated approaches on student achievement and career preparedness.
PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN TUGAS AKHIR BERBASIS APPSHEET: STUDI KASUS DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Chozin, Muhamad Nur; Maula
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan tugas akhir skripsi (TAS) berbasis Appsheet sebagai solusi atas keterbatasan sistem pemantauan yang ada di Universitas Negeri Yogyakarta. Permasalahan utama yang diidentifikasi mencakup rendahnya efisiensi dan minimnya dukungan terhadap interaksi mahasiswa dan dosen pembimbing dalam proses penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Penelitian berfokus pada kebutuhan di Departemen Administrasi Publik UNY. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem ProTAS menyediakan berbagai fitur unggulan, termasuk pemantauan progres berbasis grafik, penjadwalan seminar dan sidang, serta pelaporan bimbingan yang dapat diakses melalui perangkat web ataupun aplikasi mobile. Uji coba terhadap lima mahasiswa dan empat dosen pembimbing menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, masing-masing dengan skor rata-rata 4,30/5 dan 4,46/5. Sistem ini dinilai efektif dalam membantu penyelesaian tugas akhir secara efisien bagi dosen dan mahasiswa. Sebagai langkah pengembangan lebih lanjut, direkomendasikan penambahan fitur notifikasi otomatis dan integrasi dengan jadwal fakultas untuk mengoptimalkan fungsi sistem. This study aims to develop a thesis monitoring system (TAS) based on Appsheet as a solution to the limitations of the current monitoring system at Universitas Negeri Yogyakarta. The primary issues identified include low efficiency and insufficient support for interactions between students and their advisors during the thesis completion process. This research employs a research and development (R&D) approach using the 4D model (define, design, develop, disseminate). The study focuses on the needs at the Department of Public Administration at UNY. The development results show that the ProTAS system offers various advanced features, including progress tracking via graphs, seminar and defense scheduling, and supervision reporting accessible through both web and mobile applications. Trials conducted with five students and four advisors indicate high satisfaction levels, with average scores of 4.30/5 and 4.46/5, respectively. The system is deemed effective in facilitating the efficient completion of theses for both lecturer and students. For further development, it is recommended to add automatic notification features and integrate the system with the faculty's schedule to optimize its functionality.  
Teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Literasi Digital Mahasiswa terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran: Artificial Intelligence, Literasi Digital, Evaluasi Pembelajaran Supriyadi, Supriyadi; Nasution, Zainuddin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi terus mendorong penggunaan artificial intelligence (AI) pada cara pembelajaran mahasiswa di Indonesia. Keberadaan artificial intelligence (AI) telah memberikan dampak signifikan bagi dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh teknologi artificial intelligence (AI) dan literasi digital terhadap hasil belajar mata kuliah Evaluasi Pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 155 mahasiswa Program Sarjana, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Panca Sakti Bekasi. Data penelitian diperoleh dari instrumen teknologi artificial intelligence (AI) dan instrumen literasi digital yang valid dan reliabel; data hasil belajar mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Ekonomi diperoleh dari nilai ujian akhir semester gasal. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teknologi artificial intelligence berpengaruh positif terhadap hasil belajar mata kuliah Evaluasi Pembelajaran; kedua, terdapat pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar mata kuliah Evaluasi Pembelajaran; teknologi artificial intelligence (AI) dan literasi digital secara bersama-sama dan simultan berpengaruh terhadap hasil belajar mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Ekonomi. Simpulannya, teknologi artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran memerlukan pengawasan oleh dosen serta kemampuan dan integritas mahasiswa dalam bentuk literasi digital mahasiswa.   Technological developments continue to encourage the use of artificial intelligence (AI) in student learning in Indonesia. The existence of artificial intelligence (AI) has had a significant impact on the world of education. This research aims to reveal the influence of artificial intelligence (AI) technology and digital literacy on learning outcomes in Learning Evaluation Courses. The research method used is an associative quantitative method with a survey approach. The sampling technique used is random sampling with a sample size of 155 undergraduate students, Economic Education Study Program, Faculty of Education, Panca Sakti University Bekasi. The research data was obtained from artificial intelligence (AI) technology instruments and digital literacy instruments which were valid and reliable; data on learning outcomes for Economic Education Learning Evaluation Courses was obtained from final odd semester exam scores. The results of the first research revealed that artificial intelligence technology had a positive effect on learning outcomes in learning evaluation courses; secondly, there is the influence of digital literacy on learning outcomes in learning evaluation courses; artificial intelligence (AI) technology and digital literacy jointly and simultaneously influence learning outcomes in economic education learning evaluation courses. The conclusion is that artificial intelligence (AI) technology in learning requires supervision by lecturers as well as student ability and integrity in the form of student digital literacy.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue