cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
Pendidikan Karakter Bagi Anak-anak Melalui Serial Film Televisi Drs. Waldopo M.pd Drs. Waldopo M.pd
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.831 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.86

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pesan moral yang disampaikan oleh film serial pendidikan karakter Laskar Anak Bawang (LAB) pada episode “Tahu Sama Tempe” dan “Pak Kumal”. Film ini diproduksi oleh Pustekkom Depdiknas dan disiarkan oleh stasiun TVRI pada tanggal 6 dan 11 September 2000. Tahu Sama Tempe mewakili film-film serial pendidikan karakter yang berisikan wawasan keilmuan, sedangkan Pak Kumal mewakili film pendidikan karakter yang berisikan akhlak mulia. Penentuan sampel dilaksanakan secara randon (acak). Hasil randomisasi terpilih 10 lokasi yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Makassar, Mataram dan Kupang. Tiap kota yang terpilih; secara acak diambil 10 Sekolah Dasar (SD) yang mewakili SD di dalam kota dan yang di pinggiran kota; SD yang berstatus negeri dan SD yang berstatus swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum film dapat menyampaikan pesan moral secara efektif kepada siswa. Seluruh pesan moral yang ada di dalam episode Tahu Sama Tempe dapat mempengaruhi siswa secara efektif. Sedangkan pesan moral yang terkandung dalam episode Pak Kumal ada yang berpengaruh efektif tetapi ada juga yang tidak. Pesan moral yang berpengaruh efektif adalah: ‘Jangan main hakim sendiri’, ‘Kederwawanan’ dan ‘Kesediaan untuk meminta maaf’. Sedangkan yang tidak adalah ‘Jangan menilai orang dari penampakan luarnya’, dan ‘Motivasi membantu orang lain’. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disampaikan saran (1) agar Pustekkom menggandeng berbagai pihak yang berkepentingan untuk terus mengembangkan film-film serial televisi yang bermuatan pendidikan karakter, (2) film-film pendidikan karakter yang dikembangkan hendaknya berisikan wawasan keilmuan, wawasan kebangsaan dan akhlak mulia, (3) film-film pendidikan karakter yang telah diproduksi disamping disiarkan melalui stasiun televisi hendaknya juga di upload ke dunia maya seperti youtube, Jardiknas/e-dukasi.net, dan (4) penelitian serupa hendaknya dilaksanakan lagi dengan sasaran para siswa yang tinggal di daerah pedesaan dan daerah terpencil. Kata Kunci: Pendidikan karakter, Pesan moral, Film serial televisi, film lascar anak bawangAbstract: This research aimed to determine the effectiveness of moral massage delivered by Laskar Anak Bawang (LAB), a character building serial, in the episode of “Tahu Sama Tempe” and “Pak Kumal”. This film was produced by Pustekkom, Ministry of National Education and broadcast by TVRI on 6th and 11th of September, 2000. Tahu sama Tempe represented character building serial films containing scientific horizon, while Pak Kumal represented character building film containing noble character. Samples were taken randomly. The randomization resulted 10 locations which were Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Makassar, Mataram and Kupang. In each selected town 10 elementary schools were randomly selected. They represented urban elementary schools and suburban ones, public schools and private schools. The result of research showed that in general a film could deliver moral message effectively. All moral messages delivered within Tahu Sama Tempe episode could influence children effectively. While moral massages in Pak Kumal episode could not entirely influence, some of them could influence children effectively, while other messages could not. Ones that effectively influenced children were the following messages: not to act vigilante, generosity, and willing to apologized While other ones that did not influence effectively were: not to judge a book from the cover and motivation to help others. Base on the result, the following recommendations should be considered, they are: 1) Pustekkom should invite stakeholders to continue developing television serial film contains character education, 2) The character building films that will be developed should containscientific horizon, nationality, and noble character, 3) The character building films that had been developed should be uploaded to cyber world (e.g. youtube, Jardiknas/e-dukasi.net) as well as broadcast through television station, and 4) The similar research should be conducted again with students in rural area as the target. Keywords: Character building, moral message, television serial film, Laskar Anak Bawang
PENGEMBANGAN SPATIAL THINKING ON MAP TEST (STMT) UNTUK TINGKAT SMA Dwi Angga Oktavianto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.134 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.345

Abstract

Abstrak: Soal berpikir spasial yang fokus pada interpretasi peta belum banyak dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal berpikir spasial model Spatial Thinking on Map Test (STMT). Metode Penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan Adams & Wieman. STMT terdiri dari 8 soal. STMT diuji cobakan pada 28 siswa SMA Kelas 10 di SMA Negeri 1 Cawas, Kabupaten Klaten. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai reliabilitas soal setelah diuji dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,741. Nilai ini termasuk kategori soal yang reliabel. Sedangkan nilai validitas soal nomor 1 sebesar 0,735; nomor 2 sebesar 0,722; soal nomor 3 0,682; soal nomor 4 sebesar 0,669; soal nomor 5 sebesar 0,703; soal nomor 6 sebesar; soal nomor 7 sebesar; dan soal nomor 8 sebesar 0,733. Nilai dari soal nomor 1 sampai 8 tersebut termasuk kategori valid. Berdasarkan hasil uji reliabilitas dan validitas tersebut soal STMT yang dibuat layak digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir spasial siswa.
SUMBANGAN TIK DAN PELATIHAN PEMANFAATANNYA TERHADAP PENINGKATAN NILAI UN PROPINSI MALUKU CONTRIBUTION OF ICT AND ITS UTILIZATION TRAINING TO INCREASE THE NATIONAL EXAMINATION VALUES IN MALUKU PROVINCE Waldopo waldopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.403 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i3.560

Abstract

Sebagai negara kepulauan yang tempat tinggal penduduknya tersebar di banyak pulau, keberadaan TIK untuk pendidikan mutlak diperlukan. Untuk kepentingan tersebut Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) diberi amanah untuk mengelola dan mengkoordinasikan pemanfaatan TIK untuk pendidikan. Sejak tahun 2008 Pustekkom telah memberikan fasilitas TIK untuk pembelajaran yang berupa bandwidth gratis melalui Jejaring Pendidikan Nasional (jardiknas) kepada lebih dari 16.000 sekolah SD, SMP, SMA dan SMK di Indonesia, dan secara bertahap memberikan pelatihan bagi para guru di sekolah tersebut dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran. Masalahnya “apakah fasilitas TIK dan pelatihan guru tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai UN SMP dan SMA khususnya di Propinsi Maluku. Untuk menjawab pertanyaan ini, dilakukan penelitian dengan cara membandingkan nilai UN pada pereode sebelum diberikan fasilitas TIK yaitu tahun 2005-2007 dengan pereode setelah diberikan fasilitas TIK, yakni tahun 2008-2011. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Perbedaan rerata dari hasil UN antara sebelum dengan sesudah diberikan fasilitas TIK diuji melalui Uji-t dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai UN yang signifikan untuk seluruh mata pelajaran yang di UN-kan. Peningkatan nilai UN diduga karena pengaruh TIK dan pelatihan guru dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran. Dari hasil penelitian ini disarankan agar pemerintah secara terus menerus meningkatkan pemberian layanan TIK ke sekolah-sekolah lainnya di Indonesia, sekaligus memberikan pelatihan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran kepada guru-gurunya. As an archipelagic country, where people live in many islands, the presence of ICT for education is absolutely necessary. For this purposes, The state of Republic Indonesia through the Ministry of Education and Culture was given the mandate to The Center of ICT for Education (Pustekkom) to manage and coordinate the using of ICT for education. Due to, since 2008 Pustekkom has provided ICT facilities (in the form of free bandwidth) via the National Education Network (Jardiknas) program to more than 16,000 schools: Secondary School (SC), Senior High School (SHC) and Vocational School (VC) especially in Maluku Province , and gradually trained teachers in schools in the using of ICT for learning. The problem is “whether ICT facilities and teacher training contributed to an increase in the National Examination value of SC and SHC”. To answer this question, the research done by comparing the value on before being awarded the ICT facilities in the years of 2005-2007 period with after being given of the ICT facilities, the years of 2008-2011 period. Sampling was done using proportional stratified random sampling technique. The difference of between average the period tested by t-test using the significance level of 0.05. The results showed that there were significant increasing the value of the National Examination for all subjects tested. Increasing the value of National Examination allegedly under the influence of ICT facilities and teacher training in the using ICT forlearning. From the results of this study suggested that the government is continuously improving ICT services to all schoolin Indonesia and providing training to teachers on ICT for education/learning.
PENGARUH PEMANFAATAN TIK PEMBELAJARAN TERHADAP NILAI UJIAN AKHIR DI DAERAH PERBATASAN Waldopo Waldopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.528 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.118

Abstract

Abstrak:Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa respon masyarakat di daerah perbatasan terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran cukup positif. Pertanyaan berikutnya adalah adakah pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tersebut terhadap peningkatan nilai ujian akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran terhadap peningkatan nilai ujian akhir siswa SDN 05 dan SMPN 04 Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Utara. Kedua sekolah tersebut berada di daerah perbatasan RI-Malaysia. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data sekunder yaitu berupa nilai ujian akhir antara sebelum sekolah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dibandingkan dengan nilai ujian akhir setelah sekolah memanfaatkannya untuk kegiatan pembelajaran. Data dianalisis dengan membandingkan perbedaan rerata dari kedua periode tersebut kemudian dilakukan uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Untuk keperluan analisis data digunakan software aplikasi SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran (baik di SD maupun di SMP) memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan nilai ujian akhir. Pada SD ditemukan nilai signifikansi 0.032 dan pada SMP ditemukan nilai signifikansi 0.001. Artinya baik di SD maupun di SMP pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran memberikan pengaruh yang positif dalam meningkatkan nilai ujian akhir siswa. Oleh karenanya disarankan agar bantuan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran berikut pelatihan pemanfaatannya diperluas ke sekolah-sekolah lain yang ada di daerah perbatasan.Kata Kunci: Nilai ujian akhir, Daerah perbatasan, dan TIK untuk pembelajaran. Abstract:The result from the previous studies showed that community responses from border area to utilize information and communication technologies (ICT) for learning were positive. The next question to answer would be: was there any influence on the utilization of information and communication technology (ICT) to increase the value of the final exam. This study aims to determine the effect of the utilization of information and communication technology for learning activities to increase scores in student’s final exam in SDN 05 and SMP 04 in Central Sebatik, Nunukan, North Kalimantan. Both schools are located in the border area between Indonesia and Malaysia. Data collection was done by examining the secondary data in the form of test scores before and after the utilization of ICT for learning activities to increase scores in student’s final exam. Data were analyzed by comparing the mean-difference from the two time intervals and then performed by t-test with a significance on 0.05 level. For this purposes, data was analysed by SPSS 17 software applications. Results showed that the utilization of ICT in learning activities (both in primary and secondary schools) have a positive influence on the improvement of final exam scores. In elementary school level, the value was 0.032 while in secondary school level (SMP), the value was 0.001. This means that both primary and secondary school’s utilization of ICT for learning has given positive impact in improving student’s final exam scores. Therefore, it is suggested to ministry of education and culture that the utilization of ICT for learning and training shall be extended to other schools in the border area.Key words: Final examination scores, Borders area, and ICT for learning
INDEX PENULIS Redaksi Jurnal Teknodik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.852 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.584

Abstract

INDEX PENULIS
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB 2.0 Saripudin Saripudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.465 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.141

Abstract

Abstrak:Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada abad ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan, di mana proses peralihan dari abad industrialisasi ke abad pengetahuan menuntut setiap bidang dalam kehidupan berubah sangat cepat dan harus dapat beradaptasi dengan cepat. Begitu pula dengan pendidikan, karakteristik umum model pembelajaran abad pengetahuan berbeda dengan dengan karakteristik pembelajaran abad industrialisasi. Model praktik pendidikan yang dianggap menguntungkan pada abad industrial, seperti belajar fakta, drill dan praktik, kaidah dan prosedur digantikan dengan belajar dalam konteks dunia nyata, otentik melalui problem dan proyek, inkuiri, discovery, dan invensi dalam praktik abad pengetahuan. Akan tetapi pola belajar yang diterapkan pada masa industrialisasi sudah dianggap tidak cocok lagi di abad pengetahuan, di mana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang begitu pesat, dan teknologi tersebut merupakan katalis penting untuk gerakan menuju metode belajar di abad pengetahuan.Makalah ini akan membahas perancangan model pembelajaran abad 21 dengan cara mengintegrasikan model pembelajaran Project Based Learning, Project Oriented Learning, dan Cooperative Learning dengan teknologi informasi Web 2.0.Kata Kunci: Pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berorientasi proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif berbasis Web 2.0.Abstract:The rapid development of information technology in this century has brought a very significant impact on the education sector where the process of transition from century of industrialization to the century of knowledge in every aspect of life is changing and adapting quickly. Within the same manner in the aspect of education, the general characteristics of the learning model in the industrial century is different than in the knowledge century. Among many educational practices considered beneficial to the industrial age are learning facts, drill and practice, rules and procedures have been replaced by learning-in-realworld context through authentic problems and projects, inquiry, discovery, and invention in the knowledge century practice. However, the pattern of learning applied at the time of industrialization has been deemed to be unfit anymore in the age of knowledge in which the development of information and communication technology is evolving very rapidly, and the technology is an important catalyst for movement toward learning methods in the knowledge century.This paper will discuss the design of 21st century learning model, learning model design by integrating Projects Based Learning, Project Oriented Learning, and Cooperative Learning with information technology based on web 2.0.Keyword: Projectbased nearning, project orientedlearning, problem-based learning, Web 2.0 based cooperative learning.
STRATEGI PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA PADA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.504 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.440

Abstract

Aplikasi praktis teknologi pembelajaran dalam pemecahan masalah pembelajaran mempunyai bentuk kongkrit yaitu strategi pembelajaran yang memudahkan peserta didik untuk belajar. Strategi pembelajaran ini merupakan proses memilih dan menyusun kegiatan pembelajaran dalam suatu unit pembelajaran seperti urutan, sifat materi, ruang lingkup materi, metode dan media yang paling sesuai untuk mencapai kompetensi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dapat memudahkan peserta didik dalam mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran. Peningkatan efektivitas pembelajaran dapat dilakukan dengan pemilihan strategi pembelajaran yang tepat. Memilih strategi pembelajaran hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pada kriteria atau standar tertentu, misalnya tujuan belajar, materi, karakteristik peserta didik, tenaga kependidikan, waktu, atau biaya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Oos M. Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.222 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) intensitas pemanfaatan media massa, 2) kesesuaian substansi media massa dengan keperluan penyuluhan pertanian, dan 3) faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan media massa sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi terhadap penyuluh pertanian PNS di kabupaten Karawang dan Garut Jawa Barat. Dengan menggunakan analisis dekriptif diketahui bahwa pemanfaatan media massa: koran, buku, radio, dan internet dalam katagori sangat rendah. Pemanfaatan majalah dalam katagori sedang dan hanya intensitas pemanfaatan media televisi dalam katagori tinggi. Substansi informasi media massa secara umum kurang sesuai dengan kebutuhan penyuluhan pertanian. Hanya substansi majalah yang sesuai dengan kebutuhan penyuluhan pertanian. Hasil analisis regresi berganda dengan metode stepwise diketahui bahwa intensitas pemanfaatan media massa yang rendah dipengaruhi oleh tingkat kepemilikan media komunikasi dan informasi dan dukungan keluarga yang relatif rendah, meskipun tingkat pendidikan formalnya tinggi. Oleh karena itu dalam era informasi, media massa sudah menjadi kebutuhan bagi profesi penyuluh pertanian sehingga perlu dilakukan upaya dimulai dengan menumbuhkan kesadaran, menyediakan kemudahan akses media massa, serta meningkatkan substansi media massa yang sesuai dengan kebutuhan penyuluhan pertanian.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN: PELUANG, TANTANGAN, DAN HARAPAN Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.393 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.173

Abstract

Abstrak:Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Tidak ada yang mempermasalahkan pernyataan ini apabila TIK memang dimanfaatkan secara terencana, terpadu, dan teratur di dalam kegiatan pembelajaran. Sekalipun demikian, hasil penelitian atau kajian tentang pemanfaatan TIK hanya menitikberatkan pada pengaruh/dampak terhadap hasil prestasi belajar peserta didik; tetapi kurang menekankan pada tantangan-tantangan atau kesulitan-kesulitan guru dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran. Dengan kata lain, apakah TIK di sekolah-sekolah sudah dimanfaatkan secara terencana, terintegrasi, dan teratur? Manakala jawabannya sudah, langkah-langkah apa yang telah dilakukan untuk memanfaatkan TIK di dalam kegiatan pembelajaran? Manakala jawabannya belum, faktor-faktor apa saja penyebabnya? Mengapa ada sebagian sekolah yang maju dalam pemanfaatan TIK-nya dan diikuti dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya (TIK memberikan dampak positif)? Tentunya ada faktor-faktor tertentu, baik peluang, tantangan (kendala/hambatan),maupun harapan yang perlu diperhatikan manakala akan memanfaatkan TIK di dalam kegiatan pembelajaran. Masalah inilah yang menggugah penulis untuk melakukan kajian yang didasarkan pada berbagai referensi yang didukung hasil pengamatan dan diskusi terbatas dengan pendidik dan tenaga kependidikan. Tujuannya adalah untuk mengetahui berbagai peluang, tantangan, dan harapan di dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai rujukan/acuan untuk memfasilitasi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan TIK.Kata-kata kunci: Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pembelajaran, prestasi belajarAbstract:Information and communication technology (ICT) gives positive contribution to the improvement of students learning achievement. No one will argue on this statement as long as ICT is appropriately utilized (well planned, integrated, and sustained) in the instructional activities. However, most research or studies on ICT utilization only focus more on the impact of students’ learning achievement and less on the challenges that teachers face in utilizing ICT in their teaching learning process. In other words, has ICT utilization in schools been well planned, integrated, and sustained? If the answer is “Yes”, what are the steps that have been taken to utilize ICT for learning? If the answer is “No”, what are the causes? Why are there some more developed schools in utilizing ICT and followed with improvement of their students’ learning achievement (ICT gives possitive impact)? It can be stated that there are some factors of opportunities, challenges, as well as hopes that need to be considered before or during utilizing ICT in teaching-learning process. This has attracted the author to conduct a study that is based on some references and supported by some observation and discussion with some teachers and educational personnels. The objective of this study is to know some opportunities, challenges, and hopes in ICT utilization for learning that can be used as references to facilitate teachers in utilizing ICT in their teaching-learning process.Keywords: Information and Communication Technology (ICT), learning, learning achievement
STUDI PENYELENGGARAAN JARINGAN SEKOLAH Nurdin Ibrahim; Purwanto Purwanto; Oos M. Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.852 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penyelengaraan jaringan sekolah, terutama dalam tahapan penyediaan, pelayanan, dan pembinaan jaringan. Metode pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) terhadap pakar dan praktisi yang telah menyelenggarakan jaringan sekolah. Hasil analisis data diketahui bahwa faktor pendukung aspek penyediaan jaringan adalah SDM yang terstruktur dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab yang jelas; dan adanya berbagai alternatif aplikasi web server open source. Faktor penghambatnya adalah: kurang dukungan pengambil kebijakan seperti pimpinan, kurang kerjasama pihak terkait, penyedia jasa internet dan lain-lain. Dalam aspek pelayanan faktor pendukung adalah content, kemudahan akses, registrasi, discount pulsa internet, jaminan keamanan, tidak adanya tagihan, dan lain-lain. Situs yang berbasis teks, user friendly, fasilitas link, FAQ, download, helpdesk, space, dan promosi langsung kepada user untuk menjaga loyalitasnya. Faktor penghambat adalah belum tersedianya fasilitas search engine content yang memadai dan menyulitkan provider untuk promosi; kurangnya insentif bagi user, kesinambungan pelayanan, e-mail gratis, dan target yang akan dicapai.

Page 7 of 41 | Total Record : 406


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue