cover
Contact Name
SMIPT
Contact Email
seminar.smipt@gmail.com
Phone
+628124100568
Journal Mail Official
seminar.smipt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan Km 12. Blok EC 10 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SMIPT)
ISSN : 26220520     EISSN : 2622593x     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah publikasi hasil diseminasi ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI) Kerjasama dengan Forum Riset Multidisiplin Indonesia (FORMIN). Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diterbitkan satu kali dalam satu tahun. Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mencakup multidisiplin ilmu pengetahuan yang disebarluaskan melalui media cetak dan online.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 320 Documents
ANALISIS HUBUNGAN PRILAKU PENDERITA KUSTA DALAM PENCARIAN PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA KOTA MAKASSAR A. Rizki Amelia; Ella Andayanie; N Nurbaeti
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.406 KB)

Abstract

Penyakit kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh Mycrobacterium leprae yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya.. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pencarian pengobatan kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar Tahun 2017. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah semua penderita kusta baru yang tercatat mengikuti pengobatan di Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar sebanyak 102 orang dan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Penarikan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,010) dan dukungan keluarga (p=0,003) dengan perilaku pencarian pengobatan. Sedangkan variable yang tidak berhubungan dengan praktik pencarian pengobatan adalah sikap (p=0,411) dan akses pelayanan kesehatan (p=0.581). Penelitian ini menyarankan kepada petugas kusta di puskesmas supaya lebih meningkatkan penyuluhan kepada penderita dan keluarga serta masyarakat tentang tanda-tanda awal kusta dan mensosialisasikan pengobatan kusta di puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengobatan kusta yang tepat dan benar.
ASPEK PENILAIAN HYGIENE SANITASI DEPOT PADA AIR MINUM ISI ULANG Alfina Baharuddin; A.Rizki Amelia; N Nurbaety
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.048 KB)

Abstract

Higiene sanitasi merupakan salah satu upaya kesehatan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran terhadap air minum survei awal yang dilakukan secara mandiri didapati bahwa beberapa depot air minum isi ulang (DAMIU) yang ada di Kecamatan Rappocini dan Kec Manggala Kota Makassar dilihat dari segi fisik terlihat belum memenuhi standar serta DAMIU Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik, Metode pengambilan sampel secara Purpossive sampling. Jumlah sampel sebanyak 10 depot AMIU meliputi: 5 depot di Kec Manggala dan Kec Rappocini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi peralatan air minum semuanya 10 depot (100%) memenuhi syarat Sedangkan kondisi peralatan depot masa pemakaian filter catridge < 3 bulan yang menggunakan sebanyaj 70% dan, model lampu spiral yang menggunaka 80% , filter cadrige masih bagus sebanyak 20%, dan panjang gelombang uv 260 nm tidak ada yang memenuhi syarat. Hygiene Sanitasi Depot air minum berdasarkan Pemeriksaan fisik depot air minum tentang Permenkes No 43 tahun 2014 ditemukan masing-masing 5 depot yang memenuhi syarat dan belum memenuhi syarat. Disarankan kepada Pemilikdepot air minum harus menerapkan Hygiene sanitasi dalam usaha depot air minum dan melakukan pemeriksaan kualitas air minum secara berkal minimal 6 bulan sekali.
PENERIMAAN BISKUIT PENAMBAHAN TEPUNG IKAN SARDEN, IKAN MUJAIR, DAN BERAS MERAH PADA SISWA SMP Slamet Widodo; G Gawarti
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.611 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah melihat penerimaan biskuit dengan tambahan tepung ikan sarden, tepung ikan sarden, dan tepung beras merah pada siswa SMP. Penelitian eksperimen, pelaksanaan bulan Januari 2019-Juni 2019 di Laboratorium PKK. Jumlah responden 38 panelis siswa SMP. Data dikumpulkan dengan menilai mutu biskuit dengan 7 skala: warna (coklat sangat terang-coklat sangat gelap), aroma (sangat tidak beraroma ikan-sangat beraroma ikan), tekstur (sangat tidak keras-sangat keras), rasa (sangat tidak enak-sangat enak), dan keseluruhan (sangat tidak baik-sangat baik) dan kesukaan dengan 11 skala (sangat-sangat tidak suka sekali-sangat-sangat suka sekali). Hasil Uji organoleptik menunjukkan presentasi tertingi penerimaan terhadap warna coklat sedikit terang 50% (F0), aroma tidak berbau ikan 52,8% (F0), tekstur biasa 55,6% (F0), rasa enak 55,6% (F1), dan tingkat kesukaan biasa sebesar 58% (F0). Data dianalisis uji beda menunjukkan tidak perbedaan pada rasa dan tingkat kesukaan (p>0,05) sedangkan warna, aroma, tekstur, dan keseluruhan berbeda nyata (p<0,05). Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka kedua formula diterima panelis dan dapat dilanjutkan untuk intervensi pada siswa SMP.
PELAKSANAAN ADVOKASI DALAM MEREDUKSI PERILAKU BERISIKO LAKI-LAKI SEKS LAKI-LAKI (LSL) DI KABUPATEN BULUKUMBA Andi Asrina; Fairus Prihatin; Intan Deasy Agmaitry
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.761 KB)

Abstract

Peningkatan kasus HIV/AIDS tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat yang cenderung bebas termasuk melakukan seks bebas dan berganti-ganti pasangan. Berbagai hubungan seksual berisiko yang dapat memicu perilaku tersebut, antara lain adalah Laki-laki Seks Laki-laki (LSL). Seperti halnya di Kabupaten Bulukumba, yang berada pada peringkat tertinggi ke tiga pengidap HIV/AIDSnya di Propinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bulukumba, tercatat sebanyak 183 orang pada tahun 2016 orang positif terinfeksi HIV/AIDS meningkat menjadi 226 pada tahun 2017. Komunitas LSL di Bulukumba masih susah untuk dideteksi karena mereka menyembunyikan diri, hal itulah yang menambah peningkatan infeksi menular seksual IMS) setiap tahunnya. Sehingga, dibutuhkan pendekatan khusus untuk mereduksi IMS melalui advokasi kepada penentu kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan advokasi dalam mereduksi perilaku berisiko Laki-laki Seks Laki-laki (LSL) di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi mengenai pelaksanaan advokasi dalam mereduksi perilaku berisiko LSL di Kabupaten Bulukumba dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian sebanyak 8 orang, yang terdiri dari; 3 LSL sebagai informan biasa, 1 pendamping dan 1 petugas promosi kesehatan sebagai informan pendukung dan 1 orang dari KPAD sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, advokasi yang dilakukan oleh promosi kesehatan dan KPAD Bulukumba terkait perilaku seksual LSL, sampai saat ini masih bersifat umum. Belum ada kegiatan yang mengkhususkan kepada kelompok LS. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan advokasi dalam mereduksi perilaku berisiko LSL di kabupaten Bulukumba masih minim dilakukan dan bersifat umum.
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN N Nurhapsa; Andi Nuddin; S Suherman; N Nurliyah
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.772 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi penting dalam perdagangan global karena sebagai sumber devisa, penyediaan lapangan kerja dan menjadi sumber pendapatan bagi petani maupun bagi pelaku ekonomi lainnya yang terlibat. Kondisi sebagaimana dalam permasalahan pertanian pada umumnya adalah bahwa produksi kopi tidak dapat dipisahkan dari peran petani kecil yang dominan masih berada dalam garis kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan, biaya usahatani, tenaga kerja dan jumlah pohon produktif dengan tingkat produksi kopi. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan cara purposive yaitu Kabupaten Enrekang, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bantaeng dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan sentra produksi kopi di Sulawesi Selatan. Penarikan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah ssampel sebanyak 400 petani kopi. Teknik analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah pohon produktif,biaya usahatani dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi dan secara parsial luas lahan, jumlah pohon produktif dan biaya usahatani berpengaruh sangat signifikan terhadap produksi kopi. Oleh karena itu, perlu dukungan instansi terkait untuk mengupayakan jumlah tanaman produktif dengan peremajaan tanaman untuk meningkatkan produksi kopi Sulawesi Selatan.
PEMBERDAYAAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HIGH ORDER THINKING SKILLS) MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVIS Henny Setiawati; Sari Rahayu Rahman; Jusmiati Jafar
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.578 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi era industri 4.0 ditunjang oleh pembelajaran berbasis 4C (Creativity, Colaborative, Cooperative, Communicative).Tuntutan pembelajaran berbasis 4C ini diterapkan melalui pemberdayaan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS).Biologi sebagai bagian ilmu pengetahuan alam seharusnya juga memberdayakan HOTS dalam pembelajarannya sehingga dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan perkembangan keilmuan. Hasil orientasi pembelajaran biologi di sekolah menengah sebagian besar masih berorientasi pada penguasaan konsep, belum mengupayakan untuk pemberdayaan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang berimplikasi pada kemampuan kognitif. Permasalahan yang ditemukan pada proses pembelajaran diantaranya terkait kurangnya penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang berimpilikasi pada pemahaman konsep biologi yang rendah. Dibutuhkan suatu strategi pembelajaran konstruktif yang lebih efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.Salah satu strategi yang tepat untuk diterapkan strategi Preview, Questions, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R).Penerapan strategi ini dapat memberdayakan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang berimplikasi terhadap perkembangan biologi di era industri 4.0 ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan satu kelas perlakuan yang diperoleh dari hasil uji kesetaraan kelas di SMA Negeri 4 Parepare.Hasil Penelitian menunjukkan ada perubahan persentase keterampilan metakognitif dan berpikir kritis pada pretes ke postes yang berada dalam kategori meningkat.Kesimpulannya bahwa strategi PQ4R dapat memberdayakan keterampilan metakognitif dan berpikir kritis peserta didik.Hal ini dapat menjadi alternatif dalam upaya memberdayakan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
PRODUKSI HORMON GIBERELIN DARI CENDAWAN PELAPUK ASAL TANAMAN KAKAO Iradhatullah Rahim; S Suherman; H Hakzah
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.375 KB)

Abstract

Kakao adalah salah satu komoditi penting dan tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Tajuk yang rapat, menyebabkan tanaman ini tumbuh rapat dan menjadi habitat cendawan pelapuk. Tujuan penelitian ini adalah melihat keragaman cendawan pelapuk yang mempunyai tubuh buah di pertanaman kakao. Selain itu, untuk melihat kemampuan cendawan tersebut menghasilkan hormon giberelin. Tubuh buah cendawan pelapuk diambil dari tanaman kakao yang membusuk, dilakukan sterilisasi permukaan, dan diisolasi pada media PDA. Isolat yang telah tumbuh di media PDA diambil 5 potong dengan cork bohrer, kemudian ditumbuhkan pada media PDB. Kandungan Giberelin diukur menurut metode Borrow. Absorbansi diukur pada panjang gelombang 254 nm menggunakan spektrofotometer. Konsentrasi GA dibandingkan dengan kurva standar GA3 (Sigma-Aldrich) pada kisaran 0.25 – 2.25 ppm. Terdapat 9 jenis cendawan kakao di pertanaman kakao, yaitu Mycena sp, Lycoperdon sp, Auricularia sp, Schizophyllum sp, Coprinus sp, Trichoderma sp, Tremella sp, Crepidotus sp, Trametes sp. Hasil penelitian menunjukkan semua cendawan pelapuk mampu manghasilkan hormon Giberelin. Cendawan Tremella sp memiliki kadar giberelin paling tinggi, yaitu 4.100 µg l-1.
ANALISIS SISTEM MULTI-INPUT MULTI-OUTPUT 3X3 RELAY UNTUK MENINGKATKAN TRANSMISI DATA Apriana Toding; Rismawaty Arunglabi; Charnia Iradat Rapa
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS SISTEM MULTI-INPUT MULTI-OUTPUT 3X3 RELAY UNTUK MENINGKATKAN TRANSMISI DATA
PENERAPAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) HAND HYGIENE PADA TENAGA KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DR. TADJUDDIN CHALID KOTA MAKASSAR N Nurbaety; Alfina Baharuddin; A. Rizki Amelia; Syafrilia Julianti
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.868 KB)

Abstract

Hand hygiene pada tenaga kesehatan merupakan hal paling penting untuk mencegah penyebaran infeksi nosokomial. Penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan standar prosedur operasional (SPO) hand hygiene pada tenaga kesehatan di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar dengan total sampel sebanyak 85 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapatuhan penerapan hand hygiene pada tenaga kesehatan sebelum kontak dengan pasien yaitu sebanyak 85 orang (100%), sebelum melakukan tindakan aseptik yaitu sebanyak 58 orang (68,2%), setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien yaitu sebanyak 82 orang (96,5%), setelah kontak dengan pasien yaitu sebanyak 81 orang (95,3%), setelah kontak dengan lingkungan pasien yaitu sebanyak 82 orang (96,5%). Peneliti menyimpulkan bahwa masih rendahnya angka kepatuhan tenaga kesehatan dibeberapa momen hand hygiene di masing-masing unit kerja instalasi rawat inap pada penerapan hand hygiene dengan handwash maupun hand hygiene dengan handrub.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN PENDIDIKAN BERDASARKAN BAKAT, MINAT BERBASIS IT DALAM MEMAHAMI DIRI SISWA Muh. Syakir; Muhammad Siri Dangnga; A Amaluddin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.14 KB)

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana menerapkan dan melaksanakan bimbingan pendidikan (Educational Guidance) kepada siswa yang disesuaikan dengan bakat dan minat. Pelaksanaan bimbingan ini biasanya diberikan pada siswa yang duduk di kelas XII, karena di kelas ini sudah mau tamat di SLTA. Berarti mereka akan mempersiapkan diri memasuki PT yang nantinya juga memilih jurusan sesuai dengan bakat dan minatnya. Apabila siswa memilih jurusan berdasarkan bakat dan minatnya itu akan menunjang atau membantu mempercepat penyelesaian studinya dan dapat menunjukkan prestasi yang gemilang. Tujuan utama penelitian ini adalah membantu para siswa memahami dunia PT, disamping dapat memahami potensi yang dimikiki termasuk dapat memahami kelemahan-kelemahan yang ada pada diri mereka. Apabila siswa dapat memahami diri (self understanding) mereka, akan mudah menyesuaikan di dalam menempuh studi di Perguruan Tinggi (PT). Oleh karena itu mereka sangat butuh bimbingan pendidikan sebelum memasuki PT. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Developmenet) yang berdasarkan tahapan-tahapan penelitian seperti yang dikemukakan Borg and Gall (1989). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian bimbingan pendidikan selama ini yang dilaksanakan di SMA Negeri Parepare menunjukkan bahwa hasil survei yang dilakukan melalui wawancara dan observasi bersama dengan guru-guru BK, dan pemberian kuesioner kepada siswa di sekolah diketahui bahwa kegiatan layanan bimbingan pendidikan belum dilakukan secara intensif, tidak berkelanjutan, dan tidak terjadwal kepada peserta didik dan sifatnya temporer saja. (2) Pemberian bimbingan pendidikan di sekolah harus bersifat menarik (interesting) dan berterima (acceptable) menunjukkan belum maksimal. Hasil analisis data yang diperoleh melalui penelitian ini adalah: (a) uji ketepatan (accuracy), uji kelayakan (feasibity), dan uji kegunaan (utility). Implementasi pemberian bimbingan pendidikan memiliki rata-rata nilai yang tinggi yaitu 83,38%. (b) data tingkat memahaman diri siswa mengalami peningkatan yang signifikan dari 150 responden yang diteliti memahaman diri sangat baik adalah 98 responden (65,3%) dan selebihnya adalah baik terdapat 52 responden (34,7%). Jika dilihat persentase pemberian bimbingan pendidikan sebelumnya adalah berbanding sangat terbalik dengan pemberian bimbingan pendidikan sesudahnya. (c) Hasil analisis data diperoleh nilai t = 40,790 dengan df = 149, sedangkan harga tabel pada t0,05 = 1,645 dengan nilai signifikan (P) = 0,000 < α = 0,05. Maka hipotesis yang berbunyi: Ada pengaruh yang signifikan terhadap pemberian bimbingan pendidikan dengan pemahaman diri pada siswa di SMA Negeri Parepare, dinyatakan diterima.

Page 8 of 32 | Total Record : 320