cover
Contact Name
Riyana Rizki Yuliatin
Contact Email
riyanarizki.y@gami.com
Phone
+6281803736337
Journal Mail Official
riyanarizki.y@gami.com
Editorial Address
Jln. TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid No. 132 Pancor Selong, Lombok Timur, NTB, 83611, Telp. (0376) 21394, 22953, Fax. (0376) 22953
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 26217244     DOI : 10.29408/tmmt
Core Subject : Education, Art,
Jurnal TAMUMATRA (e-issn: 2621-7244) mempublikasikan hasil penelitian dan kajian analitis dalam bidang pendidikan seni dan seni pertunjukkan drama, tari, dan musik. TAMUMATRA terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 98 Documents
Education Management at the Jekdong Puppet Performance in Malang Astrid Wangsagirindra Pudjastawa; Yudit Perdananto
TAMUMATRA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v4i2.4942

Abstract

The purpose of this study was to describe the management process of Wayang Jekdong performances in Malang as a form of management education from a puppeteer in managing and leading Wayang Jekdong. Researchers are a key instrument in collecting data by going to the field. The research method used is a descriptive qualitative approach by conducting observations, interviews, and documentation. The data analysis technique of this research uses the Miles and Huberman model by reducing, presenting, and verifying the data found. The results showed that there were several stages of management carried out by the puppeteer in the Wayang Jekdong show, namely: planning, forecasting, organizing, personnel, directing, implementing, coordinating, leadership, motivating, and supervising. A puppeteer must be able to apply management knowledge properly in order to perform smoothly in sequence according to plan, to satisfy the audience.
Karya Tari Jalan Pulang: Memaknai Fungsi Surau Pada Masyarakat Minangkabau Wardi Metro; Oktavianus Oktavianus
TAMUMATRA Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v5i1.6406

Abstract

Penciptaan karya seni tari Jalan Pulang merupakan hasil pemaknaan terhadap fungsi surau sebagai pranata penting bagi masyarakat Minangkabau. Surau memiliki berbagai fungsi dan peran untuk memenuhi berbagai keperluan masyarakat dalam kehidupan sosial. Selain menjadi asrama bagi remaja laki-laki, surau juga berfungsi sebagai tempat bersosialisasi serta institusi pendidikan dan pengajaran nonformal. Landasan teori yang digunakan dalam proses penciptaan karya tari ini berpijak kepada teori penciptaan tari oleh Alma M. Hawkins dan Sal Murgiyanto. Vokabuler gerak yang digunakan dalam penciptaan karya tari ini berasal dari gerak tari tradisi Randai Ulu Ambek yang dipadukan dengan gerak-gerak Tari Zapin. Beberapa tahapan dalam metode penelitian terapan yang digunakan adalah riset, penyusunan konsep, penentuan gerak, dan pembentukan. Pemaknaan tentang surau dalam karya tari Jalan Pulang dikelompokkan menjadi tiga bagian karya, yaitu bagian pertama dengan judul “Berlindung”, bagian kedua berjudul “Pembelajaran”, dan bagian ketiga berjudul “Taubat”. Dengan memilih bentuk koreografi kelompok, karya ini mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan di surau yang berdampak positif bagi generasi muda pada masa lalu.
Kreativitas Guru SD di Pontianak dalam Mengubah dan Menulis Syair Lagu Sesuai Ritme Lagu Nurmila Sari Djau
TAMUMATRA Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v5i1.7201

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kreativitas guru SD dalam mengubah syair lagu anak sesuai dengan pola ritme lagu. Ketertarikan ini didasari oleh rasa penasaran peneliti terkait kemampuan menulis lirik lagu yang diubah sesuai dengan pola ritme lagu, karena beberapa penelitian menuliskan bahwa Guru TK dan SD memanfaatkan lagu sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran, bahkan terkadang guru mengubah syair lagu sesuai dengan materi pembelajaran. Penelitian ini, penelitian deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Sumber utama penelitian adalah Guru SD baik kelas rendah maupun kelas tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu Reduksi data,Verifikasi data, penyajian data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Kreativitas guru SD dalam mengubah syair lagu sudah baik dan pada umumnya sesuai dengan karakter musik anak. Namun kreativitas ini belum sepadan dengan kemampuan menuliskan syair lagu yang diubah sesuai dengan ritme lagunya. Sehingga terkadang syair yang dibuat tidak sesuai dengan ritme lagu, yang menyebabkan kesulitan melafalkan kata yang tepat saat bernyanyi.
PEMILIHAN LAGU ANAK DAN PENERAPANNYA SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER BERLANDASKAN FASE PERKEMBANGAN ANAK DI USIA SEKOLAH DASAR Egi Putri Grandena
TAMUMATRA Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v5i1.7720

Abstract

Pendidikan karakter merupakan sebuah hal yang harus diperkenalkan sejak dini. Hal ini karena terbentuknya kepribadian seseorang dimulai pada usia kanak-kanak. Pendidikan yang didapatkan anak sejak Sekolah Dasar dapat menjadi pondasi awal yang akan membekali moral mereka hingga beranjak ke usia dewasa. Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pendidikan karakter  pada anak usia Sekolah Dasar dengan menggunakan lagu anak. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengandung nilai-nilai penting untuk diterapkan agar dapat membentuk watak, kepribadian, sikap, dan membimbing seseorang untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan agar memiliki moral yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode literatur review. Pada tulisan ini, penulis membahas tentang pemilihan lagu anak dan penerapannya sebagai pendidikan karakter berlandaskan fase perkembangan anak di usia Sekolah Dasar. Pemilihan lagu anak dan penerapannya sebagai pendidikan karakter disesuaikan dengan fase perkembangan anak di usia sekolah dasar yang terdiri dari 5 aspek, yaitu 1) aspek fisik-motorik, 2) aspek kognisi, 3) aspek sosio-emosional, 4) aspek bahasa, dan 5) aspek moral keagamaan.
Perjalanan dan Keunikan Buto Gedruk di Daerah Kadipiro, Banjarsari, Surakarta Nindi Muliasa Darmasari
TAMUMATRA Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v5i1.7591

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mendeskripsikan perjalanan serta mengetahui apa saja keunikan kesenian buto gedruk guna mempertahankan eksistensi budaya pariwisata di Surakarta desa Kadiporo. Tidak hanya itu, penelitian dilakukan untuk menambah wawasan budaya dan ilmu pengetahuan bagi pembaca. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara secara mandalam, kepustakaan, dan observasi. Hasil penelitian ini disampaikan bahwa 1) perkembangan kesenian buto gedruk hingga masuk daerah kadiporo kesenian yang berawal dari Magelang Jawa Tengah dengan berkembangnya zaman dan banyak sanggar tari yang menjaga kesenian tersebut. Maka, buto gedruk bisa masuk ke wilayah Surakarta. Kesenian ini memiliki makna yaitu bentuk semangat yang gigih seperti kekuatan buto atau raksasa. 2) Persepsi masyarakat tentang kesenian buto gedruk sebuah kesenian pasti memiliki pandangan masing-masing dikalangan masyarakat. Kesenian buto gedruk masih disamakan dengan kesenian reog di Ponorogo, sifat kesenian yaitu diluar nalar manusia dan sering menganggetkan penonton, iringin musik tidak harus dengan tembang-tembang jawa, melainkan bisa menggunakan lagu-lagu yang sedang popular sekarang. 3) Keunikan buto gedruk setiap kesenian pasti memiliki suatu keunikan atau ciri khas sebagai pembanding antara lain: Kesenian buto gedruk ditarikan dalam setiap kelompok yang jumlah penarinya fleksibel maksudnya semua orang bisa ikut partisipasi dalam kesenian ini, Identik dengan kerincingan yang dipakai oleh penari, kostum yang dipakai oleh penari meriah. Karena kostum yang digunakan berwarna cerah. 
Ekspresi Penonton pada Tradisi Lisan Seumapa Aceh Humaira Anwar; Achmad Zaki
TAMUMATRA Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v5i1.7714

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali makna sorak-sorai dan tepukan penonton seumapa bagi masyarakat Aceh dan analisis aspek penonton tradisi lisan seumapa di pesta pernikahan. Seumapa adalah tradisi lisan Aceh yang berbentuk seperti pantun dan dipertunjukkan pada pesta pernikahan masyarakat Aceh. Metode pengumpulan data penelitian meliputi studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer penelitian ini adalah hasil wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur terkait tradisi seumapa. Alasan seseorang datang menonton seumapa adalah untuk mencari hiburan dan kepuasan estetis, karena diundang oleh tuan rumah atau bagian dari rombongan pengantar pengantin, dan sentimen kesukuan. Selain itu, sebagai tradisi lisan yang dilakukan pada sebuah pesta pernikahan, penonton seumapa memberikan sorak-sorai dan/atau tepukan sebagai respon kepada petuturnya. Sorak-sorai merupakan gerakan tubuh yang dikaitkan dengan emosi dan pengaruh positif. Petutur seumapa mengandalkan lirik-lirik yang memberikan efek ketegangan atau lirik-lirik yang menyentuh isu sensitif yang personal untuk mengundang respon penonton dalam pesta pernikahan.Kata kunci: seumapa; sorak-sorai; penonton; masyarakat Aceh.
Pagelaran Wayang Kulit dalam Lakon Jatibrasa Ki Seno Nugroho: Kajian Formula Albert B. Lord Riyana Rizki Yuliatin; Puspita Dewi
TAMUMATRA Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v4i2.9954

Abstract

Wayang masih hidup dengan baik di tengah masyarakat, khususnya Jawa. Pertunjukan yang semalam suntuk menimbulkan pertanyaan bagaimana dalang menyajikan cerita. Penelitian ini bertujukan untuk melihat formula cerita wayang lakon Jatibrasa Ki Seno Nugroho. Kajian Formula Albert J. Lord digunakan untuk menemukan formula cerita. metode analisis data menggunakan analisis konten dengan kata-kata yang dilisankan menjadi data primer. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 formula dalam penyampaian lakin Jatribrasa, yaitu formula penyebutan tokoh, formula nama tempat, dan formula diksi.
Komposisi Gerak Tari Mendaiq Sanggar Gedeng Kedaton Desa Lendang Nangka Baiq Ema Yuliana Maulidini; Muh Ridwan Markarma; Alwan Hafiz; Zaiful Zaiful
TAMUMATRA Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v4i2.5886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gerak dan komposisi gerak pada tari Mendaiq Sanggar Gedeng Kedaton DesaLendang NangkaKecamatan Masbagik.Gerak tari adalah gerak yang disterilkan sehingga menimbulkan bentuk yang diutamakan dalam bentuk yang ekspresif, apabila dirasakan. Menurut (Supriyanto, 2012:4). (Rahmida Setiawati, 2008) Unsur-unsur gerak yaitu wiraga, wirama, dan wirasa  Elemen-elemen komposisi tari yaitu tema, desain gerak, desain musik, desain lantai, desain atas, dramatik, dinamika, rias dan busana, properti, tata pentas, penyusunan acara.Penelitian ini menggunakan deskriptif  kualitatif dengan pendekatan Grounded theory karena mengkaji bentuk gerak dan komposisi gerak yang belum pernah diulas secara detail. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dapat dilakukan  dengan 3 cara yaitu  reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.Hasil penelitian ini tentang 1) bentuk gerak tari Mendaiq meliputi 3 gerakan yaitu gerakan awal, gerakan inti, dan gerakan penutup.2) Jenis gerak tari  Mendaiq memiliki 15 ragam gerakyaitu gerak murni sedangkan gerak maknawi yaitu Mendaiq yang dimana gerak tersebut memiliki makna. Empat belas gerakan disebut sebagai gerakan  murni, dan satu gerakan disebut sebagai gerakan maknawi yaitu Mendaiq. Gerakan Mendaiq maknanya yaitu mengambil air. 3) komposisi gerak pada tari Mendaiq, yang meliputi W4 yaitu wiraga, wirama, wirupa, wirasa.Simpulan pada penelitian ini membahas tentangbentuk gerak dan komposisi gerak, dimana bentuk gerak dan komposisi gerak saling berkaitan satu sama lainnya dalam pembuatan karya tari yaitu tari Mendaiq
Estetika Pertunjukan Gender Wayang secara Virtual Ni Putu Hartini; Ni Made Haryati
TAMUMATRA Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v5i2.12256

Abstract

Gender Wayang is an old Balinese gamelan that uses a 5-tone selendro barrel. Gender Wayang in its presentation in this pandemic era has a new model so that it becomes an attraction to be discussed. Due to the Covid-19 pandemic outbreak, the change in Gender Wayang performances which are generally held in person has been changed to a virtual performance. This study aims to find out the aesthetic elements in the virtual Gender Wayang performance and the meaning contained in the virtual Gender Wayang performance. This virtual performance was carried out in an effort to treat the longing of art lovers, especially the Gender Wayang gamelan. Gamelan Gender Wayang is one of the primadonnas among the community, especially children, teenagers both from elementary school, junior high school, high school and college. The research method used is a qualitative method with data collection techniques through participant observation and interview methods. The result obtained is the aesthetics and meaning contained in the virtual Gender Wayang performance. With the virtual Gender Wayang performance, it can be used as a forum in presenting artworks in fighting the Covid-19 pandemic that we are facing together.
Intertekstual Lakon Randai Sabai Nan Aluih Karya Efyuhardi Dalam Lakon Pray Monita Precillia
TAMUMATRA Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v5i2.7885

Abstract

The article entitled Intertextual of the play Randai Nan Aluih by Efyuhardi in the play Pray For Sabai by Edy Suisno is a qualitative research in the form of descriptive analysis. The Pray For Sabai text is the result of the Intertextual Manuscript of Sabai Nan Aluih which is in accordance with the kaba that is developing in society. This paper aims to describe the background and process of the emergence of the text Pray For Sabai by Edy Suisno. We can say that it is intertextual that it rejects the establishment of a text, where Pray For Sabai uncovers the possibilities that exist in Sabai Nan Aluih. Intertextual in Pray For Sabai not only changes the storyline but also changes the identity and character of the characters. The character of Sabai Nan Aluih was originally the biological child of Sadun Saribai and Rajo Babanding, but it turned out that he was only an adopted child. Sabai Nan Aluih is the biological child of Rajo Nan Panjang and a beautiful maid who he raped.

Page 7 of 10 | Total Record : 98