cover
Contact Name
Ence Surahman
Contact Email
ence.surahman.fip@um.ac.id
Phone
+6287821191948
Journal Mail Official
ence.surahman.fip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran (JINOTEP) Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran
ISSN : 24068780     EISSN : 26547953     DOI : 10.17977.um031
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran is a journal in the field of educational technology that contains literature review, action research, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational technology.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Kimia Siswa SMA Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Lukman, Isna Rezkia; Ulfa, Andi Maria
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p157

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas media pembelajaran berbasis Android materi tata nama senyawa kimia mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan kognitif siswa SMA yang menggunakan mediapembelajaran pembelajaran berbasis Android materi tata nama senyawa Kimia dengan pembelajaran menggunakan LKS. Metode yang diguankan dalam penelitian ini adalah  R&D  yang didaptasi model pengembangan Borg & Gall dan 4D. Hasil dari pengembangan media pembelajaran berbasis android pada materi tata nama senyawa menunjukkan bahwa media yang dikembangkan layak untuk diaplikasikan dan memiliki kualitas sangat baik, baik dari aspek materi ataupun media. Kemudian, media pembelajaran yang dikembangkan juga mampu meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa setelah diaplikasikan ke dalam pembelajaran. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan adanya perbedaan peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa yang menggunakan media yang dikembangkan dengan yang menggunakan LKS. Abstract: The purpose of this study was to determine the quality of Android-based learning media for chemical compound nomenclature material to know the differences in the cognitive ability enhancement of high school students who use Android-based learning media for chemical compound nomenclature materials by learning using LKS. The method used in this research is R&D adapted to the Borg & Gall and 4D development models. The results of the development of Android-based learning media on compound nomenclature material show that the media developed is feasible to be applied and has very good quality, both in terms of material and media aspects. Then, the learning media developed can also improve students' cognitive abilities after they are applied to learning. This is evident from the results of hypothesis testing which shows that there is a difference in the increase in students' cognitive abilities using developed media and those using LKS.
Investigasi Pelaksanaan Bimbingan Kelompok Tentang Etika Pergaulan Siswa di Era Digital Andriati, Novi; Hidayati, Novi Wahyu
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p116

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara objektif tentang: 1) Aspek etika pergaulan siswa kelas VII SMP, 2) Faktor yang mempengaruhi etika pergaulan siswa kelas VII SMP, 3) Layanan bimbingan kelompok tentang etika pergaulan siswa kelas VII Sekolah SMP.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan bentuk penelitian ini adalah studi survei.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 siswa kelas VII SMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.Alat pengumpul data yang digunakan ialah panduan wawancara dan skala psikologis. Hasil penelitian: aspek etika pergaulan siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 tergolong “cukup”, faktor yang mempengaruhi etika pergaulan siswa meliputi faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan masyarakat, dan faktor lingkungan sekolah, layanan bimbingan kelompok dilaksanakan dengan tahapan pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran.Abstract: This research aims to obtain the information objectively about: 1) The ethical aspects of class VII Junior high School of Primary 9 Pontianak, 2) Factors affecting the ethics of class VII junior high School Elementary 9 Pontianak, 3) Group guidance Services on the ethics of class VII students of the first school Negeri 9 Pontianak. This research uses a type of descriptive research, with the form of this research being survey studies. The sample in this study amounted to 77 students of grade VII SMP Negeri 9 Pontianak. The data collection techniques used in this research are direct communication and indirect communication. The data collection tools used are interview guides and psychological scales. Research result: The ethical aspect of class VII junior high School first-level students 9 is "sufficient", a factor affecting students ' Association ethics including family environmental factors, community environmental factors, and the school's environmental factors, group guidance services carried out with the formation stage, transitional stage, activity stage, and termination phase.
Pengembangan Video Pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) Untuk Siswa Tunarungu Di Sekolah Dasar Anugerah, Sulung Yanuar; Ulfa, Saida; Husna, Arafah
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p076

Abstract

Abstrak: Pengembangan video pembelajaran ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Hasil dari pengembangan video pembelajaran ini adalah sebuah video pembelajaran BISINDO.Tujuan pembelajaran BISINDO pada SLB sama seperti sekolah umum begitu juga dengan ruang lingkup materi yang dipelajari. Perbedaannya hanya pada sub bab materi SLB yang lebih sederhana dibandingkan dengan sekolah umum. Mengingat latar belakang SLB adalah anak berkebutuhan khusus, dalam proses pembelajarannya memerlukan bantuan karena adanya keterbatasan yang dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menghasilkan,mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap video pembelajaran bisindo. Hasil pengujian menunjukkan video pembelajaran sudah berjalan sesuai dengan rancangan awal yang telah dibuat dan direncanakan.Abstract: The development of this learning video uses research and development methods. The result of the development of this learning video is a learning video for BISINDO. The learning objectives of BISINDO in SLB are the same as public schools as well as the scope of the material being studied. The difference is only in the sub-section of SLB material which is simpler compared to public schools. Given the background of SLB is a child with special needs, in the learning process requires help because of the limitations they have. The purpose of this research is to produce, find out the feasibility and response of students to bisindo learning videos. The test results show the learning video has run in accordance with the initial design that has been made and planned.
Gamified Balinese Local Stories Effect As A Teaching Media Towards Young Learners’ Speaking Skill Ningrum, Ida Ayu Fortuna; Nitiasih, Putu Kerti; Budiarta, Luh Gd Rahayu
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p086

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu efek dari gamifikasi cerita lokal Bali sebagai media belajar terhadap keterampilan berbicara Bahasa Inggris untuk pelajar usia dini. Kuasi-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test diterapkan sebagai metode penelitian. Seluruh siswa SD Negeri 4 Kaliuntu menjadi populasi penelitian ini sedangkan sampelnya yaitu 38 siswa kelas 5 pada tahun akademik 2019/2020. Adapun 3 instrumen yang digunakan meliputi gamifikasi berdasarkan cerita lokal Bali sebagai instrumen perlakuan, tes keterampilan berbicara sebagai instrumen pretest-posttest dan rubrik penilaian berbicara. 5 dimensi keterampilan berbicara dijadikan landasan pembuatan rubrik penilaian. Pretest dan posttest diberikan kepada grup eksperimental sebanyak 6 kali secara berulang. Setelah diberikan perlakuan, skor rata-rata posttest siswa lebih tinggi (79,95) dibandingkan skor rata-rata pretest (69,97). Hasil dari paired sample t-test menunjukkan bahwa Sig (2-tailed) adalah .000 yang menunjukkan adanya efek signifikan dari penggunaan gamifikasi cerita lokal Bali sebagai media pengajaran pada keterampilan berbicara pelajar usia dini.Abstract: This study was aimed to find out the effect of gamified Balinese local stories as teaching media towards young learners’ speaking skills in English. Quasi-experimental with one group pretest-posttest design was implemented as the method of this research. All of the students of SD Negeri 4 Kaliuntu became the population of this study, while the sample was 38 fifth grade students in the academic year of 2019/2020. There were three instruments in this research that included gamified Balinese local stories as the treatment instrument, speaking test as the pretest-posttest instrument, and speaking rubric. Five dimensions of speaking skills were inserted in the speaking rubric. Pretest and posttest were given to the experimental group for six times repeatedly. After being treated, the average score of students’ posttests was higher (79.95) than the average score of pretests (69.97). Also, the result of the paired sample t-test revealed that the value of Sig (2-tailed) is .000 which implied that there was a significant effect of gamified Balinese local stories as teaching media towards young learners’ speaking skills.
Analisis Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan Berdasarkan Modalitas Preferensi Sensori Pratama, Ujang Nendra
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p107

Abstract

Abstrak: Salah satu studi untuk mempelajari karakteristik pebelajar ialah dengan analisis gaya belajar berdasarkan preferensi sensori VAK (visual, auditori, kinestetik). Analisis gaya belajar tersebut perlu untuk dipetakan demi kelancaran pembelajaran seterusnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi gaya belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan. Metode yang dipakai adalah survei gaya belajar yang dilaksanakan pada 120 mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan tahun 1, 2, dan 3. Instrumen menggunakan kuesioner VAK teradaptasi. Hasil survei menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki preferensi dominan visual, diikuti kinestetik dan auditori. Akumulasi preferensi tertinggi yang didapatkan adalah tipe preferensi tunggal/unimodal. Adanya hasil preferensi gaya belajar visual yang kuat secara imperatif menuntut para pengajar untuk menyediakan cara belajar yang menekankan konten visual. Hasil studi karakteristik pebelajar dalam konteks ini memberikan dorongan penyediaan fasilitas belajar dalam bentuk metode dan media yang cenderung menekankan persepsi mayoritas pebelajar visual. Abstract: One of the studies to understand the learner's characteristics is to analyze learning styles based on VAK sensory preferences (visual, auditory, kinesthetic). Analysis of these learning styles needs to map for the smooth running of further learning. This study aimed to determine the learning style preferences of students majoring in performing art education. The method was a learning style survey conducted on 120 performing arts education students in the 1st, 2nd, and 3rd year. The instrument used an adapted VAK questionnaire. The survey results show that most students have a dominant visual preference, followed by kinesthetic and auditory. The highest accumulated preference obtained is the single/unimodal preference type. The existence of a robust visual learning style preference result imperatively requires teachers to provide a way of learning that emphasizes visual content. The study results on the learner's characteristics in this context encourage to provide learning facilities in the form of methods and media, which emphasizes the perception of the majority of visual learners
Pengembangan Video Animasi Pembelajaran Subtema Pembentukan Karakter untuk Siswa SDLB Tunarungu Pradana, Dian; Abidin, Zainul; Adi, Eka Pramono
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p096

Abstract

Abstrak: Setiap anak berhak mendapat pendidikan untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, tidak terkecuali bagi mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan atau yang sering disebut dengan istilah difabel. Pengembangan video animasi pembelajaran untuk siswa tunarungu bertujuan untuk menghasilkan, mengetahui kelayakan video animasi dan respon siswa tunarungu terhadap video animasi pembelajaran pembentukan karakter. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Sadiman. Hasil dari pengembangan ini adalah sebuah video animasi pembelajaran pembentukan karakter. Penelitian ini memperoleh hasil dari ahli media 94%, ahli materi 92%, uji coba kelompok besar 91%. Berdasarkan hasil tersebut, video animasi pembelajaran  pada materi pembentukan karakter dinyatakan valid, layak dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian video animasi dapat digunakan untuk kebutuhan pembelajaran.Abstract: Every child has the right to get an education to develop the potential that exists in him, not least for those who have differences in abilities or often referred to as diffables. Development of learning animation videos for deaf students aims to produce, to know the feasibility of animated videos and the response of deaf students to animated character formation learning videos. In this study using research methods and development of Sadiman. The result of this development is an animation video for character building learning. This study obtained results from media experts 94%, material experts 92%, large group trials 91%. Based on these results, learning animation videos on character building material were declared valid, feasible and quite effective to be used in learning. Thus, animated videos can be used for learning needs.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Ningsih, Sulia
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p124

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan hidup masyarakat termasuk pada bidang pendidikan. Untuk menghindari bertambahnya kasus, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat kebijakan tentang proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa kuisioner yang disebar secara online dengan bantuan google form. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Baturaja yang telah terlibat dalam pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Baturaja menjalankan pembelajaran daring di semester  genap tahun akademik 2019/2020. Adapun media online  yang paling diminati mahasiswa saat pembelajaran daring yaitu Google Classroom   (46,8%), Whatsapp (27,4%),  Edmodo (19,4%) dan Zoom (6,4%). Meskipun begitu mayoritas mahasiswa yaitu 93,5% lebih menyukai pembelajaran secara offline di kelas tatap muka dibandingkan pembelajaran daring.Abstract: The Covid-19 pandemic has changed the way people live, including in the field of education. In order to avoid increasing cases, the Minister of Education and Culture has made a policy regarding the teaching and learning process which is carried out online. This study aims to determine students' perceptions of online learning during the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative descriptive analysis method with a research instrument in the form of a questionnaire distributed online with the help of google form. The number of samples in this study were 95 students of the University of Baturaja Educational Technology Study Program who had been involved in online learning during the Covid-19 pandemic. The results showed that 100% of Baturaja University Educational Technology Study Program students carried out online learning in the even semester of the 2019/2020 academic year. The online media that students are most interested in when learning online are Google Classroom (46.8%), Whatsapp (27.4%), Edmodo (19.4%) and Zoom (6.4%). Even so, the majority of students, namely 93.5% prefer offline learning in face-to-face classes compared to online learning.
Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar Adianto, Samsul; Ikhsan, Muhammad; Oye, Selvi
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p133

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan implementasi penilaian autentik kurikulum 2013 dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini dilaksanakan  menggunakan penelitian kualitatif secara deskriptif, data dianalisis melalui model Miles dan Huberman, kemudian diuji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan member check. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari guru kelas IIA, kriteria siswa berdasarkan peringkat 2, 11 dan 21, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas IIA menerapkan penilaian autentik dengan cara menyeluruh dan berkelanjutan sampai kenaikan kelas, tugas yang diberikan guru berkaitan dengan kehidupan nyata siswa, penilaian yang dilakukan guru berdasarkan kriteria ketuntasan minimal. Guru melakukan penilaian sikap melalui teknik observasi dengan menggunakan jurnal, guru juga menggunakan penilaian diri dan antar teman. Penilaian pengetahuan dengan menggunakan teknik tes tertulis, penugasan dan lisan dengan berbagai bentuk soal seperti  pilihan gandadan  isian. Pada penilaian keterampilan guru menggunakan teknik kinerja yaitu produk dan praktik serta menggunakan penilaian portofolio, dengan melakukan penilaian autentik maka guru menghimpun informasi mengenai prestasi belajar siswa, hal itu pun berguna bagi guru untuk mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan meningkatkan kualitas guru serta sekolah dalam hal pembelajaran.Abstract: This research describes the implementation of authentic assessment of the 2013 curriculum in thematic learning. The study was conducted using descriptive qualitative research, analyzed data through the Miles and Huberman models, then tested the validity of the data through source triangulation and member check. The determination of subjects uses purposive sampling techniques consisting of IIA grade teachers, student criteria based on grades 2, 11 and 21, and principals. The results showed that IIA class teachers applied authentic assessments in a thorough and sustainable manner until class increase, teacher-given assignments related to real-life students, assessments conducted by teachers based on minimum completed criteria. Teachers conduct attitude assessments through observation techniques using journals, teachers also use self-assessment and between friends. Knowledge assessment using written, assignment and oral test techniques with various forms of questions such as multiple selection and stuffing. In assessing teacher skills using performance techniques that are products and practices and using portfolio assessments, by conducting authentic assessments, teachers gather information about student learning achievement, it is also useful for teachers to evaluate learning that suits students' needs and improves the quality of teachers and schools in terms of learning.
Pengembangan Mobile Learning Video Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering And Mathematics) Di Sekolah Dasar Firdaus, Salsabila; Hamdu, Ghullam
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p066

Abstract

Abstrak: Pengembangan aplikasi mobile learning ini dilakukan untuk memberikan pemahaman  kepada guru dengan memberikan contoh video pelaksanaan pembelajaran STEM di sekolah dasar. Focus Group Discussion (FGD) digunakan sebagai metode dalam mengembangan produk  tersebut dengan melakukan sejumlah diskusi dalam tim pengembang perangkat pembelajaran STEM, dan konfirmasi konten isi dari aplikasi tersebut. Hasil pengembangan dari aplikasi mobile learning ini berisikan video tayangan pelaksanaan pembelajaran STEM yang berdasarkan pada perangkat pembelajaran dengan komponen di aplikasi mobile learning  dalamnya seperti modul pengayaan, rencana pelaksanaan pembelajaran, media, lembar kerja siswa, soal tes dan penilaian kineja. Hasil aplikasi ini diharapkan dapat memberikan contoh nyata mengenai pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran STEM di sekolah dasar.Abstract: The development of mobile learning applications is done to provide understanding to teachers by providing video examples of STEM learning in elementary schools. Focus Group Discussion (FGD) is used as a method of developing the product by holding discussions in the STEM learning device development team and ensuring the content of the application. The results of the development of the mobile learning application contain a video display of STEM learning implementation based on learning applications with components applied to mobile learning using enrichment modules, learning implementation planning, media, student worksheets, test questions, and performance discussion. STEM in elementary school.
Pengaruh Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Sumber-Sumber Energi dan Kemandirian Belajar Siswa Homeschooling Prahenti, Dindya Sisca; Rusijono, Rusijono; Mariono, Andi
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22020p143

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Inkuiri Terbimbing terhadap kemandirian belajar siswa dan kemampuan mengidentifikasi sumber-sumber energi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD di Sinergia Worldwide Education Surabaya yang terbagi ke dalam dua kelas, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sedangkan waktu pelaksanaannya adalah pada bulan Maret hingga April 2020 yaitu pada semester genap. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknis analisis yang digunakan adalah Mann Whitney U-test dan Wilcoxon Sign-Test. Hal tersebut bertujuan untuk membandingkan hasil dari pre-test dan post-test antar dua kelompok, serta uji kevalid-an untuk instrumen penelitian yang digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh Inkuiri Terbimbing terhadap kemandirian belajar siswa dan kemampuan mengidentifikasi sumber-sumber energi yang ada di sekitar manusia.Abstract: This research aims to describe how many people Involved implicated in Guided Inquiry in elementary school at Sinergia International Education Surabaya especially for their second grade in science subject. Our objects are the students in the second grade elementary school. The time for creating this research is from March till April 2020 in even semester. This analysist technique is using Mann Whitney and Wilcoxon signtest, and then the result is Guided Inquiry model can improve student’s selfregulated learning and there is a correlation between their abillity to identify the source of energy in the human around. And also this literature support by previous literatures which make the same decision. For the future this literature can bring renewable input for instruction modelin the elementary school such as evaluation and phases for the better instructional design in our educational system.

Page 1 of 1 | Total Record : 10