cover
Contact Name
Dr. -Ing. Widodo S. Pranowo
Contact Email
widodo.pranowo@gmail.com
Phone
+6221-6413176
Journal Mail Official
widodo.pranowo@gmail.com
Editorial Address
JL. Pantai Kuta V No.1 Ancol Timur Jakarta Utara 14430
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Chart Datum
ISSN : 24604623     EISSN : 27164632     DOI : https://doi.org/10.37875/chartdatum
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ilmiah CHART DATUM adalah jurnal yang diasuh oleh Prodi S1 Hidrografi STTAL yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi dibidang hidrografi kelautan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dibidang hidrografi. Naskah yang dimuat pada jurnal ini sebagian berasal dari hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kelautan pada aspek hidro-oseanografi yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, akademisi, peneliti maupun pemerhati permasalahan kelautan. Edisi volume 01 No. 04 ini adalah terbitan ketujuh setelah terbit pertama kali tahun 2015 dengan frekuensi terbit dua kali dalam satu tahun.
Articles 204 Documents
Analisis Pasang Surut di Teluk Davao Filipina Menggunakan Metode Least Square Periode Oktober 2022: Tide Analysis in Davao Gulf Philippines using Least Square Method in October 2022 Akbar, Agya Muhammad; Pranowo, Widodo Setiyo; Bimantara, Agung
Jurnal Chart Datum Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v10i2.359

Abstract

Teluk Davao yang berada di wilayah yurisdiksi negara Filipina, secara geografis lokasinya berada dekat dengan pulau-pulau terluar di utara Indonesia. Dimana pulau-pulau terluar ini tidak memiliki stasiun pasang surut, sehingga Teluk Davao dianggap dapat merepresentasikan fenomena pasang surut pada pulau-pulau tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe pasang surut pada lokasi penelitian serta mengolah konstanta harmonik pasang surut dengan metode Least Square menggunakan perangkat lunak t_tide yang berbasiskan bahasa pemrograman MatLab. Dari hasil penelitian ini dihasilkan konstanta harmonik sebanyak 32 konstanta yang menghasilkan nilai frekuensi, amplitudo, fase, dan SNR yang selanjutnya dijadikan bahan analisa. Dimana dari 32 konstanta yang didapatkan, 12 konstanta merupakan konstanta signifikan yang didominasi oleh konstanta diurnal. Nilai amplitudo tertinggi berada pada konstanta S2 dan M2 (semi-diurnal) sehingga menjelaskan mengapa tipe pasang surut yang didapatkan adalah tipe pasang surut harian ganda. Sedangkan 20 konstanta lainnya merupakan konstanta non-signifikan. Sementara itu hasil penghitungan bilangan Formzahl menunjukkan bahwa Teluk Davao juga bertipe pasang surut harian ganda dengan nilai sebesar 0,230493. Adapun tunggang pasang surut yang didapatkan dari hasil pengolahan dimana nilai maksimum adalah 2,27m dan nilai minimum adalah 0,12m. Sedangkan elevasi pasang surut maksimum yang didapatkan adalah 1,14m dan elevasi pasang surut minimum adalah 0,03m.
Karakteristik Gelombang Laut di Teluk Banten dan Sekitarnya pada Monsun Peralihan Berdasarkan Data Model Global : The Characteristics of Sea Waves in Banten Bay and Its Surroundings During The Transitional Monsoon Based on Global Model Data Yusron, Ahmad; Pranowo, Widodo Setiyo; Yulianto, Yulianto; Candrasa
Jurnal Chart Datum Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v10i2.364

Abstract

Perairan Teluk Banten merupakan wilayah yang sibuk setiap hari dengan berbagai aktivitas, seperti kapal nelayan, perahu penumpang antar pulau, dan wisata bahari. Kegiatan kelautan ini memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat di daerah tersebut, baik dalam hal transportasi pelayaran maupun ekonomi. Salah satu fenomena laut yang sangat vital adalah tinggi gelombang laut, sehingga diperlukan informasi tentang karakteristik gelombang laut di Perairan Teluk Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang di Perairan Teluk Banten pada musim peralihan (1 September - 10 Oktober 2024) berdasarkan sumber data sekunder dari CMEMS Marine Copernicus. Simulasi model diolah menggunakan Ocean Data View (ODV), didukung dengan Microsoft Excel. Hasil pengolahan data menunjukkan pola angin dan gelombang di Perairan Teluk Banten dengan nilai statistik analisis sebagai berikut: kecepatan angin maksimum 1,168 m/s, minimum 1,159 m/s, dan rata-rata 1,163 m/s. Hasil pengolahan gelombang menunjukkan nilai significant wave height maksimum 2,840 m, minimum 0,140 m, dan rata-rata 1,844 m. Nilai swell wave maksimum 2,410 m, minimum 0,110 m, dan rata-rata 1,472 m. Sedangkan nilai wind wave maksimum 1,750 m, minimum 0,00 m, dan rata-rata 0,858 m. Untuk nilai stokes wave drift velocity antara 3.1 cm/s hingga 16,5 cm/s. Dengan mengetahui karakteristik gelombang laut di Perairan Teluk Banten terhadap monsun kedua, diharapkan dapat meningkatkan angka keselamatan dalam kegiatan di laut, seperti wisata dan pelayaran.
Komparasi Karakter Pasang Surut di Perairan Meulaboh Antara Analisis Least Square dan Admiralty: Comparison of Tidal Character in Meulaboh Coastal Waters Between Least Square and Admiralty Analysis Wibowo , Yusuf; pranowo, widodo setiyo; Yulianto, Yulianto; Jantarto, Dwi; Alam, Tasdik Mustika
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i1.362

Abstract

Data pasang surut memiliki peranan penting dalam berbagai bidang seperti Hidrografi, Oseanografi, proyek rekayasa, perikanan, pariwisata, dan penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data pasang surut di perairan Meulaboh, Aceh dengan memanfaatkan software metode Least Square dan metode Admiralty sebagai pendekatan komparatif. Data diambil melalui observasi selama 29 hari. Analisis ini mengidentifikasi nilai konstanta harmonik, karakteristik tipe pasang surut dan elevasi muka air rencana. Hasil penelitian menunjukkan nilai konstata harmonik yang sangat erat antara kedua metode dengan nilai regresi R² sebesar 0,9954 dan nilai korelasi sebesar 0,997. Dari perhitungan nilai Fomzahl (F), menghasilkan nilai F dari metode Admiralty 0,658 sedangkan metode Least Square yaitu 0,613. Dari kedua nilai F terbebut digolongkan tipe pasut campuran dengan kecenderungan harian ganda.
Identifikasi Perubahan Garis Pantai di Kawasan Reklamasi Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara: Identification of Shoreline Changes in The Reclaimed Area of Karnaval Beach, Ancol, North Jakarta Eka Putra, I Wayan Sumardana; Khoirunnisa, Kamelia; Amron, Amron; Haryati, Ani
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i1.369

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang terjadi akibat faktor alami dan aktivitas manusia, seperti reklamasi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan garis pantai di kawasan reklamasi Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, menggunakan GPS Geodetik Trimble R8s dan R12i. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan dengan teknik Stop and Go Kinematic, pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, serta analisis perubahan garis pantai dengan ArcGIS 10.3 menggunakan alat Near Distance dan buffer sejauh 45 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pergeseran garis pantai dengan perubahan terbesar mencapai 34,47 meter, terutama di wilayah reklamasi. Perbandingan antara hasil pengukuran dengan Peta Laut Indonesia mengungkapkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh aktivitas reklamasi, dengan faktor alami seperti abrasi dan akresi yang turut berkontribusi. Evaluasi alat menunjukkan bahwa GPS Trimble R8s lebih efektif dalam survei garis pantai karena tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam mengukur perubahan kecil. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai dampak reklamasi terhadap dinamika garis pantai serta pentingnya pemantauan berkala untuk pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan Shoreline changes are dynamic phenomena influenced by natural factors and human activities, such as coastal reclamation. This study aims to identify shoreline changes in the reclaimed area of Karnaval Beach, Ancol, North Jakarta, using Trimble R8s and R12i Geodetic GPS. The method involves field surveys with the Stop and Go Kinematic technique, data processing using Microsoft Excel, and shoreline change analysis with ArcGIS 10.3, utilizing the Near Distance tool and a 45-meter buffer. The results indicate significant shoreline shifts, with the largest reaching 34.47 meters, primarily in reclaimed areas. Comparison with the Indonesian Nautical Chart reveals that shoreline changes are mainly driven by reclamation activities, with natural factors such as abrasion and accretion also playing a role. The evaluation shows that the Trimble R8s GPS is more effective for shoreline surveys due to its higher accuracy in detecting minor changes. This study provides insights into the impacts of reclamation on shoreline dynamics and highlights the importance of regular monitoring for sustainable coastal management.
Perbandingan Metode Admiralty dan Least-Square untuk Analisis Pasang Surut di Cilacap: Comparison of Admiralty and Least-Square Methods for Tidal Analysis In Cilacap Azmi, Ulil; Adnan Dendy Mardika; Jamrud Aminudin; Chiquita Laila Mahfud
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i1.370

Abstract

Perairan Cilacap berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga menjadi lokasi strategis untuk pelayaran nasional maupun internasional yang perlu diketahui karakteristik pasang surutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di Perairan Cilacap menggunakan dua metode yaitu Admiralty dan Least Square. Data pasang surut yang digunakan berasal dari pengamatan BMKG Cilacap selama 29 hari pada bulan Desember 2022. Penelitian ini menghitung konstanta harmonik, menentukan tipe pasang surut, dan menghitung elevasi muka air laut rencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstanta harmonik M2 memberikan pengaruh terbesar terhadap pola pasang surut. Tipe pasang surut yang teridentifikasi adalah campuran condong harian ganda dengan nilai formzahl sebesar 0,405 (Admiralty) dan 0,394 (Least Square). Nilai elevasi muka air maksimum (HHWL) berdasarkan metode Admiralty sebesar 227 cm dan metode Least Square sebesar 218 cm, sedangkan nilai muka air minimum (LLWL) masing-masing sebesar -7,6 cm dan 1,4 cm. Secara keseluruhan, metode Least Square memberikan hasil yang lebih akurat dan detail dibandingkan metode Admiralty. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas di wilayah pesisir, seperti navigasi pelayaran, pembangunan pelabuhan, dan mitigasi bencana pesisir.
Pemodelan Lokasi Shadowzone Kapal Selam dengan Metode Ray Tracing di Perairan Selatan Jawa: Modeling of Submarine Shadow Zone Location using Ray Tracing Method in The Southern Waters of Java Kusuma, Bayu; Yulianto; Irsan Soemantri Brodjonegoro
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i1.367

Abstract

Pemodelan lokasi kapal selam memiliki peran strategis dalam pertahanan maritim, khususnya dalam operasi penyamaran akustik. Penelitian ini menggunakan metode ray tracing untuk menentukan lokasi shadow zone di perairan selatan Jawa berdasarkan data suhu dan salinitas dari stasiun pengamatan di Samudera Hindia. Data tersebut dianalisis menggunakan perangkat lunak (ODV) dan Matlab serta dikombinasikan dengan persamaan Leroy, Medwin, dan Mackenzie untuk menentukan profil kecepatan suara dalam laut. Pemodelan dilakukan dengan pendekatan polyfit polinomial pangkat 12, 13, dan 14 guna memperoleh kurva terbaik dalam distribusi kecepatan suara. Hasil simulasi menunjukkan bahwa shadow zone terbentuk pada kedalaman tertentu, tergantung pada posisi sumber suara (transducer). Jika transducer ditempatkan pada kedalaman 40-meter, shadow zone berada di kedalaman kurang dari 32 meter dengan jangkauan 16.100 meter. Pada kedalaman transducer 160 meter, shadow zone terbentuk di kedalaman kurang dari 113 meter dengan jangkauan 100.000 meter, sedangkan pada kedalaman transducer 400 meter, shadow zone terbentuk di kedalaman kurang dari 185 meter dengan jangkauan 100.000 meter. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan strategi operasi kapal selam di perairan selatan Jawa.
Pencarian Lokasi Yang Tepat untuk Pemasangan Turbin Arus Laut Penghasil Daya Listrik: Identification of Suitable Sites for Marine Current Turbine Installation for Power Generation Eka Putra, I Wayan Sumardana; Nabillah, Nayla Cahya; Cahyo, Tri Nur; Adrianto, Dian; Santoso, Agus Iwan; Adi, Novi Susetyo
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i2.371

Abstract

Selat Pantar memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi arus pasang surut sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal pemasangan turbin dengan melakukan pemodelan hidrodinamika. Pemodelan hidrodinamika dilakukan menggunakan perangkat lunak MIKE Zero, dengan memasukkan data sekunder yang meliputi pasang surut sebagai open boundary condition, data angin dari ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) sebagai faktor forcing permukaan, serta data batimetri dari GEBCO (General Bathymetric Chart of the Oceans) untuk merepresentasikan kondisi kedalaman perairan. Model divalidasi menggunakan data prediksi global dari TPXO (Tidal Prediction X-bar Orography), menghasilkan RMSE sebesar 0,3158 dan koefisien korelasi 0,8059, yang menunjukkan akurasi tinggi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Selat Pantar memiliki pola pasang surut condong harian ganda dengan FormZahl 0,7228, serta kecepatan arus maksimum terjadi saat spring tide (0,8 m/s) dan menurun pada neap tide (Analisis dilakukan pada tiga stasiun. Stasiun 3 memiliki kecepatan arus tertinggi, sehingga direkomendasikan sebagai lokasi utama pemasangan turbin Darrieus, yang memiliki cut-in speed 0,5 m/s. Sementara itu, Stasiun 2 dapat menjadi alternatif jika optimalisasi teknologi memungkinkan operasi pada kecepatan lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan energi arus pasang surut yang berkelanjutan di Selat Pantar.
Analisis Karakteristik Arus pada Beberapa Kedalaman di Laut Jawa Sepanjang Tahun 2024: Analysis of Current Characteristics at Various Depths in The Java Sea Throughout 2024 Pratama , Brachmantiyo Rachman; Pranowo, Widodo Setiyo; Prasita, Viv Djanat
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i1.375

Abstract

Laut Jawa merupakan perairan semi-tertutup yang memiliki karakteristik oseanografi kompleks akibat pengaruh sirkulasi regional dan sistem angin muson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik arus laut pada beberapa kedalaman di Laut Jawa, dengan fokus pada variasi arah dan kecepatan arus secara vertikal serta pengaruh musiman. Data arus diperoleh dari model oseanografi Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola arus laut di Laut Jawa Diduga dipengaruhi oleh dinamika angin muson, dengan perbedaan signifikan antara Musim Barat dan Musim Timur. Pada Musim Barat, arus permukaan umumnya bergerak dari barat ke timur, sedangkan pada Musim Timur arah dominan bergeser dari timur ke barat. Secara vertikal, kecepatan arus cenderung menurun seiring bertambahnya kedalaman. Rata-rata kecepatan arus permukaan berada pada kisaran 0,05–0,35 m/s, sedangkan pada kedalaman menengah dan bawah berkisar antara 0,01–0,15 m/s. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kedalaman memberikan pengaruh signifikan terhadap distribusi arus, serta mencerminkan peran penting angin muson dan topografi lokal dalam mengatur pola sirkulasi di Laut Jawa.
Analisis Karakter Gelombang Laut di Perairan Selat Lombok Periode Tahun 1993: Analysis of The Ocean Waves Character in Lombok Strait Coastal Waters During 1993 Susilo, Iwan Hendra; Pranowo, Widodo Setiyo; Prasita, Viv Djanat
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i2.378

Abstract

Keindahan alam bahari Pulau Lombok beserta biota laut laut yang hidup di dalamnya merupakan aset nasional yang tak ternilai harganya dan wajib kita lestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Faktor kelestarian alam inilah yang melatarbelakangi penelitian terhadap karakter gelombang laut di perairan Selat Lombok pada periode tahun 1993, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran nyata pengaruh gelombang laut selama lebih dari 20 tahun tersebut terhadap aktivitas masyarakat Lombok masa sekarang pada aspek pariwisata bahari, dermaga labuh bongkar muat ikan dan kegiatan pelayaran tradisional. Metode yang digunakan yaitu dengan evaluasi data dari arsip CMEMS Marine Copernicus yang diolah menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV), dianalisis secara 2-dimensi spasial propagasi gelombang dengan variasi bulanan. Selain itu, dianalisis pula secara mareogram variasi temporal di beberapa stasiun observasi atau pengamatan virtual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama periode bulan Januari hingga Desember tahun 1993, gelombang signifikan tertinggi adalah 2,35 meter di bagian Selatan Selat Lombok pada bulan Juli 1993, serta yang terendah adalah 0,4 meter, di bagian Tengah Selat Lombok pada bulan Desember 1993.
Evaluasi Kualitas Data Batimetri Batnas dan Etopo di Wilayah Selatan Pangandaran menggunakan Pendekatan Statistik Hukum Benford: Assessing The Quality of Bathymetric Data of Batnas and Etopo in Southern Pangandaran Region using Benford’s Statistical Law Mahfud, Chiquita Laila; Azmi, Ulil; Wijayanto, Mirda Prisma
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i2.379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian distribusi angka dalam data batimetri dari dua sumber utama, yaitu BATNAS dan ETOPO, terhadap pola distribusi Hukum Benford. Analisis dilakukan terhadap digit pertama dan digit kedua dari masing-masing dataset menggunakan uji statistik Z dan Mean Absolute Deviation (MAD). Hasil menunjukkan bahwa baik data BATNAS maupun ETOPO belum sepenuhnya mengikuti pola distribusi logaritmik alami. Nilai MAD digit pertama untuk data BATNAS sebesar 0,0573, sedangkan ETOPO sebesar 0,0558, yang keduanya berada di atas ambang batas 0,015 dan masuk dalam kategori tidak sesuai dengan Hukum Benford. Untuk digit kedua, nilai MAD BATNAS sebesar 0,0323 dan ETOPO sebesar 0,0169, yang juga melebihi ambang batas 0,012. Namun, secara relatif data ETOPO menunjukkan tingkat kesesuaian yang lebih baik dibandingkan BATNAS, ditandai oleh nilai MAD yang lebih rendah pada kedua digit. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Hukum Benford dapat menjadi alat validasi numerik awal dalam memilih dataset yang lebih andal untuk kebutuhan pemodelan oseanografi, khususnya di wilayah pesisir selatan Pangandaran yang rawan terhadap bencana oseanografi.