cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 23 No. 2 (2023)" : 10 Documents clear
PERENCANAAN PENAMBANGAN TAMBANG TERBUKA BATUBARA PADA PT. CARITAS ENERGI INDONESIA JOBSITE BATUBARA JAMBI LESTARI KABUPATEN MUARO JAMBI, PROVINSI JAMBI Pranajati, Andy; Ananda, Febri
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tang mempunyai suatu cadangan batubara yang cukup besar. Seiring dengan berkembangnya zaman penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan gas bumi yang semakin besar sehingga mengakibatkan berkurang pasokan minyak bumi maupun gas. Adapun alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi dan gas adalah batubara. Permodelan lapisan batubara yang telah dilakukan, menghasilkan satu seam batubara dengan ketebalan 0,2 m- 5,90 m. Pit limit dirancang dengan stripping ratio (SR) sebesar 4, dari elevasi RL +50 sampai RL +10, dengan luas pit sebesar 2,3 Ha. Cadangan tertambang sebesar 342.889,69 MT dengan volume overburden 1.493.802,27 BCM. Rancangan pit di design dengan Kemiringan lereng tunggal (single slope) pada highwall adalah 550, sedangkan untuk lereng keseluruhan (overall slope) sebesar 450 untuk, bagian lowwall 35°, dan untuk sidewall jenjang tunggal 55° dan jenjang keseluruhan 45°. Target produksi yang dipenuhi selama 3 bulan (April-Juni) sebesar 85.000 MT dengan overburden 340.000 BCM. Overburden yang telah dikupas akan ditumpuk pada daerah disposal dengan kapasitas sebesar 330.000 BCM dari elevasi RL +45- RL +70 dengan tinggi disposal 25 meter. Tempat penumpukan batubara memiliki kapasita 40.000 MT. Geometri jalan yang dirancang untuk menunjang pengangkutan material dengan lebar jalan lurus 8 m dan lebar jalan pada tikungan sebesar 13 m. Pada proses penggalian dan pengangkutan coal dan overburden menggunakan alat mekanis excavator 5 unit, Scania P380 15 unit, Mercy Actross 6 unit, dan alat support berupa bulldozer 3 unit, motor grader 1 unit, compactor 1 unit, dan excavator PC 200 1 unit.
EFEKTIVITAS DAN MODEL ISOTERM ADSORPSI Fe DAN Mn OLEH MATA LELE (Lemna minor) Ghozali, Ali Aulia; Sohra, Lulu Alfatih; Eviane, Dewi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknik untuk menurunkan kadar logam dalam air adalah fitoremediasi, dan mata lele (Lemna minor) berpotensi untuk digunakan sebagai agen bioremediator. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas tanaman mata lele dalam meremediasi kandungan logam dalam air sumur, serta mengevaluasi model isoterm adsorpsinya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2022 hingga Maret 2023. Sampel diambil secara komposit dari sumur warga di Dukuh Baran, Kalurahan Srihardono. Variabel yang diukur adalah pH, kadar Fe dan Mn, kesadahan, temperatur, serta coli tinja. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi eksisting air sumur sampling, tanaman mata lele mampu secara efektif menurunkan konsentrasi Mn pada air sumur, sebaliknya tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada konsentrasi Fe, sebab konsentrasinya yang memang sudah rendah. Pada konsentrasi 100 ppm untuk kedua logam, mata lele mampu mengadsorpsi kedua logam dengan efektivitas penjerapan 86-94%. Kajian model isoterm adsorpsi menunjukkan logam Mn mampu termodelkan dengan baik dengan model isoterm adsorpsi Freundlich, sebaliknya logam Fe tidak termodelkan dengan baik.
ANALISIS NILAI ERODIBILITAS TANAH TERHADAP PREDIKSI KEJADIAN EROSI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA Rianto , Doli Jumat
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area bekas tambang batubara sangat rentan terhadap erosi. Kerentanan tanah berasal dari sifat fisik tanah, kepekaan tanah, serta kondisi geomorfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permeabilitas tanah, ukuran butir tanah dan kandungan organik tanah terhadap erodibilitas tanah terdapat hubungan yang positif, dimana nilai ukuran butir tanah, thitung 8.739 > ttable 2.228 Semakin tinggi nilai M (ukuran butir tanah) akan diikuti dengan peningkatan nilai erodibilitas tanah (K), sifat tanah pada lahan bekas tambang digolongkan berliat halus. Hubungan erodibilitas tanah terhadap permeabilitas tanah diperoleh thitung 2.351 > ttable 2.228. Permeabilitas tanah menunjukkan kondisi agak lambat sampai sedang (moderate to slow), semakin tinggi nilai permeabilitas tanah diikuti dengan penurunan nilai erodibilitas tanah. Sedangkan kandungan bahan organik tanah tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap erodibililitas tanah, dimana (thitung 1.685) < ttable 2.228. Rendahnya pengaruh kandungan organik tanah terhadap erodibilitas tanah disebabkan oleh persentase kandungan organik tanah pada setiap sampel yang diambil pada lahan bekas tambang tergolong rendah. Erodibilitas tanah terhadap erosi menunjukkan pengaruh yang signifikan terjadinya erosi. Sedangkan panjang dan kemiringan lereng terhadap erosi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan sebagai prediksi terjadinya erosi. Besarnya erosi secara keseluruhan pada lahan bekas tambang sebesar 188.00 ton/ha/tahun (31.63 Ha) dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) katagori sedang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA PEMANFAATAN RUANG UNTUK PARIWISATA DI AREA BEKAS TAMBANG TEBING BREKSI Kusumaningrum, Noni; Ridlo, Dimas Taufiq
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebing Beksi merupakan kawasan bekas penambangan batu yang telah ditetapkan sebagai situs warisan geologi yang saat ini dimanfaatkan untuk pariwisata. Sejak tahun 2014 telah terjadi sebaran pemanfaatan ruang di sekitar Tebing Breksi untuk kegiatan wisata yang membentuk pola tertentu yang penting untuk dipahami. Tujuan penelitian ini adalah menelusuri faktor-faktor yang mendorong perkembangan kegiatan berwisata, penyediaan fasilitas, dan infrastruktur wisata di area bekas tambang Tebing Breksi. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai pemanfaatan ruang yang terjadi dari tahun 2014 sampai 2019. Lokus penelitian adalah di kawasan Tebing Breksi, Dusun Nglengkong, Desa Sambirejo, DIY yang dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata. Berdasarkan hasil analisis terhadap perkembangan pariwisata dapat digambarkan bahwa pemanfaatan ruang sebagian besar berada di sisi timur kawasan Tebing Breksi dan melebar ke utara dan ke selatan. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya pemanfaatan ruang yang demikian adalah: (1) semua fasilitas wisata, infrastruktur, dan kegiatan wisata berada pada wilayah tanah bengkok Lurah, (2) letak kegiatan dan fasilitas wisata dipengaruhi oleh kondisi geografis, (3) beberapa fasilitas wisata tumbuh secara spontan di sepanjang jalan sirkulasi pengunjung, (4) beberapa fasilitas wisata tumbuh di titik kumpul pengunjung.
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KUALITAS COLI TINJA AIR SUMUR GALI DI DUSUN GONDANG LUTUNG DONOHARJO NGAGLIK SLEMAN Basuki; Warsiyah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porositas tanah yang tinggi akan lebih cepat meloloskan pencemar ke dalam sumur gali . Sehingga dikhawatirkan air sumur tersebut tercemar oleh buangan dari kamar mandi dan dari wc sehingga tercemar oleh adanya ecoli tinja. Maka dalam penelitian ini peneliti mengambil judul”Pengaruh Sanitasi Terhadap coli tinja Air Sumur Gali milik Bapak Adit Triyono dan Bapak Mardiyanto Di Dusun Gondang Lutung Donoharjo Ngaglik Sleman. Adapun metode dalam penelitian ini adalah penentuan bakteri koliform dan Escherichia coli secara lengkap menggunakan metode MPN. Kemudian melakukan inkubasi tabung-tabung tersebut pada suhu 30oC selama 24-48 jam. Tabung durham yang menghasilkan gelembung merupakan tabung positif. Uji konfirmasi atau penegasan (confirmative test) koliform. pada uji ini bakteri yang telah dibiakan dipindahkan dari tabung LTB positif menggunakan jarum, inokulasi ke tabung media BGLB (Briliant Green Lactose Bile) both 2% yang berisi tabung durham. kemudian dilakukan inkubasi selama 24-48 jam bersuhu 35oC. tabung positif menunjukkan adanya gas pada tabung durham. kemudian mencocokan jumlah tabung yang positif dengan nilai pada tabel MPN untuk melihat jumlah koliform pada sampel. Uji pendugaan E. coli. Pada uji ini biakan dipindahkan dengan jarum inokulasi dari setiap tabung BGLB yang positif kedalam tabung berisi media EC Borth yang telah diisi tabung durham. Tabung-tabung EC broth di inkubasi selama 24-48 jam dengan suhu 45 oC. Setelah 48 jam akan terlihat tabung yang positif adanya bakteri E. coli akan menghasilkan gelembung pada tabung durham.. Analisis data menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanitasi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas air sumur gali milik Bapak Adit Triyono dan Bapak Mardiyanto. Jarak jamban/wc mempengaruhi kualitas coli tinja. Air sumur gali milik Bapak Triyono E.coli tinjanya 2400 MPN, dan Bapak Mardiyanto 240 MPN.
PENGEMBANGAN PRODUK BARU SABUN PADAT DARI MINYAK JELANTAH Puspitasari, Amallia; Erlita , Desi; Maria, Ernastin; Mudawah, Atik
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng bekas atau minyak jelantah banyak dihasilkan oleh rumah tangga maupun industri. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar minyak, sabun, pembersih lantai dan lilin telah banyak dikembangkan.Pada penelitian ini dikembangkan produk baru sabun padat dari minyak jelantah menggunakan NaOH melalui proses saponifikasi. Penelitian ini dilakukan bersama-sama dengan Bank Sampah Lestari yang berlokasi di Potorono, Banguntapan, Bantul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk baru dari minyak jelantah mrnajdi sabun padat dan untuk mengetahui kandungan dari sabun minyak jelantah. Tahap pertama penelitian ini adalah. tahap persiapan. Dalam tahap persiapan ini dilakukan penjernihan minyak jelantah dengan direndam pada arang sehari sebelum digunakan, kemudian disaring. Minyak goreng yang telah jernih selanjutnya direaksikan dengan NaOH. Dari penelitian ini didapatkan kandungan dari sabun minyak jelantah melalui pengujian laboratorium, berupa kadar air 21,45215%., total lemak dalam sabun 0,00875%, bahan tak larut dalam etanol 1,4701%, alkali bebas 0.2879%, asam lemak bebas 2,282%, kadar klorida 0,0775%, lemak tak tersabunkan 1.4701%, dan pH sabun 9,545. Sabun padat dari minyak jelantah yang dihasilkan berwarna putih dan tidak berbau tengik. Dengan demikian, sabun padat dari minyak jelantah ini berdasarkan hasil uji laboratorium baik digunakan untuk sabun cuci. Jika akan digunakan menjadi sabun mandi harus melalui uji iritasi kulit terlebih dahulu dan dilakukan penyesuaian pH. Nilai pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan iritasi dan dehidrasi kulit.
EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA AKTIVITAS PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT. FIRMAN KETAUN (FK) DESA TANJUNG DALAM KEC. ULOKKUPAI KAB. BENGKULU UTARA Herniti, Dwi; Fridtriyanda, Asri; Dinata, Alfasa Ardi; Siri, Hasywir Thaib
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai suatu cadangan batubara yang cukup besar. Seiring dengan berkembangnya zaman penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan gas bumi yang semakin besar sehingga mengakibatkan berkurang pasokan minyak bumi maupun gas. Adapun alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi dan gas adalah batubara. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) menghitung produktivitas rencana dan aktual alat gali-muat dan alat angkut di PT. Firman Ketaun; 2) mengetahui faktor teknis yang mempengaruhi produktivitas alat gali-muat dan alat angkut di PT. Firman Ketaun dan 3) mengevaluasi produktivitas alat gali-muat dan alat angkut agar dapat bekerja secara optimal. Penelitian ini penulis fokus menganalisis produktivitas alat gali muat dan alat angkut dari PIT penambangan sampai disposal. Dalam kegiatan penambangan, PT. Firman Ketaun menetapkan target di bulan Januarisebesar 32.734 BCM. Namun pada kenyataannya pada bulan Januari 2023 ketercapaian produktivitas alat gali muat dan alat angkut sebesar 13.344 BCM yang artinya bahwa target PT.Firman Ketaun belum terpenuhi. Faktor utama tidak tercapainya produktivitas alat gali muat dan alat angkut adalah lamanya waktu tunggu untuk pengisian dikarenakan MF (Match Factor) < 1 dimana alat gali muat bekerja kurang dari 100% sedangkan alat angkut bekerja 100%. Karena efisiensi kerja yang rendah sehingga perlu d ilakukan perbaikan terhadap nilai efisiensi kerja. Dengan meningkatnya cycle time dan waktu kerja efektif maka target produksi perusahaan dapat ditingkatkan adapun produktifitas setelah dilakukan perbaikan cycle time waktu kerja efektif produktivitas alat meningkat menjadi 26.272,20 BCM/Bulan. Dengan menggunakan alternatif ini, maka target produksi yang di harapkan perusahaan sebesar 18.000 BCM/Bulan sudah melebihi target, sehingga alternatif ini dapat digunakan agar produksi yang di harapkan perusahaan dapat tercapai.
PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK SECARA FITOREMEDIASI SISTEM CONSTRUCTED WETLANDS DENGAN TANAMAN HIAS IRIS (Iris pseuadacorus) DAN MELATI AIR (Echinodorus palifolius) Ayuningtyas, Endah; Muyasaroh, Nurul; Hermawan, Heru Bagus; Irene Arum AS; Retno Susetyaningsih; Jumiati; K.R, Muhammad Nurwahid
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah menjadi salah satu permasalahan yang berkepanjangan dan cukup sulit untuk diatasi karena akan terus ada mengikuti perkembangan kehidupan manusia. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang merupakan salah satu penghasil limbah domestik terbesar yang berasal dari toilet, pencucian piring dari kantin dan air wudhu. Salah satu metode pengolahan biologis yang dinilai terjangkau dan efektif untuk menurunkan zat pencemar di dalam air limbah yaitu fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palifolius) dalam menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah air domestik (greywater) di SMP N 3 Prambanan. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan constructed wetlands (CWs). Variabel penelitian ini yaitu variasi komposisi 2 tanaman Iris (A); Melati Air (B) dan gabungan 2 jenis tanaman (C) serta waktu tinggal 2 dan 4 minggu. Parameter yang dianalisis adalah COD, BOD, dan TSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tanaman hias Iris (Iris pseudoacorus) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) serta waktu tinggal yang lama dalam sistem constructed wetlands mempunyai pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah domestic sebesar 94%; 95% dan 85%. Sistem constructed wetlands terintegrasi, yang terdiri dari gabungan 2 jenis tanaman berurutan dan waktu tinggal 4 minggu, dapat memberikan efisiensi penyisihan COD, BOD dan TSS terbesar.
UJI EFEKTIVITAS PENYERAPAN TIMBAL (PB) MENGGUNAKAN TANAMAN TYPHA ORIENTALIS, EINCHORNIA CRASSIPES DAN EQUISETUM HYEMALE Triastianti, Rita Dewi; Nasirudin; Gregorius
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan menurunkan kadar timbal (Pb) dengan proses fitoremidiasi Menggunakan Tanaman Typha orientalis, Einchornia crassipes dan Equisetum Hyemale dilakukan dalam penelitian skala laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi penurunan kadar timbal (Pb) yang terkandung dalam limbah buatan setelah melalui proses. Pengaruh dan potensi tanaman telah dipelajari melalui pengamatan laboratorium dengan limbah buatan dengan proses fitoremidiasi Tanaman Typha orientalis, menyerap Timbal (Pb) dengan konsentrasi 8.000mg selama 3 hari sebanyak 3.261,72 mg dan tanaman Equisetum Hyemale sebanyak 1.700,71 mg serta tanaman Einchornia crassipes sebanyak 488,71 mg. Tanaman Typha orientalis lebih efektif dalam menyerap logam Timbal(Pb) dengan efisiensi 40,78% dibandingkan dengan Bambu air (Equisetum Hyemale ) sebanyak 21,26% dan tanaman Eceng gondok (Einchornia crassipes) yang mampu menyerap logam timbal (Pb) sebanyak 6,12 %.
KAJIAN POTENSI ECO-AIRPORT UNTUK BANDARA SULTAN ISKANDAR MUDA Mulyani, Sri; Setiabudi, Dedet Hermawan; Prihandoko, Diananto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi panel surya bertujuan untuk mengatasi kegagalan suplai listrik PLN, menghemat biaya listrik dan menurunkan emisi gas karbon terhadap lingkungan dalam langkah mendukung konsep bandara dengan green energy atau Eco-Airport, dalam metode perhitungannya menggunakan analisa komponen, pengaruh suhu dan juga dari segi ekonomi pada investasi awal proyek. Analisis didapatkan daya yang dapat disupplai oleh PLTS Hybrid dengan penyimpanan 88 buah baterai untuk didistribusikan ke Critical Load adalah 337,879 Wh, dan dibutuhkan modul surya sebanyak 192 unit dan inverter berjumlah 11 buah. Dalam rencana proyek PLTS ini membutuhkan lahan instalasi sebesar 357,525 ????2. Untuk kondisi pengaruh cuaca diasumsikan 6 bulan cerah dan 6 bulan hujan sehingga rata-rata listrik yang dihasilkan perhari adalah 188,155 Kwh. Dalam aksi mitigasi emisi gas karbon PLTS yang direncanakan dapat mereduksi 188,15 kgCO2 perhari.

Page 1 of 1 | Total Record : 10