cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 2 (2025)" : 9 Documents clear
PENGARUH BIOAKTIVATOR MIKROORGANISME LOKAL TOMAT, KULIT PISANG DAN NASI BASI TERHADAP PENGOMPOSAN AMPAS KOPI Endah Ayuningtyas; Dewi Rahyuni; Julian Tri Anando
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.401

Abstract

Pemanfaatan limbah ampas kopi sebagai bahan baku kompos masih belum maksimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan akibat kandungan kafein yang tinggi. Upaya pemanfaatan ini penting dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap tanah sekaligus meningkatkan nilai guna limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh mikroorganisme lokal (MOL) yang berasal dari tomat, kulit pisang, dan nasi basi terhadap proses pengomposan ampas kopi, serta menentukan jenis MOL paling efektif sebagai bioaktivator alami. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan MOL dan satu kontrol tanpa MOL, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), rasio C/N, pH, dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOL berpengaruh signifikan terhadap kandungan fosfor (P), karbon organik (C-organik), dan rasio C/N, tetapi tidak berpengaruh terhadap nitrogen (N) dan kalium (K). MOL dari buah tomat merupakan bioaktivator paling efektif, meningkatkan fosfor hingga 0,84% dan C-organik sebesar 52,17%, sesuai standar SNI 19-7030-2004.
DAMPAK VARIASI KONDISI CUACA (SUHU, CAHAYA, KELEMBAPAN) TERHADAP UNJUK KERJA DAN DAYA OUTPUT SISTEM PLTS Dimas Taufiq Ridlo; Yohanes Tola; Ucik Ika Fenti Styana; Adi Kurniawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.410

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki potensi energi surya yang besar, dengan intensitas radiasi rata-rata 4,5–4,8 kWh/m²/hari. Namun, kinerja PLTS sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya matahari, dan kelembapan udara. Variasi cuaca yang dinamis menyebabkan daya keluaran PLTS berfluktuasi, sehingga perlu dilakukan analisis mendalam mengenai pengaruh tiap parameter cuaca terhadap performa sistem. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh suhu, intensitas cahaya matahari, dan kelembapan udara terhadap daya keluaran PLTS, serta (2) mengidentifikasi waktu dan kondisi cuaca yang paling optimal untuk menghasilkan daya maksimum. Penelitian dilaksanakan di PLTH Pantai Baru, Kabupaten Bantul, selama 17 hari pada periode Juni–Agustus dengan pengukuran setiap jam mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Parameter yang diamati meliputi daya keluaran (P), suhu (T), intensitas cahaya (Lux), dan kelembapan udara (RH). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26 melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji T untuk menentukan hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,731 (>0,6). Berdasarkan uji T, hanya intensitas cahaya matahari yang berpengaruh signifikan terhadap daya keluaran PLTS (t = –4,064; Sig. = 0,000), sedangkan suhu (Sig. = 0,168) dan kelembapan udara (Sig. = 0,464) tidak berpengaruh nyata. Arah koefisien negatif menunjukkan bahwa peningkatan intensitas yang berlebihan dapat menurunkan efisiensi akibat kenaikan suhu modul. Berdasarkan analisis data lapangan, daya keluaran maksimum tercatat pada pukul 10.00–13.00 WIB dengan kondisi intensitas cahaya tinggi (sekitar 900–1100 Lux), suhu udara berkisar 31–35°C, dan kelembapan relatif 40–50%. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat dianggap sebagai waktu optimal PLTS bekerja secara efisien di lokasi penelitian.
ANALISIS DAMPAK BANJIR ROB TERHADAP METER AIR DAN AKSESORIS PIPA PDAM TIRTA DUMAI BERSEMAI MENGGUNAKAN SIG DI KECAMATAN DUMAI KOTA DAN DUMAI BARAT Firmansyah, Reosa; R. Gagak Eko Bhaskorox; Farhan Ari Saputra
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.387

Abstract

Bencana banjir rob merupakan hal yang sering terjadi di Kota Dumai terutama dikawasan pesisir pantai. Sering terjadinya bencana banjir rob berdampak buruk terhadap aset Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM). Penting bagi PERUMDAM untuk dapat untuk mengurangi dampak bencana dengan pencegahan sejak dini. Aplikasi QGIS diperlukan untuk analisis pemetaan terhadap banjir rob yang pernah terjadi. Analisis pemetaan zonasi dilakukan berdasarkan data kejadian banjir rob yang pernah terjadi dalam tahun 2021-2023 dari Dinas Pekerja Umum Kota Dumai untuk penentuan kategori zona atau pembuatan kelas dalam tiga kelas. Analisis peta meter air dan aksesoris pipa terhadap persebaran banjir rob dilakukan dengan pembobotan dan skoring. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 3 kelas tingkat kerawanan yang ada di Kecamatan Dumai Kota dan Dumai Barat, yakni rendah seluas 71 ha, sedang seluas 139 ha dan tinggi seluas 254 ha. Analisis persebaran pipa dan aksesoris terhadap banjir rob dilakukan menggunakan proses intersect dengan overlay peta data meter air dan data aksesoris pipa terhadap data bencana banjir rob kemudian mengklasifikasikan. Hasil klasifikasi menunjukan kondisi meter air terhadap banjir baik (5%), sedang (75%) dan buruk (20%). Hasil klasifikasi tingkat kondisi aksesoris pipa yaitu baik (0%), sedang (53%) dan buruk (47%).
Analisis Pembentukan Sludge Granular dari Lumpur Anaerobik Pengolahan Limbah di Effluent Treatment Plant PT XYZ Ratnawati, Rhenny; Agustin, Dewi; Auvaria, Shinfi Wazna; Arida, Vera
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.395

Abstract

Limbah cair dari proses produksi minyak sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga pengolahan yang tepat untuk menghilangkan bahan organik adalah dengan proses anaerobik. Di PT XYZ pada proses anaerobik digunakan beberapa jenis reaktor, diantaranya Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), Expanded Granular Sludge Blanket (EGSB), Internal Circulation (IC) Tank, dan Super Internal Circulation Tank. Bakteri yang digunakan umumnya berbentuk granular yang lebih cepat mengendap, tetapi pada kondisi lapangan bakteri yang digunakan untuk UASB adalah sludge powdering dimana cenderung washing out. Hal tersebut dapat menurunkan efisiensi pengolahan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan sludge granular dari sludge powdering pada reaktor UASB. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan reaktor dari gelas beker dengan pengoperasian selama 6 minggu. Digunakan prinsip koagulasi flokulasi dengan penambahan urea 0,3 gr/L/hr sebagai nutrisi bagi bakteri dan FeCl3 sebagai bahan pengikat. Tahapan penelitian ini diantaranya pengambilan sampel, operasi reaktor, pengamatan, dan pemberian perlakuan kemudian analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB tidak terbentuk sludge granular, karena sludge yang dihasilkan berbentuk flok halus. Penambahan bahan FeCl3 dan urea membuat nilai pH reaktor naik turun dan cenderung basa mengakibatkan terciptanya kondisi yang tidak optimal bagi aktivitas bakteri pembentuk granular. Sehingga belum didapatkan sludge granular dari percobaan menggunakan sludge powdering UASB dengan reaktor gelas beker.
ANALISIS KLASIFIKASI MASSA BATUAN TAMBANG KUARI BATUGAMPING BERDASARKAN METODE ROCK MASS Permadi, Fikri; Andy Erwin Wijaya; Bayurohman Pangacella Putra; Auliawan Tri Barata
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.413

Abstract

Berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang geologi dan geoteknik lokal, geoteknik adalah untuk menyusun strategi penambangan yang aman dan efisien. Hal ini meliputi pemilihan metode penambangan yang sesuai, lokasi peledakan yang optimal, dan perencanaan pengelolaan limbah tambang. Analisi geoteknik penting untuk memastikan keselamatan struktur dan personel yang terlibat dalam operasi penambangan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik geoteknik dari tanah dan batuan di sekitar lokasi tambang, risiko terhadap kegagalan struktur dan bahaya terkait lainnya dapat diidentifikasi dan dikelola. Berdasarkan analisis geoteknik, perusahaan tambang dapat menentukan metode penambangan yang paling sesuai dengan kondisi geologi dan geoteknik setempat. Meliputi pemilihan lokasi peledakan yang aman, strategi penambangan yang efisien, dan perencanaan pemulihan lahan yang berkelanjutan, dengan geoteknik memungkinkan evaluasi terhadap stabilitas lereng di sekitar tambang, termasuk potensi risiko longsor atau keruntuhan yang dapat mempengaruhi kegiatan tambang dan lingkungan sekitarnya. Informasi ini penting untuk merencanakan tindakan mitigasi risiko yang sesuai. Analisis geoteknik di tambang batugamping wilayah Temandang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjadi penting untuk memastikan operasi tambang berjalan dengan aman, efisien, dan berkelanjutan sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.
ANALISIS INCREMENTAL PIT EXPANSION BERDASARKAN NILAI NET PRESENT VALUE (NPV) UNTUK PENENTUAN PIT LIMIT PADA TAMBANG BATUBARA SEPTI WULANDARI; Muhammad Fadil Bellico
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.415

Abstract

Penentuan batas akhir penambangan (ultimate pit limit) merupakan tahapan penting dalam perencanaan tambang terbuka untuk memperoleh nilai ekonomi maksimum dari suatu endapan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pit limit optimal berdasarkan analisis nilai Net Present Value (NPV) dari beberapa skenario penambangan (incremental pit). Parameter ekonomi yang digunakan meliputi biaya operasional, harga jual batubara berdasarkan Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar US$ 81,5/ton, dan royalti sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku sesuai Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2025 sebesar 11,5%. Analisis dilakukan pada lima skenario pit dengan stripping ratio (SR) berkisar antara 9,50 hingga 13,38. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa peningkatan volume batubara yang ditambang dari PIT-1 hingga PIT-3 diikuti oleh peningkatan nilai NPV, sedangkan setelah PIT-3 nilai NPV cenderung menurun. Nilai NPV tertinggi diperoleh pada PIT-3 sebesar US$ 11,14 juta dengan produksi batubara sebesar 1,014 juta ton dan SR 11,64 bcm/t. Dengan demikian, PIT-3 ditetapkan sebagai pit limit optimal yang memberikan nilai ekonomi maksimum pada tingkat diskonto (discount rate) sebesar 14%.
PERENCANAAN PENTUTUPAN SEL SAMPAH AKTIF DI TPA RASAU JAYA MENGGUNAKAN TEKNIK REVEGETASI LAHAN Siregar, Angelina; Kiki Prio Utomo; Aini Sulastri
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.416

Abstract

Penutupan sel sampah yang penuh diperlukan untuk mencegah penyebaran vektor penyakit, pencemaran air tanah, kebakaran, penurunan estetika, dan bau. Sel aktif TPA Rasau Jaya yang mengalami overcapacity membutuhkan perencanaan penutupan sesuai kondisi eksisting dan acuan Permen PUPR No. 3 Tahun 2013. Penelitian ini merencanakan desain lapisan tanah penutup akhir, revegetasi, serta estimasi biaya, dengan perbandingan studi kasus TPA Batu Layang. Rekonturing dilakukan untuk memperbaiki stabilitas, dan volume tanah penutup dihitung menggunakan metode end areas. Lapisan penutup akhir terdiri dari subbase layer tanah PMK, barrier layer kerikil, protective layer tanah liat, drainage layer kerikil, dan surface layer tanah PMK. Revegetasi menggunakan rumput belulang, perdu puring dan bougenvil, serta pohon mahoni sebagai pelindung. Biaya penutupan diperkirakan sebesar Rp978.119.739,45. Perencanaan ini menjadi acuan penutupan TPA yang efektif dan berkelanjutan.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN ALAT PENDETEKSI GEMPA BUMI SEDERHANA Basuki; Warsiyah; Rita Dewi Triastianti; Triatmi Sri Widyaningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.430

Abstract

Teknologi pembuatan alat pendeteksi gempa bumi sederhana untuk memberikan solusi awal dalam mengenali getaran tanah secara praktis. Perancangan alat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis mengenai prinsip kerja sensor getaran dan respon mekanis terhadap gangguan seismik. Selain itu perancangan alat ini juga diharapkan dapat menjadi contoh teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat atau kegiatan edukatif di lingkungan sekolah dan komunitas. Dengan adanya alat ini diharapkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi serta menjadi sarana pembelajaran praktis dalam bidang kebencanaan dan rekayasa teknologi. Metode Pengujian alat dilakukan dengan cara mensimulasikan getaran yang menyerupai gempa menggunakan getaran buatan, misalnya mengetuk atau mengguncangkan meja. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil pengujian dicatat dan dianalisis untuk mengetahui efektivitas dan keterbatasan alat. Hasil penelitian bahwa pendeteksi gempa bumi ini membuktikan bahwa prinsip bandul cukup efektif sebagai sensor getaran sederhana. Bandul yang digantung secara bebas akan bereaksi terhadap pergerakan tanah. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa alat ini dapat mendeteksi gempa minimal magnitudo 3 skala ricther.
ANALISIS DAYA TAMPUNG EMBUNG TEMPAK DALAM UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA AIR Irene Wahyuni Putri; Triyono; Nurul Muyasaroh
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.431

Abstract

Embung merupakan infrastruktur konservasi sumber daya air yang berfungsi menampung air hujan dan sumber air lain untuk mendukung kebutuhan irigasi serta menjaga keseimbangan ekosistem. Embung Tempak mulai beroperasi pada Januari 2025 belum memiliki data pasti mengenai volume air masuk (inflow) dan keluar (outflow), sehingga efektivitasnya dalam konservasi sumber daya air belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kapasitas tampung Embung Tempak melalui perhitungan inflow dan outflow serta mengevaluasi efektivitasnya dalam konservasi air. Data inflow meliputi curah hujan Stasiun Sempu periode 2010–2019, debit mata air, dan debit saluran irigasi diukur langsung. Volume curah hujan dihitung dari tinggi curah hujan dikalikan luas embung, debit mata air menggunakan metode volumetrik, dan debit saluran irigasi dengan metode pelampung. Outflow dihitung dari evaporasi dan debit pelimpah. Menganalisis evaporasi menggunakan metode Rohwer, sedangkan pelimpah dihitung dengan rumus chute spillway. Hasil menunjukkan total inflow sebesar 382.450,11 m³/bulan dan outflow sebesar 568,548 m³/bulan, menandakan embung efektif dalam konservasi air melalui pengendalian limpasan, penyediaan air saat kemarau, dan pengisian ulang air tanah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9