cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 175 Documents
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT DARI P6000BK14 KE DISPOSAL DI PT SINAR NIRWANA SARI,KUTAI BARAT,KALIMANTAN TIMUR: Studi kasus pada PT Sinar Nirwana Sari Abli Febriansyah; Partama Misdiyanta; Mycelia Paradise; Auliawan Tri Barata
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.459

Abstract

PT Sinar Nirwana Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan kegiatan utama berupa pengangkutan material dari front penambangan menuju disposal. Kondisi jalan angkut di lokasi penelitian masih menunjukkan beberapa ketidaksesuaian terhadap standar geometri, sehingga berpotensi mempengaruhi produktivitas dan keselamatan alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi geometri jalan angkut berdasarkan parameter teknis yang berlaku.Metode yang digunakan adalah metode terestris dengan pengambilan data langsung di lapangan. Data yang diperoleh meliputi lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, beda tinggi, serta jari-jari tikungan yang kemudian dianalisis menggunakan standar AASHTO.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar jalan lurus minimum sebesar 18,45 m dan telah mendekati standar, sedangkan rata-rata lebar tikungan sebesar 20,7 m telah memenuhi standar minimum 18,45 m. Nilai grade jalan berada di bawah batas maksimum 8%, sehingga masih dalam kondisi aman. Sementara itu, nilai superelevasi bervariasi antara 0,8% hingga 9,2%, dimana beberapa tikungan belum memenuhi nilai rekomendasi sebesar 8%.Berdasarkan hasil evaluasi, diperlukan perbaikan pada beberapa segmen jalan, khususnya pada lebar tikungan dan superelevasi, guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional alat angkut.
PEMANFAATAN KARBON AKTIF KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA CONGO RED DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL Riska Septiana; Dewi Rahyuni; Rukmini AR
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.517

Abstract

Tanaman pisang cocok tumbuh di Indonesia yang beriklim tropis, sehingga hampir dijumpai di seluruh wilayah di Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia hanya memanfaatkan buahnya saja, sedangkan kulit pisang menjadi limbah. Kulit pisang mengandung sejumlah unsur, diantaranya ialah asam galakturonat merupakan gugus fungsi gula karboksil yang diduga mampu mengadsorpsi zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persen teradsorpsinya zat warna Congo Red, dan ekonomi karbon aktif kulit pisang kepok. Pembuatan karbon aktif kulit pisang kepok menggunakan aktivator H2SO4 yang direndam selama 1,5 jam. Zat warna Congo Red berasal dari limbah simulasi dengan konsentrasi 25 ppm. Variabel bebas berupa massa karbon aktif (0,04 ; 0,06 ; 0,08 , dan 0,10 g) dan waktu kontak (30, 60, 90, dan 120 menit). Variabel terikatnya yaitu persen teradsorpsi karbon aktif kulit pisang kepok, dan analisis ekonominya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen teradsorpsi karbon aktif kulit pisang kepok tertinggi terjadi pada massa 0,1 g dengan waktu kontak 120 menit, dengan nilai 99.70%. Pada kondisi ini, analisis ekonomi menunjukkan biaya treatment sebesar Rp 1.716.000 sedangkan nilai R/C ratio yaitu pendapatan karbon aktif kulit pisang kepok untuk produksi setiap hari sejumlah Rp 564.600,00 dengan nilai R/C ratio 1,23 sehingga kriteria R/C ratio >1, maka karbon aktif tersebut efisien dan menguntungkan apabila diusahakan.
PEMANTAUAN BERBASIS IoT TERHADAP VARIASI TEMPORAL PARTIKULAT, POLUTAN GAS, DAN MIKROKLIMAT DI SEKITAR FASILITAS PENAMPUNGAN SAMPAH Evy Kusumaningrum; Nurul Muyasaroh; Dedy Hariyadi; Helmi Danang Pamungkas
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.519

Abstract

Pemantauan beresolusi waktu tinggi diperlukan untuk menggambarkan perubahan kualitas udara di sekitar tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang dapat dipengaruhi oleh pembakaran, bongkar-muat, lalu lintas, dan kondisi mikroklimat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi multiparameter, membandingkan variasi antarhari dan blok waktu, mengevaluasi hubungan antarparameter, serta mengidentifikasi keterbatasan mutu data selama sepuluh hari pemantauan. Studi observasional eksploratif menggunakan sensor AQD-26010 yang terintegrasi dengan RUT200 dan TUYA Smart Cloud untuk mencatat PM1,0, PM2,5, PM10, CO, CO₂, HCHO, TVOC, suhu, kelembapan, dan cuaca setiap 15 menit pada pukul 06.00-18.00, kemudian menganalisis 490 observasi dengan statistik deskriptif, korelasi Spearman, uji Kruskal-Wallis, dan koreksi Benjamini-Hochberg. Median (IQR) PM2,5, PM1,0, dan PM10 masing-masing sebesar 52 (32,25-127), 33 (21-85), dan 59 (38-146) dalam satuan keluaran alat. Ketiga fraksi partikulat berkorelasi kuat (ρ=0,755-0,927), HCHO dan TVOC berkorelasi sedang (ρ=0,403), sedangkan suhu dan kelembapan berkorelasi negatif sangat kuat (ρ=-0,955; n=343). Perbedaan antarhari ditemukan pada ketiga fraksi partikulat, HCHO, TVOC, suhu, dan kelembapan (p terkoreksi <0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kualitas udara di lokasi pemantauan bersifat temporal dan respons antarsensor saling berkaitan, tetapi pengaruh sumber tertentu belum dapat dipastikan tanpa data aktivitas dan meteorologi yang lebih lengkap. Pemantauan berbasis IoT berpotensi mendukung deteksi episode pencemaran dan perencanaan pengelolaan lingkungan di sekitar TPS, namun interpretasi baku mutu harus ditunda sampai satuan, tanggal hari ke-8-10, dan kalibrasi alat terverifikasi.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN BIOPORI DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK Basuki; Warsiyah; Rita Dewi Tristianti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.520

Abstract

Permasalahan lain yang sering terjadi di kawasan permukiman adalah berkurangnya daya resap tanah akibat alih fungsi lahan dan meningkatnya permukaan kedap air. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak dapat meresap dengan optimal sehingga menimbulkan genangan bahkan banjir lokal. Berkurangnya infiltrasi air juga berdampak pada menurunnya cadangan air tanah yang sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia. Lubang biopori merupakan salah satu teknologi tepat guna yang mampu menjawab permasalahan sampah organik dan resapan air secara bersamaan. Biopori memanfaatkan aktivitas mikroorganisme tanah untuk menguraikan sampah organik sehingga terbentuk pori-pori alami yang meningkatkan infiltrasi air. Teknologi ini relatif sederhana, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat di lingkungan rumah tangga khususnya masyarakat di dusun Gondanglutung Donoharjo Ngaglik Sleman. Metode pembuatan biopori menggunakan bor tanah atau cangkul, linggis dan lain lain untuk membuat lubang vertikal dengan diameter sekitar 60 - 85 cm dan kedalaman antara 75–100 cm (atau lebih, tergantung kondisi tanah) untuk memasukkan drum plastik. Pastikan lubang dibuat lurus menembus tanah. Kemudian dimasukkan drum plastik yang telah dilubangi dan dimasukkan ke dalam lubang tanah. Drum plastik ini berfungsi untuk menjaga agar tanah tidak masuk di dalam lubang dan tanah tidak masuk kedalam drum biopori dan memudahkan proses pengisian sampah organik ke dalam biopori secara berkala. Sehingga sampah teruraikan oleh mikroorganisme menjadi kompos secara alami. Bagian atas biopori ditutup untuk mencegah masuknya sampah besar dan menghindari tempat berkembangnya nyamuk. Jika isi biopori sudah terurai dan volumenya berkurang, tambahkan kembali sampah organik. Kompos yang terbentuk biasanya dapat diambil setelah beberapa bulan dan digunakan sebagai pupuk alami di kebun atau tanaman pekarangan. Hasil penerapan biopori juga menunjukkan adanya pengurangan jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat penampungan sampah. Dengan pengelolaan langsung di sumbernya, sampah organik tidak lagi menjadi beban utama dalam sistem pengangkutan dan pembuangan akhir. Hal ini membuktikan bahwa biopori efektif sebagai salah satu metode pengolahan sampah berbasis rumah tangga yang sederhana dan ramah lingkungan.
PENGEMBANGAN WEBGIS UNTUK TRACKING ALUMNI MENGGUNAKAN GOOGLE FORM DAN SPREADSHEET Sumarsono; Dimas Taufiq Ridlo; Primanda Kiky Widyaputra
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.522

Abstract

Alumni sebuah perguruan tinggi yang tersebar di beberapa pelosok tanah air yang tidak terpetakan berdampak pada ketidak tahuan dari perguruan tinggi tersebut. Hal ini disebabkan tidak maksimalnya pendataan pada alumni tersebut. Alumni sebuah perguruan tinggi mempunyai tempat dan domisili yang bisa dipetakan berdasarkan lokasi spasial. Sebagai upaya untuk mengatasi persebaran alumni yang tersebar di berbagai pelosok tanah air maka perlu suatu sistem yang memudahkan tenaga tracking alumni dalam memberikan laporan. Berdasarkan pada laporan tenaga tracking alumni maka akan ditindaklanjuti dan diolah oleh tim terkait supaya penanganan lebih mudah. Dalam mempermudah laporan tenaga tracking perlu sistem pelaporan berbasis lokasi. Oleh sebab itu pendekatan yang tepat dalam memberikan laporan tracking alumni menggunakan website berbasis sistem informasi geografi. Dengan meningkatnya perkembangan komunikasi internet, sistem informasi geografi yang dikembangkan dapat diimplementasikan pada laman website berupa webgis. Untuk mempermudah bagi tenaga tracking dan pengguna metode pengumpulan dan penyimpanan data menggunakan google form dan spreadsheet. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan aplikasi sistem informasi geografi untuk tracking alumni pada laman website yang bisa dibuka pada browser dengan operasi sistem windows, ios dan android