cover
Contact Name
pemta
Contact Email
tia.deka12@gmail.com
Phone
+6285646751771
Journal Mail Official
tia.deka12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS)
ISSN : -     EISSN : 27150518     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/herclips.v1i02
The purpose of this journal is to facilitate Pharmacist, Scientist, and Researcher to publish research articles or articles reviews. This journal basically contains of topics on Herbal, Pharmaceutical, Clinical, and Sciences. This journal is managing by health faculty Pharmaceutical diploma study program University of Muhammadiyah Gresik
Articles 88 Documents
Sistem Penyimpanan Obat di Apotek Kimia Farma GKB Putra, Ade Seldiano; Ratnasari, Diah; Tiadeka, Pemta
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 2 No 02 (2021): HERCLIPS VOL 02 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v2i02.2549

Abstract

Apotek merupakan salah satu tempat pelayanan bidang kesehatan di Indonesia khususnya dalam melakukan praktik kefarmasian. Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan perawatan serta menyimpan dengan meletakkan obat yang diterima pada tempat yang aman. Penyimpanan yang baik dapat menjadi faktor penentu mutu obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi sistem penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma GKB berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.73 tahun 2016. Penelitian merupakan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung terhadap sistem penyimpanan obat menggunakan lembar observasi dan dilakukan in depth interview kepada Apoteker. Berdasarkan observasi yang dilakukan, diperoleh hasil implementasi penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma GKB memiliki persentase yang masuk dalam rentang sangat baik yakni 81% - 100% dengan nilai 100 %. Hal ini menunjukan Apotek Kimia Farma GKB telah memenuhi standar penyimpanan berdasarkan Permenkes No. 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Apotek.
Evaluasi Oral Antidiabetik Pada PAsien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD "X" Lamongan bintang, sri; Utami, Primanitha Ria; Amala, Siti Nur
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 2 No 1 (2020): Herclips vol.2 no.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v2i1.2188

Abstract

Diabetes Mellitus Type 2 is a metabolic disorder characterized by an increase in blood sugar due to decreased insulin secretion by pancreatic beta cells and or insulin function disorders (insulin resistance). This study aims to evaluate oral antidiabetics in patients with type 2 diabetes mellitus at the Regional General Hospital dr. Soegiri Lamongan. This research design is descriptive with a population of all type 2 diabetes mellitus patients from July to August 2019 using a total sampling technique. The number of samples in this study were 64 patients. The results showed that the most prescribed oral antidiabetic in type 2 diabetes mellitus patients at the RSUD in Lamongan was an oral combination of antidiabetic, namely Gliclazid and Metformin (29.70%), in terms of the correct dose and method of administration of the drug, in accordance with the guidelines in the Ministry of Health. and FRS (100%), in the data of patients who experienced a decrease in GDA, it was seen that the combination therapy of sulfonylurea and biguanide compared to single therapy was 92.5%. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Oral Antidiabetic, Blood Glucose
Uji Hedonisme Sediaan Gel Antijerawat Dari Jeruk Nipis diah ratnasari; Riskha Aulia; Anindi Lupita Nasyanka
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 2 No 1 (2020): Herclips vol.2 no.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v2i1.2189

Abstract

Clean, smooth, and disease-free facial skin is a dream. However, the reality is that many people have skin problems. The skin problem that often occurs is acne. One way to treat acne is by using herbal preparations. Herbal plants that have anti-acne properties include Citrus aurantiifolia and menthol. The purpose of this study was to make antiacne gel preparations from Citrus aurantiifolia and menthol. There are also stages of this research, including formula making, production and physical evaluation of preparations to obtain the best dosage formulas. In addition, the determination of the optimum stability and formula is obtained from the physical evaluation of the gel preparation which includes organoleptic and hedonism test. Keyword : herbal, Citrus aurantiifolia, menthol, hedonism test
Analisa Kadar Vitamin C Mangga Podang (Mangifera indica L.) pada berbagai Tingkat Kematangan dengan Metode Spektroskopi UV-VIS Mulyati, Tri ana; Pujiono, Fery Eko
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 2 No 02 (2021): HERCLIPS VOL 02 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v2i02.2572

Abstract

Vitamin C atau juga dikenal dengan asam askorbat merupakan senyawa kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh serta berfungsi sebagai katalis dalam rekasi kimia dalam tubuh. Salah satu jenis buah yang banyak mengandung vitamin C serta disukai oleh masyarakat adalah buah mangga podang. Umumnya vitamin C akan meningkat seiring bertambahnya tingkat kematangan buah, dan akan menurun setelah buat terlewat matang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kadar vitamin C mangga podang (Mangifera indica L.) pada berbagai tingkat kematangan buah, yaitu mentah, setengah matang, matang dan kelewat matang. . Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah spesktroskopi UV-VIS. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kematangan buah mangga podang (Mangifera indica L.) dapat mempengaruhi kadar vitamin C. Semakin tinggi tingkat kematangan buah mangga maka kadar vitamin C akan semakin menurun. kadar vitamin C tertinggi di dapatkan pada mangga podang mentah (52,10 ± 0,48 mg/100 gr), sedangkan kadar vitamin C terendah di dapatkan pada mangga podang kelewat matang (19,59 ± 0,59 mg/100 gr).Kata kunci :Vitamin C, Mangga Podang, Tingkat Kematangan, Spektroskopi UV-Vis
Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefamasian DI Apotek Kimia Farma 36 Ijen narulita, risca; Agus Santoso, Bilal Subchan
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 01 (2021): HERCLIPS VOL 3 NO 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i01.3115

Abstract

Tingkat kepuasan pasien terhadap sebuah pelayanan kefarmasian di apotek harus selalu diperbarui atau dievaluasi minimal 6 bulan sekali, tak terkecuali Apotek Kimia Farma 36 Ijen. Pelayanan kefarmasian menurut Permenkes No.73 Tahun 2016 adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi yang bertujuan untuk mencapai hasil yang pasti agar meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 36 Ijen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui penyebaran kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien menggunakan model SERVQUAL (Service Quality) dengan teknik incidental sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa analisis Gap memiliki nilai negatif yang berarti pasien tidak puas dengan pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 36 Ijen. Dimensi yang mempunyai kepuasan tertinggi secara berturut-turut yaitu emphaty, reliability, tangible, assurance dan terakhir responsiveness. Pernyataan pada kuesioner yang mempunyai kepuasan tertinggi adalah petugas farmasi yang memperhatikan keluhan pasien, dan kepuasan terendah pada pernyataan kuesioner adalah petugas farmasi selalu menyelesaikan masalah pasien. Hasil analisis diagram Kartesius tidak ada pernyataan kuesioner yang masuk pada kuadran A dan D, 7 item pernyataan pada kuadran B, dan 8 item penyataan pada kuadran C. Kata Kunci: Kepuasan pasien; Pelayanan Kefarmasian; Apotek Kimia Farma 36 Ijen
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban Marhenta, Yogi Bhakti; Farida, Umul; Admaja, Wika; Salsabila, Amaliyah
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 01 (2021): HERCLIPS VOL 3 NO 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i01.3072

Abstract

Swamedikasi adalah obat yang dipilih dan digunakan sesorang untuk melindungi diri dari penyakit dan gejala penyakit lainnya, termasuk obat modern dan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengaruh usia, pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan informasi terhadap tingkat pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban. Metode penelitian menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 93. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pengambilan data dengan kuesioner online. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan antara usia terhadap pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi dengan nilai < 0,05. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan informasi terhadap tingkat pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban dengan nilai > 0,05.
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Obat Antibiotik di Apotek X Ningrum, Tyas Kusuma; Rivai, Abdur; Tiadeka, Pemta
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 01 (2021): HERCLIPS VOL 3 NO 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i01.3147

Abstract

Antibiotik merupakan golongan obat keras yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Antibiotik harus digunakan secara tepat dan rasional agar tidak menimbulkan resistensi obat. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Apotek X menunjukkan bahwa 58% pasien melakukan swamedikasi obat antibiotik dan 42% pasien yang tidak melakukan swamedikasi obat antibiotik, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa masih banyak pasien yang membeli obat antibiotik tanpa resep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap obat antibiotik, perilaku swamedikasi obat antibiotik di apotek serta untuk hubungan antara pengetahuan tentang obat antibiotik terhadap perilaku swamedikasi obat antibiotik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik accidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan uji korelasi chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44,9% pasien dengan tingkat pengetahuan cukup dan 61,2% pasien dengan perilaku swamedikasi yang kurang baik. Dari hasil uji korelasi chi square (X2) menunjukkan nilai P value < 0,05 yaitu 0,030 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi. Kata kunci : antibiotik, pengatahuan, perilaku, swamedikasi
Optimasi Lama Waktu Ekstraksi Dengan Metode MAE pada Pektin dari Kulit Pisang Devianti, Vika Ayu; Arifiyana, Djamilah
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 01 (2021): HERCLIPS VOL 3 NO 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i01.3116

Abstract

Pektin merupakan salah satu biopolimer dari asam galakturonat. Pektin dapat diekstrak dari kulit buah pisang. Proses ekstraksi pektin dari kulit pisang dapat dilakukan dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses ekstraksi pektin dengan metode MAE ini adalah lama waktu ekstraksi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu yang optimal saat ekstraksi pektin dari kulit pisang menggunakan metode MAE. Proses ekstraksi dilakukan dengan variasi waktu 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Hasil ekstrak yang diperoleh memiliki karakteristik yang sama untuk setiap variabel. Kondisi optimum diperoleh saat lama waktu ekstraksi 15 menit dengan persen rendemen sebesar 27,55%.
Aplikasi Biobriket Aromaterapi Cengkeh dan Serai Untuk Mengusir Nyamuk Tiadeka, Pemta; Pribadi, Heri Purnama; Karimah, Maulidatul
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 01 (2021): HERCLIPS VOL 3 NO 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i01.3100

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang mewabah serta berbahaya karena setiap tahun jumlah penderita semakin meningkat. Vektor dari penyakit ini adalah nyamuk Aedes spp. Banyak metode telah digunakan untuk memutus atau mengurangi populasi nyamuk Aedes spp. Metode tersebut antara lain adalah insektisida sintetik, tanaman penghalau nyamuk maupun sistem fogging. Penggunaan insektisida sintetik. Namun demikian, penggunaan metode tersebut cukup berbahaya karena mengandung senyawa kimia yang mampu membahayakan kesehatan manusia. Senyawa yang ada pada tanaman serai maupun cengkeh mampu menghambat perkembangan serangga dan sifatnya toksik, tannin berfungsi menghalangi serangga dalam mencerna makanan. Sisi aromaterapi dapat diperoleh dari tanaman tersebut yang memiliki khasiat bagi kesehatan. Kombinasi manfaat pengusir nyamuk serta aromaterapi apda briket organik atau biobriket dapat menjadi inovasi terbaru guna meningkatkan nilai tambah dari briket arang. Produk yang dibuat pada penelitian ini diberikan nama BRIO. Berdasarkan uji hedonisme menunjukkan bahwa BRIO mampu mengusir nyamuk sebesar 90% dengan aromaterapi 80%. Uji fisik dan kimia dari BRIO memperlihatkan bahwa kerapatannya 0,554 dan 0,64 g/cm2 , drop test 60-70% serta kadar air 19,78% dan 22,79% kemudain nilai kalor 4799 kal/g dan 4894 kal/g. Beberapa uji masih dibawah standa mutu briket menurut BSN
Tingkat Kepuasan Pelayanan Pasien Rawat Jalan BOJS di Instalasi Farmasi Puskesmas Tlogosadang Kabupaten Lamongan setya laksana, yoga dwi; rivai, abdur; Tiadeka, Pemta
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 01 (2021): HERCLIPS VOL 3 NO 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i01.3092

Abstract

Kepuasan pasien berkaitan erat dengan mutu pelayanan. Dengan adanya mutu yang optimal akan memberikan pengalaman yang positif kepada pasien serta kunjungan pasien juga diharapkan meningkat. Salah satu strategi untuk menambah nilai pelayanan adalah dengan BPJS. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Tlogosadang Lamongan menunjukkan adanya peningkatan pasien umum dan BPJS di Puskesmas Tlogosadang. Disamping itu, hasil wawancara awal kepada 20 pasien yang ada di Puskesmas Tologosadang menunjukkan bahwa 60% pasien Instalasi Farmasi Rawat Jalan menyatakan tidak puas terhadap pelayanan Puskesmas. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan studi tentang tingkat kepuasan pelayanan pasien rawat jalan BPJS di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Puskesmas Tlogosadang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap dimensi kehandalan sebesar 70 % merasa puas. Dimensi ketanggapan menunjukkan sebesar 70 % tergolong kategori puas. Dimensi kemampuan yaitu 66 % dengan k ategori kurang puas. Dimensi fasilitas sebesar 56 % termasuk kategori kurang puas. Dimensi empati sebanyak 60 % tergolong kategori puas. Secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi farmasi puskesmas Tlogosadang adalah 94 % tergolong kategori puas.