cover
Contact Name
pemta
Contact Email
tia.deka12@gmail.com
Phone
+6285646751771
Journal Mail Official
tia.deka12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS)
ISSN : -     EISSN : 27150518     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/herclips.v1i02
The purpose of this journal is to facilitate Pharmacist, Scientist, and Researcher to publish research articles or articles reviews. This journal basically contains of topics on Herbal, Pharmaceutical, Clinical, and Sciences. This journal is managing by health faculty Pharmaceutical diploma study program University of Muhammadiyah Gresik
Articles 88 Documents
Identifikasi Penggunaan Obat Off-Label Pada PAsien Obstetri Dan Ginekologi Di Klinik Kehamilan Sehat Serpong Humaira Fadhilah; Siti Mutoyah; Frida Kasumawati
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 02 (2022): HERCLIPS VOL 03 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i02.3844

Abstract

Off-label drugs are the use of drugs outside the indications approved by the authorized institutions, such as the Food Drug Administration (FDA) in America and the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) in Indonesia. The use of drugs in pregnancy requires special attention, because some drugs can cross the placenta, so there is a possibility that these drugs are teratogenic, namely causing defects in the fetus. The purpose of this study was to identify the use off-label drugs in Obstetrics and Gynecology patients at the Healthy Pregnancy Clinic in Serpong. This study is a descriptive study and data were taken retrospectively with a total population of 654 patients and obtained 248 samples. From 248 medical records that met the inclusion criteria, 66.13% of patients aged 26-35 years, 37.90% of 13-28 weeks of gestation, 93.04% of drugs prescribed with On label indications and 6.96% of drugs with off label indication. The most widely used off-label drugs were misoprostol as much as 51.52% as an inducer of uterine contractions, ondansetron 27.27% as a treatment for nausea and vomiting in pregnant patients and nifedipine as much as 21.21% as a tocolytic.
Pengendalian Persediaan Suplemen Kesehatan Pada Masa Pandemi Dengan Menggunakan Metode ABC,EOQ,ROP Di Apotek Karang Langit Lamongan Tahun 2021Pe Mila Apriani Hamidah; Anindi Lupita Nasyanka; Norainny Yunitasari
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 02 (2022): HERCLIPS VOL 03 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i02.3548

Abstract

The COVID-19 outbreak has greatly impacted all sectors, one of which is the increasing number of requests for health supplements to strengthen the immune system from viral attacks. This causes frequent shortages of health supplement stocks in several pharmacies. The purpose of this study was to analyze the implementation of health supplement inventory planning control at Apotek Karang Langit Lamongan by comparing the results of secondary data using the ABC, EOQ, ROP methods. This research is observational with quantitative descriptive data analysis. Data collection is retrospective and the research instrument is a data collection sheet. The results showed that there were 20 types of health supplements in group A (20%) with an income value of Rp. 35,203,380 (69.24%) of the total income. Group B consisted of 33 species (30%) with an income value of Rp. 10,469,200 (20.59%) of the total income. Group C consisted of 55 species (50%) with an income value of Rp. 5,167,585,8 (10,17%) of the total income. Health supplement control is prioritized in group A. In the calculation of EOQ group A starting from 1-152 items and ordering frequency in 3 months as much as 5-23 times, for group B starting from 1-210 items with ordering frequency between 3-5 times, group B starts from 1-210 items with ordering frequency between 3-5 times, C ranging from 1-160 items with a frequency of orders between 1-3 times. ROP group A starts from 1-58 items, for group B starts from 0-52 items and in group C starts from 0-22 items. Therefore, the results of the ABC method analysis, EOQ, SS, ROP calculations can be used to control the planning of health supplement procurement at Karang Langit Pharmacy. Keywords: control, health supplement planning, ABC analysis, EOQ, SS, ROP.
POTENSI EKSTRAK N-HEKSANA, DIKLOROMETANA, ETILASETAT JAMUR DEWA (Agaricus blazei Murill) TERHADAP Escherrichia coli DAN Staphylococcus aureus Misgiati Misgiati
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 02 (2022): HERCLIPS VOL 03 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i02.3861

Abstract

Dewa mushroom is a saprophytic mushroom that can function as medicine, namely antihypertensive, antibacterial, anticancer, immunostimulant, anticholesterol, antiviral, and antioxidant. The content of secondary metabolites of terpenoids, alkaloids, phenols have antibacterial activity. The extract was obtained by stepwise extraction with hexane, dichloromethane, and ethylacetate as solvents. Testing of antibacterial activity by diffusion method. The results obtained that hexane extract, dichloromethane extract, and ethylacetate extract had inhibitory power against Escherrichia coli and Staphylococcus aureus. There were significant differences in the three extracts against Escherrichia coli. Whereas in Staphylococcus aureus there was a significant difference between dichloromethane extract and ethylacetate extract, and for hexane extract to dichloromethane extract and ethyl acetate extract there was no significant difference (having the same inhibitory power)
Uji Efektivitas dan Organoleptik Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Sebagai Insektisida Alami Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) Dengan Variasi Konsentrasi sulistiyana sulistiyana; Riawati Riawati; Suhirman Suhirman
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 02 (2022): HERCLIPS VOL 03 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i02.3779

Abstract

Pediculosis capitis (infeksi kutu rambut) adalah permasalahan yang sering terjadi pada anak usia 3-11 tahun di dunia, karena dapat mengakibatkan penyakit mengerikan seperti Tinea capitis. Cara yang sering dilakukan masyarakat dalam mengurangi kutu rambut yaitu menggunakan insektisida berbahaya tanpa melihat efek samping yang ditimbulkan. Oleh karena itu dicari cara alternatif dalam mematikan kutu rambut berupa insektisida alami dari ekstrak daun kirinyuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas, tingkat kesukaan konsumen, dan efek iritasi ekstrak daun kirinyuh yang dijadikan sebagai insektisida alami terhadap mortalitas kutu rambut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi ekstrak 2%, 4%, 6%, dan 8% untuk dilakuan uji efektivitas, uji oragnoleptik dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kirinyuh yang paling efektif digunakan sebagai insektisida alami kutu rambut yaitu ekstrak daun kirinyuh dengan konsentrasi 6%. Hasil parameter uji menunjukkan nilai efektivitas 6% ekstrak daun kirinyuh dalam membasmi kutu rambut sebesar 92.5%, dengan hasil uji organoleptik aromadan warna berturut-turut mendapat skor 4.05 dan 4.35. hasil uji iritasi menunjukkan tidak adanya iritasi.
Rata-Rata Waktu Tunggu Resep Di Poli Penyakit Dalam Di Farmasi Rawat Jalan RSI Mabarrot MWC NU Bungah Dengan Standar Pelayanan Minimal Farmasi Maulidatul Karimah
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 02 (2022): HERCLIPS VOL 03 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i02.3831

Abstract

Waktu tunggu pelayanan obat adalah tenggang waktu saat pasien mulai menyerahkan resep sampai menerima obat dengan standar minimal yang ditentukan kementerian kesehatan adalah ≤ 30 menit, sedangkan untuk obat racikan adalah ≤ 60 menit. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil kesesuaian rata-rata waktu tunggu resep di poli penyakit dalam di farmasi rawat jalan RSI Mabarrot MWC NU Bungah dengan standar pelayanan minimal farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengamatan secara langsung berupa perhitungan waktu tunggu pelayanan resep. Perhitungan waktu ditulis di pojok bawah kiri resep. Sampel dalam penelitian ini adalah resep rawat jalan pasien poli spesialis penyakit dalam di instalasi RSI Mabarrot MWC NU Bungah Gresik, yang mana pada poli tersebut paling banyak jumlah pasien dan terdapat variasi resep obat non racikan dan racikan dengan jumlah resep yang didapat sebanyak 100 resep, 80 resep untuk obat non racikan dan 20 resep untuk obat racikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep adalah 30,45 menit untuk resep racikan dan 14,84 menit untuk resep non racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan ini telah memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit, Namun, perlu diberikan standar mutu waktu tunggu di rumah sakit yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal sehingga kepuasan pasien terhadap layanan waktu tunggu meningkat.
Gambaran Pengelolaan Penyimpanan Obat Di Apotek X Lamongan Vivian Dwi Putri Anjani; Siti Nur Asiyah; Pemta Tiadeka
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 3 No 02 (2022): HERCLIPS VOL 03 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v3i02.3760

Abstract

Apotek X Lamongan is a health service facility that manages supplies in the pharmaceutical sector. Based on preliminary studies that have been carried out, the results show that at Apotek X Lamongan there are often problems in the storage and dispensing of drugs. One of the incidents of wrong drug storage that occurs is not recording the intake and expenditure of drugs. This causes the service to be less than optimal, allegedly because the storage system at the X Lamongan Pharmacy is not fully in accordance with the pharmaceutical service standards at the pharmacy, and there has never been any research on the drug storage system at the X Lamongan Pharmacy. Based on the importance of the impact of drug storage in a pharmacy, it is necessary to evaluate the drug storage system at the X Lamongan Pharmacy. This study aims to evaluate and determine the drug storage system at Apotek X Lamongan. This research is a descriptive observational study by making direct observations of the pharmacy storage system in the form of a checklist and conducting direct interviews with the person in charge of the pharmacy. It shows that in general the drug storage system has a score of 60.41% which is categorized as quite good. The drug storage system includes spatial arrangement with the percentage obtained is 66.67% in the good category, the method of preparation of drugs with a percentage value of 100% in the very good category, recording of stock cards with a percentage value of 0% in the very poor category, and observation of drug quality with a value of 0%. percentage 75% good category. This shows that X Lamongan Pharmacy has not met the storage standards based on Permenkes No. 73 of 2016 and based on BPOM No. 4 of 2018.
Pengaruh Variasi Kombinasi Kulit Alpukat (Persea americana Mill) Dan Kulit Jeruk Manis (Citrus X sinensis) Terhadap Kualitas Lulur Tradisional Beras Putih sulistiyana sulistiyana; Haerun Nisa; Yahdi Yahdi
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 4 No 01 (2022): Herclips Vol 04 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v4i01.4404

Abstract

Lulur tradisional merupakan kosmetik dari bahan herbal yang digunakan untuk membersihkan kulit dari kotoran serta mengangkat sel kulit mati. Kulit alpukat dan kulit jeruk manis merupakan salah satu contoh pemanfaatan limbah sebagai bahan herbal lulur. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada lulur tradisional, pengaruh variasi kombinasi terhadap kualitas lulur tradisional, serta formulasi yang menghasilkan kualitas optimum pada lulur tradisional beras putih. Pembuatan formula menggunakan 10 g tepung beras putih (TBP) dengan variasi perbandingan massa serbuk kulit alpukat (SKA) : serbuk kulit jeruk manis (SKJM) yaitu 0:0(F1); 5:0(F2); 3:2(F3); 2:3(F4) dan 0:5(F5). Parameter uji penelitian ini yaitu uji fitokimia, uji pH, dan uji organoleptik (warna, aroma, tekstur dan iritasi). Hasil penelitian menunjukkan kualitas optimum lulur tradisional diperoleh pada F3 dengan hasil uji fitokimia positif mengandung antosianin, saponin, tanin, flavonoid, dan steroid. Nilai pH yang diperoleh yaitu sebesar 4,675. Nilai ini sesuai dengan standar SNI 16-43996. Nilai uji organoleptik yang diperoleh pada warna, aroma, tekstur, dan iritasi berturut-turut adalah 4,55; 4,4; 4,75 dan 5 dengan kategori paling disukai oleh panelis, memiliki kriteria warna cokelat muda, aroma khas jeruk manis, dan teksturnya agak kasar (scrub). Kata kunci : Beras Putih, Kulit Alpukat, Kulit Jeruk Manis, Lulur Tradisional.
Profil Kesesuaian Resep Pasien Umum Rawat Jalan Terhadap Formularium Rumah Sakit Depo Paviliun RSUD Ibnu Sina siti nur sa'idah; Siti Nur Asiyah; Norainny Yunitasari
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 4 No 01 (2022): Herclips Vol 04 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v4i01.3877

Abstract

Kesesuaian resep terhadap formularium mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Bagian Farmasi menyebutkan bahwa standar penulisan resep sesuai dengan formularium adalah 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kesesuaian resep pasien umum terhadap formularium rumah sakit di depo paviliun RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data dilaksanakan secara retrospektif. Populasi yang digunakan adalah semua resep pasien umum yang masuk di depo paviliun selama bulan Januari-Maret 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dan didapatkan 162 lembar resep sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian resep terhadap formularium kurang dari 100%. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap daftar obat Formularium Rumah Sakit 2018 dan rapat anggota yang terselenggara minimal tiga bulan sekali. Bila perlu, dibuat e-book Forkit dan penulisan resep elektronik, serta reward bagi dokter penulis resep sesuai Forkit Kata kunci: formularium rumah sakit, kesesuaian, penulisan resep
Uji Hedonism dan Analisis Penjualan Masker MAS KUSANG (MASker KUlit piSANG) Anti Jerawat Dari Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Balbisiana) Arry Wulan Zahiriyah; Fitriyatus Sholikhah; Diah Ratnasari
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 4 No 01 (2022): Herclips Vol 04 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v4i01.3730

Abstract

Kulit pisang kepok merupakan salah satu limbah pertanian yang belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Salah satu pemanfaatkan kulit pisang kepok adalah menjadi masker organik anti jerawat. Kulit pisang memiliki kandungan metabolit sekunder antara lain alkaloid , flavonoid, saponin dan tanin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Uji kelayakan Mas Kusang menggunakan uji hedonisme serta uji iritasi dengan mengumpulkan pendapat orang sebanyak 20 dengan menujukan hasil dari pemakaian master kulit pisang yang dingin di wajah serta dapat menyamarkan jerawat di wajah. Dengan potensi sumber daya, peluang pasar dan promosi yang baik dapat menghasilkan profit usaha yang dapat memberikan peluang bagi mahasiwa yang berkelanjutan
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Anak Demam Tifoid Rawat Jalan di Rumah Sakit “X” Di Surabaya Timur Angelica krisnamurti; Abdul Aziz; Intan Aji Rahmayani
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 4 No 01 (2022): Herclips Vol 04 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v4i01.4372

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan keadaan yang tidak ingin dialami oleh pasien yang berhubungan dengan terapi obat. Demam Tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak ditemukan di negara berkembang yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Ketidaktepatan terapi dalam pengobatan demam tifoid mendorong dilakukannya identifikasi DRP sehingga dapat diketahui ada tidaknya suatu kejadian yang melibatkan terapi obat yang dapat mengganggu keberhasilan terapi yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian DRPs demam tifoid pasien anak rawat jalan di salah satu Rumah Sakit swasta di Surabaya Timur. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode observasional. Pengambilan data secara retrospektif dengan jumlah populasi sebanyak 62 pasien, diperoleh dari data rekam medis pasien anak bulan Januari 2018-Juni 2019. Penilaian DRPs berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe Foundation versi 8.01. Pada penelitian sampel sebanyak 19 pasien didapatkan 15 pasien teridentifikasi DRPs. Kategori DRPs yang paling banyak yaitu kategori obat yang tidak sesuai pedoman sebanyak 7 pasien (36,8%), banyak obat yang diresepkan untuk indikasi sebanyak 4 pasien (21,05%), lama pengobatan terlalu cepat sebanyak 2 pasien (10,5%), obat yang tidak tepat sebanyak 1 pasien (5,2%), tidak ada pengobatan walau ada indikasi sebanyak 1 pasien (5,2%). Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa DRPs pada anak masih banyak terjadi. Kata kunci : Demam Tifoid, anak, Drug Related Problems , DRPs