cover
Contact Name
Yulian Firmana Arifin
Contact Email
jurnal.bpi@ulm.ac.id
Phone
+6281251160862
Journal Mail Official
jurnal.bpi@ulm.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani km 35,5 Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 137 Documents
Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) untuk Efektivitas Mesin dengan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai Alat Ukur di PT XYZ Vincendy Constantinus; Rasional Sitepu; Andrew Joewono
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.217

Abstract

Persaingan dalam industri  semakin hari semakin bertambah, salah satunya dalam industri makanan, persaingan tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, namun juga dengan industri asing. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap makanan praktis ini membuat permintaan akan produk tersebut meningkat, dan hal tersebut membuka peluang bagi industri makanan untuk dapat memperluas dan meningkatkan penjualan. Agar kinerja mesin produksi tetap dalam keadaan yang optimal, perlu dilakukan  pemeliharaan yang optimal, seperti pemeliharaan pencegahan dan korektif yang terkontrol, memadukan pemeliharaan mesin dengan bagian terkait dalam lini produksi dan berkaitan dengan peningkatan hasil produksi.Diperlukan langkah-langkah untuk mendukung peningkatan kinerja mesin dengan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Tujuan dari Total Productive Maintenance adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan losses dari Operation Equipment yang bertujuan untuk memastikan bahwa Overall Equipment Efficiency (OEE) maksimal. Hasil perhitungan rata-rata  OEE dalam penelitian ini adalah 55.86%. yang di hadapi PT XYZ dalam penerapan efektivitas mesin adalah pemeliharaan mesin agar terjadwal dan tidak membuat jadwal produksi menjadi terhambat karena kerusakan mesin.Kata kunci : Total Productive Maintenance, Efektivitas mesin, Overall Equipment Effectiveness
Rancang Bangun Sistem Kontrol Smart Grinder Kopi Berbasis Arduino Uno Gimel Hamonangan Sinaga; Peter R. Angka; Albert Gunadhi; Rasional Sitepu
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.215

Abstract

Smart grinder kopi adalah sistem yang dirancang untuk tujuan meningkatkan hasil penggilingan biji kopi. Dalam artikel ini dipresentasikan hasil rancang bangun sistem kontrol smart grinder kopi yang menggunakan Arduino Uno sebagai kontroler utama. Dengan adanya Arduino Uno, pengguna diharapkan dapat mengatur tingkat kehalusan gilingan, atau jumlah kopi yang digiling dengan fitur otomatisasi berdasarkan pengukuran massa biji kopi.  Sistem ini dibangun dengan komponen pokok Arduino Uno,load cell, ADC Module HX711, motor servo, push button, relay Optocoupler, dan LCD display. Smart ginder kopi berbasis Arduino Uno berhasil dibangun dan diuji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa smart grinder kopi berbasis Arduino Uno yang dihasilkan mampu menghasilkan bubuk kopi ukuran medium sesuai timbangan yang diinginkan pengguna, dan dalam waktu rata-rata 2,5 detik per gram. Kata Kunci: smart grinder kopi, Arduino Uno, penggiling-an biji kopi, timbangan digital.
Penggunaan Modified Triangular Method dalam Memprediksi Emisi Gas Metan di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Telang Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Sadiqul Iman; Chairul Irawan; Muhammad Abrar Firdausy
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.203

Abstract

Gas metan (CH4) menjadi salah satu kontributor utama dalam efek GRK. Sumber utama penghasil gas metan salah satunya adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui emisi gas metan di TPA Telang Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggunakan Modified Triangular Method (MTM).  MTM sendiri dapat digunakan dalam memprediksi volume emisi metan dengan mengasumsikan bahwa Default Method Intergovernmental Panel on Climate Change dan degradasi sampah meliputi 2 tahapan. Dibawah kondisi normal, fase pertama dimulai setelah satu tahun timbunan sampah di TPA dan timbulan gas akan mencapai puncaknya pada tahun ke-3 hingga ke-6 dan setelahnya akan berkurang hingga nol pada tahun ke-16 di fase kedua. Hasil perhitungan emisi CH4 di TPA Telang mencapai puncaknya pada tahun 2021 yaitu sebesar 6,21 x 105 m3/tahun dan total emisi hingga tahun ke-16 atau tahun 2031 mencapai 4,66 x 106 m3/tahun.Kata kunci: emisi, metan, Modified Triangular Method, TPA Telang
Pengaruh Variasi Kecepatan Udara dan Depth of Cut terhadap Kekasaran Permukaan pada Baja St 41 Aristya Faisal; Pathur Razi Ansyah
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.189

Abstract

Pada pembubutan konvesional, biasanya digunakan media pendingin oli yang banyak mengandung senyawa berbahaya, maka dari itu ada salah satu alternatif berupa media pendingin menggnakan kecepatan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengarh variasi kecepatan udara dan kedalaman potong (depth of cut) terhadap kekasaran permukaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan studi eksperimen pada pembubutan pada baja ST 41. Nilai kekasaran permukaan diperoleh dari hasil pengujian kekasaran permukaan yang terbesar terdapat pada tanpa perlakan dengan kedalaman potong 1 mm 8,307 Ra dan untuk yang paling kecil terdapat pada kecepatan udara 9 m/s dengan kedalaman potong 0,5 mm 3,307 Ra. Dari hasil pengukuran kekasaran permukaan didapatkan bahwa semakin besar kedalaman potong maka nilai kekasaran permukaan  semakin kasar dan begitu pula sebaliknya. Di sisi lain dengan fluktuasi kecepatan udara, semakin tinggi kecepatan udara, maka nilai kekasaran permukaan semakin halus dan begitu pula sebaliknya .Kata kunci: Pembubutan, kecepatan udara, depth of cut, kekasaran permukaan ,vortex tube
Detektor Analisis Dan Perekaman Database Konsentrasi Gas Hasil Reaksi Fischer-Tropsch Berbiaya Murah Menggunakan Sensor Gas Berbasis Arduino Jimmy Jimmy; Aryuanto Soetedjo
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.192

Abstract

Perkembangan teknologi sensor dan antarmuka komputer yang sangat pesat dapat dimanfaatkan untuk membangun suatu peralatan yang dapat digunakan untuk pengukuran dan perekaman konsentrasi gas hasil penelitian secara cepat. Pengembangan peralatan sensor gas sekaligus perekaman data secara kontinyu berbiaya murah, diperlukan untuk meningkatkan performa penelitian khususnya dalam pengolahan hasil penelitian. Salah satu penelitian yang memerlukan data konsentrasi gas secara kontinyu adalah reaksi Fischer-Tropsch. Gas yang lolos dari kondensor terakhir terdiri dari CO, H2, N2, CO2, CH4, C2-4 yang diencerkan dengan udara pada pada rasio udara/gas buang sebesar 150, selanjutnya dilewatkan kotak yang berisi sensor gas CO (Arduino MQ-7, kapasitas pembacaan 20-2000 ppm), CO2 (Arduino MG-811, kapasitas pembacaan 350-10.000 ppm) dan CH4 (Arduino MQ-4, kapasitas pembacaan 200-10.000 ppm). Pengenceran dilakukan untuk mengakomodasi batas pembacaan masing-masing sensor. Ketiga sensor ini dihubungkan dengan sebuah komputer untuk perekaman data kadar CO sisa dan CO2 dan CH4 yang terbentuk. Hasil implementasi pengukuran sensor yang diproses menggunakan Arduino ditampilkan dalam sebuah layar LCD dalam satuan ppm (part per million) dan datanya disimpan dalam Microsoft Excel. Jarak waktu perekaman dapat diatur dalam program tersebut. Kalibrasi diperlukan untuk mengukur akurasi sensor. Tingkat kesalahan (error) pada kalibrasi yang membandingkan konsentrasi gas standar dengan konsentrasi gas sampel adalah 14,91% untuk CH4; 17,98% untuk CO2 dan 14,60% untuk CO.Kata kunci: detektor gas, karbonmonoksida, karbondioksida, metana, Arduino
Analisis Kapasitas Sungai Balangan-Perbandingan Debit Terukur dengan Metode Haspers Nurhidayati Rahmah Al-Ambari; Nilna Amal; Noordiah Helda
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.201

Abstract

Sungai Balangan merupakan anak sungai Negara yang salah satu percabangannya terletak dekat dengan pusat Kota Amuntai. Pada saat musim hujan kota Amuntai sering mengalami banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Balangan pada ruas-ruas tertentu. Diperlukan studi untuk mengetahui kapasitas sungai dan banjir rancangan yang dapat ditampung oleh Sungai Balangan. Pengukuran langsung menggunakan perangkat Echo Sounding dilakukan untuk mengukur penampang sungai. Pengukuran penampang sungai diperlukan untuk analisis debit terukur sesaat. Analisis banjir rancangan dilakukan dengan menggunakan metode Haspers meliputi pengolahan data hujan, penentuan varibel yang diperlukan serta penghitungan debit banjir rancangan untuk kala ulang terpilih. Menghitung debit banjir rencana untuk setiap kala ulang yang telah ditentukan dengan metode Haspers dilakukan juga dengan memasukkan faktor koreksinya. Hasil analisis sungai menunjukkan perbedaan yang besar antara debit terukur sesaat dengan metode Haspers tanpa koreksi, hal ini dapat terjadi karena debit terukur sesaat bukan merupakan debit rancangan sehingga perbedaan nilainya menjadi besar. Metode Haspers tanpa koreksi tidak dapat ditampung oleh kapasitas sungai. Namun, metode Haspers dengan koreksi masih dapat menampung debit banjir.Kata kunci: kapasitas sungai, debit banjir, pengukuran, metode Haspers
Analisis Pemanfaatan Abu Kelapa Sawit sebagai Bahan Pengurang Semen untuk Lapis Pondasi Agregat Semen Kelas B Fauzi Rahman; Utami Sylvia Lestari; Yasruddin Yasruddin; Ahmad Rifa’i
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.143

Abstract

Lapis pondasi agregat semen (LPAS) kelas B adakah susunan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi dasar serta lapis permukaan. Lapisanini menggunakanpasir sebagai material agregat halusnya danuntukmaterial pengikatnyamenggunakan semen. Bahan pengikat ini dapat diganti dengan bahan lain seperti abu terbang (fly ash) dari cangkang dan serabut kelapa sawit. Material ini memiliki sifat kimia yang hampir sama dengan semen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik kombinasi abu terbang jika dipadukan dalam campuran LPAS kelas B pada jalan dengan perkerasan lentur. Komposisi campuran benda uji terdiri atas pasir, semen dan fly ash. Komposisi tersebut kemudian dicetak dalam bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Setelahbenda uji direndamselama 7 hari,kemudian dilakukan uji kuat tekan diharapkan memenuhi spesifikasi yang ditentukan untuk LPAS kelas B yaitu kuat tekan  35 kg/cm2–45 kg/cm2. Hasilnyadidapatkantiga komposisi campuran yang memenuhi spesifikasi yang diinginkan yakni komposisi dengan kandungan fly ash sebesar 10%, 11%, dan 12%.Kata kunci: LPAS kelas B,  abu terbang (fly ash), semen, perkerasan jalan
Otomatisasi Database Peralatan Laboratorium Menggunakan Aplikasi RFID Berbasis Raspberry Pi Teguh Efendi; Rusilawati Rusilawati; Ayu Novia Lisdawati
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.212

Abstract

Aplikasi Radio Frequency identification and Detector (RFID) berbasis Raspberry pi dapat mempermudah pengontrolan peralatan di laboratorium secara otomatis untuk mendata alat yang dipinjam maupun yang sudah dikembalikan dengan metode database. Alat pendukung pembuatan database tersebut adalah teknologi RFID berbasis Raspberry pi. Fungsi utama alat RFID reader adalah sebagai sensor penerima informasi dari alat yang diberi label khusus yaitu RFID Label. RFID Label mengirimkan informasi dan akan diteruskan ke perangkat utama yaitu Raspberry pi sebagai server atau pengolah data dengan metode database. Data tersebut tersimpan pada website My Structured Query Language (MySQL) dengan nama phpmyadmin. Hasil pengujian alat cukup efektif untuk penyimpanan data peralatan laboratorium dengan menggunakan metode website (phpmyadmin). Data yang tersimpan pada website bisa diunduh sewaktu–waktu diperlukan dengan menggunakan ID dan password sebagai kunci login dan data yang tersimpan akan lebih aman.Kata kunci: RFID reader, RFID label, Raspberry pi, MySQL
Analisis Potensi Listrik Microbial Fuel Cell dengan Variasi Substrat Air Cucian Beras dan Limbah Kulit Pisang Andy Nugraha; Aji Nihin; Pathur Razi Ansyah; Apip Amrullah; Gunawan Rudi Cahyono
Buletin Profesi Insinyur Vol 7, No 1 (2024): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v7i1.222

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan teknologi penghasil listrik sederhana dengan memanfaatkan metabolisme bakteri pengurai. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan yaitu dengan variasi berbagai macam bahan substrat, anoda, dan katoda, tetapi belum ada yang menggunakan kombinasi substrat air cucian beras dan limbah kulit pisang kepok. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan penelitian potensi tegangan listrik yang bisa dihasilkan dari  MFC substrat air cucian beras dan limbah kulit pisang kepok guna menambah khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang MFC. Penelitian MFC menggunakan metode penelitian eksperimental untuk mencari hubungan sebab-akibat antara variabel bebas (substrat dan waktu inkubasi) dan variabel terikat (tegangan listrik) melibatkan pengendalian dan pengaturan variabel bebas untuk menentukan dampak yang dihasilkan pada variabel terikat. Tiga variasi substrat digunakan dalam eksperimen ini, yaitu substrat air cucian beras, substrat kulit pisang kepok, dan substrat campuran. Pengambilan data dilakukan selama 480 menit per hari dengan interval pengukuran setiap 20 menit. Setiap variasi substrat menghasilkan 3 sistem MFC, sehingga totalnya ada 9 sistem MFC. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan potensi listrik yang paling baik, yaitu variasi substrat campuran mempunyai  tegangan listrik yang paling tinggi, pada hari kelima sebesar 259 mV.Kata kunci: microbial fuel cell (mfc), tegangan listrik, substrat air cucian beras, kulit pisang kepok
Analisis Kuat Tekan Beton Geopolimer Menggunakan Fly Ash dan Serbuk Kulit Kayu Galam Budi Kurniawan; Ines Saraswati Machfiroh; Intan Safitri
Buletin Profesi Insinyur Vol 7, No 1 (2024): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v7i1.240

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Selatan akan terus meningkat khususnya pada Kabupaten Tanah Laut. Hal ini terjadi mengingat Kabupaten Tanah Laut merupakan Kabupaten yang direncanakan memiliki Kawasan Industri Strategis Nasional yang terletak di Kecamatan Jorong. Maka diperlukannya bahan material untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kawasan industri tersebut. Selain itu, Kabupaten Tanah Laut dikenal dengan daerah penjual kayu galam yang sebagian hanya dipergunakan berupa batangnya saja dan untuk kulit kayu galam tidak ada nilai ekonomisnya hanya menghasilkan sampah yang biasa ditumpuk atau dibakar. Di Kecamatan Jorong juga terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menghasilkan limbah B3 dalam jumlah cukup banyak sekitar 120 ton per hari setiap pengoperasian PLTU tersebut. Diharapkan dalam pemenuhan bahan material pembangunan kawasan industri tersebut dapat memanfaatkan limbah yang ada di sekitar seperti beton geopolimer. Dalam pembuatan beton geopolimer dilakukan penggantian bahan baku semen oleh Fly Ash yang dicampurkan dengan alkali aktivator dan penambahan campuran dengan serbuk kulit kayu galam dengan perbandingan 74:26 antara Fly Ash dan alkali aktivator dalam bahan pengganti semen. Dan perbandingan antara Fly Ash dan alkali aktivator dengan serbuk kulit kayu galam sebanyak 75:25. Hasil dari analisa kuat tekan beton umur 28 hari didapatkan hasil rata-rata paling tinggi adalah kuat tekan campuran beton normal tanpa ada pengganti semen dengan Fly Ash dan serbuk kulit kayu galam sebesar 21,153 MPa.Kata kunci: beton geopolimer, Fly Ash, kuat tekan, serbuk kulit kayu galam