Articles
432 Documents
Peranan Perempuan Single Parent Terhadap Pemenuhan Hak Anak Dalam Pendidikan
Husnul Kholidah;
Miftahudin Azmi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 4 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i4.2854
Menjadi perempuan single parent harus bijaksana apabila berkaitan dengan pemenuhan hak anak khususnya dalam pendidikan sesuai dalam pasal 9 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo dimana terdapat 48 perempuan yang single parent dan beberapa kasus anak tidak melanjutkan sekolahnya karena faktor ekonomi. Selain itu terdapat kasus dimana seorang anak tidak terpenuhi beberapa haknya sebab tekanan dalam pendidikan. Adapun fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan perempuan single parent terhadap pemenuhan hak anak dalam pendidikan di Desa Campurejo dan untuk mengetahui tinjauan Undang-undang No. 35 Tahun 2014 terhadap pemenuhan hak anak. Penelitian ini termasuk penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data di lapangan dengan wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode pengolahan data dengan pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Peranan perempuan single parent terhadap pemenuhan hak anak dalam pendidikan di Desa Campurejo tidak semuanya terpenuhi, namun kebanyakan hak anak dalam pendidikan yang terpenuhi tetapi pemenuhan hak anak yang lainnya belum terpenuhi. Penyebabnya adalah faktor ekonomi dan tuntutan ibu single parent terhadap pendidikan anak. Sedangkan tinjauan Undang-Undang No. 35 tahun 2014 dalam hal tersebut beberapa perempuan single parent belum sepenuhnya memenuhi hak anak, artinya hak-hak anak belum sepenuhnya terlindungi.
Upaya Membangun Keluarga Sakinah Bagi Pasangan Beda Usia Dalam Keluarga Petani
Dwi Yanti Handayani;
Miftahudin Azmi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 4 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i4.2859
Pada umumnya perkawinan dilakukan dengan usia suami yang lebih tua daripada istri. Meskipun masih jarang ditemui, pernikahan dengan suami atau kepala keluarga yang berusia lebih muda cukup banyak ditemukan di tengah masyarakat. Pada beberapa masyarakat Desa Pandesari terdapat pasangan beda usia dengan suami atau kepala keluarga lebih muda daripada istri. Dalam penelitian kebanyakan pasangan suami istri beda usia bermata pencaharian sebagai petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat dalam upaya membangun keluarga sakinah bagi pasangan beda usia pada keluarga petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam metode pengumpulan data, digunakan metode wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun pengolahan data pada penelitian ini melalui tahapan-tahapan pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan pembuatan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga faktor pendukung dan penghambat dalam membangun keluarga sakinah. Adapun ketiga faktor pendorong tersebut yaitu kasih sayang, saling menghormati dan lingkungan sosial yang baik. Sedangkan faktor penghambat dalam membangun keluarga sakinah adalah faktor ekonomi dan pendidikan. Adapun upaya yang dilakukan pasangan beda usia dalam keluarga petani untuk membangun keluarga sakinah diantaranya: 1) Saling menjalankan hak dan kewajiban masing-masing 2) Menghargai satu sama lain 3) Menghindari pertikaian.
Peran Istri Sebagai Pencari Nafkah Utama Untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah
Haitami Ahmad;
Miftahudin Azmi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 4 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i4.2868
Keluarga sakinah adalah kondisi keluarga yang ideal yang ditunjukkan dengan perasaan positif yakni cinta kasih sayang, kesejahteraan, ketentraman, ketangguhan dalam menghadapi peroblematika keluarga. Bukan perkara yang mudah membentuk keluarga sakinah apa lagi jika sang suami mempunyai keterbatasan yang menyebabkan ia tidak lagi bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Hal ini menyebabkan istri bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sekaligus sebagai ibu rumah tangga bagi anak-anaknya. Penelitian ini merupakan empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan data melalui wawancara. Adapun metode pengolahan data yang digunakan adalah klasifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan. Hasil Penelitian ini yaitu yang pertama: upaya yang dilakukan istri untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya dan menjaga keharmonisan rumah tangga ketika sang suami mempunyai keterbatasan yaitu dengan cara ada yang bekerja sebagai juru masak diwarung, jualan pakaian, jualan sayur, jualan makanan, dan ada yang bekerja sebagai buruh tani. Kedua: Nilai-nilai yang dipedomani oleh istri dalam mewujudkan keluarga sakinah saat suaminya mempunyai keterbatasan yaitu nilai agama seperti ihlas, sabar dalam menerima cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Selain itu juga terdapat nilai sosial seperti tolong menolong.
Konsep Keluarga Sakinah M. Quraish Shihab dalam Resiliensi Keluarga di Masa Pandemi COVID-19
Ningsih, Layyinatul Ainiyah Prihatin;
Azis, Nur Azizah
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 4 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i4.2630
Pandemi COVID-19 membatasi ruang gerak masyarakat dan mengakibatkan banyak keluarga merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut menimbulkan beberapa permasalahan antara lain perekonomian, hubungan keluarga, kondisi psikologis, pendidikan anak, dan agama. Permasalahan diatas dapat memicu terjadinya apabila tidak diatasi dengan baik. Namun, di masa serba sulit ini, keluarga diharuskan untuk berusaha lebih keras dan bertahan melewati permasalahan agar dapat membentuk keluarga sakinah dengan Resiliensi Keluarga. Sehingga penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi keluarga di masa pandemi COVID-19 untuk membentuk keluarga sakinah dengan perspektif M. Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), Metode pendekatan yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1). Keluarga dalam Resiliensi dimasa pandemi ini telah menerapkan tiga komponen resiliensi yaitu Belief System (Sistem kepercayaan), Organizational Pattern (Pola Organisasi), Communication (Komunikasi) dan permasalahan utamanya adalah keadaan ekonomi dan kondisi psikologis. 2). Keluarga narasumber telah sesuai dengan indikator pembentuk keluarga sakinah perspektif M. Quraish Shihab yaitu setia terhadap pasangan, menepati janji, dapat memelihara nama baik, saling pengertian dan berpegang teguh pada agama. Serta sesuai dengan faktor pembentuk sakinah dalam konsep sakinah M. Quraish shihab. Yaitu dalam pernikahan, diperlukan kesetaraan, musyawarah dan kebutuhan akan pasangan.
Pertimbangan Hakim Terhadap Permohonan Izin Poligami Karena Istri Menopause Perspektif Maslahah Al-Syathibi (Studi putusan nomor 4877/pdt.g/2021/Pa.Kab.Mlg)
Faruq Nurul Makarimi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 1 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v7i1.2566
Majelis hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang mengabulkan permohonan izin poligami dengan alasan istri menopause sehingga tidak dapat melayani suami dengan maksimal dan menambah keturunan. Hal ini tidak biasa ketika fakta di lapangan tidak sesuai dengan teori hukum dalam undang-undang karena alasan pemohon tidak terdapat dalam syarat alternatif poligami. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah mengetahui pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami tersebut ketika alasan pemohon tidak terdapat dalam hukum positif serta melihat nilai maslahah dalam pertimbangan hakim kemudian ditinjau dengan konsep maslahah al-sytaibhi. Metode penelitian menggunakan metode normatif (library research). Perolehan bahan hukum berasal dari bahan hukum primer berupa putusan nomor 4877/pdt.g/2021/pa.kab.mlg dan bahan hukum sekunder yaitu hasil wawancara dengan para hakim yang memutus perkara tersebut beserta buku-buku/literatur yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian ini adalah pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan poligami tersebut meskipun alasan pemohon tidak terdapat dalam aturan hukum positif, namun hakim berijtihad dan lebih mempertimbangkan nilai maslahah dalam pemberian izin poligami tersebut. Sedangkan dilihat dari sisi maslahah al-syathibi pertimbangan hakim berusaha mewujudkan maslahah dharuriyah sebagai bentuk upaya hakim agar pemohon tidak berbuat zina dan demi melindungi keturunan. Serta dalam maslahah tahsiniyyah majelis hakim melihat banyak nilai kebaikan yang timbul dalam kehidupan poligami di masyarakat.
Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Tradisi Pemberian Langkahan di Desa Baujeng Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan
Ike Nur Halimah;
Ahmad Wahidi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 1 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v7i1.2620
Pernikahan merupakan suatu proses akad yang dilakukan secara sadar oleh seorang laki-laki dan perempuan untuk membentuk suatu keluarga berdasarkan kesepakatan dan keridhaan kedua belah pihak. Pernikahan juga semata-mata tidak hanya mengenai hubungan sosial, tetapi apabila dilakukan dan diniatkan mencari ridha Allah SWT akan bernilai sebagai ibadah. Adapun terdapat pengkhususan mengenai lamaran yang dilakukan oleh calon mempelai yang mendahului kakaknya yang belum menikah. Salah satunya yakni sebagian masyarakat dusun Jambe, desa Baujeng, kecamatan Beji, kabupaten Pasuruan dalam prosesi lamaran terdapat proses Pelangkahan, yaitu prosesi ketika perempuan akan melaksanakan penikahan tetapi mendahului saudari diatasnya yang belum menikah, maka calon suami wajib memberikan barang atau uang kepada kakak/saudari tersebut yang bertujuan untuk menghindari adanya hambatan dalam pernikahan atau bahkan diyakini dapat menghadirkan celaka pada kedua mempelai atau kepada kakaknya ketika sudah menikah. Adapun proses ini biasanya disebut dengan “Tradisi Pemberian Mahar atau Pelangkah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan hukum empiris. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari dokumen resmi yang dikeluarkan dari tokoh masyarakat di Desa Baujeng. Sumber sekunder diperoleh dari data dan wawancara tokoh masyarakat, buku, artikel, karya ilmiah, dan dokumen-dokumen yang mempunyai hubungan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah tradisi pemberian lamaran pelangkah yang diberikan dari calon adik kandungnya di berikan kepada calon kakak iparnya yang dalam artian memintak izin untuk melangkahi kakanya, agar tidak terjadi marabahaya atau balak yang akan di timpa oleh calon kakak iparnya. Dan tinjauan daru ‘urf adalah pembayaran atau pemberian lamaran pelangkah ini hanyalah sebuah tradisi yang sudah ada dan dikenal oleh masyarakat dan dianggap tidak bertentangan dengan ajaran agama islam.
Urgensi Rapak (Validasi Data Calon Pengantin) Terhadap Keabsahan Pernikahan
Mahmuda Nurkhovivah;
Imdad Musyafa A;
Wildan A;
Octavia B;
Aulia R;
Anisa Nur;
M Daffa A;
Dia Ayyu
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 1 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v7i1.2670
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi rafak dalam memvalidasi keabsahan data calon pengantin dalam proses perkawinan di KUA kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode analisis data kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumen dan data observasi. Kajian ini menghasilkan temuan: Pertama, PMA No. 20 tahun 2019 yang digunakan KUA sebagai acuan pencatatan pernikahan. Kedua, dilihat dari proses rafak yang terjadi dikua ditemukan perbedaan data calon pengantin dan penyebab dilakukannya perpindahan wali ke wali hakim.
Masa Tunggu Laki-laki Pasca Perceraian Perspektif Maslahah Ath-Thufi
Yuyun Tri Fatimah;
Abdul Haris
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 1 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v7i1.2729
Dalam nash tidak ditemukan adanya ketentuan masa idah bagi laki-laki yang telah bercerai dengan istrinya. Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P-005/Dj.III/Hk.00.7/10/2021 Tentang Pernikahan Dalam Masa Idah Istri menghimbau laki-laki agar tidak menikah dengan perempuan lain saat mantan istrinya sedang dalam masa idah. Penelitian ini bertujuan mengkaji Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P-005/Dj.III/Hk.00.7/10/2021 perspektif maslahah Ath-Thufi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan Analytical Approach. Metode pengumpulan bahan hukum menggunakan metode studi kepustakaan yang berkaitan dengan masa idah dan maslahah Ath-Thufi. Hasil penelitian menunjukkan dua kesimpulan. Pertama, surat edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 tentang pernikahan dalam masa idah istri menghimbau agar suami tidak menikah dengan perempuan lain setelah menjatuhkan talak raj’i kepada istri pertama, selama istri yang ditalak itu masih dalam masa idah. Kedua, Surat Edaran ini mengandung maslahah dan mafsadah menurut kacamata maslahah Ath-Thufi. Sisi maslahah dalam Surat Edaran tersebut adalah mencegah terjadinya praktik poligami terselubung serta bagi mantan suami dan mantan istri dapat menjaga hak-hak dalam masa idah yang merupakan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk kembali membangun rumah tangga yang lebih baik. Sedangkan sisi mafsadah dari Surat Edaran tersebut adalah adanya resiko terjadinya perzinaan akibat penundaan perkawinan.
Pandangan Hakim Pengadilan Agama Terhadap Keabshahan Pemeriksaan Saksi Secara Teleconference Perspektif Hukum Acara Perdata
Habib Harun Al Ayyubi;
Miftahudin Azmi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 1 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v7i1.2738
Pada dasarnya pemeriksaan saksi itu dilakukan dengan saksi menghadap secara langsung di Pengadilan. Akan tetapi dalam Pasal 24 ayat (1) PERMA No. 1 Tahun 2019 dijelaskan bahwa pemeriksaan saksi dapat dilakukan secara teleconference. Akan tetapi dalam pasal tersebut tidak dijelaskan secara detail terkait dengan praktik dari pasal tersebut. Sehingga menimbulkan berbagai kesalahpahaman terkait dengan pemeriksaan saksi secara teleconference. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis terkait bagaimana praktik dan juga keabshahan dari pemeriksaan saksi yang dilakukan secara teleconference yang ada dalam PERMA No. 1 Tahun 2019 dengan Pasal 144 HIR/171 ayat 1 Rbg. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Hasil dari penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara dan berbagai data dalam penelitian ini yaitu, (1) Pemeriksaan hanya dilakukan ketika ada permintaan dari pihak kepada panitera, yang kemudian dikirimkan surat permohonan bantuan sidang kepada Pengadilan Agama tempat domisili saksi yang tidak bisa hadir untuk menjadi fasilitator. Proses tanya jawab yang berlangsung direkam oleh pranata komputer pertama Pengadilan fasilitator dan memberikan rekaman melalui elektronik surat atau e-mail ke Pengadilan Agama yang memeriksa perkara untuk nantinya dibuatkan berita acara pemeriksaan. (2) tetap dikatakan sah karena tidak menyalahi keabshahan syarat formil saksi yang ada dalam Pasal 144 HIR/171 ayat 1 Rbg.
Pelarangan Perkawinan Terhadap Perempuan Arab Dengan Laki-laki Non Arab
Albi Nazwan;
Mufidah Cholil
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 1 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v7i1.2895
Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia dengan adat dan budaya yang beranekaragam. Salah satu bentuk keanekaragaman di Indonesia adalah budaya perkawinan endogami yang terjadi pada warga keturunan Arab di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya pelarangan perkawinan perempuan Arab dengan laki-laki non Arab serta untuk mengetahui konsep kafa’ah perkawinan menurut pandangan perempuan keturunan Arab. Penelitian ini berjenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Sehingga, data yang dihasilkan lebih akurat karena diperoleh dengan mengamati langsung fenomena hukum dalam perilaku masyarakatnya. Selain itu, metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sumber data wawancara juga dokumentasi. Data kemudian diolah menggunakan langkah-langkah seperti pemeriksaan data, klasifikasi, analisis dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: Pertama, faktor terjadinya pelarangan perkawinan perempuan Arab dengan laki-laki non Arab disebabkan karena keinginan menikah dengan sesama Arab, ada rasa khawatir kehilangan marga pada anaknya, keinginan menikah dengan siapa yang mereka kenal disamping keberadaanya pada lingkungan keturunan Arab. Selanjutnya adalah kebiasaan orang Arab menggunakan nama keturunan agar saling mengenal antar tingkatan nasab. Dan terakhir adalah agar tetap dapat menjalin silaturahmi juga menjaga budaya menjadi lebih tertata. Kedua, konsep kafa’ah menurut perempuan Arab selain yang dimaksud dalam Hadist adalah kafa’ah dalam agama, pendidikan, nasab, harta dan kecantikan.